Anda di halaman 1dari 15

OBAT SISTEM PENCERNAAN DIGESTAN

METISKA ARIANA MUNZILA (P1337420715003)

Program Studi DIV Keperawatan Magelang


Poltekkes Kemenkes Semarang
Tahun 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
KEWASPADAAN STANDAR ISOLASI (SARUNG TANGAN). Makalah ini diajukan
guna memenuhi tugas mata kuliah Farmakologi.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh sempurna, oleh


karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat memberikan informasi kepada pembaca dan bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan kita semua.

Magelang, 12 Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
HalamanJudul.........................................................................................................

Kata Pengantar.......................................................................................................

Daftar Isi.................................................................................................................

BAB I

Pendahuluan............................................................................................................

A. Latar Belakang............................................................................................
B. Rumusan Masalah.......................................................................................
C. Tujuan Penulisan.........................................................................................

BAB II

Pembahasan.............................................................................................................

a. Pengertian Digestan....................................................................................
b. Indikasi dan kontra indikasi Digestan.........................................................
c. Cara pemberian obat, interaksi dan cara penggunaan Digestan.................
d. Manfaat penggunaan Digestan....................................................................
e. Cara penyimpanan obat Digestan...............................................................
f. Kondisi dan dosis Digestan.........................................................................
g. Efek samping penggunaan obat Digestan...................................................

BAB III

Penutup...................................................................................................................

Kesimpulan.............................................................................................................

DaftarPustaka

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di Indonesia obat
2. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian obat sistem pencernaan?
2. Apakah pengertian obat Digestan?
3. Bagaimana penggolongan obat Digestan?
4. Bagaimana penggunaan obat Digestan?
5. Apa indikasi dan kontra indikasi penggunaan obat Digestan?
6. Apa efek samping apabila mengkonsumsi obat Digestan?
7. Bagaimana interaksi ,dosis, dan pemakaian obat Digestan?

3. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui obat sistem pencernaan.
2. Mengetahui pengertian obat Digestan.
3. Mengetahui penggolongan obat Digestan.
4. Mengetahui penggunaan obat Digestan.
5. Mengetahui indikasi dan kontra indikasi penggunaan obat Digestan.
6. Mengetahui efek samping apabila mengkonsumsi obat Digestan.
7. Mengetahui interaksi ,dosis, dan pemakaian obat Digestan.

BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian obat sistem pencernaan
OBAT PENCERNAAN
adalah obat yang bekerja pada sistem gastrointestinal dan hepatobiliar
Sistem Pencernaan
Untuk mengetahui permasalahan pencernaan dan memilih obat yang tepat kita
perlu mengenal juga sistem pencernaan kita.
Adapun sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai
berikut : menerima makanan memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses
yang disebut pencernaan) menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah membuang
bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh Saluran pencernaan terdiri
dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum
dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar
saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

B. Pengertian, penggolongan, dan penggunaan obat Digestan


OBAT DIGESTIVA
obat obat pencernaan atau digestiva adalah digunakan untuk membantu proses
pencernaan di seluruh lambung usus. Obat yang sering digunakan adalah asam
hidorklorida, enzim lambung pepsin dan enzim pankreas, pankreatin, temu lawak
serta garam empedu (kolat). Zat zat ini terutama digunakan pada keadaan
difisiensi dari zat pembantu pencernaan bersangkutan. Meskipun tidak kaitannya
dengan proses pencernaan.
Digestiva adalah obat pencernaan yang membantu proses pencernaan berisi
enzim-enzim atau campurannya yang berguna untuk memperbaiki fungsi
pencernaan. Digestiva bermanfaat pada defisiensi satu atau lebih zat yang
berfungsi mencerna makanan di saluran cerna.
Digestiva bermanfaat pada defisiensi satu atau lebih zat yang
berfungsi mencerna makanan di saluran cerna. Proses pencernaan
makanan dipengaruhi oleh HCl (asam lambung), enzim pencernaan
dan empedu.

Adapun secara garis besar sediaan digestiva yang bermanfaat adalah sebagai
berikut :

A. Penggolongan

1. Obat yang bekerja pada kandung empedu

Empedu mengandung asam empedu dan konjugatnya. Zat empedu yang


penting untuk manusia ialah garam natrium asam kolat dan asam
kenodeoksikolat. Selain penting untuk penyerapan lemak, empedu juga
penting untuk absorpsi zat larut lemak misalnya vitamin A, D, E dan K.
Dalam jumlah besar, garam empedu dapat menetralkan asam lambung
yang masuk ke duodenum. Pada keadaan normal hati mensekresi 24 g
garam empedu atau 700 - 1000 ml cairan empedu/hari. Kira-kira 85 %
empedu diabsorpsi pada usus kecil bagian bawah (sirkulasi enterohepatik),
sehingga hanya 80 mg garam empedu yang harus disintesis perharinya.

Asam-asam empedu meningkatkan sekresi empedu dan disebut zat


koleretik, garam empedu kurang memperlihatkan aktivitas koleretik. Asam
dehidrokolat suatu kolat semisintetik terutama aktif untuk merangsang
empedu dengan BM (Berat molekul) rendah karena itu dinamakan zaat
hidrokoleretik. Zat ini hanya merangsang pengeluaran empedu dan bukan
prosuksi empedu.
Berbeda dengan asam kolat, asam kenodeoksikolat menurunkan kadar
kolesterol dalam empedu. Obat ini berguna untuk mengatasi batu
kolesterol kandung empedu pada pasien tertentu.

Asam kenodeoksikolat bekerja dengan menurunkan absorpsi kolesterol


dari usus dan menurunkan sintesis kolesterol. Bila kadar asam
kenodeoksikolat mencapai 70 % empedu total, maka larutan empedu yang
tadinya jenuh kolesterol menjadi tidak jenuh.

Garam empedu menurunkan resistensi mukosa saluran cerna terhadap


asam lambung. Kenyataan ini diduga mempunyai implikasi terhadap
terjadinya gastritis, tkak peptik dan refluks esofagus.

Empedu terdiri dari asam empedu (asam kolat) dan asam kenodeoksikolat
serta kolesterol dan fosfolipid. Guna empedu yang berhubungan dengan
pencernaan dan absorbsi lemak yaitu :

membantu proses emulsifikasi dan absorpsi lemak


mempertinggi daya kerja lipase
membantu peroses absrobsi vitamin yang larut dalam lemak
(A, D, E, K)

Guna preparat empedu peroral adalah :

membantu pencernaan dan penyerapan dalam usus (lemak)


merangsang pengeluaran empedu dari hati (cholereatic)
melarutkan & mengeluarkan batu empedu (cholagoga)
mengobati dan melindungi hati terhadap penyakit kuning dan hati
yang mengeras.

2. Enzym pencernaan

Yang sering digunakan adalah :


a. Asam hidroklorida (HCl)
Asam klorida (HCl) adalah suatu cairan yang dikeluarkan oleh
dinding lambung yang memiliki fungsi utama: Lipase , kegunaan :

mengubah pepsinogen yang dihasilkan selaput lambung menjadi


pepsin
membuat suasana lambung jadi asam sehingga mempermudah
penguraian protein menjadi peptide
membantu proses absorpsi garam kalsium dan besi
membantu merangsang pengeluaran getah lambung, pankreas dan
hati
Pada keadaan kekurangan asam lambung disebabkan
aklorhidri, sehingga sebagai pengganti perlu diberikan HCl dari luar.
Pemakaian HCl tersebut harus dalam keadaan cukup encer agar tidak
menghancurkan selaput lendir lambung.

3. Enzym lambung (pepsin)


Pepsin adalah enzym yang disekresi mukosa lambung berfungsi
menguraikan protein menjadi peptida, enzym ini disebut juga protease.
Pepsin adalah enzim proteolitik yang kurang penting dibanding dengan
enzim pankreas. Pada defisiensi pepsin, tidak ditemukan gejala yang
serius. Defisiensi pepsin total ditemukan pada pasien aklorhidria.
Kegagalan lambung untuk mensekresi pepsin dan asam dengan
rangsangan yang adekuat disebut akilia gastrika, sering terjadi pada
pasien anemia pernisiosa dan karsinoma lambung.

4. Enzym pankreas (pancreatin)


Enzim pankreas dalam sediaan dikenal sebagai pankreatin dan
pankrelipase. Kedua zat tersebut mengandung amilase, tripsin (protease)
dan lipase. Pankrelipase berasal dari pankreas hewan, aktivitas lipasenya
relatif lebih tinggi daripada pankreatin.
Pankrelipase diindikasikan pada keadaan defesiensi sekret
pankreas misalnya pada pankreatitis dan mukovisidosis. Ennzim ini
dirusak asam lambung sehingga harus dibuat dalam bentuk tablet enteral.
Enzim pankreas sedikit sekali menyebabkan efek samping. Dosis
tinggi dapat menyebabkan mual dan diare dan juga hiperurisemia
Penggantian enzym pankreas (pankreatin suplemen) diperlukan
bila sekresi pankreas terganggu (dapat karena pembedahan pankreas,
tersumbatnya pankreas atau karena kancer pankreas).
Enzym ini terdiri dari :

1. Amylase (pencernaan K- hidrat)

2. Trypsin-chemotrypsin (pencerna protein)

3. Lipase (pencerna lemak dengan bantuan empedu)

Spesialite obat Digestiva

N Nama Generik Nama


o Dagang
1 Pankreatin, empedu sapi, ekstrak lambung Panzynorm

2 Pancreatin , oxbile, bromealin Benozym


3 Pancreatin , Lipase,Amilase Pankreon
comp
4 Pankreatin, empedu sapi,selulosa Cotazym
forte
5 Pancreatin , extrac oxbile, Decazym
dimetilpolisiloksan
6 Pancreatin , bromealin, dimetilpolisiloksan Elsazym
7 Amilase, protease,asam Enzyplex
deoksikolat,dimetilpolisiloksan,vit B1,Vit
B2,Vit B 6,vit B12nikotinamida,ca-
pantotenat
8 Pancreatin , oxbile, dimetilpolisiloksan,vit Berzymple
B1,Vit B2,Vit B 6,vit B12,niasinamida,Ca x
pantotenat
9 Pancreatin , Xepazym
Amilase,lipase,protease,dimetilpolisiloksa
n
10 Pancreatin , dimetilpolisiloksan , Tripanzym

C. Indikasi dan dan kontra indikasi, cara kerja, efek samping, penggunaan obat
Digestiva

1. BENOZYM
Pabrik :Bernofarm
Komposisi :Pancreatin 150 mg, bromelain 50 mg, ox bile 30 mg
Indikasi : Gangguanpencernaankarbohidrat, lemak, dan protein yang
menimbulkan gejala kembung dan rasa penuh yang abnormal pada perut.
Terapi pengganti pada difisiensi enzim-enzim pencernaan, pankreatik, dan
cairan empedu.
Sediaan : Tablet salut gula

2. BERZYMPLEX
Pabrik :Bernofarm
Komposisi : Pancreatin 112,5 mg, ox bile 30 mg, dimethylpolysiloxane 25
mg, vit. B1 10mg, Vit.B2 5 mg, Vit.B12 5 mcg, Capantothenate 5 mg,
niainamide 10 mg
Indikasi :Difisiensienzimpankreasdancairanempedusalurancerna yang
disertaidifisiensi vitamin danperutkembungdankembung
Sediaan : tablet salut gula

3. ELSAZYM
Pabrik : Otto
Komposisi :Pancreatin 170 mg, bromelain 50 mg, dimethylpolysiloxane
80 mg
Indikasi :Dispepsia, rasa penuh abnormal pada epigastrium.
Terapisuplementalsesudahoperasi gastro intestinal
Sediaan : Tablet4.

4. ELSAZYM FOR CHILDREN


Pabrik : Otto
Komposisi : Pancreatin 580 mg, vit.A 2.000 iu, vit.B12 1 mcg, folic acid
400 mcg
Indikasi : Gangguanpencernaanpadaanak
Sediaan : Serbuk dalam sachet.

5. ENZYPLEX

Golongan obat : obat bebas


bentuk sediaan : tablet
kandungan obat : Amylase 10.000 u, protease 9.000 u, lipase 240 u,
desoxycholic acid 30 mg, dimethylpolysiloxane 25 mg, vit B1 10 mg, vit B2 5
mg, vit B6 5 mg, vit B12 5 mcg, niacinamide 10 mg, Ca pantothenate 5 mg.
indikasi
sebagai terapi pengganti menjamin tersedianya nutrisi yang diperlukan melalui
pencernan dan metablisma yang efisien dan baik, juga bermanfaat pada gangguan
pencernaan dengan menifestsi, rasa sebab , kembung, terbentuknya gas, rasa tidak
enak atau rasa penuh pada lambung, dan pada keadaan-keadaan dimana
dibutuhkan peningkatan enzim pencernaan akibat makan terlalu banyak.
dosis : dosis umum digunakan dewasa sehari 1-2 tab diberikan pada saat makan
Sediaan : Tablet

6. EXCELASE-E
Pabrik : Meiji
Komposisi : Amylase, samactase 50 mg, protease 60 mg, lipase 20 mg, meicelase
50mg, pancreatin 167,74 mg
Indikasi : Terapi pengganti pada defisiensi enzim pancreas
Sediaan : Kapsul

7. FLAZYMEC
Pabrik :Ifars
Komposisi :Pancreatin 170 mg, simethicone 80 mg
Indikasi: Untukmembantupencernaankarbohidrat, lemak, dan
protein pada pasien dengan gangguan fungsi hati, penyakit
empedu, dan defisisensi pankreas misalnya pada pankreatitis dan fibrokistik
pankreas, gangguan gastro intestinal dengan gejala rasa sebah, perut kembung,
mual, rasa tidak enak pada lambung. Meteorismus pasca operasi dan pada
persiapan pemeriksaan radiografi abdomen.
Sediaan :Kapsulsalut enterik

8. Gasflat
Pabrik : Fahrenheit
Komposisi : Pancreatin 170 mg, activated dimethylpolysiloxane (simethicone) 80
mg
Indikasi: Meteorismus; gangguan pankreas, hati, empedu, lambung, danusus,
meteorismus pascaoperasi, kembung, sindrom gastrokardiak (sindromRoemheld).
Persiapan pasien untuk pemeriksaan radiografi abdomen
Sediaan : Tablet salut selaput

9. L-BIO
Pabrik :Lapi
Komposisi : Rice starch, meltodextrin, Lactobacillus acidophillus,
Lactobacilluscasei, Lactobacillussalivarius, Bifidobacteriuminfantis,
Bifidobacteriumlactis, Bifidobacteriumlongum, Lactobacillus lactis
Indikasi : Meelihara kesehatan fungsi pencernaan pada anak dan dewasa,
membantu mengembalikan fungsi normal pencernaan selama diare, sembleit,
dispepsia, dan intoleransilaktosa; membantu keseimbangan flora normal selama
mengomsumsi antibiotika; membantu mengembalikan fungsi normal pencernaan
pada pasien yang mengalami kemoterapi, tukak peptid; membantu fungsi
fermentasi usus pada bayi
Sediaan : Serbuk10.
10. LAKTOBION
Pabrik :Sanghiang Perkasa
Komposisi : Lactiferin 100 mg, lactulose 100 mg, bifidobcteria 100 million cells
Indikasi : Mengatur sistem imun, memperbaiki flora usus, menghambat generasi
dari substansi yang berbahaya ( berguna dalam kondisi seperti koma hepaticum),
menekan bakteriumberbahaya
Sediaan : Tablet

11. PANKREON COMP


Pabrik : Kimia Farma
Komposisi : Pancreatic lipase 8.000 FIP u. Pancreatic amylase 6.500 FIP u,
Pancreaticprotease 450 FIP u, bile dispert 50 mg
Indikasi : Gangguan lambung dan usus, penyakit hati, saluran empedu dan
pankreas,setelah makan terlalu banyak makanan yang sukar dicerna dan pada usia
lanjut yang kemampuan pencernaannya sering kali menurun sehingga timbul
gejala hilangnya nafsu makan, perasaan selalu kenyang, kembung dan diare.
Pankreon mengisi kekurangan getah pencernaan dan memungkinkan pemanfaatan
makanan sebaik-baiknya.
Sediaan : Tablet
12. PANKREON FOR CHILDREN
Pabrik : Kimia Farma
Komposisi : Pancreatic lipase 17,500 FIP u, pancreatic amylase 10,000 FIP u,
pancreaticprotease 1,000 FIP u, vit A 2,000 iu, Vit b12 1 mcg, folic acid 400 mcg
Indikasi : Gangguan pertumbuhan, hilang nafsu makan, diare kronis berulang,
disatrofi, atrofi karena kurang gizi, dispepsia setelah infeksi, gangguan
pencernaan setelah pemberian antibiotik, meteorisme, fibrosis kistikpadan
pancreas
Sediaan :
13. PRIMPERAN
Pabrik : Soho / Delagrenge
Komposisi : Metoclopramide HCl 5 mg, pancreatin 170 mg
Indikasi : Dispepsia karena gangguan fungsi motorik dan sekretorik, gastroduo
denitis dan antroduo denitis, sindroma hipomotilitas lambung primer, pankreatitis
kronik, gangguan gastro intestinal karen obatl ain, setelah gastrektomi dan
kolesistektomi.
Efeksamping : Reaksiekstrapiramidal, pusing, lesu, kelelahan, mengantuk, sakit
kepala,depresi, gangguan gastro intestinal, hipertensi
Kontraindikasi :Kondisidimanastimulasimotilitas gastro intestinal
dapatmembahayakan,sepertiobstruksi intestinal, feokromositoma, epilepsi
Sediaan :

14. TRIPANZYM
Pabrik : Sanbe
Komposisi : Pancreatin 170 mg, activated dimethylpolysiloxane 80 mg
Indikasi : Perut kembung seperti pada aerofagia, insufisiensi pankreas, gangguan
hati, empedu, lambung dan usus, perut kembung pasca bedah, flatulensi, sindrom
gastrokardiak. Persiapan untuk radiografi abdomen termasuk kelenjar empedu dan
ginjal, radiografi pada segmen lumen, kolumna vertebra dan pelvis
Sediaan :Kaplet salut enterik gula

15. VITAZYM
Golongan obat : obat bebas
bentuk sediaan : tablet
kandungan obat : Amylase 10,000 iu, protease 9,000 iu, lipase 240
iu, DHA 30 mg, dimethylpolysiloxane 25 mg, vit B1 10 mg, vit B2 5 mg,
vit B6 5 mg, vit B12 5 mcg, niacinamide 10 mg, Ca pantothenate 5 mg
cara kerja obat :
vitazym merupakan kombinasi zat-zat yang berguna untuk membantu
proses pencernaan dan metabolisme di dalam tubuh, yang tersusun
atas:
Enzim pencernaan: amilase mengubah karbohidrat menjadi molekul
gula, lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol,
protease berfungsi untuk mengurai protein. Amilase, lipase dan
protease merupakan enzim pencernaan yang sangat baik untuk
mencerna bahan makanan di dalam lambung dan usus kecil.
Dimethylpolysiloxane membantu penyerapan gas dalam lambung.
Deoxycholic acid merupakan asam empedu yang berfungsi untuk
melarutkan lemak sehingga akan mempermudah penyerapan oleh
usus, dan dapat juga sebagai koleretik (meningkatkan produksi asam
empedu).
indikasi :
untuk mengobati gangguan saluran pencernaan seperti perut
kembung, rasa perih pada lambung, sering mengeluarkan gas, begah
pada perut.
dosis : dosis umum dewasa sehari 2-3 x 1 tablet, diminum pada
saat makan
perhatian : vitazym tidak dianjurkan pada penderita dengan
kerusakan pada saluran empedu
Pabrik : Kalbe Farma
Sediaan : Tablet salut enterik16.
16. XEPAZYM
Pabrik : Metiska Farma
Komposisi : Pncretic lipase 6,500 FIP u, pancreatic amylase 5,500 FIP u,
pancreaticprotease 400 FIP u, dimethylpolysiloxane 80 mg
Indikasi : Kembung pada infusiensi pankreatik, gangguan lambung dan usus,
aerofagia
Sediaan :

TABEL BENTUK DAGESTAN


Bentuk
Obat Sediaan & Penggunaan Keterangan
Dosis
Kapsul 340 mg,
Asam
Dosis 0.3-1 - -
Glutamate
gram perhari
Dari mukosa
lambung
hewan. Pada
asam
Eliksir 5,5%, Pemecahan menghancurka
Pepsin
Dosis 2-4 ml Protein n pancreatin,
pada suasana
nasa/ netral
justru
dihancurkan
Dari ekstrak
Pencernaan pankreas
Tablet salut
Karbo dan berbagai
enteral, Dosis
Pankreatin Protein pada hewan,
0,3-
defisiensi mengandung
1g/kgBB/hari
pancreas tripsin,lipase
dan amylase.
Merangsang
sekresi empedu Tidak boleh
Tablet 250 mg, tanpa diberikan pada
Asam
Dosis 3 kali meningkatkan pasien dengan
Dehidrokolat
250mg/hari garam dan obstruksi hati
pigmen dan biliaris
empedu
Efek toksik
500mg dalam berupa
10ml air, bradikardi,
600mg dalam hipotensi, otot
Natrium 3ml air, 1gr hiperaktif dan
Sda
Dehidroklorat dalam 1ml air, reaksi alergi.
2gr dalam 10 Pemberian IV
ml air, Dosis IV yg bocor
0,1-1 gram menyebabkan
reaksi lokal

BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Merupakan obat yang membantu proses pencernaan,
bermanfaat bagi defisiensi zat pada saluran cerna. Sediaan
yang bermanfaat sebagai obat adalah enzim pankreas dan
empedu.
Enzim pankreas
Dikenal sebagai pankreatin dan pankrelipase.
Pankrealipase berasal dari pankreas babi bekerja lebih
efektif daripada pancreatin, tapi daapt dirusak asam
lambung, sehingga harus dibuat sediaan bentuk tablet
salut enteral.efek samping sangat sedikit, hanya mual dan
diare, jarang terjadi hiperurisemia.
Empedu
Mengandung asam empedu dan konjugatnya. Zat empedu
yyang penting adalah natrium asam kolat dan asam
kenodeoksikolat. Penting untuk penyerapan lemak, dan
absorbsi zat larut lemak, seperti vitamik A,D,E, dan K.
Asam kenodeoksikolat dapat menurunkan kadar kolesterol
dalam empedu, sehingga mampu mengatasi batu
kolesterol kandung empedu pada pasien tertentu.
Pengobatan jangka panjang dapat menyebabkan atrofi
mikrovili saluran empedu dan meningkatnya liposit
sinusoidal, dan mungkin terjadi diare.

B. Saran
Untuk pemilihan golongan obat pencernaan ini yang tepat ada baiknya anda

harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

DAFTAR PUSTAKA
Rahardja, Kirana. 2007. OBAT OBAT PENTING, (kasiat,
penggunaan, dan efek-efek sampingnya), PT ELEX Media
Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
https://hmkuliah.wordpress.com/2011/04/30/obat-sistem-pencernaan/

http://www.doktermuslimah.com/2013/02/obat-sistem-saluran-
cerna.html

https://robbyprada.wordpress.com/2013/12/08/obat-obat-gangguan-
sistem-pencernaan/

Farmakologi dan terapi Indonesia edisi IV.

http://www.apotik.medicastore.com/artikel-obat/digestan