Anda di halaman 1dari 7

Jur. Ilm. Kel. dan Kons., Januari 2009, p : 57-63 Vol. 2, No.

1
ISSN : 1907 - 6037

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES


PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR YANG SIBUK DAN TIDAK
SIBUK
Affected Factors of Stress Level in Busy and Unbusy School Age Children

DIAH KRISNATUTI PRANADJI1*, NURLAELA2


1
Staf Pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi
Manusia, Institut Pertanian Bogor, Jalan Lingkar Kampus IPB Dramaga,
Bogor 16680
2
Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian,
Institut Pertanian Bogor, Kampus Dramaga, Bogor 16680

ABSTRACT. The purpose of this study was to examine factors that influenced
stress degree in busy and unbusy children of elementary school. The research
conducted in SD Bina Insani Bogor. The research method was cross sectional
study with 30 samples of busy children and 30 samples of unbusy children. The
site of the research was selected purposively by considering that SD Bina
Insani Bogor is one of the favorite private schools in Bogor. Moreover, SD Bina
Insani Bogor has tight schedule and also has a large numbers of students who
participated in extracurricular activities/activities after school program. The
results showed that there were significant differentiation between busy children
and unbusy children in time allocation and amount of extracurricular
activities/activities after school program. Female students allocated more time I
extracurricular activities after school than male students. Amount of
extracurricular activities/activities after school, its time allocation, and time
allocation for watching TV were factors that affected stress level of the children.
Finally, factors affected the degree of stress of students were the amount of
extracurricular activities after school, and the time allocation for watching TV.

Key words: busy children, elementary school, unbusy children, stress


degree

PENDAHULUAN penting untuk keberhasilan penyesuaian


diri dalam kehidupan dan mempelajari
Dua puluh tahun yang lalu, ahli berbagai ketrampilan penting tertentu baik
psikologi Amerika, Elkind memperkenal- ketrampilan kurikuler maupun ekstra-
kan sebuah istilah baru yakni hurried kurikuler. Meskipun demikian, sebaiknya
children untuk menggambarkan kegiatan tersebut tidak terlalu banyak dan
fenomena anak yang dipercepat membebani anak serta dilakukan
perkembangannya. Salah satu cirinya berdasarkan kemauan anak dan bukan
adalah anak diberi berbagai aktivitas tekanan dari orang tua.
ekstrakurikuler setiap minggu yang ber- Menurut Alvin (2007), anak-anak
tujuan untuk meningkatkan kemampuan masa kini menghadapi apa yang
di bidang akademik, sosial, olahraga, seharusnya menjadi masalah orang
budaya dan kemampuan psikologi. dewasa lebih dini dalam kehidupannya.
Berbagai aktivitas tersebut dilakukan di Tidak seperti anak-anak di generasi lalu
bawah pengawasan orang tua sehingga yang memiliki banyak waktu untuk
bukan sekedar untuk bersenang-senang, bermain setelah pulang sekolah bersama
namun lebih diarahkan pada pencapaian dengan teman-temannya, anak-anak
tujuan (Gross tt). sekarang sulit untuk mendapatkan waktu
Menurut Hurlock (2002), anak usia seperti itu. Sekitar 60,0% anak-anak di
sekolah dasar diharapkan memperoleh Jabodetabek lebih banyak menghabiskan
dasar-dasar pengetahuan yang dianggap

58 NURLAELA DAN PRANADJI Jur. Ilm. Kel. dan Kons.

waktunya dengan mengikuti kegiatan les proses penyaringan tersebut, ternyata


sepulang dari sekolah (Imam 2007). hanya 99 siswa yang mengisi kuisioner
Salah satu fenomena menarik ialah dengan benar dan lengkap. Selanjutnya
semakin mudanya usia penderita stres. 99 siswa tersebut diurutkan berdasarkan
Jika beberapa tahun yang lalu, stres lebih jenis dan alokasi waktu kegiatan di luar
banyak dialami oleh usia produktif diatas sekolah yang dilakukan.
20 tahun, kini stres banyak diderita oleh Contoh anak sibuk dipilih
anak usia remaja, bahkan dalam berdasarkan urutan 30 teratas untuk
beberapa kasus, anak-anak diperkirakan alokasi waktu kegiatan di luar sekolah
telah mengalami stres. sedangkan contoh anak tidak sibuk dipilih
Fenomena tersebut menegaskan berdasarkan urutan 30 terendah. Dari
mengenai pentingnya mempelajari tingkat data tersebut, diperoleh kriteria anak
stres pada anak usia sekolah dasar yang sibuk adalah anak yang memiliki alokasi
sibuk dan tidak sibuk. Apakah waktu aktivitas di luar sekolah 7 jam
meningkatnya aktivitas di luar sekolah setiap minggu dan anak tidak sibuk
dan berkurangnya alokasi waktu untuk adalah anak yang memiliki alokasi waktu
bermain mempengaruhi tingkat stres aktivitas di luar sekolah 3 jam setiap
anak? Bagaimanakah pengaruh faktor minggu. Total contoh dalam penelitian ini
internal (persepsi anak, umur saat masuk adalah sebanyak 60 anak.
sekolah dasar, serta jenis kelamin) dan
faktor eksternal (persepsi ibu dan Jenis dan Pengumpulan Data
keadaan sosial ekonomi keluarga) Data yang digunakan dalam
terhadap stres pada anak? Hal inilah penelitian ini berupa data primer dan data
yang diantaranya melandasi pentingnya sekunder. Data primer meliputi data
dilakukan penelitan yang mempelajari karakteristik anak (umur saat masuk SD
tingkat stres pada anak sibuk dan faktor- dan jenis kelamin anak), karakteristik
faktor yang mempengaruhinya. keluarga (besar keluarga, usia orang tua,
pendapatan, dan pendidikan orang tua),
METODE persepsi anak dan ibu terhadap aktivitas
di luar sekolah dan harapan orang tua,
Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian aktivitas dan alokasi waktu kegiatan di
Penelitian ini menggunakan desain luar sekolah anak, serta tingkat stres
cross sectional study, yakni penelitian pada anak. Data primer tersebut
dilaksanakan pada satu waktu tertentu. diperoleh melalui record pada anak dan
Penentuan lokasi penelitian mengguna- wawancara. Data sekunder dalam
kan metode purposive, yaitu dengan penelitian ini mencakup gambaran umum
pertimbangan bahwa sekolah merupakan lokasi penelitian. Data sekunder diperoleh
sekolah dasar swasta favorit yang dari keterangan pihak sekolah dan buku
memiliki jadwal yang padat dan jumlah komunikasi SD Bina Insani.
anak yang memiliki aktivitas di luar
sekolah cukup tinggi, sehingga terpilih SD Pengolahan dan Analisis Data
Bina Insani Bogor. Pengambilan data Data yang telah diperoleh kemudian
dilaksanakan pada bulan April hingga diolah melalui proses pengecekan,
Agustus 2008. coding, dan scoring. Pada mulanya data
dari kuesioner ditransfer ke dalam
Contoh dan Cara Penarikan Contoh Microsoft Excel, selanjutnya dianalisis
Contoh pada penelitian ini adalah menggunakan SPSS 13.0 for windows.
anak kelas 5 Sekolah Dasar (SD), dengan Analisis data yang dilakukan meliputi
pertimbangan anak memiliki waktu yang statistika deskriptif (modus, mean,
lebih banyak untuk melakukan kegiatan di minimum, maksimum) dan inferensia (uji
luar sekolah (les/kursus/bimbingan/klub beda, korelasi, dan regresi).
olahraga). Jumlah siswa kelas 5 SD Bina
Insani adalah sebanyak 119 anak. Pada HASIL DAN PEMBAHASAN
tahap awal pemilihan contoh, dilakukan
proses penyaringan siswa melalui Karakteristik Contoh
penyebaran kuesioner tentang jenis dan Lebih dari separuh (60%) contoh
alokasi waktu aktivitas di luar sekolah anak sibuk berjenis kelamin perempuan.
yang dilakukan dalam satu minggu. Dari Hal ini sangat berlawanan dengan anak

Vol. 2, 2009 TINGKAT STRES PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR 59

tidak sibuk, yakni sebagian besar (76,7%) 50 tahun saat anak pertama lahir. Rata-
contoh berjenis kelamin laki-laki. rata ayah contoh berusia 29,6 tahun
Sebanyak 40% anak sibuk dan ketika anak pertama lahir. Hasil uji beda t-
36,7% anak tidak sibuk masuk sekolah test menunjukkan tidak adanya
dasar ketika berumur kurang dari 6 tahun. perbedaan di kedua kelompok pada
variabel usia ayah saat anak pertama
Karakteristik Keluarga Contoh lahir.
Jumlah anggota keluarga contoh Sama halnya dengan persentase
berkisar antara 3 hingga 6 orang. terbesar usia ayah saat anak pertama
Persentase terbesar (53,3%) contoh anak lahir yakni berada dalam kategori usia 20
sibuk memiliki besar keluarga sedang, hingga 30 tahun, demikian juga dengan
sedangkan persentase terbesar contoh persentase terbesar usia ibu saat anak
(53,3%) anak tidak sibuk memiliki besar pertama lahir (86,6%). Rata-rata ibu
keluarga kecil. Tidak terdapat contoh contoh berusia 26,7 tahun ketika anak
yang memiliki jumlah anggota keluarga pertama lahir. Sebesar 11,7% ibu contoh
7orang. Uji beda t-test tidak pada anak sibuk berusia 31 hingga 40
menunjukkan adanya perbedaan (p>0,05) tahun ketika anak pertama lahir. Hasil uji
besar keluarga di kedua kelompok beda t-test menunjukkan tidak adanya
contoh. perbedaan pada variabel usia ibu saat
Usia orang tua yang diamati dalam anak pertama lahir di kedua kelompok
penelitian ini dibedakan menjadi usia contoh.
orang tua saat ini dan usia pada saat Pendidikan Orang Tua. Pendidikan
anak pertama lahir. Usia ayah contoh orang tua yang dimaksud dalam
saat ini berkisar antara 34 hingga 52 penelitian ini adalah jenjang pendidikan
tahun. Lebih dari separuh contoh anak formal yang telah diselesaikan oleh orang
sibuk (73,3%) dan sebagian besar contoh tua contoh. Sebagian besar (93,3%) ayah
anak tidak sibuk (80%) memiliki ayah contoh dan sebagian besar (86,7%) ibu
dengan kategori usia dewasa madya (41- contoh telah menamatkan pendidikan
65 tahun). Tidak terdapat contoh yang hingga Perguruan Tinggi. Uji beda Mann
memiliki ayah dengan kategori usia Whitney menunjukkan tidak adanya
dewasa akhir. Rata-rata ayah contoh perbedaan (p>0,05) pendidikan orang tua
pada kedua kelompok berusia 44,1 tahun. pada anak sibuk dan tidak sibuk.
Hasil uji beda t-test menunjukkan tidak Pekerjaan Utama. Persentase
adanya perbedaan (p>0,05) usia ayah terbesar ayah contoh yakni 43,3% pada
saat ini di kedua kelompok contoh. anak sibuk dan 53,3% pada anak tidak
Usia ibu contoh saat ini berkisar sibuk, memiliki pekerjaan utama sebagai
antara 31 hingga 50 tahun. Persentase pegawai swasta. Hanya terdapat 3 orang
terbesar usia ibu pada kedua kelompok ayah anak sibuk dan 2 orang ayah dari
(56,7%) berada dalam kategori dewasa anak tidak sibuk yang memiliki pekerjaan
madya (41-65 tahun). Tidak terdapat ibu tambahan, yakni sebagai pegawai swasta
contoh yang berada dalam kategori usia dan wiraswasta. Lebih dari separuh ibu
dewasa akhir. Rata-rata ibu contoh pada contoh pada kedua kelompok (60% pada
kedua kelompok berusia 41,2 tahun. Uji anak sibuk dan 63,3% pada anak tidak
beda t-test menunjukkan tidak adanya sibuk) adalah ibu bekerja. Meskipun
perbedaan (p>0,05) pada variabel usia demikian, hasil uji beda Mann Whitney
ibu saat ini di kedua kelompok contoh. menunjukkan tidak adanya perbedaan
Sementara itu, usia orang tua saat pekerjaan utama ayah (p>0,05) dan pada
anak pertama lahir dikategorikan menjadi pekerjaan utama ibu (p>0,05) diantara
3 yaitu usia 20-30, 31-40 dan 41-50 kedua kelompok contoh.
tahun. Persentase terbesar ayah contoh Pendapatan Orang Tua. Hasil
anak sibuk (76,7%) dan anak tidak sibuk penelitian menunjukkan tidak terdapat
(70%) saat anak pertama lahir berusia pendapatan total per bulan ayah pada
antara 20 hingga 30 tahun. Sebesar kelompok anak sibuk yang berada dalam
23,4% ayah contoh pada anak sibuk dan kisaran kurang dari Rp 2.500.000,00.
26,6% ayah dari anak tidak sibuk berusia Meskipun demikian, persentase terbesar
31 hingga 40 tahun saat anak pertama pendapatan total per bulan ayah contoh
lahir. Bahkan terdapat 3,3% ayah dari pada kelompok anak tidak sibuk (33,3%)
anak tidak sibuk berusia antara 41 hingga berada dalam kisaran lebih dari

58 NURLAELA DAN PRANADJI Jur. Ilm. Kel. dan Kons.

Rp 10.000.000,00, dan persentase aktivitas antara 1 hingga 5 jenis aktivitas


terbesar (30%) pendapatan total per di luar sekolah. Setiap jenis aktivitas
bulan ayah pada kelompok anak sibuk memerlukan waktu antara 0,5 hingga 3
berada dalam kisaran yang lebih rendah, jam.
yaitu Rp 7.500.001,00 sampai Persentase terbesar contoh anak
Rp 10.000.000,00. Hasil uji beda Mann- sibuk (36,7%) memiliki 2 jenis aktivitas
Whitney menunjukkan tidak adanya dalam satu minggu, sedangkan
perbedaan antara pendapatan total per persentase terbesar anak tidak sibuk
bulan ayah pada kedua kelompok. (46,7%) memiliki 1 jenis aktivitas dalam
Ayah contoh yang hanya satu minggu. Rata-rata anak sibuk
berpendapatan kurang dari memiliki 3 jenis aktivitas dan anak tidak
Rp 2.500.000,00 biasanya memiliki istri sibuk mempunyai 1 jenis aktivitas setiap
yang bekerja. Persentase terbesar ibu minggu. Hasil uji beda t-test menunjukkan
pada kelompok anak sibuk (46,7%), adanya perbedaan yang sangat nyata
memiliki pendapatan antara (p<0,01) pada variabel jenis kegiatan di
Rp 2.500.000,00 hingga Rp 5.000.000,00, luar sekolah contoh dalam satu minggu
sedangkan pada kelompok anak tidak pada kedua kelompok anak.
sibuk, persentase terbesar ibu contoh Persentase terbesar contoh anak
(40%) tidak memiliki pendapatan sendiri. sibuk (48,4%) dan lebih dari separuh
Hasil uji beda Mann Whitney contoh anak tidak sibuk (56%)
menunjukkan tidak adanya perbedaan melakukan kegiatan di luar sekolah
(p>0,05) antara pendapatan ibu pada berdasarkan usulan orang tua.
kedua kelompok.
Persepsi Contoh
Alokasi Waktu Contoh Sebagian besar contoh (78,3%)
Alokasi waktu contoh anak sibuk memiliki persepsi yang cukup terhadap
untuk kegiatan di luar sekolah adalah aktivitas di luar sekolah dan harapan
sebesar 1,1 jam (67 menit) tiap harinya orang tua. Hasil uji beda Mann Whitney
(sebesar 4,7% alokasi waktu dalam menunjukkan tidak adanya perbedaan
sehari), sedangkan alokasi waktu anak (p>0,05) pada persepsi contoh terhadap
tidak sibuk lebih rendah, yaitu sebesar 0,3 aktivitas di luar sekolah dan harapan
jam (18 menit). Hasil uji beda t-test orang tua di kedua kelompok (Tabel 1).
menunjukkan adanya perbedaan yang
sangat nyata (p<0,01) pada variabel Persepsi Ibu Contoh
alokasi waktu contoh untuk kegiatan di Persentase terbesar ibu contoh
luar sekolah. (73,3%) memiliki persepsi cukup.
Persentase ibu pada kelompok anak
Aktivitas di Luar Sekolah sibuk yang berpersepsi baik (13,3%) lebih
Aktivitas di luar sekolah yang banyak banyak daripada persepsi ibu pada
dilakukan oleh contoh adalah les mata kelompok anak tidak sibuk (6,7%) dalam
pelajaran, les privat, mengaji, les musik, kategori yang sama. Meskipun demikian,
les kumon, dan klub olahraga hasil uji beda Mann Whitney
(bulutangkis dan renang). Jumlah menunjukkan tidak adanya perbedaan
aktivitas anak tidak sibuk berkisar antara yang nyata pada variabel persepsi ibu
0 (tidak memiliki aktivitas di luar sekolah) diantara kedua kelompok yang diamati
hingga 3 aktivitas dalam satu minggu, (Tabel 2).
sedangkan anak sibuk memiliki jumlah

Tabel 1. Sebaran contoh menurut kategori persepsi


Anak sibuk Anak tidak sibuk Total
Persepsi contoh
n % n % n %
Kurang 4 13,3 2 6,7 6 10,0
Cukup 23 76,7 24 80,0 47 78,3
Baik 3 10,0 4 13,3 7 11,7
Total 30 100,0 30 100,0 60 100,0
Skor min-max 25-41 26-41 25-41
Rata-rataSD 35,033,04
P-value 0,411

64 NURLAELA DAN PRANADJI Jur. Ilm. Kel. dan Kons.

Tabel 2. Sebaran contoh menurut kategori persepsi ibu


Anak sibuk Anak tidak sibuk Total
Persepsi ibu
n % n % n %
Kurang 4 13,3 6 20,0 10 16,7
Cukup 22 73,3 22 73,3 44 73,3
Baik 4 13,3 2 6,7 6 10,0
Total 30 100,0 30 100,0 60 100,0
Skor min-maks 29-41 26-41 26-41
Rata-rataSD 33,902,99
P-value 0,411

Tingkat Stres menggunakan korelasi Spearman. Hasil


Gejala stres yang seringkali dialami uji tersebut menunjukkan adanya
oleh hampir separuh contoh anak sibuk hubungan yang nyata (p=0,03, r= -0,281)
adalah jantung berdebar kencang dan dan negatif antara alokasi waktu kegiatan
keras (46,7%), merasa sukar di luar sekolah dan persepsi anak. Selain
berkonsentrasi pada saat melakukan itu, tidak terdapat contoh yang memiliki
kegiatan (43,3%), dan merasa sangat alokasi waktu kegiatan di luar sekolah
lemas/lesu/tidak memiliki tenaga (43,3%). selama >1 jam dalam sehari yang
Sedangkan gejala stres yang seringkali berpersepsi baik.
dialami oleh anak tidak sibuk adalah Sementara itu, hubungan antara
merasa sukar berkonsentrasi (43,3% persepsi contoh dengan tingkat stres diuji
contoh) dan mengalami mimpi buruk dengan menggunakan uji korelasi
(50% contoh). Sebaran contoh berdasar- Spearman. Hasil uji korelasi tersebut
kan seringnya mengalami gejala stres menunjukkan adanya hubungan yang
dapat dilihat pada Tabel 3. nyata dan negatif antara persepsi contoh
Persentase terbesar contoh anak dengan tingkat stres (p=0,021, r= -0,298).
sibuk (73,3%) dan anak tidak sibuk Selain itu, tidak terdapat contoh dengan
(80,0%) berada dalam kategori tingkat tingkat stres rendah yang memiliki
stres sedang. Tingkat stres sedang persepsi kurang dan tidak terdapat pula
memberikan arti bahwa gejala stres contoh dengan persepsi baik yang
kadang-kadang dialami oleh contoh. memiliki tingkat stres tinggi.
Persentase anak sibuk yang mengalami
tingkat stres yang tinggi (6,7%) ternyata Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
lebih sedikit dibandingkan persentase Terhadap Tingkat Stres
anak tidak sibuk dalam kategori tersebut Dari berbagai variabel yang
(13,3%). Hasil uji beda Mann Whitney tercantum dalam model regresi, yakni
menunjukkan tidak adanya perbedaan umur anak saat masuk SD, jumlah dan
(p>0,05) pada variabel tingkat stres di alokasi waktu kegiatan di luar sekolah
kedua kelompok contoh tersebut. anak, alokasi waktu anak menonton
televisi, usia ibu saat anak pertama lahir,
Hubungan Antar Variabel pendapatan utama ayah, dan persepsi
Hubungan antara variabel jenis kelamin anak, hanya variabel jumlah aktivitas di
dengan aktivitas di luar sekolah diuji luar sekolah dalam satu minggu (p=0,03),
dengan menggunakan uji Chi Square. alokasi aktivitas di luar sekolah (p=0,03),
Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya dan alokasi waktu menonton televisi
hubungan yang nyata antara jenis (p=0,01) yang memiliki pengaruh nyata
kelamin contoh dengan jenis (p=0,02) dan terhadap tingkat stres contoh.
alokasi waktu aktivitas di luar sekolah Nilai adjusted R Square (R2) dalam
(p=0,008). Semakin meningkatnya jumlah model regresi ini adalah sebesar 13,9%.
aktivitas dan alokasi waktu kegiatan di Hal ini berarti bahwa ketujuh variabel
luar sekolah, maka persentase contoh diatas hanya dapat menjelaskan 13,9%
yang berjenis kelamin perempuan dalam dari faktor-faktor yang berpengaruh
kategori tersebut semakin banyak. terhadap tingkat stres yang dialami oleh
Selain itu, uji hubungan antara contoh, selebihnya dijelaskan oleh
alokasi waktu kegiatan di luar sekolah variabel-variabel yang lain di luar model
dengan persepsi anak diamati dengan tersebut, misalnya lingkungan sekolah.

62 NURLAELA DAN PRANADJI Jur. Ilm. Kel. dan Kons.

Tabel 3. Sebaran contoh berdasarkan seringnya mengalami gejala stres


Anak Sibuk Anak Tidak Sibuk Total
No, Gejala stres
n % n % n %
Merasa pusing/sakit kepala tanpa alasan
1 2 6,7 6 20,0 8 13,3
yang jelas
Merasa pegal-pegal pada
2 7 23,3 4 13,3 11 18,3
leher/punggung/bahu
Perut terasa mual/kembung/mulas/diare
3 pada saat akan melakukan kegiatan 4 13,3 2 6,7 6 10,0
tertentu
4 Mengalami tangan gemetaran 7 23,3 2 6,7 9 15,0
Sering menjatuhkan/memecahkan
5 6 20,0 9 30,0 15 25,0
barang/tersandung/terjatuh
6 Jantung berdebar kencang dan keras 14 46,7 9 30,0 23 38,3
Merasa tidak
7 6 20,0 7 23,3 13 21,7
tenang/tegang/cemas/terancam
Merasa sukar berkonsentrasi pada saat
8 13 43,3 13 43,3 26 43,3
melakukan kegiatan
Mengalami sulit tidur/tidak dapat tidur
9 5 16,7 12 40,0 17 28,3
nyenyak seperti biasanya
10 Mudah tersinggung 7 23,3 11 36,7 18 30,0
11 Mengalami perubahan nafsu makan 2 6,7 4 13,3 6 10,0
Merasa sangat lelah/lesu/lemas/tidak
12 13 43,3 7 23,3 20 33,3
memiliki tenaga
Merasa tidak sabar dan cepat marah tanpa
13 2 6,7 4 13,3 6 10,0
sebab
14 Merasa tidak memiliki harapan/putus asa 5 16,7 4 13,3 9 15,0
Merasa bingung/takut bila bertemu dengan
15 6 20,0 7 23,3 13 21,7
orang lain
16 Merasa sedih sekali dan ingin menangis 9 30,0 7 23,3 16 26,7
Merasa dipaksa dengan sangat oleh orang
17 5 16,7 9 30,0 14 23,3
lain (tertekan)
18 Mengalami mimpi buruk 10 33,3 15 50,0 25 41,7

KESIMPULAN DAN SARAN kegiatan contoh di luar sekolah dilakukan


berdasarkan usulan orang tua.
Kesimpulan Semakin meningkatnya jumlah
Karakteristik keluarga contoh aktivitas dan alokasi waktu kegiatan di
menunjukkan status sosial ekonomi yang luar sekolah, maka persentase contoh
tinggi. Hal ini ditunjukkan dari pendidikan yang berjenis kelamin perempuan dalam
orang tua yang tinggi (sebagian besar kategori tersebut semakin banyak.
lulusan Perguruan Tinggi) dan juga Semakin meningkat alokasi waktu
pendapatan per bulan ayah yang juga kegiatan di luar sekolah contoh, maka
tinggi (di atas Rp 7.500.000,00). persepsinya terhadap kegiatan di luar
Terdapat perbedaan yang nyata sekolah dan harapan orang tua pada
pada alokasi waktu aktivitas di luar anak akan semakin berkurang. Selain itu,
sekolah pada kedua kelompok contoh. semakin baik persepsi contoh terhadap
Rata-rata alokasi waktu contoh anak aktivitas di luar sekolah dan harapan
sibuk untuk kegiatan di luar sekolah orang tua, maka tingkat stresnya akan
adalah sebesar 1,12 jam (67 menit) tiap semakin menurun.
harinya, sedangkan rata-rata alokasi Penurunan jumlah aktivitas di luar
waktu anak tidak sibuk adalah sebesar sekolah akan berpengaruh negatif yakni
0,31 jam (18 menit). Hampir separuh peningkatan stres contoh. Meskipun
demikian, peningkatan alokasi waktu

Vol. 2, 2009 TINGKAT STRESS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR 63

contoh di luar sekolah akan meningkatkan yang dapat mengurangi stres anak.
tingkat stres. Peningkatan alokasi waktu Karena itu, tidak apa-apa memberikan
menonton televisi akan menurunkan kesempatan pada anak untuk menonton
tingkat stres. televisi. Meskipun demikian, orang tua
sebaiknya mendampingi anak dalam
Saran menonton televisi untuk memberikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arahan mengenai tayangan televisi dan
alokasi waktu berhubungan negatif supaya anak tidak terlalu lama menonton
dengan persepsi anak, oleh karena itu televisi.
aktivitas di luar sekolah anak sebaiknya
beragam jenisnya dan tidak dilakukan DAFTAR PUSTAKA
lebih dari satu jam setiap harinya.
Sebelum menganjurkan untuk melakukan Alvin NG. 2007. Handling Study Stress.
kegiatan di luar sekolah, sebaiknya orang Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
tua menumbuhkan persepsi yang positif Gross G. tt. Are your giving your kids
dalam diri anak terhadap kegiatan yang hurried child syndrome?. http://www.
akan dilakukannya tersebut, diantaranya naturalfamilyonline.com/5-ap/46-
adalah dengan jalan memaparkan hurried-child.htm. [25 Desember
manfaat kegiatan tersebut bagi anak 2007].
(menyalurkan hobi, menambah teman, Hurlock E. 2002. Perkembangan Anak.
dan sebagainya). Meskipun demikian Meitasari T, Muslich Z, penerjemah.
orang tua tidak diperbolehkan menekan Ed ke-6. Jakarta: Penerbit Erlangga.
atau memaksa anak untuk mengikuti Imam S. 15 Desember 2007. Sekolah,
kegiatan di luar sekolah. Hasil penelitian sumber stres anak. Nakita:14.
juga memperlihatkan bahwa menonton
televisi merupakan salah satu kegiatan

*
Korespondensi :
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen
Fakutas Ekologi Manusia IPB
Jl. Lingkar Kampus IPB Dramaga 16680
Telp : +62-251 8628303
Email: diahkp@yahoo.com