Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH

EFFISIENSI ENERGI TEBARUKAN

NAMA: MUHAMMAD KHAIRANI HIDAYAT


NIM : 2013 11 276
KELAS :A

Biomassa adalah energi yang bersumber dari bahan-bahan alami seperti


kayu, limbah pertanian, perkebunan, hutan, komponen organik dari industri
dan rumah tangga serta kotoran hewan dan manusia. Biomassa dikenal
sebagai zero CO2 emission, dengan kata lain tidak menyebabkan akumulasi
CO2 di atmosfer . Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi
energi biomassa yang cukup besar. Berdasarkan diagram alur diatas
biomassa yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik diantaranya
biomassa utuh, sisa panen, hasil limbah pengolahan, hasil limbah
penggunaan dan kotoran ternak.

Biomassa mempunyai banyak cara untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit


listrik, diantaranya
1. Siklus Rankine Organik
Sistem Rankine organik menggunakan potensi termal pada tingkatan
menengah ke bawah. Biomassa merupakan sumber energi yang
mempunyai nilai termal relatif lebih rendah dibandingkan nilai termal
dari batubara. Biomassa yang digunakan dalam proses dapat
menggunakan tongkol jagung dan sekam padi sebagai potensi limbah
pertanian yang ada. Sistem Rankine organik dengan pembakaran
biomassa ini memerlukan fluida termal sebagai medium pembawa
panas. Fluida kerja yang dapat digunakan adalah fluida kerja R245fa,
sedangkan fluida termal yang digunakan adalah dowtherm J.
Fluida kerja yang digunakan pada siklus rankine organic bukan
kukus/air (H2O) melainkan fluida organik yang bertitik didih kurang dari
titik didih air. Memungkinkan eksploitasi sumber kalor bertemperatur
rendah untuk membangkitkan listrik secara efisien .

Pada diagram alur diatas biomassa(baik utuh maupun sisa panen)


dijadikan bahan bakar untuk memanaskan boiler dengan cara
pembakaran sederhana, kemudian fluida yang akan dipanaskan
didalam boiler menurut diagram alur diatas adalah minyak, setelah itu
minyak panas akan menghasilkan uap yang akan memutar turbin yang
terhubung generator dan akan menghasilkan listrik.

2. Siklus dengan Turbin Kukus + Generator

Pada diagram alur, biomassa diolah dengan pembakaran teknikal yang


pembakarannya lebih modern dibandingkan pembakaran sederhana.
Hasil pembakaran yang berupa panas yang akan digunakan untuk
memanaskan ketel kukus, dimana ketel kukus ini berisi air dan hasil
kukus berupa uap panas kukus yang selanjutnya akan memutar turbin
kukus + generator dan akan menghasilkan listrik.

3. Siklus dengan Genset Diesel Tipe Lister


Mesin diesel tipe lister merupakan mesin diesel bersilinder tunggal dan
berputaran rendah (<1000rpm). Bisa menggunakan minyak nabati
murni sebagai bahan bakar. Minyak nabati murni (Pure Plant Oil atau
Straight Vegetable Oil) merupakan minyak nabati yang sudah netral
dan bebas getah (gum) degummed and deacidified fatty-oil.

Pada diagram alur diatas biomassa hasil limbah penggunaan


diekstraksi dan dimurnikan menghasilkan minyak nabati murni yang
selanjutnya minyak nabati tersebut dijadikan bahan bakar nabati untuk
menggerakkan genset diesel tipe lister dan menghasilkan listrik.

4. Siklus Gasifikasi
Proses gasifikasi adalah suatu teknologi proses konversi bahan padat
menjadi gas yang mudah terbakar. Bahan padat yang dimaksud dari
bahan bakar padat misalnya, biomassa, batubara, dan arang yang
mengandung karbon (C), sedangkan gas yang dimaksud adalah gas-
gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi seperti CO, H2, dan CH4.
Melalui gasifikasi, kita dapat mengkonversi hampir semua bahan
organik kering menjadi bahan bakar, sehingga dapat menggantikan
bahan bakar fosil sebagai sumber bahan bakar. Bahan baku untuk
proses gasifikasi dapat berupa limbah biomassa, yaitu potongan kayu,
tempurung kelapa, sekam padi maupun limbah pertanian lainnya.
Gasifier adalah alat atau reaktor yang menggunakan teknik gasifikasi
atau proses penggunaan panas untuk merubah ( konversi) selulosa
(biomassa) padat atau padatan berkarbon lainnya menjadi gas ( syn
gas). Dengan proses gasifikasi bisa merubah hampir semua bahan
organik padat menjadi gas bakar yang bersih, netral. Gas (Co, H2)
yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembangkit listrik maupun
sebagai energi panas.
gas produser merupakan campuran antara gas tidak mampu bakar
dan gas mampu bakar. Jumlah unsur-unsur dalam produser gas
tergantung dari jenis biomassadan kondisi operasional. Produer gas
mengandung gas yang dapat dipergunakan seperti CO,H2,CH4, dan
gas yang tidak mampu bakar seperti N2, CO2, serta tar dan ash.

a. Gasifikasi Atmosferik
Gasifier atmosferik ialah teknik gasifikasi yang menggunakan
dengan udara
Berdasarkan diagram alur diatas Gasifier Atmosferik menghasilkan
gas produser P< yang artinya menghasilkan P yang rendah yang
selanjutnya gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar gas untuk
penggerak motor gas + generator yang akan menghasilkan listrik.
b. Gasifier P tinggi
Gasifier Ptinggi ialah teknik gasifikasi dengan P yang tinggi.
Berdasarkan diagram alur diatas Gasifier P tinggi menghasilkan gas
produser P > yang kemudian gas tersebut digunakan untuk siklus
kombinasi antara turbin gas dan kukus + generator yang akan
menghasilkan listrik.

5. Sel Tunam (Fuel Cell)

Fuel cell adalah alat konversi energi elektrokimia yang akan mengubah
hidrogen dan oksigen menjadi air, secara bersamaan menghasilkan
energi listrik dan panas dalam prosesnya. fuel cell merupakan suatu
bentuk teknologi sederhana seperti baterai yang dapat diisi bahan
bakar untuk mendapatkan energinya kembali, dalam hal ini yang
menjadi bahan bakar adalah oksigen dan hidrogen.

Layaknya sebuah baterai, segala jenis fuel cell memiliki elektroda


positif dan negatif atau disebut juga katoda dan anoda. Reaksi kimia
yang menghasilkan listrik terjadi pada elektroda. Selain elektroda, satu
unit fuel cell terdapat elektrolit yang akan membawa muatan-muatan
listrik dari satu elektroda ke elektroda lain, serta katalis yang akan
mempercepat reaksi di elektroda. Umumnya yang membedakan jenis-
jenis fuel cell adalah material elektrolit yang digunakan. Arus listrik
serta panas yang dihasilkan setiap jenis fuel cell merupakan produk
samping reaksi kimia yang terjadi di katoda dan anoda.

Sedangkan dari segi efisiensi energi, penerapan fuel cell pada baterai
portable seperti pada handphone atau laptop akan sepuluh kali tahan
lebih lama dibandingkan dengan baterai litium. Dan untuk mengisi
kembali energi akan lebih cepat karena energi yang digunakan bukan
listrik, tetapi bahan bakar berbentuk cair atau gas.

a. Sel Tunam dari Gas Produser P>


Berdasarkan diagram alur diatas gas produser p> hasil Gasifier
melalui siklus berbeda yaitu pergeseran co dan dengan
penambahan hydrogen dan menjadi bahan bakar untuk sel tunam
yang selanjutnya akan menghasilkan listrik.
b. Sel Tunam dari Biofotolisis
biofotolisis adalah proses biologis menggunakan sistem fotosintesis
mikroalga untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia
dalam bentuk hidrogen :

2H2O 2H2 + O2
Fotosintesis dibagi menjadi dua tahap :
Fotosintesis I (PSI) menghasilkan reduktan untuk reduksi CO2
Fotosintesis II (PSII) memecah air dan menghasilkan hidrogen
Pada proses biofotolisis, dua foton dari air dapat menghasilkan
reduksi CO2 oleh PSI atau pembentukan hidrogen dengan adanya
hidrogenase. Pada tanaman hijau, karena kurangnya hidrogenase,
hanya reduksi CO2 yang terjadi. Sebaliknya, mikroalga, seperti alga
hijau dan cyanobakteri (alga biru-hijau), mengandung hidrogenase
sehingga dapat menghasilkan hidrogen. Pada proses ini, elektron
dihasilkan ketika PSII menyerap energi cahaya. Elektron kemudian
dipindahkan ke ferredoxin (Fd) menggunakan energi matahari yang
diserap PSI. Hidrogenase menerima elektron dari Fd untk
menghasilkan hidrogen seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Skema direct biophotolysis

Karena hidrogenase sensitif terhadap oksigen, sangat penting untuk


mempertahankan kandungan oksigen pada tingkat rendah dibawah
0,1% agar produksi hidrogen dapat berlanjut. Kondisi ini bisa
didapatkan menggunakan alga hijau Chlamydomonas reinhardtii
yang dapat membuang oksigen selama pernapasan oksidatif. Akan
tetapi, karena jumlah substrat yang diambil dan dikonsumsi saat
proses ini sangat banyak, efisiensinya menjadi rendah. Saat ini,
mutant yang diperoleh dari mikroalga dilaporkan memiliki toleransi
yang baik terhadap oksigen sehingga meningkatkan produksi
hidrogen. Menggunakan mutant untuk produksi hidrogen dapat
meningkatkan efisiensi secara signifikan.

Berdasarkan diagram alur diatas bahwa pada biomassa dapat


dilakukan proses Biofotolisis yang menghasilkan oksigen yang akan
menjadi bahan bakar untuk sel tunam yang kemudian akan
menghasilkan energy listrik.

c. Sel Tunam dari Pencernaan Anaerobik


Tahap fermentasi bisa juga disebut anaerobic disgestion dimana
anaerobic yang berarti memfermentasi biomassa dengan hampa
udara yang nantinya akan menghasilkan biogas dengan kandungan
metana dan karbon dioksida serta gas-gas lainnya yang dapat
dijadikan bahan bakar.

Berdasarkan diagram alur diatas biomassa difermentasi dengan


pencernaan anaerobik yang akan menghasilkan biogas selanjutnya
biogas tersebut akan melalui tahap reformasi serta pergeseran CO
dan akan menghasilkan hydrogen yang akan menjadi bahan bakar
untuk sel tunam yang akan menghasilkan energy listrik.

Selain untuk sel tunam, biomassa dengan pencernaan anaerobik


juga dapat digunakan untuk motor bakar gas + Generator.
Berdasarkan diagram alurnya yaitu biomassa yang dicerna secara
anaerobik menghasilkan biogas dan hasil biogas tersebut dapat
langsung digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan
motor bakar gas yang terhubung generator dan akan menghasilkan
listrik.