Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-
Nyalah sehingga dapat terselesaikan makalah yang berjudul PENYAKIT PANU
Diharapkan makalah ini dapat memberi manfaat kepada yang
membacanya, sehingga dapat mengetahui dan memahami dengan benar dari isi
makalah ini.
Akhir kata saya menyadari bahwa dengan segala keterbatasan dan
kompleksitas dalam penyusunan makalah ini, tentu saja masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, masukan dari bapak sangat saya harapkan.

Penyusun

AZRIN DAN RIZCQA

7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang
sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan
mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri
sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan (Hidayat, 2009).
Integumen meliputi kulit pembungkus permukaan tubuh dan
turunannya, termasuk kuku, rambut dan kelenjar. Kulit merupakan lapisan
jaringan yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi
permukaan tubuh. Pada permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan
kelenjar muksa. Kulit juga disebut integumen atau kutis, tumbuh dari 2
macam jaringan yaitu jaringan epitel yang menumbuhkan lapisan
epidermis dan jaringan pengikat (penunjang) yang menumbuhkan lapisan
dermis (kulit dalam).
Mengingat pentingnya kulit sebagai pelindung organ-organ tubuh
didalamnya, maka kebersihan kulit perlu dijaga kesehatannya. Kebersihan
kulit merupakan mekanisme utama untuk mengurangi kontak dan
transmisi terjadinya infeksi, salah satunya infeksi jamur (Larson E, 2001).
Infeksi jamur kulit cukup banyak ditemukan di Indonesia, yang merupakan
negara tropis beriklim panas dan lembab, apalagi bila higiene juga kurang
sempurna (Madani A, 2000).
Mikosis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit
jamur atau mikosis yang mempunyai insidensi cukup tinggi ialah mikosis
superfisialis. Penyakit yang termasuk mikosis superfisialis adalah
dermatofitosis dan nondermatofitosis, yang terdiri atas berbagai penyakit
diantaranya Pityriasis versicolor (PV), yang lebih dikenal sebagai penyakit
panu (Budimulja, 2002)

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah
dalam makalah ini adalah :

7
1. Apa yang dimaksud dengan penyakit panu ?
2. Gejala apa yang timbul saat terkena penyakit panu ?
3. Obat apa saja yang dapat mengobati panu ?
4. Bagaimana pencegahan penyakit panu ?
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui penyakit panu
2. Untuk mengetahui gejala pada penyakit panu
3. Untuk mengetahui obat yang digunakan untuk penyakit panu
4. Untuk mengetahui pencegahan penyakit panu

7
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Penyakit Panu
Penyakit ini dikenal pertama kali sebagai penyakit jamur pada
tahun 1846 oleh Eichsted. Robin pada tahun 1853 memberi jamur
penyebab penyakit ini dengan nama Microsporum furfur dan kemudian
pada tahun 1889 oleh Baillon diberi nama Malassezia furfur. (Partogi,
2008). Sebagian besar kasus Pityriasis versicolor terjadi karena keadaan
yang mempengaruhi keseimbangan antara hospes dengan jamur tersebut
diduga adanya faktor lingkungan diantaranya kelembaban kulit (Radiono,
2001).
Ditinjau dari masing-masing kasus mikosis superfisialis yang
paling sering ditemukan adalah Pityriasis versicolor. Pityriasis versicolor
adalah infeksi jamur superfisial pada lapisan tanduk kulit yang disebabkan
oleh Malassezia furfur atau Pityrosporum orbiculare. Infeksi ini bersifat
menahun, ringan dan biasanya tanpa peradangan (Madani A, 2000).
Penyakit ini sering dilihat pada remaja, walaupun anak-anak dan orang
dewasa tua tidak luput dari infeksi. Menurut BURKE (1961) ada beberapa
faktor yang mempengaruhi infeksi, yaitu faktor herediter, penderita yang
sakit kronik atau yang mendapat pengobatan steroid dan malnutrisi.
(Budimulja, 2002).
Pityriasis versicolor dapat menyerang masyarakat kita tanpa
memandang golongan umur tertentu. Dari segi usia yakni usia 16-40
tahun. Kemungkinan karena segmen usia tersebut lebih banyak mengalami
faktor predisposisi atau pencetus misalnya pekerjaan basah, trauma,
banyak keringat, selain pajanan terhadap jamur lebih lama. Tidak ada
perbedaan antara pria dan wanita, walaupun pernah dilaporkan di USA
penderita yang tersering menderita berusia antara 20- 30 tahun dengan
perbandingan 1.09% pria dan 0,6% wanita. Insidensi Pityriasis versicolor
yang akurat di Indonesia belum ada. Hanya diperkirakan 50% dari
populasi di negara tropis terkena penyakit ini (Partosuwiryo, 1992;
Adiguna MS, 2001; Radiono, 2001).
2.2 Gejala Pada Penyakit Panu

7
Pada awalnya tidak ada gejala yang menunjukkan seseorang akan
menderita panu. Kemudian timbul bercak-bercak di kulit yang terasa gatal.
Ada yang unik dari panu, bila diderita orang yang berkulit putih, maka
bercak yang tampak adalah berwarna kemerahan. Bila diderita orang
berkulit gelap, maka bercak yang tampak adalah warna
keputihan (Pityriasis versicolor). Bila terdapat di daerah kulit yang
tertutup, maka akan tampak sebagai bercak kecoklatan atau
hitam (Pityriasis versicolor nigra). Karena terdapat beberapa warna itulah
maka panu disebutPityriasis versicolor.
Gejala yang biasanya timbul, adanya bercak-bercak entah itu putih,
coklat atau merah, tergantung warna kulit. Kemudian teraba seperti
bersisik halus. Sisik itu bila digaruk, akan keluar putih-putih kecil seperti
butiran bedak. Selain itu, bila sedang berkeringat akan terasa sangat gatal.
Bagaimanapun juga, penderita panu dan subjek kontrol tidak
memperlihatkan perbedaan kuantitatif atau kualitatif pada lemak di
permukaan kulit.
2.3 Obat Untuk Mengobati Penyakit Panu
a. Obat Tradisional
dalam pengobatan tradisional ada beberapa tumbuhan yang
digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit panu diantarannya
adalah :
1. Jahe diparut lalu dicampurkan remasan semut hitam dan diberi minyak
kayu putih, kemudian digosokkan pada kulit yang berpanu.
2. Daun ketepeng cina diremas dan bubuhi sedikit garam lalu gosokkan
pada panu.
3. Lengkuas di potong kemudian digosokkan langsung pada panu.

b. Obat Moderen
1. Obat salep yang mengandung ketokonazol,kloritmazol dll
Mekanisme :
Kerusakan membran sel dapat menyebabkan kebocoran sehingga
komponen-komponen penting di dalam sel seperti protein, asam
nukleat, nukleotida dan lain-lain dapat mengalir keluar. Hal ini

7
menyebabkan permeabilitas sel terganggu sehingga sel tidak dapat
melakukan aktivitas hidup dan pertumbuhannya terhambat atau bahkan
mati.
2.4 Pencegahan Penyakit Panu
a. Mandi yang bersih menggunakan sabun sehari dua kali
Setiap hari keringat keluar dari tubuh kita. Keringat ini
selain menyebabkan bau asam, juga meningkatkan kelembaban tubuh.
Dan dalam keadaan seperti ini panu akan mudah sekali tumbuh.
Dengan mandi kebersihan dan kelembaban tubuh dapat berkurang,
sehingga jamur panu sulit tumbuh.
b. Jangan bertukar pakaian dengan orang yang panuan
Panu adalah penyakit menular, panu mudah menempel pada
pakaian. Dengan bertukar pakaian dengan penderita penyakit panu,
memungkinkan terjadinya penularan penyakit yang memalukan ini.
Kebiasaan mengganti baju setiap hari dan selalu menjaga baju kita
agar tetap kering wajib hukumnya, sebab baju yang berkeringat akan
menciptakan kelembaban yang tinggi pada daerah badan dan
punggung dan bisa menjadi tempat yang cocok bagi jamur untuk
tumbuh.
c. Menggunakan handuk
Mungkin tak pernah terbesit di pikiran kita kalau bercak
putih panu itu akan ada pada kulit kita yang sehat dan bersih.
Namun kita harus tahu bahwa bercak keputihan ini bisa muncul jika
kita bertukaran handuk dengan mereka yang menderita infeksi jamur
ini, sebab pada prinsipnya infeksi jamur bisa berpindah dari satu
tempat ke tempat yang lainnya melalui alat sanitasi yang digunakan
bersama-sama, terlebih lagi jika handuk itu lembab dan basah karena
tidak pernah dijemur atau dicuci.
d. Air bersih
Kebiasaan mencuci tangan dan mandi dengan air bersih
juga merupakan langkah yang efektif untuk mencegah infeksi jamur.
Tentunya air bersih ini juga harus memperhatikan sumbernya.
Perhatikan bahwa air yang terkontaminasi jamur bisa menjadi sarana
penularan yang sangat baik. Jadi mulailah kebiasaan hidup sehat

7
dengan selalu menggunakan air bersih. Pada kehidupan sehari-hari,
sebaiknya bila udara terasa panas, maka kita harus rajin
membersihkan keringat yang menempel di badan. Baju yang
dikenakan juga sebaiknya yang menyerap keringat. Bila terpaksa
harus mengenakan baju yang tidak menyerap keringat, kita harus
sesering mungkin mengganti baju tersebut.
Selain itu, setelah terkena air, maka sebaiknya segera
mengeringkannya, karena jamur senang dengan tempat yang lembab.
Dianjurkan pula untuk menggunakan pakaian, ataupun handuk secara
terpisah antar keluarga. Sebab bila salah satu keluarga sudah terkena
panu atau penyakit jamur lainnya, maka bila memakai handuk atau
baju secara bergantian, jamur akan menular dari satu anggota keluarga
ke anggota lainnya. Akibatnya nanti seluruh keluarga akan menderita
panu.

7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Panu definisi medisnya adalah infeksi jamur superfisial yang
ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus, disertai rasa gatal.
Infeksi jamur superfisialis yang kronis dan asimtomatis disebabkan oleh
Malassezia furfur menyerang stratum korneum dari epidermis. Gejala
pada penderita panu yaitu adanya bercak-bercak entah itu putih, coklat
atau merah, tergantung warna kulit. Kemudian teraba seperti bersisik
halus. Sisik itu bila digaruk, akan keluar putih-putih kecil seperti butiran
bedak. Selain itu, bila sedang berkeringat akan terasa sangat
gatal. Penyebab penyakit panu diantaranya adalah kondisi kulit yang
terlalu lembab, keringat berlebih, keseimbangan flora dalam kulit
terganggu, dll. Cara pengobatan apabila sudah terinfeksi panu bersihkan
kulit yang terkena panu, olesi dengan obat atau salep anti jamur,. Jika
sudah menyebar, konsultasi dengan dokter kulit. Pencegahan agar tidak
terkena pwnyakit panu antara lain, mandi 2 kali sehari secara rutin,
mengeringkan badan dengan handuk seusai mandi, mandi menggunakan
air bersih, tidak bertukar pakaian dengan orang yang terkena penyakit
panu dan
3.2 Saran
Dari penjelasan makalah tentang penyakit panu yang telah kami
sampaikan, kami berharap teman-teman bisa memahami penyakit panu,
dan semoga teman-teman memperoleh manfaat yang ada dalam makalah
ini. Jika ada terdapat kekurangan terhadap makalah kami, kami mohon
maaf.