Anda di halaman 1dari 11

Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

1. Penderita gondok pada 100 penduduk desa, pada pemeriksaan didapatkan pada
grade IA: 2 orang, I B: 10 orang ,grade II : 5 orang , grade III : 3 orang, berapa
prevalensi visible goiter ?
a.20 %
b.18 %
c.10 %
d.3 %
e.1%
prevalensi: kasus lama+baru/populasi= 3/100=3%
insidensi: kasus baru/populasi
2. Sebanyak 200 orang datang berobat ke puskesmas dengan keluhan utama
mual-muntah. Keluhan disertai demam dan diare. Gejala ini muncul beberapa
jam sebelum mengikuti acara perpisahan dan makan siang di suatu SD. Pada
pemeriksaan feses pasien ditemukan bakteri E.coli. pada investigasi selanjutnya
diperoleh informasi bahwa ada 20 orang yang pulang lebih dulu sebelum acara
santap siang dan tidak menderita sakit. Apakah penelitian yang paling mungkin
dilakukan untuk meneliti antara pajanan penyakit dengan peristiwa diatas?
a. Cross sectional
mencari prevalensi di populasi
b. Case control,
bertolak dari kasus (mual muntah) dan kontrol (20 orang tidak mual muntah),
ada faktor risiko (perpisahan SD)
c. Deskriptif
d. Case report
e. Kohort
3. Seorang peneliti melakukan studi case-control untuk mengetahui hubungan
antara gangguan belajar (learning disorder) pada anak-anak usia sekolah dasar
dengan riwayat asfiksia pada waktu lahir. Peneliti memilih sampel untuk kasus di
rumah sakit dan kontrolnya di masyarakat. Ternyata di masyarakat banyak kasus
asfiksia berat yang tidak berumur panjang (meninggal sebelum usia SD)
sehingga proporsi riwayat asfiksia di masyarakat berbeda dengan di rumah sakit.
Apakah bias yang paling mungkin terjadi?
a. Self-selection bias
b. Prevalence-incidence bias
prevalensi asfiksia di kontrol: jelas, tapi insidensi learning disorder di kontrol:
tidak jelas.
c. Referral bias
d. Non-response bias
e. Differential loss to follow-up bias
4. Suatu penelitian case control dilakukan terhadap 200 anak yang menderita
katarak congenital. Terdapat 160 anak dengan riwayat ibunya terkena rubella
saat mengandung anak tersebut. Kontrolnya adalah 200 anak dan ternyata 80
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

diantara anak tersebut mempunyai riwayat ibunya terkena rubella saat hamil.
Berapakah odds ratio pada penelitian tersebut?
a. (160x80)/(40x120)
b. (160x200)/(80x200)
c. (40x200)/ (120x200)
d. (160x120)/ (80x40)
e. (160x40)/(80x120)
OR: a(kasus dg FR)xd (kontrol tanpa FR)/b(kontrol dg FR)xc(kasus tanpa FR)
= 160x120/80x40

katarak sehat
Riw rubella A (160) B (80)
Tanpa riw rubella C (40) D (120)

5. Data tabel sebagai berikut


BTA + BTA - Total
Rontgen + 190 160 350
Rontgen - 10 140 150
Total 200 300 500
Sensitivitas pemeriksaan rontgen thoraks untuk TB adalah
a. 95%
b. 56%
c. 47%
d. 34%
e. 15%
Sensitivitas Rontgen: jumlah yang Ro+ dg BTA+/Total BTA+= 190/200=95%
Spesifisitas Rontgen: jumlah yg Ro- dg BTA-/Total BTA-=140/300=47%

6. Pada 1000 Kelahiran, terdapat 50 kematian neonates, 20 kematian neonatus


akibat diare, 10 kematian neonatus akibat tetanus. Angka kasus tetatus yang
tercatat adalah 5. Case fatality rate tetanus adalah
a. 5/20
b. 5/10
c. 5/50
d. 50/1000
e. 20/1000
CFR=jumlah meninggal karena kasus/jumlah kasus= 10/
7. Kasus di sebuah Puskesmas dari bulan Juli hingga Desember
Penyaki Juli Agustus September Oktober November Desember
Kasu Mati Kasu Mati Kasu Mati Kasu Mati Kasu Mati Kasu Mati
t
s s s s s s
Diare 350 1 300 1 440 0 400 0 370 0 400 0
DHF 200 2 230 3 250 0 150 0 200 1 240 0
Difteri 75 0 55 0 60 0 65 0 50 0 70 0
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

Malaria 20 1 25 1 35 1 25 1 35 0 30 0
HIV/ 6 1 4 1 8 1 5 1 9 1 6 1
AIDS
Menentukan KLB dari data diatas menggunakan :
KLB= Kenaikan kasus 2x lipat di periode berikutnya ATAU dari tanpa kasus jadi ada
kasus
a. Attack Rate=jmlh kasus/jmlh dg FR
b. Case Fatality Rate
c. Incidence Risk=
d. Incidence Rate=jmlh kasus baru/jmlh populasi
e. Prevalence Rate

8. Seorang dokter melakukan penelitian pada suatu kabupaten untuk mengetahui


faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi. Hasil pengumpulan data
didapatkan tiga faktor yang berpengaruh yaitu obesitas, merokok dan aktivitas
fisik. Hipertensi diukur dengan menggunakan skala nominal dikotom. Untuk
mengetahui faktor mana yang paling bermakna pada penelitian ini, maka analisa
multivariat yang digunakan adalah ;
a. Regresi logistik= analisis multivariate dg var BEBAS berskala nominal
b. Regresi linear= analisis multivariate dg var BEBAS berskala numerik
c. Regresi cox
d. Log-linear
e. Uji relasi konikonal
Var bebas: OB, rokok, Ak fisik
Var terikat: HT (nominal yg kategori)

9. Dalam penelitian berikut, ingin dicari hubungan antara pajanan rokok terhadap
kejadian kanker beberapa tahun kemudian. Hasilnya didapatkan data sebagai
berikut:
Kanker Paru
Ya tidak
Merokok Ya 20 A 30 B
Tidak 5C 45 D
Berapa risiko relative merokok terhadap kejadian kanker paru?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
RR= [a/(a+b)]/c/(c+d)]= 0.4/0.1=4
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

10. Dilakukan penelitian tentang diare pada anak di Kecamatan Ciherang dengan
sampel sebanyak 150 anak. Dari 15 kelurahan yang ada dikecamatan tersebut,
diambil 10 sampel secara acak dari masing-masing kelurahan. Cara
pengambilan sampel yang cocok dengan kondisi tersebut adalah?
a. Simple random sampling=superacak
b. Convenience sampling= nyaman
c. Consecutive sampling= siapa aja yg datang ke PKM dg periode waktu ttt
d. Cluster sampling
e. Stratified sampling= RT/RW/kelurahan
11. Penelitian tentang hubungan pemakaian estrogen dengan Ca Endometrium.
Diperoleh sampel berupa 50 wanita dengan Ca dan 50 wanita tanpa Ca.
selanjutnya, dicari data tentang riwayat pemakaian estrogen pada kedua
kelompok tersebut. Jenis penelitan yang cocok?
a. Case control
b. Restrospektif cohort= mencari FR (ke belakang), sampel hanya kasus.
c. Cross sectional= mencari prevalensi kasus di populasi tertentu
d. Eksperimental= mengikuti sampel, ada treatment
e. Prospektif cohort= mengikuti sampel dg FR (ke depan)
12. Banyak kontroversi mengenai hubungan peningkatan tumor otak dengan
meningkatnya penggunaan telepon seluler. Studi observasional dilakukan
dengan 20 pasien Glioblastoma dari 20 orang sehat. Kedua kelompok
diwawancara mengenai pemakaian telepon seluler di masa lampau. Apakah nilai
yang ingin dicari?
a. Relative risk
b. Prevalence rasio
c. Odd rasio
d. Positive predictive value
e. Negative predictive value
13. Seorang dokter praktik diajak untuk melakukan uji klinis fase III (randomized
double blind control trial) untuk mengetahui perbandingan limvastatin dengn
simvastatin (obat penurun kolestrol). Jumlah subjek pria ddan wanita 300 orang.
Usia 45-65 tahun. semua variable dikendalikan termasuk ketaatan minum obat.
Tujuan dari uji klinik tersebut adalah
a. Efficacy= semua var dikendalikan
b. Effectiveness= tidak semua variabel dikendalikan
c. Efficiency= hub dg biaya produksi dll
d. Reliability= bbrp penelitian mnunjukkan hasil yg sama
e. Safety= efek samping
14. Seorang dokter ingin meneliti apakah perkembangan motorik anak-anak
didaerah perkotaan lebih lambat daripada di daerah pedesaan. Waktu yang
dimiliki cukup dan dana yang dimiliki cukup untuk melakukan penelitian untuk
subjek dalam jumlah besar. Apakah desain penelitian yang paling tepat?
a. Cross sectional
b. Case control
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

c. Case study
d. Case series
e. Cohort
15. Suatu penelitian ingin mencari hubungan antara angka berat badan bayi lahir
dengan usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan ibu di daerah tanjung duren utara.
Didapatkan data jumlah bayi 200, jumlah ibu hamil 93, jumlah ibu yang memiliki
bayi 198, jumlah penduduk: 13.000. data yang dibutuhkan untuk penelitian
potong silang: SAMPEL ADALAH?
a. Jumlah seluruh bayi di tanjung duren utara
b. Jumlah seluruh penduduk di tanjung duren utara
c. Jumlah ibu yang telah melahirkan di tanjung duren utara
d. Jumlah ibu yang memiliki bayi di tanjung duren utara.
16. Banyak pasien datang dengan keluhan nyeri kepala, selama dua bulan terakhir
di sebuah puskesmas. Dokter puskesmas tersebut ingin mengetahui hubungan
antara nyeri kepala dengan makanan yang mengandung formalin. Waktu yang
dimiliki untuk penelitian tersebut sangat sedikit. Desain penelitian yang
sebaiknya dilakukan adalah:
a. Cohort
b. Cross sectional
c. Case control
d. Deskriptif
e. Eksperimen

17. Berdasarkan data, manakah yang berhubungan dengan masalah gizi buruk?

S: seluruh anak
K: anak yang mempunyai KMS
D: anak yang ditimbang
N: anak yang naik timbangannya.
Partisipasi (D/S)>50%, cakupan (K/S)>85%, hasil program (N/D)>?%
a. Rendahnya partisipasi masyarakat
b. Rendahnya efektivitas program
c. Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat
d. Menurunnya angka kenaikkan gizi kurang
e. Kurangnya petugas posyandu
18. Dari 1000 angka kelahiran hidup. 50 diantaranya meninggal dunia. 10 meninggal
krn tetanus neonatorum. 20 meninggal krn diare dan sisanya krn gizi buruk.
Angka kejadian tetanus neonatorum sebanyak 20 kasus.
Berapakah Case fatality rate Tetanus neonatorum?
A 10/50
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

B 10/20 10 mninggal krn tetanus/20 kasus tetanus


C 20/50
D 20/1000
E 50/1000
19. Satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, kakek, nenek, dan 6 orang anak. Ayah, ibu,
kakek, dan nenek pernah menderita morbili. Pada bulan agustus 1 anak penah
terkena morbili, kemudian pada akhir bulan, 3 orang anak terkena morbili.
Berapa second attack rate pada keluarga ini?
a. 3/5
b. 4/5
c. 4/6
d.
e. 3/10
Attack rate: jmlh yg sakit/jmlh terpapar= 4/10
2nd attack rate: jmlhh yg sakit pd serangan kedua/jmlh terpapar-jmlh yg sakit di
serangan pertama= 3/10-5=3/5
20. Pada kasus no. 19, berapakah insidance rate attact? jmlh sakit baru/populasi
A. 3/5.
B. 4/5.
C. 4/6.
D. 1/2.
E. 3/10.
21. Pada suatu RS didapatkan data dari ruang persalinan. Dalam 1 tahun, terdapat
5000 ibu melahirkan. 90% melahirkan secara normal, dengan rata-rata
perawatan 5 hari. 3% mengalami perdarahan pasca persalinan, 40
orangmengalami infeksi nosokomial. Berapakah insidance rate infeksi
nosokomial?
A. 2 kasus/100 orang/ tahun
B. 2 kasus /1000 orang/ tahun
C. 4 kasus/1000 orang/ tahun
D. 8 kasus/1000 orang/ tahun
E. 16 kasus/1000 orang/tahun
Insidence: kasus baru/populasi=40/5000=
22. Disebuah kecamatan dengan populasi 1000 orang terdapat prevalensi penyakit
sebagai berikut :

ISPA 6796
Hipertensi 3536 23.
Diare 84 24.
Demam berdarah 34 25.
26.
Gizi buruk 12
27.
Kematian bayi 2
28.
Malaria 2
Jika Anda menjadi
dokter puskesmas setempat yang menjadi prioritas adalah
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

a. ISPA-hipertensi-diare
b. ISPA-Diare- DBD
c. Hipertensi- Kematian bayi- Gizi buruk
d. Kematian bayi-Malaria-Gizi buruk
e. Kematian bayi-Gizi buruk-DBD

29. seseorang penulis ingin mempelajari hubungan antara merokok dengan kejadian
Penyakit jantung koroner (PJK). Populasi adalah Seluruh penduduk berusia 40th
keatas. Besar sample 1000 orang. Hasil penelitian sbb :

Besar Rasio PJK subjek perokok adalah


a. 75/225
b. 125/875
c. 75x650/225x50
d. 75/300
e. 125/1000

30. Seorang dokter ingin melakukan penelitian tentang adanya hubungan antara
konsumsi garam dengan angka kejadian hipertensi pada usia muda. Dokter ini
ingin mendapatkan derajat kausatif yang lebih kuat namun dapat diterima secara
etik
a. Cross sectional= tidak tahu kausatif
b. Case control= idem
c. Cohort
d. Randomized Controlled Trial= etika susah
e. Experimental= impossibru
31. Seorang dokter ingin melakukan penelitian mengenai kaitan antara penggunaan
vitamin C yang adekuat dan tidak adekuat dengan angka kejadian influenza
pada anak SD. Berikut data dari penelitian tersebut:
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

Prevalensi anak yang menderita influenza dari yang memakai vitamin C adekuat
adalah :
a. 50/100
b. 50/150
c. 50/400
d. 50x150/100x100
e. 50x100/150x100

32. Survey kesehatan RT yang dilakukan Depkes RI di 20 propinsi yang mewakili


seluruh Indonesia. 50 % sampel diambil dari kabupaten dan kota di tiap propinsi.
30% sampel diambil dari tiap kecamatan di tiap kabupaten tersebut Metode
pengambilan sampel apa yang dilakukan?
a. Simple random sampling
b. Stratified random Sampling
c.cluster sampling
d. multi-stage random sampling
33. Suatu penelitian di kabupaten x melakukan surveilens DBD. Penyakit DBD yang
dapat dideteksi oleh sistem tersebut sebesar 16,5%. Komponen surveilens yang
sesuai dengan hasil di atas adalah :
a. Fleksibilitas
b. Aksessibilitas
c. Sensitivitas
d.
34. Dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui hubungan kejadian gizi buruk
dengan BBLR di suatu daerah dengan cara melakukan wawancara secara
langsung. Bias yang dapat terjadi dari penelitian ini adalah :
a. Recall bias
b. Neyman bias
c. Response bias
d. Missclasification bias
35. Anda ditugaskan oleh kepala puskesmas untuk menganalisis program kesehatan
terhadap gizi buruk. Hasil analisis program tersebut pada Januari, Februari,
Maret, April 2012 adalah
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

M: Balita yang memiliki KMS


K: Jumlah seluruh balita
N : Berat badan balita = berarti ditimbang
B: Kenaikan berat badan balita
Dari analisis tersebut faktor yang yang berperan adalah
a. Faktor efesien program
b. Faktor Petugas gizi
c. Faktor penurunan berat badan
d. Faktor Pendapatan yang rendah
36. Penelitian mengenai hubungan antara BMI dengan kapasitas vital paru yang
berbanding terbalik. Analisis yg digunakan :
a. Korelasi spearman salah satu var nominal
b. Korelasi pearson syarat: kedua var berskala numerik
c. Regresi linier
d. Regresi logistik
e. Korelasi parsial
var bebas BMI= numerik ATAU nominal - kategori
var terikat VC= numerik
37. Di puskesmas, cakupan imunisasi campak 80%. Ada 200 balita, yang campak 10
anak. Insidensi campak?
a. 5/200
b. 5/160
c. 5/100
d. 10/40
Insidensi: kasus baru/populasi berisiko=10/40

38. Peneliti ingin meneliti hubungan hipertensi pada usia muda dengan konsumsi
garam. Untuk meningkatkan kausalitas tanpa menimbulkan masalah etika.
Kriteria inklusi?
a. Tidak ada penyakit
b. Tidak ada paparan
c. Tidak ada penyakit dan paparan
d. Karakteristik sama
e. Bebas dari pengamatan
FR= konsumsi garam, kasus= HT

FR+ HT +
HT -
FR- HT +
HT -
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian

39. Studi penelitian tentang fungsi paru setelah terapi, membandingkan ekspirasi
maksimal pasien COPD sebelum dan sesudah terapi. Test yang digunakan?
pre and post test
a. Uji ANOVA
b. Uji T dependen
c. Uji T independen
40. Cross sectional pada penelitian antara kondisi sosial ekonomi keluarga dengan
penyakit TB
a. Meneliti paparan dan penyakit secara serempak
b. Meneliti paparan dan penyakit secara bergiliran
c. Meneliti paparan di awal dan penyakit di akhir
d. Meneliti penyakit di awal dan paparan di akhir
e. Meneliti penyakit kemudian menelusuri ke belakang case control
41. Penelitian tentang emisi kendaraan bermotor, dibuat angket dengan pilihan
jawaban 'sangat tidak setuju' 'tidak setuju' 'ragu2' 'setuju' 'sangat setuju'
kemudian hasilnya dianalisis
a. Rerata
b. Varians
c. Proporsi
d. Standard error
e. Standard deviasi
42. Seorang dokter disuatu desa dengan penduduk 3500 orang. 2 minggu kemudian
terdapat 32 orang yang berobat ke Puskesmas setelah digigit kera liar. 2 hari stlh
kejadian 5 orang demam, 2 mgg kemudian 1 orang kejang dan 2 hari setelah
meninggal dunia. Berapa case fetality ratenya?
a. 1/32
b. 5/3200
c. 1/5
d. 32/3200
e. 5/32
CFR= mninggal dg kasus/kasus= 1/5
43. Tabel 2 x 2 berikut memperlihatkan hasil uji diagnostic. Dari tabel tersebut dapat
dihitung nilai-nilai sebagai berikut:
Positif Negative Jumlah
Uji positif A b a+b
Uji negative C d c+d
Jumlah a+c b+d a+b+c+d
Pada tabel diatas, nilai spesifitas dapat dihitung dengan rumus:
a. a/a+c
b. d/b+d
c. d/c+d
d. a+c/a+b+c+d
e. a+c/b+d
Bimbingan UKDI Bidang Metodologi Penelitian