Anda di halaman 1dari 13

A.

Topik : Ekatraksi Zat Warna Tumbuhan


B. Dasar Teori
Zat warna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak
berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji ataupun bunga. Bahan tekstil yang
terwarnai zat warna alam adalah bahan-bahan yang berasal dari serat alam contohnya
sutera,wol dan kapas (katun). Bahan-bahan dari serat sintetis seperti polyester , nilon dan
lainnya tidak memiliki afinitas atau daya tarik terhadap zat warna alam sehingga bahan-bahan
ini sulit terwarnai dengan zat warna alam. Bahan dari sutera pada umumnya memiliki afinitas
paling bagus terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas(Amar, 2012)
Salah satu kendala pewarnaan tekstil menggunakan zat warna alam adalah
ketersediaan variasi warnanya sangat terbatas dan ketersediaan bahan yang tidak siap pakai
sehingga diperlukan proses-proses khusus untuk dapat dijadikan larutan pewarna tekstil. Oleh
karena itu zat warna alam dianggap kurang praktis penggunaannya. Menurut Cahyadi (2006)
dalam sebagian besar warna dapat diperoleh dari pigmen tumbuhan penimbul warna yang
berbeda tergantung menurut struktur kimianya. Golongan pigmen tumbuhan dapat berbentuk
klorofil, karotenoid, flovonoid dan kuinon. Pigmen alam tersebut perlu dieksplorasi dari
jaringan tumbuhan dan dijadikan larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil.
Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik ekstraksi dengan pelarut air.
Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen
pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik terdapat pada daun, batang,
buah, bunga, biji ataupun akar. Proses eksplorasi pengambilan pigmen zat warna alam disebut
proses ekstraksi. Proses ektraksi ini dilakukan dengan merebus bahan dengan pelarut air.
Bagian tumbuhan yang di ekstrak adalah bagian yang diindikasikan paling kuat/banyak
memiliki pigmen warna misalnya bagian daun, batang, akar, kulit buah, biji ataupun buahnya.

C. Tujuan :
1. Dapat menentukan jenis-jenis pigmen yang terdapat dalam tumbuhan.
2. Dapat mementukan letak pigmen dalam sel tumbuhan.
2. Dapat mengekstraksi pigmen tumbuhan.
3. Dapat menggunakan pigmen dalam tumbuhan.

D. Alat dan Bahan :


Alat :
- tabung reaksi10 dan 20 ml - rak tabung reaksi
- beaker glass 100 ml - mikroskop cahaya
- mortar dan stamfer - corong kaca
- kertas saring - pengaduk
- pisau - kaca benda dan penutup
- HCL 1N - gelas ukur
- pipet tetes - NAOH 1 N
Bahan :
- Rimpang kunyit (Curcuma longa)
- Kayu secang
- Daun pandan
- Bunga iris

E. Cara Kerja
a.
dicuci rimpang kunyit, lalu diris tipis-tipis dan ditumbuk dengan stamfer dalam
mortar dibagi dua, satu dilarutkan dalam aquades dan satu dilarutkan dalam alkohol
70%, disaring lalu dimasukkan dalam tabung reaksi.

Diamati warna yang terjadi , lalu ditambah HCL 1 N 1 tetes dan diamati warnanya
dan yang lain ditambah NaOH 1 N 1 tetes

Dilakukan langkah satu sampai akhir untuk bahan-bahan yang lain

F. Data Hasil Pengamatan


Aquades Alkohol
No Bahan-Bahan Asam Basa Asam Basa
1. Pandan Hijau pudar Hijau muda Hijau muda Hijau
kekuningan
2. Kayu secang Kuning pudar Merah Oranye Merah Hati
kehitamanan
pudar
3. Kunyit Oranye Coklat Kuning cerah Merah Hati
pekat
4. Bunga iris Hijau muda Merah muda Hijau muda Merah muda
pudar
5. Sintesis merah Merah Merah Merah Merah

G. Analisis Data
Berdasarkan data hasil pengamatan, kami memperoleh hasil bahwa ekstrak pandan
yang dilarutkan dengan aquades dalam keadaan asam berwarna hijau pudar sedangkan dalam
keadaan basa berwarna hijau muda. Selanjutnya ekstrak pandan yang dilarutkan dengan
alcohol dalam keadaan asam berwarna hijau muda sedangkan dalam keadaan basa berwarna
hijau kekuningan. Pada kayu secang, ekstrak kayu secang yang dilarutkan dengan aquades
dalam keadaan asam berwarna kuning pudar sedangkan dalam keadaan basa berwarna merah
kehitamanan pudar. Selanjutnya ekstrak kayu secang yang dilarutkan dengan alcohol dalam
keadaan asam berwarna oranye sedangkan dalam keadaan basa berwarna merah hati. Pada
kunyit, ekstrak kunyit yang dilarutkan dengan aquades dalam keadaan asam berwarna oranye
sedangkan dalam keadaan basa berwarna coklat. Selanjutnya ekstrak kunyit yang dilarutkan
dengan alcohol dalam keadaan asam berwarna kuning cerah sedangkan dalam keadaan basa
berwarna merah hati pekat. Pada iris, ekstrak iris yang dilarutkan dengan aquades dalam
keadaan asam berwarna hijau muda sedangkan dalam keadaan basa berwarna merah muda.
Selanjutnya ekstrak iris yang dilarutkan dengan alcohol dalam keadaan asam berwarna hijau
muda pudar sedangkan dalam keadaan basa berwarna merah muda. Pada sintesis buatan
berwarna merah, ekstrak yang dilarutkan dengan aquades dalam keadaan asam berwarna
oranye sedangkan dalam keadaan basa berwarna coklat. Selanjutnya ekstrak kunyit yang
dilarutkan dengan alcohol dalam keadaan asam berwarna kuning cerah sedangkan dalam
keadaan basa berwarna merah hati pekat.

H. Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan macam-macam tumbuhan yang


digunakan sebagai zat warna alami antara lain kayu secang, daun pandan, bunga iris, dan
rimpang kunyit. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan Jenis pigmen yang
terdapat dalam daun pandan yaitu pigmen klorofil yaitu ditandai dengan adanya warna hijau.
Menurut Winarno, FG (1984), Pada pandan kandungan pigmen yang paling dominan adalah
pigmen klorofil dan pigmen klorofil dapat larut dalam lemak maupun air. Pada percobaan
yang telah kami lakukan daun pandan yang telah dihaluskan lalu disaring dengan tujuan
untuk memisahkan partikel-partikel yang belum halus atau masih berupa butiran-butiran
kasar dengan partikel yang sudah menjadi larutan yang homogen. Ekstraksi yang dilarutkan
dalam aquades dan ditambahkan 1 tetes HCL 1 N menunjukkan warna hijau pudar yang mana
larutan HCl adalah salah satu larutan yang bersifat asam sehingga warna hijau pudar adalah
indikator untuk mengetahui sifat asam dan sebagai indikator pewarna alami (Cahyadi, 2006).
Ekstraksi yang dilarutkan dengan aquades dan 1 tetes NaOH 1 N menunjukkan warna hijau
muda yang mana larutan NaOH adalah salah satu larutan yang bersifat basa sehingga warna
merah kehitaman adalah indikator untuk mengetahui sifat basa dan sebagai indikator pewarna
alami (Soedibyo, 1998). Pada hasil pengamatan berikutnya daun pandan yang telah
dihaluskan lalu ditambahkan dengan larutan alkohol 70% adapun tujuan dari penambahan
larutan alkohol 70% pada kunyit adalah untuk melarutkan kandungan/zat-zat yang
terkandung dalam kunyit sehingga jika ditambahkan reagent akan menunjukkan hasil berupa
perubahan warna (Tim Kimia Dasar, 2014). Ekstraksi daun pandan yang telah dilarutkan
dengan alkohol 70% dan ditambahkan 1 tetes HCL menunjukkan warna hijau muda adalah
salah satu larutan yang bersifat asam sehingga warna hijau pudar adalah indikator untuk
mengetahui sifat asam dan sebagai indikator pewarna alami. Sedangkan pada saat ekstraksi
pandan yang telah dilarutkan dalam alkohol 70% ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N
menunjukkan warna hijau kekuningan yang mana larutan NaOH adalah salah satu larutan
yang bersifat basa sehingga warna merah kehitaman adalah indikator untuk mengetahui sifat
basa dan sebagai indikator pewarna alami (Buckle, 1987).
Selanjutnya jenis pigmen yang ada pada rimpang kunyit yaitu pigmen curcumin
dimana dengan adanya pigmen tersebut menunjukkan adanya warna jingga pada bahan
amatan saat diekstraksi. Pigmen curcumin dapat larut dalam air. Menurut Fessenden (1986),
Kurkumin merupakan bagian terbesar pigmen kuning yang terdapat pada rimpang kunyit
(Curcuma Longa Linn). Kurkumin (1,7-bis (4 hidroksi-3 metoksifenil) -1,6 heptadien, 3,5-
dion merupakan komponen penting dari Curcuma longa Linn. Kandungan kimia yang
memberikan warna kuning yang khas. Kurkumin termasuk golongan senyawa polifenol
dengan struktur kimia mirip asam ferulat yang banyak digunakan sebagai penguat rasa pada
industri makanan. Pada praktikum yang telah dilakukan rimpang kunyit yang telah
dihaluskan lalu dilarutkan dalam aquades yang ditambahkan 1 tetes HCL 1 N menunjukkan
warna orange sedangkan ketika ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N menunjukkan warna coklat.
Kemudian ketika dilarutkan dengan alkohol 70 % lalu ditambahkan 1 tetes HCL 1 N kuning
cerah, selanjutnya ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N menunjukkan warna merah hati pekat.
Adapun tujuan penambahan HCL 1 N adalah salah satu larutan yang bersifat asam sehingga
dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui sifat asam dan sebagai indikator
pewarna alami. Sedangkan adapun tujuan penambahan larutan NaOH adalah salah satu
larutan yang bersifat basa sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui sifat basa
dan sebagai indikator pewarna alami (Tim Kimia Dasar, 2014)
Selanjutnya jenis pigmen yang ada pada kayu secang yaitu pigmen tanin dimana
dengan adanya pigmen tersebut menunjukkan adanya warna kuning kecoklatan . Pigmen
tanin dapat larut dalam air. Menurut Buckle (1987), Secang termasuk tanaman penghasil
tanin, merupakan jenis kayu yang sangat keras dan mempunyai serat yang halus. Pada waktu
dipotong kayunya berwarna pucat, tetapi karena pengaruh udara warnanya menjadi lebih tua.
Makin dekat dengan empulur makin tua warnya dengan merah jingga sampai ungu sehingga
dapat dimanfaat kan sebagai zat warna. Pada praktikum yang telah dilakukan kayu secang
yang telah dihaluskan lalu dilarutkan dalam aquades yang ditambahkan 1 tetes HCL 1 N
menunjukkan warna kuning pudar sedangkan ketika ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N
menunjukkan warnamerah maroon pudar. Kemudian ketika dilarutkan dengan alkohol 70 %
lalu ditambahkan 1 tetes HCL 1 N orange, selanjutnya ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N
menunjukkan warna merah hati. Adapun tujuan penambahan HCL 1 N adalah salah satu
larutan yang bersifat asam sehingga dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui
sifat asam dan sebagai indikator pewarna alami sedangkan adapun tujuan penambahan
larutan NaOH adalah salah satu larutan yang bersifat basa sehingga digunakan sebagai
indikator untuk mengetahui sifat basa dan sebagai indikator pewarna alami.
Kemudian untuk bahan pengamatan yang terakhir yaitu bunga iris adapun jenis
pigmen yang ada pada bunga iris yaitu pigmen tanin dimana dengan adanya pigmen tersebut
menunjukkan adanya warna kuning kecoklatan saat diekstraksi. Pigmen tanin dapat larut
dalam air. Pada praktikum yang telah dilakukan bunga iris yang telah dihaluskan lalu
dilarutkan dalam aquades yang ditambahkan 1 tetes HCL 1 N menunjukkan warna kuning
pudar sedangkan ketika ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N menunjukkan warna merah maroon
pudar. Kemudian ketika dilarutkan dengan alkohol 70 % lalu ditambahkan 1 tetes HCL 1 N
orange, selanjutnya ditambahkan 1 tetes NaOH 1 N menunjukkan warna merah hati. Adapun
tujuan penambahan HCL 1 N adalah salah satu larutan yang bersifat asam sehingga dapat
digunakan sebagai indikator untuk mengetahui sifat asam dan sebagai indikator pewarna
alami sedangkan adapun tujuan penambahan larutan NaOH adalah salah satu larutan yang
bersifat basa sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui sifat basa dan sebagai
indikator pewarna alami.
Bahan amatan yang terakhir yaitu pewarna sintetis merah, berdasarkan hasil
praktikum yang telah kami lakukan larutan pewarna sintetis setelah dilarutkan dengan
aquades yang ditambah HCL 1 N maupun ditambahn NaOH 1 N tidak menunjukkan
perubahan warna sama sekali, kemudian pada saAt dilarutkan pada alkohol 70% dan
ditambahkna HCL 1 N maupun ditambah NaOH 1 N juga tidak menunjukkan adanya
perubahan warna hal ini dimungkinkan karena sifat pewarna sintetis yang seimbang, dan
stabil. Menurut Syah et al (2005), Pewarna sintetis memilki keuggulan dibandingkan pewarna
alami yaitu mempunyai kekuatan mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih stabil, dan
biasanya lebih murah.
Selanjutnya berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan ada beberapa macam
pigmen yang didapatkan dari ekstraksi beberapa macam tumbuhan antara lain pigmen
klorofil dari daun pandan, pigmen klorofil ini dapat dimanfaatkan untuk pewarna makanan
maupun serat yang bermanfaat untuk anti kanker dalam tubuh. Sedangkan kandungan tanin
dalam bunga iris maupun kayu secang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami
makanan maupun serat karena warna yang dihasilkan menarik. Selanjutnya untuk kandungan
pigmen kurkumin dalam rimpang kunyit dapat dimanfaatkan untuk pewarna alami makanan
maupun serat (Wiryawan, dkk, 1999). Selain itu kandungan pigmen tanin yang terdapat
dalam bahan amatan kayu secang maupun bunga iris dapat juga dimannfaatkan sebagai
pewarna tekstil. Menurut Cheeke (1985), Tanin merupakan salah satu jenis pigmen warna
alami yang mempunyai beberapa sifat seperti amorf (berisi), astringent (mengencangkan) dan
mengawetkan kulit dari serangan mikrobia serta dapat memberikan warna pada kulit yang
disamak yaitu sebagai efek sekunder tanin sehingga sangat baik digunakan sebagai pewarna
tekstil
Berdasarkan jenis semua pigmen yang ditemukan dari bahan amatan antaralain
klorofil yang ada pada pandan, kurkumin yang ada pada kunyit, dan tannin yang ada pada
kayu secang maupun bunga iris semuanya berasal dari plastida. Menurut Hidayat (2006),
Plastida merupakan salah satu organel yang menyimpan zat warna atau pigmen, antara lain
pigmen kloroplast, kromoplast, dan leukoplast.
KESIMPULAN

1. Macam-macam kandungan pigmen dalam beberapa macam tumbuhan antara lain


jenis pigmen dalam pandan yaitu klorofi, jenis pigmen dalam kayu secang dan bunga
iris yaitu tanin sedangkan kandungan pigmen dalam rimpang kunyit yaitu pigmen
kurkumin.
2. Semua jenis pigmen yang ada dalam bahan amatan berasal dari plastida.
3. tujuan penambahan HCL 1 N adalah salah satu larutan yang bersifat asam sehingga
dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui sifat asam dan sebagai indikator
pewarna alami sedangkan adapun tujuan penambahan larutan NaOH adalah salah satu
larutan yang bersifat basa sehingga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui
sifat basa dan sebagai indikator pewarna alami.
4. Macam-macam jenis pigmen yang terkandung dari beberapa jenis tumbuhan yang
telah diekstrak dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan maupun tekstil.
Evaluasi
1. Berdasarkan hasil ekstraksi pigmen tumbuhan pigmen manakah yang lebih larut
dalam pelarut air dan pigmen manakah yang lebih dalam pelarut alkohol? Jelaskan
jawaban saudara!
Jawab : berdasarkan hasil pengamatan praktikum yang telah kami lakukan semua
bahan lebih mudah larut dalam alkohol 70% hal ini ditandai warna yang lebih cerah
dari semua bahan setelah dilarutkan dalam alkohol 70%. Hal ini dikarenakan alkohol
memiliki gaya antarmolekul dan adanya ikatan hidrogen antar molekul akibat gugud
hidroksil yang polar.
2. Kelompokanlah pigmen-pigmen yang telah saudara amati, apakah berasal dari
plastida atau antosianin? Berikanlah alasan pada jawaban saudara!
Jawab : berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan semua jenis pigmen
yang ditemukan pada bahan amatan berasal dari plastida. Karena plastida merupakan
salah satu organel yang menyimpan zat warna atau pigmen, antara lain pigmen
kloroplast kromoplast, dan leukoplast.
3. Jelaskan perubahan warna larutan hasil ekstraksi pigmen antosianin bila ditambahkan
dengan larutan dengan Ph asam, netral, dan basa?
Jawab : Dari semua bahan amatan tidak ada jenis pigmen yang berasal dari antosianin.
4. Dari masing-masing bahan yang telah saudara ekstraksi, bahan pewarna manakah
yang baik digunakan sebagai bahan pewarna makanan dan bahan pewarna tekstil?
Jawab : dari semua bahan amatan pewarna alami dapat digunakan sebagai pewarna
makanan, akan tetapi kandungan piigmen tanin pada kayu secang dan bunga iris juga
dapat digunakan sebagai bahan pewarna tekstil, sedangkan untuk pewarna sintetis
bahan amatan merupakan pewarna makanan.

DAFTAR PUSTAKA

Buckle, 1987. Ilmu Pangan.UI Press, Jakarta


Cahyadi, W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara:
Jakarta

Cheeke, P.R., and L.R. Shull. 1985. Tannins dan Polyphenolic. Compounds. In : Cheeke, P.R.
(Ed.). Natural Toxicants in Feeds and Poisonous Plants. AVI Publishing Company,
Connecticut. USA

Hidayat, N., dan E. A. Saati, 2006, Membuat Pewarna Alami, Cetakan Pertama,
Surabaya :Penerbit Trubus Agrisarana.

Fessenden, R, J.; Fessenden, J, S. 1986. Kimia Organik Jilid 2. Erlangga, Jakarta.

Maruf, A. 2012. Bahan Pewarna Alami. Teknis Kimia, Surakarta : Universitas


Muhammadiyah Surakarta

Soedibyo, BRA Mooryati. 1998. Alam sumber kesehatan, manfaat dan kegunaan: kunyit.
Cetakan 1. Jakarta : Balai Pustaka.
Syah et al. 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Bogor: Himpunan Alumni
Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Tim Kimia Dasar. 2014. Petunjuk Praktikum Kimia Umum. Surabaya: Universitas Negeri
Surabaya.

Winarno, FG. 1984. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT Gramedia

Wiryawan, Wina, K.G.E., Ernawati, R. 1999. Pemanfaatan tanin kaliandra (Calliandra


calothyrsus) sebagai agen pelindung beberapa sumber protein pakan (In Vitro). Bogor.
Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN

Ekstraksi dari daun pandan


Ekstraksi dari kunyit

Ekstraksi dari secang

Ekstraksi dari bunga iris

Ekstraksi dari sintesis buatan merah


LAMPIRAN