Anda di halaman 1dari 33

RANCANGAN

RENCANA STRATEGIS

PUSKESMAS XX KOTA XXX XXX

2015 - 2019

Kecamatan ABC Kotaxxxx

2014
PENGANTAR

Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, maka sebagai salah satu pelaku pembangunan
kesehatan, Puskesmas menyusun Rencana Strategis (Renstra) untuk Tahun 2015
2019

Renstra PUSKESMAS ABC merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif dan
memuat berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk kurun waktu tahun
2015 2019, dengan penekanan pada pencapaian sasaran Prioritas Pengembangan dan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) PUSKESMAS ABC.

Tantangan dan permasalahan dalam pengelolaan Puskesmas makin bertambah berat,


kompleks, dan bahkan terkadang tidak terduga. Oleh sebab itu program dan kegiatan
dilaksanakan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit,
perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan, kerja sama lintas fungsi serta
mendorong peran serta aktif masyarakat.

Melalui kesempatan ini saya mengajak kepada semua unsur civitas hospitalia untuk
berkomitmen dan saling bahu-membahu menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi
sebagai pelayanan masyarakat di bidang ksesehatan dan mewujudkan Visi PUSKESMAS
ABC : ......................................................................
.................................................................................................................................................
......
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
SK TENTANG RENSTRA PUSKESMAS ABC
BAB I. PENDAHULUAN .
A. LATAR BELAKANG..
B. SEKILAS PUSKESMAS
C. KONDISI UMUM PUSKESMAS
D. POTENSI DAN PERMASALAHAN ISU STRATEGIS
BAB II. ANALISIS POSISI PUSKESMAS..
A. ANALISIS SWOT
B. KONDISI LINGKUNGAN INTERNAL
C. KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL
D. ANALISIS KUADRAN
BAB III. VISI, MISI, TUJUAN, BUDAYA ORGANISASI SASARAN
A. VISI..
B. MISI.
C. TUJUAN
D. BUDAYA ORGANISASI.
E. SASARAN
F. INDIKATOR SASARAN & TARGET PENCAPAIAN .
BAB IV. STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM.
A. STRATEGI.
B. KEBIJAKAN
C. PROGRAM .
BAB V. PROYEKSI KEUANGAN
A. Proyeksi Arus Kas
B. Proyeksi Neraca
C. Proyeksi Laporan Operasional
D. Proyeksi Rasio Keuangan
BAB VI. PENUTUP
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas ABC merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di PEMDA Kota
Xxxyang berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan. Dengan telah ditetapkan dan
diberlakukannya Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan PEMDA Kota Xxx
Xxx, maka PUSKESMAS ABC juga telah menyusun, menetapkan dan memberlakukan
Renstra PUSKESMAS ABC sebagai dokumen perencanaan yang bersifat indikatif
yang memuat program-program yang akan dilaksanakan langsung oleh Puskesmas
dalam kurun waktu tahun.

Sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka


Panjang Nasional (RPJPN), telah ditetapkan arah Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahap II ialah perlunya memantapkan penataan kembali
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meningkatkan kualitas sumber daya
manusia, membangun kemampuan IPTEK serta memperkuat daya saing
perekonomian.

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK)


2005 2025 dalam tahapan ke-2 (2010 2014), kondisi pembangunan kesehatan
diharapkan telah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan
dengan membaiknya berbagai indikator pembangunan Sumber Daya Manusia, seperti
meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat, meningkatnya
kesetaraan gender, meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan
perlindungan anak, terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk, serta
menurunnya kesenjangan antar individu, antar kelompok masyarakat, dan antar
daerah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 2014,


telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Pembangunan
kesehatan sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional tercantum dalam Bab
II RPJMN, dalam Bidang Pembangunan Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian
Kesehatan Tahun 20.. 20.., pertimbangan berbagai prioritas pengembangan serta
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Puskesmas, maka sebagai
salah satu pembangun kesehatan PUSKESMAS ABC telah menyusun Rencana
Strategis (Renstra) PUSKESMAS ABC Tahun 2015 2019.

B. SEKILAS PUSKESMAS
Puskesmas ABC merupakan pemekaran dari Puskesmas xxx yang terbentuk pada
tanggal 31 Januari 2008 melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota xxx
Nomor : 361/SK/Yankes/2008.
Puskesmas ABC memiliki wilayah kerja yang mencakup hanya satu kecamatan saja,
yaitu Kecamatan xxx Kota yang memilki luas wilayah 52,5 Km 2 . Letak yang berada di
tengah kota yang memilik peran yang sangat strategis untuk dapat melayani
masyarakat perkotaan.

Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:


.

Kecamatan xxx Kota terdiri dari 4 kelurahan yaitu : 1). Kelurahan xxx Kota, dengan
luas wilayah . km2,

PETA KECAMATAN XXX KOTA

Jumlah penduduk Kecamatan xxx Kota pada tahun 2013 adalah 23.414 jiwa, yang
terdiri dari 12.203 jiwa penduduk laki-laki dan 11.211 jiwa penduduk perempuan.
Sedangkan jumlah kepala keluarga sebanyak 7.034 rumah tangga. Kepadatan
penduduk Kecamatan xxx Kota ialah 446 jiwa/km 2. Tentunya kepadatan penduduk ini
juga dipengaruhi oleh migrasi dan mobilitas penduduk yang tinggi.

Status Puskesmas ABC merupakan Puskesmas Perawatan, dengan kapasitas 4


tempat tidur, selain itu juga menyediakan berbagai jenis pelayanan perorangan yaitu
jenis pelayanan medis umum, gigi, KIA KB, penyakit menular dan tidak menular, dan
menerima persalinan serta rawat inap tingkat dasar dan pelayanan masyarakatyang
bersifat pada kegiatan preventif dan promotif .

PUSKESMAS ABC merupakan Puskesmas tipe ....... dengan kapasitas ... tempat tidur.
Wilayah cakupan pelayanan PUSKESMAS ABC meliputi Daerah ....... PUSKESMAS
ABC menyediakan berbagai jenis pelayanan medis spesialistik dan sub spesialistik,
dan menekankan pada kegiatan preventif dan promotif .

Dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai lembaga pelayanan publik, dibidang


kesehatan, PUSKESMAS ABC bekerjasama dengan, .........., Universitas ........dan
Lembaga Pendidikan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas dan profesionalotas
bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan .

Kegiatan utama Puskesmas meliputi .. ................. Fungsi pelayanan kesehatan


meliputi upaya-upaya kesehatan Preventif dan Promotif terutama untuk wilayah
Kecamatan ABC Kota Xxx Xxx.

Pelayanan ............... dipilih dan ditetapkan sebagai Pelayanan Medik Unggulan tingkat
......... untuk PUSKESMAS ABC, dengan dasar pertimbangan: Peningkatan rerata usia
harapan hidup masyarakat seiring dengan perbaikan faktor ekonomi, pendidikan, dan
kesadaran untuk berperilaku hidup sehat, sehingga populasi masyarakat usia lanjut
akan semakin meningkat. Dan pergeseran paradigma sehat memerlukan upaya
pemeliharaan kesehatan paripurna (preventif, promotif, kuaratif dan rehabilitatif).

C. KONDISI UMUM PUSKESMAS


Sebagaimana termuat dalam Renstra ini bahwa dalam rangka mewujudkan Visi
PUSKESMAS ABC, telah ditetapkan adanya Tujuan dan Sarana. Sasaran dijabarkan
dalam Program dan Kegiatan yang lebih operasional dan target pencapaian pada
suatu periode tertentu. Adapun pencapaian sasaran tersebut secara singkat dapat
dipaparkan sebagai berikut.
Dalam rangka mewujudkan konsep promotif, prefentif fan kuratif, PUSKESMAS ABC
telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan produk layanan, diantaranya :
Pelayanan .; Rintisan Pelayanan ;.

Sejak tahun .... PUSKESMAS ABC telah melaksanakan program Pemerintah dalam
menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Dalam rangka
penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin selain melaksanakan
program BPJS, ., PUSKESMAS ABC juga bekerja sama dengan . ..
Dalam implementasi lingkup cakupan daerah pelayanan, ternyata tidak terbatas
wilayah Kecamatan ABC ........., pasien miskin yang dilayani PUSKESMAS ABC ......%
berasal dari luar wilayah kerja.
Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi:
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan
Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam
Rawat Inap
Persalinan
Kegiatan Kesehatan Masyarakat

Aktifitas Pelayanan Kesehatan di Kota Xxx Xxx, jenis kelompok pelayanan


Puskesmas ABC bila dikelompokkan dalam jenis pelayanan maka dibagi 2 kelompok
yaitu aktivitas pelayanan perorangan dan aktivitas pelayanan masyarakat. Dalam
aktivitas pelayanan dalam ruangan terhadap pelayanan kunjungan pasien terbagi
menjadi 3 jenis pelayanan yaitu rawat jalan, rawat inap dan UGD. Adapun grafiknya
sejak tahun.sd tahun., sebagai berikut:
Tabel 1.
Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Jaringannya
Puskesmas ABC 2013

Umu Aske Jamkes Jamkes Lansi Jumla


Bulan m s mas da a Bumil Kader h

Januari

Februari

Tabel 2.
Jumlah Kunjungan Rawat Inap
Puskesmas ABC Tahun 2013

NO Jenis Pasien Rawat Inap


1. UMUM
2. ASKES
3. JAMKESMAS
4. JAMKESDA
5. JAMPERSAL
Jumlah

Aktivitas pelayanan masyarakat lebih banyak diterapkan untuk melakukan program


promotif dan prefentif, yang meliputi: Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana,
Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular,
Kesehatan Usia Lanjut dan Kesehatan Remaja, Imunisasi dan Desa Siaga.

Belanja Puskesmas sebagian besar dipenuhi oleh APBD. Total penerimaan


Puskesmas selama periode .......... tahun terakhir menunjukkan trend peningkatan
yang signifikan. Di sisi lain pengeluaran Puskesmas selalu lebih besar dari total
penerimaan. Kelebihan pengeluaran tersebut dipenuhi dari dana subsidi yang
bersumber dari APBD Pemerintah Daerah Kabuapten Xxx Xxx. Belanja PUSKESMAS
ABC yang bersumber dari dana pemerintah dalam kurun waktu tersebut mengalami
penurunan/tetap/meningkat.

Dalam rangka mendukung upaya peningkatan mutu SDM selain mengikuti


diklat/bimtek pendidikan lanjut serta kursus bagi peleksana teknis untuk meningkatkan
trampilan pelayanan klinik, serta tersedianya fasilitas perpustakaan sebagai bagian
dari kegiatan yang tak terpisahkan.

D. POTENSI DAN PERMASALAHAN


Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan di Puskesmas meningkat,
salah satu faktor pendorongnya adalah adanya jaminan pembiayaan kesehatan di
Puskesmas bagi masyarakat miskin. Untuk meningkatkan akses tersebut, puskesmas
memiliki keterbatasan pada jumlah bed pelayanan rawat inanp bagi masyarakat.
Selain itu sistem rujukan belum berjalan dengan baik sehingga pelayanan kesehatan
tidak efisien.

1) Perujukan
Data Rujukan Dan Perujukan Penyakit Tahun.
No Jenis Penyakit Jumlah Perujukan Jumlah Rujukan

Secara umum terjadi penurunan angka kesakitan, namun penularan infeksi penyakit
menular utamanya yaitu TBC, Diare, ISPA dan Malaria masih merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang menonjol dan perlu upaya keras untuk dapat mencapai
target Millenium Development Goals (MDGs). Begitu pula dengan peningkatan
penyakit tidak menular (kronsis) juga merupakan masalah yang dihadapi Puskesmas.

2) Penangan Penyakit
Data Penanganan Penyakit
No Jenis Penyakit Jumlah Pasien Jumlah Pasien Jumlah Pasien
Th Th Th

3) Sumber Keuangan
Untuk anggaran pembiayaan kesehatan, permasalahannya lebih pada alokasi
yang cenderung pada upaya kuratif serta terhambatnya realisasi anggaran juga
terjadi karena proses anggaran yang terlambat. Akibat dari pembiayaan kesehatan
yang masih cenderung kuratif dibandingkan pada promotif dan preventif
mengakibatkan pengeluaran pembiayaan yang tidak efektif dan efisien, sehingga
berpotensi menimbulkan permasalahan pada kecukupan dan optimalisasi
pemanfaatan pembiayaan kesehatan. Dari tabel berikur dapat terlihat kenaikan
penerimaan secara gardual sebesar % dan diharapkan akan meningkat setiap
tahunnya.

Data Anggaran Pendapatan Puskesmas ABC


No Uraian Kinerja Keuangan Thn 2014 Thn 2013

1 Pendapatan Jasa Pelayanan

2 Pendapatan APBN
3 Pendapatan APBD

4 Pendapatan Hibah

5 Pendapatan Lain-lain

Jumlah

4) Obat-obatan
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, obat yang tersedia di PUSKESMAS
ABC sangat tergantung terhadap dukungan pemerintah daerah dalam bentuk
anggaran obat yang dialkokasikan dalam APBD Pemerintah Kota Xxxxxx.
Berdasarkan data yang diperoleh, perkembangan angagran obat mengalami
pemimgkatan, seperti tebel berikut:.

Anggaran Obat Puskesmas ABC selama 3 tahun terkhir


No Keterangan Jumlah Th Jumlah Th Jumlah Th
1 Sumber dari APBN
2 Sumber Dari APBD
3 Sumber lainnya

5) Sumber Daya Manusia


Pembinaan kesehatan masyarakat diarahkan untuk mencapai derajat kesehatan dan
kemampuan kehidupan masyarakat yang sehat secara optimal, namun didalam
pencapaiannya tidak terlepas dari peran sumber daya manusianya. Adapun proporsi
tenaga kesehatan di Puskesmas ABC adalah sebagai berikut

Tabel 7.
Proporsi Tenaga Kesehatan

Puskesmas ABC Tahun 2013

No Jenis Tenaga Kesehatan Jumlah Keterangan


1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

6) Sarana dan Presarana


7) Puskesmas ABC yang merupakan puskesmas perawatan memiliki fasilitas UGD
dan Rawat Inap, 2 unit Puskesmas Pembantu, 4 unit Polindes, 2 unit Poskeskel, 1
unit mobil Puskesmas Keliling, 2 unit mobil Ambulan, 10 unit sepeda motor
operasional, 1 unit Speed Puskesmas Keliling Laut, serta didukung oleh
keberadaan 15 Posyandu, 4 Posyandu Lansia, 4 Pos UKK dan 4 Posbindu untuk
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

8)
9) Tabel 8.
10) Data Sarana dan Prasarana Medis
11) Puskesmas ABC Tahun 2013
12)
No Keterangan Kondisi Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13)
14) Tabel 9.
15) Data Sarana dan Prasarana Penunjang Medis
16) Puskesmas ABC Tahun 2013
17)
No Keterangan Kondisi Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
18) Tabel 10.
19) Data Sarana dan Prasarana Non Medis
20) Pusesmas ABC tahun 2013
21)
No Keterangan Kondisi Jumlah
1
2
3
4
5
6
7

E. ISU STRATEGIS
Isu Strategis Nasional antara lain desentralisasi (penyerahan kewenangan
pemerintahan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah), penyakit new emerging
disease, reformasi dan demokratisasi, dinamika politik nasional, krisis ekonomi dan
keterbatasan dana Pemerintah, pengurangan anggaran pusat, peningkatan anggaran
daerah, deregulasi diberbagai perijinan dan bidang pembangunan, pengurangan peran
Pemerintah, privatisasi dan outsourcing, pemberdayaan masyarakat, IPM dan kualitas
SDM rendah, kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, serta kemiskinan dan
pengangguran.

1) RPJM di Bidang Kesehatan


Pembangunan kesehatan yang dicanangkan dalam RPJM di bidang kesehatan telah
ditentukan . isu pokok pembangunan kesehatan, yaitu :
1.
2.

Disamping isu pokok tersebut, memandang perlu untuk menambahkan isu penting lainnya
yaitu dukungan manajemen dalam peningkatan pelayanan kesehatan, yang termasuk di
dalam tetkeloal dibidanh kesehatan, pengelolaan keuangan yang efektif dan produktif dan
struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Berdasarkan isu strategis dan isu pokok pembangunan bidang kesehatan serta
Puskesmas sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan dan dikembangkan
melalui rencana pembangunan kesehatan secara nasional, maka ditetapkan berbagai isu
yang terkait dengan Puskesmas yang digunakan sebagai dasar penentuan arah
pengembangan adalah sebagai berikut.
1. Medical error dan tuntutan malpraktek yang perlu segera diantisipasi dengan upaya
peningkatan manajemen risiko, risk based medical audit & patients safety;
2. Kesiapan Tangga Darurat Medis dalam rangka penanggulangan Flu Burung, HIV-
AIDS, gizi buruk, bencana;
3. Peningkatan mutu secara berkelanjutan dan berkesinambungan di bidang
pelayanan dengan menekenakan pada kegiatan preventif dan promotif dengan
menerapkan standarisasi sistem mutu;
4. Peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat miskin melalui program BPJS &
Jamkes..dengan sistem kendali mutu dan biaya layanan;
5. Ketersediaan pendanaan serta fasilitas Sarana, Prasarana, Peralatan, Obat dan
Bahan.
6. Integrasi Sistem Informasi Puskesmas se Kota Xxxdengan berbasis teknologi
informasi.

2) Struktur Organisasi

Struktur organisasi Puskesmas ABC mempunyai tugas pokok dan fungsi yang
terdiri atas :
a. Kepala Puskesmas
Mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi dan
mengendalikan pelaksanaan tugas pokok di Puskesmas ABC
b. Kepala Subag. Tata Usaha
Mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelayanan penunjang teknis
dan administrasi ketatausahaan, kepegawaian, data dan informasi,
keuangan, perlengkapan, serta evaluasi kegiatan di Puskesmas ABC
Fungsi :
Pengelolaan data, pelaporan, perencanaan dan evaluasi kegiatan
Pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, dan urusan rumah tangga di
lingkungan puskesmas
Pelaksanaan koordinasi lintas program dan lintas sektoral baik dengan
instansi pemerintah dan swasta serta masyarakat
Pengelola keuangan dan perbendaharaan

c. Program Promosi Kesehatan


Mempunyai tugas pokok pengembangan upaya kesehatan berbasis
masyarakat serta peningkatan media informasi dan edukasi
Fungsi :
Melaksanakan penyuluhan, pelatihan kesehatan termasuk pembinaan
pengelolaan UKS di sekolah-sekolah di wilayah kerja puskesmas
Menyediakan media informasi kesehatan seperti mading dan pemutaran film
Melakukan pencatatan dan pelaporan
Adapun untuk rincian lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur organisasi
Puskesmas Kampung di lampiran.
BAB II
ANALISIS POSISI PUSKESMAS

A. ANALISIS SWOT
Analisis posisi Puskesmas dilakukan berbasis pada kondisi lingkungan Internal dan
Eksternal dengan variabel kunci mengacu pada visi dan misi PUSKESMAS ABC.
Penetapan variabel dilakukan dengan mengacu pada PMK No. 66/PMK.02/2006 yang
terdiri atas kondisi internal meliputi aspek : organisasi dan SDM, Proses bisnis internal
dan Pelanggan serta Keuangan serta kondisi eksternal meliputi aspek:
Peraturan/Perundangan, Kebijakan Subsidi Pemerintah, Program BPJS,
Perekonomian, Sosial Budaya dan Perkembangan Teknologi.

B. KONDISI LINGKUNGAN INTERNAL


Kondisi Lingkungan Internal dari Aspek Organisasi dan Sumberdaya Manusia terdiri
atas kekuatan berupa : Kualitas SDM, Kuantitas SDM, Sistem Informasi PUSKESMAS,
Aliansi strategis dengan fihak ...., Kemitraan dengan Institusi pendidikan & kesehatan.
Sedangkan termasuk dalam kelemahan berupa: Struktur organisasi & tata kerja,
Budaya kerja organisasi, Pembelajaran organisasi, Proporsi jenis ketenagaan, Sistem
Informasi SDM.

Berdasarkan Aspek Proses Bisnis Internal & Pelanggan yang merupakan kekuatan
terdiri atas: Sarana, prasarana & peralatan, Sistem dan prosedur, standarisasi dan
akreditasi, Kerja sama Operasional, Produk layanan unggulan, Produk layanan miskin,
Kepuasan pelanggan Internal, Kepuasan pelanggan eksternal. Sedangkan yang
termasuk faktor kelemahan terdiri atas Quality control, Produk layanan reguler, dan
Maintenance peralatan.

Sistem penagihan, Sistem pembayaran, Sistem pengelolaan kas, Transparansi,


Akuntabilitas serta Penggalian sumber pembiayaan pelayanan merupakan faktor-
faktor yang termasuk dalam kekuatan pada aspek keuangan. Sedangkan
kelemahannya adalah faktor-faktor Unit cost, Penetapan tarif, Efisiensi, standar biaya
khusus, Sistem pelaporan Back Office, dan Penggalian sumber pembiayaan
pendidikan.

C. KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL


Berdasarkan kondisi lingkungan eksternal, faktor-faktor peluang dan ancaman dapat
diuraikan sebagai berikut :
1. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang terkait dengan PUSKESMAS
BLUD
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan


Negara;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem


Perencanaan Pembangunan Nasional;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2008 tentang perubahan


kedua atas Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah;

Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan


Penerapan Standar Pelayanan Minimal

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang


Organisasi Perangkat Daerah;

Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara


Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMD;

Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan


Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum

Permendagri 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Dan Penetapan


Standar Pelayanan Minimal
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 sebagai pengganti
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengeloaan Keuangan
Daerah;

Permendagri 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian


Standar Pelayanan Minimal

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD);

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan


Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMD;

Keputusan Menteri Kesehatan No. 703/MENKES/SK/IX/2006 tentang Petunjuk


Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa pada Instansi Pemerintah Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum di Lingkungan Departemen Kesehatan

Peraturan Menteri Keuangan No. 9 Tahun 2006 tentang Pedoman penetapan


remunerasi bagi pejabat pengelola, Dewan pengawas dan pegawai badan layanan
umum

Peraturan Menteri Kesehatan No. 10 tahun 2006 tentang Tata cara penyusunan,
pengajuan, penetapan, dan perubahan Rencana bisnis dan anggaran serta
dokumen pelaksanaan Anggaran badan layanan umum

Peraturan Menteri Kesehatan No. 119 Tahun 2007 tentang Persyaratan


Administrasif dalam Rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi
Pemerintah untuk Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar


Pelayanan Minimal Rumah Sakit;

Peraturan Menteri Kesehatan No. 76 Tahun 2008 tentang Pedoman Akuntansi Dan
Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum

Peraturan Menteri Kesehatan No. 92 Tahun 2011 tentang Rencana Bisnis Dan
Anggaran Serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum sebagai pengganti
Peraturan Menteri Kesehatan No. PMK 44 Tahun 2009 tentang Rencana Bisnis Dan
Anggaran Serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 Tentang


Pola Tarif Badan Layanan Umum Rumah Sakit Di Lingkungan Kementerian
Kesehatan

Peraturan Menteri Keuangan No. 8 Tahun 2006 tentang Kewenangan Pengadaan


Barang/Jasa Pada Badan Layanan Umum

Peraturan Menteri Keuangan No. 07/PMK.02/2006 tentang Persyaratan


Administratif dalam Rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi
Pemerintah untuk Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum.
Peraturan Menteri Keuangan No.08/PMK.02/2006 tentang Kewenangan
Pengadaan Barang/Jasa pada Badan Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No.10/PMK.02/2006 tentang Pedoman Penetapan


Remunerasi bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai Badan
Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.02/2006 tentang Tata Cara Penyusunan,


Pengajuan, Penetapan, dan Perubahan Rencana Bisnis dan Anggaran serta
Dokumen Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No. 73/PMK.05/2007 tentang Perubahan atas


Peraturan Menteri Keuangan No.10/PMK.02/2006 Tentang Pedoman Penetapan
Remunerasi Bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas, dan Pegawai Badan
Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No.109/PMK.05/2007 tentang Dewan Pengawas


Badan Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No. 119/PMK.05/2007 tentang Persyaratan


Administratif Dalam Rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi
Pemerintah Untuk Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

Peraturan Menteri Keuangan No.44/PMK.05/2009 tentang Rencana Bisnis dan


Anggaran serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan No.217/PMK.05/2009 tentang Pedoman Pemberian


Bonus atas Prestasi Bagi Rumah Sakit Eks-Perjan yang Menerapkan Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum

Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. PER-08/PB/2008 tentang Pedoman


Penyusunan Laporan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum di Lingkungan
Pemerintah Pusat

2. Program BPJS
Program BPJS merupakan program nasional pembiayaan kesehatan bagi
masyarakat. Program ini mulai berlaku sejak. memberikan dampak positif baik
bagi mayarakat maupun dalam pengelolaan Puskesmas. Karena sistem tersebut
merupakan salah satu alat kendali biaya dan mutu pelayanan kesehatan di
Puskesmas. (Tampilkan Data BPJS hingga sekarang )

3. Kebijakan Subsidi Pemerintah


Sebagian Puskesmas milik pemerintah, dalam banyak segi memiliki peluang lebih
besar untuk berkembang karena banyak kebijakan yang memberikan dampak
meringankan Puskesmas antara lain subsidi operasional termasuk gaji pegawai
dan investasi/modal yang memungkinkan bagi Puskesmas untuk lebih
berkonsentrasi terhadap mutu pelayanan.

4. Sosial Budaya dan Tingkat Pendidikan Masyarakat


Peningkatan taraf hidup, sosial, budaya dan pendidikan mampu mendorong
masyarakat untuk berperilaku hidup lebih sehat. Di sisi lain tuntutan terhadap mutu
layanan semakin meningkat yang akan mendorong kesadaran civitas hospitalia
untuk memberikan pelayanan yang terbaik sesuai standar yang ditetapkan.

5. Perkembangan Teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan berjalan
sangat cepat, disamping memberi peluang bagi peningkatan mutu pelayanan
kesehatan, jika tidak dicermati dengan seksama maka dapat merupakan ancaman
karena cenderung sangat padat modal. Di sisi lain kemampuan finansial
Puskesmas dalam maintentance dan penapisan teknologi masih terbatas.

D. ANALISIS KUADRAN
Berdasarkan analisis SWOT, PUSKESMAS ABC berada dalam kuadran ..(berapa?)
yaitu dalam kondisi (contoh agresif). Posisi tersebut mengandung arti bahwa
PUSKESMAS ABC memiliki kekuatan yang cukup serta peluang yang besar untuk
mengembangkan pelayanan yang mengarah kepada keberhasilan menjadi market
leader.
BAB III
VISI, MISI, TUJUAN, BUDAYA ORGANISASI DAN SASARAN

A. VISI
Visi PUSKESMAS ABC adalah :
....................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
............................................................................................................

B. MISI
A. .............................................................................................
B. .............................................................................................
C. ..............................................................................................
D. .............................................................................................
E. ..............................................................................................

C. RENCANA PEMBANGUAN JANGKA MENENGAH (RPJM) KABUPATEN XXX


DIBIDANG KESEHATAN
....................................................................................................................................
......................................
D. TUJUAN
Tujuan misi pertama adalah :

Menuju puskesmas yang mampu secara produktif dalam melaksanakan pelayanan

kesehatan sayang ibu dan Anak.

Sasaran :

a. Terlaksananya pelayanan dasar puskesmas bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas

dan ibu menyusui, Dengan indikator :

Cakupan kunjungan ibu dst


E. BUDAYA ORGANISASI
Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, Puskesmas ABC memiliki nilai dasar
dan keyakinan dasar yang merupakan budaya Kerja dan menjadi pijakan,
pegangan dan pedoman bagi Kepala, Kepala Tata Usaha, dan seluruh staf
puskesmas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

BAB IV.
STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM

A. BIDANG SUMBER DAYA KESEHATAN (SDM)


Strategi
1. Mengembangkan kompetensi tenaga medis, para medis dan non medis
sesuai bidangnya masing-masing.
2. Melakukan perekrutan tenaga yang diperlukan.
3. Melaksanakan pelatihan sertifikasi yang dibutuhkan.

Kebijakan
1. Mewujudkan puskesmas yang memiliki tenaga bersertifikasi dan memiliki
kompetensi.

Program
Tahun
N
Program Keterangan 201 201 201 201 201
o
5 6 7 8 9
1

2

B. Bidang Pelayanan

C. Bidang Keuangan

D. Bidang Sarana dan Prasaran

E. Bidang Kendali Mutu

F. Bidang Tugas Preventif


G. Bidang Tugas Promotif
BAB V
PROYEKSI KEUANGAN

Proyeksi keuangan (pinancial projection) bertujuan untuk memberi gambaran mengenai


sirkulasi keuangan puskesmas, prediksi kekayaan dan kewajiban, dan aliran kas. Funsi
proyeksi keuangan merupakan suatu penyusunan tindakan bagi puskesmas sebagai
pedoman pelaksanaan aktivitas di masa mendatang sehingga Proyeksi laporan
keuangan akan memudahkan puskesmas untuk melihat keadaan di tahun akan datang.
Proyeksi Keungan terdiri dari Proyeksi Laporan Operasional, Proyeksi Neraca,
Proyeksi Arus Kas dan Proyeksi Rasio Keuangan.

A. Proyeksi Laporan Operasional


Proyeksi laporan operasional adalah prediksi jumlah dan rincian pendapatan dan
biaya yang akan dilakukan puskesmas baik dari kegiatan operasio maupun non
operasioanl pada suatu periode tertentu di masa mendatang.

PUSKESMAS ABC
PROYEKSI LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015 2019

2015 201 2017 2018 2019


Uraian 6

A. Pendapatan
I Pendapatan Operasional
1 Pendapatan Instalasi Rawat Jalan
2 Pendapatan Instalasi Rawat Inap
Pendapatan Instalasi Gawat
3 Darurat
4 Pendapatan Instalasi Laboratorium
5 Pendapatan Operasional Lainnya

Jumlah Pendapatan Operasional

II Hibah
1 Hibah Terikat
2 Hibah Tidak Terikat
Jumlah Pendapatan Hibah
III Pendapatan dari Hasil
Kerjasama dengan Pihak Lain
1 Pendapatan Kerjasama Operasi
2 Pendapatan dari Sewa-Menyewa
3 Pendapatan dari Usaha Lain
Jumlah dari Hasil Kerjasama dengan Pihak
Lain
IV Pendapatan dari APBD
V Pendapatan APBN
Jumlah Pendapatan

B. Biaya Operasional
I Biaya Pelayanan
1 Biaya Pegawai
2 Biaya Bahan
3 Biaya Jasa Pelayanan
4 Biaya Pemeliharaan
5 Biaya Barang dan Jasa
6 Biaya Depresiasi atau amortisasi
7 Biaya Operasional Lainnya

Jumlah Biaya Pelayanan


II Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya Pegawai
2 Biaya Administrasi Kantor
3 Biaya Pemeliharaan
4 Biaya Barang dan Jasa
5 Biaya Promosi
6 Biaya Depresiasi atau amortisasi
7
Biaya Umum dan Administrasi Lain-
lain
Jumlah Biaya Umum dan Administrasi
Jumlah Biaya Operasional
Surplus (Defisit) Setelah Biaya
C Operasional

Non Operasioanal
I Pendapatan Non Operasional
Hasil Penjualan Kekayanan yang
1 Tidak Dipisahkanii)
2 Hasil Pemanfaatan Kekayanan
3 Pendapatan Jasa Giro)
4 Pendapatan Bunga
5 Keuntungan selisih kurs
6 Komisi, Potongan dan bentuk lain
7 Hasil Investasi
Jumlah Pendapatan Non Operasional
II Biaya Non Operasional
1 Biaya Bunga
2 Biaya Administrasi Bank
3 Biaya Kerugian Penjualan Aset Tetap
4 Biaya Kerugian Penurunan Nilai
5 Biaya non Operasional Lainnya
Jumlah Biaya Non Operasional

D Surplus (Defisit) Tahun Berjalan

B. Proyeksi Neraca
Proyeksi neraca adalah prediksi jumlah dan rincian kekayaan yang akan dimiliki
puskesmas beserta seluruh kewajibannya, baik kepada kreditor maupun kepada
pemerintah, pada suatu periode tertentu di masa mendatang. Neraca adalah suatu
laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan puskesmas berupa berapa
jumlah harta, berapa jumlah hutang, dan berapa selisih harta dan hutang tersebut
sehingga bisa diketahui jumlah nilai kekayaan sebenarnya.

PUSKESMAS ABC
PROYEKSI NERACA
PER 31 DESEMBER 2015 2019

201 201 201 201 201


Uraian 5 6 7 8 9

ASET
I
A. Aset Lancar
Kas dan Setara Kas
Investasi Jangka
Pendek
Piutang Usaha
Piutang Lain-lain
Persediaan
Uang Muka
Pendapatan Yang Masih Harus
Diterima
Jumlah Aset Lancar
B. Aset Tetap
Tanah
Bangunan
Peralatan Medik
Kendaraan
Akumulasi Penyusutan Aset
Tetap
Jumlah Aset Tetap
C. Aset Lain-Lain
JUMLAH ASET

II KEWAJIBAN
A. Kewajiban Jangka Pendek
Hutang Usaha
Hutang Pajak
Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Hutang Jangka Panjang Yang
Akan Jatuh Tempo
Pendapatan yang Diterima
Dimuka
Hutang Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
B. Kewajiban Jangka Panjang

Jumlah Kewajiban

II
I Ekuitas Dana
Ekuitas
Donasi
Surplus & Defisit tahun lalu
Surplus & Defisit tahun berjalan
Jumlah Ekuitas

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


EKUITAS
C. Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus kas menujukkan penerimaan dan pembayaran kas yang akan
dilakukan puskesmas pada suatu periode tertentu di masa mendatang. Proyeksi
arus kas dapat digunkan dalam mengamati tingkat perubahan perkiraan kas, yang
harus dipertahankan pada tingkat yang mencukupi agar memungkinkan
pembayaran kewajiban yang tepat waktu pada saat jatuh tempo. Unsur proyeksi
arus kas terdiri dari aktivitas operasi dan aktivitas Pendanaan dan aktivitas
investasi.

PUSKESMAS ABC
PROYEKSI ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015 2019

Uraian 2015 2016 2017 2018 2019


I Arus Kas Dari Aktivitas Operasional
A Penerimaan dari Layanan
B Penerimaan piutang/tagihan
C Pengeluaran dari Operasional
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
OPERASIONAL
II Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
A Hasil Penjualan Aset Tetap
B Hasil Penjualan Aset Lain-lain
C Hasil Investasi
D Perolehan dari Aset Tetap
E Pembelian Investasi
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
A Tambahan Ekuitas
B Penerimaan Hibah
C Penerimaan APBD
D Penerimaan APBN
E Perolehan Pinjaman
F Pembayaran Pinjaman
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih
Kas dan Setara Kas Awal
Jumlah Saldo Kas
D. Proyeksi Rasio Keuangan
Penggunaan Proyeksi Rasio Keuangan untuk melakukan interpretasi dan menganalisis
laporan keuangan pada periode tertertu yang menunjukkan hubungan di antara angka
tertentu yangg dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data
keuanan. Anaisa rasio yang digunakan berupa Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio
Laverage dan Rasio Profitabilitas

No Rasio 2015 2016 2017 2018 2019

Rasio Likuiditas

1. Quick Ratio (%)

2. Current Ratio (%)

Rasio Aktivitas

3. Perputaran Piutang (kali)

4. Perputaran Aset lancar (kali)

5. Perputaran Persediaan (kali)

Rasio Laverage

6. Rasio aset terhadap utang (%)

7. Rasio utang terhadap ekuitas (%)

Rasio Profitabilitas

8. Profit Margin (%)

9. ROA (%)

10. ROE (%)


BAB VI
PENUTUP

Renstra PUSKESMAS ABC ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam
perencanaan, pelaksanaan dan penilaian upaya PUSKESMAS ABC dalam kurun
waktu lima tahun (2015-2019) sehingga hasil pencapaiannya dapat di ukur dan
dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan kinerja tahunan PUSKESMAS
ABC.

Semoga upaya PUSKESMAS ABC sampai dengan tahun 2018 dapat lebih terarah
dan terukur. Dalam kaitannya dengan pengukuran kinerja dan sebagai masukkan
bagi perencanaan selanjutnya, Renstra PUSKESMAS ABC 2015-2019 ini akan
dievaluasi pada pertengahan (2017) dan akhir periode 5 tahun (2019) sesuai
ketentuan yang berlaku.

Penyusunan Renstra PUSKESMAS ABC 2015-2019 melibatkan stakeholder


terkait. Kepada semua pihak yangt terlibat dalam penyusunan Renstra ini
diucapkan terima kasih. Tentunya PUSKESMAS ABC tahun 2015-2019 ini dapat
dilaksanakan dan mencapai tujuannya, bila dilakukan dengan dedikasi yang tinggi
dan kerja keras dari segenap civitas hospitalia di lingkungan PUSKESMAS ABC
dan jajarannya.
LAMPIRAN

Lampiran 1 Tabel Rencana Strategis 2015-2019

Lampiran 2 Matriks Sasaran, Indikator Dan Target 2015

Lampiran 3 Matriks Keterkaitan Sasaran, Strategi, Kebijakan Dan Program


Lampiran 4 Matriks Keterkaitan Program, Kegiatan & Pendanaan

Lampiran 5 Perhitungan Analisis Swot


Lampiran 1
TABEL RENCANA STRATEGIS 2015-2019

VISI Menjadi salah satu Puskesmas .


MISI 1.
.

TUJUAN SASARAN CARA MENCAPAI TUJUAN


Uraian Indikator Kebijakan Progr
1. 1. 1. 1.

2. 3.

2. 4.

Lampiran 2
MATRIKS SASARAN, INDIKATOR DAN TARGET 2015

URAIAN INDIKATOR TARG


1. 1.

3. 2.

3.

4.

6. 5.
6.

Lampiran 3

MATRIKS KETERKAITAN SASARAN, STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM


SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN
1. 1. 1. 1.

Lampiran 4

MATRIKS KETERKAITAN PROGRAM, KEGIATAN & PENDANAAN

PROGRAM KEGIATAN PENDA


2015 2016 2
1.
2.
3.
4.
5.

Lampran 5
PERHITUNGAN ANALISIS SWOT

Nila
INTERNAL Bobot Skor i Skor Nilai Total
50% + 23% - 12% 11%

A. Organisasi & SDM 20% + -

B. Proses Bisnis & Pelanggan 20% + -


C. KEUANGAN 10% + -

EKSTERNAL Bobot Skor Nilai Skor Nilai Total

Strength
s

IV I
DEFENSIVE OFFENSIVE/AGRE
SIVE

Treaths Opportuni
ties

III II
LIQUIDATION RECONSILIATION

Weaknes
s

Penjelasan :

Berdasarkan analisis SWOT, RSUP ABC berada dalam kuadran I yaitu dalam
kondisi agresif. Posisi tersebut mengandung arti bahwa RSUP ABC memiliki
kekuatan yang cukup serta peluang yang besar untuk mengembangkan
pelayanan yang mengarah kepada keberhasilan menjadi market leader.

PENJELASAN :

Berdasarkan analisis SWOT, RS ABC berada dalam kuadran I yaitu dalam


kondisi agresif. Posisi tersebut mengandung arti bahwa RS ABC memiliki
kekuatan yang cukup serta peluang yang besar untuk mengembangkan
pelayanan yang mengarah kepada keberhasilan menjadi market leader.