Anda di halaman 1dari 1

TEOLOGI PEMBEBASAN dan baik secara fisik maupun psikis oleh dan/atau

GERAKAN MAHASISWA siapapun.

Bentangan relevansi dalam tulisan ini


Gerakan mahasiswa pada era rezim diktator
diberikan dapatlah disisipkan contoh seperti,
Soeharto hingga saat ini, tidak sedikit pula
dalam bidang ekonomi praktek riba dan
yang memberikan label bahwa gerakan
monopoli yang mengedepankan nilai lebih
liberal mulai mengembang. Stigmatisasi
dilarang keras (Qs. Al Baqarah 275-278).
kaum radikal mulai menjamur pada kalangan
Segala bentuk zakat, infaq dan sedekah
bawah (masyarakat biasa) dan menebarkan
merupakan sugesti yang baik dan benar agar
wahyu pemberontakan, juga hal yang sempat
manusia tidak teralienasi atas dirinya dari
menjadi mitos terbesar dalam setiap gerakan
lingkungan sekitarnya dan tidak mengadakan
mahasiswa. Namun tidak kalah banyaknya
penimbunan harta yang mengakibatkan
opini, bahwa mahasiswa Indonesia yang
surplus yang pada akhirnya secara langsung
radikal dan progressiv dari berbagai
mengeksploitasi manusia lainnya.
lingkungan sosial serta lintas kultur mulai
memainkan perannya, fungsi sosialnya
melalui gerakan-gerakan pembebasan. Hal lainnya yang dapat dijadikan pijakan
identifikasi nilai-nilai teologi pembebasan
yaitu, manusia memiliki hak untuk hidup,
Linkungan sosial di Indonesia mayoritas
manusia memiliki hak untuk bereproduksi,
bangsa Indonesia yang religiusitasnya tinggi,
manusia memiliki hak untuk berpikir bebas
menjadikan gerakan mahasiswa dengan misi
dan manusia memiliki hak untuk
pembebasannya dari penindasan totaliter
mendapatkan keadilan. Empat pointer ini
Soeharto mendapatkan stereotip positif.
merupakan nilai-nilai teologi pembebasan
Khususnya bagi umat Islam. Terideologisasi
dalam ajaran agama Islam yang mungkin
oleh teologi pembebasan. Tetapi di sini tidak
juga merupakan ajaran agama-agama lain di
berupaya untuk meng-klaim, bahwa gerakan
dunia.
penggusuran simbol orde baru (Soeharto)
yang represif itu merupakan hasil kesadaran
umat Islam yang menjadi mayoritas di Ada atau tidaknya korelasi antara pergerakan
Indonesia. kaum intelektual muda atau mahasiswa
dengan teologi pembebasan masih perlu
dicari validitasnya dan kebenarannya. Namun
Namun bila berbicara formasi sosial yang
jikalau berbicara humanitas, yang lekat juga
menindas dari rezim Soeharto, berekses lebih
dengan ajaran agama yang menjadi nilai-nilai
pada pemeluk Islam dan membentuk bola
teologi pembebasan dari pergerakan
salju atas pegerakan pembebasan yang
pembebasan untuk menciptakan perubahan
digulirkan oleh intelektual muda Indonesia
sosial, yang dilancarkan mahasiswa bersama
merupakan bentuk geneologis dari violence
rakyat mungkin bukanlah hubungan yang
yang dilakukan negara (state). Adanya sosial
insidental pula.
gap, kaya-miskin dan tumbuhnya konflik
horisontal adalah, anak kandung dari
kebijakan pemerintah maupun negara yang Intinya perubahan harus tetap ada, apapun
timpang. Tidak adanya pemerataan alasannya dan seperti apa perubahan yang
kesejahteraan sosial. menjadi kebutuhan mahasiswa ? Perubahan
yang mendasar, Revolusi Sosial !!!
Kemiskinan absolut yang bersumber pada
minimnya pertumbuhan ekonomi dan
kemiskinan relatif yang merupakan akibat
pertumbuhan ekonomi, menjadi abstraksi
sosial yang nyata di Indonesia. Melalui
ideologi pembangunan nasional, rezim
Soeharto membangun kemiskinan dan krisis
multi dimensional hingga sekarang.
Kemiskinan adalah, sesuatu bisa (racun)
disatu sisi dan memberi madu pada sisi lain.

Monopoli, kolusi, korupsi dan nepotisme


sedari sang diktator Soeharto sampai saat ini
merupakan komoditas yang surplus.
Relasinya dengan tekstual teologi
pembebasan yang bersinggungan dengan
wacana agama sangat jelas yaitu,
pembebasan aspek atau dimensi sosial dari
teologi pembebasan melarang keras adanya
eksploitasi dan manipulasi diberbagai bidang,