Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH LOCUS OF CONTROL, KOMITMEN ORGANISASI,

KINERJA AUDITOR, DAN TURNOVER INTENTION PADA


PERILAKU MENYIMPANG DALAM AUDIT

TUGAS 3
REVIEW ARTIKEL AKUNTANSI KEPERILAKUAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Teori Akuntansi
yang dibina oleh Ibu Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak.

oleh
Mirza Rahmadany 160421800736

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
Oktober 2016
REVIEW ARTIKEL

1. Judul :
Pengaruh Locus of Control, Komitmen Organisasi, Kinerja
Auditor, dan Turnover Intention pada Perilaku Menyimpang
dalam Audit
2. Tema :
Akuntansi Keperilakuan
3. Teori yang digunakan (Grand Theory) :
Teori Atribusi
Teori atribusi menjelaskan tentang proses bagaimana kita
menentukan penyebab perilaku seseorang. Teori ini
mengacu pada bagaimana seseorang menjelaskan
penyebab perilaku orang lain atau diri sendiri yang
ditentukan dari internal atau eksternal dan pengaruhnya
terhadap perilaku individu (Luthans, 2006 dalam Harini et al,
2010:7).
Penelitian ini menggunakan teori atribusi karena peneliti
melakukan studi empiris untuk mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi auditor dalam menerima dysfunctional
audit behavior, khususnya pada karakteristik personal
auditor itu sendiri. Karakteristik personal menjadi penentu
utama dalam penerimaan dysfunctional audit behavior
karena merupakan faktor internal yang mendorong seorang
individu untuk melakukan suatu aktivitas (Febriana,
2012:35).
4. Paradigma Penelitian :
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang
disebut paradigma positivisme dengan menggunakan desain
penelitian eksplanasi (survey) yang menjelaskan hubungan
antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis.
Variabel independen pada penelitian ini yaitu Locus of Control,
Komitmen Organisasi, Kinerja Auditor, dan Turnover Intention
sedangkan variabel dependennya adalah Perilaku Menyimpang
dalam Audit. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh
Locus of Control, Komitmen Organisasi, Kinerja Auditor, dan
Turnover Intention terhadap Perilaku Menyimpang dalam audit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:


1) Hipotesis pertama diterima. Locus of Control berpengaruh
positif signifikan terhadap perilaku menyimpang auditor.
Artinya, semakin tinggi Locus of Control eksternal yang
dimiliki oleh auditor maka akan semakin tinggi pula
perilaku menyimpang yang dilakukan auditor.
2) Hipotesis kedua diterima. Komitmen Organisasi
berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku
menyimpang auditor. Artinya, semakin tinggi komitmen
organisasi yang dimiliki oleh seorang auditor maka akan
semakin rendah perilaku menyimpang yang dilakukan
oleh auditor.
3) Hipotesis ketiga diterima. Kinerja Auditor berpengaruh
negatif signifikan terhadap perilaku menyimpang auditor.
Artinya, semakin tinggi kinerja auditor yang dimiliki oleh
seorang auditor maka akan semakin rendah perilaku
menyimpang yang dilakukan oleh auditor.
4) Hipotesis keempat diterima. Turnover Intention
berpengaruh posif signifikan terhadap perilaku
menyimpang auditor. Artinya, semakin tinggi Turnover
Intention yang dimiliki oleh seorang auditor maka akan
semakin tinggi pula perilaku menyimpang yang dilakukan
oleh seorang auditor.
5. Berdasarkan dimensi ontologis :
Dimensi ontologis membahas cara pandang peneliti terhadap
realitas yang diteliti. Realitas penelitian ini bersifat objektif
karena berada di luar peneliti.
Peneliti berusaha menemukan pengaruh Locus of Control,
Komitmen Organisasi, Kinerja Auditor, dan Turnover Intention
terhadap Perilaku Menyimpang dalam Audit.
6. Berdasarkan dimensi epistemologis :
Dimensi epistemologis membahas cara pandang tentang
hubungan peneliti dengan yang diteliti. Menjelaskan
bagaimana cara-cara yang dipakai untuk menemukan dan
memvalidasi pengetahuan. Pada penelitian ini, peneliti
bersikap independen dari yang diteliti karena peneliti tidak
berpartisipasi aktif dalam penelitian. Peneliti mengumpulkan
data dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas
dan reliabilitasnya. Masing-masing variabel penelitian memiliki
indikator sebagai acuan pernyataan. Skala pengukuran yang
digunakan adalah skala Likert. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan
pertimbangan (judgement sampling). Populasi penelitian
adalah seluruh auditor independen yang bekerja pada KAP di
Bali. Sampel penelitian adalah 53 auditor di seluruh KAP di
Bali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan
analisis regresi linear berganda.
7. Berdasarkan dimensi aksiologis :
Dimensi aksiologis membahas cara pandang tentang peranan
nilai-nilai. Penelitian ini tidak bias karena tidak menggunakan
persepsi dari peneliti dan berdasarkan hasil dari kuesioner
yang telah diisi oleh responden.
8. Berdasarkan dimensi metodologis :
Merupakan cara pandang atas dilaksanakannya proses
penelitian. Penelitian ini berproses secara deduktif. Berangkat
dari teori-teori yang digubakan dalam penelitian ini untuk
kemudian disusun hipotesis. Dari situlah peneliti menguji
hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang ada dalam
penelitian berdasarkan data sekunder, dalam ini kuesioner
yang telah diisi oleh responden untuk selanjutnya akan
ditemukan hasil sebab akibatnya setelah sebelumnya melalui
proses analisis data.