Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pengeboran adalah komponen yang membutuhkan biaya paling mahal dari

seluruh proses eksplorasi dan pengembangan lapangan. Industri migas saat ini

menekankan pada optimasi proses pemboran agar pengembangan lapangan dapat

dikerjakan dengan biaya yang efisien. Dalam proyek pemboran dua aspek penting

yang menjadi tujuan utama pemboran, yaitu membuat lubang sumur sampai target

yang ditentukan dengan aman dan menyelesaikan pekerjaan dengan biaya yang

minimum. Oleh karena itu, manajemen operasi pemboran ke depan akan

menghadapi rintangan untuk mengurangi biaya pemboran, meningkatkan kinerja,

dan mengurangi kemungkinan terjadinya problem. Metode yang berbeda dari

berbagai disiplin ilmu digunakan saat ini dalam kegiatan pemboran untuk

membuat konstruksi sumur dengan biaya yang efektif dengan tidak mengabaikan

isu lingkungan, faktor keselamatan dan keamanan.

Pada industri pemboran, sumur pertama yang dibor di lapangan baru (wildcat

well) umumnya akan membutuhkan biaya yang tinggi. Dengan bertambahnya

sumur dan data yang diperoleh dari pemboran pengembangan, maka optimasi

pemboran dapat diimplementasikan untuk mengurangi biaya pemboran sumur

selanjutnya sampai tidak ada kemajuan yang signifikan. Hubungan antara

parameter pemboran cukup kompleks. Tujuannya adalah untuk menentukan

kombinasi parameter pemboran yang menghasilkan kondisi operasi dengan biaya

yang minimum. Ketentuan dalam perencanaan pemboran yang tepat umumnya

adalah mengoptimalkan operasi pemboran dan meminimalkan pengeluaran biaya.


Filosofi optimasi adalah menggunakan kumpulan data lebih dari satu sumur

sebagai dasar perhitungan dan mengaplikasikan teknik optimasi pada data tersebut

untuk mengurangi biaya pemboran sumur selanjutnnya. Program optimasi

pemboran didesain untuk mengoptimalkan variabel pemboran yang dapat

dikontrol termasuk weight on bit dan rotation speed agar memperoleh kecepatan

pemboran yang maksimum.

Hasil optimasi pemboran akan dijadikan dasar dalam perencanaan desain

sumur berikutnya. Desain sumur yang dibuat akan mempengaruhi estimasi model

biaya yang akan dikeluarkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi biaya

pemboran sumur adalah konfigurasi profil sumur, total kedalaman sumur, jenis

trajectory sumur yang akan dibor, tipe drilling rig, pemilihan bit, peralatan dan

material pemboran, serta metode yang digunakan.

Desain sumur dan model estimasi biaya merupakan dua komponen yang sangat

penting dalam perencanaan pemboran dengan tujuan agar operasi pemboran dapat

diselesaikan dengan aman dan dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, penulis

tertarik untuk mengambil Optimasi Desain Sumur dan Estimasi Model Biaya

Pemboran Pengembangan Sumur X di Lapangan Seruni CPI Ditinjau dari

Offset Wells sebagai judul tugas akhir.

1.2. Rumusan Masalah

Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam merencanakan desain

pemboran adalah aspek subsurface, aspek teknis, dan drilling hazard. Aspek

subsurface mencakup tekanan formasi, struktur geologi bawah permukaan,

stratigrafi, well logs, well correlation. Aspek teknis terdiri dari pemilihan bit, hole
geometry seclection, casing design, mud design, cementing design, rig selection,

BHA selection, drilling trajectory, sedangkan drilling hazard adalah kemungkinan

bahaya yang akan ditemukan selama pemboran. Ketiga aspek tersebut dapat

dianalisa melalui laporan dan data dari offset wells untuk kemudian dijadikan

dasar dalam mengoptimalkan desain pemboran sumur pengembangan.

Berdasarkan beberapa aspek yang telah disebutkan, maka dapat ditentukan

berbagai pokok permasalahan sebagai berikut.

Apakah desain sumur yang akan diajukan telah memenuhi standar perusahaan dan

layak untuk dikerjakan baik dari segi keamanan maupun keekonomisan?


Apa saja optimasi yang dapat dilakukan pada perencanaan desain sumur

berdasarkan hasil analisis sumur offset wells dan bagaimana hasilnya?


Bagaimana pengaruh desain sumur terhadap estimasi biaya pemboran yang akan

dikeluarkan?
Untuk mengoptimalkan desain sumur pemboran selanjutnya, dibutuhkan

kumpulan data dari offset wells, seperti drilling parameter, drilling report, well

correlation. Selain itu, problems and solutions pada pemboran sumur-sumur

sebelumnya harus dipertimbangkan dan dibuat tindakan pencegahannya agar

pemboran sumur selanjutnya lebih efisien.

1.3. Tujuan
Tujuan dari penulisan tugas akhir pada kesempatan praktik kerja lapangan kali ini

adalah sebagai berikut.


Mengetahui jenis dan sifat formasi dan batuan yang akan ditembus melalui data

yang diperoleh dari pemboran sumur offset wells.


Mengoptimasi desain pemboran dengan menganaslisa data yang diperoleh dari

sumur-sumur offset wells.


Mengetahui apakah perencanaan desain pemboran yang dibuat layak untuk

diterapkan ditinjau dari faktor keekonomisan dan keamanan.

1.4. Batasan Masalah


Sesuai dengan judul tugas akhir yang diambil penulis, masalah yang akan

dibahas terbatas pada perencanaan desain pemboran sumur dan cost model.

Komponen-komponen desain pemboran sumur sangat kompleks sehingga

pembahasan akan dibatasi secara garis besar sebagai berikut.


Perencanaan desain lumpur dan hidrolika pemboran
Perencanaan trajectory dan konfigurasi BHA untuk pemboran berarah.
Perencanaan casing depth selection dan casing design
Perencanaan drill string design
Perencanaan bit selection dan drilling parameter
Perencanaan cementing design
Analisa pore pressure prediction
Analisa well kick dan drilling hazard
Rig sizing and selection
Selain itu, estimasi biaya pemboran yang akan dibahas mencakup tangible dan

intangible cost. Harga yang akan disajikan pada cost model bukan biaya

sesungguhnya, melainkan hanya nilai taksiran sebagai studi dan gambaran untuk

setiap operasi dan unit material yang dikeluarkan dan tidak menunjukkan harga

proyek pemboran sesungguhnya

1.5. Metodologi

Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini secara umum, yaitu

studi literatur, studi kasus lapangan, dan perancangan desain secara kuantitatif.

Studi literatur dilakukan dengan mengambil materi berdasarkan referensi buku,

handbook, dan paper yang berhubungan dengan tema yang dibahas. Kemudian

menggunakan hasil studi literatur untuk menganalisis data yang diperoleh dari

lapangan. Setelah itu, membuat desain sesuai kasus yang telah ditentukan
berdasarkan analisis data lapangan. Desain perencanaan pemboran secara garis

besar dapat dijelaskan melalui flow chart berikut.

Project Data collection Pore pressure


development analysis

Hole geometry Casing setting Fracture gradien


selection depth selection prediction

Completion Mud plan Cement plan


planning

Dril string and Drilling Trajectory Casing design


BHA design Design

Rig Sizing and Dril Time Bit Program


Selection Projection

Cost Estimation

Gambar 1. Flow Path of Driling Design and Operation


1.6. Sistematika Penulisan

Guna menghindari pembahasan yang berulang-ulang maka dibuatlah

sistematika penulisan. Sistematika penulisan disusun berdasarkan judul yang

dipilih dan ditulis dalam suatu bentuk kerangka dasar penulisan yang meliputi.

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini terdiri atas latar belakang yang menggambarkan alasan penulis mengambil

judul skripsi ini, kemudian tujuan penulisan, batasan penulisan, metodologi

penulisan dan sistematika penulisan yang berisi tentang urutan-urutan penulisan

untuk mempermudah dan mengarahkan dalam penulis.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas gambaran umum mengenai desain sumur, formasi yang akan

ditembus, stratigrafi lapangan, serta teori-teori dasar yang mendukung dalam

mendesain sumur.
BAB III TINJAUAN KHUSUS DESAIN PEMBORAN
Bab ini membahas lebih detail untuk setiap komponen desain pemboran sumur

yang mencakup desain casing, desain lumpur, desain semen, pemilihan bit, casing

setting depth, directional drilling, drilling hazard dan well kick, serta estimasi

biaya pemboran.
BAB IV OPTIMASI DESAIN SUMUR DAN ESTIMASI BIAYA PEMBORAN
Bab ini membahas perhitungan dan hasil optimasi desain sumur berdasarkan

evaluasi data pemboran offset wells. Selain itu, model estimasi biaya pemboran

berdasarkan hasil desain sumur juga akan disajikan pada bab ini.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil kajian yang telah diabahas pada bab

sebelumnya.