Anda di halaman 1dari 7

B : Interviewee ( Muhamad Sanusi)

A : Interviewers

A : Untuk pertanyaan pertama, kami mau menanyakan bisakah bapak ceritakan masa
kecil bapak yang berpengaruh terhadap karier entrepreneur bapak?
B : Kalau melihat dari referensi-referensi yang kalian baca dimanapun dan saya baca
juga ya, kebanyakan masa kecil para enterpreuneur itu penuh dengan keterbatasan. Jadi
istilahnya kalau saya pribadi sejak SD suka ikut ikutan jualan sama kakak, jualan
masakan jual keliling kampung, jualan es, jual layangan, merasakan lalu lintas uang
sendiri sejak kecil. Yah disebut miskin juga engga, disebut kaya raya juga engga, ya
menengah lah ya, Cuma lebih cenderung banyak ketidaksampaian dunia anak yang
diinginkan. Yah kayak yang usia kelas dua kelas tiga SD yang udah banyak naik
sepedah, saya malah belum bisa gitu ya. Pengen sepedah pun engga kebeli, salah
satunya kayak gitu, mungkin kalau lagi dulu di pesawahan ya lagi musim layangan ya,
orang lain berburu layangan, saya jual buruan layangan, jadi berburu tapi buat pemain
layangan, saya menjual yang sudah kalah kan itu lebih murah. Dulu yang saya alami
seperti itu kira kira. Ya banyak keterbatasan sejak kecil itu. Yah pertanyaan selanjutnya?

A : Mengapa memilih menjadi eterpreneur daripada menjadi karyawan


B: Sebenarnya tidak juga ya, dulu pernah jadi karyawan, kemudian berhenti, naik turun.
life is never flat. Ya maksudnya ingin lebih merasakan kebebasan, ingin lebih mengabdi,
ingin lebih memberikan manfaat pada orang lain, pada orang tua, pada saudara, dll.
Intinya sebagai ekspresi keinginan diri gitu kan, ah capek gaji segitu aja bisa ga saya
ngegaji. Itu pola pikir yang harus dikembangkan oleh teman teman yang sangat
menyukai pelajaran kewirausahan, saya sih setujunya sih kewirausahaan itu dibanyakan
sksnya Karena angka pengangguran di Indonesia belum datar, jangan mimpi turun, datar
pun belum, kan naik terus. Artinya kalau bisa temen temen buka usaha supaya bisi
ngerekrut orang. Yah Intinya memilih wirausaha. Karena apa, punten sekali di Indonesia
pola pikir dan pendidikan dari dulu kan di plant cita citanya Kalau ga pertanyaan jadi
dokter, jadi pilot, jadi guru atau presiden. Mengalami dunia TK? Pertanyaan yang
pernah terdengar dari dulu TK? Apa cita cita kalian? Jawabannya biasanya guru, polisi,
tentrara, gitu kan? Gaada yang jawab tukang kerupuk, tukang tahu, aneh kan? Harusnya
dari kecil sih ya di set pola pikirnya. Yah jadi saya memilih wirausaha itu Karena ada
suatu dorongan bahwa wirausaha itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain lah,
artinya gini kalau saya ngegaji masa uang gaji saya lebih kecil dari karyawan saya?
Msaya gaji anda nih anda karyawan saya nih selamat anda mendapat bonus 12 juta,
masa saya lebih kecil? Yah itu kalau dunia uang ya, tapi sebenernya bukan itu sih
sebagai bonus saja. Artinya kepuasan yang sangat mendalam. Lebih begini teman
teman, ini kan muslim dua duanya, tau solat dhuha? Kira kira antara PNS dan
wirausaha, atau yang pegawai tetap, solat dhuhanya kalau dua duanya melakukan lebih
sering yang mana?

A: Yang wirausaha ya pak mungkin, Karena kalau pegawai kan sudah ada jadwal waktu
kerjanya
B : nah kalau pegawai ada kesulitan dalam hal waktunya Karena sudah ada jadwalnya,
kalau wirausaha? Gimana gue mau solat dhuha atau engga yah itu sederhananya. yah
intinya ada ketenangan beribadah lah kesananya.

A : Jenis usaha apa saja yang pernah bapak geluti?


B: Wah bidang jasa, bidang jasa keuangan, kuliner, otomotif, property, segala macem.
Dam ternyata di dunia wirausaha itu ga bisa ditentuin satu langsung jadi, engga. Gagal
ini coba yang ini. Terus ulang kayak gitu. Yang berhenti dari kegagalanlah yang loser.
Yang sukses itu adalah yang dia ga pernah ngomong berhenti ketika dia gagal. Susah
kan? Kata saya juga Gagal kan? rasain lho. Belum saya masih mau coba metode ini,saya
mau coba dagang ini, saya mau cpba usaha ini. Terus aja terus semua kealamin. Bagus
kealamin satu atau kealaman semua? Gini aja ada motor, sedan, truk, mobil barang.
Bagus bawa sedan aja atau semua? Semua kan? Setidaknya pernah mengalami semua
kan lebih bagus bahkan lebih menantang. Jadi istilahnya harus dicoba semua

A: Kenapa sekarang memilih produk atau usaha ini?


B: Kenapa yah? Kita yang jurusan teknik kok malah jadi jual bandrek? Harusnya kan
jurusan kuliner, pertanian teknik pangan, tapi kita tukang ngelas tukang besi kok malah
jualan makanan? Tapi ya itu ternyata takdir udah ada yang menentukan. Kayaknya pak
Jokowi juga ga bercita cita jadi presiden deh, Cuma sampe lurah kali? Dan apa banyak
faktor yang bersinggungan dan bertepatan. Pertama kalau saya dagang bandrek tahun
80an kayaknya tidak akan laku, belum ada makanan-makanan instan orang tidak akan
percaya lebih miliih yang dorong kali yah. Kemudian belum ada jalan tol. Wisatanya
dikit Tapi waktu dimulai bersamaan dengan selesainya waktu tol bandung Jakarta,
dicanangkannya bandung kota wisata, orang back to herbal, kemduian mungkin banyak
sumberdaya lokal yng belum tersentuh akhirnya tersinggung semua, momenna pas.
Makanya harus melihat kesempatan dan pasar juga. Dan kenyataannya banyak yang
suka dna banyak yang mencari, jadinya yah diseriuskan saja sekalian. Kayak anda,
misalna pas lulus kalan iseng2 bikinbaju kaos, satu dua, terus eh tiba tiba banyak yang
pesen terus lama lama anda bikin garmen sendiri. Terus tiba tiba banyak pesenan dari
luar, dan jadi lupa kan sama jurusan anda snediri haha. Mungkn takdir kalian disitu. Dan
kita mungkin takdirnya di bandrek. Gatau kalau kita jualan bolu mungkin ga laku laku
haha. Dulu ga langsung bandrek juga tapi kopi dulu, wah kurang laku, keripik pisang,
kurang laku, kacang, juga kurang. Jadi ga langsung bandrek tapi kesana kemari dulu.
Dari sekian macem macem baru dapat yang bagus walaupun kita ga ahli. Tapi Karena
diulang-ulang kok orang lain bilang enak. Jadi dilanjutkan saja.

A: kalau bandrek instan itu dari tahun berpa ya?


B: dari tahun 2000. Kalau tekniknya sudah 25 tahun. Apa langgsung punya untukng? 5
tahun pertama malah tidak mendapat untung, ada untung, adanya bertahan. perdana tuh
Cuma 3 orang karyawan,omset 300 ribu, bungkus sederhana, racikan sederhana, apa
langsung laku?? boro2 ditolak massa. Pak bapak bikin apa pak?

A: Apa nasihat bapak dalam mengalami kegagalan usaha?


B: Jangan berhenti yang ke-. Yang ke-. Kalian kan lagi usaha nih lagi nyoba yang ke-3,
eh gagal, eh pak udah ah berhenti yang ke-3 ini. Jangan, kita coba yang ke4, wah pak
kita udah nyoba sampe ke 1350, wah salah sendiri ga 1351, artinya angkanya ditambah
kalau kita gagal dan bangkit, da gagal mah sakit, nyeri, jatuh mah sakit, nyeri juga kalau
malu jangan disebut lah, anda gagal maaf ya banyak yang tepuk tangan. Percaya. Tuh
kan ga bisa. Tuh kan gagal. Maka ornag yang seperti itu akan berdatangan. Akan jarang
sekali orang yang membantu. Meskipun ada. Apakah itu mitra bisnis,teman, keluarga.
Yang benar benar mengakui adalah yang benar benar ada saat anda gagal, itulah mitra
sebenarnya. Artinya bergaulah dengan orang-orang yang mau memotivasi. Jadi jangan
pernah merasakan sakit, Karena gagal itu kayak tahapan tangga anda akan naik. Pegel
itulah gagalnya. Tapi anda akan di atas nanti bisa melihat kemana mana kan? Meskipun
di perjalanannya keringetan dan merasa pegal dsb.

A: Keterampilan apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi seorang entrepreneur.
B: Keterampilan berkomunikasi dan menghargai orang. Itu aja. Gampang. Maaf, pasti
punya temen di kelas SMA, SD, SMP. Inget kan kenapa seseornag dibenci sekelas?
Yang jail, dsb Karena dia tidak bisa menghargai. Tapi temna yang disenangi biasanya
baik, menarik. Sederhananya toko apapun nih.anda masuk took baju, took apapun
penjanganya bilang begini, cepet pak beli apa sih kok lama amat. Coba kalau
mengalami bagaimana rasanya? Pasti kesel kan. Beda kalau yang bagus komunikasinya.
WAH INI ADA PRODUK YANG COCOK DENGAN warna anda, dsb anda mungkin
tidak akan beli langsung tapi mungkin akan beli minggu depan. Anda harus bisa
membedakan penjual pedagang dan entrepreneur. Kalau penjual dia hanya
memindahkan barang. Kalau anda, mengidekan, membuat, menjual, memasarkan,
melayani. Semuanya. Oh iya reseller itu bukan wirausaha ya. Kalau wirausaha dari awal
pembelian sampe akhir masih konek sama kostumernya.

A: Bagaimana caranya belajar menjadi wirausahawan yang berhasil


B: Gausah dari nol merasakan jatuh jadi wirausaha. Cukup lihat dan pelajari. Percaya ga
anda gausah bikin jilbab yang aneh2, anda pelajari yng punya orang anda sempurnakan,
capek, kelamaan dan. mulai. Boleh hitung-hitungan tapi jangan kelamaan. kalau
kelamaan nanti diambil orang. Lah kok dia yang mulai? Nanti kesempatan dipatok
orang. Orang ada yang ngomong kesempatan jarang datang dua kali. Salah itu
kesempatan dating berkali kali. Banyak kesempatan yang sering datang. Hanya saja kita
biasanya jika memandang kesempatan biasanya gini. Pertama hal yang gampang yang
nanti akan saya lakukan. Kedua ketika kita diambil orang atau diduluin kita ngeritik ah
itu mah gampang. Ketika kesempatan itu berhasil dilakukan orang, kita bilang apa?
Terlambat. Jadi kalau ada kesempatan jangan ragu, ya diukur lah. Jangan malah buat
pesawat terbang, UKUR. Anda mahasiswa dan mau bikin pesawat terbang. Ukur sesuai
dengan keadaan. Lain lagi kalau mau bikin sepatu dsb itu masih masuk akal. Harus cari
yang sesuai dengan kapasitas kita. Jangan menunggu untuk memulai. Cari yang masuk
akal.

A: Apa kunci kesuksesan seorang entrepeneur menurut bapak?


B: sederhana udah banyak diomongin ini mah sama motivator juga, Jangan berhenti.
Kalu kita baca di buku-buku gitu pasti kata itu ada aja. Emang bener sih kalau berhenti
mah jadi pegawai. Udah dijadwal. Itu kunci yang sederhana. Jangan menyerah, never
give up. Kalau Cuma sebetaas omongan mah berat, kalau dilakukan mah engga. Semua
orang yang berhasil awalnya bersikukuh. Kenapa ada pesawat terbang itu Karena orang
yang bikinnya bersikukuh. Siapa yang buat lampu? Itu dia disebut gila sampe dibilang
ke orang tuanya begitu. Apakah puluhan belasan puluhan yang dicoba? Engga ribuan.
Maka dari itu JANGAN MENYERAH.

A: apa artinya relasi atau network?


B: Relasi jaman sekarnag mah jangan diragukan lagi itu mah shortcut. Percepatan.
Mempercepat perkembangan mitra kerja jangan anggap sepele, distributor, supplier,
teman, dsb jangan anggap remeh itu jaringan kita. kalau bisa jaringan lebih besar dari
pada produk. Jaringannya mah besar, produk dikit. Itu akan mempercepat angka2 yg
anda harapkan. Maaf, saya sekarang lagi mengelola bisnis property, ikut2an orang. Bisa
ga yah saya masuk dunia property? Saya coba, saya lakukan, eh lumayan juga. Pernah
liat ada iklan jual property kayak rumah dijual hubungi no telp sisil, sambill ada foto
besar. Artinya dia jual diri, nama, penampilan, dsb dan hal itu membutuhkan relasi.
Anda juga membangun relasi juga saat ini. Saat ini anda juga sedang menyeleksi, orang
ini tidak sesuai dengan saya, lepaskan atau pertahankan? Ya lepaskan saja kan tidak
sesuai. Dsb.

A: Bagaimana caranya mengembangkan relasi tersebut?


B: dengan komunikasi dan penghargaan. Kalau orang misalnya dihargai dengan
perlakuan. Misalnya seseorang dipuji ga ada yang marah kan? Engga ada kan. Artinya
dia dihargai Tapi kalau relasi misalnya ga dipelihara, pasti berpindah keying lain hati.
Ngapain sih tetep sama bandrek cihanjuang, belum apa apa langsung minta fasilitas, ga
pernah nghubungin, pengiriman telat, ngapain dipertahanin? Yah intinya kita harus
memelihara relasi. Lebih sulit memelihara daripada menciptakan. Semakin lama urus
semakin banyak permintaan. Semakin laama semakin percaya dan berani walaupun
minta fasilitas besar karena udah kenal.

A: bagaimana cara bapak mendapatkan modal uang untuk menjalankan usaha Ini?
B: banyak yang berwirausaha itu, seperti kami juga berorientasi pada modal. mikir itu
bener. Sampe modal datang tetep ga jalan jalan. haha. Tapi maaf ya ternyata sekarang
yang nawarin modal kayaknya kebalik sama dulu jaman kita. Kalau di awal itu susah
banget mintanya. Tapi kalau usaha udah jalan, udah keliatan dapurnya, langsung banyak
yang nawarin modalnya. Sebenarnya aneh soal modal ini. Kita harus memeperlihatkan
kepercayaan. Kalau kita ga minjem, justru orang bakal percaya. Kalau kita minjem kan
banyak pertanyaan yang muncul. Buat apa? Balikinnya gimana? Dsb. Kita memulai
bisnis ini memang sangat minim modal, bagaimana cara kita memanage supaya cukup?
Yah disesuaikan dengan kondisi harus dimanage dengan baik keuangannya. Saran saya
mulailah usaha tanpa meminjam modal. Misalnya jika ada permintaan 5 juta dan anda
meminjam modal 4 juta itu masih boleh, tapi jika anda minjem gedegedean dengan
permintaan sedikit itu bahaya, itu yang disebut ujung2nya perusahaan bangkrut.

A: Apa saran bapak terhadap para pemula usaha untuk modal usaha?
B: TADI ITU KUNCINYA KOMUNIKASI, MENGHARGAI, PERSENTASI yang
bagus. Anda kebantu di persentasi, anda minjam modal juga presentasi. Contohnya
temen anda punya modal 4 juta, dan anda punya market sale 5 juta kan anda harus
mendeskripsikannya dengan bagus, dan harus logis. Jika si pemodal menyebut logis
atau masuk akal, langsunglah akan terjadi permodalan. Akan tetapi jika presentasi tidak
bagus misalnya anda bilang bahwa kita akan bisnis kapal pesiar, modal 2 triliyun, balik
modalnya sekitar 50 tahun, wah tentu pemodal tak akan setuju, tidak logis itu.
Wirausaha itu anda menjual kredibilitas anda, anda jual performa anda, bahwa misalnya
anda membuat garmen karena jumlah orang yang sering ke cihampelas adalah sekitar
1500 dan menurut survey yang telah saya lakukan selama 3 bulan mereka menyukai
garmen ini blablabla. Itukan menarik bagi investor. Komunikasi yang baik, sehingga
akan mendapatkan uang. Dilengkapi dengan survey yang baik, misalnya survey sendiri,
pasti kredibilitas anda akan naik sehingga investor percaya. Jadi untuk dana awal
berpintar pintarlah berpresentasi supaya menarik hati investor.