Anda di halaman 1dari 37

Mahendra Tri Arif Sampurna

RSUD Dr Soetomo Surabaya


Pendahuluan
Merupakan upaya pendukung pernapasan

1930 Tekanan positif pada saluran napas (dws)


1971 - CPAP (Dr. Gregory / UCSF)
(Gregory GA. et all Treatment of the idiopathic RDS with CPAP, N
Engl J Med 284:1333,1971)

1975 Bubble CPAP (Dr. Wung/Columbia University)


(Wung Jt. Et all A new device for CPAP by nasal route, Crit Care Med 3 :76,

2005 High flow nasal cannula/HFNC, HHHFNC ???


.. pendahuluan

Cpap:
Metode/alat yang mempertahankan
tekanan positif pada saluran napas
neonatus selama pernapasan spontan.
Tujuan pemberian CPAP
Memperbaiki, meningkatkan kapasitas residu fungsional
(FRC) dan oksigenasi
Mencegah kolaps alveolus dan atelektasis
Meningkatkan compliance
Mengurangi usaha bernapas (WOB) yang berlebihan
Mempertahankan surfaktan
Mempertahankan jalan napas dan diafragma
Memberikan kesesuaian perfusi ventilasi yang lebih baik
Menstimulasi pertumbuhan paru
Indikasi CPAP
Gangguan pernapasan
Penyakit membrana hyalin/ HMD
TTN (transient tachypnea of the newborn)
Sindroma aspirasi mekonium
Kelumpuhan diafragma
Penyakit jalan napas seperti trakeomalasia dan
bronkiolitis
Apnea karena prematuritas

Penyapihan dari ventilator mekanis/Ekstubasi


Indikasi kontra
N Cpap
Hernia diafragma
Napas spontan (-)
Atresia koana
Fistula trakeoesofagus
Obstruksi saluran cerna
NEC
Keunggulan Cpap
Menurunkan
Intubasi endotrakeal
Penggunaan ventilator mekanis
Penggunaan oksigen
Penggunaan surfaktan
Kejadian CLD / BPD
Peneumonia, kelainan neurologis
Hemat biaya
Bahaya dari NCPAP
Distensi paru yang berlebihan
Distensi lambung
Ekskoriasi hidung, luka pada kartilago, distorsi
septum, luka pada wajah
PVR
Kardiovaskuler
Venous return
cardiac output
Sistem CPAP
Ventilator mekanis

Bubble Cpap

T-PIECE
RESUSCITATOR

Pilihan sesuai kebuuhan


HFNC/HHHFNC ???
Pada resusitasi
Dengan BTMS atau
T-piece resuscitator
Komponen CPAP
1. Sebuah sirkuit untuk alirkan oksigen terus menerus yang
kemudian dihisap oleh neonatus
Sumber O2 & udara FiO2 yang sesuai
Flow meter .
Sebuah humidifier menghangatkan & melembabkan
..komponen CPAP
2. Sebuah alat untuk menghubungkan
sirkuit ke saluran napas neonatus.
- Pipa endotrakeal
Pipa Naso-pharing
Hudson prong
Nasal prong
(metode disukai)
- Sungkup muka
- Sungkup hidung
Sungkup muka/hidung
Jarang digunakan
Keuntunngan
Tidak invasif, Trauma <,
Kerugian
Perlekatan tidak baik, Pada AOP
< efektif
(Cochrane Database of Systematic Reviews 2006, Issue 4
Pipa endotrakeal
Keuntunngan
Tekanan tidak bocor,
Perlekatan baik
Mudah utk penggunaan modus VM
Kerugian
-Resistensi meningkat
- Invasiv , Trauma, Infeksi
-Tidak disarankan untuk profilksis extubasi
(Cochrane Database of Systematic Reviews 2001, Issue 4. Art. No.:
CD001078. DOI: 10.1002/14651858.CD001078.)
Pipa Naso-pharing
Keuntunngan
Perlekatan baik
trauma berkurang
Kerugian
- Resistensi meningkat
- Mudah tersumbat
Takada perbedaan kegagalan
pasca ekstubasi antara head box
dan nasofaring CPAP
Nasal prong
Keuntunngan
Kurang invasif
Resistensi berkurang
Pemasangan mudah
Kerugian
Distensi perut
- Ekskoriasi hidung, luka pada
kartilago, distorsi septum, luka
pada wajah
-Tidak dpt digunakan pada
Kelainan saluran napas atas
Hernia diafragma
- Tekanan tidak stabil
Kriteria CPAP yang baik
Selang fleksibel dan ringan yang
memungkinkan neonatus mengubah
posisinya dengan mudah
Mudah untuk dipasang dan dilepas
Resistensi rendah sehingga neonatus dapat
bernapas secara spontan
Relatif tidak invasif, aman dan efektif
Sederhana dan mudah dipahami oleh semua
pemakai
Jika ditemukan gejala berikut ini
Kebutuhan Oksigen > 40%
Frekuensi napas > 60 x/mn

Merintih (grunting)

Retraksi

Sering mengalami apnea


Pengaturan CPAP

Aturan umum:
CPAP harus dilakukan pada 5-8 cmH2O; dapat
dinaikkan atas kebijaksanaan dokter ahli

Flow /Aliran 6-8 L/min untuk bayi kurang bulan,


8-10 L/min untuk bayi cukup bulan
Prosedur
1. Persetujuan tindakan medis

2. Persiapan
Unit CPAP
Penderita/neonatus
Tenaga medis

3. Langkah klinis

4. Pemantauan
CPAP Unit
Humidifier system
Generator CPAP
Blended Oxygen
Interface
Langkah klinis
1.Mempersiapkan sistem CPAP

Pasang selang oksigen dan udara ke pencampur dan


flow meter lalu hubungkan ke pengatur kelembaban.
Hubungkan alat pencampur ke FiO2 yang sesuai.
Pasang flow meter antara 5-10 liter/mnt.
Tempelkan satu selang ringan, lemas dan berkerut ke
alat pengatur kelembaban.
Hubungkan probe kelembaban dan suhu ke selang
kerut yang masuk ke bayi. Atur suhu pada 36o C
Pastikan probe suhu tetap di luar inkubator atau tidak
di dekat sumber panas
Siapkan satu botol air steril di dekat alat pengatur
kelembaban.
Pemantauan CPAP Nasal
1. Periksa fungsi seluruh sistem CPAP

Apakah alat pencampur diatur pada persentasi yang sesuai (FiO2)


?
Apakah flow meter diatur antara 6-10 liter/menit?
Apakah alat pengatur kelembaban berisi jumlah air yang tepat?
Apakah suhu gas yang dihirup sudah tepat?
Apakah selang kerut tidak terisi air?
Apakah ujung pipa di botol outlet ada pada tanda 5 cm?
Apakah permukaan asam asetat ada pada tanda 0 cm?
Apakah botol outlet terlihat ada gelembungnya?
Jaga jangan sampai kanula CPAP menyentuh septum nasal
Ubah posisi bayi setiap 6-8 jam untuk drainase postur semua
sekresi paru
pemantauan

2. Bayi harus diperiksa setiap 2-4 jam


Respirasi
Circulasi
Gastrointestinal
Hematologi
Infeksi
Metabolik
Neurologi
pemantauan CPAP Nasal
3. Pengisap lendir
-. Setiap 6-8 jam, atau seperlunya
Pada rongga hidung, mulut, faring dan lambung

- Sesuai kebutuhan.
Meningkatnya upaya napas, kebutuhan oksigen dan
apnea/bradikardi mungkin.

- Gunakan kateter ukuran paling besar yang bisa masuk


ke hidung tanpa kesulitan yang berarti
- Catat jumlah, konsistensi dan warna sekresi
- Untuk melunakkan sekresi, gunakan beberapa tetes
salin steril (Nacl) 0,9%.
Pemberian Minum
CPAP nasal bukan indikasi kontra pemberian
asupan enteral. .
Jika stabil dapat menetek atau minum melalui
sonde atau diberikan secara drip terus menerus.
Menghentikan CPAP
Secara klinis bayi membaik
bernapas dengan mudah
penurunan frekuensi napas dan retraksi.

FiO2 harus diturunan bertahap 5% dengan dipandu


pulse oxymeter sesuai target SpO2 atau hasil gas
darah.
FiO2 biasanya turun menjadi sesuai udara ruangan
Indikasi Ventilasi Mekanis
jika terjadi hal berikut:
Terlihat retraksi yang nyata
Sering mengalami apnea dan bradikardi

PaO2 < 50 mmHg (Fi02> 40%)


PaCO2 > 60 mmHg
Asidosis metabolik (BE< - 10)
Sebelum memulai VM ,

periksa:
Apakah sistem CPAP berfungsi lancar dan
menempel di hidung bayi?
Apakah CPAP bergelembung?
Apakah ada sekret atau obstruksi?
Masalah Selama CPAP
1. Tidak ada gelembung udara di botol
Penyebab : kebocoran udara
Mengatasi :
Lepaskan prong dari hidung dan lakukan oklusi.
Jika sistem menimbulkan gelembung,
ukuran prong tidak tepat atau lengkungannya tidak tepat di
dlm hidung, atau tidak pas ukuran tepat
bayi membuka mulut, strip dagu
Atau berikan pacifier

Jika tidak menimbulkan gelembung sirkuit.


Periksa setiap komponen dalam sirkuit secara sistematis.
.... masalah selama CPAP

2. Kerusakan septum nasal


.... masalah selama CPAP
2. Kerusakan septum nasal.
Sebab: tekanan dan/ gesekan pada septum.
Pencegahan :
Gunakan ukuran prong yang sesuai
Kencangkan prong dengan tutup yang sesuai dan
tempatkan posisi pin dan pita karet pada corrugated
tubes secara benar
Proper fixation of the nasal interface
(Using a Moustache)
.... masalah selama CPAP
3. Bayi tidak tenang
Sebab : sumbatan jalan napas, udara di
lambung

Mengatasi
Periksa sekret pada jalan napas
Gunakan dot dan selimuti bayinya
Aspirasi kelebihan udara dari lambung, jika
diperlukan
.... masalah selama CPAP

Gunakan Velcro moustache


Jangan biarkan bridge of the prongs sampai
menyentuh septum nasal
Gunakan bantalan hidung (duoderm!)
Hindarkan melipat prong.
untuk melembabkan hidung hanya dengan
NaCl 0,9% atau aqua steril
Ringkasan
CPAP adalah Metode/alat yang mempertahankan
tekanan positif pada saluran napas neonatus selama
pernapasan spontan.

Berbagai keunggulan didapat dari penggunaan CPAP

Indikasi penggunaan cpap antara lain gangguan


napas serta penyapihan dari ventilatasi mekanik

Nasal CPAP tidak dpt digunakan pada


Kelainan sal. napas atas, hernia diafragma, napas
spontan (-)

Bahaya dari Nasal CPAP


Distensi paru, lambung, kerusakan hidung,
PVR ,