Anda di halaman 1dari 302

.

&
gF
EF
x
+j=
,
---=-

BUKU b4A'TERI I}OKOK


KTMTA OR.GANTK
BAHAF{ A[,AM
PKIh1.{4JEi2SKS/fuIODUL i- 6

Fr*f . Dr. Sjamsul *4rifi* "*"eiln:ad.

Paserbie Karaniks Jek*rtn


UnhersitdTertruka
II}.{J KIHIA ]ERPEInID

l. Peneantar

sejak abad ke-r7 orang terah dapat memisahkan


berbagai jenis
senya\da dari sumber-sunber organik, baik curnbuhan,
mikroorganis're. senyawa-senyawa tersebut heLTan, maupun
kuinin, mentor, kolesterol, penisilin,misalnya, asam raktat, morfin,
dan sebagainya. Tida.klah
berlebihan bila dinyatakan di sini bahwa
irmu kimia smyar.ra_senyawa
organik yarg berasal dari organisma,
atau diseb:t juga irmu kimia bahan
a-La'n' rnerrrpak:n bag'ian yang
tcpenting dari ilnn: kimia organik.
Perkembananilnu kimia organik, pada hakikacnya, seiring dengan
usaha pemisahan dan penyelidikan
bahan alam. Hal ini antara lain
disebabi<an karena scruktur morelcul
dari senyawa:senyawa yarg dihasillcan
oleh oraganisma memp,u.:yai variasi yang
sangac_lu:.q. Kenyataar ini dapac
digrnar'"an sruk mendalanri g gutah.-;
n',"r-,!"rr"i" reaksi_reaksi orgarirc
la oapac pula digunakan ,rna,rk menguji hipotesa
molekul, dan spekcroskopi serapan elekcror:" acau penataan ulang
juga merupakan tancangan dalam penecapan Di samprng icu, bahm aram
kadangkara sangar n:mit, seperti scruktur molekul yang
vitamin B12, dan sincese morercul
cerseb'rr in virro' Oleh karena itu
irmu kirnia'bahan alam acalah salah
sacu bioarg di mana banyak reaksi
kimia dapat dipelajari.
Di lain pihak, bahan alam juga me.:pakan subjek
bagainnana cerbentuknya molekul u:cr:k nemperajari
organik in vivo. oleh sel-sei organisrna.
Pengerahuan mengenai har ini,
hipocesa, dl-seh_rC biogenesa.
did"k"";;";;.;;;:;' ;"ri dan

Dalam modul- ini akan dibahas


sarah sacu gorongan sslyawa orgar:ik
bahan alam, yakni terpenoid.
pembahasan dalam modur ini
n.ra""l.i"""ot .aimbangan pedagogie,
akan melipuci asal usur dari keragaman
scrukcur cerpenoi-d, pendekacan
sifat-sifat yang merupakandalam p.""i.or" strukttrr, sintese, dar
percimbangan yanS sama, penetapan
ciri khas terpenoid. Berdasarkan
cara-cara penguraian klasik,
struktur lebih dicumpukan kepada

l4od*1 pertama ini diharapkan


akan dapat menjadi titik tolak dalarn
mer:ar:amkan pengertiam
mengenai senyawa-senyawa org4nik
mempunyai pola-pola cerrenru. bahaxr aran yaqg
Keier"..rr""r,, ol. irr: kim ia
organik, dari gorongar- senyawa bahan ""';;;;i
urtuk mengernbangkan pola berfikir yang "t;'*-.a"r.a' dapac digunakan .

ierJJ, sistematik" dan logis.


2, I[jr:an Irscruksiooal iIm-B

diharaplcan ai<ar daPat


Secel-ah mempelajari rnodul pertarna ini anda
dan beberapa reaksi dasar
rnenahami incerelasi- berbagai jenis struktur
yarlg meruPai<an ciri kLr,as senyawa-senyafia golongan
terpenoid.

i. Turuan lnscnrl<sional Khr:sus

Serelah mempelajari modul ini anda diharapkan dapat meneapai


kmmpuan sebagai berii'art.

a. i"la:yebutkan sunrber dan klasifikasi terperoid'


b. l{enjelaskan kaidah isopren dalan ibru kirria terpernid' mono-'
c. l,lenjelaskan senyawa antara (precursor) yang menurunkan
sesiori-, dan diterpen serEa biogoresa neonoterperL dalam menetaPkan
d. l"lenerangi<an beberapa reaksi seuagal pendekatan
strukcur ie::Penoid.
khas darl
e. i'lenerai:gkan beberapa reaksi yang merupakan ciri
rJ)noterpen.

4. Kegiar4q Belajar

4.1 Kegiacan Belajar 1

KETERATURAN DA'I{ ASAL USIIL TERPB{OID

4.1.1 Uraian oan Contoh

4.i .1 .1 Minvak lrcrrr dan i(lasif ikasi llerPenoid


buah, dan
sejak dahulu kala'orang men8etahui bahwa bunga, daur:,
menguap dan
akar dari berbagai cumbuhan mengandung bahan yang mudah
berbau wangi y"r.g ai""but minyak "a*!. Indonesia termasuk salah saCu
D%ara penghasil minyak aCslri i*tg "4"-a di dr-u:ia' Beberapa
di attara
minyak nilam'
minyak atsiri Cersebut dieskspor ke luar negeri-, seperci
minyak cendana'
minyak sereh, minyak daun cengkeh, minyak terPentin'
dan minyak kaYu PuEitu

Padaumr:'nyacumbuhanyangkayaakanminyakaEsirite.rmasuksulnr
LabLataez nilaru, ruku-ruloj, selasih, daD marga
Metha; sulcu l'lyrtaceae:
t'larga Pintrs;
cegkeh, kayr pucih, dan marga Eucalwcus;' _try Pinaceae:
ketumbar' seladri'
sulqJ RLEacea: marga Citrus; O.tt
"ut"-U*-U"lliferae:
dan adas.
sebagainana telah disinggung di. atas, minyak arslri adatah bat1g.r
yag nudah nenguilp, sehirgga ia mudah dipisahkan dari bahan-bahsrt lein
yarg cerdapat dalam turnbutran. thcuk maksud tersebut, salah satu cara
yang paling populer untuk nemisahkan roinyak atsiri dari jaringan
nrnbutran ialah penyulingan (descilasi) uap. Mengihrri cara ini, uap air
dialirkar ke dalam nrmpukan jaringan Eumbr*nn sedenikian nrpa sehingga
ninyak atsiri tersuling bersama-sama dengan uap air. setelah
pergmhrrnn, minyak atsiri akan mernbnhn( lapisan yang terpisah dari
air yarg selanjutnya dapar diia:mpulkan
Minyak atsiri hlkanrah senyawa murni, akan tetapi campuran senyawa
organik yang kadangkala terdiri dari lebih dari 25 senyawa atau
kolcPonen yag berlainan Penyelidikan kimia menu:rjukkan bahwa
sebagiar:
besar kouponen minyak atsiri adalah senyawa yang hanya mengand'ng
karbon dan hidrogen, atau karbon, hidrogen dar: ot yang tidak
"igln tepelqlq.
bersifat aromatilc senyawa-senyawa ini secara umum disebut
Di sa'nping itu, ninyak acsiri juga mengandr.rg komponen lain, mi;hya
se:yawa aromatik: eugenol adalah komponen ucama dari minyak
cengkeh.

Fraksi yang paling mudah msrgu:rp, hasir paryurlrrgan cerfralcsi dari


ninyak atsiri, biasanya terdiri dari senyawa-senyarra golongan terpenold
ya'!g msandurrg '10 arom karboa FYaksi yang rner0pLnyai
titik didih lebih
tinggi biasanya terdiri dari terpsroid yar rnengandung 15 acom karbql.
Bahan-bahan alam lainnya, selain minyak acsiri, mengandung pura
terpenoid dengan 20, 30, dan 40 acom karbon atau rebih. Berdasarkan
penemuan ini, terpenoid dapac dikelompokkan
seperti tercantum pada
m,fcar 4.1.

Dafcar 4.1 Kelmpok Terpenoid dn Srmbernya


Kelcrmpok Terpectoid Jtrnlah IGrbcEl Srnber

Ihoterpen cto Minyak aceiri


Seshriterpen ,
' cl5 I',linyak aEsiri,
DiCerperr czo Resin pinus
TYiterperr
%o Dannr
Tecraterper c40 Zac wan:a karocen
Foliterpen c>40 Iret ala'r
Sebagaimana certera dalam Daftar 4.1 sebagian besar cerpenoid
rnengandung aton karbon yang jumrahnya merupakan keripatan lima.
Penyelidikan kimia selanjutnya menr.:njukl<an pnrla bahr,va sebagian besar
terpaoid menpunyal kerangka karbon yaag dibaun oleh dua atau l.ebih
unic C5 disebut r:nit isopgren. Llnic C5 ini dinamakan demikian karena
ke4rugka;.karbonnya sarra seperci' setryawa isopren. Penyelidlkan yang
lebih- seksana lagi rnengena.i srirrkcur molelurl terpenoid celah
.m.eng\:ngkapkgn bagaimana unit-r:nit' tboptenrtdr'sebut sallrg berkaitan
teratur, dimana "kepala'r dari r-rric yang satu:berkaitan dengan "ekor"
dari pnit yq'lg lain" Cara penggabr:ngan 'kepa.la-ke-etor" dari mit-unrt
igopren se-perti- dinaksudkan di sinrl .cerlihit.,pacra' beberapa morekul
uegpepoid y@g tercantua pada Daftar /xZ'

Keceraturan mengenai strukcur terpenoid seperti dikemukakan di acas


celah dirumuskan dalam apa yang disebuc kaidah isopren. Kaidah ini
menyacakan bahwa scruktur molekul terperloid dibangun oleh dua acau
|ebih urit isopran yang saling berkaitatr secara kepala-ke-ekor. Kaidah
inir'ingn:pakan ciri,Ldras dari sebaglan rbesar terpenoid sehingga dapat.
digunkal sebagai, hipotesa dalasr menetapkan strukhrr terpenoid.

.Perlu dicatac bahwa beberapa' monoLerpen'tidak mengikuti kaidah


ipopr.pn. Perkecualian ini ditemukan pada beberbpa'senyawa, seperti
luvandulor, asan,krisantemat, santolin trien, dan arternisia kecoc
(lihat Daftar 4.2). Jika scrukcur. senyawa-senyawa ini cersebut diamati
dgqBqt' qe.\sama, 'ceryata bahwa senyawa-senlawa menganoung 1'b aron
karbon. Aka1l tetapl, strukturnya:ti.dak rhdngikutf kaidah isoDren.
Ser.ryawa-serrya$ta ini
ditemukan pada beberapa jeriis ttimbr:han AimpoSicae-
rnisalnya lavaPdula vera, Chrysanche-mum
Chrysanthe-mum cinerar iaefo lil:m, Sancolr+a
chamaecrrparisus-, dan Artemisia' annu+

4,1^I.2 Asa! Uspl Terpsroid

Ciri dari scrukcur cerpcroid seperti dikemukakan di, acas csrcu ada
hubnngarnya dengan asal usul senyarrraFseny{*ira, ini_,dalarn organisma. pada
mulanya para ahli kimia mergajul<an hipotesa bahwa sintesa terperroid in
vivo dalam,.jarlngan organisma. melibatkan secara rangsung senyavra
isopren. Hipotesa ini diduktorg oleh penemuan bahwa (+) atau (-)
limonen 4gq.(4,)*timonen (disebu,t juga dlpenten) pada pirolisa gapat
mengtnsllkgr isopr?n; Begitu pnrla.dua u'rit.isopren pada pemanasan dapac
nanghasiLlcan dipencn melalui reaksi Diels-Alder.

[eftar 4.2 Beberapa contoh terpeioid

L.
kepala

Isoprer [.hit .isopren


l&noterpen

+,- +*;
- .,

Sitronelol Mentol a- Pinen

Farnesol Bisabolen Eudesnpl

Asanr abiatet Pinaradien

hliterpen

IGret alan

CEI Terperroid. cak


\.\
I
\
A
Iavardulol krisantemat SanEolintrien'r Artemisiaketcn

5
,^

lsoprer (!)-T-Lw{e1(d\iPencen)
(+) acau (-)-Limcnen
sejenis
Kecuali itu, senyawa-senyawa lain yang memPunyai strukcur minyak
berbagai
dengan dipenten dicemukan pula secara luas dalam
ini ialah bahwa
acsiri. Akan tecapi, kelemahan utama dari hipotesa dapac diperoleh
isopren cidak pernah dicemukan di alam dan hanya
piroli-sa mcnocerPsl Eertentrl
yar, sesungguhnya
Usaha untuk menemukan senyawa isopren biologi's
oleh banyak
dig14akan oleh organtsma tpruk sintesa terpenoid dilaki:kan
akhirnya dapat
penelici selama bertahun-cahun. |4asalah ini dari penyelidikan-
dlselesailcarr:ya oleh J.W CornforCh pada tatnrn 1959
penyelidikannya dibidang steroid (Iihac modul 2). conforEh
menemukan
(lPP) dan
dra b@tuk isopren y*-tg ,ttit, yal,mt isopencenil pirofosfac
dinetilalil pirofosfat (Dil,IAPP). igdtra isopren aktlf ini harus ada rfrCuk
keperltr.m sintesa terpcrold oletr organisma'
Penyel id i kan-penye I id ikan selanj utnya oleh para
ahli' menunj r:k}<an
bafrwa IPP dan DMAPP berasal dar! asam merralonat. Selanjutnya
diketahd
prla
p:la batrwa sacu-sattnya sumber karbon @,i asam mevaloi:aC' begiCuyaloi
bagi IPP dan tnlIAPP ialah aflaln ase.tat atau tirrYlanJ]ya yar aktlf'
asetil pirofosfat. l'lekanisna dari tahap-Cahap reakSi biosintesa
Cerpenoid, pada waktu tni sudatr diketahu! dengan baik dan
Eercantum
pada Gambat l+1

Seperti dapat disimak . dari Gambar 4'1 , qtgq--t.tu!3! secelah


diaktifkan oleh koenziur A melakukan' kondensasi jenis Claisen
menghasilkan asam asetoagegag. Senyawa yang dihasilkan ini
dengan
asecil koenzim A melaicukan kondensasi jenis aldol rnerrghasilkdn rantai
karbon bercabang sebagaimana ditemukan pada asam mevalonaE' Reaksi-
reaks! berikutnya ialah fosforilasi, eliminasi asan fosfac, dan
del<arboksilas i menglas i l menj adi
lt<trt IPP yang selanj utnya berisotert"T -bergabr:ng
Ih{APP oleh srzim isomerasa. ffe s-Uagai unit isoprer,
aktif
secara kepala-ke-ekor dengan DI4APP dan penggabungan ini merupakan
. lrngkah percama dari polimerlsasi isopren trrtuk mengfrasiltcm Cerpanoid'
Perrggah-rrga lni terjadi karena serangan elekCron dari ikatan
ralgkap

6
IPP terhadap acom karbon dari PIAPP yalg kelo:rangan elekcrcan di.ilqrti
oleh penyingkiran ion pirofosfat. Serangan ini rnenghasi.lkan geranil
pirofosfat (GPP) yal<ni. sslyawa antara bagi semr:a senyawa rpnoterpen.

Penggabungan selanjutnya antara satu unit IPP dan GPP, dengan


mekanisma yang sarna seprti antara IPP dan f,r4APP, menghasill<a: farnesil
pirofosfac (FPP) yang merupakana senyawa antara bagi semua senyawa
seslo:.iterpen Senyawa-ss)yawa diterpen dirurunkan dari geranil-geranil
pirofosfac (GPP) yag berasal da-.-i kondensasi antar*a satu r.xric IPP dm
GPP dagan rnekatisrna yang sarn pul...

Bila reaksi organik


sebagaimara tercanturn pada C,ambar 4.1 ditelaah
lebih mendalam, cernyata bahwa sincesa terpenoid oleh organisma adalah
sangat sederhana sifacnya. Ditinjau dari segi reori reksi organik
sincesa ini hanya menggunakan beberapa jenis reaksi dasar. Reaksi-
reaksi selanjutnya dari senyawa antara GPP, FPP, dan CGPP unCuk
maghasilkan senyawa-senyawa terpenrcid satu persatu hanya mel ibackan
beberapa jenis reaksi sekunder pula. Reaksi-reaksi sekunder ini
lazinnya adalah hidrolisa, siklisasi, oksidasi, reduksi, dan reaksi-
reaksi spontan yang dapat berlangsung dengan mudah dalam suasana netral
dan pada suhu kamar, seperci isomerisasi, dehidrasi, dekarboksilasi,
darr sebagainya.

Garobar 4.1 Reaksi B,iosintesa Terpenoid

o o o
lr lr ll ll CH.-C-SCoA
CH3-C-SCoA + CH3-C-SCoA.-+ &\-C-&12-C-SCoA

Asecil koenzim A Asetoasetil koenzi:r A


qlo
llt oH o ftrr6
CH3-C-CH2-C-SCoA cHr-f-cnr-[-*
I -In]-, .
c|tz-C-SCoA
lt
cH2cH2-(}r -*3^'l,b.iG12cI12-OPP

o
Asam mevalonat
-oP
-CC

Dinetilatil pirofosfat (Db4App) Isopentenil pirofosfat (IPP)


, fAf"
A.{o* ,Ji
DIIAPP
I

*/?q* lbrocerper:

Geranil
pirofosfat

l.
I

.l

\- Seslo:icerpen

I pirofosfat
TYiterpat

.4h
UnA.^o'p Diterpen

C,ermil-geraril Tecraterpen
pirofosfat

8
Uttuk nenjelaskar hal inl dpat di.enbll,beberapa uprpterpn berthrt
sebagai'contoh. Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol, dan
linalol dari yang satu rnenjadi yang latn berlangsung sebagai akibat
reaksi isonerisasi. Kerlga alkohol ini, yang berasal dari hidrolisa
genaril pirofosfat (GPP) rdiapat rnenjalan! reaksi-reaksi sekr:nder
berilo.rcnya, misalnya dehidrasi morghasilkan mirsen, oksidasi rnenjadi
sltral, dan oksidasi-reduksi merghasirkan sitronelal.

Genralniol llirsen

$
(trans )

a
20H
-,\
Linalol
Sitronelal

Nerol Sicral
(cis )

Perubahan GPP in vivo menjadi senyarra-senyawa monoEerpen


elkllk,
dari segi biogeneril,,Eebabi"r, ot.t reatsi,slktieasi yang ditkutt
oleh realcsi-realcsi selcuu'rder berilortnya, seperti cerlifnt ;.;
contoh
@a Garobar 42 :'

9
G@bar 4.2 llubungan blogenetlk ncroterpei dari jerta llffircrt
(p-meitan) dar a -Pinen (Plnan).

AcH2oPP
I

\',1
-H2o
) A
V
\
,or/
^,,K
a -Ter.Pileol
h
Limonen
.^-v--:'
;:ro -fosfat

,-/x\
l-orr- ftf
-11
I

6
c -Pinen

Senyawa-senyawa seskuiterpen diturunkan dari cis-farnesil


pirofosfar dan tra:e-famesil pirofosfat melalui reaksi sikliss.si dst
reai<s i sekunder lainnya. Kedua i som er f arnes i I pirof os f aC ini
dihasilkan in vivo melalui mekanisma yang sama seperti isomerisasi
antara geraniol dan neroI. Perubahan farnesil lirofosfat menjadi
sesloriCerpen CerlihaC pada contoh sePerEi tercantum pada gambar lx3'

10
eter
-\*an2-oe(rtr)2
I

X
lril difenil fosfat
@)
juga diperolefr dari percobaar-
Drlo:ngan aceq biosintesa terpenoid
percobaan merlggunakan seny"*"-"u"y"t"
y""g diberi bertanda dengan
radioisotop.I.hrukkeperlr:^rrinidapatdigr.rra}<anasaasecacaEauasan
karban 14c d^m1 diberikart
merralcnat yarrg diberi tallja derlgarr
',dioi"o.op
}Padajaringeu:rcurnb.ararcercentusbagaicg:toh,bi}"aasam(2.11&)-
brnga ma\dar' senyavta
movalonac diberikan kepada jaringan
cumbuhan
bercandainidigrrnakanuntukpernbuatangeranioldarrnerol.Adaput
rclekt geraniol dan neror
dietribusi dari radioisocop k"fr"" di dala$
yang diharapkan dari PrSah.lFoi dr:a
rnic isoprert
sesuai dengan aPa
secara kePal-a-ke- ekor'

AB@
cti
lj
orfffiz-cmil
$zg'h-sr
(2-14c)-t",t"1*tc
(a) =lk
OPP

lt
t,\
Ceranio
G{

rt,
t\
llerol

jarlngan
pula, pemberian asam 12-14C;-rnevalonat ke dalam
BeglCu
pada posisi-poeisi
Pinus plnea t"rrgh"""flkan limonen bertaanda

)a{
eebagainan diharaPkan .

ori
IO
e\-C.-Cirb-CGi
Gr2&12-C*t
--+ $-.,,
, o zX 4
Ljsen
Asa (2-14C)-oevalonat
(t)=14c

12
Gmbar 4.3. Reskat blogerettk beberapa eeehrlterpen

Farnesol

\Aa-n*,
\' ?\
Trans-Farnesil pirofosfat
-+ -i:Il

Itr-rrmlen

1l
.4
v
cis-Farnes il pirofosfac Bieabolen.

tsiosintesa terpenoid seperti dlkemukakan di atas didukung oleh


banyak percobaan, antara lain ialah sebagai berikut. I-arucan,geranil
difsril fosfat di dalam eter blra dibiarkan beberapa lanaSnengtraslrk4,
suacu gampuran reaksi dari mana dapat dipisahkan mlrsen dan od'imen.
Perlalqran yang sama cerhadap neril difenil fosfat mengtrasilkan lirnonerr"
Reaksi-reaksi ini sebanrJing dengan reaksi cerhadap pirofosfat dt dalarn
jaringan organisma. ;,'

cti2- oPo3 (h,l


t* ".u, ., A +
-
\ \
G,eranil diferril fosfa.r l4irsen Oeimen
(_gan!.)

1'l
Kr:nci JawabT lacihart 1

Periksalah Jar*aban r'rlda deng,an Itunci lacihar: ini


't. 86. B
'2..
s 7. S

3. B8. B

4. s 9. B

5. B 10. ts

Bilaanda hanya dapac menjawab dengan bsrar larrang-dari 8 soal-, bacalah


ksnbali Kegiacan Belajar 1.

4.1 .3 Rar,la,uian

Senyawa-senyawa organik bahan alani yang tergolong Cerpenoid


nemperlihatkan keteraturan, yarg antara lain dLrumusi<an dalam kaidah
isopren dan rnencakup dua segi. Dari segi jumlah atom karbon, molekul
Uerpenoid mengandung sejumlah atom karbon yang merupakan kelipacan
lima. Dari segi struktur, molekul terpenoid dibangun oleh dua aCau
lebih unit isopren yang bergabung secara kepala-ke-ekor. Keceracuran
ini disebabkan karena asal usul dari senyawa-senyawa ini dalam jaringan
organisma memprl:yai banyak persamaarL

UniC isopren yang sesungguhnya, yang langsung terlibat unCuk


sintesa terpenoid dalam jaringan organisma ialah isopentenil
pirofospac. In vivo isopencenil pirofosfac berasal dari asam aseEat
yang diakcifkan oleh asetil koenzim A via asa$ mevalonac. Isopencenil
pirofosfac selanj utnya berisomerisasi menjadi dimecilalil pirofosfac,
dan kedua isomer ini kemudian berkondensasi secara kepala-ke-ekor
rnenghasilkan geranil pirofosfat. Jenis reaksi ini dapac diulangi oleh
geranil pirofosfaC yang bereaksi dengan isopencenil pirofosfaC
roenghasilkan farnesil pirofosfat, dan selanjutnya geranil-geranil
pirofosfat.

StnrkCur terpenoid yang bermacam ragam itu timbul sebagai akibaC


dari reaksi-reaksi selqnder berikutnya, seperci hidrolisa, isomerisasi,
oksidasi, reduksi, dan siklisasi, atas geranil-, farnesil-, dan
geranil-gerani I pirofosfat.

dari terpenoi-d dapat dipelajari menggr:nakan senyawa-


Biogenesa
senyawa bertanda dengan radioisotop, seperti asam asetat dan asam
mevalonat bertanda. Senyawa bertanda ini digrnakan dalam pembentulcat

14
terpenoLu, dan distrlbusi darl radiolsotop dalam rnolekr.rl terpenold
dapat diterrtukan.

4.1.4 Tes Formatif 1

Ling,kari 3, b, c, atau d pada jar,oaban yang Anda arlggaP benar.


1) Senyar,ra-senya\^ra yang tergolong terpenoid ialah:
a. l"lcrgandtng hanya karbon dan hidrogen.
b. I''lengandtng hanya karbon, hidrogen dan oksigm.
c. Berasal dari minyak atsiri.
d.. Scrr.rktur dibangrn oleh isopencenil pirofosfac.

2) Kerangka isopren ditsrmkan pada:


a. Asan asetat dan asam mevalonat.
b,. Isopentenil pirofosfac dan di:necilalil pirofosfac.
c. Asan asetac da.n isopenteni-I pirofosfat.
d. Asam mevalonac dan diinerilalil piroiosfat.
3) lhit isopren alam yang seslxrgguturya ialah:
a. Isopren.
b.. Isopren pirofosfac.
c. Dimetilalil pirofosfac. .l
d. Isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfac.
q Dari segi 'biogenetik dapac diterangkan bahr^a nerol berasal darl:
a.. Asan asetat.
b. Asan mevalonat.
c. Geranil pirofosfat yang mengalami isornerisasi.
d. Isopencenil pirofosfac yarg, mengalani isqnerisasi.
5 ) Bisabolen mengandurg tiga u-:it isopren, karena:
a. Ditr:n:nkan oleh reaksi seken-der dari geranil pirofosfat.
b.. Diturunkan oleh reaksi selqmder dari farnesil pirofosfat.
c. Penggabungan geranil pirofosfat dn isopencenil pirofosfac
secara kepala-ke-ekor.
d. Tergolong senyawa terpenoid.
6 ) Dimetilalil pirofosfat berperan sebagai landasan dalam sintesa
terpenoid karsra:
a. hpat berkondensasi dengan isopentenil pirofosfat.
b. I'{empunyai kerangka karbon dari isopren
c. Dituntr'rln dari asan mevalonat.
d. . Hasil kondensasi denrgar isopentenil pirofosfat mengandtrrg urri-t

15
dimetilalil yang dapat selanjutnya berkondensasi dengan
isopencenil pirofosfat.

7) Dari segi biogenetik, a -plnen berasal dari:


a. Hidrolisa geranil Pirofosfac.
b. Issnerisasi geranil pirofosfaE.
c. Siklisasi geranil Pirofosfat.
d.. Siklisasi benrlang diila-rti deprotonasi dari geranll pirofosfaE'

8)

A, ,,\ :A
Bila asarn (Z-12C)-asetat diberrr.ln kepada suatu jaringan Cumbuhan
tercenlu, disribusi radioisotop karbon dalarn molelqll limonen ialah:

?b.'.A
VVVV
t4\ 4 2\ \

4.1.5 t-hpan Bali-k dan Tindak Ianjut

Cocoi<kallah hasil jawaban ar:da dengan Kr-urci Jawaban Tes Formatif 1


yarg ada di belakang modul ini dan hicunglah jiunlah jawaban Anda yang
berrar. ibmudian gunakanlah rumus di bawah ini r:ntuk mengetahui tingkac
ptruasaan anda dalam maceri Kegiacar: Belajar 1.

R-mus:

Junlah javraban anda yang benar


Tingkac pngi.rasaan x 1007"
8

Arti ci-ngkac penguasaan yang anda capai:

9U% - 100% = baik sekali


807"- 89%=braik
707" - 79%: sedang
- 69% = kurang

16
"anaa dapat
lGlau anda rnencapai'tingkat Penguasaan 80z, ke 4cas'
menenrslcan dengm KegiaCan Belajar 2. Bagusl Teeapi kalar nilai anda di
bawah 80p, arrla hanrs rnerrgulangi lGgiatan Belajar 1 tenrtama yang beluut
anda lqrasai.

i..,,.

17
4.2 Ssiatm Belajar 2

STflJKNJR M}I STERMKI}'{IA }OISIBISI

4,2.1 ljraian dan Contoh

},lonoterpenmelDpunyaibebera0ajeniskerangkakarbonutama,Y&8 P-m6ltan, gem-


hidrokarbon 2,6-dimetilokcan,
ancara lain sejenis dengan drt
iridan, ttD/ai,. 'ia-!--al]' pinan, boman' isolcarnfan'
dimecilsikloheksan,
isobornila'] sePertl cercancum p'"'':' ':ttar
5'i

hftar 5.1 Kerangka lvit:bon Uttma l"'onoterpsr

ii
qQ Iridan T\rya-l
p-l'lencan Ga'n-d iriiec
2 ,6-Dimet i lokcan
siklohek*sz:t:

q Pinan Bornan
G
lskcnnfan lsobornllan
Karan

beberaPa sglyawa monoEerPDs'


Dalam uraiar.r ini hanya akan d:.baMs
khtrsusnya turunan P-mencarL

sCnrktur merupakan salah eatu kegiatat


penenCtran 9"t - ya utama

nernpelajarismyawaorganikbahanalam,cidakcerkecualiroonoterPen.
monoEerPen
Hal ini rnudah dipahami mengingat bahwa senyawa-senyawa
terlihac dalam concoh pada
nempnyai struktur yang bervarili' sePerti
Daftar5.l.Penentuanscrukcursenyawa-senyawaturunanp-mentan

18
lazlmtya dilah*an rnenggnakar tiga cara perrdekatan. P.gg!gm.a, prqelepqg
kerangka karbon derrean,cara
smyam aromaLik ytrr8 sebandir. Pengubahan ini dapat dilalqrln antara
lain dangan reaksi dehidrogenasi. Kedua, penetapan posisi gugus fi.ngsi
di dalam kerangka karbon di-maksud, misalnya dengan cara oksidadi
senyawa yang bersanglortan menjadi asarn-asam karboksilat yang sederhara.
Ketiga, sintesa senyawa yang bersangkutan menggunakan reaksi-reaksi
yag dikenal dan cidak meragukar:.

Setyawa-senyawa hidrokarbon turLnan p-mentan, pada umunya memptnyai


dua ikatan rangkap. senyawa-senyawa ini pada dehidrogenasi biasanya
menghasilkan p-simen, dan berdasarkan hasil reaksi ini kerar:gka karbon
dari senyawa semula dapat segera diketahui. sedangkan, posisi ikacan
rargkap dalam kerangka p-mentan tersebut dapac dicentukan dengan cara
rnenguraikan senyawa yang bersangkutan oreh oksidasi (penguraian
oksldacif) menggunakan kalium permanganac, asam peryodac, acau
oksidacor lainnya.

salah sacu cara lain yang dapat digunakan untuk mengenal dan
karakcerisasi senyawa turunan p-mencan ialah reaksi dengan nicrosll
klorida (NOCf). Pada reaksi ini dihasilkar: turunan nitroso klorida yang
bennijud lcriscal. Bira atom karbon yang menikat gugus nitroso
jwa rnengikat acom hidrogen, nitroso klorida yang dihasilkan mudah t-lcol
berisomerisasi menjadi isonicroso klori-da, yalcni suacu oksim. Bila c:,ri
ini cidak ada, maka nicroso klorida yang dihasilkan adalah scabil
(tidak berisomerisasi). selanjutnya, bi-ra senyawa nitroso klorida yang
dihasilkm adalah monomerik, maka ia akan memberikan warna biru. edanya
etarna ini memberi pecunjuk bahwa senyawa semula mempunyai ilatan
rargkap yang mengikat 4 arom karbon lain.

Cl l+=O C I N.OH
It I il
C=C I\r]cl_> c _ C- C-C -> c -c -c-c
c
l1 I
H CH C

Nitrosil Nitroso Isonitroso


i k].orida klorida klorida

I
I
I

19
4.2.7. 1 Psrecapan SEmktur Liwren

Limonen, c10H16, adalah monoterPen hidrokarbon yang ditenukan


secara luas di alam. Dalam bentuk yang oPtik akti-f, baik dekscro
(+)
maupin laerrc (-) ditemukal dalam minyak Cifn:s, sedangkan dalam be:truk
rasemaE (+)-limcnei (di-sebut juga dipenten) ditemukan dalam berbagai
terPentin.

Reaksi-reaksi yang mengarah t<epada penecapan strukfur lirnonen


anEara lain Uercancum pada Garnbar 5.1. Pada pemanasan dengan belerang'
limonen mudah mengalami dehidrogenasi menghasi-Ikan p-simen, dengan
demikian kerangka karbon limonen dapat segera diketahui, yakni p-
rnenEan.

Limonen bereaksi dengan hidrogen klorida dan senyawa adisi


yang
dihasili<an ialah limonen di-hidroklorida yang berwujud kristal' Reaksi
ini menberikan petunjuk bahwa limonen adalah suatu p-mencadien yang
mergandrpg dua ikaCan rangkap. Adanya dua ikaCan rangkap di-dulo-rng pula
oleh adisi hidrogen broinida menghasilkan limonen dihidrobroinida, dan
penyerapan dr:a mol hidrogen pada hidrogenasi berkatalis menghasilkan p-
mentan.

Adapun posisi dari kedua ikatap rangkap dalam molekul Iimonen


diteCapkan berdasarkan beberapa PengamaEan sebagai' berikut' Pertama,
bila limonen direaksikan dengan nicrosil klorida dihasilkan suatu
campuran yang Cerdiri dari dua stereoisomer (dimerik) nicroso klsrida
yang tidak berwarna. T\rrunan nicroso ini pada dehidroklorinasi
menglrasilkan nicroso limonen yang ternyata identik dengan oksim dari
kanron, karsra pada hidrolisa'nitroso limonen membentuk karvorr. Mapun
sErukEur karvon diteCapkan Secara terpisah. Kedua, Iimonen pada
oksidasi dengan kal-ium permanganac diiloti oleh oksidasi selanjucnya
rnerrgha,siltcan turunan asam karboksilaf yalg mudah dikslal.

Penetapan strukcur limonen juga didasarkan pada hubungan dengan


snxyaeta lain yarg memFmyai ker4gka P-metan, yakni a; terPineol' c -
Cerpineol, y&y strukturnya diteCapkan secara terpisah, dapac diperoleh
dari hidrasi limonen. Sebalilcnya, liriionen dapat diperoleh dari
dehidrasi a -Eerpinenol. Pada dehidrasi a-terpineol ini, trclelo:l air
dapaC disingkirkan melalui dtra cara, masing-masir rnerghasilkan limonert
dan terplnolen Ak^ar Cetapi, dari kedua hidrokarbon ini hanya limoneq
yang mmFmyai atom karbqr aslmetri (atom karbon ya.tg mngikac mpat
atom acau gugus yang berlainan), sedangkan terpirrolen adalah molelq-[
simetri. Oleh karerra aEom limonerr adalatr optik aktlf, perwr-rjudan &ri

20
adanya etgn karb6 aslnetrl., oaka aatu-satunya etruktur yang sesuel
drtggr elfat tnl talh spertl qa J/stg dlcsrnrnkan

Gnbar 5.1 Beberape Reakel d8"fe ?enetapan Scrulcur llmnen

Qp-Siren

/* .{
0.l< dr-
Q
V
Li.trDnen
p-l&ntan
hidrokl orida

4
Li-rrrrren

Lfusen Karrrsr okgin Kanryr


nicrosoklorida

A.*-- A .p
g*?--!0-)?-

21
H.0 -H"o
-+
% -.(4
Q
iimonen rr-Terplneol 'ferpinolen

o
oleh karena struktur limoner: L':rkaican clenSt-r scrukcur -
terpineol, seperli diCr-urjukkan oleh reaksi hidrasi-cleiridrasi di aCas'
;:,aka cara sintesa u-rCuk Cerpineol merupakan pula cara tlltuk
mensintesa
ii:ronen. o -Terpineol dapat disintesa clurgan mudah oleh reaksi Diels-
..ider antara isopren cjan meCil vinil keton nenghasilkan 4-esetil-1-
::eriisikloheks-1-sr, Senyawa yang terakhir oLeh reaksi Grinard delgan
retil inagnesrlrl! yodida menghasilkan (5-'-cerpine*rI'

DIi--ts- "'^J- b- I
f'Li^Mr:

AJl)LR
-\-
I soirren
I
Ao -)
-neti ,r -Terpineol
i{ecil vinil keton 4-Asec i I -1 I
sikloheks-1-ert

L.?.1.2 Penecapan Stn:kcu! Karvor-r

Kara,on, Cl0H140, Lazin di-cemukan sebagai salah satu komponen dari


beberapa jenl-s mlnyak acsiri, dan merup:iJ<an komponen keton utana dari
ninyak adas, AneChn:rn graveolens dar-r minyak jinlan, Carr-rn carui' kedua-
d:.arya terrnasuk suku urnbelliferae. Karvon diCemukan baik dalam benCuk
akcif (+) dan (-), atau rasemat. Keton ini dapac dipisafrkan dari-
catF:rannya de!'an Senyawa-6enya$7a lain bila dj-reaksikan dengan natrium
bisulfit. Senyawa adisi bisulfit yarg dihasilk4 dari reaksi tni pada
hidroliea derrgan basa dapat membebask^a-r kembali. kanroru

Scruktur karvon ditecapkan berdasarkan sejumlah hasil reaksi,


ar:tata lain Eercantum dalam garubar 5.2. Pada perlakuan dengan aaam
kartqt mudatr eekall mengalarui aromatisa,si merghasillrr karvakrol' Dari

22
hasil reaksi dapat segera diketahui bahwi.karvon nempunyai kerangka
karbon P-inntarL Dari hasil reaksi ini dapat pula diketaln-li posist dari
glus karbonil dala.n nrolelqi kanzon.

I(awon mudah bereaksi deigan brom menghasilkm suatu tetrabromida,


yang rlenunjukkan bahwa karvon adalah tak jenuh dan mengandung dua
ikatan rangkap. Adanya dua ikaran rangkap didukung pula oleh reduksi
karvon dengan hidrogen berkararis yang menyerap dua mol hidrogen
menghas i lkan karvomencon.

Adapun posisi dari kedua ikatan rangkap daram molekul karvon


dicecapkan berdasarkan beberapa pengamatan berikut. spektrum urtra
violec dari karvon menunjukkan serapan maksimtun pada panjang gelombarg
235 nm. Ini berarci bahwa salah sacu ikatan rangkap berkonjugasi dengan
gugus karbonir, sedagkan ikatan rangkap yang satu lagi berada dalam
posisi berpisalu Posisi dari ikacan rangkap terpisah dapac ditetapkan
olen r:edui<si da:gan nacrium dalam alkohol menghasilkan dihidrokarveol,
diikuci penguraian oksidatif seperti tercanrum dal-am Gambar 5.2.

Ku':ci dalam Pe!'retaPan scrukcur karvon ialah dehidroklorinasi dari


rlnonen nicroso klorida, menghasLlkan nitroso limonen.ya.:g - tdentik
dengan oksim dari karvon seperti telah diterangkan cerdahulu.
Seianjucnya, hubungan antara struktur karvon dan limonen dibukttkan
oieh reciuksi wolff-Kishsrer di mana karvon diubah menjadi limonen.

)"o.
tt [']
\-J
z\ i

Karvon
Lirnonen

oleh karena scruktur karvon berkaican dengan strukcur limonen


sePerci ditunjukkan oleh reaksi-reaksi tersebut
di atas, maka cara
sincesa uncuk limonen, begitu juga untuk e _terpineol
(lihat hal.
15), merupakan pula cara sintesa tn:tuk kanacn

23
C'abar 5.2 Beberapa Re8ksl dol o Panqtagm Stnktur Kanlct

q.
Karvak:ci

rr !. (\qg
L

Y
/\'

r\arVCrflntOn

/--relialEtoH **)
\, -+ \, HO

)" ,\ OH
Dihidrokarveol
.l =235 nm.

2t-{" .Nr
I tl .-I A*
z
f
SI
VV COOH coofr

t-1
Ul.
NOi{
-HC1 Zrnh NOCl

Li.rlonen
nitrosoklorida

24
4.2.1.3 SCereoklnia l.16lCqr - Miencol

Dari segl sLereoktmla, monoterpen monosiklik yang mempunyai


kerangka p-mentan berkaican dengan sikloheksan. pada sikloheksan,
ksrformasi lqrrei adalah lebih stabil dari pada konformasi biduk, dg1
substituen yang berulcuran besar berada pada kedudukan ekuacorial.
Pergertian ini. ditemulcar pula, antara lain, pada menton dan mentol,

w." M

IkaCan aksial lkacan elcr:acorial


Kurs i Biduk

Mencon dan mer:tol masing-masing mengadurg dua(n = 2) dan riga (n =


3 ) atom karbon asimecri. Oleh karena itu, meton dapat mempJ.)yai erapae
(22) usrtuk y*g oprik akEif, dar: dua campuran rasemar.
Ked,-:a campura:-r
rasemat tersebut ialah (+)-mencon dan (+)-isomenton. Sedangkan, menic_
Ilempunyai delapan (23)-uenruk yang opcli. akcif cian empac
benrux
rasemat.

Ms:ton Mentol
l"lentol
Mencol diperoleh dari reduksi menEorr. pada reduksi
satu atom karbon asimecri yang baru dalam molekul mencol.
ini dicipcaka
Hub'ngan
stereo kimia ancara menton dan mencol dicir-rjukkan oreh
Bagan 5.1

Konfigurasi menton dan isomencon dicecapkan berdasarlcar


sifat-sifac
fisik dan kimia, antara lain merggtu-rakar kaidah Auwers-Skita.
ini menyacakan bahwa dari sepasang isomer cis-trans, isomerI(aidalr yang
mempunyai titik didih, indeks bias,
dar berac Senis cercinggi menpr.u:yai
strukrur dengan kescabilan cerendalu Dari segi konforrnasi,
kestabilal:

25
subsciCuen mempunyai
rerendah terdapat pada konformas! di nana
yang dernikian masing-
kedudukan aksial terbanyak. Dalarn konformasi
masing subsci.cuen aksial dapat menimbulkan
interaks! orbital yang
salingcolakmenolak,sehinggakonformasiiniberadadalamkeadaan
tegangan terirsar '
bahwa (+)-nencon
Berdasarkan kaidah Auwers-skita dapat diketahui
cian gugus isopropil yang
adalah isomer trans, di mana gugus metil dua pihak yang
cerikac pada lingkar s itLo6e"ts-"an Eerlecak pada
dari permukaan molekul. Sedarrgkan, (*)-isomglton
mempurryai
berlawanan pada satu
cerletak
konfigurasi cis di rnana guglls mecil dan isopropil
pihakyangsanradaripermukaanmolekul.Hal.halinicelahdibuktikan
ini' mentol ytrlg
pula denga. cara-cara Lain. Berdasarkan Penge.ahuall
dapat ditunjukkan
dihasilkan oleh reduksi kedua isomer menton ini
seperti tercancun pada Garlrbar 5'3

Gerbar 5.3 Konfigurasi menton dan mencol


-:- il
2<-
il (1) -Menton
( .,\.r
I '-,r.
nl
.i; j { lb)

I tJ .r. !lll l
()
\ tna OH -.
\.,,r/ " .oii H

H/-- -r
I

(25i

(.)-lsonrenron
o

( ld)

I
n
'oH $* ,$.-
H. -( , - ...(
I
(?e) (2g) ( 2h)
26
Bagan 5.1 }Lrhrrrgel Stereokimia l,kntql- t4entol

($ -Mencon (+) -Isomenton

(+) -Mencon -) -Menton


( (+) - Isomencon (-) - Isomenton

,.1
'l
H2
H2

1
(+) -Mentol ( -) -I4encol (+) -Isomencol (-) -Isomencol

+ + *. ..
+
, ( -) -lilecnentol (+) -l.iecnrentol -Lleosiunentol
(+) ( - ) -i'ieoiso-
mentol
(-)-lbomentol (+)-Neomencol (+) -Neosiomsrtol (-) -tteoisomenLol

Bila kedelapan isomer menror yang optik aktif (2a


berasal dari isomer mencon (.la _ 1d) diperhacikan dengan- 2g) yang
seksama,
ternyata bahwa pasangan-pasangan 2a zd, 2b 2c,
-
adalah bayargan cermin (erantiomer).
- ze - 2h, dart 2f - zg
Selanjurnya penetapan konfigtrrasi
dari keempat rasemat mentor, yang rnencaia:p kedelapan epimer mentor,
dapat dilalqrkan ancqra rain berdasarkan perbedaan
kecepacan dehidrasi
dari masing-masing epiner. Dari perbedaan ini diketahui
biihwa (+)-
nencol diwakili oreh pasangan 2a
- zd, e)-neomentor orJ;;;-;
- 2c, (f)-neolsomentol oleh pasangan 2e - 2r.. Keempat raser0at rpentol
tersebut di acas dapat pula disaj ikan menggunakan
konfigurasi kursi
dari lingkar eikloheksan yarg menuljukkan p.uta,konformasi
dari masing-

27
maslng substitrusl sePerti Eercanfum di bawah
j-ni. Pada kcnfigr:rasl inl
gugus isopropil yang berulorran besar mempnyai konformasi
elqJatorlal'

(t) Mentol

'-/
oHl {
rt
Ctl3 H
'CHt O

(
t ) -Iscniencol ( t ) -Neoiscmencol

Selanjutnya, penetapan dengan sinar-X menunjukkan bahwa konfi'gr:rasi


absoluc dari (-)-mengol adalah sebagaimana diwakili oleh 2a' Dengan
demikian, konfigurasi absolut dari (+)-mentol adalah bayangan cerntn
darL 2a, yaiori 2d.

4.2.2 latihan 2

Berilah canda (v) di bawah kolom "Benar" atau "Salah" yang gesuat
bagi pernyacaan berilqrt.

lilo. Pernyataan brrar salatl

1.., Sebagian besar mcnoterPen rnernpr.:uryai


kerangka karbon a-siklik,
monosiklik, atau bisiklik

2. d -Terpineol dan mentol rnasing-


masing mempllnyai kerangka karbon p-
mencan dan cuyan.*

28
lib. Pernyataar bnar salah

3. Setelah kerangka karbon diketahui,


pnetap& struktur suatu monoterpn
dilanjutlcan dergan penecapan le cak I

gugr:s fmgsi dalarn kera:gka karbon I

itru.

4. Senyawa aroma[ik yang dihasilkan


dari aromatisasi lirnonen dan karvon
bukan tun:rnn p-mentan

5. Karvon bereaksi dengan


hidroks ilam in menghasilkan karvon
oksim yang idenci-k dengan Iimonen
nitroso klorida.

6. Srrukcrrr limonen dapac dicetapkan


bila struktur rl -Eerpineol
dikecahui, acau sebalLlcya.

7, Suatu cara sintesa uncuk ft -


terpineol cidak dapar dianggap
sebagai cara Lncuk sincesa kanron.

8. Limonen dan terpineol cidak


nengandr.rrg atorn karbon asimetri.

9. Dalam molekul (1)-menron dan (+)-


isomenton hubungan antara gugus
rnetil dan isopropil masing-masing
lalah trans dan cis.

10. Pada reduksi kacalikrik dari (+)-


meton dihasilkan dua isomer mencol
ytrrt opcik akcif.

29
Krinci Jalaban l,atitran 2

Periksalah Jawaban Anda deng,ar Kr.rrci latitran ini:

1. B 6.8
2.S 1. S
JC U 8.S
4.S 9. B
5. S 10. -q

Bila Anda hanya clapat menjawab dengan benar kurang dari 8 soal, bacalah
kembaii Kegiacan tselajar 2 ini.

4.2.3 Ratgla"nnan

Monoterpen, sebagaimana halya dengan senyawa organik bahan alam


lainnya, mempr-rryai kerangka karbon yang banyak variasinya. Oleh karena
i-tu, Denetapan scruktur merupakan salah satu bagian yang panting dari
peneaahuan kim ia organik monoterperL
Pececapan sCukfur monoterpen, mengilcrti suatu sistematika Certentu
lazimnya dimuiai, dengan penetapan jenis kerangka lcarbon Jenis kerargka
karbon suacu monoterpen monosiklik antara lain dapat dttetaplcan oleh
reaksi dehidrogenasi menjadi suatu senyawa aromatik (aromatisasi),
nrisalnya aroinatisasi limonen nrenjadi p-simen atau karvon menjadi
karvalrol. Penecapan scrukrur selanjurnya ialah mensrtuln letak atau
posisi guglrs fi:ngsi dari senyawa yang bersanglo:tan di dalarn kerangka
karbon Eersebut. Posisi gugus fungsi dapac diketahui berdasarkan
penguraian oksidatif. Cara lain ialah mengubah senyawa yang
bersangkutan oleh reaksi-reaksi cercentu menjadi senyawa lain yang
celah diketahui scrukturnya. Dengan perkataan lain, saling mengkaitkar:
gugus flr:gsi senyawa yang bersangkr-rran dengan gugus fwrgsi senyawa lain
yang riernpunyai kerangka karbon yang sama. Pembuktian struktur suatu
senyawa akhirnya didukurg oleh sincesa senyawa yarg bersanglo-rtan- dari
suatu senyawa yang diketahui strLrkturnya.

Stereokimia monoterpen monosiklik curunan p-mencan erat kaitannya


dengan stereokimia lingkar sikloheksan. l,lolelqll senyawa-selryawa ini
ruempunyai konformasi kursi yang Iebih scabil dari pada konformasi
biduic Dalam konformasi kursi sebagian besar subscituen mempunyai
kmformasi ekuacorial tmtuk menghindari timbulnya antaraksi orbital
ancara sesama subticuen aksial yang mengakibackan tegangan.

30
4.2.2 Tes Fiorsatif 2

Lingkarilah a, b, c, atau d pada jawaban yang Arrda anggap paling


tepat.

1 ) l4crntbrpen npnosiklik ancara lain cergolong c\rrunan hldrokarbon:


a. 2,6-DiJDeiloktana dan p-mentan.
b.. p-l"la:can dan gon-dimetilsikloheksan.
c. p-llentar: dan karan.
d. Iridan dan pinan.
2) Kerangka karbon limonen sama seperti karvon. Hal ini dapac
dibLlktikan karena kedr.ra-dtranya.
a,. Pada arcxnatisasi menghasilkan cun-uran p-simen.
b. Oprik aktif.
c. Menyerap 2 mrl hidrogen pada hidroga:asi berkatalis.
d. Dapat disintesa dengan menggr.-ulakan smya\ara yang sama.
3) Limonen dapat dibedakan dari cerpinolen, karerra:
I
t
a. Keduanya diperoleh dari dehidrasi a -terpineol.
I b. Limonen pada dehidrogenasi menghaslrkan p-simen, terplnolen
cidak
c.
a

L
Keduanya mengandurg atcm karbon asirnetri.
I d- ' Pada penguraian oksi,datif, terpinoren dapac menghasilkan
I aseton, limonen tidal<.
1

t 4) Terpinolen dapat bereaksi dengan nicrogil klorlda. Nitroso klorida


yang dihasilkan:
g
a. ldmci-k dengarr limonen nitroso klorida.
n
b. ' Berwarna bin:.
l'l
c. Tidak berwarna seperti linonsr nitroso klorida.
t d. Terpinolen tidak bereaksi dengan nitrosil klorida.
5) Karvomencon dapac nrenjalani reduksi Wolf-Kishener. pada reaksl 1nl
a,
dihasilkan:
i a. Mencon.
i b. I I'{encol.
i c. Lfunonen,
I d., pMencan.

31
6) Kawonentot, pada hidroiieqasi berkatalis mergtrasilk& kanromentol'
konfigurasl
Harggtnakan tatanama ytr sama sePerti menton-mertcol,
(D)-kanPnentol ialah:
h
4.,
OHH HH

Hec I I -*' /\ r+---4


Hl'J'4l-----J
"t"{}=__l
lvt

H
"OH
H

c.

'H
rr3v

7> Perbedaan sCereokimia anCara (+)-mencon dan (+)-isomenton


disebabl<an karena:
a. Perbedaar: kerangka i<arbon.
b. Perbedaan letak gugus karbonil dalam molekul'
c. Perbedaan jr-rnlah atom karbon asimetri'
d.. Perbedaan konformasi dari gugus meEil dan gugr-r.s isopropil.

e) Bila lirmren dan terpinolen bereaksi dengan hidrogcr klorida, maka:

&. Lirrcnsr msnb,entuk dihidroklorida, cerpinolen tidak'


b, Terpinolen rnsnbencuk dihidroklorida, lirpnen cidak.
c.. Keduanya mslrbentuk dihidroklorida yang idencik'
d. lGduanya manbentuk dihidroklorida yarg berlainan'
4.1,5 thpan Balik dan Tindak lanjut

hasil jawaban anda deng4) I(lslci Jawaban Tes ForrcacLf 2


Cocokl(atlah
ya4 ada di belakag modu-L ini dan hitu-rglah jurolah jawaban ada yang
bnar. Kemudian gr:rrakalfah rumus di bawah ini r:ntuk rnengetatlrJi tingkaC
prtguasa.tr) sda dalarn materi Kegiatan Belajar 2'

32
Rnre:
. | ...i
.:, ,J

tingkat peguasaar .lrnfafr javraban arda y*g b.r*


= x loG
8

Arci ttngkat penguasaan ,** anda capai.:

9M - 100% = baik sekali


802 - gig9. = baik
702- 797.=seda'g.
- 691/ = lo:.rang

Iklau Anda mencapai tingkat pengulsaan g0z


menenrskan dengan Kegiatan Belajar
ke ataa, anda dapat
3. Bagual Tetapi kalan ni.trt srda di
harus mengurangi rcegiarar Berajar
ff"lj}rlo" 2 rerurama yarrg belum

a
E
E

33
4.3 l(eg,iatsr Belajar f
SIXIJSA.SI MN PENATAAII UIA}6 ITAGNR-HMSTEI'N

4.3.1 Llraisr dgr Oontoh

4.3.1.1 Sikllsa.si Gersriol. Nerol. dan ijnalol

Geraniol, nerol, dan linalol ketiga-ciganya adalah alkohol ini


monocerpen asi-klik yang isomerik sacu sama lain. KeCiga alkohol
diCemul<ar: di alarn sebagai komponen dari beberaPa
jaris minyak aCsiri'
ruisallya geraniol dalam minyak sereh, nerol dalam: minyak neroli, da:
lir:alol dalam minYak mawar.

Geraniol dan nerol adalah isomer geomecri-, di mana geraniol


nqr-u:yai konf igurasi trans sedangkan nerol melpu:yai konfigurasi cis '

H^OH
/-

cH20H

Geraniol Nerol Lrnalol


(trs,s.) (gle)

Keciga alkohol ini mempunyal gugus alil alkohol, -Q-c-c-oH,


shlngga salah satu sifat kimia yar cerPentirg dari ketiga alkohol
lni
ialatr lsomerisasi yang saEu menjadi yang lain. Isomerisasl tnl
rret1paka1 salah satru congoh klasik dari penaCaan ulang alfk yag daPaC
dirryatakar sebagai berilo:t.

I r\ +
-;G
e'+ - ...+
'l
-oH C + Olf
-Q=C-C -Q-
It
rtl I

[t
I

Al-11 altcohol l(atlcn altl

34
oreh karena itu, lrnarol nrsalnya, dalam auaoana aaan dapat
berleonerisasl menghaslllcan geraniol darr nerol dengan meksrlsna eepercl
Lercantum pada Gambar 6.]. Dengan adanya ton hldrogen, ltnalol
berlqnlsasi membsrtlrk kation alll. Ion karbonlun ini negonerlk dengan
lon karbonium di .mana multan positif terlokalisasi pada
ujunq, = cH2. Penggabungan ion hidroksida dengan ion-ion $us rnetilen
karbonium
tersebuc selanjurnya rnbnghasilkan geraniol dan nerol.

rsomerisasi ini adalah reaksi bolak-balik, sehingga geraniol


misalnya, berisomerisasi oleh kacalitas asam menghasilkan camFlran
yar
Eerdiri dari geraniol, nerol, clan linalol melalui mekanisma reaksl yang
safila.

C,mbar 6.'l Iscmerisasi linalol

Linalol
-Hzo

fi kaCion

-,ttt
atit
f
Hro
zL

I
I
{-J--
-H* Atr-a,:
*cHrou
l+
-/*Sy A
i
Geraniol
i-':i'.-'. t
)r
(

Nerol
lt
cH2oH

Geraniol, nerol, dan linalol mudah pmla


bersiklisasi oleh
asam menghas ilkan a -Eerpineol Percobaan-percobaan mem.urjukkankaialie
bahwa
sikllsasi ind berlangsung rebih lancar pada
geranlbl' Kenyataan ini disebabkan karena nerol dibandinglcan
konfigurasi
rebih mensr-rnrungkan unruk u"ri""g";il;;r?;;;", cis dari nerol
konfigurasi trry dari geraniol. - -a-'r ;i pada
'-^"*"^ ve

35
,A.-'ttrot _H* ) (.."*
c
\,
,'
Geraniol a -Teri-'rrr:eol tinalol

A ,^/

t..- cH2oH

A
Nerol

percobaan-percobaan menunjukkan pula bahwa linalol yang opcik


akctf pla'
aktif , pada,siklisa.si romgbasillcan a -terpin'eor yang optik
Pengamatan ini menunjukkan bahwa siklisasi ini
berlangsung secara
stereoisomer
stereospesifi-lc Artinya, reaksi menghasilkan hanva satu
dari dua stereoisomer acau ]ebih yang mungkin' Hal ini dapat
dlterangtan bila siklisasi berlangsung dengan mekanisma
beruntun' di
mana arah dari penugupa: cincin sama dengan arah dari kedudukan gugus -
OLI semula Yang disingkirkan

cH3
CH:
)o/
(, /-___/1 +
C o-H
\ ,F, I
H
\--l
Llnalol

H. + It cH"

(--H* Wr
a-TerPineol

36
Bukti dari reksrisna ini antara lain diperoleh dari realcsi delridrasi
sikloheksenol sekr:nder berikuc, di mana serangan oleh nukleofil:B-
terjadi. pada pihak yang sana dengan ar.ah kedudukarr subscicuen -oH
sernrla, relatlf terhadap subscicusr -R.

HB

-i
4. 3. 1 . 2 Siklisasi Sirrcrrelal
Sicrcrrelal
diEenn-rkan di alam dalam kedtra bencuk enanciorrer (+) dar
(-), anEara lain dalam minyak sereh. Sicronelal juga rnr-rdah rengalarni
siklisasi yang dikatalisa oleh asam menghasilkarr campuran ncnocerpsl
rstosikrik yang terdiri dari isopulegor, pulegor, dan nencon.
(,

I
r
E

i.

Sltronelal I s opulegb 1 Pul ego I Bentuk enol Henton


menton

Percobaan menunjukkan pula bahwa (+)-sitronelal yang optik akclf


bersiklisasi dalam suasana asam menghasilkan (-)-isopuregol. senyawa
yang cerakhir ini pada hidrogenisasi berkatalis rnenghasilkah (-)-
mentol' llasil percobaan ini- menunjukkan bahwa siklisasi sitronelal
berlangsrrrg secrra sEereospesifik dengan mekapisrna U"o-n.,.-
*tro,i-"r"
realcsi lni dapat disajikan sebagai berikut.

37
H
ca
ar-{
I

(+)-Sicrmelal
f*- H

H 1".
I

HH
(-)-I.tenof (-)-Iscpulegol

/{.3.1.3 Siklisasi Turtrnan Sitral

Siklisas i- rrDnoterpn asiiclik mnjadi t'lu'roterpen mroslklik dlalant


pula oleh sicral dan tun.rrannya. Dalam suasana asam, sitral urJalanl
siklisasi rrenghasilkan p-simen. Siklisast ini analog derrgar siklle8si
si cronelal seperci dicerangkan di atas, dan mengikuci tahaP-tahaP
realcsi sebagai berilqrt

a\
lc
I

ran
/.u H+ -H20 -

HeQ
H
)
\r, H
-r, Q
p-Sinen
sitral
Sicral dapat pula rmlalqrln slklisasi dari jenis lain, bila gugus
fungsi oksigen dalam molekul sitral terlebih daLrulu dilindungl.
Itlsalnya, siEral percama-Cama dikondensasikan dengan anilin
menghasilkan sicrilidenanilin. Senyawa yang cerakhir ln1, pada
perlakuan dengan asam bersikllsasl dan diikuci oleh hidrollsa
menghasilkan siklositral yang mempunyai kerangka karbon darl gem-
dimetilsikloheksan. Srgus fungsl oksigen darl eitral dapat pula
dilindungi melalui konden dengan aseton. Sitrilldenaeetron yant
dihasilkan bersiklisasi menghasilkan ionon, yang berbau wangl bunga
mawar. t'lekanisma dari siklisasi turunan sital tersebut di atas
trcancum pada Gambar 6.2.

38
C'aubar 62 Slkllsasl TLEunan Sltral

/,1r*o
\.j\
ffircH=NPh
-# \-\
H*
CII=NPh

Sitral Sicrilidenanilin

0
il
CH3CCI{3
oH-

Siklosltral

o
I ll
t H+
I
P
Sitril icieaseton
Ionon
q ,3 . t .4 Penataan UIar g Wagre r-M,gen"e in

Senyawa-senyawa llDnoterpen bisiklik, misalnya turunan hidrbkarbcrr


pinan, bornan, isokarnfan, dan isobornilan, nempr.rryal suatu clri khae
yakni rm:dah sekali nengalami perubahan kerangka karbqr dari jenis yang
sau: renjadi jenis yang lain. l4isalnya, o -pinen, suabl tunl,ar plnan,
bereaksi dengan hidrogen klorida anhidrac rnerrghasiltcan bornil klorlda
yarrg keran8ka karhxrnnya tldak eaue seperci aenyawa, eernrla.
Selanjutriya
la bornil klorida uengaLaml dehi-droklorirtrasi menghasilkan kamfen, euatu
L. curuntrr isokanfan. Kamfen dengan bidrogerr klorida bereaksi mrghastlkar
n isobornir klorida, yakni scereoisoner dari bornil klortda.
a
e
F
.a c1 r.'
HC1 -HC1
rg
,p
c1---t HC1
-r-.t
. H.''
t 4,"-
itl
a -Pinen Bornil klorida l(arfer Isobornil klorlda
(i-.. i;
<.1- - t)

39
Perubahsr kerargta lrbon dalarn reaksi-reaksi seperti pada ccntoh
di acas adalah penataan ulang yang melibatkan ion karbonium, yang
diseh:c penata"art ulang Wagner-t"leerwein. Penataan ulang ini sangat mrdah
berlargsung dalam pelarut yang polar dan dikatalisa oleh asam, hnl int
rernnjulckarr bahwa penacaar ulang ini bersifac ion.
Terjadinya penacaan ular,g ini disebabkan karena adanya perpindahan
1,2 yarrg rmlibatkan pasang& elektrcn dari suatru ikatarr karbon-karbon.
Perpindahan-'l ,2 ini di-awali oleh proconasi dari ikacan rangkap atau
iqtisasi dari ikacan C - CI, nembennrk ion karbonium berjembacan. Pada
ion karbonium ini, atom karbon yang mengikat acom klor acau yang
mempunyai ikacan rangkap semula. Adapun muacan positif dari ion
karboniun ini cerdistribusi di ancara ketiga acom karbon cersebut.
Seturuh proses ini- dapac disajikan sebagai berikuc.
//c I
1/
zc-c..:l-c- ).1 _C
r l, I ,'+t. Yrl I

,^7
I

.C\ r -c
-ct\ c
Itr
\=- t- -c -c_
Y
\-H.

Perpindahan pasangan elekcron cersebuc di aEas nerupakan serangan


dari arah belakang cerhadap atom karbon yang nengandr.r-rB ikacarr rang!<ap
acau yang mengikat acom klorida, yang analog dengan inversi l.jalden.
Serangan selanjutnya atas ion karbonium berjembacan yang dihasilkan
juga terjadi dari arah yang berlawanan dari arah jembacan karbon.
Dengan cara ini, terjadi inversi pada acom karbon yang dicinggalkan
semula. Dengan perkaraan lain, keseluruhan proses yang meliputi
proEonasi acau ionisasi, penacaan ulang, dan serangan cerbadap ion
karbonium berlangsung secara beruntun. hngan mekanisma inl, maka
kesterospesifikan dari penataan ulang Wagner-Fleerwein yang unngbasllkan
suaru scereoisomer (bornil kloridh) dari beberapa scereoisorrrcr yang
urglin, seperci pada concoh di aras, dengar nudah dapat dipahaml.
Selanjuurya, berdasarkan rneicanisnra ini, perubahan a-pinen mrjadi
bornil klorida, kernudian dehidroklorlnasi menghasilkan kamfen, dan
selanjucnya Penbahan rnerrjadi isobornil klorida dapat dittnjukkar oleh
cahap-r-ahap reaksi seperci tercantun pada C,ambar 6.3

40
C,anbar 63 kratasr ularg hagner-Heerveln a -plnen,
borntl klorida, dar kanfsr

s=
aPinen
H'

Y Y
R l-,'.
-cf

Bornil otortau(br
cl- f--1\
,*-L{)\cr
ir+

Kamfen

l
j
Penataan ulang wagner-Meerwein
.melibatkan perpindahan elektron seperci pada contoh di atas
yang merupakan bagian dari ringkar
molekul. Akan cetapi., dehidrasi kamfenilor
perpindahan elekcron yang merupatcan misalnya, terjadi dengan
bagian a*, substituen pada lingkar
moleiarl, yaicri gqgus mecil. Perubahan
Namecki-n, juga sering dicemukan
ini-, yang diseh:t penataan ulang
pa.da monoterpn. :. , , ,

(\
\ gr+-,4-=---z
,r, (n
V-
-H+

lGmfenilol

4.3.2 larihan 3
-:-
Berilah tanda (V) di bawah kolom ,,Benar,, atau ,,Salah,,
dengan pendapac anda. 'Lqq rclr'lrr' yani
yang sesuai

41
Kedua isomer geraniol dan nerol'
masing-masing nernpr-rryai kmrflgr'rasi cls
dan trans.

llerol
derrgm katalis asam berisomerisasi
merghasilkan geranil melalui kation alil

Siklisasi geraniol menjadi linalol


menyebabkan terjadlnya perubahan
kerangka karbon dari asiklik menjadi
rrcr:osikl-ik.

Geraniol, nerol, dan linalol masing-


masing menganding acom karbon asimetri
dan dapat berada dalam bentuk opcik
akcif.

Linalol yang oPtik aktif bersiklisasi


menghasilkan c -cerpineol yang opclk
aktif. In! berarci, siklisasi terjadi
der:gan mekanisma benntul.

Siklisasi . sitronelal menjadi isopulegol


terjadi EanPa perubahan kerangka karboru

Pada konfigurasi (-)-isoPulegol,


konfornasi gugus metil dan isopropil
bertnrh:ngm secara trans.

Sicral, sikloslcral, dan ionon temasuk


tunnan gem-dimetils ikloheksan.

Penataan ulang Wagner-I4eerwe in adalah


penacaan ulang karbonium.

Penacaanulang Wagner-Pleerwin dan


Nanetkin melibackan PerPlndahan
elektron ikaEan yang merupakan bagian
dari tingicar rnolelqil.

42
Kunct Jaqaban I-acihn 3

Periksalah -Jg*a!qn Anda dengan l0.nci Latihan ini:


i. s 6.S
2.8 7. B
3. B 8.S
4.s 9. B
5.8 10. s
tsila jawaban Anda yang benar adalah kurang dari g, bacalah kembaii
Kegiacan lklajar 3 ini.
4.3.3 Ranglqnan

Siklisasi adalah salah saru reaksi yang sairgat mudah rerjadi pada
salyawa-senyawa monoterpen asiklik menghasilkan
monocerpen monosiklik.
Siklisasi ini berlangsr:ng dengan melibatkan ion karboniu:1, yeg ancara
rain dihrasilkan dari proconasi ikatan rangkap, gugus hidroksir,
acau
gugtls karbonil oleh katalis asam.

stereokimia dari reaksi siklisasi dapac diikuti dengan cara


manggmakan monoterpen asikrik yar optik
akrif. Dalam hal ini, reaksi.
yang stereospesifik akan menghasilkan
salah satu cjari dua atau
lebih tsomer opclk yang mungkin, atau ha:rya
merupatan hasil utama dari
reaksi' Reaksi yang stereospesifik memberi petunjuk
berlangsu-tg - bahwa ia
dengan suatu proses yang ben_curl
Senyawa-senyawa yang termasuk monoterpen
' mengalami penataan urang wagner-l,1eerwein,
bisiklik
mudah sekali
dimana senyar,ra kerangka
bisiklik tertentu diubah menSaai kerangka bisiklik yang lain. penataan
ulang wagner-l"leerwein dimulai dari pembentukan
diikuti oleh perpindahan-1,2. perpindahan-r,2 ion karbonium dan
ikatan yang merupakan bagian dari Iingkar ini meribackan elekcrm
molekul. Stereokimia dari
Penataan ulang waqner-Meerwein dapat diikuti dari
dihasilkarnya' da'n reaksi. yar atereospesrflk isomer yanz
merru-rJukkar: proses reaksl
yang benn-rcu-r.

Penataan .l"tg dapat juga terjadi


dimar:a perpindahan-1,2 melrbacka:
elektron iliaran yang bukan *u.Jp"k""
i"i;'.dari
Reaki ini disebut penataan ulang |hmeCkin. lingkar molekul.

43
--_-a---

4.3.4 Tes Fbrmatif 3

I ) Sitronelol (lihat Daftar 42) cidak dapat melalq.rlert penataan ulang


aliklik. Ini disebabkan karena:
a. Sitronelol adalah alkohol tak jeuh
b. Sitronelol bukan suatu dienol.
c. Sicronelol tennasuk nonocerpen asiklik.
d. . Sicronelol bukan suatu alil alkohol.

2) Dengan katalis asam, linalol dan geraniol dapar diubah yang satu
mejadi yang lain Hal ini disebabkan karena:
a. Linalol adalah i.sorner geraniol
b. linalol adalah alkohol tersier, geran{ol alkohol prLmer.
c. . Reaksi melibatkan kation alil yang sarrn.
d. Dalam kondisi reaksi, keduan'rya dapat mernbsrcuk ion karboniu-o.
3) Pada isornerisasi nerol menjadi gerariol oleh kacalis asarn, kat.icn
alil yang terbentuk ialah:
l. .b. c.. d.'Hibrida dari a,
4..,cH2* *r* b, dan c.
(
-\
4) Geraril asecaE dapat bersiklisdsl sejenis deng,an siErilido asetorL
t{asil siklisa.si ini trrcara laltl ialah:
o
II
3. b.,
CHroC CH3
H2OCoCH3

Gtt2ococH3
c. d
Ceracril asetat ff"oco!H: fft*ocH3
5) Geranlol berslkltsasl dalam asam as ecac menghas ill<an a-terpintl
aseEat. Senyavra antatra dalan reaksi siklisasi. ini disajikan oleh:
8. b;. Q'-cHr
\o'r

C. cr'H;:,
d. Hct
il cH^
J

44
6) Bila (-)-sitronelal bersiklisasi menghasilkan suacu epiner daql
isopulegol yang optik akrif, maka konfigurasi dari isopulegol
cersebuc ialah:
a. I u.
\,,HI
'l'{_=.-
I
\ .',
I I I
I I
H H
OH CH^
J

d.
\.'\---=-\
's\-\zn I

cH" i
) CH:

7 ) Penacaan ulang dari monoterpen bisiklik dapat terjadi }carena


Proses:
"amy"
a. Pembentukan ion karboniu.n.
b. Delokalisasi nn-raLan positif.
e- . Pembencukan ion karbonir:rn yang diilqrti perpindahea:-'12,
d. Proconasi ikatan rangkap atau ionisasi ikatan yang bersifat
ion.

8) , Dehidrasi borneol oleh kacalis asan terjadi dmgan perraEaan ulang


l.jagner-l"1eerwein. Senyar*a yar:g dlhasilka: ialah:
l'. a. b.
("Yo' -Hzo
\-/
-)
H^ Borneol a
c. d.
J

4. J.5 lJnpan tsalik dan Tindak Ianjut

Cocokkanlah hasif jawabl anda dcrgan Kr:nci Jawaban Tes Formatif


3
yang ada di belakang modur ini dan hicunglatr jumrah jawaban anda yarg
benar' Kemt[iian gunakanlah rurmus di bawah ini r-urtuk mengecalnri cingkac
pergisaan anda dalam maceri Kegiatan Belajar 3.

45
Rsrs:

Jr-rnlah jawaban anda yang benar


Ttrgkac pslguasaarr x 1002
I
Arti tingkac pslguasaan yar\g anda capai:
902 100% balk sekali
8(y" 89% baik
tvh 79X sedang
697 kurang

Kalau anda mencapai tingkat penguasaan 802 ke atas, anda dapat


neneruskan dengan KegiaCan Belajar berikucnya. Bagusl Teta;i kalau
nllai anda di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiaran Belajar 3
terucrma yang belum arda kuasai.

46
5. Knrci Jaaban Tes Foraacif
5.1 Kr-u'rci Jacaban Tes Foruatlf 1

1 ) (d) Jawaban a dan b jelas salah, karena banyak sEnyawa organik yar:g
bukan terpenoid mengandung hanya c dan H atau c, H dan o.
Jawaban c juga salah, karena minyak atsiri di samping cerpenoid
juga mcrgardurg lain, misalnya senyawa aromacil<. Jadi,
jawaban d adalah'enyawa
yang benar, karena isopentenil pirofosfac
adalah unit isopren biologi yang menbangr.*: molekul cerpernid.

D (b) esam asecaE (c2) dan asam mevaronaE (cp jelas ci,dak mempunyai
kerangka isopren (CS). Jar+aban yang be1"ar ialah b.

3) (b) Isopren tidak dicemukan di alanr, oleh karena itu jawaban a


jelas salatu Dimecilalil pirofosfac acjalah hasil isoneri.sasi
isopencenil pirofosfa[ uncuk memulai perggabr.u-:gar: kepala-ke-
ekor, tetapi tidak digur:akan dararn porimerisasi u:ic isoprm
.seranjutnya. oleh karena itu, jawaban yang benar iarah b.

4) (c) esam asecac,asam mevaronaE, dan isopencenil pirofosfac adal-ah


senyawa-senyawa yang terlibac dalam pembentukan cerpenoid
umumnya. sedangkan geranil pirofosfac adalah senyawa
antara
yang spesifik urcuk monoterpen. Jadi jawaban yang
lebih cepac
i_alah c.
, :

5) (b) Bisabolen adalah suatu seskuiterpen yang dirurunkan


oreh
reaksi-reaksi sekunder cqrhadap senya$ra anEara farnesil
pirofosfac. Oleh karena il;.jawabaan yang benar adalah
b.
Jawabana salah karsra geranir pirofosfac adarah senyalra antara
bagi mornterpen, sedangkan jawaban d bersifat
unrum. Jawaban c
cidak spesifik, karena farnesir pirofosfat yang dihasilkan
masih dapac bergabung dengan isopencenir pirofosfac
manghasilkan geranil_germil pirofcfac.
9) (d) Jawaban yang benar iarah d, karena
sekari t':ic dinetir arir
disediakan oreh dimetiralil pirofosfac, .nir
ini terah

7) (d) Jawaban a dan b salah, karere rceduanya


mengtrasilkar oqrocerps:
asiklik. Jawaban c juga ridak-."p"i k";;;.;;;;"r"
menghasilkan monoterpen monosikritL
Jadi jawaban yarg benar
ialah d.

47
8) (a) Jarnban a adalah yarg bertar karsra atom karbon lt aitemui<sr
padauntt-r.rnlt lsopro sebagain4a dfharbpkari dart penggahngan'
secSra kepala-ke-ekor. :

5.2 Ktnci Jarabin Tes Fbrrnacif 2

r) (b) Jelas, janaban yang'benar adalah b.


't.
2) (a) Jawaban yang tepat ialah a, karena Jawaban yang laln Cidak
spesifik.

3) (d) Pada penguraian oksidagif dari ranCai samping, terpinolen


nenghasilkan aston sedarglcan limqren menghas ilkan fomaldehid.
Jadi jawaban yang berrar ialah d. Pada dehidrogerr,asi terpinolan
juga akan dihasilkan p-simen, sehinngga jawaban b salah.
Sedangka: jawaban a dan c jelas salah.

4) (b) Karena posisi kedua ikacan rangkap dalam molei<rrl terpinclen dan
limonen berbeda, maka nltroso klorida ya:rg di.hasilkau'rya Juga
, berbeda. Adisi pada ikatan rangkap dari ranEai samping
Cerpinolen, ya\g mengikat 4 atom karbon lain, akan uengfr.asilkan
nitroso klorida yang berwarna biru. Oleh karena itu, jelas
jawaban yang banar adalah b.

5) (d) Reduksi Wolff-Kishner ruengubah gugus keton menjadi gugus


metilen, -CHZ-, sehingga oleh reduksi ini karvomencon akan

5) (a) Henuruc talanama ini, karsomencon analog dengan IDenLon


(isomentcnr analog isokanromenton). Denan demlkia'r kcnfigurasi
karvomencon sama Seperti mengon, dimma konformasi gugus metil
dan isopropil berhubungan secara trals. Begitu pula,
karvomentol anlog dengan mentol dimana konformasi gugus
hidroksil berhubtrngan secara crans dengan gugus metil. Jadl,
jawaban yarg benar ialah a.

7) (d) Konfonnasi ;gugus metil dan isopropil berhubungan secara tranq


pada (+)-mencon dan cis pada (+)-isomenEon. Oleh karena icu,
jawaban yang benar ialah d. Kedua rasemat cidak mempunyai
perbedaan'dalam hal kerangka karbon, jumlah atom karbon
aeimetri, maupun posisi gugus karbonil, sehingga jawaban a, b,
dar: c jela.s salaLu

48
8) (c) edisi.'hidrogen klortda pada ltnoren nauptn terplrnlen nengltoai
kaidah Markowrikoff, sehtrrgga dlhLdroklorida yang dihasilkan
- kedua senyawa ini adalah ldencrk Jadl, jawaban yang benar
- ialah c.

5.3 Kr.nci Jawaban Tes Itmatif 3

1) (d) Jeras, jawaban yang benar adalah d, karena slcronelal tidak


mempunyai gugus ali.l yang dlperlukan urrtuk penacaan ulang
alilik-
(c) ronisasi. linalol menghasilkan kacion rinalil, sedangkan
gerariol ma:ghasi-lk n kati-on geranil lGdua kacicn ini adalah
kacion alil yang dapac berisomerisasi menghasilkar hibrida yag
sana. Oleh karera itru, jawaban yang benar ialah c,

(d) Seperti- pada jawaban soal nomoT Z, kaCion nerll dan kacion
geranil berisomerisasi nelalui kation linalil ruenghasilkan
hibridakation yang mewakili a, b, dan c. oleh karena itu,
jawaban yarg berar adalah d
(b) Mengikuci rnekanisma yang sama seperti pada sitrilidmaseccn
rnaup-ln sicriridenarin, maka jar+aban yarg berar ialah b.

(b) pada reaksi ini, pemutusan ikatan c - ol{ dari geraniol diihrti
oreh siklisasi, dan selanjutnya diihrti oleh seranan molehrl
asam asetat secara benritr-s-r. Dala.m hal ini, ftrgsi nolelsJ.l air
daram siklisasi oleh asaa biasa digantl oleh molekul aaarp
aaetat. Jadi, jawaban yarg brtar ialah b.

6) (c) (-)-sitronelal adalah enanriomer dari (+)-sicronelar. oreh


karena itu, menyimak mekanisma slkllss.si dari (+)-slcrmelal
seperti Eercantum pada hal. 25, maka jawaban ysrg benar talah
c. Perbedaan dergan (-)-sicronelal ialah dalan hal lqrfornas!
dari gugus mecil yang berhubr:ngan dengan gugus lsopropenll
secara cis.

7) (c) Penataan ulang dari monoterpn bistklik, baik wagner-l,leerweln


maupu'l Narnerkin, hanya terjadl bila ada perpindahan elekcron
yanS mengikuci terbentuknya ion karbonlum. oreh karena lc,u,
j awaban yang bnar larah c. Jawaban yag rain berlalqr r.rnuo bagi
senyawa organilc

49
(c)Penataan ulang Wagner-l'teerweint pada dehldrasi borneol dlawali
oleh ionisasi gugus hidrolcsil, analog dengan ionisasi ikatan
GCI pada bornil klorida. Oleh l<arena itu, ion karbonium yang
ditlasllln dari borneol sama sePertt yang berasal dari bornil
.brida. Proses selanjutnya akar uenghasilkar kanfen yalol, c,
sehingga c adalah jawaban yang benar.

50
6. Referenst

A.R. Pinder, The Chemistry of the Terpe{res, London: Chapman & Ha11
Ltd., 1960.

James B. Hendrickson, The Molecules of Nature, New York: W.A Benjamin'


Inc.1965.

P. de Mayo, The Chemistry of Natural Products, Vo1. II: Hono and


Sesquiterpnoids, New York: Interscience Publlshers Inc., 1959.

51
BUKU MATERI POKOK 2

ITMU KIMIA STERIIIO

PK|M4438/2SKS/02

KIMIA ORGANIK
BAHAN ALAM

Oleb (

Prof. Dr. SJerneul Arlfin Actuad.


InEEAR ISI

ltalarnan

1. kngantar 52

2. Tujr:an lnscruksional [.tur"rn 52

3. T\:jr:an Inscruksional Khrrstrs 52

4. iGgiacan tIajar

Kegiacan Belajar l: tu -'


KIASIEIKASI mN STRUKflIR srffiorD
Ltaian dan Concoh 53
T --i,*^-
i_r,LIild.il I
64
Rargkrrren
65
Teslbrmatif l 65
Upan balik dan Tlndak IanjuE 68

Kegiacan Belajar 2: StFef-.SfFaf, STEICIID


l-!:raian dan Contoh 69
lacihan 2 79
Rangkuman
80
Tes FonnatLf 't 80
IJmpan Balik dan Tindak knjuc 82

Kegiaran'Belajar 3: slruKruR InN KEr[rIrhN s:IERorD


Uraian dan Concoh 83
lacihan 3 91
f<angkurnan
92
Tes Formatif 3
92
&ryan Balik dan Tindak IanjuE
94

5. Kirrrci Jar.abarr Tes Fonnacif 96

6. Referensi
99
Iu{U T(I}'{IA STBilID

i. Pmgantar

Pada mocul percama ,rnda celah mengenal suatu golc'ii.r1;ur ,senyakra


organik bahan alam, yalcri cerpenoid yang msnpi.u'ryai keragarnan BErdkEnr
rnengikuCi suacu pola tertentu. Pada nrooul percana Anda Juga Eelah
nengenal asal usul biogenecik dari cerpenoid, sifat-sifac yang
nrerupakan ciri klns beberapa kelomlnk terpernid, serca peudekatan yang
ciapaC ciigrnakan dalarn penentuan struktur terpenoid.
Modul kedua ini akan fitenguraikan suatu pengeLahi:arr ,;as.a.r dari
golongan senyawa organik bahan alam yang lain, yahoi steroid" Oleh
i<arerra asal usut bioga-retit< Oari sceroid mengikuti reaksi-realc.si pokok
yang sana, maka golongan senyawa irii mempr:nyai .:eragka dasar karbcn
yang sama pula. I,lengingac hal ini-, maka uraian mengenai sifat-stfat
kimia steroid direka.-rkan pada reaksi-reaksi standar dari gugrrs:g*nt
fungsi sederhana yang iazirn ditemukan pada steroirj. Akan retapi,
tinjauan mengenai reaksi ini dikaitkan dengan stereokimia ctari sterold
rnergiio-rti konsep-konsep yar berlaku umrlm. TaEa narna dar:i steroid juga
dikernukakan, yar mencermini<an stereokimia dari golongan" sen.rawa tnl.
Selyawa-senyalta sceroid berhr:burgan era! dengan beberapa h:rnsr dan
keakcifan biologis yang lain. Oleh karena itu, dalam isorlul ]:r'irra lnl
disinggu-rg pula pera-ra-n strukcur urolelcu.l daran keaLtifi;r ;i.i:.g nerintis
jatan u'lcuk membuac senyawa-senya\^ra sincecik trrtr-rk l:epe:.|-irarr iertntu.
Naruun deuiiki-an, cara-cara yant ctitempuh unLuk mnr:::ai.tr-an strukcur
sceroid Eidak diu.rai-kan dengarr maksurJ r:rlcuk dapaE rriembrrlk-ln wawaaan
yang ri:as mengenai aspek lain oalarn kiruia organik bahsr aLdu.

2. Tuii n'Inscruksional Ljrul

Secelafr mempelajari modtrl kedua inr ,Alda diharapkan akan memiltki


pandangan yang lebi-h h.ras me,g.nLi reaksi organi,k dan t<aitannya dengan
stereokinia molekul, serta hubungan ant,ara struktur or<.'ielqrl dengan
keakcifan biologis, yang menrpal<an objek sintesls. orlra:ik.

3. T\rjuar Insorrksiondl Krusus

Setelah nenpelajarl nodul kedua tnl, lnda dapat ueruperoleh


ksrylan eebagal berlhrt:
B. roerryebutkan klaslfilsr
dan matral cata ruqa sftrstd;
b. wrJernqkan gtereokltrta eteroLd s-rta letl.lah pqg bdalr,n;
c. nertjelaakan aaal usul btogerrrettk aterold rrta Uc*cmpe -A*&tnn
d-alsrr EiEtapkel btogensfE stlroLd
i

52
d. nnerangln beberqa reaks! terhadap gugtrs frngSf dalan kaltannya
&rggr stereoklnta stemld.
e, nargerral beberapa jenfd keakclfan biologis steroid serta hubungat
antara strukt1jr &rgar keaktlfar.

4. lGelatgr Belaiar
4.1 Kegiatst Belajar 'l

KIASIFIXASI mN SIluJlCtlJR SIIROID

4.1.1 Uralan da-r Contoh

a, Klasifikasi $teroi d
Sejak lama orang Celah mengetahui bahwa batu empedu terdiri
aebaglan besar dari alkohol yang berwujud krisral puEih yang disebut
koresterol, berasal dari bahasa Yunani chole 'empedu' dan stereos
rpa&t'. Penyelidikan-penyelidikan menr:nJukkan bahwa kolescerol
mnp-rryal rumus nplel<erl C'IH*,O dan mengandr-u-rg sebuah ikatan ranglap'
Struktur kolesterol yant sesungguhnya, antara lain, difetapkan
berdasarkan reaksi dehidrogenasi oleh selenium yang menghasilkan
hidrokarbcn Diels, dan berdasarkan hasil aralisis sina L Selanjubnya,
kolesterol telah disintesis Pada tahun 1952 sebagai hasil karya
Woodward dari Amerika Serikac dan pada tahm 1953 oleh Robinson dari
Inggrts. i

Kolesterol tlidrokarbon Diels

ltolehrl lolesCerol terdiri atas tiga lingkar enam yang Cersusun'


sepercl dalam fenantren dan terlebur dalam suatu lingkar llma.
ttidrokarbcm tetraslklik jeruh, yang msnpwyaf slstem lingkar ,fuikian
dan terdiri acas 17 atom karbon, disebut 1,2
etklopentenoperhidrofenantren. Kerangka karbon ini ditemukan dalam

53
baryak senyawa ya cergolong senyawa bahan aran, yari! disebut steroid.

1,2-Srklopette:to- Kerangka dasar karbon


perhidrof e:tanEren steroid

:l steror-d cerdiri acas beberapa kerompok senyawa dan pengelompokan


1t r-:ri drdasarka:r pada eiek fr-sr-otogis yanc dr-berikan oleh masing-masiry
)s kerompolc Kerompok-kelompok rcu ralah sterol, asam-asan empedu, hormon
)l seEs, hormor adrerokorci-kor-d, aglikon kardi-ak, dan sapogenin. Dicinjau
P. dari segi s,tnltlEur moreh-rl, perbedaan ancara berbagai kelompok sceroid
an rni drcentul<an oleh jenis subscitruen R1, Rzt dan R3, yang terikac paoa
an kera::gka dgsar karbon, sepertr cercantrum ai acas. sedangkan, perbeda.a::
tlI
a:lcara senya\^ia yary satu denBan yang lain dari sr,raCu kelompok terCencu
ya dicencukan oleh pan3ang rancai karbon R1, gugus fungsi yang terdapac
ri pada subscituen Rl, R2, dan Rj, jumrah serca posisi gugus fungsi
oksigen dan ikaca:r rarykap, dan ko:rfigurasi darr pusac-pusac asimecris
Pada kerangka dasar karbon icu. ileberapa. contoh yar mewakili masing-
n'asing kelcrnprok steror-d di acas cercanc,Lrn pada dafcar 4.1 .

ljafcar 4.1 . Beberapa sterotd alam.

Sterol

unt
lDa.
ian
-r2
Iam Ergoscerol StrigrDascerol

54
An-gro @edt

tio'
AssD kolat Asan litokolac
Ibrur eekg

OesErcn Progesteron

lbrut actrstokortikoid

Ibrti.aqr Aldoscertrt

55
Ac.likon kardisk

-
l0H

Digicoksigenin Scrofarrcidin

Sapogenin

IH:

Drosgenln Sarsapogenin

b. A.sal Usul Steroro

Percobaan-percobaan b:.ogenecik menunjukkan bahwa steroid yang


cerdapac d1 alam berasal dari triterpen Steroid yang cerdapaE dalam
jarlngan hewan berasal dari iriqerpen lanoscerol, sedangkan yang
terdapat dalan jarirrgan cumbulr,an berasal dari trtterps) s-lkloarcenol,
rH
secelah cricerPen ini meryalami serentetan perubafran cercnru. Tahap-
cahap awal dari biosrncesis steroid actalah a"r. bagi semr-E sEeroid
al3ID, yaknj- Pengubahan asam asetac melalui asam urevalorrat dar slqJalsl
(suacu cricerPen) menjadi Ianosterol acau sikloarcenol. Pokok-pokok
reaksi biosincesis sceroid cercancum pada (lr,mbar 4.1.
Percobaan-percobaan mern-n;uklcan pu.la., bahwa. skualen cerbencr.rk dari
dua molelq{ famesi! pirofosfac yang, bergab.ng secara. ekor-ekor,, ya)g
segera diubah menjadi 2,3-epoksiskualen. .,,seranjuc,nya, lanostgro!
terbencuk oleh kecenderungan 2, 3-epoksiskualen ytrlg mengandr-ng rima
ika-tan rangkap uncuk melalcukan siklisasi- gand6. Siklisasi int dlawali
oleh proconasi gugus epoksi dan ditkuci oleh pembukaan lingkar
epoksiAa.

56
Sebagarnoana Eercancun' dalam Gambar 1r,'l kolescerol terbencuk darl
.larpscerol eeteLah cerjadi paryirrgkiran ciga gueE neEil dari nolelqrl
lanosterol, yakni dua dari aEorD karbon c-4 dan satu dari c-14.
Percobaan rnenunjukkan bahwa penyingkiran keciga gugus metil i.tu
berlangsung secara bertahap, rnulai dari gugus netil pada c-14 dan
eelanjutnya dari c-4, Kedua gugus meril pada kedua c-4 dlsingkirkan
sebagai icarbol dio=ksida, setelah kecua'rya mengalami oksidasi rnenjadi
gugus karbosikrac. Sedangkan, gugus mecil pada c-.l4 oisingkirkan
seba'gai asarn forrnal, Hpffil, setelah gugus meril iEu mengatami oksidasi
renjadi gugus alOehio.
l'leka'nisme biosrntesrs, sepercj- di-uraikan cji acas, drdukung oleh
bukti-bukcr- yang berasar dari percobaan, antara rain, percobaan
menggunakan senyawa-seiyawa berEanda sebagar berikuc. Jaringar hatr
hewa: diinlcubasl' dengar asan asetat yang dloeri berta:rda dengar isocop
karbon 14c pada guBus karboksl tac, cur-14ct-rt-lH. Kolesrerol yang
dihasilkan dari percobaan ini diprsahkan da:r diurarkan karbon demi
karbcE-], ttrrcr-rk mengecah:r acom-aEom karbon mana yarg radroakc:.f. Jrka
percobaan ye sana dilalcukan dengan mer-rggtnakan asarn asecac bercanda
Pacla gugus rlecir, 14cH3-cooH, cernyata bahwa aton)-acon karbon dalam
.molelo:r kolescerol,
ya Er-dak radroakcif pa<1a percobaan yang perEama,
sekarang menjadi radioakli.t. Dari hasil percobaan i:ri daprat dikecahui
bahwa seciaP atom karbsl dalam kolescerol berasal dari a-sam asetat,
12
dari atom karborr itru berasal dari ators karbon glrgus ka.rb<;ksi-tac, oan.l 5
berasal dari acom karbon gugus mecil dari asaft aseLaf. Lokasi dari
nasirg-nasing acom karbon tcu daLam mor.;kul i.cLescerol adalah sebagai
berilqrc.
M
, 'v '(
C(, I
I
M 1,1
tl
, L \ I ,/ I'l\
C M\
YtM
I rc
(-
-14 tl.z t -C tr,/
c C
I I I

Ho- -c
l'1 t4
-M\.-
C : atom karhrn tlari -CL[JF{
l'1 : aEcnr karbon clari_ -C,li3

Selanjuarya, prcobaan menggunakan asam mevalonaE bertanda pa6a


acom karbon c-2 nenghasrlkan skuareln, ranoscerol, dan koresteror
radioakcif. Artapwr radiokarbon cerdistribu.ei, cr:, dararn keclga moletqrl
icu sebagaimana ctiharapkan dari mekanisme, seperc,i Eercancum pada
Gambar 4.1. Begicu pula, karbon di.ksida yang dihasirkan oleh
penyingkiran gugus-gugus mecil rnengandtrng atom karbon radioakcif
sebagaimana di haraptcan

(l
r1 Gabar 4.1. Rall biosintesa sceroid.
1r
b, ln - hCIi
;u ffi3-@ot ..:.-.-
ln ,rX.'- &.,ro*r
tsr A.sa asecaL
E Asam mralonac
In 2x Farnesil plrofosfat
1i-
I
,l
rh
m I
[:-
tP
lg (--f o I
ri
la 2,3-Epoksiskualen Slqraln (C:O)
b
!n
i,
lr
L
is
f.
f1
;

ti

Ianoscerof (C3g) Sikloarceml (C36)

I
J
l.-iCosteroid (1-'-'--,^)*,

Iblesterol

i u'*- 1
58
Percobasr de4gm jaringan hati hewdii, "irenggr-rratcian 2,3-epoksislqlatrt
yary OfUerl tsrda derrgm isocop 180, mernrnjukkar bahwa isorop'lU) ictl
dlgr:nakan urcuk pembuatan lanoeterol, menghasilktrt (180)-frpsterol
radioaktif. llasil percobaan ltu menbuktlkan bahwa 2,3-epoksiskualen
terlibac sebagai senyawa ErnEara 6lslem biosintesis steroid.
Kesimprlan bahwa larcscerol d^an sikloarcerpl adalah senyalra-senyawa
antara urcuk sincesis steroict, na.sing-masing dalarn jarirrgm hewan dart
turnbuhan, didasarkan pada beberapa pengarnatan berikuc. Percama,
sikloarcenol bercanda bertanda, cemyata digr:nakm datam pembencul<an
steroid cunh:lran (ficosteroid). Kedua, sikloarcenol banyak dicenukan
dalam cunbuhan, sedangkan lanosEerol jarang. Keciga, jaringan haci
Eidak dapat merrgglnal@r sikloartenol, sebagai pengganci lanosterol,
dalam pembuacan kolesterol dan steroid lainrrya-
Adaptn reaksi-reaksi selanjuEnya, yag lain dialani oleh kolester^ol
dan sikloarcanol, aicm merrghasifkan berbagai kelompok steroid, seperEi
diuraikan di acas, Oleh karena pokok-pokok reaksi biogenesis yang
terjadi adalah sama, maka senyar.ra-senyawa yang tennasuk dalam suatru
kelompok cerEenEu alcan menprnyal strukcur dasar yang sama pula (hhac
cbfcar 4.1)

c. Scereokimia Steroid

Scereokimia sceroid celah diselidiki oleh para ahli krmla de!an


nctggr-rrakar: cara analisis sinar-X dari scruktrur l<ristalnya, acau cara-
cara kimia. Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa konflgurasl dari
kerargka dasar sceroid dapat dinyatakan sebagai berilq-lc.

16 atau

A/B crans (aerer 5a )

atau

NB cLs (derec 5 p. )

59
Dengan menggr,nakan nodel molelq:l akan segera cerlilnt bahwa molehrl
sceroid relacif datar (ptanar). Berdasarkan hal ini, acbm atau gugus
yang Eerikat pada inti molekul dapac di.bedakan aEas dua j"..t". Jenis
perE,ama, atom atau gug,us yang berada di sebelah acas b:,dang molekul,
yalcri pada pihak yang sama dengan gugils-gugus metil pada C-10' dtrl C-13,
yang disebuc konfigr.r_asi-0 . Ikacan-rkatan yang menghubungkan aEorl
a.-Eau gugus ini dengan lnci sceroid, diganbarkan dengan garis Eebal.
Jenis kedua, aEon aEau gugus yang berada dr. sebelah bawah bictang
nolekul, disebut konfigurasi:a , dan ikatan-ikacannya digambarkan
dengan garis pucus-putus. Sedangkan, atom arau gugus ty".g
konfigurasinya belum jetas, apakah a atrau p , dr,nyatakan dengan) (xi)
dan ikacannya digambarka-r dengan bergelombmg.
Kedua kontigurasi sceroid tersebuc di aEas menplnyar sacu perbedaa:i
sebagai berikut. Pada konfigurasi percama, _crncin A dan cr:rcin
5 terlebur sedemikt-an rupa sehr.ngga hubungan a:tcara gugus metil pada o-
10 dan acom hidrogen pada c-5 adarah crans (A/B trans). paoa
i<onfigurasr. inr gugus mecrl pada C-i0 adatah.j oar acom hidrogs) paaa
c-5 adalah a . Pada konfigurasr kedua, peleburan cincin A d:n i
menyebabkan hubungan ancara gugus metil dan atom h:-drogen icu menSao:.
cis (A/B cis) dan konfigurasi kedua substirue:r adarah p . Dengan
demiki.an pada-sEeroid alam konf igurasi,acom C-5 dapac berubah'-iibah,
yakni c acau p . steroid di mana konfigurasi acom c-5 aoalahi p
Eermasuk derec 5 p
Pada kedua konfrgurasi dr acas, hubungan ancara cl:rcin ts/c dan
cincin C/D kedua-duanya adalah Erans. Cincrn ts, dan e diapir oleh cincln
A dan cincin D sehlngga perubahan konformasi oari cincin ts dan C sukar
cerjadi. Oleh karena itru, petedurar cincin blC daLan semua sceroid alarn
adalah Erans. Akan cecapi, perubahan konformasi dari cincin A dan.tl
dapac cerjadi. Penrbahan terhadap: cinc:-n A menyebabkan sceroid dapac
berada dalam salah saEu dari keoua konfigurasi cersebuc di aEas.
Penrbahan cerhadap'cincin D dapac mangakibackan hal yang sama, sehingga
peleburan cincin c/D dapac cis atau Erans. Aka:l Eecapi, perlu dicatag
bahwa pelebr:rrr C/D crans dtEemukan pada hrampir sebagian besar scerold
aram, kecr:ali kelompok agtikon kardiak di mana c/D adalah cis.
Dalam ssnua steroid alam, substicun pada c-10 d{ir C-9'beraoa paoa
pihak yang berralanan dari bidang molekul, yakni cians.'begiEu puta
hubungan anrara subscituen pada posisi c-g dan c-14 a&tah Erans,
kecuali Pada senyawa-senyavia yang Eermasuk kelompok agJ-it<crr karctiai<.
Dengst oemikian;.scereokimia dari scerold alam mempunyai suatu pora
umun, yakni subscicuen-subsciEuen pada titik-cicik cemu dari cincin
di sepanjang "tulang punggung" molekur: c-5-10-9-g-]4-13 menpunyai
hubr:ngan cr.rL.

60
d. Tats lggl Steroio
nperieq chen:slLL'
Sebagaloenaselyawaorgsnlklainnya,taEanaoasigcelBacikdari

srerotd (oen'rc "J!@@! IJ"lqi * + Eertsrcu' t*ama
rupAc) dlds'art n pada scrukt'r G-Lt*dror*rru*r?"roro
awal-sr atar akfiira'r ytt* lTlukl@'t
hrdrokerbcn eceroli ltu ditrsual

acom karbon, oi ltu cerikat. Uncuk naksud


Jenie8ubsclcuen.Sedangkarr;posisidarlsubsci.tuenitudicurrjukkan
oleh nolDor 'a,,. ",,bscicuen
!nl,PenomorarraEotDkarbondalammolekulsteroidadalahsebagai
berllq.rt:

ScrukCur \Xmin scerold

seperci digambarkan di aEls '


Berdasarkan struktur umum aEerold' Uftar
dari sleroid. Eercancun dalarn
uaka janis-3enls hidrokarbm irduk
4.2.

I.AETAR 4.2 llldrokarbon Induk Steroid


A
L,a 1 ,, f ,q ,L: 2 u-t-. ,, J

9rP-*- SanPing' x
llea :tmtah"gtcm C -renis- t<artdal
Ardrosrsl ctg -H :,...

Pregnm czt -CFl2(tl3


-61t(CH3) (CH2)2ctt3
I(olst h4
lbleacal c;27 -G{(oi3) (cHz ) 3ctt(Gt3)
-cr{(cHt (cH;) lcHtcti3) attc
it3) 2
Ergoetan czg
Sttgmastrt he -ct(Gti (oi) 2tHtc2H5)
cH(tl{3) 2

estran' kardanoli@' di
Hidrokarbst lrrduk yaTg larn dari scerold'talah
aplroatart, aeperci tercdttrLm di barmtr
inl'
7l

9Hs
E[nY\
1+hA/
g"1rao, (Cts) 'tArdarntlOa (CZ:) Spiroscan (CZl)

61
,1"',<
-1 -)
seperci telah diuraikan di acas, konfigurasi dari at,om c-5 dapac
benrbah-ubah dari suacu steroid yang lain Oleh karena itu, dalarn Eiap-
ciaP nama slscemaE,ik sceroid konfigurasi acom C-5 harus dicunjukkan
t oleh awalan 5 a acau 5 p , kecuali apabila pada acom c-5 cerdapat
ikatan raragkaP. Setanjucnya, scereokimia dari citik-cicik tenu cincri
yang lain diallggaP sama, seperci dicunjukkan oleh struktrrr hidrokarbor
d di acas, kecr.rati jika drnyacakan lain.
i Dalam pember:.an nama sceroid, fenis subscicuen dicunjukka.
sebagaimana lazlmnya berlalqr, yakni rnethberi awalan acau akhira.t paca
nama hidrokarbon induk. sedangkan, posi-si dari subscituen harus
dici:n3ukkan oleh nomor dari acom karbon di mana ia cerikac. Konfigurasl
dari subscrcuen drcunJukkan pula dengan huruf-huruf yunani a 3g3s3
(bila di-kecahui), arau { (bifa crdak dikecahu:,).
Taca cara penamaan sceroid, seperEr- drurar-kan di acas, dapat
dicunjukkan oleh beberapa contoh, sepert.r tercancun dalam Daftar 4.3.
Perlu pula drcac.aE, bahwa di sarnping nama sistemaf ik, nama-na!::a
Erivial seperci kolesceror, oestron, EescosEeron, korcison, aloosferu:,
dan sebagarnya lazrm pula digunakan.

E, Dafcar 4.3. Nama sisternac:-k beberapa sceroi-d.


el

CH rCH a

5 o, 148 , 17a -p6.sg1sp -lblesc-6(1 4)-en-3 C -ot


dnr

s25
:/1\\
tn
21

3 p, 15
L-Dihldroksr- Kolesc-5-en-30 -ol
5 a -androsCar-r-l 7-on (kolescerol)

6'2
Asanr 3 a, 7 o, 12a -trihi- 3-Hidroksiescra-
droks i-5 0
-kolan-Z4-at 1, 3, 5(1 0)-crien-1 7-on
(asan kolac) (escron)

2l
CHr0H
L
20/
l=O
cHg
o--, .'t" OH

H3

17A -ltidroks iarxirost- 17 a, 21 -Dihidroksipreqn-


4-en-3-on 4-en-3, 1 1 ,2O-crict
(cescosceron) (korcison)

63
I 2. Latihan 1

Eetilah tarda (X) pada hunrf B jika pernyaraan di bawah ini benar
dan hJruf S jika pernyaraannya salah.

1) ts - S Steroid rnerrpunyai kerangka dasar karbon'oari hiorokarbon


1, 2-s iklopentmoperhiorof enantrsr .

2) .B - S Keragka dasar karbon dari steroid dapat dicecapkan dergan


realcsi dehidrogerasi yang urengt'rasilkarr hidrokarbon Diels.

3) B - S, Steroi.d adalah cricerpen yang mergikuci kaidah isopran.

4) B - S, Biogenesis sceroid ha'rya <iapat ditecapkan dengan melalqrken


percobaan dergan menggurrakan asam asetac bertanda.

5) B.- S Pada percobaan biogare;ik yang asam asetat ber-


meng6rur-rakan
tanda 14CH3COOH, rancai- samprng 0-1 7 dari kolesterol yang
dihasilln mangandr:ng llna atom karb . , 1/4C:

6) ts - S\ G\rgus-gugus rnetil yang cerikatpada C-10 dan C-13 dari


molekul kolescerol, oasing-masing mempunyai konfigurasi
adanp
7) S.- S lb@ steroio alarn, konfigurasi. dari subscicuen pada atom Ll-5
dapac memE-rryai konfigurasi a aEau p .

8) B"- S Grgus 3A -nioroksil dari molekul kolescerol mempunyai


orisrtasi elq;acor ial.
9) B.- S Nama sistematik dari progesteron ialah pregn-4-en-3, 20-
dim.

l0) B - S. Nama sistemacik dari asam litokolac ialah asam 3a -


hidrosikoLap?4-at.

I(urni Jaruaban Iatihn 1

1) B 6) s

2) B 7) B

3)s 8)ts

64
4)s 9)B
5)B 1o) s

Apablla Ancla hanya bisa nenjawab dengan benar kurang dari 8 soal,
bccatah laeobalt Keglacm Belajar 1. ,, r .'

4.1 .3 Rglglq.msl

Sceroid adafah sellyawa yang meapunyai kerarrgka dasar karbon, yang


nenpakan Eurury dari hidrokarbon'1,2-siklopentenoperdihidqofenancren.
Scruktur yang denikian dapaE oicecapkan berdasarkan reaksr
dehidrogerrasl yarg rnerrghasifkan hi-drokarbon Diels.
SLeroid dapat drklasifikasikan berdasarkar: s:-fat fisrologis, dan
terdi.rl acas kelompok scerol, asan-asam ernpedu, hormon seks, hornon
adrenokorCikoid, aglikon kardiak, dan sapogein. Sedangkan, oari segi
klola, perbedaan antara ma.sing-masing kelompok dicercukan oreh jenis
substituen yang cerikac pada arom karbon C-i0, C-'ll, dan C-17 Oarr
kerangka dasar karbon
Dari segi biogenecik, - sceroid berasal dari asam asecat yang
mengalami perubahan melarui asam nevalonac.dan .skualen menjadi
cricerpen lanoscerol acau sikloarcenol.
l-lolekul sceroid relacif datar sehingga subscituen pada inti- sceroid
dapac dibedaln aEas dua jerris, yakni konfigtrrasi a 663 p. Oleh karena
nolehrl steroid adalah kompak (kalqt), maka'perubahan konformasr hanya
uor:ngkrn terjadi pada cincin A dan D, dan sukar cerjadi pada cincin B
dan G Perubahan kcrrformasr pada cincin A,dan C menyebabkao konfiguras:.
darj. substicuen pada c-5 dan c-14 dapat berubah-uDah ancara o da-n p.
Sebagaimana senyawa organik lainnya, tata nama sistemac,ik dari
sCeroid didasarkan pada nama dari hiorokarbon sceroid yang diberi
awalan atau akhiran, ulcuk menur:jukkan 3enis serta posisi subsci6uen.
Hidrokarbon dari sceroid dibedakan berdasarkan jenis rancai samping
yang cerikac pada: c-l7, di samping hidrokarbon esE,rar.r
)ang;, cldak
mapnnyai subscicuen mecil pada C-10.

4.1.4 Tes Formacif I


Lingkari a, b, c, acau d pada ja!*aban yang artda an8ap ber^ar.

1) sceroid berciriksr kerangka karbon, yaknl keraryka karbon dari:


a. kolescerol
b. hldrokarbcn Diels

65
,, c. 1, 2-siklopeicernperhiclrofenantrsr
d. lanoscerol.
z) I"lengllcr-rci biogenesis dar! koresterol, pada peng$naan asam asetat
bercanoa fr3-14ooH, akan., dihasirk& korescerol bercarcta, di nan
discri-busi raoioakcif karbon pada rancai samping ialah:
a. b.
rt**

'\rt\.(',\ CH
CH. Hrc
-\/ cH" cH^ cH.
('cHr
/( /t
I * 9H CH
).
K
I
*cH3 i*R
rtl
CH
-I

n c.
H:c. :t **:t
,i .CH2 .CHt CH:J
Hrc CHr CHr
/ \/ \-/ CH"r
,S CH CHT
l-l
CH \/\z
CHT
't nl
KCH *lCH *lCH
tt R
*cH3
l8
ii
"d
ta
la
ts 3) ilalam nrolerqr! sceroid, kohti-gurasi dari subscicuen
pada c_5 deor c_
;i .14 ialah:
a. kedua-duarya selalu t_r

:I D. kedua-dtranya selalu p
:i -c. ke<lua-drunya dapaE berubah_ubah a acaup
o' konfr-gurasr c-5 seralu a , seoangka' c-14 oapac berubah-ubafi.
r8
rk 4) Pada motekul 5c -kolescan_3A -ol,
konfigurasi grrgus-gugus
pada C-10 dan C-13 ialah:
metil
. a. ked'ra-dua:tya adalah p
b. kedua-duanya adalah tr
c. pacta C-10 achlah a , sedangkan pada C-13 adalah p
d. pada C-10 adalah p , seda:rgkan pada C-13 adalafic
;
5) Pada nplelq-lr 5 .'
-koresEan-3A -or, orientasi subsrituen ialatr:
,a. hidroksil pada C_3 adalah elqracorial
gugus
b. gugus hrdroksit pada c-3 dan gugus metir pada
elqlaCorial
c-r0 adalah

66
c. 8Eom hiclrogen pads c-3 d8o gugus Betil pada c-10 aoalah
elqntortal
d.gugus-swrEmeEiipacaC-10danC-l3adalanelqgcoria}.
:'
6) Struicur dsi 5c -slfroEan-3p , 17F -diol ialah:
Cl{g OH b. QHr
.H cHg

d.

1lrQfl

7) I.la$a siscernacik dari sceroid berrlqlc ialah:

lio
H

a. 5o -Kolesrsr'3 p, 70 -diol
b. 5 P -Kolescan-3a, 7 fi -dLoL
c. 5o -Ergoscan:3a , 7I 'abt
,.d. 5 0 -Ergoscan-3 P, 7a -diol-
8) Perbedaan ant,ara Ja -androscan-30 -oil dan 5a - pregnan-3P -oI
ialah prbeda^$ Pdaz
a. konfigrrrasi substiru!: Pada C-3 9n C-)
b, konfigrrrasl eubetittren pada C-3 dsr C-17
,c. jtolatr ac'm karbon
d. konfigr:rasi eubeciE\En Pada C-5 dn C-17.

67
4.1i5 {.hpar: tsalik clan Tindak Laniuc

Cocokkar:lah jawaban ArOa de_rgar Kunci Jawaban Tes


Formar.if 1 ya
ada di bagian akhir modul L"i. Ui.cungtah jumlah jawaban
Anoa yang
benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini r:ncuk nengecahui
ringkat
pnguasaan Anda terhadap maceri fGgiacan
&elajar 1.
&nrs:

, Jr:mlah jawaban anda yang ber.lar


Tirgkac perrnsaan
x 1002

Arci tingkac pengr:asaan yang anda capai:


90% - 100% : baik sekali
60%- 89%=baik
7U%- 79%: culcup
- 69% = kurang
lblau /-"o" mencapai. tringkar penguasaan Eu% aEau rebih, Andadapat
meneruskn dzuet lGgiacan Belajar 2.
,Bagual Tetapl kalau nilai Anca oi
bawah E0%, Aoa harus mengulairgi Kegiatan
Belajar I terur,ana bagian
yang belrrn AnCa h:asai-.

r1

68
4.2 Keglatsr Belalar !
SIFAT-SIFAf, SIENOID

4.2.1 Uraist dan Contoh

sifat-sifat steroid, seperti lainnya, pada dasarnya


senyawa organik
harus dipandang sebagai reaks i -;:eaks i dari gtlgus f ungs i yanz
dikandungnya. Iv1isalnya, gugus 3 ! -l-ridroksil menun-iukkan semrla siiai
dari alkohol sekunder, Lak ubahu^rya seperti dituniukkan oleh 2-propano:'
G:gus hidroksil ini dapat diesterifikasi unfuk menghasilkan suatu
este:
atau dioksidasi dengan berbagai oksidator yang nenghasilkan sua''*
keton.
cH3

| \
=I---Du-(
, /
r
1,,

o,y'-{-'
K Tarr
Alkohol\gPi CH:

\\' cH?i-o-c-cH3
- -' rfi -=fhtl
a-c'\fzl--<-iiz- i
o 1 H
Ester

Akan tetdpi, oleh karena bentuk geometri dari nrolekul steroid,


sifat gqlrs 3 0 -hidroksil sedikit berbeda dengan sifat dari gugus-guglrs
hidroksil yang terikat pada'posisi lain. Begitu pula, karena faktor
geometri molelr:r.rl, gls 3 p -hidroksil memperliharkan sifat yang sedikit
berbeda dengan 3 a -hidroksiL. |'lisalnya, gugus 1@r
mangalami dehidrasi dibandingL<an dengan gugus 3-q{ylfrk9if- walaupr-n
l;af-A"tt-h-sama'-lo1eh karena itu'
pangetatnran mengenai strukcur dari steroid, jika dikuasai dengan baik,
dapat memberikan petrnjuk tentang sifat-sifat serta jenis reaksi yang
dapat dilakukannya.

CH:

lsn#l -s,,(HfJ (oH ..+


\_J.tt
3.! -Hidroksl
3B -Hidroksi

69
Beberapa contoh reaksi steroid yang dipengaruhi oleh fakcor stereokimia
molelq{ akan diuraika-r dr bawah rni.
a. Pengaruh Kontormasi Terhadap Kescabilan

Pada sikloheksan monosikl-ik kesetimbangan kontormasi mudah dicapar,


dr inana subscituen yang besar ukurannya aka:r mengambit keououkan
ekuacorlal- Pada curunan sikloheksan berr-kut, kesetimbanga:: mudah
di-capai di mana substrtuen R yang ukura:nya leoih besar daripada
hrdrogm akan mengambil kedudukan ek'acorial darrpada aksial.
TJ
.-P
1.----=i u "'a
I

R"
/v/
--.1,--=--/ -.---->
dt

=
t1

(R ekr-racorr"al) (R aicsral)

Paoa kedudukan aksial, subscrcuen R mergalaml antaraksi torak


rnenolak dengan dua atorn hrdrogen. aksi-al, yang masing-nasrng
rerikat
pada atom karbon nomor tiga dari acom karbon di mana
Bug's R ceri_kac.
Ancaraksi ini, yang drsebut eurcaraks:.-i,3 r:'renimburkan tegangan pada
moleicul' Tegangan rnr sebagian besar ctapar drhrlargkan
3rka korformasi
molekul berr:bah sehingga gugus R menganrbrr Kedudut<an etq.Jacorral.
oleh
karena rcu dalam kesetimbangan ancara kedua konformas:- dr acas,
koniorrnasl- di mana gugus R ekuacorial adalah lebih
scabrl dan seluruh
molekut yang akan berada dalam konformasr inr.
Perubaha:r kontormasi seperci pada corcoh di acas
trdak dapaE
cerSadi dengan leluasa pada sceroid, karena molekul steroid
kompak- Hal ini cerrihar dari conEoh seba.gai
adalah
berrkut. Ivlisarny&, Ja -
kolestan- 3 {J ..ot (kolescanor) dalam suasana Lr.,
seperci natrium amirac
daram amil arkohor, berepimerisasi menghasilka:r
suacu canpuran deogan
5a -kolescan-3c -ol (epikotescanor), di mana korestanor merupai<^* g0%
oari campuran. Apabira eplm.erisasi yang sama dilakukan
cerhaoap
eprkolesEanor, akan diperoreh campuran epimer
dengan perbandinga'
jt-unlah yang safila pula. ,Lr_+: t7_zr-_r,A:,__..

/=--:
l-=
cH3

t+l
=
H
5a -Kolescan-3 0 -oI (VOZ1
(kolestanol)
5 a -Kolesran-3 a <L (1O%)
(epikolesEanol)

7tJ
,+---)
- 4/'_ --_ -.. ---; '\-
> tzv1, s r(_ C
: ._.
Apabita konfigr:rasr dad. ledua epiner di atas diperhatikan
seksana, akan cerlihat bahwa gugus hidroksir dengc
pada korescanor adarah
elq:atoriqt' sedalSkarl paca epikorescanor adalah
aksial. uu* L*o"r*.
aksial ini, gugus hioroksit dalam molekul epikolescanol
mengara;:.:.
ancaraksi -1,3 dengan dr:a acom hidrogen aksiar
yang terikac pada c_i
dan c-5. Antaraksi ini tidak ditemukan
pada kolescanor. oleh kare::a
icu, kestabilan dari kolestanol rebih besar daripada
epikorescanor_,
sehi'ngga kolescanor ditemukan dararn perbandingan
besar di dalam campuran kesecimbangan Jumlah yang lebin
epimerisasi.
Kecerangan yang sama dapaE diberikan
epimerisasi antara 50 -kotescan-30
pula bagi kesecimbanga::
-or
3a -ol (epikoprostanor). Daram campuran
(koproscanor) oan 50 -kores."::-
kesecinbar:ga:: epj-merisasr l::r_,
eprkoprostanol rebrh stabil dan dengan
demikran berada dara:.
perbanoingan 3r,mlah yary tebih
besar (gW").

cH3
CH:
CH:

-+
AnO Na

AmOH

50 -Kolescan-3/t -ot
5 0 -Kolescan-3a
(koproscanol) (10%)
(epikoprosrar-rol) ( 90%)
b. Pengaruh Konformasi Terhaoap
Esceritikasi
llampir semua steroid aram menganduqg
gugus furysi oksigen, misalnya
gugus hidroksir paia atom karbon
posisi-posisi yang mengandr-u-rg gugus
c-:. ,rei, karena icu,,reaksi pada
ilmu kimia sEeroid' sarah fungsi in:- pentrng arcinya ctaram
""a.,
yang akan drr-rrailcan di bawafr
oi ancara reaksi icu ialah esceritikasi
ini.
.t".i:ff-.1;"::::^.",."t::irikas, i, vans LazLm dikenar, dapaE pura
menj adi es.er *:';',L JlHf
menjadi escer benzoac (benzoi-rasi)
.'""J_:' ffi .X?iff*f r::ffi:
dengan benzoil klorida dan piridin,
menjadi- esEer coluen-p-sulfonat
klorlda dan piridin, acau merjacri
(cosilasi) denga. toruen_p_sutFcnil
klorofornac. '--t--- menggtrnakan
""."r;iil;."aengan ecir

R-(}{ + cH3q)_o-@c[r3 + R - oqJGi3


Anhidrida asecat Escer asefaE

7I /f
/'v.1 J ,tr?d

t , i-"-,,1**^n-'--,,
t\r---
1l
:t
R - OH + C6H5-C0-CI'': - ------) R - OCOC6H5. t,.!i\ | |
h
Benzoil klorida Escer benzoat 'r. i; -, ..
:l
R-Ofi + G{3C6H4-S02cr } R-os0zcoH+ffi3
i Toluen-p-sulfonil i Fscer coluen-p-sulfonac
l
klorioa
a
R-OH + C2H50-c0-cI R-0m-oczH5
I
Etil klorofornrac llscer kacilac
h

Kereaktifan suacu gugus hioroksr.l cerhadap reaksr esterrtikasi


dicenEukan oleh orienEasi gugus icu, aksraL atau ekuacorial. Tanpa
i<-ectrali, gugus
.hidroksi-l yang etcuacorig!_!9bi!_!yge! ji:strerifikasikasi
t
darrpada guglls hioroksir yang aksial,. yang cerircac pada posisi yang
it
yang rerdapa[ pada posisi yalg
berlainan seringkali berbeda pula. Perbedaan Ia3u esterifikasi inl-
disebabkan oreh halangan ruang, (fakcor scerik) yang menghala:rgi
cerjaoinya serangan pada gugus hrdroksil lcu. Fakcor scerik dalam
reaksi esceri-r j-kasi menjaoi lebrh jelas j rka mekani_sme reaksr
oiperhatikan sebagai beri-kuc. j

,
Esceritikasi alkohol, misalnya,'oleh anhidrioa asecac dan piridrn,
berlangsung meralui pembentukan suaE.u senyawa kompleks Eransisi
berlkuc. PemDencukan kompleks cransisi itu memerrukan suacu persyaracan
ruang yang selanjurnya menenE,ukan kereakcrfan gugus hrdroksir pada
escerif rkasi_.

O'},'-?'r\;h -. K O_COCH3,.
rl
R OCOCH3

d
Pirioa AIkolroI Anhiclrida Konpleks cransisl
,a
m
asecat
I Sebagaiconcoh daPaE diambil reaksi asecilasi oari 5a-kolestarr-3p,
60-oiol, menglnsilkan morpasetaE yalcri 3B-asecoksi-S a -kolescan-6 p 4L.
a Pada reaksi itu, esceriflkasi hanya cerjadi pada
rl salah satu dari dtra
gugus hrdroksil, yakni pada gugus hidroksil ekuacorial yang
t, terilt
pada acom c-3. Ltal ini disebabkan oleh gugus
I, hidroksil yang sacu ragi_,
yalcei' gugus hidroksil aksial padq
.l c-6 yang mempunyal halangan ruang.
Fialangan ini cimbul karena .ancaraksi-i,3 Lr"."
I grrgus hidrolcsir aksial
dengal Sugus metil'aksial paoa C-10 dan acom-atorD
hidrogen aksial pada
c-4 oan c-6. lhrena rralangan ruang ini, pembancukarr tcompietcs
cransisi suka'r rerjadi, ya mengakibackan gugus hlctroksil
"*y"r". ini cicl.ak
reakcif' Harangan ruang demiki-an cidak pada cerdapac pada gugus

72
hldroksil ekgatorial pada C-3, sehingga gugus ini nudah menJalan!
ssetilasi.

:
u

5a -Kolescan-30 , 60 -diol 3i3 -Asetoksi-5a -kolescan-


60 -ol

Contoh lain ialah esterlfikasi etiL


pasangan epimer berikuC dengan
kloroformat dan piridin. Dalarn kondisi reaksi ini, la-kolestan-3 F ,
7 9 -dtoL di mana kedua gugus hidroksil pada C-3 oan C-]
adalah
eh:aCorial bereaksi merghasilkan dikatilaC. Sedangkan, 5o -kolestan-3p,
la -diol di mana gugus hidroksil pada C-3 ekuacorlal dan Pada C-7
aksial bereaksi dengan menghasilkan monokaCilat. Paca reaksr yang
terakhir ini, gug\is hidroksil aksial pada C-7 ci.dak reakcif dan ri-dak
menjalani est.eritikasi karena adanya takCor sceriK oleh angaraksr
dergan atom-atom hidrogen aksial paoa C-5, C-9, dan C-14.
: .., .

5a -Kolestan-31 ,70 -diol Ester dikatilat

C2AqO,
cHl
C=0
\n
CLC00CzHs -\

5 a -l6lestan-31 ,7 a -dLoL Escer nronokatilat

73
'i li

11p - gugus hidroksil (gugus yanB merupakar c:.ri- dari beberapa


hormon adrenal) sangac sukar diaseci-lasr karena gugus rri sangac
terlindrng oleh antaraksi dengan dua gugus mecil aksiar pada C-1u da:r
C-13, seperci jelas cerlj-hac pada sErukcur berrkuc. OLeh karena rtu,-
laju escerif ikasi gugLls I lri -hioroksit ;auh reblh kecil dar:. gugus I la
-hrdroksr.t. Begicu pula, la3u esrerrtrkasr darr gugus l5e -hrdroksrr
lebrh kecil darl gugus l5a -hidroksiL.

, .' H -l
'

l\rru:-ra:r 1 1p -hidroksr T\:nnan 15 0 -hroroksr-

c. Hidrolisa Escer Sceroid

Salah saEu reaksi escer yang cerpencing iatah hrdrolrsrs dalarn


suasana basa (saponifikasi) ya:rg me:ghasitkan alkohol. Hiorolisrs i:ri
biasanya drlalalkai dengan ja.la:r memanaska:r escer sterold denBart nacrlum
hrdroks t-da atau ka r iuni hidroks j-da oalarn nrecarol atau er-a:ol de:rgan
,
reakel ufilum seOagai berrkuc.

- (LUK' + Lttt- K - Lh + K' - CUI-


[s ter Alkohc.:l .
-)
sepercr. pada i:scerrfrkasl, kereakcltan gugus ester dari molekul
sLerot-d c.erhaclap hr-drorisa cerga:ltung pada kcnformasi dan keadaan
lirgkinga:: clar:, gugus icu. urr*nnya gugus escer yang ek\ratoriar re
nrudah clihiOr,olisi's- Oaripaoa gugus
";ffi
gial. Hal ini dapaC
cllcerangka:-t, sebagal Oerikuc.
Sebagairna:ra- drkecahui, hidrolisis esCer cerj adi melalui cahap-cafrap
reaksl berrkut.

(' 0i
,l
--=iil
l-iU- +\C-t-x<
I r/a-.!
lambar HO-C-OR cepac
I

R'
I
--
R'
-)
llsCer Ani.on antara

74
o o
il li
R'_c_cH + R_O a R-c-0- + R-0H
Alkohol

oleh ia,..:
I'tengikuti nekani-sme ini, laju hidroli.sis escer drcentukan
pembentukan anron antara, yang selanjucnya dr-cencuka:
oleh kena:i:-'';-:
anicm icu rncuk menlalani solvasi oleh pelaruc. solvasr
ini- memer:*:J:
gugus es:':
persyaracan ruang, yang akan menencukan kereakcitan
an:'on antara ;a:'g
cerhadap hrdrotisi-s. Pada gugus ester yang aksiaL'
terbencuk SuKar bersolvaSi, karena Persyarafan rudry
dari 8u8"'rs eS--er
terhalangoLehantarak$idenganaEomataugugusaksia.--
sekelt-lingnYa. c:- --;:i:2
f,lisarnya, la3u hrdrorisis dari 31J -aserok'sr-1.r -kolestan, :'='s-
gwus escer eicuaEorial, adal-ah Eiga kalr lebrh besar darr laju
dari, 3a -asecoksr-5a -kotescan, di mana gugus ester aksr-al'
Paoa =:'- =:
dalam lrlS=S
3a -asecoksr solvasi dari anion antara yang cerbertuk a's:at
hidrolisis dihalangi oleh ancaraksi denga:r acom-atom hrdroger : j -
ept-mer
padac-1 dan C-5. Antaraksi demikian cidak cerdapac pada
asecoksi. Dengan deruiki.an, gugus asecoksi aksi-al lebih
sur'ar
dlhidrolisis daripada ekr-ntorial.

H^C
J\
-0

HH a -Asefoksr-5 a -kolesa::l
3 F -gsecoksi-54 -kolescan 3

Percobaan menunlukkan pula bahwa gugus


').8'aseCoksi yang aKStar
dari molekul 2 p -asecoksi-54 -kolescan Iebih sukar mengat-an:
hi-drolisis, oleh lcaligru hidroksida dalam eEanol, dibandingkan ae:'Za:
(lalt
gugus 2a -asetroksi yang ekr:acorial dari 2a -asecoksi-5d -kolesca:
reaksi 'l : 9). Kenyacaan inr mudah dipahami karena gugus 2 p -asecoks
berada di bawah halangan ruang oleh gugus mecil aksiat pada c-'tt
aa'

agor1 hiOiogel aksial pacla C-4, sePerti dicr:njukkan oteh


strr-r(Eu
berika:c. H3c-^- o
(.) ,. cH3

C=O
-rg\\p
CHl-

=
H

2 a -Asetoksi-5 a -kolescan Z F -Asecoksi-5 a -ko La-sLa

75
Dapat
dimeqgerCi_ p.rl,a bahwa
$us esf,er yang akslal pada C_l l lebitt
sukar dihidrolisis, karena adanya hafargan
rue
aksial pada C-10 dan C-13, dan acco hidrogen alsiatoleh dr.ra gugus netil
pada C_g.

H3c-
,c=o Lnj
o

Escer 1 10

d. 0ksiOasi Scerotd

Oksrdasi atkohor sekunoer rnenjadi kecon


dapat dirakukan dengan
menggtnakan berbagar oksidacor.
oksidacor yang r;tim-;il;; iarah
kromium trioksida dalam asam asetac
(oksidasr sarecc), acau dalam gtasiar, atau daram piri.clin
asecon (oksldasi_ Jones). oksidasi dapac
pura dirakukan dengan menggtinakan
aluminrum arkoksida, seperci.
alurnini'um isopropoksi-da acau arurninium
kecon seperci aseron (oksioasi c-butoksrda, dengan adanya suacu
opp;;;;;).""""'*
Pada oksidasi alkohor sekunder
gugus
dari sceroid dengan asam kromac,
@ (yang mempunyai harangan ruang) rebih
i
-
i
t disebabkan oleh t"n"p-r".f,l . HaI ini
yang.menen.ukan raju oksidasi iarah
t serangan basa Eerhadap aEom
hiorogen dari gugus )cu_oH, secerah guglrs
h ini membencuk esE,er kromac.
h
h H3c
t_
H:C
F \/ cepat
h
,
c + cil3 C
/\ /\
r Hgc \^^^
H3c GCro2-oH
I

Alkohol selqlnder
(cecraheoral) Escer krornat

76
H H3c
H:C
\
lanbac \
\ C=0 + H:B + HCil3
C) + B:- --+

P -// H3c
HIC O-CrOZ-0i
Keto:l
(cri-gonal)

Serangan CerMdap atom hidrogen (penarikan


procon) dari gugus )cu-t-l:l
asgm aseca:
icu dapac dipercepac oleh basa ya:rg lebih reaktif, seperti
pula oleh kenyacaa::
acau piridiL Kecr:ali itu, lalu oksidasr dicercukan
ffir';;;reatsi ini terjadi- pen-rbahan sustna: rua:g dari gug's)o'i-o''
yang cecrahedral menjadi gugus karbon:-l>C:0
yarg trLgonal planar'
perubaha:r susr.rnan ru6lng inr dapaC menghrlangka:: anCaraksi tolak-rne:rolai
nerupakam pula da;''a
yang dialaml oleh gtils hidroks:'l aksiaL' sehmgga
pe;:dorory bagi cerjadinya Proses oksidasr'
Sebaga:.conEohdapacdiambilperbandi.nganla3uoksrdasldar:
mana laju oksidas:
kolesCanol dan epikcilesCanot oleh asam krornat, di
dari epikolescanol adatah delapan kali kolesca:-pl'

Kolescanol H

5 -Kolescan-3-on

-) v=
oH a---rH

Epikolestanol

Kecilnya laju oksidasi dari kolescanol disebabkan serangan cerhadi


acon hidrogen aksial dari gugus )cH-oH (pada c-3) yang mengalar
pada c-i d
fralangan oleh ancaraksi dengan acom-acom hr-drogen aksial

71
I !' - "
)

\
c-5. sedangl<acr, pada epikolestancl, atom hidroger eleatorj.ar pada c-3
tidak mengala$i hatarrgan rua: sehingga mudah disera:rg. Tambalran pula,
Pembencukan kecon dapac menghi-Iangkan ancaraksi colak-nenolak ancara
gugus hidroksil yang aksial dengan acon-acom hidrogen aksial pada C-l
dan C-5, sehi.ngga oksiOasi berlaqgsrng dengan mudah.
Concoh lain ialah perbedaan laju oksi"dasr ancara 5o-kolestan-la -ol
dan 5a -korestan-48 -or yang besarnya 1: 2,7. pada kedua senyawa ini
konformasi gugus hidroksir adarah sama-sama aksial. Akan tetapi,
a:rcaraksi tolak menolak dari gugi:s hioroksil aksiat pada 5.r -kolescan-
4 0-or (dengan satu gugus meEir oar dua arom hr-drogen) adarah lebih
besar daripada 5 rr -kotescan- i,l -ol (ri-ga atom hi.drogen). Dengan
demikian, Eegangan dan ancaraksi corak-menorak yang d:.bebaskan pada
pembenEukan gttrs karbonir dari. gugus)ctt-t-lH, dan dentan demr-kia:r, laju
reaksi lebih besar pa<1a 5,r -kolescan-4e -or dr-bandr_ngkan dengan 5o -
<olesca::r-1a -ol.

5a-Kolescan-lo -ol 5a-Kolestan-40


5 a -Kolestan-40 rcf
selanjutnya, gugrs l1A -hidroksir adalah gugus yang paling reakcif
cerhadaP oksidasi oleh asam kromac. llal ini disebabkan adanya
hrambatan
rLrang yang besar antara gugus hidroksrl yang aksial dengan
dua gugus
mecil aksial pada c-10 dan c-13. pernbebasan Eegangan, colak-menorak
ancara Sugus-gugus hi, pada pembenculn gugus keton, merupal<an daya
pendorong bagi proses oksidasi, sehingga reaksi berlangsung dengan
Iancar

aP .-_>
c.o3
Ei =
H
E;i
Tururan 11p -hidroksi T\rnr.ran 1 1-on

78
4.2.2. l,atihan 2
Berilah tanda (X) pada huruf B jika pernyacaan di bawah ini benar
dan Lnrruf S jika pernyataannya salah.

1) B - S Gugus hidroksil dari 5a -kolestan-60 -ol berantaraksi -1,3


'd".tg.., dua gugus metil pada C-10 dan C-.13 dan dua afom
hidrogan pada C-2 dan C-8.
2) B. -S -diol antar-aksi-l,3 dari
Dalen molekul 5o-androstan-3p,60
gugus hidroksil pada C-6 lebih besar daripada gugus
hidroksil pada C-3.
.S
3) B,- Kestabilan dari !a -kolescan-3p -of lebih besar daripada 5a
-kolestan-3a -ol.
4) B-S bila 5p -kolan-7 o -oL diepimerisasi dengan kalrtrn anrilat
dal-am amil alkohol, maka campuran epimerisasi yang
dihasilkar sebagian besar cerdiri oari 5p -kolan-7p -ol-.
5) B- Dari kedua gugus hidroksil dari !c-kolestan-3p, 60 -diol,
gugus hidroksil pada C-3 lebih mudah oiesterifikasr darlpada
guglrs hidroksil pada C-6.
6) B - S. tl:gus hidroksil dari 5a -kolestan-l1P 4L rnriah diasecilasi
dengan anhidrida asetat dan piridin karena ia tidak
m em pengaruhi terbentuknya kompleks crans is i.
7) B,- S Pada escerifikasi dengan etil kioroformac, 5p- progestan-3p
,'l 1 p -diol akan menghasilkm ester 3-monokatilat.
8) B.- S Gugus asetoksi dari 3p -asetoksi-5o -kolestan memprnyai laju
hidrolisa yang hampir sama dcrgan gqus asetoksi OarL 7 f -
asetoksi-5 * -koles c an.
9) B-S G\gus hidroksil dari 5o -kolestan-25 -ol sukar dioksidasi
oleh asam kromat dan pirldin, dibandingkan dengan 5a -
kolestan-2cr -oL.
10) B - S,Asetilasi gugus hidroksil dari 5a -kolestan-1a-ol
berlangsung dengan mudah karena gugus ini berorientasi
ela:atorial. '

Ktnci Jarsaban l,atihan 2

1) s 6)s
2)B 7)b
3)B 6)B

79
4)B e)s
s)B 10) s

Ji-ka anda hanya dapac menjawab dengan benar hrang dari 8 soal, bacalah
kembali Kegiatan Belaj ar 2.

4-2.3
ry
Seperci senyawa organik lainnya, siiac-sifat steroio pada oasarnya
dicentukan oleh reaksi gugus ftu-rgsi yang oika'rd'"n-rgnya. Walaupr.rn prinsip
reaksi dari gugus lungsi sama, akan tetapr reaksi iru dapa[ berbeda
bergantung pada posisi gugus fungsi dalarn inci sceroid. HaL ini
disebabkan fakcor scerik (halarrgan n:ang).
KesCabilan steroi"d diCencukan oleh ancaraksr-i,3 yang terJadr
antara suaEu gugus lr.u-rgsi yang beroriencasi aksial, dan nroLeicrd akan
lebih stabil apabila sebagian besar dari gugus fungsi beroriencasr
eh:atorial.
iaju reaks! steroid juga dicentukan oleh faktor scerik. Tanpa
kecuali, gugr6 hidroksil ekuacorial lebih mudah diesterifikasi daripada
gugtls hidroksil yang aksial. tlegicu pula, gugus ester elo:acorial lebih
mudah dihidrolisa daripada gugus ester aksial. Akan tetapi, gugus
hidroksil yang aksial lebih mudah dioksidasi (laz'imnya dengan asam
kromat dan piridin) daripada gugns hidroksit yang ekuatorial.

4.2.4 Tes Formarif 2

Iingkarilah a, b, c, atau d pada jawaban yang anda arrggap paring tepac.

Perhatikanlah dengan seksama struktur dari empat isomer kolesranol


berikuc. Kenn-rdian , j awablah pertanyaan-pertanyaan berikucnya.

a. b.

==
OHH
5a -Kolesran-3 p -oL 5a -Kolestan-3 u 4L

OU
C. d.

5o-Kolestan-60-oI 5 a -Kolescan-l10-oi-

Pertanyaan:

1 ) Darl kearpat senyavra icu yang paling stabt l ralah:

'/) Dari keempaEsenyawa iEu, gugus hidroks:-l yang menj"nbulkan


ancaraksi-1,3 terbesar ialah:

3) lhrj" keempat senyawa itu, gugus hidroksLr yang pali-og reakcif pacl,a

asecilasi dengan anhidrida asecac dan prridin ialah:

4) hri keemPac senyawa iEu, gugus hidroksil yang paling reakcif psda
oksidasi. dengan asam I,romac dan pi-ri-din ralah:

5) Pada 5a -kolesEan-11p -oI (scrukcur d) gugus hidroksil ber-


antaraksi-1,3 dengan:
a. gugus metll pada C-'lU
b. gugus metil pada C-10 dan C-1 3
.c. gwus met,il pada C-10 dan C-13, serca accm hidrogerr pac, c-8
d. gugrrs xoeEil pada C-10 dan C-1 3, serta acon hidrogen pada C-Z dan
C-8.

6) Jika 5a -kolescan-34 -oJ' (scrukcur b) d:-panaskan dengan kali,um


anilat dalam ami-l alkohol, diperoleh carnpurar epimerisasi dargan 5 o
-kolescan-3 F <L (scrukcur a) , di mana:

8i
3. jr:mlah 5a -L<olestan-3q -ol lebih banyak daripada 5a -kolesten-
3g-ol
b, jtrnlah 5c -kolestan-3p -o1 lebih banyak daripaaa 5 a -kolestan-
t.
3a -ol
c. juniah 5a -kolesta*.3a -ol saa dengan 5a -koLestarF3B -ol
d. epimerisasi cidak rerjadi karena epimer 3s -hidroksi lebih
scabil daripada 3p -hidroksi.

7) Jika 3 P , 7P -diaserpksi-5p -kolesEan dihidrolisa, maka:


a. kecua gugus aseroksi yang aksial aiian berhiorolisa
.b. kedtra gugrs asecoksi yang elo:acorial akan berhidrolisa
c. reaksi hanya ter3adi pada gugus asetoksi pada C-3
d. reaksi hanya cerjadi pada gugus asetoksi pada C.-7.

!.2.5 [npan tsalik dan Tindak lanjut

Cocokkantah jawaban Arrca dcrg4n Kr:nci Jawaban I'es Formatif 2 yarg


gda di bagian akhir modul. Hicr:nglah jtrmrah jawa.ban Aoda ysn8 bene.r.
Kemtdian gr:nakan rumus di bawatr ini rntuk lnretatui tirrg|<ac.pnguasaan
anda dalam miteri Kegiatan Belajar'2.

k.urs:

Jr-nnlah jawaban anda yarg benar


Tingkat pnguasdafl = x 100%
t: l
r
Arti tingkat penguasaan yar anda capai:
9tJ7" - 100% = baik sekali
80%- 89%=baik
70%- 79%= sedarg
: 69Z = hrrang
',.:
Bila Anda mencapai ringkaC penguasaan.UUX ke aCas, Anda
- daoac
lr'.',. .1
meneruskannya ke Kegiacan tselajar 3. Bagusl Terapi bila nitai Anda
j ir,
masih oi bawah Blf/", Anda tarus mengulangi.lGgiacan Belajar 2.
" ':tt
Eerutana
. .:

bagian yang beltm anda lq,rasai.

I
g
I

82
4.3 Kegiacan Belaiar 3

S:[HKNR, TXN KEAKNTAI{ 51NOID

4.3.1 Uraian dan Corrcoh

a. Ergoscerol darr Vicanin D

Sekitar orarg celah mengecahu:- bah;a penyakic rakhiEis


caln-u:r 1920
dapatr disemh.rhkan jika penderica ber3emur dr- Dawah sinar macalnrr acau
memakan minyak ikan. Berdasarkan pengecahuan i:rl, para anli pada
nrula:rya menduga bahwa kolesrol adalah provltanin I va-rg ji-ka dt-st-nari
berubah menjadr vltami:r D yang rneiripunyal- <eail:i-ia:"1 anti-rakhrtik.
l"lelalui berbagr percobaan, axhirnya dapac oixe:ahu:- cahwa provtcamin I)
icu ialah ergosEerol. Adaprn s:-fac provlcanr:r ya:i semula dic,-r:ljukka:-l
oleh kolescerol, ternyata disebabkan ada:rya De:rgoc.ran kolescerol oleh
sedikit ergosterol yalrg d:-gr-nakan dalam pL-rcoFar.

h r'
) Vica::.:: D2

Ergosterol

Pemisahan vitamin Dl, yang dihasr-lka:': oLeh pe::yinarar ergosterol,


dilaporlcan \ntuk pertama kalinya oleh l^lindaus dart Goctrngen, Jerman
pada Cahun 19,31. Akan tetapi, darl penyelidikan seianjucnya rernyata
bahwa senyawa aktif ini adaLah suatu campura:t (1:1) ancara vicamin D2
dan lumiscerol, suaEu Lsomer yang cidak akcrt.
Penyelidikan berikutnya menunj ukkan bahwa penyinaran ergoscerol
dengan sinar ultra violec pada suhu 50oC me::ghasili<an suatu campura:r
yang c,erdrri dari viEamln DZ bersama-sana dengan lurni-scerol dan
cakhisterol. Jika ergoscerol disinari pada sufnr 'ztfc, oihasilt<an pre-
vicamin % v*,s berada kesecimbangan dengan ergosterol, rumiscerol, dan
cakhiscerol. Sedangkan, penyinaran pre-vrramln D., paoa kor:drsr yang
sarna menghasilkan canPuran kesetimbangan yalg sama pula. Selan-lucnya,
Pemanasan pre-vitamin D2 Eanpa penyinaran menghasilkan uiEarnrn D2.
Penyelidikar mengenai scrukcur dari senyaera-senyawa yarrg dihasitkan
oleh panylnaran ergosterol, seperci dir:railcm di. acas ditah:} n denga'r
nmggunakan reaksl-reaksi yarg lazim. Antara lain ialah dehicirogenasi
menghasllka'r hidrokarbon Diels yang mern:njut*a aoarya kerangka karbon
sceroid, penguraian oksidacif melalui ikacan-ikacan rangkap,

83
hiorogenasi herkacaris, dan anal.isis sinar-L ltrh$g; sttara strulshr
pre-vitamin b2 dan takhisterol dapar. dikecahui dari pengubahan
takhiscerol secara launEiEacif .menjadi pre-vitamin D2 oleh Irodfun Oleh
karena yodium adalah kacalis r:ntuk isonerisasi glg-trans, maka
pengubahan ini menunjukkan bahwa kedua senyawa itu actalah isoner
geomecri (isomer c-gans.).
Berdasarkan hasil-fnsil percobaa:'r di acasr dapat ctisi-rnpulkan bahwa
lumisteroL dan takhisterol adalah hasi-r sampingan dari reaksi
penyinaran ergoscerol, dtrl kedua-dutrtya uinrah senyawa trrcaE datau
pembentukan vicaroin D2, Adaptn mekanisrne reaksi- peryirraran ergostero.L
dalam menghasilkan vi-camir % ce-rca:':Eum oatam Grmbar 4.2.

Gambar 4.2 Senyawa yang Bertalia.n dengan Vitanin D2


pada Penyinaran Ergosterol,

leCH3

HO
Ergogterol
H Lrnisterol
\ ^,1/
a
.cH R

-HO \.2 \
senyawa
4 l1
____+_)
<%
hr, B
H:C

rcCH3
Pre-vicamir % Takhiscerol
\

l9

.lJ tX Vi.canin D2

84
Sieror Lainnya ymg meng*.dmg g*.18 fi-u'gsi 5,7-dioa, sePertl 7-
dehidrokolescerol dan 22:?3-dihidroerS,osCerol dapat pula nenjalani
reaksi fotokimi.a yang sejenis, masing-nasing nerybrasilll vitanin Dj
dan vicaruin D4 dagan keakCifan a-ttirakhitik yarg berbeda-beda.

hu \ Vitamin D3

7-Dehidrokolescerol
-

hp \
--) Vicmin D4

?2 |/3 -lnYndroergo st e ro I

Senyawa-senyawa lain yang mempunyai keaktifan anEirakhicik yang


a:alog dengan vitanin D2 mempr.l-ryai- scruktrur yang berbeda-beda, yaloi
pada rslcai samping yang cerikac paOa C-17. Adapun rancai samping dari
berbagai senya\.ia yang tergolong vicanin D CercanEul pada daftar 4.4.

flefgar 4.4. Rantai Srying dari Vltanin D

trt'

)-^r-
R R

Vitanin I) Vitanin D3 Vitanin D4

ffR
(
-a-f
ViEmin f, Vicamin D6 Vitaofn ry

R = Sist@ fingkar

85
Sebagainana dl-singgt:ng di atas, keakcrfan dari berbagai vttanin D
adalah berbeda-beoa. l"lisalnya, keaktifan vitanin D2 sana derrgan vitamin
D3 terlndap tibs percoba.m; ak^m cecapi, keaktj-tA vitanin D2 rrarya 1
- 3% dari vitamin % p.o" anak ayam. Sedangkarr pada uanusia, vicaoin Dj
J,ebih aktif daripada vrcamin D2. Di.cinjau dari segi ki-nia, perbedaan
keakcifan berbagai vitamin D di a;as cidak lain disebabkan perbedaan
scrukuur morelo-r.I, dal-a.m hal ini ialah rancai samping yar{g terikat paoa
sistem lingkar dari molekul. Perubahan yang radikal terhadap rantai
samping, bahkan dapat neryhi,Ialgkan sama sekali keaktifsr trrtirakhiEik
I'lisalnya, jika rarcai samping di-perpe::cek sehiqgga analog dengan asan
kolanac (lifrac C'ambar 4.3) acau dihi.l-a:gka:r sama .sekali sehingga analog
dengan androstan, akan diperoleh senyawa-senyawa yarg tidak aktif.

b. Dieuilsci_Ibescrol dan Keaktifan !:scrogsrik

Telah diurarka:r dl acas bahwa perubahan yang keclr saJa cerhadap


strukcur molekul 'vj-camln Lv/, rnisalnya perubahan atas ranfai samping,
dapac menyebabk;u: peruDaiun atas ladar keai.cifan Ge.lala ini cerlilrac
pula pada berDagai scrukcur dari horriron steroid, di mana perubalran yarrg
kecil cerhadap struktur dapat mer-rgakl-backan berubahnya jenis keakcifan,
seperci EercantuD paoa Dafcar 4.5.
g
Perubahan sErukcur yang mengarcibackan perubafian dala-m keaktifart
i dari sllaEu sslyaua tela.h metdorong ahl:- kirnia wrcuk memhrac senyawa-
1
senyawa sincecik deryan keaktifan yang analog, bahkan mqngkin dengan
kadar keakcifan yarg rebih cinggi dari senyawa alarn, serta ketnggulan
lainnya. sebagaj- conroh ialah sintesa l7a -etinilescra-1,3,5(1g)-crien-
3,17a -dj"ol ata: l7a -ecinilescradiol, yaknr suatu esErogen sinCeCik
yang memPunyai keakcrfan esE,rogenrk (mengatur siklus seksr:al betina
mamalia), sebagai berih:c.
Escron bereaksi dengan kalium asecilida dalam amoniak cair yang
menghasilkan 'l7a -eri-'''rl-i 7p -ol, di mana konf igurasi dari gugus
hioroksir pada c-1 7 oarne. oeperti pada catradiol, eehingg,a seryawa ini
mempllnyai keakti_fan esc,rogenik yang tinggj-.

CH3
o

-+
HC=CK
NH3 '
1r
Estron 1 7a -Etrinilesrradiol

86
etinllestrsdiol adalatt
Penyelidikap menunjul*an bahwa keakcifan reblh al*'if daripadg
sama cinsSirD," ,6i;;;r;;*i.i d* delapan lcati
naka keakcifap
estron. Akan aui"pl; jrka digunakan secara orar'-karera inr' 17 d -
estradiol lebih lccil dariPada etlnilesEradiol' oleh perrgobaCan secara .

ec,inilescradiol celah digurak& hingga saac ini


dalaru
oral. sincetik yang
pembuacan diecilsEitbestrol, yakni suacu estrogen
sangataktif,telahmerintismengenaihubungarranEarastnrkcurdan maka ancara
keakcifan bioLogis. Ditirrjau dar! segi scruktur molelorl'Kecuali sebaran
diecilsciruescrot dan estradiol acia suatu analogi' fr.r.rgsj. oksigan pada
dari kedua gUs fernl, yarrg sebanding denSarl gugus tebar molekur
estradiol, analisis si.nar-x menunjukkan pula bahwa dalam bentuk
di,eEilstilbesrrol sebanding dengan escradiol' Persamaan
nolekul ancara di.etilscilbesfrol dan estradl-ol inl-LlaI ini didukurlg
berperan dalarn
memberikan keakcifan yang spesrfik,
yaior estrogenilc
pula oleh karyacaan bahwa apabila konf igurast- dar:-
trans-scilbescrol
gis sehingSa benctrk molekul berubah, maka keakcifarnya
diubah menjadi
berktrrang.

Estradiol Dieti tscilbescrol

Dafcar 4.5 BeberaPa tbrrcn SLeroid Alan

lJscrogenik.
Menscimdasi organ
seksual becina

Estradlol

87
Sepercl jelas terlihat pada concoh dl acas,'{<eakCifrn estrogenlk
Cidak tranya diCemuksr pada senyahta-snyawa sceroid. Sehuh!^tgal dagan
lCu, perlu dikeEslnri trrla bahwa genisCein, yalari s1r6Fu gnyasla Solor1gal
flavonoid yang dicenukar.r dalam tumbuhar: (Iihac nanci modul 4), juga
memperlihatkan keaktifan esCrogenik. Scruktrur dari genistein seperci
tercancum di bawah ini juga mirip dengan dietilstilbestrol aCau
estradlol.

(bniscein

Darr conEoh-concoh di acas jelaslah bahwa keakcifan biologrs suatu


senyawa dicencukan ancara lain oleh ukuran dan konfigurasi molekul,
serca sebaran dari gugus-gugrls fu'rgsi.

c. fugus F\ngsi dan Keakcifan

Seperci terlihac pada Dafcar 4.5 sernua sceroid yang akcif


bercirilcan gus fu'gsi oksigen yang cerikac pada satu acau lebih dari
posisi-posi-si C-3, C-1i, C-16, C-1J, C-18, C-20, dan C-21. t"lisalnya,
gugus fr:ngsi oksigen pada C-3 dan pada C-1 7 merupakan ciri dari
senyawa esCrogen dan androgen (mempercepac perCumbuhan sel dalam
jaringan tercelcu). Begicu pula hormon korci-koid memptrryai ciri khas,
yakni siscen gugus fr:ngsr 4-en-3-on.
Peranan gugus fungsi cerhaoap keakcifan biologis sceroio celah
banyak diselidiki oleh para ahli. I'hsalnya, penggancidl Bugus hioroksil
pada C-3 dari molehrl vitamin D dengan gugus karbo;ril, )C=O, acalr gqus
cio!, -SH, acau acom kl-or menghilangkan keaktifan anci.rakhitik

,t\

)lr') ,LYn' I-a,


+ HSA-,
\4{ , A.,r -,
-.,\-J.
Vir,min D

89
Fercobaan-percobaan nenr.rnj'utckan puta batrwa pada PllSescogen, gugus
karb@il pada C-3 diperlukan wrtuk keakci.fan mensE uterus atau
rn erD pertehankan kehan i lan, sed angkan gugug
. 20 tidak
diperlukan Berdasarkan pgngecahr:an snyawa-s teEik
yang analog oengan prog,esce tel digunakan dalam can,
masing-nasing dergan s berilqrt.

cHl

Progesceron

Pada senyawa-senyawa Eurunan\r,a.og"r, ternyata b"r,'\ia arianya gugus


17 A -hidroksir sangat diperlutcan
jaringan rerrenru, sedangkan\ut
mera\gsang p"rc,r$u,lr,*, sel dari
g\us hidroksir pdar c-3 ridak
mempengarulri keaktifan. PengeEalnran t\J*" relah **d"fo jalan unruk
menbtrat senyawa-senyawa slncetik y*g J{"ofi-rrgsionai J""g"i keaktifan
adrogenik.

C,H:

h
I TestosEercrr And sincetik
s
Dari concoh-concoh di acas terrihag bahwa peranan masing-masing
gugus fungsi oalam molekul uncuk kea(tifan cercenEu dapaE diketahui,
ancara lain, dergan cara msrsincesis berbagai steroid yang
merrgandr.rrg
saEu gugus fungsi (rnonofr:rgsional). Senyawa-senywa monotulgsionat
kemudiar diuji keaktifannya" Pendekatan lain yang
lnl
dapat digr:nakar iatah
mengubah atau mengganti suacu gugus fungsi dengan gugus
fungsi yang
lain' I(emudian, berdasarkan pengetahuan ini mengenai hubungan rnuara
gugus fungsi dan keakcifan, terbukalah jalan
ulcuk membuat senyawa--
eenyawa sintetik dengan keaktifan y^ng analog, bahkan
dengan kadar
kealaifan yang lebih cinggi gerta r*,r,gguran siiat-sifat rairiy$....i,i

.90
4.3,2 Latihan 3 ini benar
(X) hnn:uf B jika pernyataan
di bawah
Berilah tanda Pada
salah'
dan htrruf S jika pernyataarulya

yang daPac diPdroleh


dari hasil
1) s - s Vitamin 1i:::-1:"'oto
l'
PenYinaran " ergostero
oleit penyinarzin erBosterol melalui
D2 drhasi-Ikan
7) g - S Viramin {DengarJ:'l pemanasan'
pre-viCamiLn D2 yang
epnvawa yang berasal
dari i:re
-'r rr' senyawal
3) B-s vicamin Daoalah sel<r:'inir:iansitttm 5'7-dien anarog c
tengan
vicamin yang nen"";;;
ergosferol '
D ridak
4) B - s Kadar keaktira". :.=':"j::i'h'JJ; ;:L".:i;:rnin
ditencukan oleh jeni-s

5)g-SSepercidiconcohkanolehdietilstilbesrrol,keaktifan
biologisestrogenikdicencui<anolehadanyaintisterold.

6)B-SSepert!diconrohkanoLehlTa-etinil-estradiol,estrogen
sincecikdapaldibuatdengancarameaodifikasistruktur
estrcri yang bersifac estrogenik'

1)B-SKeaktifanbiologisspesi-iikridakadakaicannyadengan
scrtrlcarr molelq.rl.
.tka gugtrs

8)g-Stdarkeakcifarrbiologiscerlencu.daPatrberl.r:rang3:
fr:r'gsiyangdipe'r.,,r.,,.trrcukkeakcifarricudisubscin,giacau
dihilangkan'

3
Kl.rrci Ja',raban lacihan

1) s
5)s
2)B 6)ts

3)B 1)s
4)s 8)B
dengan benar lcrrang
darl 6 soal, bacalah
;ika Aroa hanya dapaE nenrjawab
3'
krnbali Kegiat:n lrlr.alat

91
4.3.3 Ranslqnan

Vitarnit %, yalg ne&Frlyai keakcrfan ancirakfritik, dapac diperoletr


dari. penyinarar ergoscerol (pro-vicarnin) paoa surnr
cerEntu vitaein D
lainrrya dapac pura dihnsrli<an dengan cara yang
sam.r menggunkan pro_
viEami.n yalg scn:Jccunrya. mcrgandtrng sisten
5,7_dien seperci ergoscerol
Berbagai vicamin D icu nempunyai kadar keakrifan
berbeda, yar dicencukan oleh jenis rantai
ancirakhitik yang
samping.
Pada prrnsipnya, i<eakcifan biotogis
Eertentu dicentukan oleh ukural
molelqrl serca sebara: Sugus fuegsi di- dalam
molelcul. Keaktifan brologis
ditencukan puia oreh jenrs gugus fungsi di
oalam molekur, dan
nodifikasi terhaoaP gugus fungsi- ini- dapac mengubah
icu. kadar keaktifan
Pengecalnrar rnengerai hubuu-rgan antara
scmktur dan keakcifan membuka
jalan bagr perarcargar dan pembuacan senyawa
cara msrcdilikasi scrukcur.
rain tsina"arni dengan

4.3.4 Tes Fonnacif 3

l) Vicamin h. up c drhasillcan dengan cara:


a. penalass) ergosterol
b. penyinara: hlnrscerol
c. penyinaran pre_vicamin D2
_d. pemanasan pre-vicamin D2.

2) Scrukcr:r dari pro-vlcmln D4 La\ahr:


a.

c.

92
f':'

3) Strulccur dari vitain' \ ialah:


8.
CH

H0 \"

c. I
d.
i
I
t:
I

I
t
r
pr

I
rI.

4) l(adar keaktifan anEirakhitik dari vitamin D2 dapat diPertahen


clengan cara:
a. mtgubah konfigrasi gugus htorotcsil pada C-3
b. mengqbatr kgrrfiggrasi gwus hidroksll pada C-3 dan ranCai sanPlng
pada C-l 7
c. mer8anti gllrs hidroksil pada C-3
,d, rnengubah rantai saoping pada C-17.

5) Pada prinsipnyai suatrLl ser:)yawa sintetik dang4 keakCifan biologis


yang analog dengan suatu senyawa cerEenCu dapat dibuac dengan
mdifikasi:
r a. guglx| fr.rrgsi yang Cidak diperlukrr sambll memPertahankar ulqJr8.l
noleh$ srtyaeta icu
H
b. semua $us fi.ngsi snya\da igu
c. ukJran dari rclelorl senyatra icu
d. gebaran gugus fungsi dari lrclel'q-rl lcu-

93
-:- .il
r,_
5) Keakt i.f an androgenik seperti di trrnj ukkan otetr te6 tosteron dapat
diharapkar . pada senyawa:
a. b. CH
Fz
CHr
lJ cH2

c. d.

4.3.5 tbpan Balik dan Tindak laniur


cocoklcanraLr hasir jawaban Anaa dengan lclrrci
Jawaban Tes Forruatif 3
yang cerdapat di bagian berakang modul ini.
Hitr-u'rglah jurnlah 3awaban
It.:da ymg bsnr. Kemr-rli^an grnakan ranmus oi bawah ini r:ntuk mergetafrui
g
tingkat penguasaan Arda terhadap maceri Kegiacan Berajar
3,
htnrc;

JunLah jawaban anda yarg benar


Tirgkat peruasaan
ig = x 100%
6
EI

ArCi tirrgkac perrgrrasaan yar Anda capai:


9V" - lOA% : baik sekali
80%- 89%=baik
707"- 797"= sedar
- 6Y" = kurang

94
Bila Anda rnencapai- tingkaC penguasaan 8U% ke. atas, Anda dapaL
nenerr:skan dengan modul berikutnya. Bagusl Tetapi bila nilai Anda
di
bawah 80%, lnda harus mengulangi Kegiatan tsela;ar 3 terutama bagian
yang beh.rn arda lqrasai.

95
.5. Ifunci Jar*aban Tes Fomatif

5.1 Kurci Jawaban Tes Fornatif 1

1) c Jawaban yang benar adarah c karena diptrnyai secara umurn oleh


steroid. Kerangka karbon koresteror adalah spesifik bagi
kelompok korescan, sedangkan kerangka hidrckarbon Diets adalah
spesifik uncuk hidrokarbon icu. Lanosterol adalah suacu
criterpen oan buka sceroid.

2)b .'rengingac r<embarl biogenesis cerpenoic, seperli cercanEum


pada
Gambar 4.1 dari urodur percama, maka discribusi 14c
isopentemt pirotosfar yang berasal oari CH3_i4C0cH han:slah:iaa"

ffi:-9,-ft:-0i20
ll
cHz
jika unic isoprene ini disubsrirusikan ke farnesir pirofosfac
dan selanjucnya ke molekul sleralen dan koresterol, seperri pada
c'ambar 4.1 dari n-rooul ini, maka sacu-satunya jawaban
yang bnar
ialah b.

3)c Javraban yang benar iarah c, karena pada molekul


steroid yang
baku' konformasi hanya dapat benrbah-ubah pada cinci:r
A dar D.
Perubahan ini oiikuti oleh perubahan konfigr:rasi
c-5 dan c-14.
4)a Oleh karena ikatan gugus-gugus merir dengan inti steroid
terarabr
ke pihak sebelah aEas bioang.nrolekul, maka jawaban yang benar
ialah a.
5) a ltemprerhacikan konfigurasi ! a -kolescar-3 p .ol sebagal berllqrt:
CH:

terlihrac bahwa ikatan-ikacan dari atom hidrogen


gugus metil c-10 dan G13 cegak lurus pada
c-3 dan kedua
bidarg morelcrl, ata.r
aksial' Sedang gugus hidroksir pada c-3 paraler dengan bidang
, acau ekuatorial . Jar,raban yang berar ialah a,
molelq-rl

6)a Jamban yang banar dar jelas ialah a.


7)d Janraban yang baer dan jelas ialah d.

8)c Antera kedua senyawa itu, konfigurasi pada C-3 dan C-5,adalah
sana masing-masing 3p dan 5a . Konfi.gurasi Oari C-1 7 rsrcuk
ranEai samping tidak dicunjukkan pada narla kedua senyawa ini.
Ini berarci, konfigurasi C-l 7 adalah seperci pada strukcur urnun
uncuk lcedr:a snyavra, yaloei sama-senaB. Oleh karena itu, jawabarr
yang bertar iatah c.

5.2 Knci Jar*aban Tes FormatLf 2

l) a PerbQdaan ancara keenpat senyawa i.ni certecak pada posisi, dar


konfigurasi gugus hidroksil, dan i.nrlah saEu-sacunya yang
menyebabkm perbedaar: kescabrlan. G.gus hidroksil pada a adalah
ekuacorial dan dengan demi-kian tidak ada antaraksi-1,3.
Sedangkan pada molekul !, c dan d gugus hidroksil adalah aksial
yang mngalani antaraksi-'|,3, Jadi, jawaban yang benar iatah a.

2)d l'letanjutkan jawaban pada 1 di atas, pada b gugus hidroksil


beranCaraksi-l,3 dengan 2 acom hidrogct aksial pada C-l dm Cr5.
Pada g gqgus hidroksil berancaraksi Oengan 2 acom hidrogen pada
C-4 dan C:8 ph.r,s gugus metil
pada C-10. Sedanglcan pada d, gugr:s
hidroicsii. berancaraksi oengan 1 acom hidrogen pada C-U dan 2
gugus DeEi.I pada C-10 dan C-13. Ibrena u],crran gugus meEil lebih
besar dari atom hi-drogen, ancaraksi rebih besar pada gugr:.s necir
darip:da hidrogen Jadi, jawaban yang benar adalah d.

3) a lieperti dinyacakan pada jawaban 1 di acas, lranya gqgus hidroksil


pada a yang oriencasinya el$atorial. Jadi, tranya gugrJs hidroksil
pada a yang reakcif pada escerifikasi (asetirasi), sehingga
jawaban yarg benar ialah a.

4) a Oleh karena antaraksi terbesar dicencukm pada d (Iihat jawaban


2 di acas), Eegangan yang dibebaskannya pada oksidasl juga
cerbesar. Jadl d adalah jawaban yang berrar

5)c seperci dijeraskan we 2 di acas, jawaban yang benar ialah g.

6)b oleh kardna ancaraksi pada scrukcur a rebih besar daripada


ecrukcur !, seperci dijelaskan pada jawaban 2 di acas, naka
scruktrur a lebih etabil. Jawaban yang benar b.

97
7) b Jawabannya ialah b, karena kedua gugus asetoksi adalah
elqracorial sehingga nr_rdatr berhidrolisa.

5.3 Xr-rrci Jamban Tes Fomatif 3

1) d Vitamin D2 hanya dihasilkan oleh penyinaran (bukan pernanasan)


ergosterol pada suhu di acas 200 c. pada 200c penyinaran ini
hanya menghasilkan rtrmiscerol, takhisterol, dan pre-vicanin ur.
selanjucnya, vitamin Dz d.r-rrasirkan oleh pemanasan (bukan
penyinaran) pre-vicamin D2 pada suhu di atas 200c, canpa
menghasilkal lumisEerol dan takhisterol. Ini berarti, lurnisterol
bukarlah senyawa ant,ara dari pembcrcukan vicamin D2 dari pre-
vicamin D2. Jadi, jawaban yang benar ialah a.

2) b Seperci tercanturn pada Daftar 4.4, viramin D2


Oang berasal clari
penyinara' ergosteror) dan vitanrin D* hanya blerbeda oalam jenis
rantai samping. Sedangkan, sisa molekulnya (R), yang berasal
dari inri steroid dari ergosterol, adarah sama. Jadi inr-i
sceroio pro-vitamin adalah sama seperti pada ergosteror. Deran
dsnikiar jawaban yang benar ialah b.

3) c vitamin D3 hanya berasal dari penyinaran 7-dehiorokolesran,


sehingga rantai sarnping dari vitanrin D3 adalah sama seperri
kolestan. selan3utnya, sisa morekur viianrin D3 (lihac Dafiar
4.4) saina seperci vitamin Dr. Jaoi jawaban yang d*", iarah
c.

i) d seperci oikecahui, pengganrian gugus hidroksir pada c-3 oangan


gugus lain menghilangkan keaktifan ancirakhi-cik.
Ini berarrj.
bahwa adanya gugus hidroks:,r paoa c-3 perru uncuk keakcitan,
Perubahan hanya dapac dirakukan terhadap rantai
samping
(walaupun daram ba.as-bacas terEencu), sehingga
3awaban yang
benar ialah d.

) a Seperci diketahui, keakcifan biologis ditentukan oleh ukuran


molekur, sebaran gugus fr:ngsi dalam molekul, dan adanya gugrE
ftn-rgsi certentrl oleh karena iru, jar^aban yang
banar ialah a.

98
;".:.

6. Referensi. .c, :..'-'


.,',''--
'..
A.R. Pinder, The ChemistrJ of tlre- Terpenes, Lonoon: Chapqran & HaIl
ttd.,,. 1960.

James B. Hendrickson, The MoIecuIes qf NaLure-, New York: hl.A Benjamin,


inc. '1965.
--::'
j":"
'

P. de Hayo, The Cheoisfry of Nat_ula] p-rodugts. Vol. III Hono and


Sesqtilerpnoids, New York: Interscience fubU.shers Inc., 1959.

99
BUKU MATERI POKOK 3

ILMU KIMIA FTiIILPRI|PAIIOIO


OAI{ PIILIKETIOA

PK|M4438/2SKS/03

KIMIA ORGANIK
BAHAN ALAM

Oleh

Prof. Dr. Sjansul Arifln Aclnoad.


TAFTAR LSI

Ftalaman

1. Fengancar 100

2. Tbjuan Instri.rksional [nurn 100

3. T\:juan Inscruksional Khusus I 100

4. IGgiatan Belajar

Kegiatan Belajar 1:
KIASINXASI MN ASAL I.6T]L FB{ILPROPAMID
uraian dan Concoh 101
Iatihan 1
1W
Rangkurnan 110
Tes Forrnatif 1
11'.|
lJPpan balik dan Tindak Ianjuc 113

IGgiacan Belajar 2: sirRIJKrlIR IHN Br6llflrsA poL[xEnu.


tjraian dan Contoh 114
Iacihan 2 1'2U
Ralgkunan 121
Tes FormatLf 2 122
Urpan Balik darr Tlndak lanjur 123

Kegiatan Belajar 3: SIFI\T-SIF,I{I IHN SIITIESA FAIIIJRffANOII)


INN Fq.IXEHID,
lJraian dan Contoh 125
latihan 3 14t)
Itangkunn 141
Tes FormatLf 'z 142
IJmpan Balik dan Tindak Ianjut 144

5. Kmci Jar*aban Tes Formatif 145

6. Referensi 14
Ilr{J KIilIA FA{I^PROPAbIOID tXN FOTJKEIIDA

'1. Pe.ngantar

Pada modul perrama dan kedua Anda telah mengenal dua golongan
senyawa organik balnn alarn, masing-masing terperxcid dan steroid, yang
Derupakan senyawa-senyawa organik alifatik atau alisiklik. Pada kedua
Borongan senyavta ini, Anda juga celah mengenal adanya keragaman
scruktr.rr dengan pola-pola EerEentu yang erat kaitannya dengan asal usul
biogenetik, yang selanjutnya menr.rnmkan sifac-sifaE khas dari masing-
nasing golongan.
I"lodul ketiga ini akan mengtrraikan prinsip-prinsip yang sama, yalcri
keragaman struk[ur sebagai akibat dari asal usul biogenecik, serta
si.fac-sifat klr,as yang sederhana dari senyawa-sehyawa bahan alam yang
bersifat aromatik. Senyawa-senyawa aromatik ini merupakan bagian
terbesar dari senyawa bahan organik bahan alam, dengan asal usul
biogenetik yang berbeda-beda. Sebagian dari senyawa ini berasal dari
salah satru dari dua jenis jalur biogenetik, dan sebagian tragi berasal
dari kombinasi antara kedtr,a jalur biogenetik ini atau melibattcn jalur
biogentik lainnya. Asal usul jalur biogenetik yang berbeda-beda ini
menimbulkan berbagai jenis senyawa aromatik. Mengingat banyaknya jenis
senyawa ini, serta pertimbangan-pertimbangan pedagogis lainnya, maka
pembahasan dalam modul ketiga ini akan dibacasi pada jenis-jenis
senyawa aromatik yang sederhana. Sedangkan pembahasan me:rgenai sifaC-
sifat kimia ditekankan pada beberape reaksi standar yang berkaican
dengan penetapan scruktur yang bertalian.

2. TUir:an Instruksional

Setelah mempelajari modul ketiga ini, Anda diharapkan akan memiliki


srl;Itu pengertian mengenai reaksi organik, khususnya reaksi aromatik,
dan proses pengembangan ilmu kimia bahan alam aromatik.

3. TU'itran Instrr:ksional

setelah mempelajari rnodul ketiga ini Anda diharapkan dapat


manperoleh kernanpuan sebagai berikut :
3. mengenar klasifikasi senyai^ra-senyawa bahan alan arcrnatik,
b. menjelaskan asal u.sul biogenetik senyawa-senyawa fenilpropanoid dan
poliketida serEa beberapa aspek penetapan biogenesa fenilpropanoid
dan poliketida,

100
c. menerrngkan beberapa reaksi orgarrik yang berkaitan dengan PeneEaPan
struktur beberapa jenis fenilpropanoid dan poliketida, dan
d. menerangkan pendekatan sintesa polikecida menggr:rrakan prinsip'
prins!p biogenetik.

4. Kegiatan Bela.iar

4. I Kegiatan tselaiar 1

KIASIFTKASI DAI! ASAL USTJL F-ENILPI$PAIOID

4.1.1 Uraian dan Concoh

Sebagian besar senyar'Ja organik bahan alam adalah senyawa-senyawa


aromatil<. Senyawa-senyawa ini cersebar lua.s sebagai zat waryq alam yang
menyebabkan wafna pada bunga-burgaarr, kayu lnhon tropis, bermaca;n-macam
kapang, Iapuk, dan lunuc termasuk di ancararrya zac warna alizarin.
Sebagian besar dari senyawa aromatik ini mengandung cincin
karboaromacik, yakni cincin aromatik yang hanya cerdiri dari acqm
karbon, qeperti benzen, nafcalen, dan antrasen. Cincin karboarornhtik
ini lazimnya tefqubstitusi oleh sacu atau lebih gugus hidroksil acau
gugus lain yang ekivalen dicinjau dari segi biogenetik. Oleh karena
itu, senyawa bahan alam aromaC.ik ini sering kali disebug senyawa-
senyawa fenol, walaupun,sebagian di ancaranya bersifat necral karena
tidak mengandting gugus fenol dalam keadaan bebas,
llmu kimia senyawa-senyawa fenol yang dicemukan di alam mengalami
kernajuan yang sang,at pesat segera setelah Kekule berhasil menetapkan
struktur dari cincin arornatik tsahkan, strukfur dari beberapa senyawa
fenol celah dapat dicecapkan sejak abad ke-1 9. Oleh karena ltu, llmu
kimia senyawa-senyavta fenol kadang-kadang dianggap .sudah usang. Akarr
tecapi, topik-topik yang menarik mengenai senyawa fenol ini cerus-
menerus mulcul dengan adanya penemuan-penemu:m baru. Dengan demikian,
senyaeta-senyawa fenol dapat dianggap sebagai cabang dari i.lmu kimia
balnn alam yang terus berkembang, seperci- halnya Eerpenoid dan sceroid.
Pada prinsipnya, sifat-sifat kimia dari semua senyawa fenol adalah
sama, akan cetapi dari seg! biogenetlk senyawa-senyawa ini pada
dasarnya dapat dibedakan atas dua jenis utama. Jenis perEama ialah
senyawa fenol yang berasal dari asam shikimat atau _ialur shikimat.
Jenis kedr:a ialati senyawa fenol yang berasal dari -ialur asetaE--malcnat.
Nantrt dicemukan pula senyawa-senyasTa fenol yang berasal dari kombinasi
antara kedtra jalur biosentisa ini, antara lain ialah senyawa-eenyawa
flavonoid. rlmu kimia dari fravonoid, yang merupakan salah saEu
kelompok senyawa fenol terbesar, akan diuraikan dalam modul keanpat.

101
a. KLasifikasi

Senyawa-senyalta fenol dicemukan dalam berbagai organisma, mulai


dari mlkroorganisma sarnpai pada cumbuhan tinggi dan hewan. l"jalaupun
@gqg merrrpakan sumber yang kaya akan senyawa fenol yang berasal dari
jalur qs-e-!-4!:Tilonat, recapi senyawa fenol yang berasar dari jaitrr ini
dicernukan pula -oJlam Erimbuhran tinggi. sebalilcrya, senyawa
,f:$ol yang,
berasal daqi jalur shikimat banyak dicemukan dalam turnbuhan cinggi. dan
jarang ditemukan pada kapang.
salah sacu kelompok senyaura fenol yang utama, yang berasal dari
jalur shikirnat, iarah fenilpropanoid. senyawa fenor ini me:npunyai
kerangka dasar karbon yang terdiri ciari cincin benzen (C6) lane rerikat
pada ujung dari ranrai karb,cn propan (C:).

ra COOH

g )"
'/*'-c'c
;I1

"l\a-l uV'
n OH
m Asar shikimat Kerangka dasar
k fenilpropanoid
tu
EI Beberapa jenis senyawa yang terrnasuk fen-ilpropanoi_d iaiah tu',nan
4sa{n
l- sinar,aE, b"Etrnan alilfenol, Eurunan propenirl fenol, curunarJ
ta $an
kunarin. Beberapa contoh senyawa sederhana dari,,; masing-masing jenis
fenilpropanoidini cercantum itada Daftar 4.1
li Bila struktur senya\^E seperEi tercanE,.on.:1,;,dalarn Daf car 4.1
tn diperhacikan dengan seksatna, kecuali kerangka dasar fenilpropanoid yang
ta nI"-. cerlihat, ternyata pula bahwa kerangka karbon ini merpr,nyai
tu oksidasi rnaksirnar trihidroksida yang sama-seperti
m shikimat. Kemungkinan lain dari l,ola, oksidasi ircra dari asan
ini ialah
3,4-dihidroksi, atau Ghidroksi, atau tidak teroksidasi sarna sei<ali.
1,
-a b. Jalur )nIKunat
d.
tr Jalur shikjrnac uncuk biosincesa. feniplpropanoid dicernukan unEuk
la pertama kalinya.dalam rnikroorganisna, seperci bakceri, kapang, dan ragi
-
rh sebagal hasil' karya dari llavis. sedangkan asam
shikimat sendiri perEama
kali- dicsnukan pada tahrm 1gg5 dari tr-rnbuhan rrLi=i,n,. religiosrrs
E.
dalarn bahasa Jepang disebuc shikimi-no-ki,
, yng
L. oilkentrcian diterm:l,.an pula
ii dalm banyak tunbuhar. Maptu'r pokok-pokok reaksi biosintes <lar:_ jalur
IA shikfunat ditunjukkan oleh Canbar 4.1.
;u Seperti terlihatrdalam Gambar 4.1 penrbencukan asam shikimat dimrlai

N2
dergan kondensa.sl aldol altara suaLlr tetrosa' yakni eritroga, dan asan
C=GI2 darl asam
fosfoenolplrurrat. Pada konrdensasi ini, gugus metilen
gWus
fosfoenolpiruvat berlaku sebagai nukleofil dan beradlsi dengandari 7
karbonil c{ dari ericrosa, menghasilkan suaar guta yang terdiri '
acom karbon. Selanjutnya, reaksi yang anlog
(intramolekuler) menghasil-
yang
kan asarn 5-dehidrokuinaC yang memptrnyai lingkar sikloheksan'
oleh
kemudian diubah menjadi asam shikimac. Asam prefenaE Cerbentuk
adisi asam fosfoenolpiruvat kepada asam shikimat' Berikutnya'
dari
aromatisasi dari asam prefenaC meng,hasilkan asam fenilpinrvat'
marra dihasilkan fenilalanin melalui reaksi re'duktif
aminasi' Akhirnya'
paralel
deaminasi dari femlalanin menghasilkan asam sinamat. Reaksi yang
yang sejenis cerhadap cirosin yang mempunyai cingkac olcsidasi
lecih cinggi menghasilkan asam g-kumaraE, dan selanjucnya asam-asam
l<afeat, ferulac, dan sinaPat.
senyawa-senyawa fenilpropanoid dari jenis lainnya,
yaltu alilfenol,
propcrilfenol, dan lo:maqin diturr-mkan dari asam-asam sinamat melalui
reaksi-reaksi selqrrrder yang akan diuraikan di bavnh ini '

c. Biosincesa Kunarin

Kumarin adaiah senyawa fenol yang pada umumnya berasal


darl
Dari
cr-rmbuhan tinggi dan jarang sekali diCemukan pada mikroorganlsma'
segi biogenetik, kerangka benzoripan-2-on dari kumarin berasal dari
yang
asam-asam sinpmat, melalui orCo-hibroksilasi. Asam orto-lo'rmaraE
dihasilkan, setelah *en3afani isomerisasi eis-trans, menjalanl
Iakconisasi. Tahap-tahap reaksi biosintesis tersebuc mulai dari
asam
l+.L
sinamat hingga tirbenculqrya lormarin, tercanLrrm pada Cambat

Daftar 4.1 Beberapa senyawa fenilpropanoid


Turunan sinamat

CO 2H co 2H COrH

) ) 2
I ),.,
6

s
0:
1

Asam sinamat
a OH
AeamT-15*-J Asam
V,',
OH
kafeat
OH
OCH3

Asam slnaPat

Turunan kumarin

Umbel iferon Eskuletin

1u3
Turunan alllfenol

2\ il
I /
V OH
o.,,,
OH
Q.
o
t-rQ,
ct2
Cavlcol Eugenol
Turtnan propeniIfenol
Safrol ur.r*iJr2" i.

/ ?tt
q.,,,
O 0cH3 oH
.-r$to.*,*ro$o
ocH3 o-
Jr,
Anatol Isoeugenol Isoelernesin Isornlristi,r,

Gdar 4'1 Jal.o asam shiki-mat dalan rriosisrtesa fenrlpropami.d

-"<h-!JPo,Hz
0

' i,,,J'fi0*-*2o,
to -rl,,o". ,o''\r'.
,..ro.iff,
Plruvri--
Xo,.

f ok *, , HoJooH l;-
l"S. I J
.Q",*0O*-Ld-
e.., s-oalnrarokulnrr AsfJ s_a.hro.o_
CQOX hlklna t

-,..:H;
,<c.$," *,.# ij",-E fri.".,
Ar' ,hltln.t oH ox
Aran korlscrt

.^-P/ xV
-*-b;."?- J*'

oY-\/
r{t
5*5
oH
Trrosln
6tr

)*'*)'ukuoarat
h/
nr-\1nz
OH
Acao krfeet : R1 .H, R2-OH
Asaa ferulat : Rl .H, R2 OCp3
Aaao slnapat : Rt -OCU , P.2-OCHI

104
Penelirian mengena! bi-osincesa kumarin pada beberapa jenis
tumbuhan ternyaca mendukung biosintesa ini. walaupun denikian,
mekanisrne dari sebagian besar calap-tahap reaksi tersebut masih belurn
jelas. Ilisalnya, reaksi isomerisasi cis-trans dari asam orto-
hidroksikumaraE mungkin berlangsung dengan kacalisa enzim, atau melalui
proses focokimia, atau suatu proses reduksi-dehidrogenasi yang
beruntun.

C'aqrbar 4.2 tseberapa curwan kunarin sederhana dan jalur biosinLesa

G6 C_] C8
Kunarin tl

Llmbeliferon HOH H
liskuletin oH ol-{ !1

5 Dafnecin HOH 0ir


Skog>letin ocl{3 oH H
KLurrar in Fraksetin LX]H"
J
OH ui'i
( irenzopiran-2-on)
;H
\...
H
I

'.1110

Asam s r-narnat ASam o-

gffg- (X)'*, tr/


Kurarin Limbeli fe ron I.Sl.erlecin R = il
Skogrletin R = CH3

Biosincess dari t rlr.run 7-hj drok^sikrrnarin, seperti rlnbeliferon,


esh:lecin, dan skopoleci.n raengikuci tahap-cahap reaksi yar sana
seperci cercanfun parta Grmbar 4.2. selama proses biosintes6 ini, orco-

r05
hidbroksiLasl masing-uasing tetladi atas aseas g-lusaratr a,ss\ kateat.
*arr asan ferulac. Selanjutnya, dapat dipastikan bahr*a unbelifercn
berlalcrr sebagai senyaua antara rnruk sintesis tunrran 7-hidroksilanarin {

lratg teroksigenasi pada posisi C-5 acau posisi C-8-


samping turunan kr.:marin yeurg sederhana seperti tercanrrrn di acas
Di
(tihat C,arnbar 4.2) , di alan ditsnukan pula ttrrulan ktrnarin yang lebih
hpleks, misalnya kr-unarin yang Cersubsf ilusi. Di samping itu,
dicsnukan pula turunan furolq:rnarin di mana cincin benzen kr.rnarin
terlebur dengan cincin furan msnbentuk cincin benzofuran. Beberapa
crrLoh curunan ktnarin yarrg kcmpleks tercantum pada Daf t at 4.2.
Jika struktur kunarin seperti tercanturn pada DafCar 4.2
diperhacikan dengan seksana, segera terlihac bahwa senyawa-soryat*a ini
menp-myai suatu ciri yang tetap (dengan sedikir perkecualian) , yalcri
adanya atorn oksigen pada posisi C,,-7.

Daftar 4.2 tleberapa curunan kurnarin kompleks

Suberosin AurapLen

cH30
cKe},
OCH3

l\rkedanin Psoralen Bergapten

CH30

HO

Kunestrol Dalbergin

dari unit (atau tmit-unit) isopren, yang berasal dari-


Partisipasi
jalur mevalonat, seringkali diternukan dalam turunan krmarin seperti

106
Pada suberosin dan aurapten. selanjuarya, keterlibacan wric isoprn
dalan pembentutcan cincin furan dan fgrolqnarin, seperti pada puked&h,
psoralen, dan bergapten lelah dibuktikan pula oleh percobaan-percobaan
nnggEEkan snyalra bertanda. Berdasarkan hasil-hasil percobaan ini
maka biogenesa dari cincin benzofuran celah disarankan seperti
tercantuu paria C,anbar 4.3.

Cgmbar 4.3 Biogenesa benzofuran

-Hzo
-__)
-__t

(v
t,O
f. __.gqr+OJ
rrunan lcLmarin yang roengandrng gwus aril pada posisi c-3, seperci
lqrDestrol, secara blogenetik rermasuk jenis isoflavonoid. Sedangkan,
trrrunan ktmarin yang mengandu'rg gugus aril pada posisi c-4, seperti
dalbergin terrnasuk jenis neoflavonoid. Kedr:.a.jenis senyawa ini cermasuk
senyawa fenol kelcrnpok flavonoid, ymg akan diuraikan nanti pada modul
keempat.

d, lbansforaasi Rantai Samping dari Sinamat

Senyawa-senyavra alilfenol dan propenitfenol adalah dtra jenis


fenilpropanoid yang bertalian sacu sana lain. Senyawa-senyari/a ini
Laziwrya dicemukan bersama-sana dalam minyak acsiri dari tr-unbulran
Linbelriferae atau ttrnbdran lain yang diguraln.sebagai rernpah-ranpah.
l'lisalnya, eugenol adalah kcrnponen utama dari minyak eengkeh dan
miriscisin cerdapac dalan minyak pala. Sernr:4 senyawa ini nrernpunyai
gugu hidroksil atau gugu.s eter pada c-4, kadang;kadang diikuci oreh
guglrs metoksil, 4ffi3 atau metilendioksid, _0_CH2_0- yang lain,
Hipotesis mergenai biosintesa dari ttrnnan alil dan 'propenilfenol
telah ditceraukakan <ireh Birch, seperti cerc.anctrn pada c,arnb ar 4.4.

107
Gobar 4.4 Eeberapa alilferpl dan propeniHnql dsrt jphs b-iogFslgle
--1

I
I

I
I

5
)

I
R
I

Propenilfenol

Substicuen cincin

c-2 c-3 c-4 c-5

Ctnvikol 0H'
Estragol 0o{3 Anetbl
Eugenol oc'3 lsoeugenol
Snafrol -0-Gr2-o- lsosafrol
Elsnisin ocH3 ffiH3 ffiH: Isoelsnisin
l,,liristisin 4-GI2{) Ocn3 lscnriristisin
Apiol trH: {-CH2{) trH: lsoapiol

corHf++1
ff'tr.
R O^,'\ Lifo*n'*_-
R ' ry*
R l" J
Sinamat Karbokation antara

X - {H aCan
gugu.s l-ain

108
lknrrtrt Bi'rch, pabntd<ar c.g1rt* aliifenol dan propenllfenof pada
prlnelprya ialatr suatu reaksl substitusi nukleofilik, di mana ion
hidrida, H- berlahr sebagai nr-rkleofil. Hipocesis ini antara lain celatt
didukr.rrg oleh percobaan mergenai biosintesa anetol dalan tuSuhan
Ptupinella stisun (suhr tbelliferae) . Namrn penyelidikan-penyelidikan
lebih lanjuc masih diperlukan urtuk menbukcikan mekanisrne in vivo dari
pembencukan rantai sanping alil dan propenil ini.

4.1.? Lacihan 1

Berilah tanda silarrg pada huruf B kalau pernyataan cersebuc benar


dan S kalau pernyacaan tersebut salah.

!) B - S"Fenilpropanoid adalah senyawa fenol yang lazimnya oerasal


dari rnikroorgarrisnra.

2) 8. - S t'enilpropanoid adalah Eunxran senyawa yang rnsnpunyai kerangka


karbobn C6 - C3.

3) B - S.Pola oksiganasi cincin benzen dari fenilpropanoid ialah


2,3-dihidroksi.

4) B,- S Peranan asar shikimar bagi fenilpropanoid analog dengan


peranan Asan rnevalonat bagi terpenoid.

5) Bo- S tirnbeliferon disebuc jWa 7-hiclroksikr-nnarin atau


7-h idroks ibemzop irart-2-on,

6) 8,- S Fenilalanin bertanda dengan radiokarbon dapac digunalcan dalam


mempelajari biosintesis asan sinanaf .

7) B - S.Asan shikimac dan fenilalanin kedua-duanya msnpunyai kerangka


karbc"t CO - Cl. '

g) B,.- S Perbedaan stni(Cur dasar anLara tun-nan sinarnat dan lq-rnarin


'adalatr akibat reaksi sekunder orto-hidroksilasi terhadap
Er:rtnan glnaaE.

9) B - S*Dlcemukannya angenol dan isoeugenol bersarna-sama dalan minyak


cengketr, berCenCangan dengan hipotesis BircLr.

109
10) B,- S Mentrnrt biosintesis fenilpropanoid, lcr.narin yang dihasilicn
tidak aln radioaktif, bila digr.nrakan asau shiklnat yang
di.beri ' tanda dengan radiokarbon 14C pada Btrs
karboks ilah:lya,

Krnci Jawaban Latihan 1

t) s 6)ts

2)B 7)s
3)s 8)ts
4)B e)s
5)B 10) ts

dila jawaban Anda yang benar kurang dari 8 soal, bacaLan t<sr:oali
.l
Kegiatan ilelajar I

4.1.3 ikngkurnan

Fen!lpropanoid termasuk senyawa bahan alam aromatik, lazimnya


dihasilkan oleh tunbuhan cinggi, dan menpunyai kerangka dasar karbon
yang terdiri dari cincin benzen yang terikac pada salah sacu ujung dari
rancai ProPan. Dengan dernikian, fenilpropanoid manpunyai kerargka dasar
karbon dengan susunan co - c:. Senyan,ra-senyar^ra ini terdiri dari sopac
jenis, yalani turunan sinarnat, kr.marin, alirfenol, dan propenil fenor,
di ancaranya kunarin merupakan jenis yang cerbesar junlahnya.
Dari segi kimia, fenilpropanoid manpr:nyai pola oksigenasi dari
3,4,5-crLhidroksi, 3, 4-dihidroksi, 4-hidroksi, acau tidak
.ceroksigenasi
terhadap kerangka dasar karbon. Dari segi biosincesa , fenilpropanoid
berasal dari asam shikimaE, yang analog dengan asan nrevalonat bagi
cerpenoid. Turunan ktrnarin serta alil dan propenil fenol adalah hasit-
hasil reaksi berikucnya dari Eunnan sihanac, ruasing-nrasing melalui
orto-hidroksilasi dan substicusi pada rancai samping C3. Reaksi-reaksi
ini dapat diikuti oleh reaksi-reaksi biosincesa
elkllasi, yffig menuru-rkan masing-masing senyavra, "ik-d"t, seperti

110
4.1.4 Tee Forratlf I

Llnglcarilah a, b, c, atau d pada jar*aban Anda yang benar.

I) Sernyawa-senyawa yang cermasuk fenilpropanoid ialah:


a. senyawa alifatik
atau alisiklik
b. mengandung kerangka dasar l<arbon yang rerdiri dari 10 atcm
karbon
c. lazimnya berasal dari mikroorganisrna
d.*mengandung kerangka dasar karbon dari gugr.rs fenil yang cerikat
pada ujuu'rg rancai propan.

2) Kerangka karbon fenilpropanoid dirsnukan pada:


a. asam shikimat dan asarn prefenac
b. asan prefenat dan fenil alanin
c..fsril alanin dan asarn fenilpiruvat
d. asann prefenat dan asan fenilpiruvat.
3) Pola oksigenasi dari kerangka dasar karbon fenilpropanoid ialah
dari:
a.3-hidroksi
b. O-dihidroksi
c. ?,4,6-crihidroksi
*d. 4-hidroksi, atau 3,4-dihidroksi, atau 3,4,s-trihidroksi, atau
tidak teroksigenasi.

4) Struktrrr dari asan orco-kurnarat ialah:


a.

,offtot'
ob'

ffi'o"
CA2H

111
5) Kerangka karbon kunarin ialah:
3. C.

tr
b. d.

o*
6) BiIa fenilalanin bercanda denga, l4c Pada gugus -C00H, digi-nakan
dalan oiosinresa eugenol, lk
akan dicernukan dalan molekul
eugenol berikuc: (*) = 1t "t*,
*
,ti2

ocH3 0CH3

0cH3 or,
7) cH::1tcnH digunakan dalan bi-osincesa
akan terdistribusi dalan suberosin

c. CH3O

cH3o
d.

8)
fenor, kedua jenis senyawa ini berhubu'rgan sacu sana raih melalui:
a. iscrnerisasi cis, trans
.b. penat:aq -ulang alilik
e. kondensasi aldol
d. oks idasi-redr-rksi .

TT2
F-'

4.1.5 tbst Ealik dan Tindak Ianiut -''

C.;ocol*arlan hasil jaqban Anda dengan lonci Jawaban Tes Forrlacif 1


yang ada di bagian belakang modul ini, Hj.tunglah junlah jawaban Anda
yang benar. 'Keuudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengecahui
ci.ngkar penguasEn Rrda terhadap maceri lGgiacan Belajar 1.

Rm.rs:

Jrrnlah jawaban Anda'yang benar


Tlngkat penguasaan :
I
Arti ringkac penguasaan yang Anda calxi:

907" lUU%= baik sekali


a& 89% = baik
7tJz" J9% : culorp '
b9% -- kirrang.

Kalau anda mencapai tingkaC penguasaan 6U% ke acas, Anda dapaC


meneruskan dergan lGgiaCan Belajar 2. Bagusl Akan ceCapi bila cingkat
pengua.saan l\nda masih di bawah 80%, enda harus mengulangi lGglatan
Belajar l, EerucanB bagian yang beh:rn Anda lqrasai.
.. i :

,.
!

r;

113
4.2 Kegiatan Bela.iar 2

STRIJICUR DAI{ BIOSINIESA ruLlKTtrIDA

4.'1.1 Uraian dan Concoh

a. IOasifikasi polikerida
Seperci celah dikemukakan sebelunu-rya, senyawa-senyawa fenol bahan
alam dapac dibedakarr acas dua jenis utama. percana, yang berasal dari
ie,lgf .g-bi-kl*ua-c (lihac Kegiacan Belajar l) cian keciua, yang berasal dari
jalur g!a-!:,gllg3_ag'. Senyawa-senya$ra fenoi ciari jenis yang kedua ini
secara umum disebuc polikecida, yang sebagian besar dihasilkan oleh
mikroorganrsma seperci bakteri_,
_kapang, dan lumut.
sebagaimana bahan aram rainnya (cerpenoid, steroid, dan
feni Ipropanoid) senyawa-senyawa polikecida dapar d i klasifikasikan
berdasarkan pola-pola struktur cercentu yang berkaitan dengan jalur
brogenecik dari masing:pasing 3enis. Berdasarkan scruktur noJ.ekul,
poriketida dapac dibedakan atas beberapa 3enis, ancara lain ialah
trul-1rndn asilflor-ogh-rsi-nol, curltrlan kromon, cun:rnn benzokuinon,
curunan
nafcakuinon, dan antrakuinon. senyawa-senyawa yang mewakili masing-
masing 3enrs pfit*io"T.ti c"rcancum pada Lafcar 4.3.

senyawa-senyawa polikeci-da yang cercanEum dalam hfcar 4.3 mempu-


nyai kerangka dasar aromatik yang disusun oleh beberapa unic yang
terdiri dari dg4 -a-e-o,E-,kqfbo.f -(cz). Unic-unic c,, LnL membencuk suacu
rantai karbon yang linear, yalcridari asam:pq_ii-: 0 --kecokarboksirac,
yang disebut rantai poriasecil. Di samping itu, semua senyawa ini
mempunyai pula sr:aEu ciri klras: cincin aromacrk dari senyavia-senyawa
ini memptr-ryai pola oksrgenasi yang berselang-seling. pola ini berbeda
ssryawa-senyawa yang berasal dari shi.kimac (lihaE KegiaEan
fti* Situr
Belaj ar 'l ) .

ljariconcoh-concoh senyawa tersebuc di acas dapac pura dicacac


bahwa kerangka dasar karbon dari masing-masing jenis senyawa
dapaE
mengalami modifikasi certencu. Modifikasi ini ancara lain cerjadi
sebagai akibat subscitusi pada cincin aromatik oleh sacu acau lebih
rantai samping. Seringkali suberiruei ini terjadi oleh qgl1.l
(seperti tugua
pada javanisin) yang berasal dari metionin,
cH3s-cH2cHzcH(NH2) cooH acau oleh gugus
!e,opre4, .c5 (seperci pada
erndionor dan prcenin) yang berasal darl taopeqrcerrlrpiiofo afat,

TI4
Daftar,4. 3, lbberapa csltoh scnyar*a pollketida

Turunan asil f 1 oroglus ii'ro1


-.q
-zi:.dt\*l t"l'L-,A
P o
9cH:
4xc2:- cH.? - --_1 cH3
g() ll cH3
r+
r

,;\y'xu
I

l'lo,zcrclii1..o
HO

Flotoasetofenon rvodionol
Tu.runan krcnnn

0H0
5-Hidroksi-2 rietii - ?ocenirt
krcx"an

T\rn:nan bengohrinon

axc2-+
\,Al':
_ (b , - 9r
Hoy^ycii:
,,J
d,lftg", -) artO'!
$1
^.,

Fumigacin
T\:runan naftahrinon
H3
cH3
0
iJ,=t
r0H CH:
0Ho 0
Plrrnbagin Javanisin
(rrFO) (np1)

T\-sr.sran antralflrinon

o
C02Il
3xC1;\
ch
0,
Endokrosin FnDdi-:e

11s
b. Biosintesa Foliirida
Asam asetat (srl+tu C2) adalah unit strukcur yang paling umum
digunakan oleh organisma rnruk menghasilkan senyawa-ser,l)rawa batun ala1u,
kadangkala dagan struktur yang agak rumic. Asan asetag adalah sumber
utana bagi atcm karbon urtuk peqbencUkan pollkecida.
Biosincesa poliketida sangat menonjol dalana mikroorganisna,
seperci bakteri, kapang, dan lumuE, tecapi cidak begicu berarti dalam
tumbuhan cinggi. Pada rahun ,l893, co*lri9 r.rnruk pertama kalinya telah
menyarankan bahwa senyavra-senyawa fenol bahan alarn berasal dari.
po=l!as9cii. Hal ini didasarkan pada penemuannya mengenai sifat-sifac
dari poliasetil. CoIlie menemukan bahwa senyawa-senyawa poliasetil
cercencu bereaksi dengan basa menghasilkan senyawa-senyawa yang identik
atau menyerupai senyawa-senya\^/a fenol yang ditemukan di alan. pada
cahun 1953, Birch meneliti lebih lanjut hasil-hasil penemuan Collie
cersebut oi atas, dan berdasarkan percobaan-percobaan dengan senyawa
bercanda celah menyararrkan su3cu hipocr:sis biogenecik bagi polikecida.
Rancai- poiiasetil yang menurunkan senyawa-senyawa poliketida
berasal oari penggabungan unic-unit asam aseEat melalui kondensasi
aldol. l.hcuk dapat melakukan kondensasi ini, asam asecat pertzrma-cama
diubah menjadi bencuk yang lebihreaktif,Ieg ditempuh dengan dua cara.
Percama, gugug, karboksiL dari asam asetat diaktifkan dengan jalan
mengubahnya menjadi escer ciol dari- asecil koenzim-A, danr dalam bentuk
ester ciol ini gugus karbonil mudah diserang oleh nukleofil. Kedua,
gugus mecii dari asecil koenzim-A diaktifkan pula melalui reaksi
karboksifasi sehingga ruengubalu'rya menjadi escer tiol_dari asam malonat.
Kedua unic yarg reakcif ini, yahri ester tiol dari aietat dan malonat,
mudah berkondensasi aldol menghasilkan rantai poliasetil dari asam
poli- 0 -kecoi<arboksilat seperci tercantum pada Cambar e5.
Csnbar 4.5 Biosintesa asam poli-0 -kecokarboksilat

r*Bs!&.:*lg**xlJ'"""-::;'#'*^
116
poli-asefili
Asam-asan poll- F -ketokarboksilat, sebagai suacu
mengardurg gwqs-gwus netilen*
dapat berlahr yT
sebagai
!-Oft-l- "[if karbonil yang aktif
neuklbofll, yang berselang-seling-dengan q"-gy
oleh karena itar' asa$-asam
puLa, yarg dapatLrfdo-r seb.agai elektrofil' sehingga dapat melakr:kan'
adalah
poft- F -kerokaruoksllat reakcif
i ";;;
Eertentu sebagal berikur'
se1'",rn1r}t realq
{p.I!gJ!.*"kondensasiintrarnolekulerdapatcerjadibaikdarijanis
kerangka polifenol seperci
aldol maupur dari jenis claissl nenghasilkan
tercannrm Pada C'arnbar 4'6

C'mbar 4. 6 Kondensasi intranoleiculer asan


poli-., -ketokarboksilat
K R

t
,/\./
cooH

(- lll
*o-V\*
Asal o::st:l inat
d6--o o_l o \
{'AK=!.I13 /
n't{- qr, z - d -o - ir ,r
\'' - >zrF
,e i'y U -"cuz
g- OH
6'\-t_*_*_-/ ?l
nu

As*- florogluksinol
t'JL Ji
R=Cti t n- '),1
"{(nfl1r;
asam-asam poli- B -ketokarboksilat rreLainrkan
D.Ld clrar"--;-;;
Bila
*:d.:T,::i i::::
Asam orselinar induk (R{Ht t t'
lazirn
di,hasil\"" seeM
(a) .utlrdDlr.wr asan-asam
w--- orserrn
or""r-irrra. ,.r: ,r^ - *t i - r{ -
\dit -----

ditemulcar-r pada berbagdi' jenis kapang


dan
fynuc'
u.i?,i"-1.i:aTi-ili";
^. r.. ^^4h-eca* rY)"

ikondensas i Claisen ( b) d ihas i lkan Eurunan


ketokarboks ilat m"i"t rtat
(R{i3) .
asilfloroglr:s inol, misalnlra as et i lf lrrroglr-rs i'p1
dffi;i"liJ <O sering pula terjadi anrar"
gug* metilen dan
ai irgi"" cengah dari rancai poliasetil'
1

-d;;;;
5t{5w .*wrr-5;;.ui*t"r.
':-t-^-^^^.'-..'- *' r --
enodin dan endokrosin i r
mengLnsilkan senyawa-senyawa polisiklik' sepertr
^-.J^lr-^o

dan ttrnnan- turunan hrino--g-Iairnya'


o.o 0il oH0 ll
0H

CH:

Okraasetil

OH

CHlr CI{:
ll
0
ftirodi-rt Endokrosin
Lt7
dapac pula melakukan slkllsast
[e{ua, ranrai pollasetll jenbatan
lntramolelculer yang merykrasilkal oksigcr. Slkllsasl lnt dapat
terjadi melalui reaksl ancara guglls hid-roksil dan gugus karboksllat
(laktonisasi) atau angara dua gugus hidrokstl (eterlfikasi), masing-
masing menghasilkan turr.rnan o -piron dan {,-piron. Reaksl-reaksi
siklisasi ini terlihat pada Galbar 4.7.
C,anbar 4.7 Siktisasi poliasetil menglrasilkan janbatan oksigen
i

i[ir

i:
(c)
ili

ir,

llir
1R
t---------1,
o -Piron
oH0
q9qq
R-c-CH2 -c-CH 2 -c-CH 2 -( -01:
t_*______f
to'
nJf
I

OH

Y - Pi ro;i Kromon

i=ctir{E-ctir} ,*--, .i,2. .. .

. Dari kedua kemurgkinan siklisasi tersebut di atas, laktonlsasi (c)


dapat merupakan saCu-satunya proses yang terjadi, seperti siklisasl
trias ec il atau te craas ec i I pada P en ic ill lum stiPitannn, menghas ilkan
tururran- turunan a - piron .
L

.fi, H
B.

R=-CH3 atau CH3C-CH2-

Perlu dicatac bahwa pada semr:a sErukhrr pollketlda yartg dlhastilrt


oleh kondqrsasi n1ntrut (a) dan (b) atau siklisast rnentrut (c) dal (O '
gl-Blls-gugr:s hidroksil (atau gugus fungsi oksigen secara umur) terdapaC
Pgd-a poslsi yang berselang-seling. Pola oksigerrasi ini merrpal<^m
ci..4
k!4e {Ari poliketlda, yang berbeda dengan pola oksigenasi senyawa-
senyawa yang, berasal dari jaltr ghikimac (lihat Kegiatan Belajar 1).
Salah satu hasil percobaan yang mendukung jalur bioslntega

118
poltkettda seperti diuralkair Ot atas,i.alah percobaan dengan s.ny"*"
bertanda sebagai berikut. Btla aSan asetat bertanda diperlakukan
terhadap suatu nikroorganlsma yang ruenghasilkan griseofulvin, maka
I ternyata bahwa distribusi darl atom karbor bertanda pada poliketida
yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan dari mekanisme
i
blogenecik cersebuE.
*
ctt3-ioott
*
t cH3-do-scol
!oot*
CH2-co-scol
-
l
**
CH3 CO-CH2 -C0-SC oA
i
0
I

/
(:"; : 149

I c%0
[,
Griseof ul vin
t: Scruktur dari senyaara-senyawa poliketida seringkali menunjukkan
l'r adarya modifikasi cerhadap rantai poliasetif. M.odifika.s! ,i;'ti-liqe[ ]il
l.J.
Lr
d isebabkeilfarega Eeaksi-reaks i sekunder, seperti o!gid4.9i, feduksi,
J,i dan gl!1las: yang cerjadi selgr*urn*?cgg" ggsud4-!:**.g_:*g1-v"9".-s-.*]i-qe$i
HI dari r*anj^gi,-p-9-ligpe.qf_f-. Dalam banyak hal, saa! cerjadinya modifikasi
ini belum dapac ditetapkan. Akan tetapi, modifikasi ini biasanya
If terjadi'sebelum scabilisasi cerakhir dari senyawa yarrg dihasilkan, yang
ti dapat dlkecahui dari percobaan dengan senyawa bertanda.
[] Saat cerjadinya reduksi dan mecilasi dalam pembencukan senyawa
lii
li lr
klavatol oleh Aspergillus fumigacus dapac diketahui dari hasil
lri percobaan sebagai berilqrt. ltikrmrganiima ini menggrrrakan (mecif-l4c)-
Ii metionin yang dicanulcan pada kedua gugus metll yang terikat pada cincin
ll'
aromaEik dari klavacol. Akan reCapi, senyawa klavacol yang dihasilkan
oleh mikroorganisma ini tidak menggunakan senya$ra-senyawa bercanda
Ii (t - 1 ag; -2, 4-di h idroks ias ero f enon acau I -1 4c1-2, 4-dihidroks i- 3-
metilasetofencn.
[i,: *
tt'*.:o\A H3c
+
o{loLrrt
I

HO

\cur
X ttu,r"rol
\
''1

oHO
H:C

(*1=L4s
,,,err HO

119
Jadi, dari hasil ini dapac diketahd batrwa alkilasi pada
percobadn
cincin benzen dari klavaEol terjadi sebelum terbentulqnya cincin
aromatik. Dengan perkacaan lain, metilasi terjadi sebelum poliasecil
bersiklisa.si dan h:karrrya terjadi secelah cincin aromatik terbenarlc
adapun reaksi-reaksi sekunder yang dapat menyebabkan terjadinya
modifikasi terha,dap cruktur poliketida, dicunjukkan secara umum
sebagai berilqtt.
000000
-/t
JJJI
CH3 C5 oH H
H
Reduksi : -Lc-
r_.i [H] -cHr-cH-

rn gt
OH

oH OH
Oksidasi: ldr/r dr\-
-clr:g-
oH L lQul/ -'
-&r-c-
I
) -C-c-
"-nJ
I
o"
d" L
CHj-S
OH

( CH2
1
) 2CH( NH2 ) COH
\.... gtrr l
lbtilasi: -*,$*-) *E = % gu

Isoprenilasi: {.-,l/3r, )21 )n


-G'-8-
+
)
_ffi=F;
OJH

4.2.2 latihtrr Z

Berilah Canda silang pada Ln:nrf B kalau pernyataan tersehrt berrar


acau S kalau pernyataan itu salah.

1) .B-S Sebagian besar dari senyawa polikecida berasal dari rnikro-


organisma.

120
a: :-.
Z) ,..8.S Sepergi terperpid, strukg1;1' poliketida di.barun oleh r.rrit-urir
C2 rnelalui rantai poliasetil dari poli- B -kecokarboksilar.

3) B-s. Pola oksigenasi kerangka dasar karbon dari polikerida berse-


lang-seling, sture seperEi pada fenilpropanoid.

4) B-S .Pembenti.rkan cincin aromatik pada kerangka karbon polikecida


hanya dapac cerjadi karena kondensasi aldoL dan Claisen dari
rancai poliasetil.

5) .B-S l'lelalui kondensasi aldol dan Claisen, cecraasetil dapac


menghas i Ikan mas ing-mas ing saru kerangka p,c J, l_ker ida.

6) .B-S BiIa asam asecac bertanda CH3: l4cooH di-gunakan dalan


brosrntesis asam orselinac, jumlah lti oalam molekul orselinac
adalah 4.

1) .B-s Dari segi biosintesa , pucenin berasal dari pencaasecil yang


mengralami isoprerrilasi seberum atau sesr:dah rakconisas i.

6) B-s.Berdasarkan pora oksigenasl dari cincin aronacik, vanilin


(3-netoks i-4-hidroksibenzaldehid) adalah siiaru polikecida.

Itunci Jawaban latihan 2

1) B 5)

2)B 6)

3)S 7)

4)s 8)

Bila jawaban r+nda yang benar kurang dari 6 soal, bacarah kembali
I<ryaLatan Pr-.La1ar '2.

4.2.3 Ranelq.rnan

Poliketida adalah senyawa organik bafmn alam aromatik yang tersebar


lri^q claian mllroorganisma yang terdiri dari berbagai jenis. perbedaan
ecruktur jenis yang satu dengan yang lain dengan.mudah dapaE
dicerangkan berdasarkan asal-usul biogenecik.

121
Senyawa-snyawa ini, dari segi biogenesa , berasal dari asan asetat
yang mernbentuk asam-as"* pglr-:trt -ker_o*!45-poks,i!at_ ruelalui \qqdelgg*
aldo,l. Asafi poJ-i- F -ketokarboksilar ini, yang mengandung gugus-guglts
netilen dan karbonil yang terletak berselang-seling, dapat bersiklisasi
secara intraurolelsrler. Silclisasi ini terjadi oleh reaksi-reaksi aldol
dan Claisen, menghasilt<an cincin karboaromacik, atau oleh reaksi-reaksi
laktonisas i dan eterif ikas i menghasilkan j ernbatan oksigen. Berbagai
asam poli- A -ketokarboksilat yang dapac menjalan! beberapa cera
sikrisasi ini mgnghasilkan berbagai kerangka dasar karbon dari
poliketida" Asam-asam poli- I -kecokarboksilac, sebelum atau sesudah
bersiklisasi dapac menjalani reaksi-reaksi selc-ulder, seperti alkilasi,
oksidasi, reduksi, atau dekarboksilas i menghusilkan senyawa-senyawa
dari masing-masing jenis.
Poliketida mempunyai pola oksigenasi dari cincin aromatik yang
berselang-s eling, yang membedakannya dari f en_i"-f,lggippo id,

4.2.4 Tes Fonmtif 2

Lingkarilah a, b, c atau d i.rada jawaban yang Anda anggap benar.

1) Poliketida berilut dari jenis krsnon ialah:


a.
H:C
s./
H3

HO CH2OH

b. d.

::'
2) Bila asam asetat bertanda cttrl4cooH digunakan dalam biosintesa
floroasetofenon, maka distriU:si 1tX dalam floroasecofenqn ialah:
= 14g
1*,1

(4.

d.

L22
3) Asa orselinat berasal dsri,sriaflr:
a. Tliasetil
Jb. Tetraasetil
g. pgsrteasgliI
. d. (lctaesetil.
l,
I
4) I(rqur dan lq.Darin nasirg-rnaslng nerryrnyai kerangka:
a. -Rron
o
.b. X-Pircn
F

vc. Benzopiron
d. Kuinon.
5) l"lelalui kondensasi aldol intramolelarler, okcaasetil dapac menbentuk
polikecida berkerangka crisiklik sej unlah:
Ja. 1

b.2
c. 3
d. 4.
6) dasar dari 5,7-dihidroksi-Z-rnetilkroroon terbenEuk dari
Kerangl<a.
pentlaseEil melalui:
a. Ibndensasi aldol
b. i(ondensasi Claisen
c. Kondensasi aldol dan Claissr
/ d. I(ondensa,si Claisen dan etbrifikasi.

4.1 .5 urcan Ballk dan Tindak Laniut

Cocoklnfan haeil jawabar Anda dengan i(rrci Jawaban Tes Forna:Lf 2


yang ada di bagian belakang modul ini. Hicunglah jumlah jawaban Anda
yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah'ini untuk mengetahul
Eingkac pnguasaan enal cerhadap maceri lGgiacan Belajar 2.

R.urs:

Jumlah Jawabcr Anda yang berrar


Tf.nglec penguasa^an' =
6

123
frti ttngkat pr\glusa^m yang Anda capai: , ,. ,.',. .:

90% - 100% = baik sekali


8O7.- 69%-baik
7W"- 79%= culcrp
b9% : lurang.

i(alau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat


; sren:slcan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagusl Akan tetapi bila ting,kat
, penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi' PregiaCan
l'
Belajar 2, terucama bagian yang behm Anda kuasai'

I24
4.3 lGgiat^an Belaiar 3

SIFAT-SIEtrT ml{ SIN1ESA FnIILPSOPANOI.D


niw ro^rmrna

4.3.'l Uraian dan Contoh

Sebagaimana Celah dikeCahui, sebagian besar senyawa fenilpropanoid


dan poliketida adalah senyawa.-senyawa polifenol, dan sebagian besar di
antaranya mempn-myai pula gugus karbonil yang berlo-u-rjugasi dengan ikatan
rangkap, C = C - C = O. Oleh karena itu, seryawa-senyawa fenilpr-opgqgid
dan poliketida menyerap sinar dari panjang gelombang di daerah tampak
aCau aierah ulrraviolec. Sblanjutnya, dari scn:kCur dan sifat-sifahYa,
biogenesa dari fenilpropanoid dan polikecida umumnya ciapat dikenal
dengan mudah. Berdasarkan kenyaCaan ini maka generalisasi dari ilmu
kimia senyawa-senyawa ini dapat difakukan. SifaC-sifat serCa sintesa
secara umum dari fenilpropanoid dan polikecida akan diuraikan di bawah
ini.
a. Reaksi dan Sintesa T\:nrrsr Sinemat

Senyawa-senyawa turunan sinamat ditemukan secara luas di alam,


terutama sekali turtinan hidroksisinamat, seperti p-krrnarat, kafea[,
ferulat, dan sinapat. Senyawa-senyawa ini biasanya ditemukan dalam
benCuk ester.

Senyawa-senyawa ini mudah dideCeksi, karena noda-nodanya di aEas


kercas saring (atau kromatogram kercas) memberikan flr.presenei berwarna
biru atau hijau di bawah sinar ultraviolet. Intensitas warna lnl dapaC
dicingkatkan bila diperlalarkan dengan uap arnoniah

Pada senyawa-senyawa turunan sinamac yang ditemtrkan d! alam, ikatan


rangkap olefin pada umumnya memPunyai konfigurasi trans yang lebth
stabil daripada konfigurasi cis. Akan cecapi, konfigurasi ini dapat
diubah dari yang satu menjadi yang lain, dan isomerisasi lni dapaC
Cerjadi selama froses pemisahan senyavta-senyawa ini dari jarlngan
. b:ntn:trsr oleh sinar maCaharl, Eerutana sekali slnar ultrarriolet. Olett
karena itu, turunan sinamaE yang dipteahkan darl Jaringan tumbuhan
Ia.imrya lalatr canpuran kesetimbarrgan darl kedtra isomer tersebuc.

L25
trans-Sinanat cis-Sinanat

Senyawa-senyawa turunan sinamat dapat pula diidentifikasi dari


spektrum ultraviolet, yang mempunyai serapan maksimtrm pada panjang
gerombang sekitar 245-*tn dan sekitarJZQgn. senyawa-senyawa inl, dalam
suasana basa, memperlihatkan perpindahan serapan maksimun di daerah
ultravioleE ke panjang gelombang yang lebih besar (perpindahan
batokrornik). Pengulorran dari besarnya perpindahan batokromik ini sangac
berguna trncuk maksud identifikasi.
senyawa-senyawa tll-lu-nen.-s.!namg,c dapac disintesa dengan reaksi
Perkin, yaknl @deqsest_ arsqf _e$e51g$"Jt,ije_gf9jgr*i!- y-qqg,-qe-s_tr4i_ der,
anhldEide-asam karboksilar, dengan adanya garam nacrium dari asam
cersebut sebagai kacalis. Sincesa ini, secara umum, diturJtrkkan oletr
contoh berilqjC.

qcu3colra
\_
-- -.!!=cHCooH
170. c
+CH3COOH
\--
Pada reaksi- ini,
kondensasi cerjadi attare gugus karbonil dari aldehtda
aromaclk 'dan gugus metir akcif dari anhldrida asar. seoarrgkm finrgsi
dar'i 'kacalis ialah unruk membentuk anion dari gugus nltrr akttf
tersebut. Adaptur nekanisura dari sintesis Perki.n ini J"p"a dttun3ul*m
sebagai berihrt.
00
.nrE-o-E-.r, + cH:coo ,nrf-o-t.r, + cHJcooH
--+
frr",-to
tH CHt-Cz
Jt\
e- Ot .rr.oo.o.r,
o -->
Jl cn3coon

thrrro-o-coc*3
O +CH3COO
-,

'j

A-cH-cHCooH
E.,/ +CH3COOH

L26
T\:runan sinanat dapat pula dlslntesa menggtnakan reaksl
&g*
nqggl' ]e!4i kqrd.srsast a!do1 a'ltara s'qatu arornatik aldehtd yng sestrai
dengan asj!{' etqrr ester mafonat, dengan adanya katalls basa. Reaksi ini
secara umun dapat ditunjuklwr sebagal berikr:t.

Cara lain rntuk msrsintesa senvav/a-senyawa turunan sinamat lalah


kondensgsi aldg-! antara aldehida aromatik yang sesuai dengan ester
asetat, dengan adanya katalis basa, seperti ditun.iukkan oleh contoh
berllarc.
,9
f cH..CH f42c2115
, C.,.H
+ cH3co zczls c2H5oNa

Benzaldehid Etil asetat Etil sinamat

Dalam prakteknya, benzaldehld ditambahkan ke dalam campuran


sertnft
nacrium dan etil asetat yang mengandtng sediklt alkohol. palam hal ini,
natrium etoksida vang terbentuk berfungsi sebagai katalis pada awal
reaksi, dart natrlum hidrokslda y{tz selan.JuErya terberrcr:k dart reaksl
altara natrium dan air yang dihasilkan berfi:ngsi sebagai katatis bagl
reaksi selaniutoya.
iT

b. Reaksi dan Sintesis T\:n-uran Kr:marin !


,G

Senyawa-senyarra hm:nan kumarln banyak ditemukan dalam berbagal


tumbr:han, dan di antaranya yanf; psling banyak ditem.,:kan ialah
aenya-lra
kr:marin sndiri yarg terdapat pada leblh dari 20 suls-r tumbuhm. Senyawa
tlrnnan hidroksikunarin juga ditemukan dalam banyak suku tumbutgn, dan
yarg lazim dlteinukan ialah unbeliferon (7-hldroksllcrmarin), eekuletln
(6' 7-dihidroksilcnarin), atal skopoletin (6-metoksi-7-hidroksihnarln).
Senyawa-eenyawa kr:rnarln yang leblh konpleks, sepertl fr:nolurnartn yang
dicontohkan oleh psoralen, hanya ditemr:kan &lam beberapa suku trmbuhsll
seperti R:taceae dan Umbelliferae.

127
Senyawa-senyawa bidroks ikumarin biasanya d itenttcan bersama-sama
e-
ai dengan turunan hidorksisinarnat.,seperti hidroksisinamat, - senyawa-
senyawa hidroksikumarin juga dapat dideteksi berdasarkan warna dari
ni
fluoresensi di bawah sinar ultravioret. Akan teEapi, kedr:a jenis
senyawa ini rnudah dibedaln karena hidroksilaunarin mernberi warna yang
lebih tajan. Identifi.kasi tr:runan hidroksih:narin dapat pula dilakuican
dari pengukuruan spektrum urtraviolet, di rnaha senyawa ini menyerap
pada panjang gelonbang sekirar 230 nm, 275 nm, 310 nm, dan 350 nm.
Serapan maksinum ini lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh
hidroksisinamat- Begicu pula, pengukuran besarnya perpindahan
bacokromik dapat digrnakan tincuk membedakan kedr:a jenis feni-lprop4oid
lH: ini.
lfurnarin atau benzopiran-Z-on adarah runnan yang terpenEing darj.
betzopiranan. sifat arcrnatik da: ' (cincin veno mp.r
acqn oksigen) dari rcurnari,., ."riliF?H:*:''al'i::t:r:,ff*tritr
sifat ikatan rangkap* pad; - podiSi' 3"" ' d'&r 4 yang mtrdah diadisi ,
I '
{---"
--

eh
sebagaimana ikaran rangkap olefin biasa, misalnyE*oleh hid;G;- p"d"
er hidrogenasi berkatalis dan*'-o"ldi-'-' brqn menghasilk^an tunnan
oh 3,4-dibronida. ilegibu Frla, rururan ,Icunarin O*=p"-_q.!.* reaksi
Diels-Alder di mana iq.marin berf-tng;i;;b4gJ'dienofil ".*"kh*91
.

zii: Br2 oHz


e_- kat
Kuma rln --)
ll
rft _J ;fH3
CH:
ri,
a1
rc1 CH:
et CHe
Senyawa-snyawa r"r,-urari lq..Enarin besifat sebagai
sehingga meobentruk garan berrzopirilir.nu dalao larucan asamFee__ _lgqg!,
kriat. Datzu
hal hi, acom oksigen karbqril darl lqnarin berfi.nrgsl sebagat .- dolor
elekcron.
ei
t
Fsa
lst
:In
n).
Enfl
Kunarin G,aran benzopirlllun
EIN

128
01eh kbrena distribusl elektrcn: dari tcacidl yang dittasilkan daPat
dinyatakm oletr beberapa alternacif seprti dittmjukkan di atas, maka
slfac arqnatik dari garan benzopirilit-rn ini adalah lebih besar darl-
pada kmarin ssrula.
Ifunarin adalah juga suatu lakton (e,stel siklik). Oleh karena ito,
lqmarin lanrt dalan basa menghasill(m gara dari asam-asm l<r.rnarinat.
Akan tecapi, asant-asan lq-Enarinat bebas, Ym8 mempr:nyai ikatan rangkap
dengan konftgurasi cis, tidak dapat dipisahkan dari garaurya karena
akan segera bersiklisasi kernbali manghasilkan krmarin. Nanr"n, bila
lqmarin diperlaia:kan dengan basa .:al.arn jangka waktu yarg lebih la'na,
ikatan rangkap tersebut akan berisonerisasi menghasilkan asam-asan
kunarat dengan konfigurasi trans. Asarn-asan lcularac ini dapat
dipisahlcan }arena tldak rudah bersiklisasi menjadi icr"rnarin oleh asan.
Dalm kondisi yang kuat, kunarin bereaksi dengan basa yang rnenyebabi<an
terjadinya pengtrraian, mengMsilkan asam-asam salisilat. Reaksl ini
dapat digtn:rakan tr'rtuk menetapkan strukcrs kunarin, bila turunan
salisilat yang dihasilkan dapac dikecahui scrukturnya.

c$1
OH
---)
{-r-
H

Anion kumarlnat
(cis)
h".
H+
(-
G:.." C-0
I
H0-
Asam sa1lsi1at Asam kumarat Anlon kumarat
( trans )

Senyawa-senyava turundr hnarin dapat disintesa dengan cara


laktonisasi dari asan-asam cis-o-hidroksisinanat. Akan tetapi, &s&n-
asan ini tidak dapat disinuesa dengan cara,eara biasa yang berlal,o.r
untuk Lr:runan sinanat, sepertl reaksi Perkin dan reaksi l(noevanagel.
Sebagairnana diketahui, kedua reaksi ini menghasilkan asarFaea trans-
sirutrnat yang tidak dapat menjalani laktonisasi. Salah sacu cara uncuk
wgaCasi hal inl .ialah mernbenCuk aenyavra lra"unartn langer:ng di dalan
cftnpuran reaksi, sebelun pmisahan asa.n tran"-"ir,*"co ,

12g
Knoevenage1j

,z CO2H

OH

o-Hldroksi
zaldehld

(cHr
ffir; \
11

Urnbellferon atau 7-hidroksikumarin adalah senyawa yang banyak


diternukan dalain berlagai tumbuhtrr. Senyawa ini dapac disintesa dengan
cara oereakstln resorsinol dengan asam r,nalonaldehid. Pada reaksi ini,
resorsinol berfi:ngsi sebagai nukleofil yang nengadisi gugus karbonil

H"SOr.
Lq

I Tooc

Resorslnol

Umbeliferon

c. Sifat-Sifat dan Slnteeis Krqnon

Senyawa-senyawa curunan kromon adalaLr salah sattr jenls pollketida


yang mengandung cinciri"f-piror. T\-ruran 2-metilkromon yalg dltemu]<an di
alan adalah senyawa-senyawa di mana cincinf-piron terlebur dengan

r30
cincin benzen menghasilkan kerangka benzopian-4-on. Beberapa senyawa
2-mecilkromon yang ditem ukan di alam ialah 5-hidroksi-2-mecilkromon,
eugenetin, prrcenin, visnagin, dan khelin.

cHl HHO

CH:
Qg"
Y-Piron 5-Hidroksi-2 Eugenet in
meti lkromon

CH: Visnagin: R=H


Kelin :R=OCH3

Pucenin

Seperti terlihaC dari struktur senyawa-senyawa ini, kerang,ka dasar


benzopiron seringkali tersubsiCusi pada atom karbn di sebelah gqg,us
fenol, baik oleh gqus metil (eugenecin) mauPun ofgh Unit fs9g1e1
(pucenin), Dalam bentuk yang lebih kornpleks, cincin bgnzopiron dari
kromon dapat pula terlebur dengan cincin furan, seperEi dlcorrtohkan
oleh visnagin.
seperti dikemdcakan di atas, senyavra-senyawa kromor adalah cur''nan
benzopiranon, seperCi halnya h:marin. Oleh kare"a itu-l'focomon msnPlnyai
antAfpsaua4g.gl_f-a.q. dengan lcumarin. Walauptn kedua jenis sefryawa ini
sams-sarDa msnptrtyai 12 elektron 7r(6 berasal dari sekcec aromatik biasa)
akan tetapi elektron-elektron ini berasal dari seperangkat posisi yang
berbeda. Oleh karena distribusi dari elekrron 7c pada kedua jenis
senyawa'ini berbeda, maka keduanya mernFJnyai spektrum ulcra- violet dan
spekcrurn inframerah yang berbeda pula. Sp-gkt5um. u.!.tqal- v1o19! lari
gelombang di
I,opS"1'-biasanya memFnyai serapan makgimum pada panjang
sekitar 225, 245, 270, dan 300 nm (oandingkan dengan lo:marin). Begitu
Pula, spekErum inframerah dari Kromon mempunyai" frekuenei serapan
karbonil pada bilangan gelombang sekitar 1665 cm-l , sedarglcan }<rmarin
(sr-racu lakton) adalah sekitar 1710 crn-l.
lkomon dapac pula dibedakan dari kumarin dengan cata-cata kimia.
KeQ-4sgan dari krornon lebih besar daripada kumarin. OIeh karena iEu,
dalan su,asana asam krornon lebih mudah merubentuk garan benzopirllir-uot
Berdasarkan sifac ini, suatu camptran yang cerdiri dari suaEu }qfinarin
dan suacu kror-non dapaE dipisahkan bila larutan eEer darl tcedr:a senyawa
ini direaksikan dengan hidrogen lclorida kering. Pada kondi.si ini,. gararn
pirili,um yang berasal dari kromon akan mengendap, sedargkan kumarin
at ;r;L tecap berada dalarn larutan.

131
- HC1
---_,
M *a"..r
kromolium klorida
Adanya gus metil reaktif yang rerikaE pada atom karbqn C-2 pada
molekul 2-metilkromon dapac dictrgukkan, karena gugus metil ini dalan
s\rasana basa mudah berkondensasi dengan benzaldehid menghasilkan
tLrrunan benzilicien.

C6H5CHO
tt=Cll-C6H5

ery"' C2H50Na

Turunan benzlli-den

Sebagaimana dikemukakan di aEas, kromon dj-cerntrkan dl alam


seringkali tersubstitusi oleh unit "iggpren, dalam bencuk t,7'-
dimecilalil. Adanya gugus ini dapac ditetapkan oleh reaksi o?nolisg
menghasilican ajietql, atau hidrogenasi rnenghasili<an substituen isoanil
yang sukar bereaksi. Selanjucnya, hasil-hasil reaksi ini ditecapkan
melalui penguraian, dan hasil-hasil penguraian Eersebut dicecapkan
rnelalui sintesa.
o
@) It
+ CH3-C-CH3

:>
I
1

Dalam banyak hal, gugus isopren ini dapac pula bersikltsasi


menghasilkan clncip_tqor1g, dengan adanya suacu glggiqelgr; Prinslp dari
reaksi ini ialan d]q_?51t<gya.g_u-etu hfd-5ide geri p_arrt_,g! iq"gp5:n-9.}*
oksidat_o.T- mgg""l,a9i]_{?5r- kqgpl*ggid._: dan selanjutnya diibiii-p--leh
q1llfS-agi s.eg-qrgq,.s_p-9_el,Ap. Sebagai oksidacor r:.ntuk reaksi'ini dapac
diguukan, m isalnya d_tbl."-f,qa:pipgggg?,olgF$ (oDQ

132
_+ DDQ

-2H

t.l [o*l
Kuinon metida Dimetllkromen
D i-met I 1a I I 1 f eno 1

Sela"rjrrtrrya,st'rukturkrornondapatdicecaplerrmelaluirellsiPengu-
raianyangdictrnjukkanolehconcohberlkut.Padasuhukamar,k.por0on
suacu 1'3.9i-Fet@.' @
bereaksi dengan ,i.qirrqn hidroksida mengh'asttP
sanping dari 1,3-dikecon
terapi, pada konJisi ymg lebih lclaE, rancairetlo-aldol menghasill<an asam
yang dihasilkan akan p,rarr" oleh reaks!
sallsilar dan o-hidrokslasetofencn'

Qi on
t/: 3+

W"1 oJ

/,,"

cHl
OH oH-

Gl-, '5
co2H

Asam sall-sllat I r3-Diketon


0-Hidrokslaseto-
fenon

di atas' penetaPan
Berdasarkan reakei-reaksi sepert! dluraikan scrukcur khelin
srrukrur kroroon dapat dilakukan, miealnya penetapan
de---nsqn p9'12a1!en"'l-o
sebagai berit<uE. KhgLin- nglpg1-J py::**-"*t:a-s-rl
-pqq"*.-C-J-
Pery,uraian derrgan basa
yang menunjukkan i^y^ gqrrs r"aif ketrbatl
rnenghasilt<an curunan a:-gt-9fenor,, J"tf.ftiiiit't-geP-*F-9i-p9-59!eh
aan
meralui .""r.ri cJ"Jr"n-'"it"sua'cu 1,1-girjlon hldrogen .si.h.1*i*-s.99-i..dalgm
perokeida
8uasana"^'a.s^Q!p-r-.' Selanj utnya, ot"iatai dengan
sebagal aklbac Peo utu'an
,Ha;;; til;; ;""m furan- 2, 3- d ikarboks tlac Reakel-
cincin fenofik, yang member! petunjuk adany" :i"1'1".f-Y""Yt
berltqrt c "
reaksi seperci iir"*uar.rt i-ni cercsrtr-m eebagal

133
OCH3

CH3Co2CH3,
4,
U3 CH30Na
0CH3 q
0CH3 0
Turunan H+ I ,3-Diketon
ase tof enon

C02H
Hzoz
Go,n
Asam furan-2,3-
di-karboks i l at
Senyawa-senyawa kromon dapat disintesa menggulakan beberaPa cara
unur sebagai berih:t. Xo*9__":-""".f Claisen. antara suatu g-hidrokgiase-
tofenon dengan etil asecac melghasitkan 2-metill'co1tro1:

G7,.#ffifo+?"1 o

o-Hidroksiaseto- , I ,3-Dlketon 2-t{etllkromon


fenon ( anion )

Seringkali, sincesa ini dilakukan dalarn d.tiA- "Fg[99". Pertama, as-e![,as_i


e!$!f_.rr-1!-roks i] f,go!ik, dan selanj ufiya konp-eR.qAsi. Claisen inErarnole-
Iorler dari senyaera asecat yang dihasil\{t.

I
1
J 2-Lietllkromon
o-Hidroksiaseto-
6

i
D
d. Sifat-Sifat dan Sinresa Kuinon
a
n Senyawa-senyawa kuinon adalah zat warna, yang tersebar luas di alarn.
sebagai-rnana dikecahui, senyawa-senyawa ini dapat dibedakan atas tiga

134
jenis utama, yakni benzokuinon, naftakuinon dan antrakuinon, dengan
keralgka dasar sebagai berikut.

A 2p

V 0

g_Benzokuinon 1,4-Naftakuinon 9,I 0-Antrakuinon

Di ancara ketiga jenis h-rinon ini, emtralq:inon merupakan kelompk yang


terbesar, dan hanpir ssnua senyawa ini adalah polifenol atau tururum
alkoksinya dan mengandtmg sebuah substituen pada posisi p. Substictren
ini terdiri dari satu arom karbon (c1 ) dengan berbagai cingkac
oksidasi, yakni -G3, -CHZOH, -CH0, -COQIL Fenomena ini terlihac pada
senyawa-senyawa rubiadin, lusidin, damnakantal, dan munj iscin. Walaupu'r
denikian, antrakuinon banyak pula yang msnptmyai struktur yang lebih
korpleks.
I{:bidian : R=-CH3
bi.cidin :R=-Gt2Ot{
Dannalqarrtal: R = -CHO
lt:njistin : R - -COOH

Perlu dicatac pula, dari berbagai percobaan ternyaca bahwa sebagiar


dari h:,i.nor yang dicemuln di alarn berasal dari sedikitr'rya og" jl,l,5
biosincesis. Misalnya, senyawa-senyavra yang bercalian dengan emodih
berisal dari jarur asetaE,-maronar, sedangkan kuinon yang uerE'5fian
dengan alizarin berasal dari biosinEesa yang lain.

i-=
- ./t it
A1 lzarin Emodin
Salah satu sifaE l<hras yarrg mernbedakan senyawa-snyah'a lqlinon dari
senyawa-senyawa bahan alam lainnya ialah sifaC redoks. Kuinon pada
reduksi, dgngan T9.ykgf lemah, menghaeilkan senyawa yang rlOqF
berwarna (atau berwarna pucac) yang dapat dikemballkan kepada vrarna
ssnufa pada oksidasi. Prinsip dari reaksl ini dapat di,unakan sebaga!
uj i diagnostik ,tntuk menetaplcan senyawa lilinon. Redukst dapac dilatqin
marggunakan ngqg.i-runborghidr-ida, MH4 sedarslen oksidasi kembali dapat
terjadi dengan pengaliran udara.

13s
0
OH
[n]

Q Kuinon
- Lol
----t
aL-

oOH

Hidrokuinon

Penetapan scrukcur kuinon, kecuari dengan cara-cara analisa


inscnunen, dapat pura dirahkan dengan cara penguraian. Discilasi arau
*tengaral
q"t t e-u-15"1 d.gngan q er b.gk .. s eng ..d ap a r a ifrffiIn"ffi kerargka
oasar karbon, yang dicr.mjukln oreh reaksi umum berih:c.

Zn
__-)

Kuinon Hldrokarbon induk

sedangkanr cara pelguraian oleh*.-o-F:g..*l,..Lg.fi,Tr,Ig*.l3.nyg


rncuk mengqaplgn 3enis acau scrukcur dari- ,r"c.i .oiug3i<ar
samping yang cerikac
H: cb;; ini 3ugi aie,-;i*; *.,tu.;;ffiJ t*;
yanB :ll:--':*F-:."*
mengandtng cj'ncLn banzen yang dapat dengan mudah
dikenal. uncuk
maksud yang pertar'a, oksidasi dapat dilaicukan aeng,gunaka'
pero,ksida daran suasana basa, seperEi dicunjukkan hidrogen
oreh reaksi u'um
DET1I(LIE.

Hzoz co2H
+ RZ-CO2H
R2 c02H
Rl

R1 dan R2= subetituen karbon

136
Pengr:naan reaksl-reaksl-h.rtnon seperti diurai,kan di acas dalan
penetapan sCruktur dapat ditunJulckan oleh penelapan sErukcur emodin
sebagal berllqJt. Euodin dapac nembentuk suacu criasetat dengan
anhldrida aaetat, yang, nemnjukkan adanya Eiga gugrrs hidgoksil- Salah
sattr darl ketlga gugu.s hidroksi.l rrudah dinetilasi yang memberi pecunjuk
bahwa gugus ini reiikai padl q_o,gitlp. Pada discilasi dengan serbuk
seng, ernodin bereaksi nenghasilln p -netllancrasen, yang menunjuldcrt
prla batnra gryus melil terikat pada posrsi,3.

cH3c00
( CH3C0 )
20

CH ?C cHr

Zn

- cH3

Emodin

( CH: SO,
4
cHio CH^
J

Berdasarkan hnsil-hasil reaksi Eersetn:t di acas, dicinjau dar! segi


pooisi gugus hidroksil-p, ada FJga kenrungkirnn scrukcur dari ernodj.n.
Ketiga kemungkinan ini, didasarkan pula atas kenyataan bahwa emodin
seringkali dicemukan dalam tumbuhan rendah maupun Eurnbuhan tinggi
bersama-saua dengan krisofanol. AJ<at tetapi, kedua stnrktr.:r yang lain
tidak diduhng oleh hasil perbandingan reaksi warrra ancara emodin dan
krisofanoll.

il r)
Krl-sof anol

137
lan Seilanjucnya, stnrktr.rr
"*:***9-i,h**5*__gl-g:)_sintesi-s
di uana senvalra
rdin yang dihasill<an roemp-nyai-len:a sifar yang $as"f dilpeHi' emodin, Asilasi
,art Ftiedel-Urafc dari roetil 3,5-dimecoksibsrzoac dengan 5-bromo-2;rnetok$i-
tlah 4-meCilbenzorlklorida menghasirkan suaCu benzofenon. Senyawa yang
rjuk rerakhir ini, berslklisasi daiam suasana g-sam sulfac pekac, dan
:buk pemanasan hasil siklisasi rni oeryai asam yodrda mmghasilkan emodin.
d<ar q
CH3O..,7A- C02Cli 3
Br..,fizC:a, H.L S0,q,

[-JJ
-r
+

nrc\)l oc.' --tl, cH3


0CH 3 <_n r^-^-
'senzci
Metil 3,5-dtmetcks: 4 -:ne: i .: - ki orida
benzoat
OCH.

*----+
CH 30
alj 1 CH:

Ern<tci i. n

cara lain yang sangaa nenarik r.mcuk sintesa curunan enod:-n


Su.atu
diCag41gn p-.irla..pr-qlsi.p. biosinr.esa sebagai berih:c. Sr.racu dikecon yang
mempunyai rancai samping poliaseCil, yang berasal dari kondensasi
Claisen antara er:.1 3,5-cjime:cksifenr-Iasecac dan aseEon, dikonden-
sasikan dengan s'ratu keco ester ,vang juga uremprnryai rancai poliasecil.
Kondensas i ini r,enghas r l-kan sua.-u as am dikarboks r lac, yang pada
iala: asam asetat, mengl-rasilkart antron
pemanasan dengarr asaur bromida
emodin. Senyaua anEron ini ciienukan dalam bunga dari tunrbuhan
Hfper icunr hj-rsuci:in.
!_egr t-\
din. cHioyl-f irr. c}aise\
din l- ll
{-$trtr
o + u=g- CH:
ggi Y OcH .,' cH3o
I
c,tt,0-6z\,Ac,,oC 2H 5
r{
"ain 3 I t, rr

dn
lo00
OH

.r) ^
HBr Xl-{A*0,,
L nJ
CHTCOOH
HO ' cH.o
J
ron enrod in An t
?
^.: e. Sintesa Polikecida dari Polikecon
H_.

Sincesa qLq-rgr emodin seperci diuraikan di acas q{atah salah satru


qp,llgh dari pendekacan sintesa pIr-kecida yang didasarkan pada prinsip
bjOgeleclk. Banyak contoh lain yang dapat. diberikan mengenai pendekacan
ini beberapa di antaranya ak"an diuraikarr lebih lanjuc sebagai berik'rc.

138
;F-

pernbuaran poli.kerida dari senyawa_ senyawa pof]:, fl;kje*g*l*",


y#rg
mgmx*L*[C*gg. ",
tama kali ditemr-ftan
oleh Collie sebagainana Eelah aii.em,rilintldalulu. conroh dari realcsi
cersehrt ialah sebagai berilur.

u{v *W{w-e/
4 it'ra
Eti Iv asetat A^s^aj.,r
.dehldro-

Ba(0H)2

Trike ton OH
-? Tu runan
2 ,6-DimetiI- re so rs ino
7-piron /,*
1

OHOHO
basa
\.ofu^
/\r'\-/
_t

Pada pembencukan poliketida dari crikecon seperti cercantup di


atas, digunakan asatn dehidroaseEac yang berasal dari pirolisa eti_l
aaetoaaeEat. I-b'lam suasana asaa, asam dehidroasetac rnengalami dekarbok-
silasi, diikuti oleh resikrisasi menghasilkan 2,6-dimecir- y -piron.
Senyawa piron ini dapat dianggap sebagai criketon
cerselubtng, sebagai
sumber triketon, karena ITIudah menghasilkan trikecon yang reaktif
bila
direaksikan dengan basa. senyawa triketon ini, dalam suasana basa
merrgalami kondensasialdol secara incramolekrder menghasilkan cunnan
resorsinol' D:a molekul criketon ini dapac pula melahkan kcrndensasi
alool secara inLermoreh:ler menghas ilkan r".,y"r"-senyawa porikecida
yang lain.
Reaksi yang sejenis ialah sincesa dihidropinosilbin, mengikuci
cahap-tahap reaksi sebagai berilqrc.

139
H1
,Kati).

(:) basa
(-- I

t
0
t-_..
lt
0 lfi
(2 ) Ir (l'__+ ti
Dr-hidropinosil-
bin
Floroasetcfel:cn Oan asam orselinat dapaC pula disinCesa
mengguu'rakan pendei<-:;n ./ang sama. Dalam hral in:-, StraEu senya\da diplro:l
berlalo: sebagai asa:. pol--.i:::' _\"-,*_91b*c$-i.fqr.g,e_5sel-u,*b-ung sebagar surr'cer
dari Cetraaseti l. iecraaseii i-- in i'; dengan magnes ium metoks ioa
. \..:-:-i**..-.4
menghasilkan-"fTorcasecofenon, sedangkan dengan kalium hidroksida
mengl-r,asilkan osa: J:icrtnac.
.t\"o
tl \
\A Ailr
u-ti
fift
' L-L^a 1
-^
\
,CH2
r '.20
ct*c/=o
co, ii
; nlj /Li^n CO2H

/ o
H
HO-C
il
L 0 Asam orsel inat

(CH
3a ) 2t/-g

Florosetafenon

4.3.2 latihan 3

Berilah
canda silang pada huruf B kalau pernyaEaan EersebuE Anda
anggap benar dan s bila pernyataan tersebut salah.

1) B - S laksi Perkin antara p-mecoksibenzaldehid dan anhidrida asair


asetat ai<an menghasilkan asam p-metoksi sinarat.

140
Z) B - S Reaksi l(noevenagel ancara 3, -dimeroksibenzaldehid dan asam
malonat akan nenghasllkan ecil 3, 4-<irmecoksisinarnat.
: \''
3) B - S:Pada prinsipnya, adanya kumarin dapat dirunjukkan oleh
hilangnya vrarrra air brom.

ll 4) B-S Pada kordisi- yang kuat,basa akan menguraikan 7-metoksihr-


marin rnenj adi asam 4-ruecoksi-2-hidroks i benzoat.
['
I
t
M
s
5) B-S Asam krnrarinac adalah isomer Lrans dari asanr orto-kunarac.
fi

6) B-S I(romcrr berbedadari h-rmarin, karena kromon membentuk garam


I benzopirilium bila bereaksi dengan asan kuat, Eetapi ]<limarin
cidak nrembenrulcrya.

7) B-s 5,7-Dihidroksikumarin dapat disincesa dengan mereaksikan


I florogh:sinol dengan asam malonaLdehid.

8) B-S Eugenecin dapaE dinamai pula 5,7-dihidroksi-2,6-dimecil-


krcnron.

Ktnci Jawaban Latihan

1) B 3) B \) t) D

2)s 4)B b) 8) 13

4.3.3 taaneh-man

Fenilpropanoid dan poliketida sebagai senyawa-senyawa fenol, di-


mana gugus fenol LazLmnya berkonjugasi dengan gugtrs karbonil, mempunyai
serapan yang ktlas di daerah ultraviolec, inframerah, dan daerah Campak.
Oleh karena iLu pengulorran spektrum di daerah-daerah panjang gelombang
dapat digunakan untuk mengenal 3enis-jenis senyawa fenol ini.
Lli sampin1 catalara anallsa insErumen, struktur fenilpropanoid
dan polikecida dapat ditetapkan dengan cara-cara kimia. Sebagai turunan
benzopiron, kumarin dan kromon, penguraian oleh trasa dan penecapan
struktur dari hasil penguraian ini, memberi petunjuk mengenai scruktur
kedua jenis senyawa ini. Kedua-ouanya menghasilkan Eurunan asan
sali'ilac pada penguraian, tetapi kromon juga menghasilkan tunman o-
hidroksiasecof enon. Kedua j enis senyarda ini dapac dis incesa
menggurnkan prinsip-prinsip reaksi Perkin dan Knoevenagel.

141
Turunan hrinon, seperci. anirakrinon,- mudani ai-kenii idiri,'!it.t
redoks. Srruktur dari Eurunan kuinon dapac dicecapkan,berdasarkan
sifatnya pada discilasi dengan serbuk seng, dan penguraian oksidasi
menghasilkan nrnnan asar! fcalac.
' Substituen pada kerangka kuinon, seperci {,y _dLmecilalil dan
ci-ncin pr-ron, dr-tecapi<an dengan reaksi-reaksi yang spesifik
tntuk icu.
selanjutnya, kuinon dapac disintesa dengan mudah. sedangkan
senyawa-senyawa poriketicla umumnya, dapat disintesa
menggunakan
pendekacan prinsi.p biogenesa dari polikeconretilen.

4.3.4 I'es Formatrf 3

Lingkarirah a, b, c' alau d pada jawaban yang rrnda anggap benar.

l) Pa<Ja kondisi yang kurat, suberosin di_urar-kan oleh basa nrenglnsilkan:


a. b. cil-10
iozu

CH: )
U.
ozH
0=C
H

'2) Pada prins ipnya, 7 -hidrok st -6 ({, y' -di me c i la I i l) _2-meti lkromon
berr-kuc:
HO cH3

pada oksidasi dengan diklorodisianobenzokuinon


(DDQ dapaE
nenghasilkan:
a, b.

c' 'Ylf' -/\


-:(\.tA-Ato2u --- i

L42
4.3.5 Llnpan Balik dan Tlndak i.anjut

Cocokkanlsr hasil jawaban Acrda dangan lfunci Jawaban Tes Formacif 3


yang ada di bagian belakang modul inj.. Hitunglah jumlah jawaban Ancla
yang benar. Keroudlan gunakan rumus di bawah ini trncuk mengecahu!
cingkac penguasaan Anda cerhadap maceri Kegi'atan Belajar 3.

R-un:.s:

Jr.unlah jawaban Anda yang benar


Trngkac penguasiun =
\

ArEi tingkac pengusaan yang anda capar,:

90% i U(f4 = baik sekali


6U7" 69a. = baif
70% J97"= culo:p
69% = lo"rrang.

Kalau Anda mencapai cingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat


meneruskan dengan modul berikutnya. Bagusl,Akan tetapi bila tingkat
pengtrasaan Anda masih di bawah 80%, anda harus mengulangi. Kegiatan
Belajar J, EeruEarla bagian yang beltrn anda kuasai. .

'43

744
5. I(r.urci Jarsabqr Tes Fotratif
5.1 l(rrrci Jar*absr Tes Fonnatif 1

r) Jawabsr yang benar: d. Ilal ini. mudah dinengerti karena fenilpropa-


noid'adalah senyawa bahan alaui aromatik, dengan kerangka dasar
karbon c6-c3 (seperti tercermin dari namanya) da. lazimnya
dihasilkan oleh tunhrhan cinggi.
i

i 2) Jawaban yang benar: c. sepercr- rerlihat pada Gambar 4.1 kerangka


i

karbon asam shikimac adalah c6-c1; asar' prefenac adalah c6-c1i1;


sedangkan fenil alanin dan aiarn -f enilpiruvac kedua-drr*ryi adalah
I c6-c3'

I 3) Jawaban yang benar: d. t{al ini mudah dimengerti bila diperhatikan


cara pe-lomoran dari kerangka karbon fenilpropanoid serta contoh-
contoh pada Daftar 4.1.
li 4) Jawaban yang benar: b.
a dan c posisi gryus hidroksil adalah
Pada
para, dan pada c dan d konfigurasi ikatan rangkap adalah cig.
Sedangln, lkacar rangkap pada asan o-la-raarat adalah trans (lihat
lr
CrPrnbar 4.2).

5) Janaban yang bnar: a. rh,l ini m.rdatr direngerri dan cuhrp jelas.
6) Jataban yang benar: B. nalam biosincesa alilferpr, anc,ara rain
etrgenol, dari fenilalanin via turwr,an sinannt, tidak cerjadi
pentbatra''. posisi dari atqn t"iuo., gugr.rs -cruH dari fenilalanin
semrla (utuh dalam posisinya).

7) Jawaban yang benar: a. thcuk biosintesa suberosin, asam aaetat


bertarda tranya akan digu-rakan urcuk sincesa isopencenil
pirofosfat, y*tg rm:ncur sebagai substitusr c5 pada nrorelql
suberosin. sedangkan, reai<si transforrnasi asam asetat menjadi
isoperrtenil pirofosfat sudah jelas.
ff 8) JareFn yang banar: b. seperEi tercantr-m pada Ge.nbar 4.4 perbedaan
posisi ikatan rangt<ap dalan kedr:a jenis senyar,iel ini disebabkan oleh
Penataan *Img alilik dari karbokacin yang dihasilkan.

E
li *
145
li
t;
5.2 t(l.grci Jawaban Tes Fo::macif 2

i) Jawaban yang benar: c. Hal ini,sudah jelas karena a dAn d Adalatt


turLrnan kuinon, sedagican b adalalr asilflorogh:siml afau .turr'nan
I asecofenon.
a

I 2) Jaruaban yangbenar: a. lEmrrul biosintesa poliketida, atm.,kar\1


dari gu$rs -CLut{ dari a^saon.asetat benrbah rnanjadi gugq-guglil
karbonil dari poliasetil, ytng sesurCah sikU-sasi akan nn:ncul
sebagai atom-aton karbon ciari gugus karboni-l atau yang nengikat
i gugLrs hidroksil.
a

I! jelas
3) Jawaban yang benar: b. lj,al ini sudah karena asam arselinac
adalah suatu CO.

4) Jawaban yang benar: c. }lal ini juga sudah jelas karena laotmn
adalah Er-rrunan irenzopiran-4-on kt-unarin adalah curunan
benzopiran-2-on .

I
I
5) Jawaban yang bsrar: a. Reaksi ini di,concohkan oleh siklisasi
okcaasetil rnenjadi endokrosin aLau enrodin.

6) Jawaban yang benar: ci. Senyawa ini adalah brisiklik, cincln


karboaromatik yang berasai dari kondensasi Claisen, cerlebur kepada
cincin ber3embacan oksigen. Jembatan oksigen terjadi dari sikliea.si
i
ancara gugus h:-droksil dari- Ci (gugus karboksitar) dengan gWus
hidroksil dari 09

5.3 Ktnci Jawaban Tes Fonnatif 3

r) Jawaban yang benar, b. Sebagai-rnana dlkeCaLmi , P^Aa kcrrdlei ini'


kunarin Ceruraj- manginsilkan Curuna4 asam saiisilat. Suberoein,
sebagai turLman hmarin aican ma'rjalani reaksi yang sana.

2) Jawaban yang benar: a. Prinsip dari reaksi ini digr:nakan dalen


nenetapkan adanya substicuen isopren ( d' , d -dlmetifafil) dafm
senyawa-senyal^ta fenol, ternasuk kronpn. Pada OkSidaSi, r :E?LT ,T-
dirnetilalil yang terikac pada aEom karbon di sebelatr grgn fsrol,
bersiklisasi menghasilkan cincin krorrcn.

3) Jasaban yang benar: c. liai ini sudah jelas seperti dicontotrkan oleh
sintesa unbeliferon.

146
f-
I
il
Ii

Jamban ymg benar: d. Reaksi ini adalatr peturjuk dart sifat basa
dari senyarftr-senyaua UJnrtan ktmarln. Anim ymg dihasfU n
distabilksr oleh reesrsrsl *tf" ketiga bentr* cincin
hecerosiklik.

5) .Jamban yang benar: d. nrrrnm/-pirofi ini adalatr suatu tetrakecur


tersehrhng, )rtrrg dalm suasarul basa bersikrieasi ardol
menghasilksr eincin karboarqaatik, seperti ditr:n:nkan oleh Collie.

147
b. Referensi

ldwin lbslam, The Shikinate patLnray, londcn: Buttenmrths, 1974.

J.a. Joule dan G.F. Smith, Heterocvclic Cfmistnr, 2ld. EdiEicn,


london: Van I'ircscrand tteinhold Coryarry,'l 97U.

Janes ts. Hendrickson, The ltblqgules of Nature, lla,r York: I^1.A, Benj&in,
Inc. , I 965

K-',n. Bentley, Th Chemiscrv llaEural Products Voh"re lV: Ihe NaEural


PiFrnents, New York: lntrerscience h.lblisher, lnc., 1960.

Paolo )ianicto, Biosynthesis of lh,tural koducts , (Terjenalran p.G.


Sainries), Chrchescer: Ellrs Horr,Dod l,td., iggl .
j.
i<aLph i-essencien dan Joan S. Fessenden, Kimia Organik, Jilid 1 dan
Jrhd 2 (Ter3 enahan A. Fiadyana R:djaarnraka) , Jakarca: Psrerbit
Erlangga, 1983, 1984.

r48
ERRATA

BUKU MATERI POKOK

KIHIA ORGANIK BAHAN ALAH


PKIM 443812 SKSMODUL 1 - 3

Mnl.alan Barls Tertulls Seha rusnya

Ke-f darl bawah Me tha


Ke-l darl bawah t so per en i so Pren

Ke-J/4 darl atas . . berka 1 ta n tera tur . .,berkaltan dl dalan


molekul. Ternya ta unl-t-
unl t Ln1 sa1lng ber-
ikatan Eecara teratur,.
A11nea ke-Z, ba- . . senJra wa- 6enyawa .. 6enyawa-aenyawa tel-
rls ke-4 lnl tersebut... 6ebu t. . .

Allnea ke-2, ba- . , 6enyawa- senyawa r r ED5ralra- senyara lnl


r1s ke-! nengandung.. , rnengandung..
struktur blsa-
bolen

Ke-4/5 darl atas ..dlpero1eh plro- ..diperoleh darl plro-


11sa.. 1isa.,
Al1nea ke-2 asetll plrofosfat asetllkoenzln-A
barls ke-J dart
bawah

Ke-6 darl atas o . fdrrg nertpakana. r . 1/&t-lg nerupakan. ,

7 Ke-9 darl atas ..GPP den6an. . ., EPP dengan..


? C'anbar 4.1. o o
ll
CH,- C- SCo A
,)
cH]-c-g%A
'- .*
7 Cranbar l+, 1 .
loPP --
cHsr
?'ffi"
CHreHgaPP
"fld
""r-l -.2 -\,
CH24ioPP
2-
lfu-*l
SeharusnYa
Barl s Ter!'u11s
Ealanan
-OPP:.
n @nbar 4.1. -0P
-
it\
\u W
-cn z

genarl1.. geran11. .
9 Ke-5 darl atas
'GenralnLol Geranlo I
9 Pada ganbar ( tranq )
( trans )

Ganbar 4.2.2 c\oPP


10
struktur 5eran11
pJ-ro fo sfat fr,,o,'
\,
-\

l1 Ganbar 4.t?
s truktur
i

. . terbadaP Plro- ..terhadaP 8' 'an1l


ll Ke-l darl bawah piro fo 5 fa t. .
fosfat..
12 Struktur Neril eHrorc!(Pl)
dl fenlI fosfat

karbon 4c
1
dan
12 Ke-4 darl aiaB karbon 'l4C dan
t 4c)_
Ke-5 darl ata s ..a6atn (2-1 4c)- ..asAE (z-
12
aoYalolldt. ' nevalona t.
12 Ke-6 darl atas
. .no leku1 ge ra nlo 1
12 Ke-8 darl a tas ..nolekl Seranlol
12 Struktur nerol
HroH

11- .,menghasllkan 11mo-


12 Re-l darl baYah ".nenghaasllkan nen bertaDd8..
nonen bertaanda..
sebagalm&lt. r sebagalnaYLa, .
12 Ke-'t darl bawah
z

&l.aaan Barl s Tertu 11 e Seharusnya

a6a!a ( z- 4c)-usetat
!f
l5 Soal no. I a6aE (2-'' C)-asetat 1

r5 Soal no. 8 tertentu, dleitbusi terten tu t dlstrlbusi-


20 A1lnea k"-5t baris terplneol, fang.. Terplneo 1 , Jrang..
ke-J darl atas
20 Alin ea ke- 5 : ba ri s ..karena aton 1lmo- ..karena l1nonen..
ke- l darl basah IIeII ..

2? Al1aea ke-l: barl.s . .4-6tl1- I - ..4-aset11-1-


ke-5
22 Al1nea ke-'l : . . GrlnaFd. . . . Grl grtard. .
barle ke-5
22 Struktur 4-AsetlI-
I -aet1161k1oheks-
I -en

2\ Ke-l dari atae ..reak61 dapat.. ..reake1 lnl dapat..


z) All-aea ke-a: . .;ed&6kan. . o . 8eddD6;kan. ,
barls ke-5
2t Allnea ke-Z: ..berplBab.. . , terpl 6ah. .
barls ke-5
?5 Al1nea ke-2: .. terplsah dapat .,terplsah lnl dapat
barls ke-6
2\ Allnea ke-)t Wo1 ff-Kl shener tVol f f-Kt shner
barls ke-5
2) Ke-1/Z darl bawah (tthat ha1. 1r) (fftrat hal. 22)

f"
?4 Gambar 5.2:
struktur dlhld-ro- OH
kanveol

24 Ganbar 9.2 - It
"Ne I

2' Allaea ke-32 Mentol dlperolehl,. Mentol dapat dlperoleh..


FO- barls ke-1
4 Bagan 5.1 (-)-Neonentol, (+)- flanya dttuLle
Neonentol, (+)-Neo- eatn kaI1:
leouentol-, (-)r-Neo- dl tladakan
leonentol
-l+-

Tertull s Seha rusnYa llltiu,a!


Halanan Barls

..aktll tza - 2s) ..aktlf (za - 2h)


2? Ke-l darl atas
tt Ke-J darl bawah - 2c, (1)-neolso- -2c, ( r )-f soEentol" di--
aento1.. wakllt oleh Pasangan
2f - 28t sedangkan (!-
neolsonentol..
l3 Struktur ( * )-
Mento 1

Soal i #olff-Klshener 1f f - Kl shne r


]r No. '\o

)t- Ke-2 darl bawah . .ulang a}1k.. . . u1ang a1ll-1k. .


+

t, Ke-5 darl atas uJung, = CH, uJung, --CHZ


Iq Ke-9 darl atas ..kata11tas.. ..ka ta11s..

t, Ganbar 5,.'l
struktur katlon
a111
:

A,,
\'t
A"-
\!-<i
i*'" \
3' Ganbar 6. I : +''H
etruktur

7a Ke-4 darl bawah ..b1drogenisasi".. ..hldrogenas1.. '


,8 Ke-l darl atae ..Xono terpen.. o. mono terPen. .
18 Ke-4 darl bawab ..konden dengan.. ..kondensasl den6an..

t8 Ke-Z darl bawah .. turunan s1tal,. . . turunan e1tral.. ,l lii

t9 Gancbar 6.22
struktur lonon
X.*A
V-',/
39 Struktur Isobor- e(_
n1l klorlda (4,,,H
\y
c

ia lauan Barl s Tertulis Seharusnyt

/rC Allnea ke-2: ..&ton karbon yaD6.. . ,a ton karbon penghu cung
barls ke-5 berada d1 antara aton
d1- karbon yang ditlnggalkan
tn dan atom karbon yanE.,
(*)-
.{l Gambar 6.j
struktur ka:nfen )r/\, N

AX /
.-){ln*
I \
frt*
.-lh*
Ga-obar 6.J
struktur
>/
l\
11

rl'{*
(_\)
.. I Gaarbar 6.J fsobornil klorla fsobornll klorlda
(d1 bawah struktur)
qi Senyawa antara
darl reaksi
Kau fenllol .r:- ati'
\A ,H \rt-- l-1
+2 Pertanyaan . . geranl 1. .
No. 2
..6eran1.o1. .
"H
\ll
lrt Ke-1 I darl bawah r o 6oD3l&wa kerang_ r o srt1r3wd dengan ke-
ka. . ranplk.a . .
L4 Ke-2 darl atas ..a1ikllk.. alili k..

>-r
4l{ Soal Ho.4:
struktur darl
iarl. .
8eranl1 asetat
f*uof.r, &a o!"r,

\5 Soal No-6 :
struktur (c )

t t
.H zut CHt
u, Soal No. 7: ..d11kut1 perpln-
Jawaban
..d11kutl perpindahan_ I ,2.
c dahan- 1 2.
47 Soal No. 5): . .1tu
barls ke-J J.awabaan. . ..i tu jawaban. .
6-

Halanan Barls Tertulls Seharu,snya

4B Soal Xo. 5) ..an1og dengan.. .-analog dengan,.


barls ke-5
qY Soal No. ]) hibrtdakatlon.. hlbrida katton..
barls ke-J
q.\ Ke-2 darl bawah korida. Prosea. , klorlda. ProB6. e

q1 Ke-4 darl baw.ah ..tenlebur dalan,. .. terlebur kepada.


+FiJ
+
5A Reaksl terha- -F
dap 2rJ-epoksl- ---------+ ----*
skual en
1Q
59 Ke-Z dari- atas . .. .1sotop I BOr. . ..lsotop '-01,.
('o 1R
Ke-Z dari atas . .lso top I 80 I tu. . ,.lsotop '"O 1tu,.
,e Ke-l dari atas ( t 8o )-t"anosterol ( I Bo )-r"nosteroL
i9 Ke-9 darl alas . . be rtanda ber ta n- . ,bertanda 7. .
dar..
qc
Allnea ke-J : o r)8ng Ialn dlalami r.1lAng dlalaml..
baris ke-l
6o Al1nea ke-2 i .,aton C-5 adalah. . ..3ton C-J adalah 4,
barls ke-10 termasuk deret 50(,
sedangkan sterold C1
mana konflgura6l ato:
G! adaIah..
61 Ke-2 darl atas ..6tero1d yang.. ..sterold ke sterold
]a.Ilgo o

6t1 Soal No.5 :


bari-s lr-e-)'
..karbon l4C. ..karbolr l4c.
6, Ke-7 darl atas l r2-elklopentenoper- I ,2-slklopentenoper-
dlhldro fenantren. hldro fenantren.
Soal No.5
s truk tur c. cHt'a--..--)
Ho
ffit
HH
ll o\
H
o/ Soal No.8 . ..5 C(-andro stan-3 B - dro stan-3
barls ke-l oil dan.. I
; i5g;:: f-
o

Ea lanan tsa.ri s Tertuli s Seharusnv::

n Alinea ke-l i nolekul yang akan., nolekul akan..


ba: is ke-9
'72
Di bac.ah struk- Plrlda Ptrldin
tur nci e<u l-
,: Ke-? darl bawah . .di sebabkan oleh ,.dlsebabkan karena
?
gugu s. . gugus,.
:2 Ke-5 cart bawah ..u6 yang nenpu-
8.. ..C-6 memnun;rai.,
nyai. .

Ke- '! c a:i. bawab. .. tldak pada ter- ..tidak terdanat..


t/

dapat..
S'"r:kt..:r dari
5 c(-K:lesr_an-
C,HI
J f ,6f -ciol
t
H
StrokLur dari
.fy;l
'7 a.

J P. Aeetoksl-!c(- e(t C.Ht


koies'uzD-6 F -oI L)"
7=o
-t /----:. I
-/
?) Struktur dari
h 4n ester cirkatllat
:1, QHt \_._)
dil -r- l
a t33 oeoac
H
?4 Struktur dari
ro 1d , ol -fulesta n-j? ,
7o{-d1ol '

per-
'7u
Struktur darl
Ester noockat1lat
;.,Sar-u

OH
74 Ke- l darl atas rlP- gugus hldrok- Gu6us llP-hldroksl1..
s1I..
\8- 74 Ke-5 darl atas grrgus ltd-hldroksil
't I
gugu6 llP-hldroksil
Pz Ke-8 darl atas ..kolesroI adaIah.. ..ko1estero1 ada1ah..
-8-

Eatranao Barls Tertu,11s Seha rusnya

8t Ke-lO darl atas ..berbaEI- percobaan.. . .berbagal percobaa:..


81 Ke-9 darl barah ..berada kesetln- . .berada dalarn ke se-
bangan.. . timbangan..
87 Allnea ke-2 z . .merinti e mengenal. . . .merlntl s pengeta:-ua
barls ke-2 mengenal. .
87 A]1nea ke-2 : ., irans-gtllbestrol . - trans-dietl1st11-
barls ke- 1O bestrol
9) Soal No. j :
A
atruktur b -\
A cH,
fi
l-Y"',
l14
l1 O;'\-r-,) \-J
94 Soal X6,]

#t
2

etruktur d
,^Pt
\
102 Ke-8 darl barah . . fenlplpropanotd. . .. fentlpropanol,d..
1A2 Ke-J darl barah ,.b1oglntes.. ..blosintesa.,
lo] Ks-5 darl atas r rp.Dg aE1og.. r olaDg analog..
l0f Ke-ll darl atas ..fenl-aIan1n.. .. fen1Ia1anln..
lof Ali-nea ke-2 t ..benzorlpan-a-on.. . ,benzoplran-2-on..
barls ke-J
to3 Daf tar 4.1 : Asan
dl basah struk- Asan p-kunarat
tur
lol Daftar 4. l.
Strr,rktur uubeli_
feron
I u"$ji"
lo4 Daftar 4, I :
Struktur safrol )

o.o eHt +',


-9-

DIanan B'rb Tertulls SeLaruearya

lo4 Daftar 4.1 : Ana toI Ane to 1


dl barah etruk-
tur o
t04 Ce.nbar4,I :
C)
t.oott H D1 - 4J 8co o4
Struktur a6ar!
prefenat
U
(ot
to4 Ganbar 4. I Asam sh1ktnrat
dl bawah struk-
:
dl tia dakan
tur ruu" pr" f"-
nat
lo4 Gaubar 4. I :
Struktur b.as11
okeldasl asal!
pre fenat

to4 Ganbar 4..t :


struktur tlrosln

lo4 Ganbar k.l :


etruktur aaatr
kafeat d11.

lo5 Gaabar 4.22


struktur kunarln

'rery:
7

6
I q
lo5 Ganbar 4.2:
5'1
d1 bawah struk-
Asam o- A-san o-kunara t
tur
105 Ganba:r 4.2 : Asan Asac kunarina t
d1 bawah struk-
tur
to6 kftar 4.2:
Struktur pukeda-
nln

cHt
- to_

thlanan Barls ?ertulle Seharu enya

106 hf tar 4.2:


struktur bergap:
ten f(( oc HJ

Ke-2 darl atas . . ftsran dan firroku- .. furan darl I


nari.n. . narln..
112 Soal Ho.5 :
struktur a

I l4 Allnea ke-2:
barls ke-J ..Unit-un1t C2 inl . ,ne1a1ui.,
nemben tuk. .
lt5 h ftar 4.): 4xC^
<a ---)
4xC^
11' Da ltar 4.3
Turunan beng'okn1-
z
I\:runan benzol
non
-
115 b.f tar 4.J: o
struktur
.)t''u
I (O
a\-,\;.oH
i tl
\o 1

11' h ftar ]xC. ---+


T\:runan an trakul- )xcz ---+
non
lt5 Gaabar .) h -lo a o,f o,'
4.5:
struktur darl
Asau po11-
a/, !-cH,ff-""J:ltoa "",t/rt"t
ketokarboksllat

t't7 Gambar 4.G: Asll floroglu.kslnol Asl1 floroglu


r18 Ganbar 4.2:
struktu r I
oooc)
R/z4l-.t1-.U-taH p-F-"r,'!'"o-'
t__'---:J
(/)
itl'
\---
(d-)
llg Struktur ciarl
klava to 1
.,*# *eao
4"\o\A
ao'^\/ HOJv
cHl cHt
It

_ Bqrls tertull s Seharu sn va

Soal l{o.2 : ooH


struktur c
'KrA
,o\4-ou
Persamaan reaksl
Perkln 1c4-cro fcH,-c"o
J\
O

"Hr/oo
c4<o
Hekanlsna reaksi
PerkLn: struktur
c4:tHCooeoel
O 0@-":.Hcoacoet
Strukt,ur galian
benzoplrillul H

Ke-Z darl atas ..turunan bldorksl- ..turuDan. hldrokel-


glnaEat. . glnauat..
Ke-15 darl atas 113848-E,eaA saliel- ..turunan aaan eaIl-
Iat.. el.Ia t. .
Struktur darl
hae1l reakel
lf.uo evenagel

SLruktur darl
nalonaldehld /eo2H
eH.
\'
Struktur -frre--.,
,.H HI
Ho-\-t',po
\)-*';) /,\oH
11 . ."
Ke- 1 dari a ta s . . b en zo pla n- 4-9tt . . . r.benzoplran-4-on..
Struktur darl
Dlgenetin
12 -

llaEap Barla Tertu Ils Seharu so va

D[ barah struk-
I

132 Garan kronrcIlurn C'aran kroalllu klor 1 da


tur klorlda
Struktur

";3Xr';w
112

132 Struktur

133 Struktur

1r5 Struktur darl


I,J-dlketon
cHt H
o

154 Struktur da-rl


I,l-dlketon o.

ffi" w'
1t4 Stmktur darl
2-HetllkroEon

vu
r14 DL bawab stmk- o - Eldrokela eeto- o -Hldroksta se to fenon
tur
15t+ Struktur darl
2-l,tetllkroDon

w" osr o
- l] -

Llalan Barls Ter$tlXs Seharusnya

r5, Ke-l I darl atas Rubldtan Rubladtn


15' Struktur euodln // o od

cHs HO
iJ i-
:- /- H.3
O
o o
rt6. Struktur darl
kulnon

'fi
'!f
o
0 o
rt? K-l darl barah krlso fano1l krl so fanol
r37 Struktur HO OH
bp'l I
EH

r)a Struktur darl QeH.t


has11 reaksi
fbledel- Cla f t \

"rrrffior, CHs 6r
C4ro
&s
o ./-t

f
ch

llg Persanaan reahsl Eh E-h


qntuk elntesls
Antron enodln cHzcoon cHlcooH

t59 DL bavah etruk- EtlI asetat Etll asetoasetat


tur
rt9 Struktur darl
hasl1 reaksl
trlketon

l40 Struktur darl


has1l reakd-
BUKU MATERI POKOK 4

lIMU KlfvltA Ft AVON0t0

PKtM4438l2SKS/04

KIMIA ORGANIK
BAHAN ALAM

0leh

Prof. Dr. Sjansul Arifln tctmad


DAFTAR. ISI

1. Pengantar

2. T\:jr-:an lnstruksional i}run

3. T\rjtran Instn-rksicn:al Khwus

4. Kegiatan Belajar
4.1 Kegiatan Belajar I : XIASTFTKAST mll VARIASI
SITIJKTJR FIA\NOID 2
Uraian dan Contoh 2
Latihm 1 12
Ranglo:nrar-. i3
Tes Formatif i 14
Unpan Balik dar Tj-rcjak krjur 15

4,2 Kegiacan Belaj ar 2: BEEERAPA StFIff I{AlnoID 16


Urian dan Contoh 16 F

Latihan 2 25
Ranglo-unan 26
Tes FormatLf 2 27
Umpar Baiik dan Tindak l,anjur 28

4.3 Kegiatan Belajar 3:Il{TERKfi*VEl6I mt SII{TESA


FIA\{IOID 29
Uraian dm Concoh 29
l,atiban 3 38
Ranglcr-man 39
Tes For-uratif 3 39
l]mpan Baiik dan Tindak l,anjur 41

5. Kr-nrci Jaraaban Tes Formacif 42

6. Referensi 45
III,TI KI},{IA FIAIUIOID

l. Pengsrtar

Pada modul pertama, kedua, dan keci.ga Anda telah mengenal empat
golorgan senyawa organik bahan alarn, masing-masing terpenoid, steroid,
dan senyawa fenolik fenilpropanoid serca poliketida. Pada keempac
golongan senyawa organik bahan alam cersebut, Anda celah mengenal pula
adanya variasi struktur yang meneirikan berbagai jenis senyawa dari
masing-masing golongan. Masing-masing golongan senyawa, dari segi
biogeneti-k, berasal dari jalur biosincess utar;d yalo:i jalur mevalonat,
jalur shikimat, dan jalur asetat-malonat.
Bila pada tiga modul tersebuc di atas Anda telah berkenalan
dengan berbagai jenis senyawa yang secara Leratur mengikuci masing-
masing jalur biosincesa safu per satu, maka pada modul keernpat ini Anda
akan diperkenalkan dengan suacu kelcnnpok sellyawa aromatik yang berasal
dari kombinasi antara dua jalur biogenetik. Kelompok senyawa ini ialah
flavonoid, yar berasal dari kombinasi antara jah:.r shikimat dan jalur
asetat-malonac. "
Seperti pada modul terdahulu, nodul keempat ini akan mengtrail<an '
I

pula prinsip-prinsip mengenai keragaman struktur serta sifaE-sifat


'senyawa-senyawa
utama dari flavonoid. ini merupakan kelompok sslyalda '
fenol yang terbesar jumlahnya dan ms0punyai sebaran yang luas pada
tumbuh-tumbuhan cinggi. Namtrn demikian, besarnya jrunlah senyawa ini '

yang dapat ditsnulcan di alam, bulcanlah disebabkan tresarnya jumlah jenis


senyawa akan telapi lebih banyak disebabkan k-arena besarnya variaei
subscicuen dalam masing-masing jenis flavonoid. Oleh karena inr pnr1a,
penbahasan dalam rnodul keempat ini aican dibatasi kepada beberapa jenis
flavonoid tertentu, khususnya yang termasuk jenis flavonoid uEama.
Selanj utnya, pembahasan mengenai sifat-sifat kimia lebih diutarnakan
kepada beberapa reaksi umum yang banyak dikenal.

2. T\riuan Instruksional urn:rn

Setelah mempelajari modul i<eempar ini Anda diharapkan akan memiliki


suatu pengertian yang tebih mendalam mengenai jenis-jenis senya*a
organik bahan alam, khususnya senyawa aromatik kelompok flavonoid,
Berta proses penganbangan ilmu kimia balun alam flavonoid.

3. Tu'iuan Ins Cruks ional Khr.rsus


t

Secelah mempelajari modul keempat ini Anda diharapkan dapat


moperoleh kananpuan sebagai _berikut i :

a. menJ;elaskan ciri-ciri scr,rkt-.r dan klasifika.si flawonoid;


b. rnenjelaskan perbedaan stnfttur bedoagai jeris flarronoid;
mene:'angkan b$erapa reaksi yang spesifik untuk flar,unoid; dan
d menerangkan prinstp-prinsip kimia dalam interkonversi dan sintesa
j sris-j enis f larionoid certentu.

4 Kegiatan Belalgr

4.1 Keglatan Belaiar 1

KIASIFIIGSI TUN VARIASI STRTKTIR F]A\[!OID

4.1.1 Uraian dan Csrtoh

a. Kl eqif ikasi f larrcnoid

Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa !g!qi yang terbesar yang


dicenukal1 di alarn. Sanyawa-senyawa ini merupakan zat warna rnerah, i{lgu'
dan bin:, dan sebagian zat warna kuning yang ditemulcan dalam n:mbuh-
tuduh^rr.
Flar.ncnoid memF-rnyai kerangka dasar karton yang terdiri dari 15 atom
karbcn, di mana dr:a cincin benzen (C6) terikac pada gilacu rantai ProPan
(C3) sehingga membentuk suatu susunan 961C:-C_0. Susunan ini dapat
menghasiLkan tiga jenis struktur, yaI<ni ]-,3-diarilpropan atau
flavonoid, 1.\-dLarilpropan atau isoflavonoid, dan 1 ,1 -diarilpropan
atau neoflavonoid.

O.J
I
o'-to o
Flavonoid Isoflavonoid Neoflavonoid

Iscilah "flavonoid" yang diberikan r:ntuk ssryawa-ssryawa fenol lni


berasal dari kata flavon, yakni nama dari salah satu jenis flavonoid
yang terbesar jumlahnya dan juga lazim ditemukan. Senyawa-senyawa
flavcrn ini memFtnyai kerangka 2-fenilkroman, di rnana posisi orco dari
cincin A dan atom karbon yang terlkat pada cincin B dari 'l ,3-
diari lpropan dihubungkan oleh jembatan ok"1igen, sehingga membentuk
suatu cincin heterosiklik yang ban: (clncin C)
^)=i,(E
(!r: /,
4

-2Fenilkrsnan Flavan

Sanyawa-sslyawa flavonoid cerdiri atas beberapa jenis, bergancr-u-rg


pada' cingkar oksidasi dari rantai propan
dari sistem r,3-diarirpropan.
Dalam hal ini, fravan nsnpuryai tingkat oksidasi
yang terndah sehingga
senyawa ini dianggap sebagai senyawa induk dalam tatanama
senyawa-
sslyawa turunan flavqr. Beberapa jenis flavonoid serta struktur
dasar
;nasing-masing jsris tercanrum dalam Dafrar 4.1.

Dafcar 4.1 Jenis Utana dan Struktur Dasar Flaronoid Alan.

-,\. fO
\ry
^l* 0

Dihidrocalkon Calkon

Flavar Kacecin Leukoancosianidin


(flavan-3-ol) (flavan-3,4-diol)
Flavanonol Flavon
FLavanon
(dihidroflavonol )

Flavonol Garam flavilitnn Antosianidil

G>.

Dari berbagai jenis flavonoid tersebut, flavon, flavongl, dan


antosianidin adalah jenis yang banyak diteraukan di alam, sehingga
seringkafi dinyatakan sebagai flavonold utafiIa. Sedangkan, jenis-jenis
flavonold yang cersebar di alam dalam jumlah yang terbatas ialah
calkon, a{ron, katecin, flavanon, dan leukoantoslanidin.
Seperti dilq:nukaln di agas, flavonoid adalah senyawa fenol
yang
banyak ditemukan dl alam. Banyaknya senyawa flavonoid ini, bukanlah
disebabkan karena banyahrya varias! struktrrr, akan tetaPi lebih
dieebabkan oleh berbagai tingkat hldroksllasl, alkoksilael, atau
glikoatla.sl dari struktur tersebut.
Senyawa-sstyaeta isoflavonoid dan neoflavonoid tranya diCemrrkan
dakn
beberapa jenis trrmbuhar, terutama sekali sulor I,egrmrinogae' Jqn-is-jenis
senyavra yang Cermasuk isoflavonold i-alah lso!-lav-on, ro!919+
pterokarpan, dan l<11nest4l. Sedargkar, neoflarronoid rneliputt jenis-Jenle
yang
4-arlllcrrmarln dan berbagai dalberglon. Beberapa concotr aenyaYta
mewakili berbagai jenis isoflavonoid dan neoflavonoid tersebut
tercanEum dalam blftat l+.2.
Da].an rnodul kempat ini akan dluraikan lebih ranjul llmu klnla dari
8nya*Fsenyawa Eunrum f lartqroid .
Dafcar 4.2. Beberapa Senyara Isoflavonoid *in Necif larcinoid.
'(
Isoflavcn Pterokarpam

cH3 o

1l

Deidzein :R=H Pcerokarpin


C,enistein :R=0H

Ktrnestan Rotenoid

I) 0cH3

Ku;estrol : R1=R3=H ; R2=oH


|4ede1o1akton : R1=R3:OH; R2=OCH3 :R=H
:R=OH

4-Arilkunarin Dalbergim

CH3O

R1
':i:''lrii '
. --^-t- -
Dalbergin tR1 : R2 :.1{ 4-ttetokstaard8*Ei8fi
Melanein tR1 : oH;'R2 oc{3

5
b. Clri Struktur Flavmoid

Sebagaimara telah dirrraii<an di atas, nasing-masing jenis flavorntd


rurnpuryai strukttr dasar tertenhl. Di sanpiqg itu, flavonoid oopunyai
beberapa ciri struktur yamg lain. Pada umumnya, cincin 4 dari struktur
flarronoid meroprnyai pola oksigenasi yarg berselang selittg, yaloi pada
posisl 2' ,.4t , dan -6' dari sCrukgur terbuka calkon. Fenoraena inl
rnudatr terllhat dari beberapa contoh flavsnoid seperti tercantr-rn dalaln
Daftar 4.3.

Dafcar 4.3. Beberapa contoh Senyaroa Flavonoid dan Cara Penonoran.

1l
0HO

Floretin Apigenin : R=H Kaelnferrrl,: Rl =R2=H


Irrteolin : R=OH Kuersetin: Rt:H; R2=Oll
Mirisecin : R1=R2={.)H

4z

,OYffiu;
\A?\H
OH

Eplkaeecln R{{: Pelargonldln: R1-&{ Sulfuretin


Epfgabkatecln: R4H Sianidin : R14I; R2=OH
Delf inidin : R1=V=oH

6
hal, ci.rpin B dari iitn:kttrr''flavonoid:rne'rnp.lnyal.i$eUr:atr
Dalarn banyak
gugus fungsi oksigen pada posisi !S3, atau dua (masing-masing pada
posisi par4 dan meta), atau tiga (satu para dan dua meta) seperti
terlihat dar.i concoh senyawa dalam Daftar 4.-1. Pola oksi"genasi dari
cincin B di mana Cerdapat tiga gugus fungsi oksigor jarang diCemtlcan.
Di sarnping icu, cincin B yang tidak teroksigenasi, atau teroksigenasi
pada posisi orto, sangar jarang diternul<an.
Pola oksigenasi dari cincin A dan ts seperci cjikenukakan di atas, di
mara cincin A mengikuti pola floroglusinol dan cincin B mengikuti pola
katekol ata\r fenol, dapac dicerangkan oleh asal usul biogenetik.
Perlu dicacac bahwa cincin A dari scruktur flavonoid seringkali
pula ceralkilasi, baik oleh gugtrs metil (berasal dari metionin), aEau
oleh isopropenil C5 (berasal dari isopentenil pirofosfat), maupun oleh
slracu C-glikos ida.

c. Asal Usul Biogenetik Flavonoid

Spekulasi mengenai biosincesa flavonoid bermula dari analisa


bertagai strukcur"ssryavra yang Eermasuk golongan ini. Pada tahm 1936
Robinson mengajukan pendapar bahwa kerangka C6-C3-C6 dari flavbnold'
berkaitan dengan icerangka Cb-C3 d-art'fenilpropanoid yang mempunyai '

girs ft:ngsi okiigen pada po"i"i-bara;'para dan arggg, atau dua meca dah'-
satru para dari cincin aromatik. Akan Eetapi, s'enyawa-senyawa:
f eni lpropanoid, j' s'pelrti asam-asam am ino f eni laLanin dhn ciros in,
:

bukarrrya dianggap sebagai senyawa yang mr-lun:nkan'flavono'id melainkanlr"


hanya sebagai Senyawa yangbertalian belaka ; ';: ''''1\' ':' ;'' :
Pola biosintesa flavonoid:pertama kali disarankan olei Bitch.''i:'
l"leruri-rr Birch, pada cahap-tahap percama dari biosintesa flirpnold Suatu '
unit CO-C3 berkombinasi dengan tiga unic CZ menghasilkan unit
C6-C3-GZ+C|+{), Kerangka C15 yang dihasilkan dari kombinasi ini relah
mengandung gugus-gugus fungsi oksigen pada posisi-posisi yang
diperlukan.
Adapun g.incin A dari scrukcur flavonoid berasal dari jalur
polikecida, yakni kondensasi darj- Eiga unit asecat atau malonaE,
sedangkan cincin 1] dan cig,a atom karbon dari raricai propan berasal darl
jalur fenilpropanoid Qalur shikimat). Dengan'r demiki-an, kerangka daQar
karbon dari flavonoid dihasilkan dari kombinasi antara dua jalur
blosincesa yang utarua untuk cincin aromaEik, yalcri jaltrr shikimac dan
jaltr asetat-malonat.
Selanjutnya, sebagai akibat dari berbagai per.t,ahan yang disebabkan
oleh enzi:n, ketiga atom karacn dari rantai propan dapat menghasill<an
berbagai gugus fungsi, seperti ikatan rangkzp, gugllri hidroksil, glw
karbonil, dan sebagai-nya. Adapun pokok-pokok reaksl biosintesa
flavonoid tercancum pada Cambar 4.1.
Gmbsr 4.1 Fokok'mlok'Eoelntees Ele\tutotd'

*.O3c'3co-SCool-l
to*g)
,Q coa,-\
rjJ
EBooo

Flat'ranmt Calkon

tlenurut biosint.esa ini, pembentukan flavonotd dimulai dengan


memperpanJang unt! fenilpropanoid (c6-ca) yang berasal
darl turunan
slnamat eepertl asam p-kumarat, uaang-tcadang aam kgfeat' bahwa
asam

fenilat, atan asam slnapat.Percoba^stpercobaan Juga merlnjukkar


calkm dan lsomer flavsrqr yang sebanding Juga berperal eebagal eenyawa
ancara dalan bloeintesa berbagal jenle flavonoid lalnnya' Adapun
hgbdngan blogenetik antara berbagal jenls flavonold, sebagalmana
dlearankan ot-eh Grleebach, tereantutr pada Gambar 4.2. .selanjutnya,
h$rngm bloganetlk antara pembentukan clncln C derl antosianidin dsr
ltl'unst katecin telatr dlearanktrt pula oleh l{aslan, seperEi tercantum
pda Ganbar 43
Car$ar 4.2'fftibr:ngan Elogeretik berbagai. jenis'Fta'ubndfii
(nrenurut Grisebach)

F1 avanon Calkon

0Ho
Flavanonol

v\
\-!
F I avon

-----------{>

I sof 1 avon

Katecin )
Antosianidin )
)
(nenunrc Haslm).
Gdar!|.Bl.oetntesaAntoelgrldindmlbtecin

L)
4.2+

tf '[']

/,.

f'.

lbtecin Antosi.anidin

mendulo'ng
Beberapa percobaan menggr.rnakan senyawa bercanda' Yeg
pdfi*-pokdc reakel blclnceea sepertl dturait<sr
dt atas' diberlksr olehr
nenernrican batrwa calkon' yang'dtbert
beberrya cantctl berll(rlt. Glelfach
14c a-, dtberlkan kpada ilo5uh'' terteng.r'
bertsrda dsn rJi"it*"p

10
berbagai
..,te6nyata diinkorporasikan (atan digrnakran) dala'n panbentuk.an
(suatu
Ser,ryawa flarpnoid, seperti apigenin (suatu flarron), kuersetin
flavonol), sianidin (suatu antosianidin), dan epikatecin (suatu
kateci-n) . Selanj utnya, inkorporas i calkon ke dalarn ' f lavonoid
d itunj ukkan pula oleh percobaan-percobaan dengan
penandaan rangkap'
.l,lisalnya, calkor yang bertanda pada cincin A dan Pada posisi 2, bila
.,aiberitan kepada benih kubis rnerah, .ternyata digunakan r'rncuk
.menghasilkan sianidin radioaktif. Mapu'r perbandingan keakCivan pada
atom C-2 dan pada cincin floroglusinol dari simidin yang dihasllkan
adalah identik dengan keaktl-van dari bahan bala: smula.
Suatu aspek lain dari biosincesa flavonoid yang telar\ diselidiki
ialah saat dar!pada terjadinya oksigenasi pada cincin B' Percobaan-
percobaan menggunakan asam ferulat dan asam sinapat, YanE diberi
berranda Oengan 14C p"d" gugtis metoksif (-OCH3) dan diberikan kepada
tumbuhan Petunia hvbrida, mell\lnj ukkan bahwa' asalD-asam lni
diinkorporasikan ke dalam atosianidin yang dihasilkarrrya, dengan Pola
oksigenasi dari cincin B yang sebanding..
Reaksi-reaksi yang berhubtngan dengan beberapa Percobaan seperEi
dilnaiudkan di atas, tercanturn pada C'anbar 4.4'

Garnbar 4.4 Reaksi Biosintesa Flavonoid I'lenggr-nlakan Senyawa bertanda'


( 1).

HO

Naringenln S'ianidin

(2),

,O..C
ll
o

Asan ferulat: R+I^ 3'-l4etilsianidin: R:H


Asan sinapat: R=OE{3 3' , 5'-Diroetildelfinidin:
R=OCH3

(o):14c
Hasil percobaan tersebut di atas menunjukkan bahwa oksigenaai
cincin B dari struktur flavonoio terjadi pada cahap-Cahap awaL darL

11
asam sinarnat' yang
bloslntesa flavonoid, yakni rnenggr$akan turunan
yang ada' Lagi pula'
sesuai yang berasal dari tunpulcan fenilproparpid
terhadap asan kafeaC telah
suabJ enzfun yang dapat rnelalqrkan metilasi
di,pisahkan dari Petunia hybrlda, dan enzim
ini ternyata Eidak dapat
melaiqJkan metilasi terhadap sianidin'
perlu dicatat pula, bahwa flavonoid ditemrrkan dalam tumbuh-Armbuturt
milcroorganisne
tinggi dan tidak terdapat dalam mikroorganisme, walauptn dltemukan dalan
mamFr nenghasilkan r.rnit fenilpropanoid seperti t ldak rnern gunyai
f srilalanin atau ciros in. Rupa-rupanya,
m ilaoorganisme
d.T-gan rlnit-rJnlt
perangkat biosintesa untuk roeroperpan3ang writ co-9r
b2. rrirr, misalnya' rusnpirnyai mekanisme untuk
menghasilkan senyawa-
senyawa fenol baik yang berasal dari
jalur asetat-malonat (sepert!
Begitu pula
antrakuinon) maupun yang berasal dari jalur shikimat.'
}<apang, menggrrrakan jalr:r shikimat urruk
menghasil}<an turr:rran sinamat.
untuk mensintesa
walaupun mikroorganisme ini mempunyai mekanisme
akan tetapi cidak mempnyai
komponen-komponen strukrur dari' flavonoid'
kernanpran rntul< mergkombinasikan mekanisme
ini, seperci dicrnuk'an dalam
tumbulun cinggi.

4.1.2 Laclhan 1

Berilah tanda silang (X) pada trrruf B jika Pernyacaan


di bawah ini
benar dan hrruf S j ika Pernyataannya salah'
dalam
1) ts - S Kemungkinan untuk menemukan flavonoid
rniliroorganisme dan tumbuhan cinggi adalah
sama'

flavonoid, isoflavonoid' dan neoflavonoid


2) B -S Senyawa-senyawa
srntunyamgnPunyaistrulctrrrdasardari.l,3-diarilPropan.

3)B-SApigenin,luteolin,dansianidinketiga-tiganyaadalah
senyawa flavonoid dari jenis flavdl'

4) B-S CincinAdari molekul senyawa-senyawa flavonoid mempnyai


Pola oksigenasi yang berselang seling sePerti florogh'r'sinol'

- S llenurut biosintesa flavonoid, cincin B dari molelqll


senyawa
5) B
Eurunan flavon berasal darl jalur shikimat'

Menurue blosinteSa flavonoid, bila asam asetat


bercanda
6) B -S
dengar 14C ali.,korporasikan dalan bioslntesa luteolin,
naka
radiokarbon akan ditemukan pada cincin B dari rnolekul
luteolin.

12
7) B -S Berdasarkan pengetatn:an mengenai biosintesa flavonoia,
"tol
flarrcn bertanda diharapkan akan diinkorporasikan ke dalam
molelqrl. antosianidin, bila diberikan kepada suaru n[nbuhan
Certentu.

Kr-rrci Jawaban l-atihan 1

1) s 5)B
z)s 6)s
3)s t)s
4)B
BiIa Anda hanya dapac menjawab dengan benar kurang dari 6 soal, bacalah
kembali Kegiatan Belajar 1.

4.I .3 Rarrglqnan

Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang ditemukan di


alan yang besar jumlahr-rya, dan berasal dari tumbuhan tinggi. Sanyawa-
snyawa ini memg-u'ryai kerangka dasar karbon C15 dengan susunan Ce-C3-
C6 di mana dua gugus arii (C6) terikat pada suatu rantai propan C3.
Ketiga unit struktur ini dapat saling berikatan menurut tiga
kernr:rgkinan, masing-masing membentuk 3-diarilpropan dari
struktur 1,
flavonoid, 1,2-diarilpropan dari isoflavonoid, dan 1, 1 -diarilpropan
dari neoflavonoid.
Banyaiorya jtrnlah senyawa flavonoid yang dicemukzrr di alarn, buln
semata-maca disebabkan oleh berbagai varlasi struktrur dasar, akan
tetapi lebih lagi disebabkan oleh variasi dalam hidroksilasi,
alkoksilasi, dan glikosilasi pada struktur dasar tersebut.
Salah saru cincin, benzen (cincin A) dari flavonoid menp,nyai pola
oksigenasi yang berselang seling, seperti floroglusinol, sedangkan
cincin benzen yang lain (cincin B) mernp.lnyai pola oksigenasi dari
fenol, katekol, ata.r pirogalol (sacu para pltis dtra meta). ,t
hri segi biogenetik, rnii C6-C3 dari struktur daoar flavonoid yang
mtrtcul sebagai cincin B, berasal dari fenilpropanoid Oah:r shlkimac).
Lhit ini berkombina^si Cengan 3 unit C2 c;:rL jak-r aseEat malonat yang,
ntrncul sebagai cincin A dari molekul f lavonoid. Percobaan-percobaan
blosintesa rnenunjukkan bahwa berbagai jenis flavonold alam menggr.uralcan
catkgn, yang berisomerisasi dengan flavanon, sebagai ssnlawfl;anpa4
yIng lDengatami 1eag.l-rat<si selcnder: enzimatik. ir.' .

13
4.1.4 Teg Loroatlf 1

benar'
Lfng,trtlah 8, b, c' ata'l d Pada jar*aban yang Anda anggap
datao sslya\'Ia:
1) Sutrlctur daoar darl 1 ,3-diarllProPsn dttemr:kan
a. APlgentn den daidzein
b. Daldzetn dtrt rocnon
c. Botencn dan l$erseEln
.d. APigenin dar.r lcuersetin
sal"ahr satru jerrls
berlkut, senyav/a yang cermasuk
2) Dl anEara senyawa
flawrPld lalah:
a.
1r

'g)-D,-
d. 0

senyawa yang terrna.suk


jents flavon
3) D[ancara senyawa beriloit,
a. b.
7-
'f
:\u
\-J

c. d.

t Og
4) Blla asem kafeat yang -dtbert bercanda dengar Paca Fugue
dalao bloeheeqe 4lgenln' Yk" at'oo
kartotrsllac dtlnkorporaslt(8t
lrartcrradtoalcttfakgrdltcmrkgrdal4rcl.d,qrlap8errtnpaful
e. AtaE karton C-2
b. Ata E'tcr CJ+
14
c. Atcm karbon C-2 dan C_4 :
d. Atcm karbqr C-5 dan C-7

5) Berdasarkan pengetahuan mengenai hubrngan biogenetik jenis-jaris


flavonoid, biosintesa antosianidin dapat diselidiki melalui
percobaan rnerrggulakan :
. a. Calkon atau flavanonol bertanda
b. Isoflavon bercanda
c. Katecin bertanda
d. Flavon bertanda
4.1.5 Llnpan Balik dan Tindak lanjut

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Tes Formatif yang acia


1 ci
bagian akhir modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang bena:,
kemudian grnakan rwnus di bawah ini untuk mengetahui
tingkat penguasaan
Anda terhadap meteri Kegiatan,Belajar 1.

Rru.s:
Jurnlah jawaban Anda yang benar
Tirgkac prS,uasaan, =
x 1002
5

Arti tingkar penguasaan yang Anda capai:


90% - 100% = baik sekali
80%- 89%=baik
701^- 797"= cukup
- 69% = kurang

Iblau
Anda mencapai tingkat penguasa;m g0% atau lebih,
Anda dapac
menenrskan dengan Kegiacan Belaj ar
2. Bagusl Tetapi, kata.r kurang dari
80%, Anda harus mengurangi regiatan Berajar
1, terutama bagian yang
belum Anda lqrasai.

15
4.2.Keglatan Belaiar L
IcEaAI,A SIFTC FIAUII)II)

4.2.1 Uralan dsr Contdr

B. Identifikasi Flavsroid

Senyawa-senyaeta flavonoid terdapat dalam semua bagian tumbuhan


tirlggi, seperti b*ga, danrr, rantirg, buah, bf:, kulic ky., dan alr.
Akan tecapi, senyawa flavonoid tertenru seringkali terkonsentrasi dalarn
suatu jaringan tertncu, misalnya antosianidin adalah zat warna dari
btnga, buah, dan daun.
Sebagian besar dari flavonoid alam dicemukan daiam bentuk
nllkosida, di mana unit flawnoid cerlkac pada stratu gula. Oleh karena
lEu, ada baiknya bila pada kesempaEan ini diingatkan kembali bahwa
secara umum, suaLu glikoslda adalah kombinasi antard suatu gula dan
suacu alkohol yang saling berircatan melalui ikatan glik_osida. Pada
prinsipnya, ikatan glikosida cerbentuk apabila gugus hidroksil dari
alkohol beradisi kepada gugrrs karbonil darl gula, sama seperci adisl
alkotrol kPada aldetrida yang. dlkatallsa oleh asam menghasilkan suatu
- aseEaI.

.roR' R t-oH R -. _ .roR'


Rr H+
/J + R
-.^
F=o
l\-_->' H-Q-R' .- ' ii2o
ttl H/t-oH F ,/c \oR,

Aldehid A1t(ohoi tbmiasetal AEetal

RI OH + H20
\g ----{
g+

Glukoea Glukosa
J

(rsrcai ce$uka) (siklik' hemiasecal)


I

Pada hidroliea oleh asam, suatu glikosida terurai kembali atas


koaponen-komponennya mengtr,aeilkan gula dan alkohol yang sebanding, dan
allcohol yang dthasllt<an tni di-sebut gglikcn. :ra.zlrwtya, residu gula darl
glikoeida flavonoid alam ialah grukosa, r"*rro"", g"l"ttlr., dan

r6
. ii r _ .

-gentibbiosa, sehingga grikosida


fersebut rnasing-rnasing disebut
glukosida, rannosida, galaktosida, dan gentiobiosida". , .!
Flavonoid dapat ditemukan sebagai mono-, di,
atau trigtikosida,
dimana satu, dua, atau tiga gugus hidroksir
dalam molekul fravonoid
cerikaL oleh Sula- Porigrikosida larrrr daram
air
larut dalan pelanrt-pelarut organik seperti eter, dan hanya sedikit
benzen, kloroform,
dsr aseto'n.
k'ri segi- struktur, senyahra-senyawa flavonoid
rurunan flavon dapat
diaqggaP sebagai 2-arilkromoR. oleh karena
n lo,-rmarin, flavonoid dapac <iidete!?i
itu, sebagaimana kromon dan
berclasarkan \rarnanya di bawah sinar
ca.npak acau sinar ultraviolet. seperci
harnya kumarin
5l
flavonoid memFRrnyai siscern karbonil yang berkonjwasi dan krornon,
'i -aromatik, sehingga dengan cincin
senyawa-senyalra ini menyerap sinar dari panjang
'gerombang tertentu di daerah ultra vi.olet
k maupun inf ra merah. Oleh
karena iEu,' karakrerisasi flavonoid akrrir-akhi. i,-,i
a
dengan pengukuran- pengurarran spektro
i";i;;. lrrr**
a fot rmetr i .
Flavon dan fravonol, rnisaroy", mqlpunyai
uLtra violec pada dua panjang gelomba.ng, yakni maksimum di daerah
n serapan
a
(Pita'I) dan sekicar 240 _ Z7i rm rrn (fita sekitar 320 - 3g0 nm
i if).
i
u .'--"'. t

Benzoi I Fl-avon : R=H Sinanoil


Flavonol: R = OH
Kedtra pita serapan ini, maeing-masr-ng berhubungan
dengan resonansi
Sugus sinamoil yang melibackan cin,:in B dan gugus .benzoil
melibatkan cincin A dari nolelo:r flavorr yang
penambahan gugus fungsi yang "a.,-, tt..ronol. or-eh t<arena itu,
ro dapat *enlmmbangkan elektron (donor
elektron) sepe'ti gugus rrioroksir atau
gugus metoksil (-octt3) paaa
cincin B akan menirgkatkan peranan sina.moil
cerhadap resonansi molelcul.
Hal ini aJ<an mengakibackan
perpindahan batokromik atas pita I.
pihak4PP.narnbahan gugus Di lain
hidroksil at;ru gugus metoksir pada.cincin A
akan menalkl<an panjang gelonbang
dari.serJpai maks.imui serta r-rr
"w^Iuwu oslLd ingrr,sitas
darl aerapar. pita rr.
3
b. Xeali Flarrcn dan Flavorrol
I
L

I
sebagaimarr,a telah dikemtrkal-.an di ;rLaq, fravon dan flawonol adalah

17
dua Jenls'flavonold yang banyak ditenukan di alan. Flavon rnenpunyat
gtruktur dart 2-fentlbenzoptran-4-cn, sedargkan flarnnol dapat dianggp _l
e6aga1 3-hidrokgiflavcnr. :

Flavon : R=H
Flarioncl: R=CLl

Oleh karena flavon adalah juga benzopiranon, maka flavon dan


flavonol dengan asam mineral menghasilkan garam benzopirilium yang
berwarna, yang disebuc juga trran flavilium. Garam lni blla
dlperlalo:kan dengan basa menghasilkan kembali saryawa flavon sernula.
Dengan adanya gugus hidroksil (atau mecoksil) pada posisi 5, 7,
ata.r 4' yang mampu menampung muatan positif pada posisi-posisi ini,
maka struktur yang cerlibat dalam resonansi dari gararn flavilium al<an
bertarnbah, Dengan perkataan lain, dengan adanya gugus hidroksil (aEau
metoksil) pada posisi-posisi tersebut, maka ion flavilium menjadi lebih
scabil, yang berarti pula bahwa kebasaan flavon rersebuE akan
berrambah. Reaksi pembencukan garam flavilium seperri diuraikan di atas
dicontohlcan oleh kuersetin seperti tercantun pada Ga6ar 4.5.

Gardrar 4.5 I'4ekanisme Perbencuka.n C-ararn Flavilium

HCl C1

NaOH

H+ II
Kuersetln Garan flaviliun
In* ^I
t I

l.)

18
BiIa {-piron'direduksi menjadi d-piranol,-, dan.:senyawa yang
terakhir ini diperlalqlkan dengan asam mjneral, dihasilkan garan perilirm
di ruana gu.s hidroksil pada posisi 4 disingkirkan sebagai'1r,nolelq.il air.
Selanjutnya, garam yang dihasilkan ini yang cidak mengandung gugus
hidroksil pada posisi a atan d , bereaksi dengan basa mengtrasiti<an o-
dan / -piranol.
Flavon dan flavonol dapat pula melahlkan reaksi yang sejenis dengan
-d
-piron seperti. diuraikan di atas. Bila f lavon (acau- flavonol)
direduksi menjadi senyawa 4-hidroksi yang sebanding, dan selanjucnya
diperlakukan dengan asam mineral, dihasilkan garam flavilium atau
ancosianidin. l"lisalnya, 5-metillqlersetin bila diredtrksi dengan licium
aluminium hidrida maka aka-r dihasilkan sianidin 5-metil eter. Reaksi
yang dimaksudkan ini dapac dirunjukkan sebagai tercant-um pada Gambar
4.6.

C'ambar 4.6 Reaksi Pe$entukan Antosianidin


+
C A

, AGI
s H*
[r] ,4i5o1Cov,-
,,:'FV,JF
6

o
5

H* 6 -=-
\/+
#..
/-Pir"rro1
/-pirort '/-pirarlot Garan pirilium a -Piranol

( r ) LiAlryr

(rr) HC1
ocH3 0 --* ocHj
Sianidin 5-meti1 eter
5-i'letilkuersecin (suatu antosianidin).

Flavon yang mengandung gugus meroksil (ata.r hidroicsil), pada poslsi


5, bila dipanaskan dengan asam yodida akan mengaLami demecilasi,
diikuci oleh penataan ulang sebagai akibat certukanya cincin flavon dan
.resiklisasi.:' Proses ini disebut penataan ulang l^lessley-Moser.
Selanjutnya, bila cincin B dari flavon mengandung gugus mecoksil (ata:
hidroksil) prida posisi- 2', maka penataan ulang Wessiey'-Moser dari
senyawa flavon ini akan mengfrasilkan suacu flaVon, di manacincin B darl
flavon sernula berubah menjadi cincin A dari flavoh yang banr terberitut<.
Reaksl penataan ulang ini, secara umum', ditunjukkan oleh contoh
seperci tercantum pada Garfi ar 4.7. !

19
[r--
: . .._i,
i Ii '
Gdar 4.7 Penataan Ular liessley tbser dari.FLst/ctr1.. '!>r

(1 ),
.{lt
t'V
t-
l-
I cHz

5,8-Diretoksiflavon

5,6-Dihldroksiflavon

(2).

'JL;"'e'
213'-Uiretoksitlavon

2', 8-Dihidroksiflavon

Reaksl lainnya dari flavon dan flavonol berkalcan dengan slfat


arornatik dart clncin A dan B atau berhubungan dengan subscicuen pada
ctnci.n tereebuL. Sifat aromacik darl cinci.n A dan B akan jelas
cerllhat pada senyawa-senya$ra flavon yang mengandung g,ugus-gugus
hldrokstl, yang berlaku sebagai fenol terhadap reaksl subectcuel
elelctroflllk Blla clrpin A mengardung $rgus hidrpksll maka er$etltusl
pFEma-rama akan terjadi pada cirrcin ini. Grgrrs hidrolcsil pada poelsl
5 acat 7 akan mengarahkan substirusi pada plslet '8, dan eubecltuel
aelanjucnya akan menghasilkan flavon dengan subetltuen ganda pada
poelel 6 dan 8. Sedangkan 5,7-dlhidrokslflavon mengalarni subacltusl
g 'da pada poetsi 6 dan &

20
argus hi-droksil dari s'acu hidrolcsiflavon, seperti
rg3innya g!lrg
fenol, dapat dimetirasi raenggunakan diinetir,: s,rrr"C
lan' alliarr
rnenghasirkan meril erer. G:gts hidroksi| pbda"Fkiii.i-i,
menbentuk ikaran hidrogen dengan gugus karbonil
;aEii;
pd"ili
sukar dinetilasi. Akan tetapi, meti:last rengk6p." d.ri t, d,ik
paaa

po I ihidroks i f lavon dapar d


suatu
i lakukan menggunattan o iia.ir' ;"iir. yang
berlebih. Merilasi dari gugr-ls hidroksil, kectrali gug,rd,tiororoir p.a*
posisi 5, dapac pula dilarcukar rnenggu-rakan diazcmeL- (cFI2N2).
sebalilarya, 8(u metoksil dalam mblekul nrelosilflavon
yodida diubah menjadi gugus hidroksil. Namun oleh asam
demikianr pada kondisi
reaksi demerilasi ini, flavon yang mengandung gugul
hidroksil) pada posisi 5 atau 2' oapal mengalami penataan ;.''t;t"rr (arau
ulang
wessley-Moser, seperti telah diuraikan seberumnia. '' "'----
Reaksi-reaksi flavon yar berhuburgan dengan cirrqin-cinc.in
aromattk
dan subscituen pada cincin cersebut dari morekul
dturaikan di atas dapat terlihac dari contoh pada
flavon seperti
/*g.': c,ambar

Galbar 4'8 Reaksi substi.tusi Elektrofilik dan Transformasi Gugus


Ft-u-Esi Oksigen dari Flavcnr.

HNOj

It2SO4

CH30
( cH3 )2 soA

K 2C03
o..
AE r""o 0cH3 o
da
5, 7-Dihidroksiflavon 5, 7-Dimetoksiflavon
aa
u,s f
sl
si
al
ai L)
da
si
7-I.{etoks i - 5-h i droks i f lavcn

21
Sana seperti lcomdt, sernlawa-senfawa flarron dan flavonol sebagai
u.cunrt 2-fenilkrcrut, ruerlgalaui pengr:ratan oletr basa. l"tisalnya, krlsln
dirrraiksr oleh natriun'hidroksida menjadt floroghrsinol, asam ben?nat,
asetofenct, dan asam asetat. Begitu pula, kuersetin diuraikan oleh
kaltum hidroksida menglrasilkan floroglusinol, asam protokatelqat, dan
q, 3, 4-trihidroksiasecofenm.
Reaksi penguraian ini, seperti tercancum pada Gambar 4.9 sangat
bergr:na tnA:lc menecapkan stnrktgr dari flavon dan flavonol. Penetapan
scruktrrr dengar cara penguraian iii, lazimnya diicukutkan lebih lanjut
olelr sinCesa senyahra yang bersanghrtm.

Gdar 4.9. Reaksi Penguraian Flavon dan Flavonol.


(1).
HO HO
Na0H

.oH ---| 0Ho


Krisin Asetofenon '
/
/ -ro,

CH3CO2H +
nota
ll
7-A
\,T (r'-'Q"
Asam asetat
o
Asam benzoat
OH o0H
F1 orogl us ino I

(2).

HO

_-.+
KOH

OH

Kuersetin

HOCH2
"-*E; 0
Floroglusinol c.r ,3 ,4-Trthldroksl- 6sam protoka-
asetofenon tekuat

22
c. Reall Ancoglarrin dan Antoeianidin
L

I IGcusli flawn dan flarrunol, antosianidin tefrta.suk jenis flavono.id


, -
y_ang utama yang banyak ditemukan di alam dalan bentuk 3- atEru
3,5-
I glikoslda disebut antosianin. Ancosianin adalah senyawa-senyawa yang
:I berperan dalam *"tlffi.,Grna merah, ungu, dan biru pada kelopak
br-rrga dan buah. Beberapa contoh antosianin dan antosianidin alam
E tercantun dala Daftar 4'a
:l Sebagai glikosida, ssnua anuosianin larut dalam air dan tidak larut
E dalarn pelanrt-pelarut organilc Akan tecapi, antosianin dapat diendapkan
dari larutannya sebagai garam tirnbal yang berwarna biru, yang larut
dalnm asam asetat glasial merghasilkan warna merah tua. Selanjuhla,
sebagai glikosida antosianin dapac diuraikan oleh. asam atas kompnen-
konponerrrya, yalcri gula dan antosianidin.
Seperti cerlihac dari beberapa contoh antosianin dan antosianidin
\ yar tercantum dalarn Daftar 4.4. perbedaan individtral antara senyawa-
7 senyawa ancosianidin EerleEak pada tingkat hidroksilasi dari cincin
aronatilc Akarr tetapi, dari ciga jenis antosianidin yang utama, yakni
pelargonidin, sianidin, dan derfinidin, semuanya terhidroksilasi pada
posisi l, 5, dan 7. Sedangkan, perbedaan individual antara senyawa-
senyawa antosianin cerrerak pada posisi dari gugus glikosil (residu
gula) di dalarn molelulnya.

Daftar 4.4. tseberapa contoh Ancosianin da'Antosianidin.

a\-
l- r, i\-
-Z

Pelargonidin : R1 =R2=H Sianidin R1 -R2=H


lGlistef in : R1=Slukosil; V{f Krisantemin R1:Blukosil; R2+I
Pelargonin : R1 =R2:glukosil Sianin R1 -R2:glukosil

:\-
'/)
l,- Delfinidin R1:R2=H

-\ -:
Empetrin R1=Balaktosil; R2d.1
Delftn R1-R2=glukosil

23
i(arakterisasi darl antosianin dapat dllakukan berdasarkan sifaC
fisik, sperEi spd<tntm serapan' fltnresensi, dan warna dalan larutan
penyangga. Antosianin memperlihatkAn sifat amfoter, dl mana warna
lagrtan berr:balr-r.rbah bergantung pada pH seperti terlihat dari contoh
berikut.

7\
OH-
.rj 'a :, /z
<F--l: :\ -z <./s lu.
--f
H

OC 1u. OG1u. 0G1u.

Kacion sianin Basa sianin Anicn sianln


pH 3; merah pH 8.5; ungu pH 11; biru

(glu.) :glukosil

Seperci terlihat dari reaksi ini, perubahan warna dari merah


melalui ungu ke biru adalah ciri dari antosianin yang mengandtmg gLlglls-
guglls hidroksil be$as pada cincin B dan cerletak bersebelahan, seperti
lazimnya dicemukan pada gLikosida dari sianidin dan delfinidln. Oleh
karena itu, glikosida dari pelargonidin tidak manperlihatkan penrbatun
!7arna yang menyolok Fenomena ini dapat digi:nakan uncuk mergenal pola
hidroksilasi dari cirrcj-n B dari molekul antosianin yang dipisahlcan dari
suatru jaringan Cumbulran.
Antosianin ata: ancosianidin diuraikan oleh basa, di mana struktrur
flaviliurn Fttlts pada atom oksigen dari cincin plroksqrium, menghasillrt
dr:a fragmen, yalcri florogltrsinol dan tun:nan asam ben?nat. Penguraian
ini dapat dilakukan bila antosianin acau anEosianidin dipanaskan
dengan lar^':can bariun hidroksida acau natrium hidroksida.
Antosianin arau anrosianidin yang Eidak mengandung gugus-gugug
hidroksil bebas dan terikat bersebelahan, bereaksi dengan hidrogen
peroksi-da menghasilkan c\rrtrnan asan benzoat. Reaksi penguralan ol-eh
hidrogen peroksida ini terjadi karena pe{nutusan ikatan antara atom C-2
dan atom C-3 dari cincin piroksonium.

Reaksi-reaksi penguraian mtoslanln dan antosianidin terltluat darl


ecntoh seperti tercaltun pada Gafrar 4.10

2lt
G{$ar 4.10 Reksi pengr-ralan Antosianin dan Antoqia4igint

(r).

t) Ba(og). Ho..rAlH
+ Ho2c

V OH

Floroglusinol

Pelargonidin:
Sianidin :R14t;R2{H
R1 =R2=H
oo;:::il::*? ""'
Delfinidin : R1:R2 =OH :::: :: : : ::, : : : :l fr il
(2).

Htot

Ka1 lsterfin
"Kxl,.o,,+H02c
H +c5,H1206, '1..,;t

Glukosa
OH

Asa'n arilasetat Asan p-hidroksibenzoat

Reaksi-reaksi penguraian ini dapat digunakan untuk menetapkan


Rogisi dari gugus-gwus hidroksil pada cincin A maupun cincin B darl
nolelqd ancosianin dan .ancosianidin, rnelalui pengenalan
darl senyawa-
:n)'awa
hasil pergrraian tersebut. Dengan o"ritil, reaksi pengr.rralan
lnl dapat dlgunakan pula untuk menetapkan struktur antosianin (atau
antosla.idin) ya'g dicemr:kan dari sr:atu jaringan tumbuhan.
,j.,i ,!...
4.2.2 Ltru,2
t Berllah tanda silang (X) pada huruf bila
I yaqg sesuai menr:rut pendapac Anda.
B benar dan s blla salah
I
! 1),8 - s Apigeiln 7-grukostda dsr lureolin 5-gldcoeida,
kedr:a-dr:anya
merghasillcar glukosa pada hldrolisa eazm.

2) B - s, Flavan, fravon, dan fravonol bereaksi dengan asarn mrneral


uenghasllkqr garan flavilir-un.

25
. : il ;

3) B -S Reduksi dari kaernferol dengan litium aluminium hidrida,


nerhasilkan Pelargonidiru

4).l B - S 6-l'letoksi-5-hidroksiflavon, pada penataan ulang wessley-


Moser oleh asam yodida, akan rnenghasi}kan 5,8-
dihidroksiflavon.

5) B - .S l'letilasi dari apigenin dengan dimetil sulfat dan basa, ata'l


dengan diazometan, kedua-duanya menghasilkan 4"5,7 -
trimetolcsif lavon.

6) B - S Glikosida dari sianidin dapat digr.rrakan sebagai indikator


' asapbasa

7) B - S Demetilasi- dlri 4"7-dimetoksiflavon oleh asam yodida akan


' merghasilkan 4"7-dihidroksiflavon, di samping terjadinya
penataan ulang WessleY-Moser.

8) B - S Peryuraian apigenin oleh barium hidroksida dan penguraian


pelargonidin oleh natrium hidroksida akan menghdsilkan
turunan asam benzoat Yang sama

Ktrnci Jalaban fatittan Z

1) B s) s
2) s 6)8
3) B :/) s
4) B 8)B
Bita Anda banya dqat menj awab dengan benar lcurang dari 6 soal bacalah
ksnbali Kegiatat Sslajar 2.

4.2.3 Raraiqaart

Sebagian besar dari flavonoid alam diEernr:kan sebagai gllkosida,


dan aglikon fla.ronoid dapat. dibebaskan dari glikosida oleh hidrolisa
asam. Senyawa-senyawa ini mengandung gugus fungst karbonll yang
berlcmjugasi dengan cincin bnzet, sehingga dapat dideteksi berdasarkail
eerapan di daerah Eampak maupun ultra violet.
Sebagai ttrunan benzopircr, flarrwt dan flavcnrol yang bersifat basa
bereaksi dengan asam mlneral menghaeilkan Saram flavtlium yang
berwarna. Garam flavilium juga dihasilkan bila flavon dan"flavonol
daltu lanrtar asam direduksi dengan logarn, atan diredrrksi dengm li$ium
a1:minigm hidrida: dalam hal ini flarronol rnerghasllkan antosianidin.

26
' ' Fiarron'yang:mengandrri! gugus metoksil (atan hidroksil) pada posisi
5 atau 2', mengalarai penaEaan ulang Wessley-Moser oleh asalD yodida
menghasilkan flavon yang baru
Flavon dan flavonol diuraikan oleh basa, dan fragmen-fragmen yang
dihasilkan seperti- tunnar florogh.r,sinol, asetofsrcn, d3n asam banzoat,
dapat memberi petunjuk mengenai struktur dari flavon atau flavonol
semula. Begitu pula, antosianin dan aglikonnya antosianidin dapat
diuraikan oleh basa aEau hidrogen peroksicia, trrtara lain menghasilkan
turunan asam benzoat, sehirrgga reaksi in! dapat pula digurakan untuk
metetapkan sfruktur dari anCosianin (atau a:rtosianidin) ssnula.

4.2.4 Tes Formatif 2

Lingkarilah a, b, c, atau d pada j.grraban yang Anda anggap paling


tepat.
Perhacikanlah dengan seksama scruktirr dari anpac senyawa flavonoid
berilqrt. Ksnudian j awablah pertanyaan- pertanyaan berikutnya.
a. b.

d.

OH
il 1ukos11

Percanya.ar:

1) hri keempat senyawa tersebut, yang tidak dapat nnelalqrln penataan


ulang Wessley-l'loser ialaLr:
abcd.
2) Senyawa yang dihasilkan pada hidrolisa dari apigenin 7-glukosida
ialah:
ab c d"

3) Senyawa yang akan menghasilkan pelargonidin bila direduksi dengan


llclurn aluminium hldrlrla
d.

27
senya$a tersebut, YanB akan
diuraikan oleh basa dan
4.) Dari keempat ialah:
nenghasilkan asarn procokatelqJat
)'
ab C u.

senyawa yang larutannYa akan


5) Dar! keempat senyawa tersebut'
perubalran pH ialahr:
rnengatami perubahan warrla oleh
abcd'
6) Senyawa yang akan menghasilkan suatu
teirametil eter bila
direaksikan dergan diazomecan ialah:
c d. f
il
lllt

Balik dan Tindak l-arriucp d


4.2.5 LknPan
xil

CocoL&anlahjawa.ba;rArrdadenganl(rrnciTesFormat.Lf2yarrgadadi 1
jawaban Anda yang benar,
bagian akhir modul i::i. i{itungrar' jumlah f,
tingkat Peng\rasaan
kearudian gr-nakan mm-,,s ci bawah ini trntuk mengetahui
Anda terfradap rnaceri Kegiatan Belajar 2'

Rnus: t_
Jinlah jar^raban Anda Yang benar
Tirgkat Peruasaal =
x 100%
o

Arti tingkat perg,uasaan yang Anda capai:


90%- 100%: baik sekali-
80% - 897": bai,k
70%- J9%= culorP
- 697' = kurang

Kalau Anda mancapai tingkat Pnguasaan 80% atau lebih,


Anda dapac

meneruskan denga'r Kegiacari Belaj.t f. Bagusl Tecapi,


bila kurang dari
80% Anda harus mengulangi Kegiatan BelaTat
2, terutama bagian yang
beh,rm Anda kuasai.

28
4.3 Kegiacan Bela'iar 3

1TtrN SI}ITESA FIAUInID

4.3.1 Uraian dan Contoh

Sebagairnana telah diuraikan sebelumya strukcur dari. berbagai jenis


flar,onoid hanya berbeda dalam hal tingl<at oksidasi dari rancai propan
yang menghi-brngkan kedr:a cincin benzen. OIeh karena itr:, interkonversi
flavonoid antara sr.tatru jenis dan jenis iairurya dapat dilakuka:r.
Pada prinsi-pnya, inEe'rkonversi ancara senyawa calkon dan senyawa
flavanon <iapac dilakuin dengan mudah dan dengan cara yang sederhana.
Begitu F:ia, fLavanon dapac diubah menjadi flavon dan flavonol melalui
reduksi s,.bscirusi pada posisi 3. Sedangkar, flavon dan flavonol dapat
diubah rnsltacii garam flaviLium meLalui reduksi. Beberapa conroh reaksi
incerkonversi yang lazim dikenal akan diuraikan di bawerhr ini, khususnya
yang men:sangknt flavonoid ucama, yal<ni flavon, flavonol, ancosianidin,
serta cair-cr: Can flavanon.

a. lncerkonversi dan Flavanon

jciis flavonoid yang isomerik, dan


Calkon <ian flavanon adalah dua
jenis yang satu mudah diubah menjadi jenis yang lain, Pada
incerkonversi ini, baik asam maupun basa dapac digunakan sebagai,
kacalis, dan perubahan cerjadi pada kedua arah. Walaupun demikianrr
flavanon biasanya lebih mudah certentuk dalam suasana asam, sedangkan
calkon lebih mudah dihasilkan dalam suasana basa.
Pada incerkonversi ini, adanya gugils hidroksil pada posisi 6' dai.1m
molekul calkqr, atau pada posisi 5.dalam molekul flavanon, memegang
Peranan yang sangat pencing. Hal ini disebabkan karena pada isomerisasi
dari sepasang snyawa hidroksi ini, 5 hidroksiflavanon adalah scabil
sehingga calkon yang bersangkutan cidak dapat dipisalkan. Bila gugus
hidroksil ini cidak ada, reaksi isomerisasi ini akan menghasilkan stratu
campuran yang terdiri dari calkon dan flavanon. Oleh karena iEu,
calkononaringenin (2',4 4',6' tetrahidroksicalkon) pada isomerisasi
menghasilkan naringenin. Sedangkan, butein yang tidak mengandr:ng gqus
hidroksil pada posisi 6', pada isomerisasi menghasilkan carnpuran buteln
dan bucin

Reaksi interkcnversi antara callon dan flavaron


, seperti diuraikan
di. atas diberikan pada C,arnbar 4.1 1 .

29
C'nbar 4.11 Inter*swersi Calksn dan Ilavarpn

\JI
r)
(t

ralkonaringenln Naringenih

+
H

w
.--
I

Butein Butin

Prinsip dari reaksi isomerisasi ini dapat digunakan untuk mensintesa


suaru flavanon dari suaru calkon yang nengandrng gugus hidroksll bbas
pada posisi 2'. Agar reaksi ini berlangsung dengan sempurna, gqus-
gqgus hidroksil lairrrya, kecuatl pada posi-sl 2', dalau molekul c'allcon
harus Qilindungi cerlebih dahulu oleh netilasi (-OH menjadi -OCtl3).
Reali ini diberii<an oleh contoh sebagai berihrc.

OCH3 0cH3

H2S04 CH
7\
<l+-
\J

2'-Hidroks L-t+r4' ,6 4' 5, 7-TriJoetoksl-


Eri-mcoksicalkn flavanon

IazLwtya, perulatrar calkm nenjadi flavsrqr sepertt diberlk4t ,oleh


ccncoh di atae, cidak berlangatng semF.rrna. Lfal^anpr.ur denlkian, callcn
dapat dlpieahkar d,arL flavmm dngan larutan encer natrlun hldrokslda,
dl uana eal-kon yang cidak berreaksi akan larut karena adanya gugtls
hldrolefl bebas yiarg berrlfat asa$.

30
b. Flavarqr rnenjagi flarron dan flavwrol

Salatr saEu cara untuk rnengubah flavanon nenjadi.flavonol ialah


)H
mereaksikan flavanon dengan alkil nitrit dan asan mineral, Senyawa
isonitroso yang dihasilkan oleh reaksi ini. dqat dihidrotisa oleh asam
nenghasill<an flavonol. Reaksi konversi. ini secara unum diuunjukkan oleh
reaksi berikur.

(r l_) '/)
\J
td
flavarrcn Senyar,ra isonitroso flavonol
],s
Agar reaksi ini berlangsung dengan sempurnar gugus hidroksil bebas
xr dalam moleh:l flavarqr perlu dilindungi sebelunnya oleh mecilasi.
).
Flavancs-r dapat diubah menjadi flarron yang sebanding dengan beberqa
cata. Pertama, dehidrogenasi dari flavanon oleh selenium dioksi.da.
Reaksi ini berlangsung dengan baik bila molekul flavanon tidak
mengandung gugus hidroksil bebas, dan bila ada maka reaksi harus
dllakukan dalam pelarut anhldrida asetat sehtngga gugus htdrokeil
dilindtrng! sebagai aserar (- CIi menjadi - 0@Cti3).
Kedua, brominasi fravanon pada poslsi 3 diikuti oleh
dehidrobrominasi dari senyawa 3 bromoflavanon yang dihasllkan.
Brominasi flavancn, di mara gugus-gugus hidroksil telah dilindungi
sebelunnya sebagai asetat, dapac dilakukan oleh brom di bawah sinar
ultra violer. cara ini dimaksudkan untuk menghindarl
.terjadinya
brominasi pada cincin-cincin benzen, dan Lranya terjadl pada posisl I
Bromirnsi flavancn dapat pul^a dilalo:kan oleh N-bromosulcslnlmida (NBS)
dan basa lenah. Sedangkan, dehidrob.rominasi dari 3-bromoflavanon
dtlakukan menggunakan kalium hldroksida dalam alkohol. pada kondtet
lnl, dl.earnping rerj adinya penyingktran hidrogen bromlda eekaligus
t't terjadl pula hidrollea dari gugus-gugus asetar nenghael.lkan
fi hldrokeiflarrcn.
l, Kectga, deLridrogenasl flavanar langsung memjadl flarrcn oleh yodlum
a dan basa remah. Pada reaksi rni, adanya gugus-gugus hldrokeil dalao
molekul flavanon tidak mempenganrhi ker"i-,."r"r, reaksl. Reaksl. lnl

31
diduga berlanger.ng rnelalui eubscitusi oleh yodida pada posisi 3,
ditlqrtl oleh perrylrgkiran hidrogen yodida.
tqgttga jeris transformasi tersebut di atas secara umur dihnjuldn
sepertl tercsntlln pada Gsbar 4.12.

Gabar 4.12. Transfortasi Flavanon renjadi Flavon.

Br2/ u.v.

3-Bromof 1 avanon

SeO2

Flavanon Flavon

cH3co;Na
0

3-Yodof lavanon

c. Catkon nen-iadi Flarrcn dan Flavornl

Salah satu cara umum untuk nengubah calkon menjadl flavon ialah
dehidrogenasf calkm oleh eelntum diokslda, sepertl halnya -perrgubatran
flavasr rnenjadl flavorL Agar reaksl lni berlangnng dengan,Bemlrrrrla,
gqgusrlgu8 hldrotcsll dalam nolelqrl calkon harus di-llndr.rngl terlebih
dahulu oleh metllagi, kecr.rall gugus htdrokell pada posisi 2'. Hal lni
nrr&h dllakr:ksr karerra trus hidrokgll pada poslaL 2' uembencuk L<elat

32
l, sehingga sukar dimetilasi. Diduga bahrra reaksi ini
berlarrgsmg Eelalui
pembentukan flavanon sebagai selyawa antara, yang
seLan3uJya ;*g";i
dehidrogensi.
suacu cara unEuk mengubah calkon men-rjadi flavonol idlah oksidasi
calkm oleh hidrogen peroksida dan basa. Kadang-kadang reaksi
menghasilkan auron. Akan tetapi, kedua reaksi ini dapat
ini iwa
dengan mr.rdah
dibedaicar, karena fravonol yang dihasilkan mengandtng gwus
posisi 3, sehingga bereaksi dengan besi (rrr) klorida-dan jwa Lor paaa
dalam larutan alkali, sedangkar auron tidak melakukan reaksi
tarut
ini.
Adapun transformasi calkon menjadi flavon dan flavonol
seperti
diuraikan di acas dapat terlihac pada eontoh seperti tercantum pada
Ganbar 4.13.

Ganbar 4.13 Transformasi cal-kon menjadi Flavon


dan.Fravonol.
0cH3
ocH3

0CH3 oCH3 O
Ca 1 kon H2o?/ oH Apigenin trimetil eter

cH30
i i\
ia
.uLH:l
i\ H3
i\ 0CH3

1.,
ii oCH3C
il-
r I -2, CH30
(a) H+J
cH ao !, ,,
0CH3 O ocH3 o
FI avdnono t
J.,, -2 H -A- 0cH3
CH3o

in$"', cH30

F1 ar,rono 1

il
rh ttr..Q(
ryl
CL,
.r.fr-'.r,
\-,/
Lh
ocH3 c ocH3
ri
/t: Auron

33
d. Flarrcn dan Flavonol nenjadi Gararn Flavilir:n

Pengubahan flavon dan flavonol menjadi garam flavilium dapat


dilalqiGn dengan pertana-tama rnereduksi flavon (atau flavonol) nenjadi
hidroksiflavan. Hasil reduksi ini, diubah menjadi garam flavilium yang
sebanding oleh asam klorida dalam alkohol. Flavon dan flavonol dapat
direduksi oleh hidrogen berkatalis, litium aluminium hidrida, atau
natriun borohidrida.
Reaicsi transformasi ini dicrurj*i*" oleh contoh seperti tercanEum
pada C,arnbar 4.14.

C"anbar 4.14. Transformasi Flavon dan Flavonol menjadi Garam Flavilium


Ancosianidin.
(1).
H
i\-
HO | ... HO
H2 HCl
#
Ni c2H50H
0H0 OH
Apigenin Ga::am f lavil itun

(2).
)cH3 CH:

cH3q cH
30
CH.. ocH3
-i H2
>
rii
0cH3 0 ocHl oH
Kr:ersetin tetramatil eter

Sianidin

34
. Sintesa Flavon Falvonol
)at Reaksi incerkonversi seperti diuraikan di atas
adi dapac dianggap
sebagai
- salah saEu cara untuk sincesa senyawa-senyawa flavonoii
tr tertentu dari jenis flavonoid lainnya. Di samjing icu, flavonoid dapat
Pac pula disintesa dari serryawa-senyawa yang sederhana, dan
pada kesernpacan
Eau ini tranya aln ditinjar sincesa dari flavon dan flavonor.
Flavon dan flavonol lazimnya disintesa dari suatu
asetofenon
cerstbstitusi, yang disiapkan untuk cincin A dari rnoleh:l fh";"
flavonol' Senyawa asetofenon ini direaksikan dengan suatu anhidrida ;;;
asam aromatik atan benzaldehid tersubstitLrsi
at:u sultu ester benzoat,
LlrS yang disiapkan uncuk cincin B dari molekul flavon
arau flavonol.
Reaksi-reaksi ini adalah dari jenis aldol atau craisen,
seperti
cerlihat dari beberapa conroh berikut.
]H
o-Hidroksiasecofenon yang tersubscicusi bereaksi dengan anhidrida
asam aromacik menghasilkan flavon. pada reaksi ini,
flavon ciapat
dihasilkan langsung oleh kondensasi aldol dari o-aroi.loksiaserofmon
dengan adanya basa lemah seperti garam dari asam aromati-k
yang ber-
sanglutan. Akan tecapi, dalam suasana basa lcr.rat o-aroiloksiasetofenon
melakukan ksrdensasi Claisen incramolekuler (isorne-risasi)
menghasilkan
suatu o-hidroksi-0-diketon. senyawa yang terakhir ini,
bersiklisasi
dengan bantr.ran asan nenghasilkan flavcn.
Cara ini digtmakan pula untuk sintesa flavonol, bila
senyawa 3,.ltara
o - hldroksi - g - dikecon direaksikan dengan asam performac,
HCo3H
diman'a gugus mecilen mengalami hidroksilasi yang
diikuti oleh siklisasi
secara spontan.
Dengan cara yang sama, flavonol dapat
disintesa menggunakan o-
hidroksiasetofenon yang sesuai, yakni o-hidroksiasetof"";--;;
mengaldutg gugLrs metoksil pada posisi <.,. S..,y.*"
3_metoksiflavcn yang
dihasilkan dari reaksi ini diubah menjadi flavonol oleh
dengan asam yodida.
hidrolisa
',''.
Reaksi-reaksi seperti diuraikan di aras dapat terlihat dari concoh
seperti tercantu.n pada Galb ar 4.15.

35
Gambar 4.i 5. Si-ntesa Flavon dan Flarmnol Via orco aroiloksiasetofenor'
(1).

-H3\z v.oH cHlo6lu;tr\?


.tr*To}on"., c*3o\?r*...t)
A.co;n3u-
9H:q

cir3{A''ni;-,,Sll)tt,
L"3u
;4nr6
0CH3 0 OCH,0
o-Hidroksiaseto- o-Ariol_oksiasetofenon
- fenon
l'l a*/
:\9 c*:o-/1'o
cH rQ \C oH
.,,h}rqn Tt.#.nu*
CH^O
j T I
u
.,, ll ocH3
""3 o
c-,rroi L oksi asetof enon o-H ici roks i -p-di-ke torr

,.^)
cH30
+^,,^ Lll
13 1U
ui)=/
lr j

+- l

Kr:, / (, rl
cH30 'oH
j
ocH3 o
I
Oclj o

f'l avonoi

{2) .

zt- 0H
(Y (Arc())?()

\Arlnz':--
rr OcH J
r\c ll
J
o 0
3-lletoksif lavon [ ] avono I
t -, oksi-rt-hi'd rokg
-Me t i -.

asetoferton

Ar = Aril : fenil arau fenil cers'$scilusi

ikrndensasi Claisen ant-ara suacu a.setofenon cersubsr-icr-r-si dengan s\ract-l


escer benzoac tersubsticusi, saleihr satu di ancaranya mengarrdung gugus
necoksil pada posisi c.rr.to dari cincin be,nzen, nenghasilkan suatru
dikeccru Hasil ksrdensasi ini, dengan adanya asam yorJida, bersiklisasi
nenghasilkan fLavon. Rangkai.;rri reaksi ini ditunjukkan oleh concoh
sqerci tercantum pada tiamba-r 4.l 6.

36
-\\ I
'::r''

Ga$ar 4.16 Sincesa Flavon dari Arorecik Diketsr.

(1 )
a2rro.-Eo
ocH3 cH3o
cH3
cH3coc I
--=____+
Fe C13
-CH:
CrHrONa
0cH3

o-Ye: oks ias etof enon

""K\$
OH ocH3 o'
;C.: Kri.sln li-Dike ton

(2).

q;c2.,-p,u.qig cH3
o -Metcksj-benzoat Asetofenon 9-Diketon Flafon

Mengikuti jenis reaksi seperri


diuraikan di atsas, o:
) hidroksiasecofenon 'tersubs icusi dapat dikondensas ikari 'dengaii
benzaldehid cersubsticusi menshasilkan calkon, yang selanjucnya via
flavanon diubah menjadi flavonol, seperti terlihat dari contoh pada
Gambar 4.17. (Iihac bagian c dari Kegiaran Belajar ini)

rcu
xlJS

lsi.
:oh

3l
Ga$ar 4.17 Sintesa Flavonol vla
Calkon.

cr{30

Q
/oH
Ii;u:"#:KL$;
ocH3
Benzaldehid Ld lkon
c-Hidroks ias etof enon
0cH3
lrrroo n[::i
cHr cHl cH3o
dvxv
YV
(T)Rono
HI <4
( rr )H+
OcH3 0
I
0cH3 o
Flavanon
I
HO

Kuersetln

t+.3.2 Latitran 3

Berilah randa silang (X) pada huruf B bila benar dan S bila salah

yang sesuai dengan pendapat Anda'

isomerisas! oleh asarn' sebagian besar


dari florecir:
) -S Pada
4'3') diubah menjadi 4',5,J-
1 B.
(lihat daftar
crihidroksif lavancn '
calkon yang sebanding
Z) B - S, Dalam interkonversi calkon-flavanon,
dengan i'-*.i"nsiflavancn ialah 4'-meroksi-2',hidroksicalkcn'

3)B-S.Dalamincerkonversiflavanon-flavonol,viasenyawa
dari apigenin trimecil-
isonitroso, kaeuferol dapat diperoleh
eter.
,hidroksiflavanon yang
4) .B - S
Dalam mengr:bah hidroksif lavanon menj adi
sebanding,via3-haloflavancn'hanyayodiumyangdapac
digunakan dengan adanYa basa'

flaviliun' kaemferol 4" 5'7 - tfimeci'


5) B,- S 'Dalam perdruatan gara(ru
eterdapatdigurrakarrsebagaibahanbalo:rnrnr]cpelargonidin.

38
6) B. -S Dra j<ris Benyawa potenstal rntuk sintesa flavon dan flarrunol
lalah o-arol loks iasetof nql dan aromatlk -dikeccn.

tfunci Janaban Latihan 3

1) B 3)s 5)B
2)s 4)B 6)B
Bila Anda har"rya dapat menjawab dengan benar kurang dari 5 soal, bacaLa}-
kendali Kegiacan Belajar 3.

4.3.3 Rargkumal

Interkonversi antara sesama flavonoid, dari jaris yang satu menjadi


jenis yang lain, dapat dilakukan menggunakan reaksl-reaksi tertentu.
Calkon dapac diubah menjadi flavanor, acau sebaliknya, dengan banrust
asam atal basa sebagai katalis. Pengubahan calkon menjadt flar,ranqr a}<an
berhasil dengan baik, bila calkon mengandung gugus hidroksil pada
posisi 6'. Flavanon dapar diubalr menjadi flavcn.
Flavanon dapat ,diubah menjadi 'flavon atau flavonol melalul
sr-bstitusi pada posisi 3 dari fldvancrl SrSeditusi pada'r,posis! 3 oletr
gqias issricroso (-NO acau -l{Oil) dapat mengfrasllkan flavono}, eedarrtkan
substitusi oleh atom halogen seperti brom atau yodiurn dapat
mengfrasil-kan fl-avon. Flavapn juga dapat diubah secara langsung menjadi
lah flarrcrr oleh delridrogenasi dengan selsrium dioksida.
Calkon dapat p.rta dir:bah langsung menjadi flavcn oleh dehidrogenasl
menggunakan selenium dioksida. Sedangkan, suatu cara untuk rnengubah
ELN
-?
calkon rnenjadi flavcynol ialatr oksidasi calkon dengan hldrogen peroksida
dalan suasana basa.
Flarrn dan flavonol, melalui redulcsi menjadi A-hldroksi'atar 3,b
dlhtdroksiflarur, dryat diubah menjadi garam flavlllum. Dalam hal lnl,
ting flavonol akan mangfrasiLkan ancosianldin.
trl. Reaksi-reaksi interkonversi antara sesama flavonold, dapat
digunakan untuk keperluan s incesa senyawa-serryawa flavonoid tertenEu
awa dari suatu flavonoid lairnya. Flarron dan flavonol .khr.rsusnya, dapaC prla
rril disintesa dari senya\ra yang tebih eederhana, yaknl o-
arolloksiasecofenqr atau aromatik dlkeccn Kedua senyaeta inl, .melhlul
slklleasi dapat menghasilkan flarron atarr flavonol. t
/anE
rPaE
4.3.4 Tea Formatlf

Lingkarilah a, b, c, atau pada jawaban yang Anda anggaP pallng


ecii Eq1at.
n.

39
Pdrhaiikanlsh derrr sekssoa strrirtur dari eropat Senyahta flavonold
berihrt. Keoudian j atnbfh pertanyaan .berilcrunya.

a,

,rraff b.

crl30

c. d.
OCH3

CH3O

OCH3 O

1I Dari keempat senyawa tersebut di atas, senyavra yang dihasilkan oleh


isomerisasi floretin derrgan katalis asam lalah:
abcd
2) senyawa yang dihasilkan oleh dehidrogenaei dari floretin 4,4',6r-
trimetil eter ialah :
abc

3) Senyarva yang dihasilkan oleh oksidas i floretin 4,4',6r-trimetil


eter dengan hidrogen peroksida dalam suasana basa lalah:
cd
4) senyawa yang dthasitkan'oleh bromlnasi dari 4' 5,7-trimetoksi
flavanon dengem N-bromosuksinlm ida dtlkuti oleh dehidrobrom inas I
ialah:
abc
5) Kondensasi aldol incramolekuler dari o-benzqiloksi-g-
. metoksiasetofenan dengan basa lemah merghasilLan ssrya*a}

40
4.3.5 tbsr Balik dflr Tindak laniut
id
Cocokkanlah haslf jaraban Anda dengan lfunci Jawaban.Teg For.rmatif; 3
yang ada di bagian belakang modul ini. Hittrnglah jumlah jawaban Anda
ydng benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui
tirlt psguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 3.
Rm:s:

Jr:rnlah javeban Anda yang bena-r


Tingkar penguasam = x 100%
5

Arci cingkat penguasaan yang iinda capai:


9C7. - = baik sekali
100%
807"- 89%=baik
10/"- 79%= cukup
- 69% = kurang

Kalar: Anda mencapai cingkat pengr:asaa.n 80% ke atas, berstap-siaplah


Anda untuk mengikuti ujian semester. Baguel Tecapi blla, tlngkat
penguasaan Airda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangl Keglatan
Belajar 3, terutarna bagian yang beh.uo Anda i<r:,asai. , .

41
5. Ktrrc.i Jatabar Tes Formatif

5.1 Kunci Jar,rabst Tes Forrnatif 1

1) Jawaban yang benar: d. Hal ini cukup jelas' karena strukcur dari
1,3-diarrlpropan ditemukan pada senyawa-senyawa tlavonoid'
Sedangkan, daidzein dan rotenon termasuk senyawa-senyawa
isoflavonoid yang mempunyai struktur dasar karbon dari '2-
1

diarilproPan.
pada (1 ) di
2) Jawaban yang benar: a. Sehubungan dengan penjelasan
atasr senyawa-senyawa b dan " aut*aruk isoflavonoid, 'sedangkan
senyawa d rneinpunyai kerangka dasar karb,on dari ,.1 -diarilpropan
1

yang menrpakan ciri- dari neoflavonoid'

Jawaban yanB benar: b. Hal ini cukup jelas' karena


a, c, dan d
3)
dan flavonol.
masing-masing termasuk jenis flavancn, flavanonol'

Jawaban yang benar: b. |4enuruc biosincesa flavonoid,


fenil-
4)
melakukan
propanoid, C6{3 yang dalam hal ini adalah asam kafeaE'
kombinasi dengan ciga unic C2 mulai dari gugus karboksilat dari
-gugus
asm kafeat. Atom taruon dari kartoksilat ini murcul sebagai
C-lr dalam moleh:l flavon, dalam hal ini apigenin'

5) Jawaban yang benar:a. Dari gamb ar 42 mengenai hr-rbungan biogenetik


dari
anrara berbagai jenis ilavonoid, terlihar- bahwa biosintesa
antosiani-din menggunakan calkon (yang berisomerisasi
dengan
flavanon) sebagai senyawa anLara, via flavanonol, di mana
fLavon
dan isoflavon mengikuti- rangkaian reaksi yang cerpisah' Begicu
via
pula, seperri teiiLifrar aari Gambar 4.3 katecin te{bentukdari
flavanonol mengikuci rangkaian reaksi yang terPisah
anE.os ianidin .

5.2 Kr-rrc! Jar,raban Tes Foqq4tif 2

penacaan ulang
1) Jawaban yanf,.,erlar: b. Hal ini- cukup jelas, karena
rrJessley-l"toser dap.i; r-erjadi pada f lavorr ytt,g. mengandung gugus
hidroksil (atau metoksil-) pada posisi 5 acau 2" datt guSus fungs!adalah
mana tidak t--erdapat pada b. sedangt<an c dari d masing-masing
flarrc.rrrol cia.n ancosianin, dan b*an suatu flavcrn'
-7-
aPigenin
2) Jawaban yang benerr: a. ttal ini juga cuktp 1elas, karena
I

a'
glukosida pada hi drclisa ;esan merrglrasill<an 4igenin, Yalcri

42
3) Jawabcn yang benar a. Pelargonidin, yalcri suatu antosianidin, ,dapat
l^dlpergleh dari reduksi suacu flavonol. dengan litiurn alum_inium
'^Uiati&. Senyawa c adalah satu-satuoya flavonol di antara keempac
'"'snya*a tersebut, dan mempunyai pola hidroksilasi yang sama seperti
L
pelargonidin.
I
4) Jawaban yang benar: d. Pada prinsipnya, flavon (senyawa a dan b),
flavonol (senyawa c), dan antosianin (senyawa d) dapat diuraikan
oleh basa, menghasilkan ancara lain rurunan kartoksilat aromatik
L
yang berasal dari cincin B. SaEu-satunya sertyawa di atas yang
mmrp:nyai cincin B dengan pola hidroksilasi dari. asam protokatelo:at
n
ialah d.

5) Jawaban yang benar: d. Hal ini cukup jelas, karena pen-r)rahan warna
Iarucar oleh penrbahan pH ditrajukkan oleh antosianin yang bersifat
anfoter.

6) Jawaban yang benar: b. Tetrametil eter akan dihasilkan oleh senyawa


yang sedikitnya mengandung 4 gugus hidroksil yakni b dan c. Akan
n
i tetapir gugus hidroksil pada posisi 5 dari scruktur flavon sukar
I dlmecilast oletr diazometan, karena rnembentuk ikatan hidrogen dengan
gugus karbonil pada posisi 4, sehingga c pada metilasi oleh
diazcroetan akan menghasilkan suafu crimecil eter.
ik 5.3 ICJncl Jawaban Tes Foruatif 3
i
,n
1) Jawaban yang benar: c. Isomerisasi floretin (suattr calkon) oleh
n
u
katalis asam akan menghasilkan suacu flavanon. Saru-satunya
flavanon di antara keempat senyaera di atas ialah c dengan pola
a
hidrokstlasi yang di'harapkan darl hasil isunerisasi tersebut.
i
2) Jawaban yang be;rar: b. tlal ini cr:kup jelas, karena htrunan florecin
lni (suatu calkon) pada dehidrogensi akan menghasilkan suatu
flavon. Dari dua flavon, yakni a dan b, di antara keempat senyawa
dl atas b menprrnyai pola mecilasl sebagaimana diharapkan dari
rg
dehidrogensi /r,/j' ,b'-crimetil eter dari floretin.
rs
i 3) Jawaban )rarigbenar: d. Turunan floretin ini (suatu caklon) pada
h okeidasi dengan hidrogen peroksida akan menghasilkan suaEu
flavonol. Senyawa d adalah flavonol yang mmpwryai pola oksigenasi
aebagaimana diharapkan dari hasil oksidasi rurunan floretin
tersbut"

43
.

4) Jawaban yang berur: b.'Prinsip real<si ini adalah pengdoahan suatu


flavanon nenjadi flavan, melalui substitusi (dalarn hal ini
brorninasi) pada posisi 3, diikutl oleh detridrcbrominasi. hri dua
senyawa flavcn, a dan b, di antara keaupat senyaqra di acas harya b
yanB mempunyai pola oksigenasi sebagaimana diturapkan dari hasil
reaksi 4', 5, 7-trimetoks i f lavanon.

5) Jawaban yang benar: d. Reaksi ini analog dengan reaksi yang


tercanELrn pada Garnbar 415 di rnana senyawa o-aroiloksiasetofenon
hanya mengandwtg sebuah gugus metoksi pada posisi para terhadap
g,ugus as il (-CO-CH3). Senyawa ini pada kondensas i aldol
marghasilKan a.

44
Ll
6. Referensi
1
a Edwin Halsm, The lhikirilate Patlr'"ray, Iondon: tilttervnths 19'/i+.
b
I James B. Herrdric-kssr, 'fhe ltoiecules of Nature, New Yc.rrk: W-A. Benjamin,
Inc.1985.

rg J.A- Joule darr Gt'. Srr:ifh, Hererc.rcyclic Clremist.rv, 2nd Ed., London: Van
ln |lcscrand Reinh,i ld { rri6p41y, I 978.

:
ll KW. BenCley, The ChemisCry of Natural groducts Vo1. iV : l'he Nacura{
Pigments, New York: Incerscience Rrblisher, Inc., 1960.

Paolo Manitfo, Biosynchesis of NaCural Products, (Terjemahan P.G.


Sarmes), Clhichester: EIlis Horwood Ltd., I981.

J. Fessentlerr ilarr Joan S. Fessenden, Kimia Orgarrik, .iilid 1 (1983)


Italph
dan Jiljd 2 (1984), (Terjemahan A. Hadyana Pudjaatrnaka),
J aka r c a : Penerb I L ::r"*' Langga.

T.A. Geismarr (Ed.), 'l'he Chemistrl of Flavorroicl Co.UggI,q.:, loncion:


Perga.nm Press, 1965.

t:
+-
KUK{J &'IATERI POKOK

il"FlilJ I{lfdlA ALI{Al_fill]

pFirrvtddss/Z$K$/$S

K}TYTA CRGANIK
HAF{AN ALAM

0l eh

Prof. 0r" Sjamsul Arifin Achmad


DAFTAR I SI

i. Pengantar 46

2. T\rjr:an Insrruksional thm-un 46

3. l}:juar Instruksional ltrusr:s /4$

4. Kegiatan Belajar
4.1 f.egiaran Belajar 1 : XIASIFIKAST mN VARLAST
STRICI1JR ALIGIOID 47
Uraian dan Conroh 47
Latiha: 1
60
ltangkuman 6'l
Tes l'ormatif 1
61
Unrpan Balik dan Tindak Lanjut 62

4.2 KegLatan Belajar 2: 'pENElApAt STRTJKNJR ALKAIOID 63


Urian dan Contobr 63
I"atihan 2 72
Rangloman 72
Tes FormaLlf 2 73
Urnpan Balik dan Iindak Lanjuc 74

4.3 Kegiacan Belaj ar 3: pEltAfAAtl T'I.AI{G MN SINTESA


. ALXAIOID 75
Uraian dan Contob 75
l,atihan 3 84
Rangkurnan 86
Tes Formacif 3 87
Umpan Balik dan Tindak Lanjur 89

5. Kunci Jar"rahan Tes Formatif 90

6. Referensi 93
ILHU KII{IA ALKAIOID
1. Pengancar

Pada empat modul yang perrama


Anda celah mengenal lima gorongan
senyar'ra organik bahan alam yang
utama, berturut-turut yakni terpenoid,
?il1].1: fenol feni lpraponoicr dan polikecida, dan
rlavonord.,r"-:.y."""-senvar^ia
tsrra, dari segi biogenetik, terpenoid dan steroid berasal
dari asam asetat via asam mevalonat, maka poriketida
asetat via asetat-malonat. Adapun fenilpropanoid, berasal asam
secara biogenecik,
berasal dari asam shikimat, sedangkan f lavonoid
berasal dari kombinasj.
antara jalur shikimat dan asetat malonat.
Berbagai jenis scrtrktur yang
dicemukan pada rnasing-masing golongan
senyawa tersebut di atas secara
ras iona I dapac diterangkan berdasarkan
konsep-konsep uiogenetiil;;
bersangkutan. pada modul kelima ini
Anda akan diperkenalkan dengan
suacu golongan senya\ra bahran alam yang
terbesar junlahnya, baik dari
segi jumLah senyawa maupun sebarannya
dg-lam dunia tumbuh-tumbuhan.
tkrlongan senyawa ini ialah arkaroid, yang
dari segi biogenetik berasar
dari asam-asan amino.
Modul kelima ini akan mengiraikan pula
knnsep-konsep dasar kimia
dari alkaloid baik strtrl<tur maupun sifac-sifat
yang merupa.kan ciri dari
golongan senyawa ini. senyalda-senyavra
alkaloid yang menprnyai keragaman
struktur yang luar biasa banyat ny. akan diklasifikasikan
asal-usul biogenetiknya sehingga konsisten berdasarkan
dengan klasifikasi gol.ngan
lainnya' se&'ngkan sifac-sifac dari alrcaloid yang akan dirinjau dalam
modur kelima ini khususnya ialah yang
berhubungandengan adanya acom
nicrogen dalam molekur senyavra-senyawa
mungkin, cinjauan akan diberikan kepada
ini. LElam hub'ngan ini, sejauh
jenis-jenis alkaloid yang
relacit sederhana.

2. Tuiuan Instruksiona Umum

setelah mernpelajari modul kelima ini Anda


diharapkan dapat memahani
beberapa konsep kimia senyawa-senyawa
struktur, sifat-sifat kimia, dan asal-usuralkaroid, beberapa variasi
biogenetik atkaloid.
3 Tu.i uan Ins gr_ftkg;!ona I
secerah memperajari modul kerima
maperoleh kqnarnpr:an sebagai berikut:
ini Anda diharapkan
----*--r'* d,pat
:
a. menguraikan klasifikasi dan vAriasi s truktur
senyavra-senyawa
alkaloid;
b. rnenjelaskan asal-usul biogenetik beberapa j
enis a1lca loid;

46
dalam penelaPan strtlkcur
alkaloid;
c. menerangkan beberaPa f?ld",Ptt" {T:
dan
d. beberaPa reaksi dan sintesa alkaloid.
menjelaskan

L- Kee,iacan Be la

4.1 Keg,iatan tse lai er !


ruASIFIKAS I DAN VARIASI STRUKTUR ALKAI'OID

4.1 .',I Uraian dan Contoh

Alkaloj.dadalirhSuatugolongansenyawal,g"ni.kyangterban-vak
dicemukan di alam. Hampir seL-,-,.,-rt-,
alkaloid berasaL dari tumbuhan-
tersebar luas dalam berbagar jeni-s tumbuhan' Semua
runbuhan dan
atom nicrogen vang biasan-Va
aikalorO nenganduurg pall-ng sedikiC sebr:ah
aton nicrogen ini rnerupai<an
bersitac basa, dan dalam sebagian besarnya
bagiandarrcincirrheterosiklik.Batasanmengenaialkaloidsepercr
rtaci-r'ari' karena banyak
dinyarakan di atas p!rIu digunakan secara di alam'^t1"9 bukan
hererosj"klik nicrogen lain, aiclij<an
senyawa .yang senyawa-senyawa pirinidin'
terrnasuk golongan alkaloid. )4isaInya,
pteridin,danaSamnukleatyangtidakpernahdinyatakansebagar ,t'.
alicaroid' keaktivan
iianPir alkalold Yang; dire*iukan di alam mernPrnyai'
semua
fisiologi-sterEentu,adaVangsangatberacuntecaptadapul.gyang
kut-nln, morf in dan ,qcriknin
sangac bergr.'a dalanr pengobarari. l"lisalnya
adalahalkaloidyangterkenaldanmempunyaiefekfisiolqgiscbn
psikologis.Adanyasitac.sr't;itfisiologis.padaalkalordteiahbanyak
abad yang LaIu, dan sebagai
menarik perharian para ahLi ki-rnia sejak te-lah dicernul<an
akibacnya, Iebi't-t dari 50ri() seiiyawa all<aloid
Alkaloiddapatditemukan,dalamberbagaibagiantumbuhran,sepert]-
biji,daun,ranting,dankuliikayu'seringkali''radaralkaloiddalain
jaringantumbuharrinikurangdartl%.Akantetapi,,kulickayudari
10- 15% aLkaLoid' sePerci
cumbuhan cahunan kariang-k "ingmengandung
sekitar 10% kuinin'
kulit kirn yar-rg rnengandwrg tPra kirniawan'
Iinu kimia al-IQaloid selaht rnerupa':L<an EanLangan'bagi
dalam kadar yang kecil cian
sebabnya ialah aLkaroic.i rurin,ny" ditemtrl<an
rumit yang berasal dari
harus dipisahkan dari camPuran senyawa'yang pemurnian ' dan
jaringan cumbuhan' 0leh kareua tt-".'- .l:: tttntn' dan keterampilan yang
karakcerisas i a lkaloicl memer lukan Pengetahuan
khusus-KecuaLiittr,penetapanstruktursuatualkaloidseringk'aii
.struktur striknin baru diketa!:rui.olen
mgnakan banyak waktu. ltis"rnva,
Robinsonpabtahunlg4S,sekicar50cahunsetelahLadicemukan.
Kerumitan struktur alkaloid mernbar.ra implikasi pula kepada stereokfunia
dari senysws-soyawa ini. Iagi pula, karena susunan gugrrs .fungsi,
molelqrl alkaloid seringkali mudah menjalani penataan ulang.

3. Klasifikasi Alkaloid
Alkaloid, seperci golongan senyawa organi-k bahan alam lainnya,
uidak msnFnyai caranama sistemarik. Oleh karena itu,.. suatu alkaloid
dinyatakan dengan nama trivial, misalnya kuinin, morfirr, dan striknin.
Hampir semua nama crivial ini diberi akhi.ran -in yang mencirikan
al]<aloid, sama sePerti akhiran -c,sa yang mencirikan karbohidrat. Olen
karena itu, dalam mempelajari ilmu kimia alkaloid perharian seyogianya
dicujukan kepada ciri-ciri struktur dan kereaktivannya, dan bukan
menghafalJcan nama mas ing-mas ing senyarda.
Dibandingkan dengan steroid dan fravonoid yang mempunyai jenis
struktur dasar yang relatif terbacas, alkaloid memg:nyai scrukcur yang
E banyak jenisnya. Oleh karena itu, klasifikasi alkaloid yang didasarka:
,C Pada strukturnya, dan dengan tegas dapac membedakan suacu jenis
L. tercentu dari jenis lainnya, sukar dilakukan. oleh karena icu pula,
.i
.!
dewasa ini beh-un ada suatu klasifikasi alkaloid yang digtnakan secara
seragan.
ln suatu cara untuk mengklasifikasikan alkaloid ialah cara yang
1, didasarkan pada jenis cincin hecerosiklik nitrogen yang rnerupakan
li bagian dari scruktur molekul. l'lenurut klasifikasi in1, alkaloid dapac
dibedakan atas beberapa jenis, seperti alkaloid pirolidin, alkaloici
tli
piperidin, alkaloid isokuinolin, alkaloid indrl, alkaloid lorinolin, dan
IL sebagainya.

nn na)
i-
L!.

1i,

-l
\-.-^\Z lt \,-\ tt-l
!i

Pirolidin Pipeiidin Isoicuino lin Kuinolin ln& I


r-
r.i suatu cara lain ialah ktasif ikasi yang didasarkan pada jenis
cumbuhan @ri mana alkaloid ditemukan. Cara ini digr:nakan unEuk
:r menyatakan Jenis alkaloid yang percama-c.ama dicemtkan
dalam suatu jenis
Eumbuhan. I'lenurut cara ini, .arkaloid dibedakan atas
Ei: beberapa jenis,
r; 8eprti alkaloid tembakau, alka loid amaryllidaceae, alka loid erythrira,
Bil dan sebagainya. Akan tetapi, suatu alkaloid terrentu Eidak hanya
ditemukan pada saEu suku tumbuhan terEentu saja. l4isalnya, nikoti.n
'nE
cidak hanya dicemukan dalam tumbuhan jenis teinbakau suku Solanaceae,
Le:l tetapi jWa dicemul<an dalam tumbulran lainyang Eidak ada hubr-rrgawrya
dengan tembakau. Kelemahan lain dari cara ini ialah bahwa beberapa

48
s-uacu curtbuhan tertentu, dapat ru eP Fny11
alkaloid Yang berasal dari ' I r-i.

strukbrr Yang sangat berbeda-Tt' i f ikas ikan berdasarkan asa r-usu].,


lT; ffi? ffi" o.ol.*or;r;" .^- h,,Lrrrnonn ant8f8
bt.s:;;1;:''LJ"*"tiil'j.'e"':"'q=::*--::'-",iYl":i:?T;ffi :
:??ffJi..'ili'
iberoagar ;' ;;1
'1it\'4":::-':;;";
i n r"'i
I " cara 1lnl: Tm::::T
na s ika
",*,=. ;"' ::l
erupakan perrtn'san dari
freter.,sitclit. Lengan perkacaan lain'
p"a" jenis .-
cincin L^F^r^oi,'-rik
he.erosikrik' dan dar
l?:11"ffi ,:;f';;;;; ;";" konsep biogenesa. Di dalam modur .*'r'l ini
n'i i
ffi:il;'_"iluir;;;; I
yang didasarkan pada konsep biogenesa,
- - ^^ yan*
L.i ananoea \r9np
:ffi1i;".i'f*rif ikas!
dapat diuraikan sebagai berikut' loid berasal
percobaar,- p"t"olaan b ios in.esa menunj ulckan bahwa alka
darihanyabeberapaasamd.aminoterEentusaja.tserdasarkankenyacaan
ini, alkaloid &Pat dibedakan aras riga jenisornitin
utama. Percam.a' a-Baloi'd
dan liqiS Kedua'
al1siklik yang berasal dari, asam-asam aminoberasal dari fenil'a-lall-il-'
alkaloid aromaclk ienis fenilalanin, yang
tirosin,dan3,+-aifidroksifenilalanin'Ketiga'?LY*l'd?to*acikalkalnid yang
;;;^i"*ir"* berasar dar-i cripcofan. Beberapa conroh
jenisindolyangberasaldarirriptofan.Beberapacontohalkaloid
pada (bmbar 1'
yang mewakil:- masi-ng-masing jenis ini cercantum
Sepercicerlihati:adaCembarl,sebaglanbesaralkalnidTne{T'F'.Inya1
nitrogen' serca
kerangka pollsiklik termasuk clncin heterosiklik
mengandungsubsti|uenyangtidakcerlalubervariasi.Acomnicrogen
amin (-NRz),"3" gugrrs
alkaloid hampir selalu berada dalam bentuk gugtrs
arnida(-C0-NR2),dan-!.idakpernahdalambentukgugusnitro('re2)atau
(-N=N-). se&ngkan, substicuen oksigen lazimnya 'dit'emr'*an
gugus dLazn
,uUagti guglrs fenol (90, metoksil (-U{3),' ztau

Alkaloid Alisiklik

/coolc. ococH-C6H5
( ctt
\uHz -*"2 cH20H
CH^
J_.. Ftiosian!n
Ornitin Hrgrrn

lGtronesin

dlq
t-*t J"rcooil (rl-\
H
'\NH2 llpinin
Lisin lsoPel-etierin PseudoPeletierin

49
Gambar t. Beberapa Contoh Alkaloid
Alkaloid Fenilalanin

*t
*r\-/v\-.r-toot
lr, ,".$]1cu3)2
cH3o

cH3o
YN
^V N(cH3)2
0cH3
Rt Rz
Hordenin He zkal in
HH Fenil alanin
HOH Tirosin
OH OH 3,4-oi- cH3
hidroksi
f"n1t"-.r^ -CH:
lanan J

OCH3
I
H3

ocH3 u
I
Laudanosin
Be rbe rin

cH3o

CH: N-CH3

CH NCH3

cHg

Koridln Mo rf 1n
Alkaioid Indoi
oP03u2
a/ ,.coo[ H
CH
I

N NHz
H N(cH3)2
Trlptofan
Phil osibin
HO2C

cH30

Asam lisergat Kulnln

50
Striknin

gugus meti. lendi-oksi (-0{HZ-O-). SubsCituen-sr.rbstituen oksigen ini


dan

gugus N-merrL (-N-CH3) *&rrUakan pula ciri dari sebagian besar alka-
loid'
F eenerl i jeni
iL seperti
Pada banyak alkaloid aromatik, ieltis tenilalanin, teroaPac
pula suaEu pola oksigenasi terCentu. Pada senyawa-senyawa ini gugr'Ls
fungsi oksigen diCemukan pada posisi para, atau p<-rsisi para dan neta
dari cincr.n arcrnatik.

Alkaloid yarrg mempunyar kerangka dasar karbon dari 1-benzil-


rsokuinolin, seperti norlau{qnosi-n, koridin, berberin, dao morti1l,
cerdapat dalam banyak suku tumbuhan misalnya tserberidaceae,
papaveraceae, dan [enispe,rmaceae. Kecua li itu, j enis a lka Ioid ini
sering kali diCemukan Pu,la pada tumbuh-tumbuLran dari suku yang sarna'
bahkan dalam suatu jenis tumbuhan tertentu. |4isalnya, papaver
somniferitn, suku Papaveraceae, mengandung alkalnid Curunan'laudjlroSin'
morf in, dan berberin. I;itemukannya berbagai jenis alkaloid, seperci
laudanosin, morfin, dan berberin, bersama-Sana dalam suatu jenis
Cumbuhan menunj ukkan adanya hubi:ngan biogeneCik antara masing-masing
alkaloid tersebut.
b. Biosintesa Alkaloid
Seperti golongan senyawa organik bahan alam yang lain, teorr
biosintesa alkaloid mula-mula didasarkan semata-mata pa.da hrasil analisa
terhadap ciri struktur tertentu yang sama-sama terdapa.C dalam berbagai
molekul aLl<aloid. Kesimpulan dari hasil analisa ini, yang kemudian
didukting. oletr percobaan-percobaan menggr.u'rakan Senyavra berfanda, CeIah
mengr-rrgkapkan mekanisrne dari biosintesa a1ka16id.
Pictet @n Robinson mula-mula menemukan bahwa banyak alkaloid
arcrnatik msnpunyai sr:atu,tnit struktur, yalcri 9-arLlecilamina, I4ereka
menernukan pula bahwa tertentu dari jenis 'l-
"lk"loid-alkalold
benzilisohrinolin, seperti' laudanosin, mengandwrg dira unit p -afileti-
larnina" yang Saling berkondensasi, sePerti tercangtun pada C'arnbar 2'

5l
RI CH3O

R2 CItg
--f
Unrt t -ar11-
etllanina

Laudanosin

Gsmbar 2. Kondensasi Dra lJrrit p-ariletilanina h'l:m I'trlelqll laudarnsin.


Selanjutnya, Robinson mengamaci pula bahira kondensasi ancara dua
unit A:ariletilamina tidak lain ialah reaksi kondensasi l.lannich.
Ftenurut reaksi ini, suatu aldehida berkondensasi'dengan suacu amina
menghasilkan suatu ikatan karbon-nitrogen dalam bentuk imina (atau
garan iminium), diikuti oleh serangan suatu acon karbon nukleofilik
nenbentuk ikatan karbon-karbon. Atom karbon nukleofilik ini dapac
berupa suaEu enol atau sultu fenol.
Selanjurnya asal-r_r.sul dari urrit p-ariletilamina yang diperlalq-rkan
untuk kondensasi tersebut telah diketahui dari. percobaan-percobaan
I
biokinia. Percobaan ini mentlrjr:kkan bahwa unit 0-agilgilamina berasal
t
i
dari asarn-aeam amino fenilalanin dan tirosin,, yang dapat rDengalani
t
ekarbolilasi menghasilkan amirra. Asam-a.sam amino ini pada oksidasi
daPat nenylngkirkan gugus amino (qaagllgqi qlgilqgiQ ditkurt oleh
:
?
dekarboksi las i menghas i lkan a ldehi da. Kedua hasi I cransformasi lnl,
)retmi mlna dan aldehida, melakukan kcmdensasi r'tarrrich.
t
i
Berdaearkan pengetahuan ini, maka reaksi-reaksi pokok &rL
s
blosinteea laudarnsin dapat ditunjukan sepertl tercanrurn pada Gatnbar 3.
E

Beakal Kondensas I llannich


C'mbar 3" Reaksi Fokok Biosi-ntesa laudancrsin.

\?.
'i
/
!d

? 1.
(?',..
t!
t N-
ri]
LN tV'i_---)H- c_-N
ll -
__t
-
c
lr -
Aldehlda A'i.o I Q
.d H-- c- ii __ I I

(A
rmontu\
I
"(,
-N-
t-
-
l
: _t]_-;;C._
-C-C--
I lt
n0ib'ln I ir- -c -fio
I

Eno I / fenol

52
HO-fl,,\O;'," EO

Ho^/ k,* HO

3,4-Dlhtdroksl-
fenllalanin
l{annich

cH3

CH: {h
0cH3

ocH3

Laudanosin

Reaksi-reaksi pokok biosincesa seperci tertera Pada Ganbar 3,.


diddcung oleh percobaan-percobaan neng$nakan senyawa bertan*da, seperti .

dilakukan oleh, Barton yang menunjukkan bahwa kondensasi Flannlch',


cersebuc dapat terjadi di dalarn jaringan organisme. Percobaan.nenrnjuk--
kan pnrla bahwa kondensasi ini dapat dilalq*an in vitro pada quhu kamar
dan pH netral-, Reaksi-realcsi pokok seperEi ditunjr:kkan urcuk bioeincesa
laudarnsin ini, selanjucnya merupakan dasar dalam biosintesa alkaloid.
Di samping reaksi-reaksi dasar ini, biosi.ntesa alkaloid melibatkan
pula reaksi-reaksi sekunder, yang menyebabkan terbentulalya bertagpt
jenie scrukEur 61t<atoia. Salah aaEu darl reaksl sekunder lnl yang
cerpenting iatah reaksi rangkap oksidacif fenol pada posisi orco atau
para dari gugug fernl. Reaksi ini berlangsung dengan mekanisme radikal
bebas, diikuti- oleh rangkapan radikal roenghasilkan lkatan karbon-
karbon. ) "

.z\
(/
OE
I

-*L d
ror H-$
t {+Q Hq
o'

Fenol Radikal Fenol

53
':
Reaksi-reaksi sekunder lainnya ialah metilasi dari atom oksigen
menghasilkan gugus metoksil (-OH
menghasilkan gugus N-metil (-utt- ---> -NcH3), ataupun oksidasi dari
gtgus amina. Perlu prla dicatat bahwa keragarnan struktur alkaloid dapat
pula disebabkan oleh keterlibatan fragimen-fragmen kecil yanq berasal
dari jalur nevalonat, fenilpropanoid, atau poliasetat.
Banyak percobaan dengan senyawa bertanda menunjukkan bahwa asarn-
asam amino ornitin dan lisin adalah senyawa-senyawa awal (prekursor)
dalam biosintesa alkaloid alisiklik. Arkaloid ini, seperti higrin,
hiosiamin, isopeletierin, dan pseudoisopeletierin, yang mempunyai
cincin pirolidin dan piperidin seringkali disebut alkaloi<l sederhana.
Pada biosintesa alkaloid ini, ornitin atau lisin pertama-tama
berdekarboksilasi menghasilkan diamina yang sebandlng. selanjutnya,
diamina ini mengalami deaminiasi oksidatif merqhasilkah aminoaldehida,
y'ang berada dalam kesetimbangan tautomerik dengan imina siklik. Senyawa
yang terakhir ini, yang merupakan senyawa antara yang reaktlf, bereaksi
Mannich dengan atom karbon nukleofilik menghasilkan berbagai alkaloid
alisiklik. Reaksi biosintesa ini ditunjukkan seperti tercantum pada
Ganbar 4.
Seperti terlihat pada Gambar 4, alkaloid higrin diturunkan dari
ornitin, melalui lrFmetilimina yang reaktif,
yang kemudian diserarg oleh
asam asetoasetat (atau asetoasetil_koenzim A) yang berfungsi se@ai
senyawa karbon nukleof il.
Serangkaian reaksi yang sejenis dialami pula oleh asarn arnino
ornitin dalam merghasilkan hiosiamin. Dalam biosintesa ini, higr:in yang
pertama-tama terbentuk mengalami oksidasi pada gugus amina, diikuti.
oleh reaksi Mannich yang kedua menghasirkan tropinon. senyawa yang
terakhir ini, pada reduksi dan esterifikasi, menghasilkan hiosiamin
(suatu alkaloid tropan) .
Biosintesa dari alkaloid alisiklik yang berasal dari lisin, seperti
isopeletierin dan pseudoisopeletierin, mengikuti pokok-pokok reaksi
yang sama seperti diuraikan untuk ornitin, seperti teriantum pada
Gambar 4.

Biosintesa Turunan Ornitin


C"anbar 4. Reaksi-reaksi Fokok Bioaintesa Alkaloid al isiklik T\rrunan
Ornitin dan Lisin.

54
Bloeltesa turunan ornitin
rJ
Imina

ta]*
f-.I,
\__--
(\crrr Y O

Tropinon
CH?OH

C -H. CH-COOH
b)
TCH: - )
OH 0c0cH-c6H5
tctlroH
Tropin Hiosiainin

Biosintesa Turunan Lisin

Co2H

I sopeletierin

FCHg

Pseudopeletlerin

pada kesempatan ini perlu diuraikan pula mengenai biOSinteea


nikotin dan anabaSin, kedua-duanya termasuk alkaloid tembakau'
Percobaan dengan senyawa bertanda merunjukkan bahwa cincin pirolidin
darl nikotin dan cincin piperidin dari anabasin, masing'-masing berasal
dari ornitin dan lisil. Sedangkan cincin piridin dari kedua alkaloid
ini berasal dari asam nikotinatr Y4n9 ditemukan pula dalam tumbuhan
tembakau. Dari. percobaan ini di ketahui pula bahwa gugus amino yang
terlkat pada posisi- dari ornitin digunakan untuk membentuk cincin
plrolldin dari nikotin. Akan tetapi, ternyata pula bahwa -N-
mtllornitin diggnakan 5nr1a bnpa penyirgkiran gtgus metil' Berdasafkar
haell percobaan ini, biosintesa dari nikotin dan anabasin dapat
dlbmJukkan seperti @rcantum pada Gambar 5.

55
Ganbar 5. BiosinLesa Nikotin dan Anabasin.

HzN (1.
I
O rnitin cH3
I

cH"J

ozH

As arn nikot inat

Nlkotin
Z/--*/ CO)H (^r
.^\
til
\*/ N
I

/'/ *
() ii
H^
I l\

(*) = bertanda 14C


Arra b as in
dengan

Hubungan biogenetik antara berbagai arkaroid dari jenis


fenilalanin, yang berasal dari fenilalanin, tirosin, dan 3,4_
dihidroksifenilaranin dapat diuraikan sebagai berikut.
Mooifikasi yanq
paling sederhana dari asam-asam amino ini ialah dekarboksilasi
rnenghasilkan arkaloid dengan kerangka karbon
-ariteletiramina, seperti
hordenin dan mezkalin. Biosintesa ini ditunjukkan
pada Gambar 6.
seperti tercantum
Selanjutnya, perubahan unit !_ ariletilamina, melalui
norlaudanosin
dan retikulin, menghasilkan berberin dan morfin menunjukkan pura
hubungan biogenetik antara kelompok-kerompok
alkaloid ini, seperti
tercantum pada Gambar 7.
rSa
au. Ganbar 5. Biosintesa Hordernin dan lGzkalin
lin
COOH
,CL)

rid
lan NHz (cH3)2
HO
tnq Tlrosin Hordenin
-)
:
'li-
iri I
kax
)at ffi*n-,,:::pn(cH3,2
ocH3
3 ,4-Dlhid roks i- Mezkalin
feol1a1 anin

56
l-ol' -co,
/--

-.g;fYi':ne'*'$a'',
Tlrosl"n roksi- 3, 4-Dihid
ti ramin

i*
l cl{30

cH3

Norlaudanosin Laudanosln

Retlkulin

51
Retikul in Berberin
lll
CH30
1\rl
\
--J-+
tct3
\"
Salutarldin Morfin
Hampir semua alkaloirJ inriol berasal dari asam amino triptofan.
alkaloid indol yang sederhana, seperti serotonin dan psilosibin,
terbentuk sebagai hasil dekarboksilasi dari turunan triptofan yang
sebanding. Namun' banyak alkaloid indol yang lebih kompleks berasal
dari penggabungan turunan asam mevalonat dan triptofan Dalam bentuk
yang sederhana, satu molekul dimetilalil pirofosfat diinkorporasikan
ke
dalam triptofan menghasilkan asam lisergat, via. chanoklavin dan
agroklavin. Ketiga arkaloid ini ditemukan bersama-sama dalam
clgvirgpg
purDur.ea.
Bentuk Iain dari keterlibatan asam mevalonat dalam biosintesa
alkaloid indol ialah inkroporasi dua molekul asam mevalonat (dalan
bentuk monoterpen roganin) yang ditemukan daram beberapa
arkaroid,
seperti striktosidin dan serpentln. Akan tetapi, proses
---' uLveve biosinteea
vLv
alkaloid ini secara terinci belum diketahui.
Biosintesa alkaroid indor seperti dimaksudkan di atas dapat
ditunjukkan pada Ganbar g. l

Ganbar 8. Biosintesa Beberapa Alkaloid fnciol.

*coolH
\A-JJ H
1",
Triptofan Serotonin
oPo3H2

(cH3 ) 2

Psil osibln

5B
,\''C

Trlptofan
IioH2c

7\, I

-l
\-/
HHH
Chanoklavin Agroklavin Asaur lisergat
oop t\r-i-f ot., /
Wocrukoli W-G1uk.
cH3oo.\-'d cH3oocu
Loganln Secologanin

Trlptofan

cH302c

Serpentln Strlktosldln

59
4.I.2 latihan I
Berilah tanda sirang pada huruf B jika pernyataan di bawah ini
Benar dan hunrf S jika pernyataannya Salah.

t) B- S Alkaloid seralu dapat ditemukan pada tumbutr-tumbuhan maupun


hewan.

2) B - s, Alkaloid mencakup semua senyawa organik yang mengandunq


nitrogen yang ditmn:kan di alam

3) B - s Higrin dan isopeletierin masing-masing mempunyai cincin


!
pirolidin dan piperidin
4) B - s Laudanosin dan berberin kedua-duanya mengandung unit
' struktur p-ariletilamin.

5) B - S Reaksi pokok yang melandasi biosintesa dari sebagian besar


I alkaloid ialah reaksi Mannich antara suatu aldehid, amin,
dan suatu senyawa enol atau fenol

6) B - S Struktur dasar dari berberin dan laudanosin antara lain


t
dibentuk oleh reaksi rangkap oksidatif dari feno1.

7)B-S Dari se!i biogenetik, pembenLukan struktur dasar dari


serotciqin adalah analog dengan hordenin.
8) B-S Peranan dari salutaridin daram biosintesa tebain dapat
I
ditunjukkan oleh percobaan menggunakan salutaridin bertanda.

9)B-S A1kaloid morfin, yakni morfin, tebain, dan kodein, yang


lazim d-itemukan dalam tumbuhan papaveraceae dibentuk oleh
suatu rarqkaian reaksi, termasuk metirasi dan reaksi rarrgkap
oksidatif feno1, terhadap norlaudanosolin

10) B - S Asam lisergat dan serpentin adalah contoh alkaloid indol


yang rnelibatkan 3alur mevalonat dalarn proses biosintesanya.
Egrpi Jawaban l-atihan
I. S 6.s
2.. s 7. B
3.8 B.B
4.8 9.B
5.8 10. B

60
4.1.3 Rangkunan

',.Alkaleid, adalah senyawa oqanik bahan alam' yarq banpk'i'trnlahnya


dergan variasi struktur yarq ban)tak prla. Walauprun demikianr: senyaw*
senyawa atkaloid dapat diklasifikasikan berdasarkan asal-usu1
biogenetik yakni dari asam-asam amino alifatik dan asam-asam amino
aromatik. Berdasarkan klasifikasi ini, senyawa alkaloid dapat dibedakan
atas alkaloid alisiklik dan alkaloid arornatik.
Dari segi biogenetik, alkaloicl berasal dari sejumlah kecil asam
amino, yakni ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik,
fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan
triptofan yang menurunkan alkaloid indol. Adapun reaksi pokok yanq
nrelandasi biosintesa alka1oir1 ialah reaksi Mannich antara suatu aldehirl
dan suatu amin primer atau sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol.
Rangkaian reaksi biosintesa dalam pembentukan individu alkaloid,
terrnasuk reaksi rangkap oksidatif fenol dan netilasi.
Keterlibatan dari jalur poliketida dan jalur mevalonat dalam
biosintesa a1kaloid ditemukan pula dalam branyak senyavra alkaloid.
Misa1nya, keterlibatan dari monot-erpen loganin, yang berasal dari jalur
mevalonat, dalam pembentukan alkaloid indol

4.1.4 Tes Fornntif I

Lingkari a, b, c, atau d pada jawaban yang Anda anggap mlinq tepat.

Perhatikan dengan seksama struktur dari empat senyawa alkaloid berikut.


Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

a. b.
CH ,'// \ v)
CH \J -cH3 \-,

0cH3

6I
Pertanyaan:-

I 1) Dari keempat senyawa tersebut, senyawa yang


nengardung unit struktur 0 -indoletilanin ialah: bcd.
tI

] 2) Secara biogerretik, senyawa yang dapat dihasilkan


'.| dari ;irosin dann menggunakan retikulin sebagai
senyawa atara ialah: a b c d..

3) Dari keernpat senyawa tersebutr Senydwa yang dapat


dihasilkan oleh reaksi rangkap oksidatif fenol
dari turunan l-benzilisokuinolin ialah:
.ab c d.

4) Dari keempat senyawa tersebut, senyalra yang


berfurgsi sebagai senyawa antara dalam biosintesa
retikulln ialah: bcd.
5) Dari keempat senyawa tersebut, senyawa yang dapat
dihasilkan oleh oksidasi terhadap gus N-metil
dari retikulin ialah: abcd.

4.1.5 tlr[can Balik dan Tindak Ianiut

cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Tes Formatif 1 yang ada di


bagian akhir modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda, yang benar,
kemtrdian gurnkan rumus di bawah ini untuk mengetahui tirqxat pengu.saan
Arda terhadap materi Xegiatan Belajar 1. 1i

R.ln:
Jurnlah jawaban Anda yang benar
Tirgkat Ferguasaap = x 100t

Arti tirgkat perguasaan yang Anda capai:


90t - 100t = baik sekali
80t- B9t=baik
80.1 - -t9? = cukup
59t = kurang

, Kalau Anda menpai tingkat penguasaan g0* atau lebih, Anrta dapat
mereruskan dengan Kegiatan Belajar 2. B4us! Trebpi,
bila kurang dari
80t Anda harus mengulangi xegiatan Belajar 1, teruLama bagian yang
belun Anda kuasai.

62
4.2 Kegiatan Belaiar 2

PETIBTAPNI STRT'XTTIR ALTAT,C'ID

4.2.1 Uraian dan Contoh

Sejak lebih kurang 30 tahun yang lalu, penetapan struktur alkaloid


semakin banyak dilakukan dengan cara-cara instrumen dan spektroskopi.
Sedargkan, penetapan struktur dengan cara penguraian (deqradasi) maki.n
Iama makin berkurang. Akan tetapi, kombinasi antara cara degradasi,
cara'instrurnen, dan spektroskopi adalah pendekatan yang lazim dilakukan
saat ini, terutama sekali apabila cara-cara instrumen tioak dapat
nenjawab permasalahan secara konklusif.
Dalam penetapan struktur alkaloid, seperti halnya senyawa organik
bahan alam lainnya, pengetahuan menqenai jenis-jenis alkaloid serta
biosintesa alkaloid merupakan modal yarq sngat berguna. Kadarq-kadang,
pengetahuan mengenai jenis tumbuhan dari mana alkaloid itu berasal-
dapat dijadikan pegangan untuk melokalisir jenis alkaloid yang sedang
dipelajari.
Pada kesempatan ini akan diuraikan reaksi-reaksi kimia yang lazim
digunakan dalam menetapkan struktur alkaloid. Sebagaimana pada senyawa
organik bahan alam lainnya, reaksi penquraian digunakan untuk
nenetapkan kerangka dasar karbon serta posisi subsitr:en dalam kerangkan
karbon tersebut. Pada degradasi ini dihasilkan fraqrmen-fragmen molekul
yarg lebih sederhana, yanq lebih mudah ditetapkan strukturnya. Reaksi-
reaksi degradasi ini antara lain ialah"ozonolisa, oksidasi per@at.,
oksidasi permanganat, dan oksidasi asam kromat. Akan tetapi degradasi
alkaloid dapat dilakukan menggunakan reaksi-reaksi yang spesifik untuk
alkaloid. Reaksi ini, yang didasarkan pada adanya gugus nitrogen amino,
pada prinsipnya memutuskan ikatan karbon-nitrogen dari glgus nitrog'en
amino tersebut. Reaksi-reaksi ini, yakni reaksi Hofmann, reaksi Emde,
dan reaksi von Braun akan diuraikan di bawah ini.

a. Deqradasi Hofmann

Reaksi Hofmann memegang [Franan penting dalam degradasi alkaloid,


karena ia mudah dilakukan dan hasil-hasil degradasi l-azimnya mudah
ditetapkan. Prinsip dari reaksi Hofmann ialah mengubah suatu tetraalkil
amonium menjadi suatu amino tersier dan suatu olef in, d.qngan adanya
basa. seeara rrnrrn, reaksi ini dapat ditunjukkan sebagai berikut. '

63
I
-C-C:N-R
IAJ* oH- \/
+ NR: + E2O
lJr I --.--{ /'-\
riolu 'R
Tetraalkil amonium 01efin Arnina tersier
Pada prakteknya, alkaloid pertama-tama diubah menjadi garam amonium
kuarterrer yodida, dengan cara mereaksikan alkaloid dergan metil yodida
id berlebih. Selanjutnya, amonium yodida (metiodida) yang dihasilkan
)i. direaksikan dengan basa lemah atau kuat bengantung pada jenis alkaloid.
in Misalnya, memanaskan larutan amonium yodida dalam air atau alkohol
i, dengan perak oksida, atau mereaksikan qaram amonium (lazimnya
an hidroksida atau klorida) dengan natrium hidroksida, natrium. metoksi-da,
at_ dan sebagainya.
Salah satu persyaratan untuk degradasi Hofmann ialah adanya sebuah
ik atom hidrogen yang bersifat basa pada posisi- A terhadap atom nitrogen
lA kuarterner. Biasanya, penyingkiran amina tersier dalam reaksi Hofmann
\r berlangsung dengan mekanisme eliminasi bimolekuler (82) di mana
1L eliminasi proton dari posisi- A dan gugus nitrogen berlangsung
rq serentak (benrntun). Pada eliminasi ini, dari beberapa alternatif yarq
ada, olefin yang terbentuk ialah di mana ikatan rangkap'mengandung
LIiI jumlah substituen terkecit. Selanjutnya, identifikasi dari olefin ]rarq
JA terbentuk ini dapat dilakukan denqa.n berbagai cara, termasuk degradasi,
JK dari mana posisi atom nitrogen dalam molekul alkaloid semula dapat
tn diketahui. Pengetahuan ini memberi petunjuk prla merrpnai struktur dari
i_ alkal-oid
I-
semula.
i- Reaksi-reaksi seperti diuraikan di atas dapat ditunjukkan oleh
t" contoh yang tertera pada Garnbar 9.
;i
rk Reaksi tlmum
], pa
ln CH3I Ag2o
R-CH-CHo-NHr R-cH-cHt-N(cHe)a r
:.,
H
I t..
l\/
L
t-
H

Amina Amonium yodlda

1,
l*
n
l"l R-CH-CH^-N( cH3)3 o; R-CII=CH2 + N(cH3)3 + Hzo
l,
r

I H /'\-
'a (oH
Amonium hldrosida 0lafin Amlna tersler

64
Contoh: {
HOH

/Y-\ cH3I * l*20, (1i1cnr)


fi1cH3)z N(cH3):r.rEs 3on
.rrA/ ;\l
fnrrdenin nretil eter

/-\
HzO *l(CH:): +

CH3O V
P-i'1etol(sistiren

Gambar 9. Degradasi Hofmann Alkaloid

Bila atom nitrogen amino dalarn molekulalkaloid terikat pada satu


atorq karbon (an.ina primer), seperti hordenin metil eter dalam C'ambar 9'
degradasi Hofmann akan menghasilkan olefin yang bebas dari alonr
nitrogpn. Akan, tetapi, bila atom nitrogen amino dari alkaloid merupakan
bagian dari suatu cincin heterosiklik, maka reaksi Hofrnann akan
menyebabkan terbukanya c incin heterosikl ik tersebut, menghas ilkan
olefin yanq masih mengandung atom nitrogen. Ilntuk menyingkirkan atom
nitrogen dari olefin ini,. rnaka reaksi Hofmann pnrl"u dilakukan sekAli
Iagi. Dalam hal seperti ini, keseluruhan proses disebut metilasi
tuntas.
Bila atom nitrogen amino dalam molekul alkaloid merupakan bagian
dari dua cincin sekaligtrs (atom nitrogen merupakan jembatan ,dari dua
cincin) seperti pala alkaloid lupinin, reaksi Hofmann akan membuka
salah satu dari dua cincin tersebut. Untuk menyinqkirkan atom nitrogen
dari alkaloid tiga rangkaian reaksi Hofmann berturut-
semula diperlukan
turut. Jadi, jumlah reaksi Hofmann yang harus dilakukan untuk
menyingkirkan atom nitrogen dari molekul alkaloid semula, memberi
petunjuk mengenai jumlah ikatan antara atom nitr@en dengan sisa
kerarrgka karbon.
@radasi Hofmann seperti dimaksudkan di atas terlihat pada contoh
yang tertera pada Gambar 10. Perlu dicatat bahwa untuk menghindari
terjadinya reaksi-reaksi samping yang tidak diinginkan sel-ama pross
netilasi tuntas, ikatan rangkap dari olefin yang terbentrrk seringkali
perlu dihidrogenasi setiap kali akan rnemulai reaksi Hofmann berikutnya.

65
Ganbar 10. Degradasi l{ofmann t{ela1ul Metllasl Tuntas

OH
cHt
l+
N(CHl ) 2
CH^I

;ff,,,0 r +
(cH3 )
2
KOH

Hofmann

llagnokurarin ocH3

.rr\4r, l.cnrr cH
I ll r\/,
N(CH
2 . K0l1
an.o$ 'r: tlornann
"lr
(
\lr'.
\\^
i

-\.- - OCH^ H.
J -1

tii ?oH cH?0H cH2oH


t- 1.d
a--\r'\-
I cn.I
Y) Ac2o a-\.\ z.H2/kat.
I\'.'- i--l-{l
N\,,r' \.--
i-",
cH3 r
\-*\.,/
t-
cH3oH
Lupinin
CHAOH gH2oH
IL

-^
(\a\ --,\- I . CH3I
l,!
t--.r egF .^
*J z. Lr.r
)
3.H2lkat.

Pada degradasi nagnokurarin seperti dicontohkan


pada Gambar 10,
reaksi denqan met.il yodirla dan kalium hidroksida pertama-tama
menghasilkan suatu amonium hiriroksida, dimana gugus hidroksil fenol
yang semula bebas dimetilasi menjacli gugus-grgus metoksil. selanjutnya,
amonium hidroksida ini diubah menjadi olef in yang masih mengandung
ator',
nitrogen. Etiminasi atom nitroqen akhirnya dicapai oleh rangkaian
reaksi Hofmann untuk Fda akhirnya dapat menyingkirkan atom nitrogen
dari molekul lupinin semula.

b. .Deqradas
i Emde

Reaksi Emde, seperti reaksi Hofmann, adarah reaksi yang dapat


memutuskan ikatan karbon-nitrogen dari suatu senyawa amonium
kuarterner. Pada reaksi ini pemutusan ikatan C-N dilakukan derqan cara
mereduksi garam amonium menggtrnakan berbagai pereaksi, sepertl natriurn
amalgam, natrium dalam amoniak, dan hidrogen berkatalis, merqhasilkan

66
suatu amina tersier dan gugus alkil jenuh. Reaksi umum Emde serta
beberapa ontoh @radasi terlihat pada Gambar 11.

Reaksi ttmum Ende


t1
R-CH. ; NR3/X
lHl
R-CH3 NR3

Garam amoniurtr A1ki1 Amina


kuartener -+ j enuh tersier

Ita /HB
-I (cH^)^ N(uH3)2
' J'1
OCH3
Hidrokortanin aetiodida

N(cH3)2
Na/He
ti.r, l.cH2ct
t') 2. Na/Hg 'l \
.24,"

\-j \\ -/

Anhldrollkorln
netlodida

lY dr:

V
.Y'
rV
\)

Ganbar 11. Reaksi deqradasi Me.


Pda fugradasi Eynde, pemutusan ikatan c-N terjadi, dari beberapa
kemtngkinan, pada ikaran c-N.yarrg dlaktrfkan oreh gugus atlrir( (c{{-
N) atau guglls benzilik (C6H5{-N). Oleh karena itu, pada ontoh-contoh
seperti tertera pada.Gambar l1 pemutusan terjadi pada ikatan c-N di
nrana atcm c terikat largsrnq pada cincin benzen (atcm c-benzirik).
@radasi nmde dapat. pula dilakukan beberapa kali bertunrt-turut

67
urtuk nenyirqkirkan aton nitrogen dari nolekul alkaloid
semula, seperti
diaontohkan oleh anhidrrolikorin rnetiodida dalam
c,ambar 11. Akan tetapi,
dalam praktek yang lazirn dilakukan ialah kombinasi antara
reaksi
Hofmann yang diikuti oleh reaksi Elnde, seperti
terlihat pada degradasi
kriptaustolin yarg tercantuun pada Ganrbar 12.

cri3o
cH30

i - ctt, CHjI CHrO 2xHofmann


-- r
KOH
o\
Kriptaustolin \-J
oCH3
cH3o

")
cH3o \i Hr /Hi (CH:o)zS0z
(cH3) 2=-----+ CH3)2

v-\ I

\\.,/ OCH3
oCH3 ocH3

CH3O
CH: CH
3
+
cH3o Na/Hg ns
ll( CHI ) r Emde

0cH3
ocH3 oCH3

Ganbar 12. xombinasi antara Degradasi Hofmann dan Emde pada


Kriptaustol in.

c. Reaksi Sianooen Bromida Von Braun

Reaksi von Braun juga digunakan untuk menetapkan posisi


atom
nitrogen dalam molekul alkaloid, yanq didasarkan atas prinsip
berikut.
Bira suatu amina tersier yanq merqandung sedikitnya
sebr:ah gwus arkil
direaksikan dengan sianogen bromida, Br-CN, akan
terjadi pemutusan
ikatan c-N antara gugus arkil dan atom nitrogen. pada pemutusan
dihasirkan suatu alkil brornida dan suatu sianamida yanq
ini
tersubstitusi
rargkap. Reaksi ini secara umum dapat ditunjukkan
sebagai berikut.

68
':-

Rzl A{
\..'l
.\ '/ /
R3N BI-CN =+ Br- + ' N+ -----oR-Br + R"N-O{
/\
Anirta Sianogen Alkil Siananida
tersier brcrrida brcrnida

BiIa amina tersier yang digunakan dalam reaksi j"ni tidak simetri,
di mana gugus-gus alkil yarg terikat pada atom nitrogen tidak sania,
pemutusan ikatan C-N pada prinsipnya dapat terjadi pada salah satu dari
tiga posisi. Dalam hal demikian, ikatan C-N akan diputuskan sedemikian
rupa alkil bromida yang dihasilkan berasal dari gugus alkil yang
terkecil. Misalnya, metildietil amina beraksi dergan sianogen bronida
menghasilkan rnetil bromida, Begitu puIa, ester N-metilkarpamat
menjalani reaksi von Braun merrghasilkan metil bromida. Reaksi-reaksi
seperti dimaksudkan di atas tercantum pada Gambar 13.

cH3cr12
) * -cH3 + BrCN CH3Br ( cH3CH2 ) ZN-CN
CH3CH2

Metil bromida Sianamid a


-)
t',tet.il dietil anina

lt
H3c.l'- n A
BrCN
CH3Br * a\
II
tcnr)7cooR H:C (cH2)7cooR
.l LI

I
CH: CN

Ester N-nEtiIkarpamat
(b) Hofnann

?ft1.cur (a)
(,P
,i:."T* o
)r,,r,rcQc'3,2
ocH3 (a) ocH3

Hldrokortanin

Ganbar 13. Dagradasi \bn Braun.

69
seperti terrihat pada Gambar 13, hidrokortanin bereaksi dengan
sianogen brornida yarg menlrebabkan putusnya -pada
ikatan c-N [r"r-r,r.
Hal ini berbeda dergan reaksi Hofmann di mana pemutusan
ikatan c-N dari
hidrokortanin akan terjadi pada posisi _2,3.
Dari contoh ini, di mana
reaksi Hofmann dan reaksi von Braun dapat memutuskan
ikatan c-l-i rnasirq-
masirq pada posisi yang bersebelahan, terlihat
bahwa kombinasi antara
kedta teaksi ini berguna untuk konfirmasi posisi
atun nitrcgen dalam
molekul alkaloid semula. Dergan perkataan lain,
hasir reaksi von Braun
dapat digt'nrakan untuk mendukung hasir reaksi
Hofmann, atau sebaliknya.
Dalam penetapan struktur alkaloid, hasir-hasil
yang dipemleh dari
reaksi \Dn Braun lazimnya ditransfomasikan rebih
ini, reaksi yang dapat dilakukan terhadap bronida lanjut. untuk maksud
yang dihasilkan
antara lain ialah debrominasi reduktif atau substitusi
(misalnya oleh CN'). Sedargkan, reaksi nukleofilik
transformasi yang C"*, Oif.fr_
kan terhadap gugus sianamida yang dihasirkan antara
hidrolisa lain ialah
asam menghasilkan amina sekunder, via asam
karbamat yang
berdekarboksilasi seeara spontan. Reaksi-r"ut=r
dimaks'dkan ini terlihat pada
;"";;;u'rr r-nn
contoh yang tercantum pada Gambar 14.

Gambar I4. Transformasi darl hasil_hasi1 degradasi


von Braun.

10 lcd
x(
o ct
ocH3

a}1
\-X.-
-zcN
n( -ar, CN ,/"
n

Y CH2Br 0
0CH3
0CH3

-l

//o
l,1\ rCoou
t"5
aut --+ ( HN(CHa)+C0rI
CH2Br J
-
CHrBr \
ocH3 ocH3
Asarn karbamat

70
BrcN
OC0CH3 -- OC0CH3+Cil3Br

PeeudotropLn asetat

Norpseudotropin

Hidrolisa asam dari suatu sianamida menjadi, amina sekunder, via


ac:m karbamat, kadangr-kadang dapat digurakan untuk menyingkirkan gugus
metil {demetilasi} yarrg terikat sebagai gqus F.-metil (-NGI3). Contoh
dari reaksi ini terlihat pada pengubahan pseudotropin asetat menladi
rorpseudotropin seperti tercantum 'pula pada Gambar 14.
Ketiga reaksi degradasi seperti'telah diuraikan di atas, yang
melibatkan gugus amino dalan molekul alkaloid, sangat berguna dalam
penetapan struktur alkaloidr bahkan ,tetap digunakan mendampirrgi cara-
cara analisa instrumen yang modern. Keunggulan dari ketiga cara
&gradasi tersebut tidak lain disebabkan karena salah satu cara dapat
digunakan untuk mendukung cara yang lain. Atau, jika salah satu cara
tidak berhasil digunakan dalam suatu hal tertentu, pergqunaan cara yang
lain dapat dicoba untuk nrengatasinya.
Selanjutnya, perlu dicatat bahwa penetapan struktur alkaloid
kecuali menggunakan cara-cara degraciasi tersebut di atas, dapat pula
rerqEtnakan cara degradasi oksidatif, atau kombinasi dari berbagai cara
ini. Sebagai contoh ialah penetapan struktur kokain seperti tertera
pada Ganbar 15.

/CO?CH?
r \ \ H2o a\^ .,, COrH cror
(/lrhococunr-- (2t'l-)on -*;-
Kokain Exgonin

(|Tf o''-7'
A----\ Krcrro- ,\-._
L-r"--_--.ort
co2H
Hofmann

Tropinon Asan tropinat


.CH CO H

,/22
(.CH2)
3
- cH2corH
. Asan pfuelat
C,anbar 1S. regradasi Kokain.

7l
4.2.2 Latihan 2

Berilah tanda silang pada huruf B jika pernyataan di bawah ini


Benar dan huruf S jika pernyataan Salah.

I) B -S Pada r.eaksi Hofmann, eli"minasi amin dari tetraakil amoniurn


berlangsung sedemikian rupa sehj-ngga olef in yang
terbentuk mempunyai substituen denqan jumlah terkecil.

2) B - S Penyingkiran atom nitrogen dari molekul higrin


menggunakan cara degradasi Hofmann memerlukan metilasi
tuntas oleh tiqa kali reaksi Hofmann.

3) B - S Metilasi tuntas dari higrin diikuti oleh hidrogenasi dari


olefin yang setiap kali diperoleh merrqhasilkan 2 - heptanon,
sama seperti yang dihasilkan oleh isopel-etierin.

4) B -S Degradasi Hofmann dan degradasi emde akan salirq mendukung


dalam penetapan struktur dari rneskalin, karena kedua reaksi
ini akan menghasilkan 3,4rS-trimetoksistiren.
5) B - S Gugus metil yang terikat sebagai N-metil pada laudanosin
dapat disubstitusi oleh atom hidrogen bila laudanosin
direaksikan dengan sianogen bromida di ikuti oleh hidrolisa
asam dar i s ianam ida yang d ihas i1kan.

5) B - S Kerangka heterosiklik dari hiosiamin dapat ditetapkan oleh


reaksi hidrolisa yang antara lain merqhasilkan tropin, atau
oksidasi dari hasil hidrotisa ini menghasilkan tropinon.
Kunci Jawaban Latihan 2

1) B 4)s
2)s 5)B
3) s 6) B
4.2.3 Rang kuman

Penetapanstruktur alkaloid dapat dilakukan menggunakan cara-cara


analisa instrumen dan spektroskopi atau cara degradasi. Iazimnya kedua
cara ini digr:nakan di mana yang satu komplementer terhadap yang 1ain.
Reaksi-reaksi yang digunakan pada degradas.i molekul alkaloid
didasarkan pada pemutusan ikatan karbon-nitrogen, yakni reaksi Hofmann,
reaksi Dnde, dan reaksi sianogen bromida dari von Braun. Reaksi tlcfmann
dan reaksi Emde berrangsung terhadap senyawa tetraakir amonium,

72
sdanqkan rpaksi von Braun berlangsurrg terhadap amin tersien- Iazirirnfa'
dalaln peretapan stnrktur suatu alka.loid, salah satu fari ketiga reaksi
ini diguEkan dan didukung oleh sqalu reaksi yarq lairu
Kecuali ketiga reaksi yang spesifik untuk alkaloid tersebut d{'
atas, cara degradasi oksidatif dapat pula diqunakan untuk penetapan
stmktur suatu irdividu alkaloid, atau kombinasi antara cara oksidatif
dan ketiga reaksi spesifik tersebut.

4.2.4 Tes Formatif 2

Lingkari a, b, c, atau d pada jawaban yang Anda anggap palinq


tepat.

Perhatikan dengan seksama struktur dari empat senyawa berikut'


Ksnud ian j awablah pertanyaarrpertanyaan ber ikutnya.

b.

Q cH3

Beladln
h' (cH3),
d.

cH3o

d)
Hzc
H2Br

Pertanvaan:

f) Beladin (struktur tercantr-rn di atas) pada degra-


dasi Hofrnann nerqhasilkan senyawa: cd

2l Senyawa arin, hasil degradasi Hofinann terhadap


beladin, bila diuraikan lebih lanjut oleh reaksi
me, nerqhasilkan senyawa: a. .'d

3) Bila degradasi tsnde dilakukan largsung terhadap :

beladin' snyawa bebas nitr.ogen yarq dihasilkan


ialah: dn -'b

73
4) Dari keenpat senyawa tersebut di atgs, senyaea
yang dihasilkan oleh reaksi von Briun terhadap
beladin ialatr: bc
5) Blla senyawa sianamida yang terbentuk pada reaksi
beladin dan sianogen bromida dihidrolisa oletr
dssq1, dan tnsil hidrolisa ini direaksinya dergan
netil yodida, akan diperoleh senyawa: a bc t
d

4.2.5 LrnDan Balik dan Tindak Laniut


Cookkanlah jawaban Anda dergan Kunci Jawaban Tbs Formatif 2 yang
ada di bagian akhir modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
IEruasaan Anda terhadap materi Kegiatan - ElieLajar 2.

Rumus:
.tunlah jaraban Arda yarg,benai x 100t
Tirgkat [EtE uasaan =
.5"

Arti tirgkat perguasaan yang Anda ..t,t


capal:
1'

90t - 1001 = baik sekali


80S- 89*=baik
?0t- 79t=crrkup t_
59* = .kurang .,. i
!

Ihlau Arda nencapai tlngkat ,[Frguasaan 80t .aEau lebih; Anda.dapat


nerenrskan den3an Kegiatan Belajar 3. Bagust Tetapi, bila .kurang,,darl
80$ Anda hanrs nengul4ngi t(egiatan Belajar 2, tenrtama yarg belum. Anila
kuasai

:f

74
4.3 Kegiatan Belaiar 3

PETAIA.tf, ULANG IIAX STITESA AIIAIOID

4.3.1 Uraian dan Contoh


Sebagainana telah diuraikan sebelunnya, ditinjau dari segi kimia
alkaloid adalah golongan senyawa organik bahan alam yang sangat
heterogen. Senyavra-senyawa alkaloid memp.:nyai struktur molekul yang
sederhana, seperti higrin dan horderin, hingga struktur yang kompleks,
seperti morfin dan striknin. Mengingat struktur molekul yang sangat
benrariasi ini, tidaklah menqlerankan apabila alkaloi.d dapat melakukan
berbagai reaksi dengan banyak jenis reagen. Salah satu dari.banyak
reaksi itu, ialah penataan ulang alkaloid yang akan diuraikan,di' bawah
ini.
Oleh karena struktur alkaloid sangat bervariasi, sintesa senyawa-
senyawa ini mempakan pgla tantangan bagi para kimiawan. Sintesa ini
tidak hanya dimaksr-dkan untuk mergembangkan ilmu kimia organik, tetapi
jr.rga untuk membuktikan struklur dari individu alkaloidr. dan'maksud-
maksud komersial dari alkaloid sintetik. Pada kesempatan ini akan
diuratkan pula beberapa aspek sintesa alkaloid yang bersifat unUrltr
khususnya yang berhubungan dengan pembentukan cincin-lheterosiklik
nitrrcgen.

a. - Penataan Ulsng OIeh Katalis Asam


:1I.-- -
Sebagian besar ctari penataan ulang alkaloid berhubungan erat dengan
adanya aton nitrogen yqrg bersifat baqa di dalam molekul..At,9rn.nitroqen
ini mudah diserang oieh asam, misaJnya proton, menghasilkan,garam
ininir.rn yang kreatif yang nerqrgerakkan penataan ulang. i:\..

Salah satu jenis penataan ulang alkaloid oleh katalis asam.ialah


penataan ulang yang didasarkan atas prinsip sebagai berikut. Suatu
gugus enamin (-C=C-N-) mudah diserang oleh asam menghasilkan garam
iminium, yang selanjutnya diserang oleh suatu atcrn karbon nukleofilik
baik benrpa enol maupun ferpl. Prinsip dari penataan ularq ini terlihat
dari contoh sepertt @rcantun pada C"ambar 16.
Se@aimana terlihat pada Ganbar 16, papaverin mengalami penataan
ulang bila direduksi oleh timah dan asam klorida rnerqhasilkan paviru
Pada penataan ulang ini, papaverin pertama-tama direduksi menjadi
tlnman lrHihidrolsokuirrolin, yarg merqandung gqus enamin" Protonasi
darl enamin ini selanjutnya nenghasilkan garam iminium, kemudian
diikuti oleh serangan karbon nukleofilik (atau substitusi etektrofllik
arrcrratlk ) nerghasilkan pavin

t-5
t
iil
ill
rll
hpat dicatat bahwa kerarqka karbon dari nplekul pavin diternukan
ptrla pada beberapa alkaloid a1am, seperti argenonin yang berasal dari
l
tunbuban mar!,a Arqembne dan eskoltzin yang ditemukan pada tuabuhan dari
rnarga Eschstpoltzia" Ditemukannya alkaloid jenis ini di alam memberi
petunjuk bahwa penataan ulang seperti diuraikan di atas mer4akan salah
satu dari reaksi biosintesa yang dapat terjadi dalam transformasi
alkaloid tunnan benzilisokuinolin.
llr

I
:

Argemonin Eskol tzin


/tl
IIC,
-c- C.N- H+
\llrl t/: /'\-
-C- C=li- t.--1, rrl
-c-c-N-
H* t/ ir\'/ l.tl
H -U-
Enamin
\_--l
Garam lminiuur {

H*

cH30 cH3
Sn
--------a
,l
( llr
HC1
r'in -------t
cH3
NH
cH3o

o)
\-, ocH3
ocH3 ocH3
Papaverin
I

t
H
cH3o t+

.CH:
3
Pavln

; Gairbar'16.'Penataan Ulang alkaloid oleh Asan. '

;Reaksi lnnataan ularg tersebut di atis' telah digunakan pnrla untuk


keperluan sintesa, misal.nya sintesa norkoraiiAi.n (suatu alkaloid
berberin) seperti, terlihat dari rangkaian reak3'i berlkut.

76
ctr30

cli30

OCH3

Norkoralldln
3
suatu jenis lain dari penataan ulang alkaroid yarq dikatarisa oleh
:asarn ialah penataan,.ularq jenis Wagrer=Heerwein (lihat raodul pertanna),
dari suatu Oieniin atau dienol maslng-rnasin! menghasllkan fenol dan
benzen.. Penataan ulang ini, secara umum ditunjukkan s,epertl tercantum
pada Ganbar L7.

Qsru-ft*+,
Dienon Fenon

(?Hz

-H
H*
rlt -E-o'Pd*QL
X
RR
rl.lenol Benzen

DiersrFenol dan DienoI-F n?En.


Sistern dienon dan dienol ditemukan pada banyak a1kalotd.sisten
dlenon ditemukan antara raln pada alkaioid proaporfin, yang dlduga
berfungsi eebagai senyayra antara dalam biosintesa alkalold aporfln,
nelalui penataan utarry dienol-fenol atau dlenol-benzen selErti dlrnaksud
di atas. '

77
Kerargka proaporfin Kerangka aportan

ontoh dari penataan ularrg tersebut di atas ialah reduksi tiF


Suatu
netilkrotonosin (suatu,alkaloid proaporfin) derrqan natrium borohidrida
merghasilkan suatu dienol, yang selanjutnya mengalami .penataan ulang
oleh asam klorida rnerghasilkan suatu alkaroid aporfiru Begitu pura, g
met,ilorientalinon (suatu alkaloid pnoaporfin) merqalaml penataan ulang
oleh asam menghasilkan o-metilkoridin dan glausin. Reaksi penataan
ulang seperti dipaksudkanlni tercantun pada Ganbar Ig.

Ganbar 18. Penataan Ulang Alkaloid Proaporfin menjadi A1kaloid


. Aporfin oleh Asan.

tro

\ CHe r
cHl c II3 \"g
NaBH4 HCl

--
N-Metllkrotonogin

o
(b) H
CH

CH
Ln3 cH3o \u:
H+ cH30
GP
cHz
OCIl3

$-Me.tllorientalinon o-MetllkoridLn Glaueh

7&
b. Penataan ulang oleh katalis
T:-
basa

Penataan ulang alkal'oid oleh katalis basa j-uga.-m6UOickan aton


nitrogen yarg terdapat dalam rnolekul alkaloid. Penataan ularg ini, pada
prinsipnya, adalah kebalikan dari reaksi kondensasi '|ring dikatalisa
oleh basa (kondensasi aldol, Claisen, dan Michael) di mana gugus imin
atau garam iminiun nerrgalani pemutusan.
fI t^
Y rr-I n./,/
-l
oH H
\ / ..:
./": \
(
--+ /l
iz /\
NH + O=C

"t , ':l:. :':,i j


Garan iminiun
'p.u;
Penataan uruno , jenis ini antara lain *rrl-tU* skopinon
metobromida, yarq dalam kordisi basa dari reakli"Hotmann, menghasilkan
m-hidroksibenzaldehida. Penataan ulang ini iliiuri3uXnan seperti
tercantum pada Gambar 19.
\
(cH3)2 N
*f'
oH-
fut {
cH3-
g:ri +
N
HO tn H

Skopinon metobromida
I

.!-
\
I
li(cH3)2 : N(CH3 ) 2

OH
-----+ ---+oo.-Qo,,
I
H
(cH3)
2
+ wrr(CH:) z
Garan funlniun...r, ,. /
i' I Ganbar 19. penataan Ulang Skopinon oleh Katalis Basa.',

79
Pada penataan ulang skopinon tnetdutrlda, seBerti tercantun pada
Ganbar 19, reaksi Hofmann didahul-ul oleh serangan nukleofil-ik
intramolekuler terhadap cincin epoksida menghasilkan cincin
sikloproparr. 'Salanjutnya, reaksi Hofmann dari tunrnan siklopropan ini
diikuti oleh pembukaan cincin siklopropan menghasilkan garam
irninium, yang akhirnya menqjalami hidrolisa menghasilkan m-
h idroks ibenzaldeh ida .
Contoh lain dari penataan ulang alkaloid oleh katalis basa ialah
transformasi kerangka indol menjadi kerarqka kuinolin 'ttansformasi ini
dicontohkan oleh 2-metiltriptofan yang mengalami penataan bila
direaksikan dengan natrium hipoklorit dan basa menghasilkan 4-
asetilkuinolin. Penataan ulang ini, seperti tereantum pada Gambar 20'
merupakan penjelasan yang rasional dari transformasi sinkonamin menjadi
sinkonin di dalam jaringan turnbuhan.

Ganrbar 20, Penataan U1ang Indol nrenjadi Kuiroli-n.

9n

W*i4ffi-
3-Met11 triptofan
"11

CU:

!n-
NIt
:'

+
c1
,o +
a_*, c1
+-
I
C

4-Aset11ku1no1ln

Sinkonamln Sinkonin
co Reaksi Bi schler-Napieral sk i
Reaksi Bischler-Napieralski seringkali di-gunakan untuk sintesa
alkaloid yang cincin isokuinolln, tetrahidroiokuinolin, dan
mergandung
p -karbolin. Prinsip dari reaksi ini ialah siklisasi oleh dehidraei
-qdini;i-fitliis]
( giklodehidrasi,) dari 0 -arilgtilarnida denffi td;

80
inoliru rlL!eP9eLue{Ls*}#isrei
Untuk *----%.-:*rq
ini, B -
-arilleti} amina dan
oi!rn3""$ls!;^F"a.k"sr..qngpre/-:er*lg"*-ilqg-llp*H
, ;il *-Jr.n.i'. -. .nn,rjfj-qg--*9,i"{L'
!I"o-qig,?,
-::-'::_--_,.:".i..-"::
i'tau est-3r..sedargkanr0-ariletilamina
+Ft dibuat, dengpn nergqunakan nehksi:reaksi y.arq lazirn dikenal.
Reaksi:$legeli{:::}_g::i*[:-arl-l:9*sll{**]-x-inlv-e*-oJ}"abs]en
dengan adl-nya fosfoioksikJ-or-ida, .fosforperrg,Ellorid.a, atau
fosforpentaoksid;.--'$i;niiirn/d','"'perru di inqat bahwa reaksi
siklodehidqasi ini pada prinsipnya adalah reaksi substj.tusi
elektrofilik intramolekuler pada cincin aromatik. OLeh karena itu,
beperti lazirnnya reaksi substitusi elektrofilik arcnratik, kelancaran
reaksi ini ditentukar oleh substituen pada cincin benzen Adanya gWus
fungsi -o.}pi.gg1, seperti guguq. Tgt;qlgil' pada cincin benzen akan
nenbantu kelancaran reaksi ini,
Reaksi-reaksi seperti dimaksud di atas .tercantum pada Gaarri>at 21.

Ganbar 21. Rangkaian Reaksi aischler-,tilapieralski. w

ttro-ffi ..1
cH30{

\,/Y* -+ T -NH --|


It-0H
JI
'y
R 'tSt
{.F R\+
p -erilettlamida
G cH30
I
c
I
R
-ertletllarnlna

-ff{
0
3,4-Dlhtdro-
f\ isokuinolin

en,,
KCN
.F- "^a,.

].crirnoz ,...--

ry"' tJ ,: :r:

8t
Selanjutnya, senyana-$nlrawa 3,4-.dihidroiskulnolln'yarq dihasilkan
dari reaksi Bischler-Napieralski dapat dirubah oleh reduksi rnenjadi ''
senyayta-enlrawa tetratridroisokuinolin, atau oleh dehidrogenasi dengdn
paladium menjadi senyawa-senyawa isokuinolin. Ttansformasi ini terlihat
pada sintesa laudanosin dan papaverin seperti tercantun pada Cenrbat 22;
Reaksi Bischler-Napieralski dapat pula dilakukan menggunakan 0-
indol i letilam idar yang analog dengan p -ar i le ti lam ida, menghas i lkan
alkaloid irxjol. Reaksi ini terlihat pada sintesa harmalin'dan harrnin
seperti tercairtr:m pada Ganbar 22.

Gernbar 22. Reaksi Bischler-Napieralski dalam Sintesa Alkaloid Jenis


Fenilalanin dan Jenis Indol.

cH3 .'rQ4,
cH3
: NHT .-) cH:
*/
l\q'l
)ry
0cH3

0cH3
', ti

i) i)
cH3 cHg
I . CH31

2 . NaBHa
cK\o 'f CKlA

OCH3

0cH3 ocH3
Laudanosin
cH3

Pd/C CH:

Papaverin

( CH3c0 ) 20
Pzos

\h
N

CH3l
r:..lzt

pa/c
__+ cHl

Harmalin Harmin

8Z
d. hakel plctet-Spengler J

'' Sana seperti reaksi Bischler-llarpieralski, Laksi pictet-gergler


sangat berguna untuk s intesa - arkaloid . i,sokuinolin,
tetrahidroisokuinolin, dan A-karbolin. prinsip dari reaksi pictet-
Spenglerialah@,dimanasautup-ariIeti1arnina
berkondensasi dengan suatu aldehida, dengan adanya asam, rangsung
nerghasilkan suatu tetrahidroisokuirroliru pada kondisu ]rang sanai su:itu
0 - indol i le t i 1 am i na akan menghasilkan suatu p-karbol in,: Reaksi-reaks i
.
yang dimaksddkan ini, terlihal pada sintesa salsolidin.dan el,eagn-in
seperti tercantum pada Ganbar 23.

Ganbar 23. Reaksi pictet-Sperqler dalam Sintesa Alkaloid.

cH3Y\r^) c'"gzo cH:


^-4'\ H
+

' -H -------| itl


cr3d\-/
NH2
cH3 .'\l /;z
I
N

CH:

.l
*ro'-ft\fi] CH: .1
*
l-- lJl '--NH ----+
cll3o- ( cH3o
-' CH: cH3

Sa1 so 1ldin

,rr"! -:$,
cH3
Eleagnj-n

hlam reaksi Pictet-Spengler, dapat pula digunakan formaldehida


e@ai konpnen aldehida untuk berkondesasi dergan amina. Reakgi ini
brllhat pda sintesa tertrahidref -berberin larrg tertera pada Gamhlr
24.

83
l
Ganbar 2{. Reaksi Pictet-Spergler derqan Formaldehida. v'

ll t- :

(Kn'., \cZ.t +iH*


<:
'ifi
Nl
).tt

0CH3

,/o
\o

Tetrahidro cH3
berberin
ocr{3
4.3.2 Latlhan 3
,1!
.'... ]:

1) I\rlislah mekanisme reaksi dari Lransformasi senyawa enanin berikut'


yang berlargsunq dergan kalimat asam.

(Ylo
V-
(,
-/
Senyawa enamtn

2) ' Berilah struktur senyawa F-ariletilamida yang dihasilkan oleh


kondensasi antara etil asetat senya$ra l-ariletilarin.

CH: 0
+ tl
cit^-c
r1
oc2H5
Senyawa p-arLI etilaroin

3) Tulislah mekanisme reaksi penataan ulang orientalinol nenjadi


alkaloid turunan aporfin berikut, yang berlangsung dergan katali-e
asam.

84
+
H

-----|'
cH3o
cH30 r-\
t'-
z
Orientlinoi Senyawa aporfin
4) Berilah struktur senyawa yang dihasilkan oleh reaksi gischler-
Napieralski dari senyana F-ariletilamida berikut, menggunakan
reagen seperti fosforoksiklorida, rcC13.

ffilo
POCl:
,
cH3

CHrJa
Senyawa P -ari1 etllamida
5) Berilah struktur senyabra yang dihasirkan oleh reaksi pictet-
sperqrer antara triptanin dan senyawa aldehid berikut.

H\-C'
+
G-t1,.,
't'O +
qoocH3
H
-------J
TYiptamin

Jawaban Latlhan 3

1) Transformasi ini adalah reaksi dasar penataan ulang arkaloid yanq


berlangsurry dengan kataris asam, seperti diperlihatkan oleh contoh
pada Gambar 4.15. pada transformasl ini, gugus
meti.r pada posisi-a
terhadap gugus karbonir, daram bentuk enor, akan menyerang atom
karbon dari gugus iminium y4p tdrbentuk.
' -,

2l struktur senyawa F-ariretilamida yang dihasilkan oleh kondensasi


ini ialahs

cHg

8s
3) reaksi ini ialah penataan ulang alkaloid jenis proaporfin menjadi
aporfin seperti tercantun pada Garnbar 4.17. Pda orientalirnl, init
ierjadi penataan ularg dienol-benrcn yang melibatkan ikatan karbon-
karbon antara cincin benzen dan sistem dienol.

4) Reaksi Bischler-Napieralski ialah transfomasi suatu 0-ariletilamida


menjadi suatu 3,4-di-hidroisokuinolin, dan dalam hal ini senyawa
3,4tihidroisokuinolin yang dihasilkan ialah:
CH:

s) Reaksi Pictet-Spengleq ialah sintesa suatu tertrahidroisokuinolin


oleh kondensasi antara suatu A-ariletilamin dan suad,u aldehid. pda
soal ini, reaksi yang ,terjadi analog derqan sintesa eleagnin yarg
tdrcantum pada Gambar 4.22. dan senyawa tetrahidroisokuinolin yang
dihasilkan ialah: "
":, f

(|,
\-/-*
cH.J

4.3.3 Ranqkr:man

Banyak senyawa alkatoid dengan mudah merqalami lrnataan ulang baik


oleh kataris asam atau basa, dan banyak di antara penabaan ulang lni
melibatkan partisipasi dari atom nitrogen dalam molekul. Salah satu
jenis penataan'ularrg alkaloid oleh katalis asam ialah sebagai akibat.
dari prubahan sistem enamin menjadi garam iminium yang reaktif, yang
dapat diserarg oleh suatu enol atau fenol.
Suatrr jenis lain dari penataan ulang alkaloid oleh katalis asam
ialah sebagaimarta sering ditemukan pada transformasi alkalold
proaporfin menjadi alkaloid aporfin.'pada penataan ulang ini suatu
sistem dienon dirubah menjadi fenol, atau suatu sistem dierpl diubah
menjadi benzen, dilkut,i oreh perpindqhan L2 &ri jenis penata4n ularrq
I{agner-Meenrein.
/

86
'' aikalotd' tertentu dapat pula mengalami penataan ulang yang
uerrang$nq katalis basa. Penataan ularg ini rnei'ibatkan pernutusan
"r"n y"tg dikatalisa
lkatan rrarg nenrpakan kebalikan dari reaksi.kondensasi
oleh basa, sepertiI kondensasi aldol' kondensasi Claisen' "t"1,
'
"- -neaxsiltlicrrael.t'
kmdensasi
Bischler-Napieralski dan reaksi Pictet-spenglel sanoat
cincin
berguna daram sintesa alkaroid, yakni yang mengandung
isoku inol in, tetrahidroi soku inolin, atau A-karbolin' Reaksi
Bisdiler-
0-
Napieralski pada prinsipnya ialah siklodehidrasi dari senyawa
ariletilarnida menjadi senyawa 3,4 dihidroisokuinolin' atau A - dari
indoliletilamida menjadi senyawa 0-karbolin' Sedangkan' prinsip 4 -
reaksi Pictet-Spengler ialah reaksi t'lannich antaramenghasilkan
senyawa
ariletilamin atau 0-indolinetilamin dergan suatu aldehid'
senyawa tetrahidroisokuinolin atau F -karboL in'

4.3.4 Tes Formatif 3

paling
Lingkarilah a, b, c, atau d pada jawaban yang Anda anggap
tepat.

Perhatikan dengan seksama struktur dari empat senyawa


berikut'
kenrudian jawablah pertan]'aan-pertanyaan berikutnya'

CH3YY\ cH30

c5HscH2Y\/ BzO

U-'r.r,
\-ll- o*r2c6Hs
ocH3

ii 9cn:

ry
1)
-narl
keempat senyana tersebutt seriyawa Yang
' );:

: dihaeilkan oleh kondensasi antara kedua seniawa


c
berlkut lalah:

87
r....: "I' ^l

cHt
.. tt.

C5,H5CE2 1.*r."rJ1/

Z) Darl keempat senyawa tersebut' senya!'a yang


dihasilkan oleh reaksi Pictet-Spengler dari
senyawa berikut, ialah:
CH:
HCHO
+
)
BzO
H

3) Dari keempat senyawb tersebut, senyawa yang dapat


rnenqhasilkan senyawa berikut rnelalui reaksi
Bischler-NaPieralski ialah: b
1
CII30.
v\
BzO \i

4) Dari keempat senyawa tersebut, senyawa yang dapat


digunakan untuk sintesa senyaYta jenis pavin
berikut, ialah: bcd.
CH30

5) Dari keempat senyawa tersebut, senyawa yang dapat


dihasilkan oleh kondensasi. kedua senyawa berikut
diikuti Bischler-Napier:alski lalah: b
I

CH:

cH3
Bz

OBz

8a
{.3.5' U{npan Balik dan Tindak Lanjut
Oookanlah hasil
jawaban Anda dengan Kunci Jawahin 1bs Formatif 3
lranq tncapat. di belakarq nodul ini. Hiturglah jr:mrah jawaban'Arcu y.r,g
benar. Kemudian grunakanlah n"mus di bawah ini untuk mergetahui tirrgkat
perquasaan Arda terhdaf materi Kegiatan Belajar 3.

Ii.mrs:
Junlah jawaban Anda yang benar
Tirgkat perguasaan = x t00r
5

Arti tingkat perguasaan yang Anda capai:


90t - 100t = baik sekali
80t- 89t=baik
70t- 79t=cukup
69t = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan gOt ke atas, Anda dapat


rnenentskan ke Modu} berikutnya. Bagus! Tretapi bila tingkat pergrrasaan
Anda nasih di bawah gOt, a16u harus mengulangi xegiatan Belajar 3,
terutarna bqian yarq belum Anda kuasai. ' :

89
Kuncl Jawaban Tes Fomatif

5.1 Kunci Jawaban Tes Formatif I


1) Jawaban yarq benar: c. Cukup jelas bahwa senyawa ini adalah satu-
satunya dari keempat senyawa tersebut yang mengandung unit A -
irdoletilamin berikut.

ll
,)

2) Jawaban yang benar: d. Seperti ditunjukkan oleh Gambar 7, retikulin


adalah senyawa antara dalam biosintesa alkaloid tetrasiklik turunan
berberin dan alkaloid penta siklik turunan morfin. Dari keempat
senyawa tersebut tidak terdapat turunan morfin, dan senyawa (d)
adalah satu-satunya yang merupakan turunan berberin.

.3) Jawaban yanq benar: a; Reaksi rangkap oksidatif fenol dapat


membentuk ikatan karbon-karbon antara psisi orto atau lnra dari
grryus fenol. Reaksi ini dapat terjadi antara,cincin arornatik A dan
cincin aromatik C dari ret,ikulin'pada posisi-posisi tersebut di
atas, rerqhasilkan senyatra (a) . /

4) Jawaban yang benar: b. Senyawa anbara dalam biosi.ntesa retikulin'


seperti tercantum pada Gambar 7, adalah senyava norlaudanosin,
yakni senyawa (b).

s) Jawaban yang benar: d. Seperti rlitunjukkan pula oleh Gambar 7,


oksidasi gugus -N-CH3 dari retikulin menghasilkan senyawa iminr
yarg dapat diserang oleh atom karbon nukleofilik fenol rnenghasilkan
turunan berberinr fane sesuai dengan s"ny.rr.'{d)

5.1 Kunci Jawaban Tes Formatif 2

I) Jawaban yang benar: c. Karena degradasi.Hofmann memerlukan atom


hidrogen yarq terikat pada atgm C-0 terhadap gugus nitrogen amina'
yang ditemukan pada unit A-ariletilamin dari beladin, rerghasilkan
sen],ahrEr (c) seperti reaksi berikut.

90
t- '

.*roO___-..
9cltg
#'
n.-.-)
n'.r cH3o
------*
KOH
*rt. \
N
Hofman

l
I cHl
CI{g 0Cilr 9cHr
/\
lJ
cH3o^ f*,
i tl
I
\-, rl +
\rA-- t*",
\,-i
i

/ ' r.. t

z\ Jawaban yanq benar: a. Dari jawaban terhadap soal (1) di atas


terlihat bahwa senyawa amina yang dihasilkan oleh degradasi Hofmann
dari beladin ialah N,l,t{imetil 3,4-dimetoksi-benzil amina' senyawa
aninainipadar.eaksiErdemenghasilkansenyawa(a).

3) Jawaban Yang benar: a. Reaksi Emde terhadap be)-adin akan menyebab-


sehingga
kan PutusnYa ikatan C-N dari gugus benzilik, Ar-C-N,
nenghasilkan senYawa ( a)

Jawaban yang benar: d. Reaksi von Braun terhadap


beladin juga
4)
pemutusan ikatan c-N dari gtgus benzilik' Ar-c-N'
dan
merrgakibatkan
bromida
berlawanan dengan degracasi Hofmann, merrghasilkan senyawa
(d).

s) Jawaban yang benar: b. Seperti ditunjukkan oleh jawaban soal (4) di


atas, senyawa sianamida yang dihasilkan oleh reaksi von Braun pada
terhadap beladin mengandung unit 0-ariletilamina' YangMetil
hidrolisa asam,,akan rnerqhasilkan metil amina yarrg sebandirrg'
amina ini bereaksi dengan metil yodida menghasilkan
dimetil amina
yang sesuai dengan senYawa (b).

5.1 Kunci Jawaban Tes Formatif 3

,---.,-.'1),, p-ariletilamina dan benzil


Jawaban yang benar: a. Koryftnsasi antara
-F.-:' ;;;.'ti;i' *.nnikuti reaksi kondensasi seperti ditunjukkan oleh
corntoh pada C'anbar 2!, nerghasilkan senyavra
(a)'

2\ Jawaban yang'benar: Reaksi" Pictet-SPengler antara


c.
te trah idrobenz i I i soku inol i n dan formaldehid ini
analog dengan
contoh sePerti tercantum pada Gambar 24, menghasilkar'
tetrahidroberberin ( c) .

9r
"3) benar: a. Senyawa 3,4-dihidrobenzillsokuirplin dapat
Jawaban yarrg
dipemleh dari senyawa (a) menggunakan reaksi sikto&hidrasi dari
Bischler=Napigr_alski oleh katalis asam, sepert,i. contoh yang
tercantr-un pada Ganbar Zl-.

4) Jawaban yang benar: d. senyawa jenis pavin ini dapaf dihasirkan


oleh penataan ulang senyawa l,2-dihidrobenzilisokuirnlin (d) derqan
katalis asam' analog dengan contoh seperti tercantum pada Gambar
15.

5) Jawaban yang benar: b. Kondensasi antara"P-ariletilamina, dan


turunan'anhidrida ftalat ini mengikuti reaisi kondensasi seperti
tercantum pada Garnbar 22 untuk hermalin, merqhasilkan senyawa 3r4 -
dihidrobenzilisokuinolin ( c).

92
:, .l :3.. , r

-'J'iri.'

RalFh.,J. fes*brden dan Joan S. fesserden, Kimia @anik, Jakarta: Jilid


1 '(1983) dan .lilld 2 (1984), (Terjemahan A. Hadyana Pudjaatmika)'
Penerbit Erlangga,.
'' l.'

Ja{es B. Hendrickson, The Ho1ecules of Natrrr,e, ti&gw York: W.& Benlaml-rL


Ini.r 1965.

J.A. Joule dan G.F Srnith, Heterocvclic Chemistry, tondon: 2rd Ed., Van
tilctrard Reinhold Company, 19?8. :

Alexander tlcKillop, An Introduction to the Chemistnr of the Alkaloids,


London: Butten*orth & Co. Ltd., 1970.

Manfred Hesse, $kaloid Chemistrvr New York: John Wiley & Sons, 1981.

K.w. Bentley, The Chemistrv of Natural Products: Interscience


R:blishers, vol. f dan vol. \/fI The Alkaloids, 1965.

93
BUKU MATERI POKOK 6

ILMU KIMIA BIETRAPA SENYAWA IIRGANIK

BAHAN ALAM YANG BERGUNA

PKlM4438/2SKS/06

KIMIA ORGANIK
BAHAN ALAM

0leh

Prof. Dr. Sjamsul Arifin lctmad


DATTAB I SI

l. Pengantar

2. I\rjum Instrrrksional lftnrr %

3. I\rjr:ar Instnrksicnal Xhustrs 94

4. lGgiatan Belajar
4.1 Kegiatan Belajar 1 : Inn0{ Ujm, S:ERA!reGA 95
Uraian dar Contct' 95
Latihsr 1
103
Ranglc-urar 1 CY|
Tes Foruratif 1 105
tlmpm Balik dan Tindak Lanjur 105

4.2 lbgiarar Belaj ar Zz prcSfrAGlAtDIN 107


Uriao dan Ccmtctr 107
Latibm 2 116
narrghnan I
116
Tes Fo::matif 2 ir7
lnpcr Balik dar Tindak l,anjut 118

4.3 Kegiatan Belaj ar 3: ATTTLBIOTIK IE1TASIKJN 118


Uralat de, Ccrntcft r19
Latiha, 3 126
Ranglffirs) 126
Tes Forzratif 3 127
tlmpan Balik dm Tindak Lanjut
128

5. I(ne.i Jswaban Tes For-natif 129


*
6. Referensi 132
IIIflJ KIHIA 8n$rilu'A ' '
SEITYA}I\ ORGANIK BAIIAN AI.AIT YATS BERGTI.IA

l. Psteantar

Pacla lima moiul sebelumnya, Eelah diuraikarr dasar-dasar ilmu, kimra


dari gorongan-golongan uEama senyawa organik bahan aram. Gorongan-
golongan cersebut ralah cerprenoid, sceroid, sqryawa-senyawa tenol
golongan feirlpropanoid dan porikerida, flarrcnoig ! atkaloido pada
uasLng-masi::g' modul telah diuraikan pula berbagai variasr'*dalam
sErukcur :lotekul snyawa-sslyaqra yang Esinasuk masing-masing goJ-ong1n.
Kcagarnar: struktur sebagaimana dicsnukan dalam sstyawa orgiurik baha:r
alarn te.l-air dijelaskan da:gan mcrggunatn pergeahuan msrgsral- :rsar usul
biogenecik masing-masing golongan. seran-1umya, cara-cara kimia ya:u
digunakan uncuk m erB ecahui j alur bios :,nc esa masing-mas ing gorongan
telah disir:ggung pula"
|4oclul kesram ini akan moguraika:r rlnru kimra dan bebeapa sstyawa
orgar:ik bahan alam yang berguna dalam kehi<Jupan, aEau Eelah mernpcorefr
ba.ryak prchacian para ahli karsta pocansinya dalam maningkattn carat
hldup manusla. i'1t*:g:-ngac keEerbac.asan yang acla, irraka urala:r akan
dibacasr pada beberapa kelompok s*rryahra, rfKnr hr.rrmon ,s.erangg,a,
proscaglarrirn, ddr: .rntrbr-o':ik ceErasiKLin trr;'r-lrhnya keritsa reloopok
stnyawa rni drdas.rrkan irat.la keserjertranarrn tja_lanr irmtr kimialya, i:amull
tntrigal)d\x'lg b,rryak Lr:'rsr.rr ,,rditp: Etrupale:.] drisar
F.ltBL{alnran krmt-a organi}c
Di samping rcr-r, peltlrhari ini didasarkan pula oa,Ja irubungannya dgan
golo:a;al:-Bc)longa:; st:lyawd ya:rg celah aruraika;: rialain n;ocJul sebetignnya.
StLlangka:-1, ldtustrc mstgsral prostaglar.dm, perrillhait:lv;r i1:.il;isarkan pada
asal i't-sur bi.oge:trk yang betum druraikan sebeh:rrr::va, Dngiaj: danikia:r,
irraiir,r merge,ai rlmu kimia dari keti-ga kelompck sr:t-rdriiil rni akan,l.lp&E
mel ergkal-rL peigeEahrr'-.': y.ing t elah diurarkan s eJ>eturnny.:;

2. T\riuan InsC!+i,isronal urnm

Secelah mei"rpelarari- mooui kegram i::i Hn,1a dihr,ar.tuka:r clapac mg]gs:al


dan rneutahami peritnail serua nriintaat car:i beber,tp<t kelornpok snyawa
organik batur-n alarn cia: potdisinya bagi- nerg.rrrbarigkan kuse3;ilrceraai: umac
manusia.

J. Thiuan Lnscruksiorral Khusus

Secelah mempeia-,r ari mociul kes:am rni r'\ilda d iharaprkarr dapat


mcnpeol eh k anarnpuan s$:rgar bsilqJc :
a. rnenrbedak2tn ruang lingkup kegrr:aan seiyawai orgaiiik bahan alam,

9!
khususnya hormon serangga, prostaglandin, dan anLibiotik
tetrasiktin; l,
b. &enerangkan ilnu kimia dari hornon serantga, prostagrandin,
dan
ccrasiklin.
C. ma:jel'askan psanan ilmu kirnia dari honnon ssangga, proscaglandin,
dan tcrasiklin dalaur huburganr:ya d$gan disiprin ilmu larrxrya.

4. Kqgiatan Belaiar

4.1 Kqgiacan Belarar I

MROT I|IIM. SERAIGA

4.1 ,I Llraian dan Concoh

Beberapa senyawa organik bahan alam yang berasar dari cumbuh-


frrm!q[411 telah larna diguna]<an sebagai insekcisida yang etekcif urcuk
mengendarikan aEau membasmi serangg,a hama. l.{isalnya pirecrin, yakrr
esEs dari asam pireErac, adalah monocecpsr yang baasal dari
cumbrfr-
cunbuhan jerls Clrrvsanchernum, totenon yakni srracu isoflavor-roid
l

yang lir

dicor:kan pada bseapa ro"rg"-t.-buhan dari sulor Lqgurninosae sepcci I

'll

Dsris ellipcica, dan nikotin yakni alkaloid utama dari csnbakau dan "iit

curnbutun j cris Nicociana pada r:mumnya.

*or.{.
i, r- I

Piretrln Rotenon
OCH3

Nikotin

95
:,.. ,l.lalaupun insekcisida-insektisida alan r.ni banyak Oia*uf..tt,, $"t
'Eecapi kedudukannya sebagai insekgisida celqh banyak diganti oleh
. lnsdctisida sincecik yaqg dapat diproduksi dalan. jwlalr.yaqg banya\ dan
harga yang Iebih murah. Kegunaan insektisida sLntecik,.-geperE.r DUI,
endrin, paraEion, rnalaEion, dan lain-lain clalam mengendalj-kan hama
pertanian cidak perlu diragukan lagi. Akan tetapl, penggunaan
insd<tisida ini secara Cerus-msrerus da:: ssns)a-nsla dapat mmyebabka:r
$ar'guan kryada bmuuk-bentuk kehidupan lainnya, Eerucama mammalia.
OIeh karena icu, akhir-akhir ini banyak pcryetidikan dj-lalq*an uncuk
momukar: rnsdrtrsida ya:rg lebrh selercr.it, ymB dapat drgtnakan untruk
megcrclaliKan atau menbasmi ssiingga traina cecalri tidak berbahaya bagr
marir.:sia dan h*{.n lairny:u
Jawabar cer:hadap rnsd<tisi,la ya4g seld<crt in:- sebagiar diceruka:r
pada terollom, vakni sstyawa krmra yar:g <irkeluarkan oleh serangga
sebagai alat konirl:rkasi sebagar alat kxrutikasi anfara r:rdi.vidu derrr
specres yang sama. ii'eronon cel.rh Lerbukr-r kLBunaan:lya sebagai alac
surval untuk rne;rgetahui- peryebara:l aEau adairya serangga harna dr
lairirngrr. tsahkan, leromon celah dr-gtnakan sebagai uiTll)iin, bersama-sama
dargan insekrisrcla yang sesuai, unfuk rnenitp-Brring serangga harna ke
dalam ptrangkap.
Salah satu kenir,rngkinan lain uncuk menge-rdalikan serangg,a hama,
canpa mergtsanggu bencuk-bentuk Kehidupan lainnya, r-alah pstBgunaan
hor-non yarB berl.,itratr ciaLam urengendalikan pertuurtruhal norma]- dari
serangga. l)r baw:rii r3r- akan oruraikai: rlnru kr.m;.a tJar:- hormon muda
(3uveile hornr<in; serangga yang berpsan ntslgqxlaiikan ar..3.u rncrcqah
percunrbuh.r:: pad.i sladium kqx-lmF)ng.

a. Scrukrur i1grmir, l.'1l{g

hortn:n urrda Quvc'.rl.e horrron) alau disrnkat JH adalatr salah satu


dari riga horm<.1:: y.rr)S meritsendalr.karr pertumt>r:han purna embrro darj"
stl';l:rtBa, yarrg diirastrkir; <tleh lcelenjar-ke*er3ar ei<]okr.'rn ya::tg terlecak
diddc oEak. lr,rmon Lnr pe:tama kah drt-trnukan oleh lliggleswgrch pada
- cahun 1934 dan pada cahun 1956 dapat dipisahkan dari ulat sutera
hyalophora ccroDt<i.
.Pscobaan-pecob;u:r terhadap ssangga. melunjukk;rn bahwa JH cecropra
rni dapac merg;hanbat mecamortosa. Begicu pula, senyawa-senyav/a y{tts
mcq>akan Eurunan aCanr analog acau h<rmolog dar:i' JH dapat ineryebabican
Iarva cumbuh men3aclr serangga dewasa yanB iicer.iI..,ypng Xidak dapaE
bekernbang biak- Pslgn'uan iri rnenrberi pe-trr:rjr:ti bahwa JH aEau sslyawa-
sctyagra lain ya:!l scruktur molekulr:ya berhubungan dapac digunakan
sebagai insd<cisioa rra^.: dargan dtrnikian rnsnpu:lyai srf i , penciqg dalan
pc4geldaltan searlgga harna. FFI ini, celah rucrdognng psiyelid.lkan yang
ircsrsit mangeiai .iFL

%
Peiyel.ldikan rneigsrai struknr noldarl dar. Jii yang dipisatrt<an dari.
Itvalophora cecnopia narunjukkan bahwa sglyewa ini,, disebut neocertin,
addah zetin )q )) -qohd n) -etj)*), )) -diaetil44 )) -ds
,CrEms-tridekadinoat. Pada Cahun 1968 dlpLsahkan puLa darL serangga
fAnS sama suacu JH kedua, yalari metil 10,11-epoksi-3,7,11-t.rinetil-
1 l-cis-2-crans-6-Eang.-trldelcadienoac. Kedua JH ini nempunyai
0,1
keaktivan biologis yarrg idertik, dan stn:kcur moldculnya hanya bsbeoa
dalaro jeiis gugus alkil yang tsikar paAa atom karbon G7; yang percama
adalah gugtrs ecil sedangl<an yang kedr:.a adalah gugus mecil.

, l. s l. I

Ynz"1\zcoocH3
I.,letiI 1 U, I 1 - gnksr-7-elrl'3, 11 -dirntil-
10,1 1 -c is-2-crans-6-crid ekadi sroat

I'tecil 1 0, 1'l -qrcksi-3,7,1 1 -tfinetil-1 0, 1'l -


cis-2-crans-b-trans-trid dcad i stoat

l,lef iI 0,11-ryoksi
1 tamesoac

StrukEur mold<ul kedua JH tssebuc sangac erat hubr:ngannya degan


sslyawa-sayawa geshricapct, bahkan keduanya'dapat' dianggap s ebagal
tomolog dari suatu seslqritrpo yang sr:datr dikaat, yat<oi rneEil 1U'11-
qotcsi tarneeoa;. Olah l<areia lcu, tidaklah rncrgherankan bi]a sslyaeta
seslqrltqper ini juga manpuryai keaktivan JH cstuoap serangBa. l.

lr

b. esal. Usrd Eiqqgr*ik JH ir


,11

,!tr

ri{l

OIeh karsra JH nempunyai struktur molekgl yang analog dengan hl

farneeot, m\gah dipa\aml batrwa JH nopurry'ai" asat r:sul biogcl&.Lk yary lilli

sama seperri famesil pirofosfat, scb:gaimarn dituljukkari oletr Ganbar 1 lffii

97
(hbar l. Biosintesa JH Pertma dari H. Ceropia

Ar..o
__+
SCo.A.

Propionil-koenzin A

-C0r

OPP

Asam homome- 3-Etil but-3-


valonat enil pirofosfat
.:

.....--..-...--)
Dlhomogeranil plro.l Dl-homof'arnesil piro-
fosfat ^^,, fosfat

NAD+\\I

-{ v&oo'

CooCH3

,t
Hormon muda (JH)
.1
Sqrerci tscancum pada Gambar 1, propionil-koerzim A peftana-Eana,
diubah men3adi asam homomevalonat, (homo bcarti -lg,Iebitran,satu aEom
karbon) yang seranjucnya diubah mcrjadi dihomogeanir pirotbif"c gra l.
eci l-buc-3- eri I piro tos taE. Di homogeranit pirofosfac yarrg dlhasitkan,
bskond osas i d ergan isop eit eri I pirofosfac m crghas i IJn d ihomof arnes il
pirofosfac. Seryawa yarrg terakhir ini, melalui qlot<sidasi dari ikamrt
rangkap yang cerlerak di u3ung rancai karbon,'oksldasi dari gug,ug
tungsi alkohol primc, dan diilqrci oletr esteritika^si mcighasilin JH,

98
cr ll-uru Kiola JH

Rtor:$ ban$n dari JH, yarg


mergandu'rg dua j.kaEan rangkap plus sacu
g$rs qoksida, noungkinkan adanya '16 rsorner )ralq:li pasangan DL dari
de.lapan iboms geometri, sqcci tercantrum pada Gembar 2. A}carr tetaPi,
peiyelidikan-penyeridikan menunjukkan bahwa JH alam menpunyai
konfigurasi crans-crans-cis, yarB penbukciarrnya diduio:rig oleh sincesa.

GFnbar 2. Iscrns Gcmcri dari JH Cecropia

c1s cls .
cl-s
c02cH3
trans cls

ruo2cH3
cls cls trans
zcHg

cls trans cis co2cH3 trans trans

zcH3

c1s tranB trans trans trans

99
leuirr dari'secengah lusln cara Jlt cetahi'dllakukdd orang,.
"inco"
bfafah sacu cara sintesa ini adalafi nelggr:nak4rr reaf<si l{lEtig. 1r
S-'ecara
-
urnurl, reaicsi hictig dapat dinyatatan sOagai berilqrf,: "
+
(C6lt)JP + K-GI2-X D (cO\)3P-cHz-R x-
TYifsu.l fosti.n . Alkil halida Alki-f trif sriltosfoniun halida
+ basa [s]at +-
(cblt)JPttlzR x- ----.----+ (CoU3P-CttR (c6H5)jP = CHK
RLi acau NaH Ltida aEau tostoran
+-
(c6h5) 3P-CHF. K1-0d R1-C=CHR + FP(C6I!)3
I I

R2 K2: Trif miltostin


oksid
aldehid/kecon

I,laggunakar reaksi l^/ittt-g ini, campuran rasemat dari JH disincesa


megikuti talrap-cahap reaks:- sq)sti certsa pada Ganrbar 3.

Cobar 3. Srncesa JH dergan Reaksi WiUtig.

) tc6H5)jP=Cr{CHr.n, {r7 -a \ (C6H5)


3P:C(jcH2C-!?
.Ar, Hll
Eri I nreril wtcLrg -\-Z\zA)t Llr t t.rg
keron
.

(c6Hs) jFcHqr2cH3

htittig co2cH3

.,u010,
c02ct{3

I00
W

.,i
lfr

. salah saEu caqa lain dari sintesa ca$Puqan raseuat JH, dan ini
nerupakan sint,esa PertalDa yang dilakukan orang,' ialah nen8,Sunakan
reaksi Wiccig yang,,linodifikast, di nana sebagai Pengganci ilida
Oiguukarr trimetilfosfOrtoasefrC degan reaksi umum sebagai beihrC'
o 0
il: RLi acau l,lall ll
(ft3o)2P-cHzcoocHj + (ctt:o)2P-CtlcqrClt3
Tr irnec ilfosf qpas erat
o
il_
(G{J0)2P-C1IC00CH3 + Ri-H Rl-GgHU,Cltj
--=4 I
I

.Rz R2

I',terggr:nakan reaksi rni, JH daPat.drsinCesa megitorCi Cahap-Cahap reaksi


s?erti Eercancum pada Ganbar 4.
Gubar 4. Sintesa JH me'rggunakan Reaksi hliccig yarg Dimoditikasr.

( cH30 ) 2PoCH2Co2CH3
\ LiAlH4 \

Eti metil
A,
A.'.orcFA,^o"

\+
keton
^, l.NdOu
L,rrr./N"ou.
L

PBr3 \ 2.H'
---- I -=#
c .\.nBr E

CO2Et

\ A,B,C\ orr. /*"0u.


tt_--rl\ \
I
Jenis D
#sr

C02Et
tt'ototo{
c02cH3

101
d. Senvar*a-Sslawa yang [knyenrpai Jii

Untuk menemukan JH sintetik, sejumlah senyawa


yang menpunyai
keaktivan JH telah disintesa orang. Senyawa pertama yang diketahui
nempunyai keaktj.van JH ialah farnesol dan farnesal, yang rnenpunyai
kermgka karbon mirip dengan JH alarn, dan telah dipisatrkan dari tinja
serangga Tenebrio molitor. Penemtran ini diihrti oleh sintesa senyawa-
senyawa lain yang merupakan turunan dari hidrokarbon farnesan. Di
antara senyawa-senyawa ini yang ternyata memprnyai keaktivan JH yang
Cinggi ialah farnesil metil eter, N,N-dietilfarnesil arnina,_ dan lnetil
10, 1 1 -epoksifarnesoat. Senyawa yang cerakhir ternyata 16'kali lebih
aktif daripada farnesil metil eter dar 1600 kali lebih aktif daripada
farnesol. Senyawa-senyawa JH sintetik ini tertera pada Camlar 5.

Ganbar 5. Beberapa JH SinteEik.

Farnesan

cH2oH
Farnesol

tt
Farnesal

nrb*i. Farnesil metil eter

A-S*zc2Hs tart,
N, N-Dietilfarnesil mlna

-:a

02cH3
Metil 1 0, 11 -epoksifarneeoat

Penemua#penernrrn, te,rsebut di
atas, terutama sekali kemungkinan
untuk menggunakan JH dan senyawa;senyawa' sejenis sebagal lnsektleida
telah mendororg penyelidikan r-nrnrk mensintesa senyawa-serryawa lain.yag r
nempnryai keaktivan JfL" Senyawa-senyarra ini
memp.uryai kerangka lrbon
yang srrna seperti Jll alm dengan sfruktur umr.m berllcut:

r02
Zto z6 z2

Scrukcur th$n JH Sincetik

Berbagai variasi darr JH sintetik ini ialah di mana R1-R,* adalah


hidrogen acau gugus alkil dengan jumlah karbon Ct -CO; Sugus X adalah
alkoksl.karbonj-l (-COUR), alkoksimecilen (-CHZOR), aminokarbonil
(-CONH2)Jr gugus siano (-CN) dan sebagainya. Selanjutnya, Pasangan-
pasangan ZZ-2.1, Zb-Zl, dan ZIU-Zl I daPac berupa ikatan C-C, j pmbacan
oksigcr, belerang, acau mecilan; 2,2 adaLah hidrogo acau hidroksl; Z6
dan 216 adalah hr-drogcr, hldroksi, acau hraloge:. Sedangkan, ZJ, 'L7, dan
Zll adalah hidrogan, hidroksr acau halogct.
e. Kontig,urasi I'bldilI dan Keaktivan JH

berbagai ha.sil peryetidikar: meggrnral<an curunan JH alam merur:juklcan


bahwa kekcivan JH dicsrcukan oleh konfigurasi germecri dati isons Jlt'
Ternyaca i-rula bahwa pengaruh georaetri cerhadap keakcj-van begancusS
pada species seangga. I'lisalnya, isomq crans-tralg-trarrs dan JH alam
(isomer Erans-trans--c1g) lebih akcif daripada isomer yang lain,
cerhadap ngsrgaE Tlneota bis elli ella. Sedangkan, t erhadaP kei.rindlng
Rhodinius prolixus dan lipas Btatcella Rsmanica isomer-isomer Erjns-
c18-C1S; -Erg!g-Crq--traI}s.; traos-tfar)s-Crans; dan JH alam Iebih aktit
dgripada isome-isoner di mana konfigtrrasi dari atom C-2 adalah cis.
Secara keselurulran, kontigurasi trans dari ikatan rangkap pada C.'2
dan C-6 adalah'sangat peicing unEuk keakcivari JH, sedangkan konformasi
dari cincin epoksioa pada acom C-l0 crdak begitu mer:encukan bagi
keakci.van JH.

4.1.2 latihan 1

. , tsqilatr tanda silang (X) paoa hunrt ts j ika pernyacaan di bawah ini
berar dar: hurut S jit<a prnyacaannya sal-atr.

l) ts - Kedue JH yang beasal dari cecropia ada-Lah senyawa-sglyawa


s,,
' . :. i .a .. yar1g, Camasuk golongan Cerpspid, -:/
2) ts- s Kedua JH cecropia nenpunyai konfiguraei t,rans-Crane-cis
berr:rut-curuc pada aEom Cr2, b5, dan C10 - c-1 1. t

103
3) ts-S Narna.sistenacik dari JH sincetik, metil 1U,11-
qpksitantsoat ialah metrl 10,1 1 - epoksi-3,7,'l 1 -crinecil-
I U, I 1 -cr s- 2 -f.rans- 6-crans-cr id ekadi sroat .
+)'B'-S grla asG 1i-Tac)--propionac digtnakan dalam biosintesa JH,
maka radioisocop 1+C akan dicsnul<a: pada atom-atolu C-3, C-7,
oan 0-l l.
5) ts_S Paoa prinstpnya, meEil iU,1 i -epoksi-farnesoat daPat
disintesa menggurakan reaksr tliccig antara 6-mecil-2-
hapt:non dan trrln etiltostonoas etat.

Psiksalah 3ar*rban Anda dsrgan Kunci latiha:: ni:


1) S
'2) b
J)d
4)s
5)6
Bila 3awaban /\nda yang benar kurang darl 4 soal, bacalah kembali
Kqgiaca"': tselajar 1 .

4.1,3 Xanehunag

Hormon muda (juvenile hor:non) adatah hormon yang mengacur


percumbuhan serangga pada scadiuni kepompong. JH msnPunyai petgaruh
terhadap serangga, yakni menghambaE metamortosa, sehingga derrgan
dsnikian membuka ksnungkinan urcuk rnerggtr:akan JH .sebagai Pslgodali
. seranggd. hama.
Pleinperhaclkan strukcur molekulnya, JH bukanfah se-]yawa tsP6loid
akan cecapi dapat dranggap sebagai homolog dari ssrya\ta mdil 10,1.|-
epoksitarnesoat, yakni suatu seskuiEerper. Oleh karena icu, rnudah
drmctgerci berhwa brosincesa JH analog dcgan sslyawa-sslyawa seslo,rirq;
pn, diawali oleh penbcrtukan asam hcrnoms/alonat.
JH mmgandung drra iltan'rangkap dan sebr:ah ikacan qnksida, yang
menungkinkan adanya 16 isomer geomeEri. gkan Eecapi, JH alam adalah
tsomer Erarrs-tranS-cis, bscurut-Curut pada acom C-2, G5, dan C-'10 -
C-11. Sceeokirnia dari JH dapat Oibukcit<an prula olehr sincesa- : --,
Psrgetahuan mcrgcrai sErukcur serc,a ke.akcivan JH cetah mctdorong
usaha uncuk mensincesa senyawa-senyawa yang anatogl Pembuatap Jlt
srntecik ini bercitik colak pada kerangka daspr karbon dari JH alan.
' Pemeriksaa;: akcivrtas dari berbaga:- iH sincecik mmunjukkan bahwa
kea.kcivan Jll berhubungan erat dengan scereokimia molekul, dr mana
ikacan rangkagr pada at<xn C-2 dan C-6 adalah trans.

104
4.1 .4 Tee Fomatif I

Lingkarilah a, b, c, atau d parJa jawaban yang iinda angg,ap be.ar


dari pcnyacaan-pef,iyaca^an bcitq:c:
Perhatikanlah dengan seksama strukcur dari homolog JH berikuc.
Ksrdian j awablalr p ertanyaarFp qcanyaarj yang terdapat di balah ini.

a)

e02cH3

c) d)
zcEt
CO2CH3

Peccanyaan:

1 ) Dari keanpac ssryatra trsebuc, sglya\,ea a d


yaqg mculrunyai konfigurasi trans-trans-
trans ialah:

2) Dari keenpac sslyar*a tssebut di atag, cl


sstyar,rEr ya!. meigandung dua ra-r1E isopre:
ialah:

3) JH alarn rucnpuxyai konfigurasi rnoldul a


-Erars-Crans:cr,s. Bita biosinCesa JH ini
mqgguraican asern . (l-l+C)-propionat,
discribr:si raoiokarbon,,ditoukan sqg:ti
pada soyava: (a) .= lt+C

4) l'Ie$.tralen gixanLL brmida .sebagai bahan a b c d


bahr, nqg$nakan reaksi l"Iitcig
dqgan "oS
tahap-tabap' . reaksi .sqreti pada
Ganbar 4, naka sstyawa yal;rg dapac
dihasilkan LaLah:

5) Seiyarm yang ditrasifkan oletr reaksi L{ittig a ,c


d
antara 6-er.L,L-10-fietil-5-trans_9_cis_

r05 :,
:t

i,l',
!

lii
d(ddadien-2-ott dan sslyare/a tostoran --)
(COB)3P=CHCO')CFII menpuryai keangka
karbon sepsci pada sctYalrat.. .

4.1.5 ihgan Balik dan Tirdak knjut

Cocoktcanlah jar^raba:r Anda dan lfunci .lawaUan Tes Foruatif 1 yang


ada di bagian akhir rnodul ini. Hitr:rglah junlah jawaban l\nda yang
'ci-rkac
bs:ar, kanudian gunai<an rurnjrs di bauafr ini uncuk meigetahui
p$guasaan Anda tshadap matei Kqg,iatan tselajar 1.

Rt-ruu.s:

: berar-x' fta%
Tingkac psrguasaan
%yang

Arci Elngkac p<rguasaan yang Anda caPai:


q')% - 10A% = baik sekali
SL%- E9%=ba:'k
7U%- 79%= cukr"ri:
- 69% = lcrrar:g
''
Kalau Anda mercapai tingkat Psr$Esaan $[lfr' acau lebih Arda {aPac
mgrsuskarr dergan Kq,iatan Ueta3ai 2. rugusl Tetapi kalau lorrang dari
W% Anda barr.r.s mer:gulangi Kq,iaCan Be-LajaI 1, treruEma bagian yar
beltln Anda Klasar.

106
4.2' Kegiatan Belajar 2

PI(b:IAGIANDIN

4.2.1 l.]raran dsr Lbnroh

a. Slalifikasi fTostaglandin
prcrstag,landr.., acau disingkat PG adalah suatu kei-cx'npok honnon yang
moptnyat Oerbagai j a^ris keaktivan fisi-ologis yalrg sangat beglna dalan
iSou kedokceran. Scry.r'' -sstya\ra ini, antara lain nsrscinn:lir ocot-ocot
halus , ntenurunkan L. .4;ind.n darah, dar mslgacur kesuburan aCau
terClliCas. Pada waktu 1':i, kgulaa:: praktis clari prrosCaglandin
oidasarkan pada sifac-sitanya ]'j]ng dapat mg]gaEur kehamilan, sehragga
Sar{4at bcgr-:rra ddlan pelaksa-liaa:: k :r.lar;!a osncana. Uleh karqla iEu,
cidaklah urergherankan brla ba::yak sd<ali pshatian dicuralkan Lrltuk
mope-Lajari selyawa-Ss)yawa i-ni meLebihr bany;rk sslyawa lain.
Proscaglan<]rn c1l-tsruin ulcuk pertana kalinya oleh G:ldblacc di
lnggris dan Vori !-uls dr Swedia pada canil:l 19JJ. Smyawa-sdlyavra inL
Ctrdapag dalan plasrna air mani manusia, Oan ksm:dian drCem:kan pula
dalam air rnanr b:-ri-biri. Ten:yaEa pula, prosCaglanOin CerdapaC Pula
dalarn 3r-unlah yang lebih kecil- dat;ry becbagai 3aringan manalia, s?sci
jarirgan otak, paru-paru, dan ginjar.
P snisahan pros
*-rlg,land in dalan keaOaan -unrmi di f akukan prertama kal- i
oleti. SertsErom dan r:safia ini telafi mem:crgkinlcan pa:yelidi-kan mmgerai
scnrkcur rnolekul pt..,rl-.ig:1ndin.. llari pa:yelidilcan ini, cernyaca bahqa
zu adalafi suacu asan lemk yang Csdirr. dari 2U atom karbon ya:lg
morpr:r:yai . SuaCu cincln siklop,erCall, dan mrgandung Sugtls-gugtls
hroroksi-l. Srryawa-snyawa r-nr dapac dia:rggap sebagar Eurunan darl' asan
prostanoat de:igan kerargka karbon sebagai berihrc.

Asam Proscanoac

tsecda:;arkan srrukcur molda-rlnya, prosEaglandin atan dapac dibedakan


atas nrp;rc ke.Lompok nasmg-.urasing Kelcropk E (KiE) , Kelcnnpok F (lCF),
[efcnupk A (PGA) , dan Kelcmpok B (PGB). Senyawa-sslyawa alam yang
sroa^sut tuasirig-roasing kelcra1r.ll rni trercancun pada Cambar 6.
$eperCi t'e'li.hat pada Gimbar b, masing-rnasing kerl-ompok PG terdiri
darL trd:et:apa ser-lyaw.i d1gdit sLruKcur. nple{g1rl yang bgbsJa-baa.

107
-t

l"lisalnya, ffi1, PGf,2, dan FGE3 rrasir-qasirg mergandrr:g ikatan rangkap


1 3-qg!g; 5-gig-1.J-crrns; dan 5-g1s- I J-, crrns-'l 7 -gig. Kesrm sglya\Ja
yang ternasuk lrGE dan pGF dikq:al seb4gai proscaglandin prlmec.
Kelompok E

9' :.,4qt
ll
OH OH
PGEI PGE2

OH
PGE3
Kelompok F
QH
s*u*ozH

OH
PGF
I PGF2

OH OH
PGF3
Kelompok A

.,r*\-,,a...,a.-102H

QH,OH

ffi'.,,
I 9-Hidroksl-PGAt

PGA2
6n
Cmt,.'' oH
19-Itidrokst-PGA,
6H
Keloopok B

OH

PGBl I 9-Hldrokstr-PGB 1

= dH
oti OH

PGB2 l9-Hidroksi-PGB2

b. Biosintea l?osagfandin
Sejak cahr-c-r 196t+ ce.Lah dikecahui batn*a, 'dari aegr. bioalnE,ea,
Prosteglsndi. alam berasal dan aa;rD-rsan Loak yang trgtgrtrtdtrtg,
beberapa i.katrn '. rarltlp FC. Pceyaracan nini.uuo 'llrEtrk .dapar
nqghasilkan proscqgl an6ir iafsh balnoa asm loak Eersb{rt paling
sdi,klt n<rgardLqg tiga i.kaEan rarrgkap derlgan konfiglqasi yaug SE,
dlseLang eelirrgi oletr gugus uetiler (-CtlZ-) di sepgrjang ranC4i lrbon.
Beberapa di anEara aaan l@ak ceeebuc serta prosEglartCin yang
dltugrnlrnya tccatfi.m pada C,abar 7.

109
.a.

Gober 7. .as@-AB@
-..-F-- . t-.,

''

PGEl
20\

Asarn SrlIrl4-qlkoea-
trtenoat ': i.

KtIo

dzE5l r"^9zco2t1 /
PGE2
1:r:;;:-z
"la
--
\
Asan 5r8, 11, l5-elkosa-
tetraenoat (asam ara- ^lI
z
kldonat )

/ PGE3

20
Asan 5 r8, 11'rL4,L7 -elkosa- \
Pentaenoat

110
: I'

Sepertt tertera Pda C'@bsr 7 . aaa E, 1 1 , ltr-eikosaCrienaC,


n{srlr{ya, q.l.elnh Precurisor blologis dari PGq dan KFl* ; aso
arakldast adafah PrectEsor dari PG82 dan KFZ* ; dan ssim
5,8,11,14117-eC.loeapentarnac ncl-alnh Prcursor dari PGE3 dart ffi3" .
AdEErl srzio ycrg bcpcsr dala biosintea prostaglandin tssebar luas
d'tg. bebagal jarlngan cuhntr, darr die&rc proscaglandin sintecase.
eIa,t bah,ra prosCnglardln berasal dari asa-asm loak tak j etuh
spertl Cercantul pada Gmbsr 7 diperoletr dari hasil-hasil pecobaan
slrara lain sebagal bsllqlt. BiIa aso-asan l@ak cersebuc dirr:l<r$asi
de-tgan trmogeiat dari suaEu jaringan Eercslcu, uisalnya hcnogcrac
jaringcr par:u-peJRr, dih.silkar-r prosEaglardix yarrg sebarrding.
AdaFrt nekarrisme bioslncesa dari proscagla:din negih:ti reaksi-
rekel pokok Bperti cercra pada C,@bar 8, drgan nergmbil KlEi d.I)
ffi1o aebagai ccncoh.
G'ebar 8. Reaici-Ree}<sl Fokok Biosincesa PGE1 dan PGFI

H\-',
f,
o" g*i (
o,rL

\/ b-
Asan 8,llrI4-elkosa-
trleonat

PG-endooerokslda
(PGbr) PGHi

c02H

PGEI PGF
la
Ibrt renlcsi biosincesa sperti tscantun pada C,anbar 8, terlilrac
bah'la rcldorl okeigen dipelukan r:ncr.rk berlangsurgnya reksi Eereehrc.
Har lni dibuktlt(an prra oletr pecobaan msrg8lrrakan c:mpuran ieocop
okelgcr tu% d... ls%. nari pccobaan ini csnyaca bahrda atcm-atcm
okelga ),ang tsikat paaa atm karbcr G9, c-11, dan c-'15 beasal dari
rcldp'l okaiger, dan aela4utnya atcm olcsigerL yI'jtg celkac pada a9 dan
C-11. bcasaf darl mldqrl okatgo y{rg B,.rIA.

lrl
',, seperci=rerJani*o pdo" c",irb;'a.':usa oloulq]leot.Jr rr*ir-
't"tekanlsrire
ttiAif 'pecobaan merggunakan 11,1+-eikosadisroacr-, |ang-qrqgrgarxl:ng
nanya dua "s*
ikacan rargkair. Inkubasi dari asan lcnak ini **rgh""ifi.*
asan I 1 -hidroksi-1 l-crans-1 c-crs-erkosadie:oac, _di mana ctrjadinya
tii:oroks'ilasi pada acorn kbrbon C-l1 selaras oelgan,.Jintqsa prosEagrat-
din, seerct- cercancum pada Grnbar 9.

Ljanhar 9. llidroksilasi asam Lsnak Tak Jsrutr

,A-a'n-l^ -co,H
+0?
* H tl tl
\
'..
Asanr 11,14-eikosa-
dienoa t

coaH

I I -Hi droksi-l 2, I 4-ei kosadi,enoat

dari reaksi. penba':cui<an PGV.,, dari asaru arakidonac adalah


;1d<a:usure
a:ralog oetgan reaksi penburcukan l{iE] seperci diuraika:: di aEas,
nrelarur rrenbtr:cuki,u: snyawa-ssryawa anEara t{,Gz da:: KHz danga::
strukcur nclekul yang sebanding.

c. Struktur dai) li-nru Ktmra ltosc,a,qladin

Scruktur <larr ssryawa-sstyawa proscaglandin diEetapln oleh


Bergscrcnn dr Swedra rneiggtnatcan cara-cara kimia dan lcristalograti
srnar-X. Beberapa ratksr kirnia yang digrnakan dalan penecapan scruktur
prosEaglandrn, EercanEum pada tJarnbar 10. p
Seperci cslihac pada Gambar 1Lr. Peiecapan strukcur proscaglandin
dilalqJkan prrEdma-Eama oleh dehiorasr }{JEI mcrjadi P(41 .dergan adanya
asatn, ksmrdi-an isomerisasi PGal , jadi pGBl deigan adanya basa. PGgl
jWa dapat diubah mei3adi dihidro PG{ olefi recruksi berkatalis Oiito-,ci
oleh reeksi ,lang,ar: basa. Kc<lua sslyavJa Sts1, ini selanjutrnya digunaka.:
untuk mc:ecaprkan kera:rgka karbon proscaglanain Oo,gan raksi pqguraia:r
ozonolisa. Reakei ;ier:igr:-raian ini diciahului, oteh esceifikasi dari
ssryahra-sslya!{a PGBI dmtan diazcxnean, dan aseEilasi gryl:s hidroksi

Lt2
iiari'ester necil yang dipcoletr Ustgan inhiOrida astat nejadi ester
_aseEaci ' -oCI)CFl3. Se.tanjutnya; pat*apan scruktur dari tsatn-rsFm
karbotcsifat' yan'[ dftasilkan oldr ozonolisa menbai perr.rrjuk' rnergcrai
n*Tl:f*.ffi:
:::t}ffil' nor darrnya, pros *srardin mergadr.uig
beberapa aEon karbon asimefri. *tr mipatnya nqgandtrg @pac acom
karbon asimerri, yakni lrbon GE, 'C-ll, C-1'2., dan C-15. Sdangl<an
ftFlo nenpr-u:yai lr-na acm karbon a,sim$ri, ya}uri C.-8, CFg, C-11, Cn12,
dan C-15. ada1run kontigr-rrasr ctari atonF-atql C-U, C-l l, dan C-12 pada
circin siktopetanon dari K;e adatah Erans-trans, yiutg merqpalcar:
kontigurasi yang stabit. : {
Pstu dicacac bahwa datam tit"nar* 'proscagla"ldin, subscicusr-
subscifusr dinyaCalcan clsan a dan p , analog d@gan Eacanama sceroid
(lihaE modul 2) ; Sehuburgan dergan.- itu, subscicusr- a mopunyai
oristtasi sqihak dcrgan cincin siklopcrtan, sqerci rancai sampiag
karboksi Gl - C-6. Sedangkan substiuue:-p beraoa <li sebelah acas dari
cincin sikropercan dan pada piLnk yang sana dogan ra::cai sampirg (].l J
- C-zU. Selangucnya, gugus hidroksi pada acorl karbon C-15 menpuryai
orisrcasi- a (1)a -hidroksi).

ll3
Gmbar 10. Reaksi-reaksi BoLdc da-fg -t9q:EgP:}.,
Stnrktur 'SE1

H+
r-4
'"
-HoO

t-
It . rr/t. loH

lz.*"ott I t"ot"t1"t"t
* I

Dlhldro-.1 $ -htdrokel-PGB 1

I t.curn2 | ,..r'*,
t.*r.o)ro z. tcttrcolro
I z. I
| ::03 '
T," f
COOH
(-r@a
w
(o
I
0CoCH3
vcooH
+ H00c

ococH3

+ roo#oocH3

diubatt
Dalam suasana asam lenah, misalnya rsam asefatr P@ dapaC
metjadi Prlu sedangkan, dalam suasana basa I)(iE aEau I{+ diubah meljadt
pGts. Selanj bila proscaSlandin dlperlakukan dengan asa$l _kuaE,
ucnya,
misalnya asarn format, Esjadi qirneisasi d+ri aCom karbon G15
yang
asimecri, mgrgfraailkan camPrran epimer dari 15 a. - darr 154 -hidrokli'
PGE dan
seryawa-senyawa PGA juga dapaE diubah menjadi Prostaglandin
PG!-, via senyawa ancara keCo-epoksida. Rangkuman dari reaksi''reakei
cssebrr.rc di acas cscanttrn pada Garnbar 11 .

i14
i
OH
sslo PGFrp

1*""0
o2H oll-

PGBt

o' I1' 1.-,-

a
t5

/E

rsp -tr1d ro PGAl

eh:/u+
t_
J"orro'
oo.\,a1.r^-.',,tco2H
trd'

l5 P -Hldroksi-pGFro

t"
4.2.2 Iaclhsn 2
Seilatrcanda srlang (X) pada huruf I Sika pemyacaan di bar^ratr...ini
bs:ar dan hr:ruf S 3ika peinyacaannya salah.
r ,,
1) B - s PG adalah sdcelcnpok sslyar.ra asarn laak tak Jeutr yang,
ulsnp'unyal kaangka karbon ltrrus dan tidak becabang.
2) ts -S
,

Perbeoa,ar: uterna ancara scrukcur molelqil sslyawa-seiyawa .(ie


dan seryana-sslyawa pGB Eertetak pada posisi ikatan rangkap
yaqg cerdapar pada cincin siklopeitanon,
3) ts -S tsila ase (1-l4c)-arakidonac oigunalcan olelr biosincesa pGE2
maka isotop lac drcsrukan pada gugus karboksil dari
KE'z' "k""
4) I - s P@t dan RJFro masing-rnasing mcigandung snpat aco{n l*rbon
as irnecri
5) I - s Hubr:ngan ko*igr:rasi kedr:a gugrls hidroksil pada c-9 dan c-l.l
dari se:yawa-strlya\^ra pGi.- adalah trans.
6) I - s scrukcur mldcurr pGEl o* rcl'ro t*.y" bsbeda dalau har
grgrrs tu4gsi otcsrga: pada acm c^g, setrirrgga strukcur pcl.la
dapat dicecapkan rnelalui reduksi. dari pGEl . ,:

Periksalah .lar,aban errda deigan l(rnci lacihan ini:


l) s
2)ts)
3)B
4)s
5)s
6)ts
tsira jar*aban Anda yang bcrar kurang dari , 5 soar, . bacarah kqbari
Kqgiacan Belajar 2.

4.2.3 naretq.llan

lbrmon prosta,grandin (pG) adarah sdceraupok asam loak czu yo,g


nerupakan curunan darL asrrn proscanoac, yang, mergandr-u:g clrcln
siklopelcarla. Berdasarlcarr strr-rkcur moldcrlnya, sslyarrna-sslyahr pG dapac
dibdakan atas kelmpok-E (rcE), kermpok-r' (pGF), kelornpok-e,,. (fGg),
dan kelqnpok-ts (PGts). psbedaan antara nuasing-nasirg ke.Lorupok
dicJ,rilcan
oletr j eris serEa sisco gugrrs fi-qgsr y*g, aJo.p.a ^ pada
slklo;rertana. "irr"i.
Dari segi biosi.ntesa, pG beasar dari asam-asam r@ak garq5a*r yang
netgandung sedikrcnya clga ikacan raqglp dengan konfigurasi lie y*i

i16
diselang'selingi olehr Sugus mecilg.l. Pobettulcan It;dalam biosintesa
berlansgung via PGG dan PGH, yang diururrgkinkan oleh siklisasi asan
Ioak cersebuc oleh nole{qil oksigct.
t{otekul PG mengandung beberapa acom karbon asiuetri, di na::a
kcnfigurasi aEom-acom e-8 dan C-12 adalah Crans. Selanj,uEnya, ra::rai
karbon pada acon C-6 mcnpr.nya! oriertasi rantai karbon pada C-12 a dan
maprnyai orreicasi- p , sedangtcan oricrcasi dari gugus hidroksi'l pada
C-15 ada..Lah c . :

Hubungan struktur ancara kelompok-kelompok PG dapac dibukcrkan


lt,

ilii

melalui Cranstormasi PGE merjadi PC+r, PGts, dan PGF maggunalcan reksi- tt
reaksi tertglcu. lr
l}

4.2.4 Tes Fornacit 2 iilll

Lingkarilah a, b, c, atau d pada jawaban yang rrnda anggaP oelar


dar i pertanyaan-percai-ryaan bsile-rc :

Perhaci-kan dengan seksama sCrukCur dari ssryawa-ssryawa bsii<uc.


Kgrudian jar*rblah pertanyaan-pertanyaan yang dapat di bawah ini.
(a) (b)
o --:
c.o2H
I
u-_ i

(c) (d)

cozH

OH

Pecanyaan:

X) Dari keanpaC sslyawa EecsebuE; yang'mergandlau b


.: setruah acom karbon asimdri ialah;
I

2).i'5.1* biosincesa PGE2 ., sslyavJ"a yang, mcuirakan


r:ri|, seiyawa Antara ialah: _
.,.. : _1.
_. ,

,i
!:. :,. : .

3) Dari keenpat ssryava cersebuc, sglyavJa yang a


dihasili<an isomeisasi PGa, dalan I
su;rsana basa
ialah: .

t17
t

a\ Seyar*a yang dapac nenghasilican K12., bila a c


direduksi degan natri:un,boro hidrida iafan:

5.) Dari keenpaC sgtyawa tersebut, yang ma-upakan


g.,arclomer darr !{i alam r.alah:

b) Smyar.ra yang oapac meighasilka:: asan sukstnac


pada ozonolisa ialah:

7 ) ila,ri kesnpat s myawa ters ebut , yang aka:r


rie'qrhasilkan ptri2 bila dLperlukan dega:: asam
ialah sstya\da:

+.2.5 -!!ge- Italrk ciil: lrndak l-a.n1uc

t-irok"xanlah ;awaba:l
i'ra dr bagr-zrrr aknri: modul 'ultla d..g".) Kr.rrc:- Jauabal Tes Formatir 2 yang
r-nr. llituryldh g.alrah ;.rwaba;l lvrda y3;ig
)t{lar, Kourx,li-.lt] gr-:lai<an rumus dr_ bawah i:lr u:cuk nglgetahui cirykac
..,elg!.dsaai1 XlrOa terhadap iriateri Kqi-acan ,2.
Bela1 ar

k',r'lu^s :

'lr:qx;lt pe-Hu,tsa.r:t .- Julllan .lawaD.rr r\::ca vo::g bsrar x


1UU%
/
n:tl" Li-ngka.c purgu.i^sa;{1 yang aircla capar:
9u'/" - lrJl:'Z : bar-k sekaLi
WZ - 597": barK
lUL- 79Y"= culalp
_ 69% = lc.rarg

Kalau Anda *ercapai trngkac ps-rguasaan utz acau rebih nnda dapac
mi::rrr'rskan deigan KeSratan Bera;ar 3. Bagusl Tecapi
karau kurang dari
dJz Ai-'da ha.rs m.,Bulangr Kegiaran bera3& J, Eerutama bagian yar
be1ur, r<rda lq-rasar.

ll8
4.3 Xtplers Bele-i8r 3
$ilIBIgIB UIB&SIXIJN

4.3.1 ttsalm dgr Ccntoh


Di alm banyak dicstrkan sg.lya\r\a organik yary bcsifaC racun yar
dapat Bg.gangtu atau mmbirrasalcarr su.zlcu bs:Cuk kehrdupan. Sctyawa-
sstya\{a ini lazinrrya ditonukan dalan ha.npir ssmra beruuk kehi-dupan
rmdah, s?qti bakCsi, mikrobakCeL, Etmbul6n, da: serallEga baik yang
hidup di daraC mauptrn dj- air. Scryawa-selyawa lr:i O:-gurrakan oleh su;ttu
bmtuk kdridupan ulguk m61pa'taha-"rkan dirr darr pamangsailya atau
digurakan oleh palargsa ilntuk mailBsa:ya. Lratan perspd<Cit
me|-rnpuhka::
yang luas, sstya-wa-setyawa i::i adalah :-baral- smJata rxltuk melatarka:l
ptrar\1 kimia antzira bcbagai j elis kehiduptn '.r:ltuk manpercatra:*:ui
ersisfsrsrnya or ala'n.
lqltibr-otik adaLah sstyawa-selyai^Ia kirnia terCs:tu yixlB clihasilka:r
oi-eh orgaitlsn, yztng dalarn 3unlah kcrl oapac ine-ighallbat Pros ei
kehidupan <1arr organisme lain. Iscilah ancrbrociK lazrmny^ + 9lg**
unEuk Salyar,Ja-s6ryawa yang dapaC me-:ghambat agau m6nbrnasakan
pstunbuttan mlkroorganl-srne yarg ms"lyebaokan pmyakrc pada manusia,
ha*an, atau ttrnbuh-tunbuh,an. l,Likroorga:rsrne t::i dapaL btrq)a bakfCi,
lamur, alxteba, atau vLrus. Suatur anCibioCii<a ha::ya dapat digunakan
d:larn palgobatan Drla ra menpunyai sitac ya::g selekcrt, artlnya dapac
msnbasmr mrkroorganisme yang mmyebabkalr panyakiC CeCapi tidak beracur
bagr sr pcrderrta. Setyawa-srtyawa orga;-ilk ya::g mena]uht- Pelsyaracan
ini sangat cerbatas jr-r,nlahnyn, dal biasa:rya berasaL dari mikroba aEau
orbr;ac secara srntectK. ttutibiotrk si:rceclk rnl brasai':ya adalah
darr antj-bl-otlk alarr yarg ada.
ssryahra-sryawa Lrasi.L noditrkasL
Bebcapa di anrara antibrorik alan ya:g bcasa.i- dari inikroorganisme
ial,ah prri-silin yarrg beasal dari Psricillit-urr ;lotaLlfll , klorarnfelikol
bsa.ga-L dari Scretcmycs vstezuela.e, clan Cerrasiklin yang bsasal dari
Str?cCInyces aurals d:ur -bebsapa J eris Scrq-rco-nycc lainnya.

c6H5cH2N LI ,IH:

(J;'^"' --CO2H
,r$-t"tt'i::::::r,
Penlsi1in K1 or amf eniko 1

N1cu3)2
ioH

OHOOH
Tetraelklln
lji bawah ini at<all dir,iraikan hanya ilnu kimia darj. antribiotrk
keronpok terasikrin, karsra anribiocik ini tqmasuk sarah sacu yang
cepocing oar erac huburgannya dcan sslya\4ra-sslyawa polikecida yang
telah diuraikan pada rnodul sebe|.mrya (rihat rrcdul 3). ancrbiocik dari
kelornpk tecrasiklir sangac akcit cchadap berbagai mikroorganlsne da:
virus cffcg:cu' sehringga dikmal sebagai ancrbiotik dcrga:: spdctrr-n
yalrg lrrrs. rncibiocik ini sa:rgac bcgna untuk melawan bakcerr. yaLi
cahan cchaoap perisrrr,n. Tetapi, bila suatu nikroorganisme
certslcu
teratl melprr:vai kexebalan cerhadap salah sacu smyawa tecrasii<ij-n, maKa
orgarrsme l::l ai..a] mmganbangran kel(el,ara:r yarg sama tchadap
tetfasIK-l:. \,cr-:g iaI:.

a. Scrurcrr :'!li iiul Tecras i_kiin

S el-yawa-s sryawd yilg t enru.s uK kelornpok t eCras i kl i: x trn?ujt)/.li


kcangka casar karbn dari nattas m-ci yi-ig terhrdrog(.asl s car;
parsiaj-, oLdr ii,ai.dla u
iLu rll-srlrut -1 i,rga i<er.cgka hi-rrrr:::af fase-:. r;t=Dei-.rp.:
ssiyawa ya:S ienrr.lslL'- keLomirck r$raslklln Lerca:ttum itada (dliDar 12.
'l
Gambar /.' Soiyawa-Selyawa Tetras rklin
f't R- N(cH3)2

2rol
il
,26 \ ,/.t\
B
)
ol /\ /\ /-\
\-l \t-l \ NH2
i i2r OHITr '- /t
t, /-, 't /s
OH tl t1 o
Naf tasen

Kl Rz R: R L+

HHHH b-Deoks i-6-d ol ec i I c ecras i klin


HUhHH b-Dffietilcetrasrklin
H Oii cH: H 1'ecra:; iklin (akrcrnj-s in)
CIOHLiH 7 erasi klin
-K1oro-b -d snec r- Ic
H tbr ch3 0H 5-HidroksiCecras ikl-i: (oksi-
cecr:rs iklin ;
tenamisin)
cl 0H cH_t H 7-Kloror ecrasikl-in (k1or-
cecrasiklin; anrreomisrn) -. "

Di antara seryawa-sqlyawa tecrasLkrin tersebuE di acas, ya.,g


cerrnasuk recrasikrin alam ialah cecrasikrin
atau akrcrnisin,
oksrcsrasj-klj-n atau ttramisin, dan klorcecra.sikrin a6au
aurecrnisi::.
sedantkan, b-dsnecrlcecrasiklin <jan 7-ktoro-6-dsnetilcecrasiklrn
kedua-
duanya di-hasrlkan oreh curunan mikroba ya.g
sen:ra beasar dari

120
SCreCmrrce gg-g" Kd'ra sslyaida yary Eeakhir ini sarrgat sukar
dj,urailcen baik c;.j-ei. asm tra,.{lin basa, sehingga bagura untuk pagobacan
gc8ra oraL.
Dart scrukLur: 8trtya\{a-ss':yavra tecrasikl-r-n sqcti tercsa pada
Gilbar 12, r-erliirac bahi*' pcbedaan antara uetrasiklin, klortetra-
siklin, oan oksttecra^"iklin masing-nesing Ccletak pada adanya atcxn
kLor pada G7 (clncin Di dar gugus hrdroksi pada G4 (ci-nci-n a) dart-
kcangka lridror:at i"as ..

b. !.ios_Fi*gg !q11s.1!!in

T eir as r ri-]. .r ;iua.j-ah s s:yawa-seyawa yary cerrnasuk golo:iga:l


ircIrket i,ra. trr-c.-)b,!dr-iri--rcobaar mstunJukkd.:t bahwa eCrasiklin bsasai
C

darr d e.j..rDarr unr-L rr.L1o:ii-krrt::ziir a, septrtt- dicr-r:r-1 ukka-: oleh Gatnbar


1{
Secai2arrsa:.a drtrxlju<i<ar ordr Gambar I J, malonamoil-klgizim tl
i:e;-aL::,i.r. .s rilar-,-ir. l'-.1sldL{)r rr.:'-ik ;ni-rllerrsasl cielap:n nrole}cLr-I i'.r.iIollI-
kos-2i..- n r tr-.gruisllr<e: s!-tar-ri -x-'iiketrda*a;rt-da y:rrg Lr-nt-er. PoIi-kecrda-
.nrica i:i selr.-;r.rLlva qrrrdd ine',glrasllkar tetraslKlln, me-j-alu:-
srqtr.{aa Jr,vek-sl "/a-ng sedtrna:a <ian berlargsi-tlg secara bercalnp.
f'lela-Lui rang-in;i.i;l-r: rilk-qr r:'j , crlh'rls:-i-k;ut sstyawa-.s6)yawa a.i-ltara ya:g
utalira, seo1-i-1 Dr.:Letr.rliiil c;Lt c-il;t{-tli-,r-eteLranrd, yalg rni::gandr-::rg
ssilua at'-In k;al-.,oit ,\,ir-.g J: perirry:a:t pada h.isrL-hasf l ai<i'rrf ,
Tei-i;urll' r ") .1.rr-i d11 e: b-rr r:rLi, scperlr b-dgtr r*r-Icetrasikll:: d;ul
7-klorr-o-r.rn-r;{.iiLer*raslkj,l,n, :iir:n-:nk;u darr pretecramid. Seda-:gkan,
teti:asLirii-l^:, ,ier e. 7-l{1( ,t-:-)f ei ',:istitlr:r, rlan deret 5-hidrotsiteCrasrkl;-;
ditrrr-.rxz: t ,:ri:..;- i L
1tf rr_ etf Jiti al ,

c. Ii-mu

Sg,trtr rtlinrapkat ,Jari st.ruKfur rncldorlnya, tetrasikJ-ii,


oksitd.rd-st r<ti:., , da:; kiorCeLrasrrurn rnurpui-tyar sitac-sifat kimia ya;:g
gat hui-.{lgaf;i'/t! salrj sdrr}-i iat-:,
d<srcelrasi'.-tj-a mr-sal:rya, nsrpitnyat- delapa:r acorn hictrogan aktrt,
macing-ma.s li. .9at1l darr gugu.s hidroksr- da:r oua <Jari guglls ant-da,
-(XXH2. Il-ta di ant-ara arcm hidrogcrr aktit r-r;l masr-ng-masing bersifac
fcolrk (C-:0) d.rn srolr-k (.Llt, saiangkan du:r yang la:.n bersitac
alkoholitc (C-) oar-, 0-6) yary bereaksi da^garr a*ntudrida asam asetat.
Selar:jucnya, bi. la .;ksil=Lrasldr:r dipe:rlaiqrkan dangan basa dihasifkan
dlmer iFmina dan amoniax, yang rnasing-rrHsing bsasar dari gugus ,l

dimcilrrr,.tli6r, *t'ttt-rr,r), paL.1: (_:-u Can gugrLS amtda pada liZ.. il

Klorr-rasrklin pada prguraia.n oleh basa juga mrghasilka:: lil'

d7m4L1 xnir-'a dan mcniak. Petrrru:n ini dan data fisrk serca kimia iil

tlll

ffir

I rI
-

-r'

lainnya na'lunJukkan hubungan scrukcur yang erat ancara klorcetrasiklin


dan oksitecrasiklin.
Dari segi ki-mia, cecrasi-klrn adalah paling srabrl dibandinglcan
de'gan trunnan cetrasr-klrn yang lat-n. ftr,rbrgar: antara struktw
cecrasiklin dan scruktur klortecrasikl.in orc\xiJukkan oleh cransformasi
dari smya\. yang teraichir man3adt" tetrasri<li:i pacla hidrogcnsi
bskacalis.
Gambar 13. Reaksi-reaksi Pokok BiosinCesa Tetrasiklin

q' N(cH3)2
c1 OH
rN(cH3) 2 u H3

il
...CH3 H
\l oH H1
HO
,rH
HO

C0NH2
Pt/Pd \7 I
NHz

nu ooii0 OHOOHO
Klortetraslklln --* Tetraslkl Ln
00
tl
Q
ll
Hili + CoZ -AI-l---+ H?N-C-O-P(0H)Z
a
urHCbroiotD,
H2N
o

-c- CH r-C-SCoA
fl,r]
0 -:^.-
Ir Mc1 onafroi 1 -CoA
CH
3C-S
CoA
/o
H00rC-C H2-C-SCoA
Ma1 oni- I -CoA 1-
COOH C0-SCoA
scoe
-to'-. ti? IHz
I

ir^t
oot-) ^f'"nt
TxCH-,-Coo
I

\/'"\r/-\./-
AiJU - 7CO.1 aa^^
'H0
H2 .NHz

0000
-+
Pollketida amida

,rl
''// -\
ofu n
lltt-via pretttranid
* f (cn,
l-(cHj)2 il ,Z\

: -/z
.Z\

t/z
,/\
<24
OH

f'l
I
H.{ H\$ H H
\-, NH2
6- l,Ie t 1 lpret etramid
H +

Turunan 6-Demetil tetra-


//\
CH
,I':
3
,/'\
H
o
s1k1ln R-H;C1 ,Z\ .Z
\\

vla tahap yarg, sama


sepettl tetraslklln -\i rZ -- /z 't.<12 ONHZ

OH OH OH -4
4-Hldroksl-6-metl 1 prete tramld

1)?
Il3 0
pJ
-+ ir
,/\
x-./z l
fl Hzo
H

ONH2
oH0

H^ca
N(cH3)2 lHo i -r la

v\ ,/\
'kl
H

\i 'r "4
no+t
ONH2 CONH?

Oti 0 FI 00 oHo
Anhi drrotet rasikl i-n Turunan 7-k1ol:c:eirasik- -:
yl_g tahap Yang sama sep:-
ti tetrasiklin
I H2o
s
HO .C H3

il
OH
l Hg

o
o'H
I
0

oNH2 Turunan 5-hidrc<sitetra= - r -


1in, Yle tahap ]'alg 53;.
Jurus ke tetrasiklin
irrrNll

tnl HQ Su:9H I(ci{3)2

ir
H
HO
\,
%t
0Niiz
Il ]CE 3
cH3 )2
H

ii
H

\? hl
H
iro
c0NH2
0Ho o
"'H/
Tetrasl-k1in
PcreCapan etrukfur sslyawa-se'lyatra CeCraslklln, sebagainana
dlfah:ican p*la pecergahan abad ili, dilaksara!<an dangan . cara
pcrguralan dergan proses bertaLrap, dari mana jeris _kerar_eka karbon
serca posisi eubstitrusr daIm kaangka karbon tssebut ' daPar
dittaplen. liasil-hasil pegrrraian yang uE,qmF seingkali moshrkan
peigiiraian lbih lan3c, dii.lo:ci oleh sintesa rntuk nobtrktikar:
struktr-rr dari hiaeil-hasil pergr:raia:: iri. tsebeapa reaksi Pokok dalaa
Pg)4apan strukcur oksicecrasiklir: tscantLrn pada Grobar 14.
Dari reaksi-reaksi sqeci clicrn3ukkar: oleh tlambar 14, cslihac
bahwa kerangka dasar karbon darr oxsrcerasr-i<-Lr:r dapat dr-tecapi<an darl
pcubatrartrya men3adi nalcaae. Sec.r.ngka:, posls:- masiry-nasiry
substicusr dalm kcangka karbo:: f ersebi:t dapat ciitetahur darr 1a':is
irasr l--h.rs r I prguraia: .

Gambar '14- Beberapa Reaksi poko:. dalan penetapan Stnrkcur


0<s i cet ras ik I irl .

9Hr

):- iiOH
/\
t- -/z

ut1
,/\
:- /-,
/'\
tt./z

OH
NE2
Zn
_--------.*
\4"\L)
,.'/r--'t--y-\\-\

Naf sasen
t asam
I

q
HO CI 3pH

ii :- /z
H
I
OH

OH
c0 2ri
+
c02H

f r,,r."r.oon
ii: PH fl(c}r,

ii c

00Ho
\> HO Al
c0NH2
ZoIOH cH20H

Oksltetraelkl 1n ker lng


H3 OH N(C H3
\
ir
/Z\
encer HO
I
't z'-z

l"'
ONHZ
OH OH 0
N( cH3)
2
-

$'-
OH ot{

CoNH2 HO

L24
d. Sintesa Terasikfin

l,legingat bah^a sLrukCur uoldcil snyalB-ss-lyawa Cetrasiklin


hinlah cergolorg sedshas,a, maka sincesa terrasii<Iin melibarkan
bcbagai jeris reaksi organik. KesuliCan ugana dalm nsrsintesa rnoleloll
Cgrasiklln Csletak pa.da clncin A, karg.Ia seiiaP atcn karbon dari
cincin ini mcgandung sedikitnya satu subsciiuel. Dr- sampiry itu, Eiga
dan glan accn karbon asunecrr daliim mldcul tetras:-riin yang paling
banyak ttrsubstrtusi, seperti oksiCeCrasikli:r, tddapat pula pada
clncln A. S*ringga sl:ltesa im6uk me',ghas:-Ikan saCu ISCns opCik yd:lg
akCif , bebas clari isomg'-isqner larn:ya mang.lil'<a:, pe-rdekaCa: yang
haci-hacr. Sr.ratu pcrdd<atan dalam slilt6a ce'rasrKl-i: tercantun pada
, ^-]--- 1 (
LElua! I ).

Gmbar 15. Reaksi-reaksi Pokok Sintesa Tetrasiklin

\ Dle 1 s- LlA1H4
--#
A1 der
/ ----4
OH 0 0Ac
o
i . c5H5cH2c1 1.CH2(NoZ)CoZEt
2 .lleHgBr .Z.HLI
3.ttro 3. Znlecou
4 .Oksidasi
c6H5CH2O
auatu diendlolon

H basa
ONHZ

C6H5CH2O 0H c6r{5cH2o 0cH3

He ) 2

il
C5H5CE20 0CH3
,/
,., -/z
\\

O
\i OH
CONH"L
l.HBr
2. CH3I
----.4> O+{ gtt

,g cH3 13(cH3)2

il HO
\{
.t
Hl
H
",1or,u,
2.o 2l cahay a

Tetraelkl 1n

r?5
Seperci dtcunjukkan oleh Gambar 1 5, sintesa cecrasiklin dinul-ai
dengan sintesa suaEu senyawa ancara cris j-kLik yang sudah mcrgandung
cincin B, C, dan D dari noldo:l Eecrasiklin, ssgin^rakan reaksi Diels-
AIds. Sincesa rni dj,ih:ti oleh prrgubalnn-peguba"han terhadap guglrs-
gugus tungsi menghasilkan suacu srryawa a:iEara baru, yakni suacu
distdiolon, dart ma:ra oapaE dirdca unsur-unsur vang droerlukan uncuk
nobgrCuk crncin ,,\ septrri oicsnukan dalam r:ole*lrl cecrasiklir

4.3.2 Lacihan

Berrl:h Landa sr-t"a:g (X) oada hurur iJ _'1rxa per:yaradn cl:- baw;rh inr
berar d:ut hurr-rt S 3:-r.-a psiyataannya salah.

1) B- S ir::cibioc:,< reCras:-klrn yan4 clrgr-r::akal clalail ps-.sobara:.


sdnud:lya ri,rgandr.ng diu gutEus lc)ol o.jn satll grgus :.nr-da-
2) ts - S Se-:yawa tetrasiklrn (akroilisin) utrandung tlrllat aron karbo:
as u!f rl .
3) 8 - S Se:yawa-se-_ 'iavra tetrasrklin, dari segi biogert-ik, tern.isur,
gt;Longan pclikecrda yang berasal darl sembilan u:lc asaa
asecat .
4) I - S Pada Irer-igurdlar oleh basa, oksitetrasi-klrn dan klr:rcecra-
srklrn ke.l.ra_<iua;ya drirrerrl :rrriina_ .rnoniak, rl.-t. i .asam o_
'lrglZo.,,,_ (a:. L-j Sart.Sll.:t-j ,

5) S - S l>Lru!ii.t]l- Lr,,ltr..rr-i cetra*srkLin Jap.lt diketahui br..r strui..'* -r


r(.]-or"r-.rl_:.., .L <l i:', (.1 I K c.t-.,ltrr_ri , it.li.ena t- .Cr;tS ikI i_l dapat
dlol<si.-ia> ,. rir err;.tr1i klorcecrasik_l i r:

Pes-rica.tair javllili'i .frjo i,tr)gr.-.: Kurci Jaqanarr l;rcihan t-nr:

l) s
'2) $
J)8
4)S
5) .S

bila ruxl.r Yn:',ya dapai n<i;awab dcrgan bmar 'qrrar\g ,larL 4 soal , bacarlali
kobali Kgiacan tsela; ar 'j.
4.3.3 Wlgga:..
SeDy;i9i.1 -s a.:\,.,- , ':-t.\,' : erry,,:.:rll: kelompok cetrasiklin adalah
&ntibioCik y;11s, i!r-- -,,,..'-'ai ir..rakcir-.rr; .J -r1F,a:, L-, akr f' rir y*6)r-19 !-L'a', ya2g
fJ el.-,,/(, ;., ;)L:n. IJ i ant-ar;i s e-'-vawa-r: drya.wa ini r e,'-'rcasu'.
d i gunakzur Ja La;n

r .J. ()
cecrasiklin (akromisin), oksitecrasiklin (csamisin), dan klorceEra-
siklin (aureomisin)-
I,.1olekul senyawa-senyawa Eetrasiklin nempunyai kerangka karbon
natgassr dan dapaC diaiggap sebagai turunan hidronafCasell' Perbedaan
urama ancara masing-naslng sclyawa i,ni tsletak pada j sris substitusl
yang cerikac pada acon C-5, C-6, dan C-7 dari kerangka naftasen
cersebut, seperti terlrhaC te;rasiklin, oksitetrasiklin (5-hidroksi-
tecras iklrn) , klortetras j-kl:,n (7-klorof etrasi-klin) , dan tun:nan 6-
osn ecr- Ic ecras ikI t :r.
Kerangka karbon Carl sslyawa-selyawa tetrasikli:r dikeCahur dari
pcgubahannya meljadr :-artasen, seda:rgka:: posisi substicuen pada
kaa:.,gka rarbon tersebut oicecapkal delga-'r rallcsi-reaksi pcguraia:i dan
nIteta),.-a: struktur Carl hasr-l-hasi-L pengural-d:l ters ebut. Strurctur
s eryawa-s e--yawd L etr-rs ; <l :':: -.; uga d it ecapka:-: m eiaLui s Lrlt es&
Dari s%i broger:e:ir., sr.ya\^/a-snya\^/a tefrasrk-Lin adalah Sslyawa-
S ella'w'c tqlolit< a-lan )-ang t ermasuk golorgan poli-kecida' Pros es
SiCSr:;tsa Sstyawa-Sst-ia-*'a tcrr:lst-kli:: ba-l;algsti:lg via sstyawa aitara'
'vaa:i pr ete6ralnid cial o-:letilpretetramid, yang Ci-awalt oleh m'r'l-o::amo:-l-
(og-tzLn A ya:lg bcgabu:g os-rgan delapar: txlrt aseiil-kosizim A-

4.3.4 Te Formacif 3

Lrigi<arrlah a, D, 9, atau d pada -1awab.l:: y'l:g r\nda anggap pal:';rg

PerhaCrKan dengai seksaina struktur dari enpat senyawa Curunan


lalcasqr berikut. Ksitudlr;, 3ar^:ablah pertanyaan berikutnya.

\a) (b) N(CH3)2


)2 H3 3
H
v) ,Z\
HO 'rl
Hl
0NH
\-, 't ,/'.
ONH2
2
OH ]H

(c) (d)
H

{0NH2 oNH2

OH OH OH

Ptxartyazn:

1) Dari kesnpac sglyawa tersebuE, sslyai*a antara


dalan biosintesa b-danetiltecrasiklin ialah:
ii
0
B
r21 m
$

tr
, -.,_1 . 1

2) Dehidrasi dan recrasiklin (alccnisln) a b c d


dagan hioroge i<Iorida kcirg akan
mrghasilkan ss:yakar r ;

J) Dari keopaE ccsebuc, sgtyahra yang


se.yar,E a b c d
naryaj<a:: anc:.biocik alam yang digrnakar:
dalm pargobare ia_lahr:

4) Di antara ss:var'? iersebuc, ya:tg msrgandrr.g a b c d


dua gugus e:oi oai't qDpat atcn karbon
aslmrl ia].a-l r

5) Dl- a:rt<ira ss:va's.ir. cssebuc, yang cidak a b c d


cerrnasuk trurl:::at hicror:atcas en l-alah :

6) Pada hrdrogqtasl oskacatis dari klortetra- a b c u


sirJi:, sst_y-;-r1 ''-{-i ca,pat Orhas:-li<an iaiah:

4.3.5 Ltpan tsaj,ik cian Tirrdak lanjuE

C,iroki<anfah ;a-*aba:: Anda ds:gan Kr-r'rci Jawaban Tes Fonnacif 3 yar


ada di bagia:r akhir nocjul ini. Ltirurgl.ah JLrnIah Sawaban ic:da yang
ber-sr, kanudia--r guiai<:n rlmus di bawah ini untuk Dretahur cirgkac
pfiguasaan lvlda Eqhadai: rnatei Kqgiacan tselajar 3.

itrmu.s:

Tiqgkac pegriasaa:r - Jtnlah .iawabgn Anda yang bsiar x Kfult


b

Arti. crngkac poguasaal yang Anda capai:


yr% - 1U0% = baik seka.Li
&%- 89%:tutk
7{J%- 79%= culoir
- 69"/" = io:rang
Kalau Anda mmcapai tingkac pg{gtr;rqaan &J% acau lebih, bcsiap-
siaplah rurda mcgi-tarti ujian akhir. gagusl Tecapi.kalau lararag 9?rL Vr%
Arida tBrlr.s megulangi Kegiatan tselajar 3, t6utama bqgian yag beh.un
Anda lo.rasai.

SelemtI

128
5. Ktnci Jawaban Tes Fomacif
5.1 Kurci Jarvaban Te ForuaEif 1

1) Jawaban yaqE beiar b. Bila ratcai karbon yang terpanJary dij-kuci


mrurar darl accr! i<arbon c-] (gug"rs -cgjt'Hj) ke u3rng yang rain,
kedua ikacan ra:gKap masi::g-masing paCa C-2 dan C-6 msnpulyar-
koiltrgurasr crans. I,qitu pula, grus qmksida pada (-'iL inelpr.rnyar
konligurasi trans, karsra ikatar C-9 - tj-lL, dan ikaca.r C-1i - C-12
bsada inda piha.i yang berlair<xtan. Sedargkan pada moldcul (c) ,
gugus epoksrda trdaK nanpu:yai isontr:- gatrrretri i(arsra atom C-l 1

manglkac dua gugus -"'ar;g sarta icis;:ya, yalei gugris nretil.

/) Jawaba: )'ang bq:a:: 5. Seryawa inr adaLah suatu Ct O dr ilrata


mole<r-rl;lya terbq:cuk d:irr pr.g.lbtriga: our:r utit isoprel tC:) da::
satu r-r::-t CU. U::i: yary tsalchir r-:li darr sq4i blogeret:-k, berasal
dari J-ecrI-buc*J-e:i_l_ i;r-rolostac.

3) Jawaban yang betar a. Darr kempat sslyawa tersebut, yang nsnpulyat-


kr.:ntigurasi crans-rra.l-ls-cts adalah (a), dan (c) ctr nana gryus
q.'oksi-oa dapa't di-.nE4ap monpu.ryai konfigurasi cis. Akd:l tetairl,
discribusi darj. isorop 1aC ,?erri yang diharapkan terdaprac pada
(a). I'{argikuti ranksr br.osincesa sepertl cercantun pada (bmbar i,
rsotop luc yo"g berasal dari asan (l-14c)-proplonat akar terdapat
pada C-i ying megikar gugus p:-rolostat- dart J-ec:"l-buc-3-e:il
p:-roloslat. Iirn piada dihonngaanr-r pirolosrat, r,sotop 14c cod"p.c
pada atom C-l d:u: C-5. Selan3utnya, pada molekul dihcxnotarnes:-I
prrolostac radiokarbon akan ditam:kan pada C-5 dan 0-9 seba,garnana
cerdapac pada (a).

4) Jawaba:r yary barar c. t<eaksi ini analog dmgan reaksi yarg cerjadi
cehadapr drhomogera::rl brcxni-da paoa Gambar 4, di mana dihqnogaalrl
brcrnida diganci- oleh gcanil brornida,

5) Jar.aban yang banar a. Reaksi ini adalah sana dergan reaksi t{itcig
yary Cerakhir sep,cCi Eerca:rtr.:rn pada Gambar j.
5.2 Kr.rnci Jarmban Tes FomatLf 2

1) Jawaban yang bsrar d. Sanyawa (a) mergandtng mrpat aco{n karbon


asirnetri, yalcri C-6, c-'11, (i12, c-"15. seranjucnya, scryawa (b)
<Jan
dan (c) rnasing-ur.sing menptnyai lima acom karbon asi-metri pa,oa
posisi yar sama, ya}cri (F8, C.-9, tJ.l1, (>12, dan C-j5. Sedangkar:,
sslyawa (d) hr,anya me'gandr-u-rg satu atfin karbon asimetri pada c-15.

129
. 1 ....,.::r1 .. .. ,

Jar*aban yang bg]ar b. soyava ini analog dergan


PGHI Yan{3'nerqial<an
2)
sanya!;a antara bagi PGFI s+sci cetsa pada C'arnbar
8'

Jawabs: yary bsrar d. Llalan suasana basa, PSt


berisomert:*-'
3)
rnan3adi P(Jts1 , yalcri slyawa d. lsomsisasi , ini
rnayebabkbn
pcpindahar-r ikaCan rangkap dari cincin siklopslteron
dari posisi
C-l[lkeposrsrGs(C.12),Seper:trterca.]tllnpadaGrmbarlUda:i
Gamoar 11 .

4) Javraban yarg bsrar a. Reaksi ini mseduksi gugus karbonil pada

cincrn sikloperrranonol manjadr siklopencadrol, a:ralog d6rg:i::


1i
redr:ksi PGEI metjadi PGI'1 sePerti tercantlil! pada Gambar '

Pada prrostagtandrn alarn, i<onf i-gurast-


bsrar c. dari
5) Jawaba: Yallg
atcxa e-U crans cerhadap atorn tl-i2. Sda:rgkan pada
(c) korligurasi'
r::i adalah cis, yail.g Intrupaka-r srzitroiltr darr' Prostagl'r:rdi'n alain'

Jawaba:r y;xtg bsiar d. Se-:yawa :-::r adal-ah PGrri yallg


rnenghasilka:'
b)
oleir
a:.jtara raln asam suksrnac pada ozo:lollsa, sepercr- dicu:-:Sukkan
(3nbar 'l
t.l .

7) Jaraban yang bsrar a. :-ni adalah PGEZ yallg, mrgalanr


Sanyawa
del^L:-drasi dala,.n srursana asam mcrghasllka:i PC+\2, alialog
drga:
oelndrasi t{JE., nm3adi PG\1 seperci trtera pada Garnbar 1U'

5.3 kurcl Jawaban Tes lbrroat.if 3

1) Jawaba:r yargbcrar c. Saryar*a ini adalah Prececramid yarg mruPal<a::


sg-tyawa anrara dalarn biosinCesa turunan 6-de.neCilCefrasi"klin,
analog dcgan 6-mecilprecetrarnid yang tnsrurur:kan cuJ:una:
tcrasi.klin yang lain, sepg.ci tercantum pada Garnbar I3.
2) Jaraban yang berar b. Dehidrasi ini maryebabkan Cerbsrtul'rrya cincin
C yang bersitat aromacik, analog dcrgart dehidrasi oksiCetrasikti-t:
sepsti tecera Pada Gambar 14.
J) Jawaban yang bctar a, Scryar*a ini adalah tetrasiklin yang disebuE
juga akromisin.

4) Javraban yarg banar a. Sanyavra (a) dan (d) kedtranya mcrgandung sllPac
aEcn karbon asim*ri, masing-rnesing pada posisi yang salna' yalci
G4, C-r+ , C-6, darr C-12 . Akan tetaPi s6lya\{a (a) mmgandtrg
dr:a gugus a:ol pada C-3 dan C-12 sedangkan (d) hanya satu
pada C'-3'

130
5) Jqmbqn yr bctar c,
Srryana fnl ctlrrnnn naftasei, edarykan Eiga
yang lain '.4lah tunuun nafcaaen yarlg certridrogeugl parsial.

6) Janaban yarg beiar a. Senyar*a ini adalah tetrasiklin, yang dapac


diperoleh dari 7-klorotecrasiklin (acau disebut jWa klortetra-
siklin) pada hidrogoasi bekacalis'.

13i
V

6. Refgsrsl

Jses B. Hgdrikckson, Ihe Itledes of ltau.Ee, New York: I{.a Eerjaln,


Inc. 1965.; I
I

John Apsimn, &g Total Svnthsis ot Natuaf Products, Nss York: VoI.1,
l.filey-lnterscis:ce IDCI, lgl 3.

Paolo t4anitto, tsiosvnthesis of Nacr.rral Nsr York: Tej oahart


P.G. Satrnes, Johr: tviley & ticns, 1991.

lJ-ph Fesssrds: dari Joan S. lesssrden, Kimia Organik, Jakartra: Jilid


J.
I (1963) dan Jilid 2 (1964), (Ts: snalnn A. lladyana Rrdjaatmaka),
lr
Poerbic Erlangga.
I

T.l.J. Goodwin, tb. Aspecta of Tecpspid Orqietrv and Bj-oclrgniscry'


London: acadsni-c Press , 1971.

132

Anda mungkin juga menyukai