Anda di halaman 1dari 8

1.

PERBANDINGAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA


DENGAN MALAYSIA

HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI MALAYSIA

Mengacu kepada peringkat korupsi yang dikeluarkan oleh Transparansi Internasional, Malaysia
adalah salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang dinilai memiliki komitmen menonjol
untuk memerangi korupsi di semua lini, dan Malaysia berupaya memperbaiki kualitas perang
total melawan korupsi dengan diresmikannya Malaysian Anti-Corruption Commission.
Tindakan tegas harus diambil terhadap pegawai pemerintah yang didapati terlibat dalam berbagai
praktik korupsi, ujar Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Mohd Sidek Hassan. Sidek seperti
dikutip Plaza eGov melalui thestar.com.my (27/4/2010) menyatakan semua kepala departemen
cenderung memberikan kesempatan kedua kepada pegawainya yang karena kecerobohan atau
dengan sengaja melanggar berbagai peraturan dalam pengelolaan dana-dana publik,
jelasnya.Malaysia menghadapi kendala yang cukup serius dalam memerangi korupsi di
lingkungan departemen, dalam sebuah laporan dinyatakan : para pemimpin di berbagai
kementerian enggan untuk menindak bawahannya karena khawatir tindakan yang diambil berada
diluar wewenang.

Saat peresmian MACC di Putrajaya pada Senin (26/4/2010), semua pejabat pemerintah dari
berbagai instansi mengucapkan sumpah untuk memerangi korupsi. "Sejumlah pegawai
pemerintah yang korup telah memberikan nama jelek kepada kita semua, sehingga apa perlunya
kita memberikan toleransi kepada mereka,"tegas Sidek saat konfrensi press peresmian
MACC.Deputi Direktur MACC George Town, Penang menyatakan komisi ini telah menahan 6
orang yang menerima gratifikasi pada Januari 2009, dan telah memantau 20 orang lainnya yang
dituduh menerima suap. Direktur MACC Shal Alam,Datuk Jaafar Mahad, menyatakan hanya
satu dari sepuluh kasus korupsi yang dilaporkan, sehingga di benak masyarakat terbangun
persepsi bahwa suap bukanlah hal yang salah tetapi lazim.

"Banyak kelompok masyarakat yang berpikir dengan memberi suap kepada pegawai pemerintah
akan membantu mempercepat proses administrasi ujar Datuk Jaafar Mahad saat membuka
kampanye Anti Korupsi di Tingkat negara.

MACC di Kota Baru kini siap memasuki investigasi kasus-kasus korupsi pada tingkat tinggi
yang melibatkan Mentri Besar Kelantan Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat dan menantunya Abdul
Ariffahmi Abdul Rahman, menindak lanjuti arahan Attorney-Generals Chambers.
Sementara di Ipoh, Perak, MACC akan melangkah ke upaya pemulihan persepsi negatif bahwa
masyarakat berlawanan aparatur negara, ujar Nooraziah Abd Manaf, Direktur MACC
Ipoh.Indonesia memiliki instrumen strategis sejenis dengan Malaysia, untuk memerangi korupsi
yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun berbeda dengan MACC yang memiliki
cabang-cabang di daerah, KPK hanya ada di pusat. Indonesia juga terus bertarung untuk

1
memerangi korupsi terutama kasus-kasus besar yang pelik dan membutuhkan integritas,
komitmen dan keberanian yang tak main-main.

HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA

Dengan adanya pemerintahan yang terdiri dari eksekutif dan legislative yang akan terbentuk
sebagai hasil dari pemulihan umum 200, maka yang diharapkan adalah terbentuknya
pemerintahan yang kuat, artinya mempunyai bargaining point terhadap pengambilan berbagai
macam kebijakan pemberantasan tindak KKN sebagai Common Enemy, sama dengan apa yang
diharapkan oleh rakyat Indonesia selama ini dengan selalu melakukan pengawasan-pengawasan
social terhadap pemerintahan. Dalam menentukan langkah kebijakan yang akan dilakukan
adalah:

Mengerahkan seluruh stakeholder dalama merumuskan visi, misi, tujuan, dan indicator
terhadap makna KKN

Mengerahkan dan mengidentifikasi strategi yang akan mendukung terhadap pemberantasan


KKN sebagai paying hukum menyangkut Stick, Carrot, perbaikan gaji pegawai, sanksi efek jera,
pemberhentian jabatan yang diduga secara nyata melakukan tindak korupsi, dsb.

Melaksanakan dan menerapkan seluruh kebijakan yang telah dibuat dengan melaksnakan
penegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap setiap pelanggaran KKN dengan aturan hukum
yang telah ditentukan dan tegas.

Melaksanakan evaluasi, pengendalian, dan pengawasan dengan memberikan atau membuat


mekanisme yang dapat memberikan kesempatan kepada Masyarakat, dan pengawasan fungsional
lebih independent.

Sehingga tujuan yang diharapkan akan tercapai yaitu pemerintahan yang bersih dan
penyelenggaraan pemerintahan yang baik dengan melaksanakan seluruh langkah dengan
komitmen dan integritas terutama dimulai dari kepemimpinan dalam pemerintahan sehingga
apabila belum tercapai harus selalu melakukan evaluasi dan melihat kembali proses langkah
yang telah ditentukan dimana kkelemahan dan kekurangan yang perlu diperbaiki.

2. PERBANDINGAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA


DENGAN CINA

HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA

a. Orde Lama

Dasar hukum: KUHP (awal) UU 24 tahun 1960

Antara 1951-1956 isu korupsi mulai diangkat oleh Koran local seperti Indonesi Raya
yang dipandu Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar. Pemberitaan dugaan korupsi[1] Ruslan
Abdulgani menyebabkan Koran tersebut dibredel. Kasus 14 Agustus 1956 ini adalah peristiwa

2
kegagalan pemberantasan korupsi pertama di Indonesia, dimana atas intervensi PM Ali
Sostroamidjodjo, Ruslan Abdulgani, sang menteri luar negeri, gagal ditangkap oleh polisi militer.
Sebelumnya, Lie Hok Thay mengaku memberikan satu setengah juta rupiah kepada Ruslan
Abdulgani, yang diperoleh dari ongkos cetak kartu suara pemilu. Dalam kasus tersebut mantan
menteri penerangan cabinet Burhanuddin Harahap (cabinet sebelumnya), Syamsudin Sutan
Makmur, dan direktur percetakan Negara, Pieter de Queljoe berhasil ditangkap.

Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar justru kemudian dipenjara tahun 1961 karena
dianggap sebagai musuh Soekarno. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di
Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titk awal berkembangnya korupsi di Indonesia. Upaya
Jenderal A.H. Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaan-perusahaan hasil
nasionalisasi di bawah penguasa darurat militer justru melahirkan korupsi ditubuh TNI.

Jenderal nasution sempat memimpin tim pemberantasan korupsi pada masa ini, namun
kurang berhasil. Kolonel Soeharto, panglima Diponegoro saat itu, yang diduga terlibat dalam
kasus korupsi gula, diperiksa oleh Mayjen Suprapto, S. parman, M.T. Haryono, dan Sutoyo dari
Markas Besar Angkatan Darat. Sebagai hasilnya, jabatan panglima Diponegoro diganti oleh
Letkol Pranoto, kepala Staffnya. Proses hukum Soeharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot
Subroto, yang kemudian mengirim Soeharto ke Seskoad di bandung. Kasus ini membuat D.I.
Panjaitan menolak pencalonan Soeharto menjadi ketua senat Seskoad.

b. Orde Baru

Pemberantasan korupsi pada orde baru tidak jauh beda pada masa orde lama. Korupsi
orde baru dari penguasaan tentara atas bisnis-bisnis strategis.

c. Era Reformasi

Dasar hukum: UU 31 tahun 1991, UU 20 tahun 2001

Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi:

Tim Pemberantas Tindak Pidana Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

Kepolisian

Kejaksaan

BPKP

Lembaga non-pemerintah: media massa, organisasi massa (mis: ICW)

HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI CINA

3
Sejarah telah membuktikan bahwa China adalah sebuah negara-bangsa yang berhasil
melalui berbagai episode kehidupan, dengan akhir kisah yang tragis maupun bahagia. Dari
sebuah bangsa besar yang dipimpin oleh berbagai dinasti, China harus melewati dulu masa
penghinaan oleh kekuatan Eropa sejak pertengahan abad ke-19, sebelum pada akhirnya
dibebaskan oleh kekuatan komunis di bawah pimpinan Mao Zedong pada tahun 1949.

China di masa Mao adalah China yang benci tapi rindu terhadap baik Amerika Serikat
maupun Uni Soviet sebuah postur politik luar negeri yang akhirnya membuat China harus
mengisolasi dirinya dari pergaulan internasional. China di masa Mao adalah sebuah negara
sosialis di mana negara memainkan peran utama dalam pembangunan perekonomian. Di sektor
industri, misalnya, perusahaan-perusahaan milik pemerintah menghasilkan lebih dari 60 persen
gross value produksi industri. Di sektor urban, pemerintah adalah satu-satunya agen yang
berwenang menetapkan harga komoditas utama, menentukan distribusi dana investasi,
mengalokasikan sumber-sumber energi, mematok tingkat upah tenaga kerja, serta mengontrol
kebijakan finansial dan sistem perbankan. Sistem perdagangan luar negeri juga menjadi
monopoli pemerintah sejak awal tahun 1950-an.

Korupsi merupakan salah satu tantangan politik dan ekonomi terbesar yang dihadapi oleh
China di abad ke-21. Korupsi dianggap sebagai salah satu masalah paling besar yang dihadapi
China saat ini karena di samping kerusakan ekonomi, sosial, dan politik yang ditimbulkannya,
sifat distribusi tindak korupsi itu juga sudah sangat luas. Keberhasilan pembangunan ekonomi
China yang menakjubkan semenjak dekade 1990-an, membuat beberapa ahli merumuskan bahwa
pada abad ke-21 ini merupakan the Chinese century. Meski demikian, pengamatan seksama
mengenai reformasi ekonomi menunjukkan bahwa kecermelangan ekonomi China ternyata tidak
sebaik seperti yang diduga. Hal ini dikarenakan ekonomi China menghadapi masalah
ketimpangan pembangunan antara pantai timur dan selatan dengan daera tengah dan barat,
jumlah pengangguran yang tinggi, ketidakbecusan manajemen BUMN, lemahnya sistem
perbankan hingga masalah korupsi.

Korupsi khususnya, telah lama terjadi di negara ini yang diperkirakan sudah ada sejak
zaman Dinasti Zhou (1027-771 SM). Kasus-kasus korupsi banyak ditemukan dalam berbagai
catatan sejarah dinasti di China. Periode revolusi nasional dan peperangan antarwilayah
menyusul berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1911 juga tidak luput dari korupsi.
Korupsi juga diyakini menjadi salah satu penyebab jatuhnya Guomindang, sebuah partai
nasionalis yang didirikan oleh Sun Yat Sen dalam perang saudara melawan kekuatan komunis
yang berakhir pada tahun 1949. Republik Rakyat China pada masa pemerintahan Mao Zedong
(1949-1976) pun terlibat banyak kasus korupsi. Dengan dimulainya reformasi ekonomi pada
tahun 1979, China menunjukkan hubungan baru yang kontroversial antara kekayaan dengan
kekuasaan.

4
Melalui ide getting is glorius, pemimpin reformasi Deng Xiaoping mendorong rakyat
China untuk melakukan yang terbaik dalam tiap aktivitas ekonomi mereka. Seruan tersebut
memberi ruang bagi rakyat China untuk memaksimalkan usaha menjadi kaya. Namun
sayangnya, seruan untuk berusaha menjadi lebih kaya tersebut disalahartikan menjadi korupsi.
Reformasi ekonomi justru semakin memperluas kesempatan para pejabat untuk memperkaya diri
dengan cara yang tidak sah. Hal ini dikarenakan adanya tradisi guanxi (koneksi) di kalangan elite
yang sangat mendalam dan pandangan tentang uang kaum reformis, bahwa menjadi kaya itu
mulia sehingga memunculkan motivasi untuk cepat kaya. Reformasi tersebut membuka
kesempatan yang luas untuk menjadi kaya bagi rakyat di negara sosialis-komunis tersebut.

Beberapa kebijakan reformis dibuat tidak rinci sehingga menghasilkan kelemahan


struktural yang menjadi sarana korupsi. Desentralisasi administratif, sistem harga ganda,
perkembangan ekonomi swasta, serta privatisasi BUMN yang setengah hati telah memberikan
jalan bagi koruptor di China. Korupsi yang tersistem tersebut telah membuat China kehilangan 2-
3 % Gross Domestic Product (GDP)-nya. Kader-kader partai mudah saja menggaji akuntan atau
staf lain untuk melakukan money laundering di luar negeri, sebuah operasi yang difasilitasi oleh
integrasi ekonomi China di pasar global.

Menurut survei di tahun 1998 dan 1999, orang China melihat korupsi sebagai faktor utama
yang menyumbang pada instabilitas sosial. Di tahun 2000, sedikit berubah ketika mereka yang
disurvei menempatkan pengangguran atau PHK di atas korupsi sebagai sumber utama
instabilitas sosial. Skandal-skandal keuangan yang menyebar luas menimbulkan kekacuan di
banyak tempat di Cina. Statistik resmi menunjukkan bahwa 30% perusahaan negara, 60%
perusahaan joint venture, 80% perusahaan swasta, dan hampir semua pemilik toko secara
bergantian melakukan kecurangan dalam pajak. Korupsi yang meluas di China merefleksikan
sebuah krisis sosial, politik yang dalam.

Peristiwa Tiananmen 8 Juni 1989 menandai berakhirnya tahap revolusioner gerakan


Komunis dan kini para pemimpin China secara terbuka mengakui bahwa Partai Komunis China
(PKC) telah berubah dari alasan pendiriannya sebagai partai vanguard yang proletarian, para
kader Partai kini merasa bahwa mereka tidak lagi dibatasi oleh etika ortodoks. Banyak di antara
mereka melihat pluralisme ekonomi sebagai kesempatan bagi mereka untuk berbuat curang.
Ketakutan bahwa reformasi ekonomi akan gagal dan tiadanya keyakinan diri bahwa masyarakat
akan tetap stabil dalam jangka waktu yang lama lebih jauh mendorong mereka untuk cepat
menjadi kaya. Slogan Mao melayani rakyat telah dibuang jauh-jauh untuk digantikan motto
baru gunakan kekuasaan sebaik-baiknya selagi engkau masih berkuasa.

5
3. PERBANDINGAN HUKUM TENTANG KEBIRI SEKSUAL DI KOREA SELATAN

Pengebirian kimiawi secara luas dilakukan kepada semua pelaku kekerasan seksual untuk
meningkatkan perlindungan warga dari kejahatan seksual," ujar Lee Chul-hee, pejabat dari
Kementerian Kehakiman.

Arti Kebiri Kimiawi

Kebiri kimiawi tidak sama dengan proses kebiri pada umumnya. Jika kebiri yang dilakukan
dengan operasi ditujukan untuk memotong testikel atau ovarium sebagai upaya sterilisasi, maka
kebiri kimiawi adalah memasukkan zat kimia dalam tubuh. Kebiri kimiawi dirancang untuk
mengurangi gairah seksual dan aktivitas seksual.

Hukuman ini kemungkinan akan menjadi kontroversi karena dianggap melanggar hak asasi
manusia untuk bereproduksi. Pemerintah Korea Selatan akan menggunakannya hanya jika para
ahli kesehatan memberi hasil pemeriksaan bahwa pelaku kejahatan seksual cenderung akan
mengulangi perbuatannya.

Prosedur kebiri kimia akan dilakukan setelah ada diagnosis dari psikiater, baru pihak kejaksaan
akan melakukan proses kebiri. Proses tersebut akan dilakukan dua bulan sebelum sang pelaku
dibebaskan dari penjara, dengan masa hukuman maksimal 15 tahun.

Para advokat setempat menyatakan bahwa penggunaan hukum kebiri kimia merupakan metode
yang efektif dan ilmiah untuk mengurangi kejahatan seksual.

Hukuman tersebut kemudian diperluas, sehingga mencakup pelaku tindak kejahatan seksual
terhadap anak di bawah 19 tahun. Hukuman ini ditetapkan dalam sebuah pertemuan menteri
yang mengesahkan revisi rancangan undang-undang hukum kebiri.

Namun di sisi lain, sejumlah aktivis hak asasi manusia dan kelompok-kelompok agama
menentang dan menganggapnya sebagai pelanggaran hak asasi serius.

Menurut penelitian yang dimuat National Center for Biotechnology Information, upaya
manipulasi hormonal pertama yang dilaporkan untuk mengurangi perilaku seksual patologi
terjadi pada 1994, saat diethylstilbestrol diresepkan untuk menurunkan kadar testosteron pada
pria.

Sementara pada 1996, California menjadi negara bagian Amerika Serikat yang mengizinkan
pengebirian baik secara kimia maupun melalui bedah untuk pelaku pelanggaran seksual.

6
4. PERBANDINGAN HUKUM TENTANG PERZINAHAN DI INDONESIA DENGAN
ARAB SAUDI

HUKUM TENTANG PERZINAHAN DI INDONESIA

Menurut KUHP tidak semua pelaku zina diancam dengan hukuman pidana. Misalnya pasal 284
ayat 1 dan 2 menetapkan ancaman pidana penjara paling lama 9 bulan bagi pria dan wanita yang
melakukan zina, padahal seorang atau keduanya telah kawin, dan dalam padal 27 KUH Perdata
(BW) berlaku baginya. Ini bisa diartikan bahwa pria dan wanita yang melakukan zina tersebut
belum kawin, maka mereka tidak terkena sanksi hukuman tersebut di atas. Tidak kena hukuman
juga bagi keduanya asalkan telah dewasa dan suka sama suka (tidak ada unsur paksaan) atau
wanitanya belum dewasa dapat dikenakan sanksi, hal ini diatur dalam KUHP pasal 285 dan 287
ayat 1. Sedangkan menurut hukum pidana islam, semua pelaku zina pria dan wanita dapat
dikenakan had, yaitu hukuman dera bagi yang belum kawin, misalnya (dipukul dengan tongkat,
sepatu, dan tangan). Dan dera ini tidak boleh berakibat fatal bagi yang didera.[8] Hukum positif
KUHP dalam menyikapi masalah perzinahan, ada berbagai variasi hukuman (klasifikasi).
Dengan penerapan hukuman yang berbeda-beda yang tertuang dalam KUHP pasal 284 ayat 1dan
2, pasal 285, 286 dan 287 ayat 1. Sedangkan Islam menetapkan hukuman dera jika pelaku zina
yang belum kawin dan hukuman rajam jika telah kawin. Menurut KUHP, perbuatan zina hanya
dapat dituntut atas pengaduan suami/istri yang tercemar (pasal 284 ayat 2), sedangkan Islam
tidak memandang zina sebagai klach delict (hanya bisa dituntut) atas pengaduan yang
bersangkutan.

HUKUM TENTANG PERZINAHAN DI ARAB SAUDI

Putri Raja Saudi Minta Suaka Ke Inggris Karena Terancam Hukum Mati Akibat Zinah Dengan
Pria Inggris

Seorang putri kerajaan Arab Saudi yang telah memiliki anak haram dengan kekasihnya seorang
pria Inggris telah diberikan suaka oleh Inggris karena sang putri
kuatir untuk kembali ke negaranya Arab Saudi dimana dia akan menghadapi hukuman mati
dengan dalil melakukan perzinahan dengan pria bukan mukhrimnya
Putri yang sebetulnya sudah menikah dengan salah satu anggota keluarga kerajaan Saudi ini

7
diberikan status pengungsi oleh Inggris. Dia memohon kepada hakim untuk memberikan status
tersebut dan bila tidak maka hakim harus bertanggung jawab
akan kematiannya bila ia di hukum rajam kelak di negaranya.
Sang putri sebelumnya pernah berkunjung ke Inggris dan berjumpa dengan kekasih prianya lalu
sang putri pun hamil di tahun berikutnya. Namun ada kekuatiran di kalangan keluarga pria
sehingga pelariannya ke Inggrispun di rahasiakan dari publik.
Masalah ini di kuatirkan bisa membuat hubungan kedua negara ini tidak baik. Namun sang putri
mengajukan upaya pengampunan (naik banding).
Secara hukum sang putri ini akan dirajam dengan dilempari batu sampai mati bila ia kembali ke
negaranya.
Selain dihukum rajam kemungkinan lain yaitu dilakukan pemenggalan kepala dan hukuman
gantung.
Terdapat sekurang kurangnya 102 eksekusi hukuman mati dalam setahun baik laki laki maupun
wanita, namun pelaksaaan eksekusinya bertahap dilakukan setelah vonis dijatuhkan.
Sejak tahun 1990 40 wanita telah di eksekusi
Amnesti Internasional mencatat hal tersebut dalam satu tahun terakhir banyak wanita yang telah
di eksekusi dengan hukuman pancung dengan lemparan batu
karena kasus perzinahan.