Anda di halaman 1dari 27

SKENARIO A BLOK 3

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul Laporan Tutorial
Kasus Skenario A Blok III sebagai tugas kompetensi kelompok.Salawat beriring salam
selalu tercurah kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga,
sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman.
Penulis menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.
Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan
dan saran. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih
kepada :
1. Allah SWT, yang telah memberi kehidupan dengan sejuknya keimanan.
2. Kedua orang tua yang selalu memberi dukungan materil maupun spiritual.
3. Indri Ramayanti M.Sc selaku tutor kelompok 4
4. Teman-teman seperjuangan .
5. Semua pihak yang membantu penulis.

Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada
semua orang yang telah mendukung penulis dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi
kita dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.
Amin.

Palembang, 1 Desember 2012

Penulis

FK UMP TUTORIAL 4 1
SKENARIO A BLOK 3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Blok Metode Ilmiah adalah blok ketigapada semester I dari Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pembelajaran blok ini sangat penting untuk dipelajari dalam komponen pendidikan blok di
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A yang memaparkan kasus
yang berhubungan dengan metode ilmiah yaitu prinsip-prinsip metode ilmiah dalam menggali
informasi dalam menentukan prioritas informasi ilmiah sesuai kebutuhan, dan mampu
menelaah secara kritis berbagai informasi ilmiah tersebut agar memperoleh sumber
pembelajaran yang layak, dipercaya dan bermanfaat. Selain itu juga berisi pemahaman
mengenai prinsip-prinsip metode penelitian yang sering dilaksanakan dibidang kedokteran
sehingga sadar bahwa berbagai informasi ilmiah dibidang kedokteran digali berdasarkan
bukti ( evidence based ) yang sahih.

1.2 Maksud dan tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu :
1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan dari sistem pembelajaran
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Fakultas Kedokteran Muhammadiyah
2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan
pembelajaran kelompok
3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial

FK UMP TUTORIAL 4 2
SKENARIO A BLOK 3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Data Tutorial
Tutor :Indri Ramayanti M.Sc
Moderator : Siti Zalika
Sekretaris Meja : Nidiah Syarifatul Hidayah
Sekretaris Papan Tulis : Almira Dina Mariski
Anggota : 1. Dimas Ismail
2. Nanda Dian Ningsih
3. M. Bagus Hadi Kesuma
4. Alpriansyah Hadiwijaya
5. Bella Monica Putri
6. bunga Rezeki Ananda
7. Rizky Zuriati

Rule :
1. Menonaktifkan ponsel atau dalam keadaan diam.
2. Mengacungkan tangan saat akan mengajukan argumen
3. Izin saat akan keluar ruangan
4. Dilarang mengaktifkan handphone saat proses tutorial berlangsung .
5. Dilarang membawa makanan dan minuman saat proses tutorial
6. Selesai tutorial, laporan hasil pelaksanaan tutorial harus ditunjukan kepada
tutor/pengawas tutorial untuk disahkan .

FK UMP TUTORIAL 4 3
SKENARIO A BLOK 3

2.2 SkenarioA
Juned, Mahasiswa FK-UMP bercita-cita menjadi seorang peneliti di bidang
kedokteran setelah seorang dosen bercerita tentang Antony van Leeuwenhook seorang
penemu mikroskop. Dalam biografi Antony van Leeuwenhook diceritakan pada abad XVII,
Antony van Leeuwenhook seorang pegawai kecil lulusan sekolah dasar dan punya hobi
mengamati benda-benda kecil dengan lensa buatannya. Suatu hari dia heran melihat
perubahan warna pada genangan air hujan yang telah bercampur dengan sisa-sisa jerami.
Berbekal kemampuannya membuat lensa, dia melakukanpengamatan pada air tersebut dan
betapa heran dan terkejutnya dia ketika melihat sebuah dunia baru dimana terdapat mahluk
mikroskopis bergerak-gerak dibawa lensa hasil buatannya. Dia belum tahu pasti apa mahluk
itu dan apa dampaknya dikemudian hari, namun dia rajin mendokumentasikan hasil
pengamatannya dengan menggambar mahluk tersebut dan menuliskan dengan rinci dari hasil
pengamatannya. Diapun selalu mengirimkan catatan dan gambar pengamatannya itu ke
perkumpulan-perkumpulan ilmiah.
Rasa ingin tahu yang tinggi, disertai kesabaran dan ketekunannya, melanjutkan
petualangannya mencari sesuatu apapun itu. Rambut, serangga kecil, serat kain, potongan
kulit, sperma anjing, liur, bahkan tinja pun membuatnya tergelitik untuk melakukan
pengamatan dan selalu tidak lupa mendokumentasikan hasil pengamatannya dengan
membuat gambar dan mendeskripsikan dengan tulisan secara rinci. Dia tidak berpendidikan
tinggi tetapi keahliannya jauh melampaui kebiasaan para profesional saat itu. Dialah Antony
van Leeuwenhook yang lebih dikenal sebagai penemu mikroskop, penemu protozoa dan
bakteri dibandingkan pendahulunya Zacharias Jannsen.
Cerita ini menginspirasi Juned untuk melakukan penelitian, namun Juned masih ragu
apakah yang dilakukan Antony van Leeuwenhook merupakan penelitian, karena dia ingin
melakukan penelitian juga yang dimulai dari pengamatan tetapi pengamatannya berupa
penyakit-penyakit yang ada di masyarakat di sekitar dia tinggal.Juned juga ingin peneliti lain
mengetahui hasil penelitiannya dan mengetahui bahwa penelitiannya nanti benar-benar
shahih.

FK UMP TUTORIAL 4 4
SKENARIO A BLOK 3

2.3 Seven Jumps Step


2.3.1 Klarifikasi Istilah

1. Peneliti : Orang yang meneliti. (KBBI)

2. Mikroskop : Alat untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat


dengan mata biasa atau seperti kuman-kuman.
(KBBI)

3. Biografi : Buku yang menulis atau menggambarkan tentang


riwayat hidup seseorang. (KBBI)

4. Lensa : Material transparan umumnya terbuat dari kaca


atau plastik yang memiliki dua permukaan yang
salah satu atau keduanya memiliki permukaan
melengkung. (KKBI)

5. Mahluk mikroskopis : Mahluk yang berukuran sangat kecil hanya dapat


dilihat dengan bantuan mikroskop. (KBBI)

6. Mendokumentasikan : Pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan


penyimpanan informasi dibidang penelitian. (KBBI)

7. Pengamatan : Pengawasan terhadap kegiatan atu keadaan sesuatu


dengan penuh penelitian. (KKBI)

8. Perkumpulan ilmiah : Perkumpulan orang-orang secara ilmu


pengetahuan yang memenuhi syarat. (KBBI)

9. Mendeskripsikan : Menguraikan penelitian menggambarkan dengan


kata-kata secara jelas. (KBBI)

FK UMP TUTORIAL 4 5
SKENARIO A BLOK 3

10. Para profesional : Orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan


purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu
mengandalkan keahlian yang tinggi. (KBBI)

11. Protozoa : Subkingdom yang terdiri atas organisme dunia


binatang yang paling sederhana yang mencakup
organisme uniseluler dengan ukuran yang
bervariasi. (Dorland)

12. Bakteri : Mahluk terkecil bersel tunggal dapat berkembang


biak dengan pembelahan sel merupakan uniseluler.
(Dorland)

13. Penelitian : Pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan. (KKBI)

14. Shahih : Sah, benar, sempurna dan tiada cela. (KBBI)

FK UMP TUTORIAL 4 6
SKENARIO A BLOK 3

2.3.2 Identifikasi Masalah


1. Juned, Mahasiswa FK-UMP bercita-cita menjadi seorang peneliti di bidang
kedokteran setelah seorang dosen bercerita tentang Antony van Leeuwenhook
seorang penemu mikroskop.
2. Antony van Leeuwenhook seorang pegawai kecil lulusan sekolah dasar pada abad
XVII heran dan terkejut melihat perubahan warna pada genangan air hujan yang telah
bercampur dengan sisa-sisa jerami.
3. Berbekal kemampuannya membuat lensa, dia melakukan pengamatan pada air
tersebut dan betapa heran dan terkejutnya dia ketika melihat sebuah dunia baru
dimana terdapat mahluk mikroskopis bergerak-gerak dibawa lensa hasil buatannya.
4. Dia belum tahu pasti apa mahluk itu dan apa dampaknya dikemudian hari, namun dia
rajin mendokumentasikan hasil pengamatannya dengan menggambar mahluk tersebut
dan menuliskan dengan rinci dari hasil pengamatannya.Diapun selalu mengirimkan
catatan dan gambar pengamatannya itu ke perkumpulan-perkumpulan ilmiah.
5. Rasa ingin tahu yang tinggi, disertai kesabaran dan ketekunannya, melanjutkan
petualangannya mencari sesuatu apapun itu. Rambut, serangga kecil, serat kain,
potongan kulit, sperma anjing, liur, bahkan tinja pun membuatnya tergelitik untuk
melakukan pengamatan dan selalu tidak lupa mendokumentasikan hasil
pengamatannya dengan membuat gambar dan mendeskripsikan dengan tulisan secara
rinci.
6. Dia tidak berpendidikan tinggi tetapi keahliannya jauh melampaui kebiasaan para
profesional saat itu. Dialah Antony van Leeuwenhook yang lebih dikenal sebagai
penemu mikroskop, penemu protozoa dan bakteri dibandingkan pendahulunya
Zacharias Jannsen.
7. Juned masih ragu apakah yang dilakukan Antony van Leeuwenhook merupakan
penelitian, karena dia ingin melakukan penelitian juga yang dimulai dari pengamatan
tetapi pengamatannya berupa penyakit-penyakit yang ada di masyarakat di sekitar dia
tinggal
8. Juned juga ingin peneliti lain mengetahui hasil penelitiannya dan mengetahui bahwa
penelitiannya nanti benar-benar shahih.

2.3.4 Analisis Masalah

FK UMP TUTORIAL 4 7
SKENARIO A BLOK 3

1. Juned, Mahasiswa FK-UMP bercita-cita menjadi seorang peneliti di bidang


kedokteran setelah seorang dosen bercerita tentang Antony van Leeuwenhook
seorang penemu mikroskop.

a. Bagaimana cara mengembangkan gagasan berfikir ilmiah ?


Jawab : Cara mengembangkan gagasan berpikir ilmiah:
a. Berusaha untuk memiliki dan mencari pengetahuan serta diproses melalui
proses berpikir penalaran. Dengan penalaran manusia mampu
mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap. Dimana berpikir
bernalar adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir
tertentu.
b. Mengembangkan kemampuan logika yaitu cara penarikan kesimpulan atau di
definisikan sebagai cara pengkajian untuk berpikir secara sahih.
c. Menggunakan rasio, yaitu menimbulkan cara berpikir untuk menelaah
kebenaran dari suatu ide.
d. Memproses pengalaman melalui panca indera yang telah dikaruniakan Allah
SWT.
(Sumarto, 2006).

b. Apa saja sikap-sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti ?


Jawab :
Metode ilmiah didasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah semestinya dimiliki
oleh setiap penelitian dan ilmuwan. Adapun sikap ilmiah yang dimaksud adalah :
1. Rasa ingin tahu
2. Jujur (menerima kenyataan hasil penelitian dan tidak mengada-ada)
3. Objektif (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi)
4. Tekun (tidak putus asa)
5. Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan)
6. Terbuka (mau menerima pendapat yang benar dari orang lain)
(http://www2.jogjabelajar.org)

c. Apa saja penelitian yang bisa dilakukan pada bidang kedokteran ?


Jawab :
Penelitian yang bisa dilakukan dibidang kedokteran yaitu penelitian yang
mempunyai tujuan mengumpulkan informasi/data yang diperlukan untuk rencana
kegiatan medis-klinis / medis-sosial. Penelitian bisa dilakukan apabila ada
kesenjangan antara fenomena kedokteran biologis, klinis atau sosial dengan teori yang
sudah ada.
(Sastroasmoro, 2011)
Penelitian pada bidang kedokteran yaitu dibagi menjadi 4 :

FK UMP TUTORIAL 4 8
SKENARIO A BLOK 3

1. Berdasarkan pada ruang lingkup penelitian :


a. Penelitian klinis
b. Penelitian lapangan
c. Penelitian laboratorium
2. Berdasarkan pada waktu :
a. Penelitian transversal (cross sectional): prospektif/ retrospektif
b. Penelitian longitudinal : prospektif/ retrospektif.
3. Berdasarkan pada substansi :
a. Penelitian dasar
b. Penelitian terapan
4. Berdasarkan pada ada atau tidaknya analisis hubungan antar variable :
a. Penelitian deskriptif
b. Penelitian analitik
(Sastroasmoro, 1995)

2. Antony van Leeuwenhook seorang pegawai kecil lulusan sekolah dasar pada abad
XVII heran dan terkejut melihat perubahan warna pada genangan air hujan yang telah
bercampur dengan sisa-sisa jerami.

a. Bagaimana perkembangan ilmu penelitian pada abad XVII ?


Jawab :
Pada abad ke-17 perkembangan ilmu penelitian yaitu ditemukan nya
mikroskop yang digunakan untuk melihat binatang-binatang sejenis mikroba.
Zacharias Janssen yang dilahirkan pada tahun 1580 di negara Kincir Angin,
Belanda, dan meninggal dunia pada usia 58 tahun atau tepatnya pada tahun 1638.
merupakan seorang ilmuwan yang berasal dari Belanda. Penemuannya yang paling
terkenal yaitu mikroskop pertama yang digunakan untuk melihat benda-benda yang
sangat kecil ukurannya dan sulit dijangkau bila menggunakan mata telanjang.
Penemuan mikroskop ini memberikan pengaruh besar pada perkembangan ilmu
pengetahuan dan tidak sedikit penemuan-penemuan besar yang sangat bermanfaat
bagi peradaban dunia diteliti dengan menggunakan mikroskop.
Beliau menyadari betul bahwa di dunia ini terdapat benda-benda dengan
ukuran yang lebih kecil dan sulit dijangkau dengan kasat mata. Pada tahun 1590,
bersama dengan ayahnya, beliau berhasil menciptakan sebuah mikroskop dengan

FK UMP TUTORIAL 4 9
SKENARIO A BLOK 3

menggunakan lensa cembung dan cekung untuk memperbesar tampilan benda-benda


yang sangat kecil ukurannya. Mekanisme penyetelan fokus yang pertama untuk
mikroskop tersebut dibuat dan disempurnakan oleh Campini, seorang ilmuwan yang
berasal dari Italia, pada tahun 1668.
Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei
(Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai
pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610.
Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop
yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo.
Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik.
Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam
memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang
ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang
cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa
optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.
Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van
Leeuwenhoek (1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony
Van Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi
sebenarnya adalah sebagai wine terster di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan
kaca pembesar untuk mengamati serat-seratpada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang
besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi.
Leewenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk
mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan
banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata
biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan animalcule yang menurutnya
merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih antusias
dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal
ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan
perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar
200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut
danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama
pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil

FK UMP TUTORIAL 4 10
SKENARIO A BLOK 3

yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari
300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya
adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri.
Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk
kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.
(Martinus, 2006)

b. Bagaimana pengaruh status dan pendidikan pada kemampuan seseorang dalam


berfikir ilmiah dan meneliti ?
Jawab :
Status pendidikan tentunya sangat berpengaruh dengan kemampuan seseorang
dalam berpikir ilmiah dan meneliti hal ini dikarenakan dengan status pendidikan
tentunya seseorang telah memilki banyak pengetahuan dan wawasan dalam
berpikir selama dia menjalankan pendidikan sehingga hal ini sangat membantu
dalam proses nalar dan berpikir ilmiah serta meneliti sehingga hasil penelitian tsb
bisa dilakukan dengan baik tetapi yang terpenting adalah seseorang harus
menegrti dan memahami tentang apa yang akan dia teliti.
Menurut Prof. Dr. H. Almasdi, SE., MP terdapat 11 kriteria seorang
peneliti (hal yang harus dimiliki seorang peneliti) salah satunya yaitu Intelligence
(kecerdasan), disini jelas terdapat pengaruh yang sangat besar dengan status dan
pendidikan pada kemampuan seseorang dalam berfikir ilmiah dan meneliti.

c. Apa makna perubahan warna pada genangan air hujan bagi seorang peneliti ?
Jawab :
Makna perubahan warna pada genangan air hujan bagi seorang peneliti yaitu
merupakan fenomena/kejadian yang ditangkap dengan panca indera, sehingga
didapatkan pengetahuan yang berupa fakta baru, lalu dijadikan masalah yang
kemudian dipecahkan melalui penelitian. Fakta yang ada akan mengundang
pertanyaan bagi si peneliti tersebut. (Sastroasmoro, 2011)

3. Berbekal kemampuannya membuat lensa, dia melakukan pengamatan pada air


tersebut dan betapa heran dan terkejutnya dia ketika melihat sebuah dunia baru
dimana terdapat mahluk mikroskopis bergerak-gerak dibawa lensa hasil buatannya.

a. Apa makna pengamatan dalam sebuah proses penelitian ?

FK UMP TUTORIAL 4 11
SKENARIO A BLOK 3

Jawab :
Makna pengamatan dalam sebuah proses penelitian yaitu merupakan proses
melihat, meresapi, mencermati, memaknai dan mencatat segala hal dalam penelitian.
(Sandjaja, 2010)
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat),
pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan.
Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik
perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti
perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek
tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. (Bungin, 2007)

b. Bagaimana cara kerja lensa sehingga bisa melihat mahluk melalui mikroskop?
Jawab : Cara kerja lensa sehingga bisa melihat mahluk melalui mikroskop :
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan
struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta
berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki
nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan
menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik
yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya


pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal maka
dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

Prinsip Kerja :

Perbesaran total diperoleh dengan cara mengalikan perbesaran objektif dengan


perbesaran okuler. Misalnya perbesaran total yang diperoleh dari objektif 40 kali dan
okuler 10 kali ialah 40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip kerja/proses pemantulan
cahaya/pengamatan pada miksorskop, silahkan klik pada bagian ini.

FK UMP TUTORIAL 4 12
SKENARIO A BLOK 3

Perbesaran saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris kondensor


harus digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan perbesaran
tiggi memebutuhkan lebih banyak cahaya. Perbesaran objektif 100 kali juga harus
menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya cahaya
yang disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca dan udara. Indeks bias
udara 1, sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak imersi sama dengan kaca yaitu
1,56. Perhatikan gambar ini untuk memperlihatkan proses difraksi. (id.wikipedia.org)

c. Mahluk mikroskopis apa saja yang mungkin ada pada air tersebut ?
Jawab :
Makhluk mikroskopis yang ada pada air tersebut yakni mikroorganisme
yang tidak dapat dilihat oleh kasat mata yakni berupa bakteri-bakteri yang
diberinya nama animalcule. (www.history-of-the-microscope.org)

4. Dia belum tahu pasti apa mahluk itu dan apa dampaknya dikemudian hari, namun dia
rajin mendokumentasikan hasil pengamatannya dengan menggambar mahluk tersebut
dan menuliskan dengan rinci dari hasil pengamatannya. Diapun selalu mengirimkan
catatan dan gambar pengamatannya itu ke perkumpulan-perkumpulan ilmiah.

a. Apa kegunaan atau manfaat dari mendokumentasi hasil pengamatan dan


penelitian ?
Jawab :
Manfaat atau kegunaan dari mendokumentasikan hasil pengamatan dari
sebuah penelitian adalah agar dokumen yang diperoleh dari setiap pengamatan
dapat dipelajari untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian tersebut
(Nurhasyim, 2005).
Selain itu manfaat atau kegunaan dari mendokumentasikan hasil pengamatan
dari sebuah penelitian adalah untuk mengumpulkan data yang tertulis dari suatu
keadaan dan kegiatan subyek penelitian teknik dokumentasi ini diperlukan sebagai
dokumen yang dapat menguatkan data penelitian yang memiliki hubungan dengan
tujuan penelitian dan interpretasi sekunder terhadap kejadian (Taufik, 2011).

FK UMP TUTORIAL 4 13
SKENARIO A BLOK 3

b. Apa manfaat dari mengirimkan catatan dan gambar pengamatan ke perkumpulan-


perkumpulan ilmiah ?
Jawab :
sebuah penelitian yang dalam kasus ini berupa catatan dan gambar, dapat
dikatakan sebuah penelitian jika terdapat unsur : Observasi, menafsirkan,
membagi (share), dan mengaplikasikan. Jelas bahwa fungsi utama dari
mempublikasikan atau membagi penelitian ke perkumpulan ilmiah adalah agar
dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kepentingan perkembangan ilmu
pengetahuan masyarakat. (Efianingrum, 1999)

c. Apa tujuan atau makna peneliti mengirim catatan dan gambar pengamatan ke
perkumpulan-perkumpulan ilmiah ?
Jawab :
Tujuan atau makna peneliti mengirim catatan dan gambar pengamatan ke
perkumpulan-perkumpulan ilmiah yaitu agar menjadi bahan diskusi oleh peneliti
lain, sehingga terjadi pertukaran data dan memungkinkan memperluas
pengetahuan manusia tentang dunia fisik, biologis dan sosial serta dapat dinilai
oleh orang lain dan dilakukan evaluasi. (Budiono, 2009)

5. Rasa ingin tahu yang tinggi, disertai kesabaran dan ketekunannya, melanjutkan
petualangannya mencari sesuatu apapun itu. Rambut, serangga kecil, serat kain,
potongan kulit, sperma anjing, liur, bahkan tinja pun membuatnya tergelitik untuk
melakukan pengamatan dan selalu tidak lupa mendokumentasikan hasil
pengamatannya dengan membuat gambar dan mendeskripsikan dengan tulisan secara
rinci.

a. Bagaimana pengaruh rasa ingin tahu yang tinggi, disertai kesabaran dan
ketekunannya pada sebuah proses penelitian ?
Jawab :

FK UMP TUTORIAL 4 14
SKENARIO A BLOK 3

Manusia selalu berpikir dan selalu ingin mencoba mengaitkan antara fakta dan
fenomena dengan teori yang telah diketahuinya, makin banyak fakta , dan makin
banyak membaca menimbulkan rasa ingin tahu. Jadi semakin banyak ilmu dan
pengetahuan manusia semakin ingin dia untuk melakukan penelitian karena ingin
memperoleh pengetahuan atau fakta baru yang didasari dengan rasa sabar dan tekun/
tidak mudah putus asa. (Sastroasmoro, 2011)

b. Apa pandangan islam tentang penelitian ?


Jawab :
Q.S Yunus ayat 101:
Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-Rasul yang memberi peringatan bagi
yang tidak beriman.
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada
Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya
adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam
kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi
ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')

6. Dia tidak berpendidikan tinggi tetapi keahliannya jauh melampaui kebiasaan para
profesional saat itu. Dialah Antony van Leeuwenhook yang lebih dikenal sebagai
penemu mikroskop, penemu protozoa dan bakteri dibandingkan pendahulunya
Zacharias Jannsen.

a. Bagaimana syarat untuk bisa menjadi peneliti yang profesional ?


Jawab :
Menurut Prof. Dr. H. Almasdi, SE., MP terdapat 11 kriteria seorang peneliti
yang profesional (hal yang harus dimiliki seorang peneliti), antara lain :

1. Intelligence (kecerdasan)
2. Interest (perhatian)
3. Imagination (daya hayal)
4. Initiative (inisisatif)
5. Information (informasi)
6. Inventive (daya cipta)

FK UMP TUTORIAL 4 15
SKENARIO A BLOK 3

7. Industrious (rajin, tekun)


8. Intense observation (pengamatan yang intensif)
9. Integrity (kejujuran)
10. Infectious enthusiasm (antusiasme yang meluap-luap)
11. Indefatigable write (penulisan yang tidak mudah putus asa)

Syarat-syarat menjadi peneliti yang profesional :


Menghormati seseorang
Berbuat baik
Tidak membahayakan subjek penelitian
Keadilan
Melakukan informed consent (persetujuan dari manusia yang digunakan dalam
percobaan)
Mengikuti etika penelitian / aturan penelitian yang dikeluarkan oleh World
Medical Association (WMA) yang kini dikenal dengan Deklarasi Helsinki 1
Harus selaras dengan prinsip-prinsip ilmiah yang diterima secara umum dan
harus didasarkan pada percobaan laboraturium dan hewan menurut
kepustakaan ilmiah
Rancangan kinerja harus dipertimbangkan. Dikomentari dan diarah kan suatu
komite independen, sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku di negara
penelitian
Dilakukan oleh orang-orang yang memenuhi syarat secara ilmiah dan
kompeten.
Pentingnya tinjauan tersebut setara dengan resiko yanga ada pada subyek
Dilakukan secara hati-hati tentang kemungkinan resiko dan manfaat terhadap
subyek dan orang lain
Menghormati privatisasi subyek dan meminimalkan dampak penelitian pada
integritas fisik dan mental
Dokter tidak dilibatkan dalam penelitian kecuali ada resiko yang dapat
diramalkan sebelumnya
Mempertahankan hasil akurasi penelitian
Menginformasikan tujuan metoda. Manfaat yang diharapakan dan
memungkinkan resiko yang harus di alami.
Hati-hati bila subyek melakukan karena hubungan ketergantungan atau
tekanan.
Bila subyek tidak cakap. Informed conset harus diperoleh dari wakil hukum
sesuai dengan UU yang berlaku.
Protocol penelitian harus mengandung pernyataan pertimbangan etik.

FK UMP TUTORIAL 4 16
SKENARIO A BLOK 3

(Sastroasmoro, 2011 )

b. Bagaimana peran Antony van Leeuwenhook dan Zacharias Jannsen pada


perkembangan ilmu penelitian?
Jawab :

Peran Antony Van leeuwenhook dan Zacharias Janssen yakni sama-sama


menemukan/membuat mikroskop, yang bermanfaat untuk melihat benda-banda
yang sangat kecil ukurannya dan sulit dilihat jika menggunakan mata telanjang.
Antony Van Leeuwenhook dan Zacharias janssen memberikan pengaruh besar
pada perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban penelitian di dunia.
( Martinus, 2006 )

c. Mengapa Antony van Leeuwenhook lebih dikenal sebagai penemu mikroskop


dibandingkan pendahulunya yaitu Zacharias Jannsen pada abad XVII ?
Jawab:
Berawal dari ketika Antony van Leeuwenhook melihat salinan Micrographia
buku yang digambarkan Robert Hooke ia terinspirasi untuk menjadi peneliti yang
lebih serius. Dan meski Antony van Leeuwenhook tidak menerima pendidikan
tinggi namun dengan keterampilannya mengembangkan mikroskop sendiri dan
ketekunannya menggambarkan hal-hal yang ia lihat melalui mikroskopnya serta
rasa ingin tahu yang tinggi dalam mengamati semua hal yang bisa ditempatkan di
bawah lensa, ia berhasil membuat penemuan penting dalam sejarah biologi, yakni
dengan mikroskopnya ia dapat melihat benda-benda kecil di bawah mikroskopnya
dengan perbesaran mampu mencapai 200-300 kali. sampai ia dianggap sebagai
"Bapa Mikrobiologi. Ini merupakan salah satu prestasi karena hasil penemuannya
melampaui penemuan Zacharias Janssen, yang hanya mampu memperbesar
gambar 3-10 (150) kali.
(http://www.history-of-the-microscope.org)

7. Juned masih ragu apakah yang dilakukan Antony van Leeuwenhook merupakan
penelitian, karena dia ingin melakukan penelitian juga yang dimulai dari pengamatan

FK UMP TUTORIAL 4 17
SKENARIO A BLOK 3

tetapi pengamatannya berupa penyakit-penyakit yang ada di masyarakat di sekitar dia


tinggal.
a. Apa saja jenis-jenis penelitian ?
Jawab :
1. Menurut penggunaannya
Jenis penelitian menurut penggunaannya terbagi menjadi:
a. Penelitian murni (pure research)
b. Penelitian terapan (applied research)
2. Menurut metodenya
Jenis penelitian menurut metodenya terbagi menjadi:
a. Penelitian historis
b. Penelitian eksperimental
3. Menurut sifat permasalahnnya
Jenis penelitian menurut sifat permasalahannya terbagi menjadi:
b. Penelitian deskriptif
c. Penelitian perkembangan
d. Penelitian kasus dan penelitian lapangan
e. Penelitian korelasional
f. Penelitian kausal-komparatif
g. Penelitian eksperemental
h. Penelitian tindakan
4. Penelitian menurut bidang ilmu
Jenis penelitian menurut bidang ilmu terbagi menjadi:
a. Pendidikan guru
b. Pendidikan ekonomi
c. Pendidikan teknik
d. Pendidikan geologi
e. Pendidikan pertanian
f. Pendidikan kedokteran
g. Pendidikan keolahragaan
(http://www.scribd.com/doc/73077551/Macam-Dan-Jenis-Penelitian)

b. Apa saja langkah-langkah dalam melakukan penelitian ?


Jawab :
1. Usulan penelitian
2. Pengukuran dalam penelitian
3. Pemilihan subyek penelitian
4. Desain penelitian
Studi cross sectional
Penelitian kasusus control
Studi kohort
5. Uji klinis
6. Uji diagnostic
7. Analisis kesintasan

FK UMP TUTORIAL 4 18
SKENARIO A BLOK 3

8. Meta analisis
9. Penelitian kualitatif
10.Variable dan hubungan antar variable
11.Pemilihan uji hipotesis
12.Perkiraan besar sample
13.Penulisan hasil penelitian
14.Penulisan rujukan
(Sastroasmoro,2011)

c. Bagaimana metode penelitian yang tepat pada pengamatan penyakit-penyakit


yang ada di masyarakat ?
Jawab :
Metode penelitian yang tepat pada pengamatan penyakit-penyakit yang ada
dimasyarakat ialah metode observational yaitu peneliti mengamati perjalanan
alamiah peristiwa, membuat catatan siapa yang terpapar dan tidak terpapar faktor
peristiwa, siapa mengalami dan tidak mengalami penyakit yang diteliti.
(Notoadmojo, 2010)

d. Hal apa yang perlu diperhatikan dalam melakukan dasar suatu penelitian ?
Jawab : Hal-hal dasar yang perlu diperhatikan dalam penelitian
1. Etika penelitian
2. Tujuan penelitian
3. Manfaat penelitian
4. Jenis-jenis penelitian
5. Metodelogi penelitian
6. Langkah-langkah penelitian
(Sastroasmoro, 2011)

8. Juned juga ingin peneliti lain mengetahui hasil penelitiannya dan mengetahui bahwa
penelitiannya nanti benar-benar shahih.

a. Apa saja kriteria/syarat bahwa hasil penelitian tersebut dapat dinyatakan shahih ?

Jawab :

1. Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut dilakukan dengan cara-cara yang


masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
2. Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia,
sehingga orang lain pun dapat mengamatinya.

FK UMP TUTORIAL 4 19
SKENARIO A BLOK 3

3. Sistematis berarti proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan


langkah-langkah tertentu bersifat logis.

b. Bagaimana cara agar peneliti lain mengetahui hasil penelitian Juned ?


Jawab :
Ada beberapa cara untuk mempublikasikan hasil penelitian agar peneliti
lain mengetahui hasil penelitian kita diantaranya adalah dengan cara pertama
yakni

1. Cara visualisasi hasil penelitian dengan menggunakan media poster pada acara
simposium, workshop, seminar.
2. Disampaikan secara oral untuk menyampaikan hasil penelitian kita, biasanya cara
ini dibantu dengan alat audio visual slide proyektor dan lain-lain.
3. Mempublikasikan hasil penelitian melalui artikel jurnal, kolom artikel di media
massa, laporan program evaluasi atau bahkan publikasi melalui buku.
(http://azia-fisip11.web.unair.ac.id)

2.3.5 Kesimpulan
Juned, mahasiswa FK UMP bingung bagaimana melakukan penelitian yang sahih dan
hasil penelitiannya diketahui oleh peneliti lain karena langkah-langkah penelitian yang
dilakukan oleh Antony van Leeuwenhook berbeda dengan penelitian saat ini.

2.3.6 Kerangka Konsep

Hal-hal mengenai kejadian


yang ada disekitar

Menimbulkan gagasan
berfikir ilmiah

Melakukan langkah-
langkah dan metode
penelitian

Hasil penelitian

FK UMP TUTORIAL 4 20
SKENARIO A BLOK 3

2.3.7 Learning Issue


Pokok What I What I dont What I have to How I will
bahasan know know prove learn
Penelitian Definisi Metode penelitian, Pemahaman tentang Textbook,
langkah-langkah Metode penelitian, journal,
penelitian, jenis- langkah-langkah internet.
jenis penelitian, penelitian, jenis-jenis
tujuan dan manfaat penelitian, tujuan dan
penelitian. manfaat penelitian.

Etik Defenisi Sikap-sikap Pemahaman sikap- Textbook,


penelitian seorang peneliti sikap seorang journal,
peneliti. internet.
Sejarah Definisi Sejarah abad XVII Mengetahui sejarah Textbook,
tentang Antony Van abad XVII tentang journal,
Leeuwenhook dan Antony Van internet.
Zachrias Jansen. Leeuwenhook dan
Zachrias Jansen.
Pandangan Pandangan Islam Pemahaman Al-quran,
Islam tentang penelitian pandangan Islam Hadist dan
tentang tentang penelitian textbook
penelitian internet.

2.3.8 Sintesis
1. Penelitian
A. Pengertian

FK UMP TUTORIAL 4 21
SKENARIO A BLOK 3

Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan
secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan
langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis
untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah yang ingin diteliti.
Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut :
1. David H Penny. Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis
masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
2. J. Suprapto. Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang
dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati,
serta sistematis.
3. Sutrisno Hadi. Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha
untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
4. Mohammad Ali. Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui
penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan
masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
5. The New Horison Ladder Dictionary. Pengertian research ialah a careful study to
discover correct information, yang artinya, suatu penyelidikan yang dilakukan secara
hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar dan sahih sesuai fakta atau bukti.

Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali, dan
search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.
Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : a systematic attempt to provide answer to
question yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban
ilmiah terhadap suatu masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah
tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip
baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat- primernya, yaitu
empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.

Penelitian juga didefinisikan sebagai:


a. Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.
b. Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu
pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan
maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok atau akan menemukan paham-
paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.

FK UMP TUTORIAL 4 22
SKENARIO A BLOK 3

c. Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan utnuk memperoleh
fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
d. Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu
pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
e. Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya
memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.Kadang-kadang orang
menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah. Sesuai dengan tujuannya,
penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan
menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan
menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif
dalam usaha mengembangkan, serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas
prinsip-prinsip, teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif
dalam pengembangan generalisasi. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan
aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah.

B. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Tujuan Umum, mengandung uraian garis besar sasaran akhir secara keseluruan yang
akan dicapai
b. Tujuan khusus, mengandung uraian secara rinci untuk mencapai tujuan umum.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oeh mahasiswa yang sedang membuat
Skripsi atau tesis adalah merumuskan tujuan sebagai berikut :
a. Tujuan penelitian adalah untuk memenuhi tugas dalam mencapai gelar sarjana
mudah/sarjana
b. Tujuan penelitian adalah untuk mencari data
Tujuan penelitian harus lebih luas dari pada sekedar hal yang bermaslah. Jawab
terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian terletak pada kesimpulan penelitian.
C. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam
penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat dipecahkan secara tepat dan
kurat, maka apa manfaatnya secara praktis maupun secara teoritis. Kegunaan penelitian
mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu
mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti. Kegunaan

FK UMP TUTORIAL 4 23
SKENARIO A BLOK 3

hasil penelitian terhubung dengan sarana-sarana yang diajukan setelah kesimpulan. Kegunaan
hasil penelitian merupakan follow up pengguna informasi yang didapat dari kesimpulan.
Secara singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status
kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat
b. Hasil penelitian kesehatan dapat digunakan untuk menggambarka kemampuan sumber
daya, dan kemungkunan sumbernya tersebut guna mendukung pengembangan
pelayanan kesehatan yang direncanakan
c. Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab
masalah kesehatan, atau kegagalan yang terjadi didalam sistem pelayanan kesehatan.
Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif pemecahan masalah-masalah
tersebut
d. Hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk meyusun kebijaksanaan dalam
menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan kesehatan
e. Hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan,
dan ketenaga kerjaan baik secara kuantitas maupun secara kualitas guna mendukung
sistem kesehatan.
D. Jenis-jenis penelitian
1. Menurut penggunaannya
Jenis penelitian menurut penggunaannya terbagi menjadi:
a. Penelitian murni (pure research)
b. Penelitian terapan (applied research)
2. Menurut metodenya
Jenis penelitian menurut metodenya terbagi menjadi:
a. Penelitian historis
b. Penelitian eksperimental
3. Menurut sifat permasalahnnya
Jenis penelitian menurut sifat permasalahannya terbagi menjadi:
b. Penelitian deskriptif
c. Penelitian perkembangan
d. Penelitian kasus dan penelitian lapangan
e. Penelitian korelasional

FK UMP TUTORIAL 4 24
SKENARIO A BLOK 3

f. Penelitian kausal-komparatif
g. Penelitian eksperemental
h. Penelitian tindakan
4. Penelitian menurut bidang ilmu
Jenis penelitian menurut bidang ilmu terbagi menjadi:
a. Pendidikan guru
b. Pendidikan ekonomi
c. Pendidikan teknik
d. Pendidikan geologi
e. Pendidikan pertanian
f. Pendidikan kedokteran
g. Pendidikan keolahragaan

E. Desain Penelitian
1. Observational
a. Laporan kasus
b. Case series
c. Case control
d. Cross sectional
e. Kohort
2. Intervensional
a. Uji klinis
b. Uji diagnostik
c. Uji prognosis
F. Pandangan Islam tentang penelitian
Q.S Yunus ayat 101:
Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-Rasul yang memberi peringatan bagi
yang tidak beriman.
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada
Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya
adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam

FK UMP TUTORIAL 4 25
SKENARIO A BLOK 3

kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi
ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii').

G. Etika Penelitian
Metode ilmiah didasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah semestinya dimiliki
oleh setiap penelitian dan ilmuwan. Adapun sikap ilmiah yang dimaksud adalah :
1. Rasa ingin tahu
2. Jujur (menerima kenyataan hasil penelitian dan tidak mengada-ada)
3. Objektif (sesuai fakta yang ada, dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi)
4. Tekun (tidak putus asa)
5. Teliti (tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan)
6. Terbuka (mau menerima pendapat yang benar dari orang lain)

DAFTAR PUSTAKA

Sumarto. 2006. Konsep Dasar Berpikir Pengantar Ke Arah Berpikir Ilmiah.


www.eprints.upnjatim.ac.id (diakses pada tanggal 28 November 2012).

http://biokristi.sabda.org/zacharias_janssen (diakses tanggal 28 November 2012).

http://www.history-of-the-microscope.org/anton-van-leeuwenhoek-microscope-
history.php (diakses tanggal 28 November 2012)

Sastroasmoro Sudigdo dan Ismael Sofyan 2011. Buku Dasar-dasar Metodelogi


Penelitian Klinis

FK UMP TUTORIAL 4 26
SKENARIO A BLOK 3

id.wikipedia.org/wiki/penelitian_survei. Diunduh pada tanggal 28 Nov pukul 17.30.

Dr.Sandjaja dalam panduan penelitian pdf www.kemsos.go.id tahun 2010 )

Nurhasyim. 2005. Metode Penelitian. www.damandiriunair.or.id.pdf (diakses pada


tanggal 28 November 2012).

Taufik. 2011. Penelitian Ilmiah. www.repository.upi.edu.pdf (diakses pada tanggal 28


November 2012).

Notoadmojo, Soekidjo. 2010. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rieneka


Cipta

FK UMP TUTORIAL 4 27