Anda di halaman 1dari 10

Herpes Zoster sebagai Suatu Faktor Resiko untuk Terjadinya Stroke dan TIA

(Sebuah Penelitian kohort retrospektif di Inggris)

ABSTRAK

Tujuan: Stroke dan TIA merupakan komplikasi yang diketahui disebabkan oleh Herpes
Zoster (HZ) akut. Pada penelitian ini, kami mengevaluasi HZ sebagai suatu faktor resiko
untuk terjadinya penyakit serebrovaskuler (Stroke dan TIA) dan Infark Miokardium (IM) di
suatu populasi Inggris.

Metode: Sebuah penelitian kohort retrospektif dari 106.601 kasus HZ dan 213.202 kontrol
yang telah disesuaikan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan umumnya diidentifikasii
dari database THIN (The Health Improvement Network). Proporsi cox hazard model
digunakan untuk memeriksa resiko terjadinya stroke, TIA, dan IM pada kelompok kasus
penelitian dan kontrol, disesuaikan dengan faktor resiko vaskuler, mencakup indeks massa
tubuh >30 kg/m2, merokok, kolesterol >6.2 mmol/L, hipertensi, diabetes, penyait jantung
iskemik, fibrilasi atrium, klaudikasio arteri intermitten, stenosis karotis, dan penuakit katup
jantung hingga selama 24 tahun (median 6.3 tahun) setelah kejadian HZ.

Hasil: Faktor-faktor resiko untuk penyakit vaskuler secara signifikan meningkat pada kasus-
kasus HZ dibandingkan dengan kontrol. Hazard ratio yang telah disesuaikan untuk TIA dan
IM tetapi tidak stroke meningkat pada semua pasien dengan HZ (AHR [95% confidence
interval]: 1.15 [1.091.21] and 1.10 [1.051.16], 1.49 [1.04-2.15]. Pasien-pasien dengan usia
kurang dari 40 tahun secara signifikan lebih jarang memiliki faktor resiko mengenai penyakit
vaskulernya dibandingkan dengan pasien-pasien yang berusia lebih tua (p<0.001).

Kesimpulan: HZ merupakan suatu faktor resiko independen terhadap terjadinya penyakit


vaskuler di populasi Inggris, terutama untuk kejadian stroke, TIA dan MI pada pasien-psien
yang menderita HZ sebelum 40 tahun. Pada pasien-pasien yang lebih tua, kepastian yang
lebih baik mengenai faktor-faktor resiko penyakit vaskuler dan intervensi awal mungkin
menjelaskan penurunan kejadian stroke setelah menderita HZ.
Herpes Zoster (HZ) disebabkan oleh adanya peningkatan sebesar 30% dalam
virus varicella zoster (VZV), suatu patogen insidensi stroke hingga mencapai satu tahun
yang tersebar luas yang, setelah penyakit setelah kejadian HZ, dan peningkatan resiko
cacar air pertama pada anak-anak. 4.5 kali liat setela h menderita HZ oftalmika
menyebabkan kondisi yang asimptomatik (HZO). Kami menganalisa resiko dari
(laten) dengan berdiam diri di ganglia kejadian stroke dan TIA setelah kejadian HZ
sensorik, terutama ganglion trigeminal. pada penelitian retrospektif yang besar di
Reaktivasi dari VZV dari kondisi laten populasi Inggris yang telah disesuaikan
menjadi translokasi, melalui ujung saraf dengan desain penelitian kohort retrospektif
sensorik, hingga ke kulit di mana yang diikuti selama 24 tahun (median 6.3
multiplikasinya berhubungan dengan ciri-ciri tahun). Untuk memeriksa hipotesis bahwa
gejala dari penyakit kulit pada HZ. Baik HZ merupakan suatu faktor resiko untuk
stroke iskemik maupun perdarahan telah terjadinya penyakit vaskuler secara umum,
diketahui memengaruhi cabang oftalmikus kami juga mengukur resiko terjadinya infark
dari nervus trigeminal setelah HZ. Pada miokardium (IM).
pasien-pasien ini, virus tersebut menyebar
METODE
secara transaxonal ke arteri-arteri serebri
melalui serabut aferen trigeminal dan Sumber Database dan Populasi Penelitian
ganglion lainnya. Pada otopsi, adanya
Database THIN (The Health
inklusi virus, DNA, dan antigen yang
Improvemenmt Network) merupakan suatu
ditemukan di arteri-arteri serebri
kumpulan database yang berisi mengenai
mengonfirmasi bahwa vaskulopati akibat
informasi demografi, kondisi medis, dan
VZV pada pasien-pasien ini berhubungan
pemberian resep dalam anonim yang
dengan kejadian stroke dan TIA. Patologi
meliputi 3 juta pasien yang aktif di Inggris.
yang hampir sama juga ditemukan pada
Jadwal kunjungan dengan Dokter umum
stroke dan TIA yang terjadi setelah
(DU) yang terkode dalam kode READ, suatu
menderita HZ pada lokasi-lokasi yang jauh
metodologi kode hierarki yang standard dan
dari n. Oftalmikus dan bahkan saat tidak
mirip seperti kode ICD, yang digunakan oleh
muncul keluhan penyakit kulit,
para DU di Inggris untuk mengelompokkan
meningkatkan kemungkinan bahwa VZV
kondisi-kondisi medis. Pasien dalam
lebih luas mengakibatkan patogenesis dari
database THIN mewakili populasi Inggris
penyakit serebrovaskuler. Kemungkinan ini
secara keseluruhan dari usia, jenis kelamin,
dengan didukung oleh temuan-temuan dari
kondoisi medis, dan jumlah kematian. Data
populasi di penelitian Taiwan menunjukkan
diekstraksi dari pasien secara rutin yang Kelompok pasien penelitian dan pasien
mendatangi 464 praktek dokter umum kontrol yang berusia kurang dari 18 tahun
antara 2002 hingga 2010. Praktek dokter atau yang telah mengalami suatu penyakit
umum merupakan suatu istilah di Inggris kardiovaskuler (stroke, IM, atau TIA)
yang merujuk pada sekelompok dokter sebelum indeks data yang ditentukan
layanan primer. dieksklusi dari penelitian. Semua kelompok
pasien dan kelompok kontrol memiliki
Sebuah penelitian kohort retrospektif
waktu follow up minimum 1 tahun setelah
yang telah disesuaikan dilakukan. Kasus-
indeks data. Jumlah pasien dari database
kasus dipilih dari pasien yang menderita HZ.
THIN yang dicocokkan dengan kriteria
Indeks waktunya didefinisikan sebagai
pemilihan menghasilkan kekuatan
tanggal di mana onset HZ pertama kali
setidaknya 96% untuk analisa statistik.
muncul seperti yang tercatat dalam status
medis. Pasien-pasien dengan HZ rekuren Kode THIN yang berhubungan
dieksklusi karena hal tersebut merupakan dengan riwayat episode stroke, TIA, dan IM
bentuk yang jarang darii penyakit HZ yang diidentifikasi. Kumpulan kode ini digunakan
sering membingungkan dengan infeksi virus untuk mencari riwayat pasien penelitian dan
herpes simplex. Pasien-paspien dengan pasien kontrol untuk insidensi stroke, TIA,
HZO, diidentifikasi dengan menggunakan dan IM setelah indeks waktu.
kode yang relevan, disertakan sebagai
Persetujuan Protokol Standard Penelitian,
bagian dari kumpulan kasus.
Registrasi, dan Persetujuan Pasien
Kelompok kontrol teridentifikasi
Penelitian ini disetujui oleh National
sebagai pasien-pasien yang tidak memiliki
Research Ethics Service, Scientific Research
riwayat menderita HZ. Untuk meningkatkan
Committee dengan nomor rujukan 10-013.
kekuatan dari analisis statistik dan
menurunkan bias, 2 kontrol per kasus Analisis Statistik dan Penyesuaian untuk
penelitian dicocokkan sesuai dengan usia Sumber-sumber Potensial dari Bias
pada indeks waktu ( 2 tahun), jenis
Variabel-variabel demografik,
kelamin, dan praktek dokter umum atau
mencakup usia dan jenis kelamin, dan faktor
layanan primer. Indeks waktu untuk
resiko mengenai penyakit vaskuler,
kelompok kontrol didefinisikan sebagai
mencakup obesitas (IMT>30kg/m2), status
indeks data yang sesuai dengan kasus yang
merokok, riwayat kolesterol >6.2 mmol/L,
telah dicocokkan.
hipertensi, diabetes, penyakit jantung
iskemik, fibrilasi atrium, klaudikasio arteri HASIL
intermittern, stenosis karotis, dan penyakit
Total 113.411 kasus dari HZ
katup jantung dibandingkan pada kelompok
teridentifikasi dari 3.6 juta pasien yang aktif
penelitiain dan kelompok kontrol dalam
yang dikumpulkan selama 23.7 tahun
indeks waktu menggunakan uji Pearson X2.
(median 6.3 tahun). Kami mengeksklusi
Proporsi kelompok penelitian dan kontrol di
6696 kasus (5.9%) dari HZ rekuren karena
mana IMT, kadar kolesterol, dan status
kemungkinan mereka mewakili kasus-kasus
merokok dicatat juga diperhitungkan.
yang salah dalam klasifikasi diagnosis
Analisis survival dilakukan untuk
Herpes Simpleks Rekuren. Sebagai
menginvestigasi apakah HZ memengaruhi
tambahan, 106.601 kasus HZ bersama
waktu terjadinya stroke dan secara
dengan 213.202 kasus kontrol, 2 kontrol
independen terjadinya TIA dan IM. Kurva
untuk setiap kasus, disesuaikan usia, jenis
survival Kaplan-Meier juga dibuat dan uji
kelamin, dan kunjungan dokter umumnya
log-rank digunakan untuk memeriksa
dievaluasi lebih lanjut. Total person-years
perbedaan antara kedua kelompok penelitian
untuk follow up kasus HZ adalah 781.740.
tersebut. Proporsi cox model regresi hazard
digunakan untuk menghitung hazard ratio Karakteristik dari kelompok kasus
dengan konfidensi interval 95% dari masing- dan kelompok kontrol ditunjukkan dalam
masing outcome tersebut setelah HZ. Model tabel 1. Usia median dari onset HZ adalah
survival disesuaikan untuk kecocokkan 59.43 tahun. Faktor resiko-faktor resiko
variabel, faktor resiko, dan faktor-faktor penyakit vaskuler secara signifikan lebih
potensial yang membingungkan untuk banyak ditemukan pada kelompok kasus
terjadinya stroke, IM, mencakup obesitas penelitian dibandingkan dengan kelompok
(IMT>30 kg/m2), status merokok, riwayat kasus kontrol (tabel 2).
kolesterol >6.2 mmol/L, hipertensi, diabetes,
Outcome Penelitian
penyakit jantung iskemik, fibrilasi atrium,
klaudikasio arteri intermitten, stenosis Kurva Kaplan-Meier mengenai
karotis, dan penyakit katup jantung. Analisis waktu stroke untuk kelompok ksus dan
subkelompok dilakukan sesuai usia pada kontrol, hingga maksimum mencapai 23.7
indeks waktu (kelas 10 tahun) dan jenis tahun (8.672 hari) setelah HZ akut,
kelamin. Semua analisis statistik dilakukan ditunjukkan dalam gambar 1. Meskipun
dengan menggunakan software SAS verso insidensi stroke lebih tinggi pada kelompok
9.2. kasus dibandingkan dengan kelompok
kontrol, proporsi COX HR yang disesuaikan
untuk faktor resiko vaskuler menunjukkan menunjukkan peningkatan 15% kejadian
perbedaan yang tidak signifikan (tabel 3). TIA dan dalam jumlah yang lebih sedikit,
Jenis stroke (perdarahan atau infarks) tidak terjadinya IM yang berhubungan dangan HZ
dicatat dengan baik dan tidak terdapat (tabel 3). TIA sendiri merupakan faktor
perbedaan antara kelompok kasus penelitian resiko untuk terjadinya stroke, meningkatkan
dan kelompok kontrol dalam hal insidensi insidensi menjadi 7 kali lipat dibandingkan
patologi stroke (tabel e-1). Stroke yang dengan kelompok kontrol yang disesuaikan
terjadi dalam hubungannya dengan HZO usianya saja (14.32% vs 2.07%).
digambarkan dengan baik di literatur. HZO
Sementara dengan stroke, TIA dan
normalnya berjumlah sekitar 16% dari
IM secara signifikan meningkat (2.4 dan 1.5
seluruh kasus HZ, tetapi dalam catatan
kali lipat, masing-masing) pada mereka yang
medis tercatat hanya 1.6000 (1.5%) kasus
menderita HZ pada usia 18 hingga 40 tahun,
dari database THIN. Bahkan ketika kasus-
bahkan ketika faktor resiko vaskuler juga
kasus yang dicatat dalam catatan bebas dan
sudah biasa terjadi pada HZ yang terjadi
HZ di daerah kepala dan leher dimasukkan,
pada usia 18 hingga 40 tahun, seperti yang
jumlahya hanya meningkat menjadi 2324
dibandingkan dengan kontrol yang telah
(2.18%). Insidensi dari stroke, meskipun
disesuaikan (tabel e-2). Analisis dari IMT,
lebih tinggi setelah kejadian HZO, tidak
kadar kolesterol, dan status merokok
berbeda secara signifikan dari yang teramati
menunjukkan bahwa hal-hal tersebut dicatat
pada kelompok kontrol (tabel 3). Meskipun
secara signifikan lebih sering pada kasus-
demikian, resiko kejadian stroke secara
kasus HZ dibandingkan dengan kasus
signifikan meningkan untuk pasien-pasien
kontrol (tabel 2-3) tetapi lebih jarang pada
yang menderita HZ saat usia kurang dari 40
subjek-subjek penelitian yang berusia 18
tahun (tabel 3 gambar 2).
hingga 40 tahun dibandingkan dengan
Prevalensi dari TIA dan IM pada subjek penelitian yang lebih tua (tabele-4).
populasi ini terlihat dalam tabel 1. Setelah
DISKUSI
penyesuaian untuk faktor-faktor perancu
untuk terjadinya penyakit vaskuler, waktu Penelitian kohort retrospektif ini
untuk terjadinya TIA dan IM menurun pada merupakan penelitian yang terbesar dalam
kasus-kasus yang diikuti selama median 6.3 memeriksa HZ sebagai suatu faktor resiko
tahun (2301 hari) (berkisar 1.0-23.7 tahun) untuk terjadinya stroke, TIA, dan IM.
(gambar 1). Proporsi cox HR, yang telah Penelitian ini mengidentifikasi HZ sebagai
disesuaikan dengan faktor resiko vaskuler, suatu faktor resiko yang independen untuk
terjadinya TIA dan IM yang terjadi hingga jumlah prosentasi HZO di penelitian ini
24 tahun kemudian setelah episode akut di dibandingkan dengan penelitian lainnya di
Inggris pada pasien-pasien dewasa yang Inggris (tabel 1). Rendahnya kejadian
berusia lebih dari 18 tahun dan untuk pencatatan HZO juga telah ditemukan pada
terjadinya stroke untuk pasien-pasien database lainnya, yaitu The UK General
dewasa yang berusia 18 hingga 40 tahun. Practice Research Database. Rendahnya
Data penelitian kami juga mengonfirmasi angka pada penelitian ini membatasi
bahwa, terlepas dari faktor usia, kondisi- evaluasi robust dari HZO sebagai suatu
kondisi yang memberikan suatu faktor faktor resiko terjadinya stroke atau penyakit
predisposisi untuk terjadinya penyakit vaskuler lainnya.
vaskuler, mencakup faktor-faktor gaya hidup
Pencatatan oleh dokter umum berupa
seperti merokok dan obesitas, yang
gejala-gejala neurologi yang menyerupai
sebelumnya tidak diperiksa, secara
TIA, misalnya benign positional vertigo,
signifikan banyak ditemukan pada penderita
yang tidak menjadi faktor predisposisi
HZ (tabel 2), meskipun beberapa dari hal ini
terhadap stroke, mungkin dapat
mungkin disebabkan oleh karena pencatatan
menyebabkan overestimasi dari insidensi
faktor resiko-faktor resiko pada pasien yang
TIA setelah kejadian HZ. Namun demikian,
datang dengan HZ lebih baik (tabel e-3).
pasien-pasien dengan TIA pada penelitian
Penelitian kami memiliki sejumlah ini memiliki prevalensi stroke 7 kali lipat
keterbatasan yang potensial. Meskipun dibandingkan pasien-pasien lain yang tidak
praktek-praktek dokter umum di Inggris menderita TIA (14.32% vs 2.07%). Hal ini
representatif, database THIN bergantung mengindikasikan bahwa pencatatan TIA
pada keakuratan pengkodean oleh dokter pada database THIN, dalam hal penyakit
umum. Dermatom HZ dengan mudah dapat khusus yang utama, merupakan suatu
didiagnosa dan pengkodean telah terbukti temuan yang sejalan dengan pengamatan
akurat dalam database penelitian lain. Untuk sebelumnya.
menurunkan kesalahan pengkodean, kami
Meskipun prevalensi TIA dan IM
mengeksklusi HZ rekuren, yang dapat
keseluruhan sesuai dengan data yang
membingungkan dengan penyakit herpes
diterbitkan, prevalensi stroke pada populasi
simpleks. Database THIN tidak memerlukan
ini (2.5%) lebih tinggi dibandingkan dengan
dokter umum untuk menspesifikasikan
penelitian-penelitian yang dilaporkan baru-
lokasi HZ, yang mungkin menjelaskan
baru ini yang mengacu pada UK population
prosentase yang lebih rendah 10 kali lipat
databases (tabel 1). Hal ini mungkin dapat
disebabkan akibat lebih lamanya rentang THIN secara keseluruhan. Bersama dengan
waktu dimana analisis ini dilakukan, 24 vs 8 data yang telah diterbitkan yang
tahun untuk penelitian-penelitian lainnya, menghubungkan stroke pada anak-anak
dimana selama waktu tersebut prevalensi dengan riwayat menderita cacar air baru-
stroke menurun. baru ini, hasil-hasil ini mendukung adanya
suatu peran yang signifikan dari VZV,
Di Inggris, insidensi stroke telah
secara independen terhadap kejadian faktor
menurun sebanyal lebih dari 30% pada 10
resiko-faktor resiko vaskuler lain, dalam
tahun terakhir. Hal ini sebagian disebabkan
patogenesis stroke dan penyakit
oleh inisiatif pemerintah yang mendukung
serebrovaskuler di populasi Inggris, terutama
para dokter umum untuk selalu memeriksa
pada usia-usia yang lebih muda. Hasil-hasil
skrining oportunistik dan memberikan terapi
penelitian ini berasal dari penelitian kohort
pada faktor resiko-faktor resiko vaskuler
yang dilakukan di Taiwan dan Denmark, di
pada pasien-pasien yang berusia lebih dari
mana HZ yang teridentifikasi sebagai faktor
45 tahun. Sebaliknya, mereka yang berusia
resiko stroke atau stroke plus TIA. Penelitian
45 tahun atau lebih muda, di mana kebijakan
di Denmark juga mengidentifikasi faktor
ini belum diterapkan, insidensi stroke tetap
resiko stroke dan TIA sebagai yang tertinggi
tidak berubah selama periode waktu yang
pada pasien yang pernah menderita HZ
sama. Kemungkinan bahwa kepastian yang
sebelum usia 40 tahun. Sementara resiko-
lebih baik dan terapi faktor resiko vaskuler
resiko yang teridentifikasi tersebut lebih
pada pasien-pasien yang lebih tidak mungkin
banyak ditemukan pada penelitian Denmark
mendasari adanya perbedaan ini didukung
dan Taiwan, hal ini mungkin mencerminkan
oleh temuan dalam penelitian kami yang
perbedaan-perbedaan yang ada pada
menyatakan bahwa IMT, status merokok,
populasi dan rancangan penelitian. Tidak
dan kadar kolesterol dicatat lebih jarang
ada satupun dari di antara penelitian
pada pasien-pasien yang berusia kurang dari
Denmark ataupun Taiwan yang melakukan
40 tahun (tabel e-3 dan e-4). Pengendalian
kontrol terhadap merokok dan IMT, yang
yang lebih baik akan faktor resiko-faktor
mungkin juga memberikan bias pada hasil
resiko pasien-pasien yang berusia lebih tua
penelitian, sementara resiko-resiko yang
yang datang dengan TIA, yang dengan
dilaporkan sebelumnya untuk gabungan
sendirinya meningkatkan faktor resiko
kejadian stroke dan TIA. Penelitian
terjadinya stroke, juga akan menjelaskan
Denmark dirancang untuk memeriksa
mengapa setelah menderita hz, insidensi tia
penyakit serebrovaskuler yang berhubungan
tetapi tidak stroke meningkat pada populasi
dengan HZ, sementara penelitian kami dan
penelitian di Taiwan mengeksklusi subjek mungkin dapat disebabkan akibat respon
penelitian yang tanpa data follow up satu inflamasi, seperti yang telah dijelaskan
tahun. Insidensi stroke lebih banyak di sebelumnya untuk fenomena stroke dan IM
penelitian Taiwan (1.41% dalam setahun vs setelah terjadinya infeksi saluran pernapasan
0.3% di penelitian ini), tetapi faktor resiko- atau saluran kemih. Namun demikian, hal ini
faktor resiko vaskuler 3 hingga 5 kali lebih tidak dapat menjelaskan peningkatkan resiko
banyak ditemukan di Inggris. Hal ini bisa yang tetap terjadi selama berbulan-bulan
mencerminkan perbedaan pada populasi, atau bertahun-tahun kemudian setelah
atau, setelah rekomendasi pemerintag, terjadinya HZ. Temuan-temuan di tahun-
kepastian yang lebih lengkap dan terapi tahun belakangan ini yang menyatakan
untuk faktor resiko di Inggris. bahwa DNA VZV dapat terdeteksi pada
cairan tubuh dan darah baik si pasien yang
Bagaimana kemudian temuan-
kelainan kulit herpesnya di luar daerah
temuan dari penelitian jangka panjang
kepala dan leher dan bahkan saat tidak
tersebut terhadap penyakit serebrovaskuler
ditemukannya kelainan kulit memberikan
dan IM setelah HZ dapat dijelaskan? Pada
suatu penjelasan yang memungkinkan.
kasus HZO, di mana tidak berkaitan secara
Secara teori, reaktivasi dari VZV yang
langsung dengan kejadian stroke, patologi
asimptomatik dari nervus-nervus kranialis,
arteri kranialis muncul dari infeksi VZV
yang dapat terdeteksi di air liiur, dapat juga
melalui berkas-berkas cabang aferen n.
menyebabkan infeksi pada arteri-arteri
Oftalmikus dari n. Trigeminus. Pada kasus-
kranialis, stroke, dan TIA, termasuk ketika
kasus demikian, penyebaran secara
tidak didapatinya kelainan kulit HZ dan
transmural virus dari tunika adventitia
ketika kelainan kulit tersebut muncul di
menyebabkan terganggunya lamina elastika
dermatom nonkranialis. Hipothesis ini
interna, hipertrofi intima, dan kondisi-
didukung oleh temuan-temuan dari infeksi
kondisi proinflamasi yang meningkatkan
virus varicella macaque, suatu model untuk
resiko terjadinya stroke. Namun demikian,
VZV. Dalam model ini, reaktivasi
mekanisme-mekanisme ini tidak dapat
asimptomatik dari virus varicella simian dari
secara mudah menjelaskan patogenesis
ganglia trigeminalis dengan potensi
terjadinya stroke atau TIA setelah HZ yang
penyebaran ke arteri-arteri kranialis telah
menyerang saraf di luar daerah kepala dan
didapati pada macaqus dengan zoster
leher atau bahkan terjadinya IM setelah HZ.
thoracica. Pada manusia, antigien VZV telah
Penyakit-penyakit vaskuler yang terjadi
ditemukan dalam jaringan adventitia arteri,
dalam hitungan hari sejak terjadinya HZ
bersama dengan hipertrofi tunika intima,
dalam skip lesion yang ada pada arteri-arteri dalam darah selama berbulan-bulan setelah
serebri pasien-pasien diabetes tanpa adanya menyembuhnya HZ dan pada anak-anak
suatu riwayat menderita HZ. Sebagai yang asimptomatik yang menerima
informasi tambahan, diabetes diketahui perawatan intensif. Bila virus yang
meningkatkan faktor resiko menderita HZ. bersirkulasi mampu menginfeksi jaringan
Terlebih lagi, kondisi yang asimtomatik dari arteri, terutama ketika dirusak oleh faktor
berkembangnya virus di air lira secara resiko-faktor resiko yang sudah ada
signifikan lebih banyak terjadu pada mereka sebelumnya, hal ini juga dapat menyebabkan
yang memiliki riwayat HZ. Secara peradangan yang lebih lama dengan
bersamaan, kemungkinan bahwa individu- peningkatan serangan terhadap sistem
individy tertentu yang memiliki faktor vaskuler. Dalam skenario demikian,
predisposisi menderita HZ lebih sering pengendalian faktor resiko-faktor resiko
mengembangbiakkan virus secara yang memberikan suatu predisposisi
asimptomatik tetap memungkinkan, dan kerusakan arteri mungkin mengurangi resiko
bahwa keduanya menyebabkan penyakit dari HZ, yang pada akhirnya akan
serebrovaskuler. Pada waktu yang sama, menjelaskan temuan0temuan kami yang
reaktivasi dari VZV asimtomatik di ganglia menyatakan bahwa stroke tidak biasa terjadi
simpatik thoraks dengan penyebaran secara pada penduduk Inggris yang berusia kurang
transzxonal melalui nervus-nervus dari 40 tahun. Secara bersamaan, temuan
adrenergik ke arteri-arteri sistemik dapat bahwa virus bereaksi secara asimptomatik
menjelaskan bertahannya resiko kejadian IM dari nervus-nervus kranialis menyebabkan
lama setelah suatu episode HZ. Meskipun pada bermultiplikasinya virus dalam kavitas
berjumlah 15% hingga 20% dari semua oral, terutama pada pasien-pasien yang
kasus, insidensi HZ terhitung rendah untuk memiliki riwayat HZ, sirkulasi darah,
mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. memberikan sekumpulan hipothesis teruji
Hal ini bersamaan dengan fakta bahwa untuk menjelaskan peningkatan resiko TIA,
mereka yang menderita HZ pada usia 18 IM, dan dalam beberapa kasus stroke, yang
hingga 40 tahun an lebih jarang memliki bertahan selama bertahun-tahun setelah
kondisi-kondisi predisposisi berupa suatu episode HZ terutama dengan adanya
imunosupresi mengindikasikan bahwa suatu faktor resiko-faktor resiko penyakit vaskuler.
predisposisi pada kelompok ini terhadap Kemungkinan bahwa VZV secara langsung
reaktivasi VZV dan peningkatan resiko mengeksaserbasi kerusakan arterial yang
seumur hidup dari terjadinya penyakit telah ada sebelumnya akan menjelaskan
vaskuler. DNA VZV jug telah terdeteksi mengapa pengelolaan yang efektif terhadap
faktor resiko-faktor resiko tersebut telah mempertimbangkan usia, untuk menurunkan
mengurangi insidensi stroke setelah kejadian resiko yang berhubungan dengan HZ. Dalam
HZ pada pasien-pasien yang berusia lebih waktu yang sama, pemeriksaan skrining
tua di Inggris. untuk faktor resiko-faktor resiko vaskuler
pada pasien-pasien yang datang dengan HZ,
Secara keseluruhan, data-data ini
terutama yang berusia lebih mura di mana
akan menambah bukti ilmiah yang
intervensi mungkin memiliki dampak yang
menghubungkan VZV, suatu patogen yang
paling besar, harus disarankan. Pada
banyak ditemukan menyebabkan infeksi
akhirnya, vaksinasi varisela pada masa
persisten pada lebih dari 95% individu,
kanak-kanak yang dapat mencakup banyak
dengan penyakit vaskuler. Imunisasi dengan
individu untuk menurunkan latensi dari virus
vaksin zoster yang memiliki lisensi
tipe-liar diperlukan.
menunjukkan adanya penurunan secara
signifikan insidensi dari HZ dan juga
penurunan beratnya kompikasi neuropati.
Penelitian-penelitian populasi sekarang
diperlukan untuk mengevaluasi apakah
imunisasi untuk mencegah terjadinya HZ
dapat juga menurunkan insidensi penyakit
vaskuler yang mencakup stroke, TIA, dan
IM. Terdapat lebih banyak penelitian yang
dibutuhkan untuk memahami patogenesis
meningkatnya HZ pada pasiein-pasien
dengan faktor resiko penyakit vaskuler dan
untuk menentukan dampak dari terapi
terhadap resiko tersebut. Secara penting,
peran apapun, bila memang ada, dari
reaktivasi VZV asimptomatik dalam
patogenesis penyakit vaskuler dan
bahaimana hal ini mungkin dipengaruhi oleh
imunisasi zoster perlu diklarifikasi lebih
jauh. Sementara itu, vaksin dapat ditawarkan
diberikan pada orang dewasa dengan faktor
resiko penyakit vaskuler, tanpa