Anda di halaman 1dari 12

BEKAL AJAR AWAL DAN GAYA BELAJAR

Tugas utama guru dalam pembelajaran adalah mengantarkan peserta didik pada
potensi terbaiknya. Oleh karena peserta didik yang menjadi subjek yang akan
difasilitasinya, maka hal pertama yang perlu dipahami adalah bagaimanakah
karakteristik peserta yang diasuhnya tersebut. Dalam permendiknas nomor 16
tahun 2007 tentang kompetensi guru, kemampuan mengenal karakteristik peserta
didik dalam berbagai aspek menjadi kompetensi pertama yang harus dikuasai
guru. Dengan kompetensi lainnya yaitu pengembangan potensi peserta didik
dalam berbagai aspek melalui pembelajaran seperti yang dijelaskan dalam
kompetensi inti keenam.

Informasi mengenai karakteristik peserta didik dalam berbagai aspek menjadi satu
acuan dalam menentukan kedalaman dan keluasan materi sehingga sesuai
dengan perkembangan peserta didik. Berdasarkan pemahaman tersebut pula
guru bisa mengeksplorasi berbagai upaya baik dalam bentuk media, bahan ajar,
dan metode pembelajaran untuk memfasilitasi peserta didik sehingga hal tersebut
sesuai dengan perkembangan mereka termasuk gaya belajarnya.

A. TUJUAN
Setelah melaksanakan pembelajaran dalam modul ini, peserta diklat diharapkan
dapat:
1. Mengidentifikasi bekal ajar awal dan menggunakannya dalam mengoptimalkan
pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu.
2. Mengidentifikasi gaya belajar peserta didik dan menggunakannya dalam
pembelajaran untuk memudahkan mereka dalam pembelajaran sehingga lebih
mudah memahami dan mencapai target pembelajaran dan prestasi terbaiknya.

BEKAL AJAR AWAL 1


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

B. INDIKATOR KETERCAPAIAN KOMPETENSI


1. Mengidentifikasi bekal ajar awal
2. Menggunakan informasi mengenai bekal ajar awal dalam pembelajaran
3. Mengidentifikasi gaya belajar
4. Menjelaskan cara melaksanakan pembelajaran sesuai gaya belajar peserta
didik

C. URAIAN MATERI
1. Bekal ajar awal
Menentukan Tingkatan Penguasaan Kompetensi Prasyarat Peserta Didik
Pada hakekatnya makna perbuatan belajar adalah terjadinya perubahan
perilaku dan pribadi baik secara material-substansial, struktural-fungsional
maupun secara perilaku. Tujuan intruksional khusus memberikan gambaran
karakteristik perubahan yang diharapkan terjadi pada saat berakhirnya
kegiatan belajar-mengajar.

Untuk mengetahui apakah perubahan perilaku atau tingkat prestasi belajar


yang dicapai itu adalah hasil kegiatan belajar-mengajar yang bersangkutan,
maka kita perlu menentukan keadaan karakteristik perilaku dan pribadi siswa
pada saat mereka akan memasuki dan memulai kegiatan belajar-mengajar.
Dengan kata lain kita perlu mengetahui entering behavior. Yang dimaksud
dengan entering behavior menurut Makmun (2002:224) adalah tingkat dan
jenis karakteristik perilaku siswa yang telah dimilikinya pada saat akan
memasuki pembelajaran.

Keberhasilan proses belajar-mengajar antara lain dipengaruhi oleh


karakteristik peserta didik baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
Oleh karena itu guru harus melibatkan karakteristik peserta didik dalam
perencanaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar. Meskipun guru
menghadapi kelompok kelas yang terdiri dari peserta didik yang memiliki umur
yang relatif sama, namun mereka tidak dapat diberi perlakukan yang sama.
Setiap kelas memiliki perbedaan dalam aspek motivasi belajar, kemampuan
belajar, pengetahuan, latar belakang sosial-ekonomi, dsb. Bahkan dalam satu
kelas peserta didik memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya dalam

2 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
LISTRIK untuk SMP
Modul 1 Guru Pembelajar Daring
bagi Guru Fisika SMA

kemampuan belajar, motivasi belajar, dan kecepatan belajar, dsb. Selain itu
mereka berbeda pula dalam bakat khusus pada bidang studi, dan minat
terhadap suatu mata pelajaran.

Pada awal proses belajar mengajar guru harus meneliti dulu perilaku awal
peserta didik karena perilaku inilah yang menjadi dasar bagaimana proses
belajar sebaiknya direncanakan.dan apakah tujuan intruksional khusus yang
semula dirumuskan harus mengalami perubahan. Apalagi bila perilaku awal
berkaitan dengan kemampuan prasyarat untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Makmun (2002:224) dengan mengetahui gambaran tentang entering


behavior peserta didik, maka akan memberikan banyak bantuan kepada guru,
diantaranya sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui seberapa jauh terdapatnya kesamaan individual antara
siswa dalam taraf kesiapannya, kematangan, serta tingkat penguasaana
dari pengetahuan dan ketarampilan dasar sebagai landasan bagi
penyajian bahan baru.
b. Dapat mempertimbangkan dalam memilih bahan, prosedur, metode,
teknik dan alat bantu belajar-mengajar yang sesuai.
c. Membandingkan nilai pre-tes dengan post-tes sehingga diperoleh
indikator atau petunjuk seberapa jauh atau seberapa banyak perubahan
perilaku itu telah terjadi pada peserta didik. Perbedaan nilai pre-tes dengan
post-tes baik secara rata-rata atau indivudal, merupakan indikator prestasi
atau hasil pencapaian yang nyata sebagai pengaruh dari proses belajar-
mengajar.

Hal penting bagi guru sebelum merencanakan dan melaksanakan kegiatan


mengajar, seyogyanya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Dengan memperhatikan tingkatan kelas, jenis bidang studi, usia dan waktu
yang tersedia dan terencana.
a. Sejauh manakah batas-batas (jenis dan ruang lingkup materi pengetahuan
yang telah diketahui dan dikuasai peserta didik yang akan kita ajar?
b. Tingkat dan tahap serta jenis kemampuan (kognitif, afektif, psikomotor)
manakah yang telah dicapai dan dikuasai peserta didik yang akan kita ajar?

BEKAL AJAR AWAL 3


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

Menurut Winkel (1996:138) aspek-aspek keadaan awal pribadi peserta didik


antara lain adalah fungsi kognitif, fungsi konatif-dinamik, fungsi afektif, fungsi
sensorik-motorik, dan yang menyangkut aspek kepribadian. Menurut Makmun
(2002) perilaku awal (entering behavior) meliputi jenis dan ruang lingkup
pengetahuan yang telah dikuasai dan diketahui peserta didik, dan tingkat dan
tahap serta jenis kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang telah dicapai
peserta didik. Tingkat dan tahap serta jenis kemampuan kognitif, afektif dan
psikomotor yang merupakan keadaan awal peserta didik yang perlu diketahui
oleh guru, diantaranya adalah inteligensi, bakat, kreativitas, kemampuan
berbahasa, fungsi sensori-motorik, kondisi kesehatan, kondisi mental, motivasi
belajar, sikap, minat belajar, gaya belajar, konsentrasi, karakter, temperamen.

2. Gaya Belajar
Gaya belajar merupakan salah satu aspek perilaku awal yang perlu dipahami
oleh guru saat akan memulai kegiatan belajar mengajar. Mengetahui gaya
belajar yang berbeda akan membantu guru dalam berkomunikasi dengan
siswa. Guru akan dapat melakukan pendekatan kepada semua atau hampir
semua siswa dengan gaya yang berbeda dalam menyampaikan informasi.

Otak terdiri dari tiga modalitas untuk menerima dan memproses informasi yang
datang kepada individu dari dunia luar. Modalitas untuk menerima dan
memproses informasi disebut gaya belajar. Berkaitan dengan tiga modalitas itu
terdapat tiga gaya belajar, yaitu visual, auditorial, dan kinestetis.

Gaya belajar siswa merupakan kunci keberhasilan dalam mengembangkan


kinerja dalam tugas belajar di sekolah, karena merupakan saluran komunikasi
yang membantu siswa memahami dunia luar. Meskipun pada umumnya siswa
belajar melalui ketiga gaya belajar, tetapi setiap orang mempunyai cara optimal
dalam mempelajari informasi baru. Sehingga pada tahapan tertentu
kebanyakan orang belajar pada salah satu gaya belajar.

4 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
LISTRIK untuk SMP
Modul 1 Guru Pembelajar Daring
bagi Guru Fisika SMA

a. Ciri-Ciri Perilaku Gaya Belajar


Secara umum seseorang dengan kecenderungan gaya belajar tertentu
memiliki perilaku dengan ciri-ciri yang relatif khas. Gaya belajar visual adalah
belajar melalui apa yang ia lihat, gaya belajar auditorial adalah belajar melalui
apa yang ia dengar dan gaya belajar kinestetis adalah belajar lewat gerak,
bekerja, dan menyentuh.

Tabel 2.3 Ciri-ciri Perilaku Gaya Belajar

Jenis Gaya Belajar Ciri-Ciri Perilaku


1. Rapi dan teratur
Ciri-Ciri Perilaku 2. Berbicara dengan cepat
Gaya Belajar Visual 3. Teliti terhadap detail
4. Mengingat apa yang dilihat
5. Lebih suka melihat peta daripada penjelasan
6. Pembaca cepat dan tekun
7. Lebih suka membaca daripada dibacakan
8. Sering menjawab dengan jawaban singkat ya atau
tidak.
9. Mencorat-coret tanpa arti ketika sedang
mendengarkan.
10. Tidak terganggu oleh keributan.
11. Perencana dan pengatur jangka panjang.
12. Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang
sebenarnya dalam pikiran mereka.
13. Mempunyai masalah dalam mengingat instruksi
verbal kecuali jika ditulis, dan meminta orang lain
untuk mengulanginya.
14. Mengingat dengan asosiasi visual
15. Mementingkan penampilan pakaian maupun
presentasi.
16. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada
berpidato.
17. Membutuhkan pandangan dan tujuan yang
menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara
mental merasa pasti tentang suatu masalah atau
proyek.
18. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan
tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
19. Kadang-kadang kehilangan kosentrasi ketika
mereka ingin mendengarkan.
1. Membaca dengan bersuara.
Ciri-Ciri Perilaku 2. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa
Gaya Belajar yang didiskusikan daripada yang dilihat.
Auditorial 3. Mudah terganggu oleh keributan.

BEKAL AJAR AWAL 5


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

Jenis Gaya Belajar Ciri-Ciri Perilaku

4. Menggerakan bibir dan mengucapkan tulisan di buku


ketika membaca.
5. Pembicara yang fasih.
6. Suka bicara, suka diskusi dan menjelaskan segala
sesuatunya dengan panjang lebar.
7. Lebih pandai mengeja daripada menuliskannya.
8. Dapat mengulang kembali dan menirukan nada,
birama dan warna suara.
9. Berbicara kepada diri sendiri ketika bekerja.
10. Merasa kesulitan dalam menulis tetapi hebat dalam
berbicara.
11. Mempunyai masalah dengan pekerjaan yang
melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-
bagian hingga sesuai satu sama lain.
12. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik.
13. Lebih suka musik daripada seni.
1. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca.
Ciri-Ciri Perilaku 2. Belajar melalui memanipulasi dan praktek.
Gaya Belajar 3. Belajar dengan cara bergerak dan berjalan.
Kinestetis 4. Menanggapi perhatian fisik.
5. Selalu berorientasi pada fisik dan bergerak.
6. Banyak menggunakan isyarat tubuh ketika sedang
berbicara.
7. Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama.
8. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian
mereka.
9. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang.
10. Tidak dapat mengingat geografi kecuali mereka
pernah kesana.
11. Mengatakan kata-kata yang mengandung aksi.
12. Kemungkinan tulisannya jelek.
13. Ingin melakukan segala sesuatu.
14. Menyukai permainan yang menyibukkan.
15. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot,
mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh
pada saat membaca.

Sumber : De Potter dan Hernacks, 2001

6 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
LISTRIK untuk SMP
Modul 1 Guru Pembelajar Daring
bagi Guru Fisika SMA

b. Mengidentifikasi Gaya Belajar Peserta Didik.


Karakteristik orang visual yaitu lebih suka membaca langsung dan
memperhatikan ilustrasi serta membuat catatan yang baik yang ditulis guru di
papan tulis. Karakteristik auditorial lebih suka mendengarkan penjelasan, tetapi
kadang-kadang kehilangan urutan jika mereka mencoba mencatat langsung
dari guru. Karakteristik kinestetis lebih baik dalam aktivitas bergerak dan
interaksi kelompok (praktek, demonstrasi, kerja kelompok).

Cara mengidentifikasinya adalah sebagai berikut.


1) Pengamatan atas karakteristik perilaku siswa dalam pembelajaran.
2) Lakukan gaya mengajar dengan metoda ceramah, studi pustaka (membaca
langsung) dan demonstrasi. Kemudian berikan tes. Anak visual akan lebih
bagus dalam kegiatan membaca langsung, anak auditorial akan lebih bagus
dalam metoda ceramah sedangkan anak kinestetis akan lebih bagus dalam
metoda demonstrasi.
3) Memberikan quiz gaya belajar
3. Identifikasi Kemampuan Awal Peserta Didik
a. Identifikasi Jenis dan Ruang Lingkup Pengetahuan yang Telah Diketahui
dan Dikuasai Peserta Didik
1) Pada saat memulai kegiatan belajar-mengajar berikan pertanyaan-
pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan terdahulu
(apersepsi)..sebelum menyajikan materi baru
2) Memberikan pre-tes dengan menggunakan instrumen pengukuran
prestasi belajar yang memadai syarat (validitas, realibilitas dan
sebagainya) sebelum..mereka memulai dengan kegiatan belajar-
mengajar. Instrumen pengukuran prestasi belajar yang digunakan
pada pre-test biasanyasama dengan atau serupa atau ekivalen
dengan yang akan digunakan pada post-test (setelah peserta didik
selesai mengikuti kegiatan belajar-mengajar)
b. Identifikasi Tingkat dan Tahap serta Jenis Kemampuan (Kognitif, Afektif,
Psikomotor) yang Telah Dicapai oleh Peserta didikUntuk memahami
tingkat dan tahap serta kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor, guru
dapat melakukan identifikasi dengan teknik observasi, wawancara, tes
tindakan, lisan, tertulis dan analisa karya peserta didik, serta studi

BEKAL AJAR AWAL 7


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

dokumentasi, tergantung kepada aspek yang akan diidentifikasi. (secara


lebih rinci dibahas pada modul selanjutnya).

4. Implementasi dalam Pembelajaran


Pada awal setiap kegiatan belajar-mengajar, guru harus meneliti atau
mengidentifikasi terlebih dahulu kemampuan awal atau perilaku awal peserta
didik, karena hal ini menjadi dasar bagaimana proses belajar-mengajar
sebaiknya direncanakan dan apakah tujuan intruksional khusus yang mula-
mula ditetapkan harus mengalami perubahan. Apalagi bila kemampuan awal
itu menyangkut suatu kemampuan yang diperlukan (prasyarat) untuk
mencapai tujuan intruksional. Guru dapat melakukan dengan cara
memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada kelas atau memberikan tes
tertulis singkat.

Hal-hal yang harus dilakukan guru dalam memahami kemampuan awal atau
perilaku awal peserta didik antara lain:
a. Pada awal setiap kegiatan belajar-mengajar, guru harus meneliti dulu
atau mengindentifikasi perilaku awal atau kemampuan awal peserta didik,
baik aspek pengetahuan yang telah dikuasainya, aspek kognitif
(intelegensi, bakat khusus, kreativitas, dsb), aspek afektif (minat belajar,
sikap terhadap pelajaran, dsb), aspek konatif (motivasi belajar,
konsentrasi belajar, dsb), aspek sensori-motorik.
b. Tidak setiap aspek perilaku atau kemampuan peserta didik pada awal
proses belajar-mengajar sama pentingnya . Akan tetapi aspek mana yang
penting sebagai titik awal dalam interaksi guru dengan peserta didik.
selama proses belajar itu berlangsung, tergantung pada tujuan
intruksional.
c. Bila menyangkut kemampuan yang menjadi prasyarat untuk mencapai
tujuan intruksional, maka guru harus memberikan beberapa pertanyaan
secara lisan kepada kelas atau memberikan tes awal berupa tes tulis
singkat. MIsalnya untuk mengajar pembagian maka peserta didik harus
sudah memahami konsep perkalian.
d. Setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelas lainnya
dalam aspek kemampuan atau perilaku awal. Bahkan dalam satu kelas

8 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
LISTRIK untuk SMP
Modul 1 Guru Pembelajar Daring
bagi Guru Fisika SMA

peserta didik memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya dalam


kemampuan belajar, motivasi belajar, dan kecepatan belajar, minat
belajar, dsb. Oleh karena itu menjadi dasar pertimbangan perencanaan
dan pengelolaan pembelajaran.
e. Apabila telah diketahui di kelas yang bapak/ibu ajar ditemukan peserta
didik yang tingkat kecerdasannya normal bawah atau slow learner atau
maka jangan mengajar terlalu cepat dan perlu menggunakan contoh
konkrit.
f. Ketika akan mengajar perlu dikenali minat dan motivasi belajar, serta
sikap belajar peserta didik sehingga guru dapat menggunakan metode
dan media pembelajaran yang menarik serta bagaimana cara guru
meningkatkan minat, sikap dan motivasi belajar pada mata pelajaran
yang bapak/ibu ampu.
g. Pemahaman perilaku awal berkaitan dengan temperamen, khususnya
peserta didik yang impulsif, maka guru harus membimbingnya agar tidak
merespon dengan cepat, berlatih dengan memberi waktu lebih lama
untuk berpikir dalam memberikan jawaban yang tepat, melatih mereka
lebih sabar mentuntaskan pekerjaannya dan lebih teliti, dsb.
h. Pemahaman perilaku awal aspek karakter menjadi titik tolak guru untuk
memasukan aspek karakter dalam pembelajaran.
i. Pemahaman perilaku awal aspek kondisi mental peserta didik menjadi
dasar bagi sikap guru terhadap peserta didik, misalnya peserta didik
tampak murung dan tidak bersemangat, maka guru bersikap empati.
Dengan bijak dan pengertian serta memberinya dorongan untuk
mengikuti pembelajaran. Guru jangan memberi kritik atau teguran yang
keras atau penolakan melalui bahasa tubuh.
j. Pemahaman perilaku awal mengenai aspek kesehatan fisik dan sensori-
motorik, menjadi pertimbangan dalam memberikan materi atau tugas
yang melibatkan kegiatan fisik dan psikomotor.

BEKAL AJAR AWAL 9


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

D. AKTIVITAS PEMBELAJARAN
Materi dalam modul ini dirancang untuk dipelajari baik dengan fasilitasi dari
fasilitator maupun secara mandiri. Kegiatan pembelajaran yang dapat
dilaksanakan untuk mempelajari modul ini adalah sebagai berikut.
1. Mulailah dengan membaca bagian pengantar modul, tujuan, dan indikator
pembelajaran. Tujuan menjelaskan manfaat mempelajari modul untuk
melaksanakan tugas sebagai guru. Indikator pembelajaran menjelaskan
target yang harus dicapai yang akan menjadi arah pada saat mempelajari
modul.
2. Pelajari bagian aktivitas pembelajaran agar tahu apa yang harus dipelajari
dan target kegiatan.

E. LATIHAN/KASUS/TUGAS
1. Jelaskan 3 aspek-aspek bekal ajar ranah afektif yang harus diketahui oleh
guru saat akan memasuki kegiatan belajar?
2. Bagaimana cara mengidentifikasi pengetahuan yang telah dikuasi oleh
peserta didik?

10 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
LISTRIK untuk SMP
Modul 1 Guru Pembelajar Daring
bagi Guru Fisika SMA

F. RANGKUMAN
1. Guru harus menentukan tingkat dan jenis karakteristik perilaku siswa yang
telah dimilikinya pada saat akan memasuki kegiatan belajar (entering
behavior), Dengan demikian guru dapat mempertimbangkan dalam
memilih bahan, prosedur, metode, teknik dan alat bantu belajar-mengajar
yang sesuai.
2. Meskipun siswa belajar dengan menggunakan ketiga gaya belajar yaitu
visual, auditorial, dan kinestetis tetapi siswa cenderung dominan pada
satu gaya belajar. Guru hendaknya menggunakan berbagai gaya
mengajar dalam pembelajaran sehingga mampu berkomunikasi secara
efektif dengan semua siswa yang memiliki gaya belajar yang berbeda.

G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT


Setelah menyelesaikan latihan dan tugas dalam modul ini, Anda dapat
memperkirakan tingkat keberhasilan Anda dengan melihat kunci/rambu-rambu
jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Jika Anda memperkirakan
bahwa pencapaian Anda sudah melebihi 85%, silahkan Anda terus
mempelajari Kegiatan Pembelajaran berikutnya, namun jika Anda
menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 85%, sebaiknya Anda ulangi
kembali mempelajari kegiatan Pembelajaran ini.

H. KUNCI JAWABAN
1. Aspek-aspek bekal ajar ranah afektif yang harus diketahui oleh guru saat
akan memasuki kegiatan belajar.
Karakter ditunjukkan dengan konsekuen tidaknya dalam mematuhi
aturan etika perilaku, atau teguh tidaknya dalam memegang pendirian
atau pendapat, konsisten tidaknya tindakannya dalam menghadapi
situasi lingkungan yang serupa atau berbeda-beda.
Temperamen ditunjukkan dengan cepat atau lambatnya memberikan
reaksi ,tidak hanya masalah penyelesian tugas pekerjaan saja, akan

BEKAL AJAR AWAL 11


Modul 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - KEMDIKBUD

tetapi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari


lingkungannya.
Sikap adalah kecenderungan seseorang untuk menerima atau
menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut
sebagai suatu yang bermanfaat.
Minat merupakan kecenderungan individu untuk merasa tertarik,
menyenangi suatu bidang, objek atau kegiatan sehingga akan
meningkatkan aktivitasnya.
Stabilitas emosi yang ditunjukkan dengan mudah tidaknya
tersinggung, marah, menangis, atau putus asa.

2. Cara mengidentifikasi pengetahuan yang telah dikuasi oleh peserta didik


Pada saat memulai kegiatan belajar-mengajar berikan pertanyaan-
pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan terdahulu
(apersepsi)..sebelum menyajikan materi baru. Dan Memberikan pre-tes
dengan menggunakan instrumen pengukuran prestasi belajar yang
memadai syarat (validitas, realibilitas dan sebagainya) sebelum..mereka
memulai dengan kegiatan belajar-mengajar.

12 BEKAL AJAR AWAL


MODUL 1 GURU PEMBELAJAR DARING FISIKA SMA