Anda di halaman 1dari 8

Nama: Yoeshinta Maydina

Offering C / 150341601262
I. Pembentukan organ-organ turunan endoderm
A. Pembentukan saluran Pencernaan
1. Sebagian besar jaringan penyusun saluran pencernaan adalah endoderm. Bagaimana
pendapat Anda terhadap pernyataan tersebut ? Jelaskan !
Jawaban:
ya sebagian besar jaringan penyusun saluran pencernaan adalah endoderm.
Pada vertebrata rendah seperti Amphioxus arkhenteronnya dibatasi oleh persumtif
endoderm, persumtif mesoderm dan persumtif sel-sel notokord, lalu mesoderm dan
notokord memisah dari endoderm dan kemudian endoderm akan menutup celah dibagian
dorsal sehingga terbentuk rongga saluran pencernaan namun pada hewan dengan tipe
pembelahan holoblastik seperti pada amphibi, notokord dan mesodermnya ikut
membentuk atap rongga saluran pencernaan. Rongga saluran pencernaan ini terdiri dari
foregut, midgut dan hindgut.
Dan pada vertebrata tinggi contohnya pada aves tidak ditemukannya arkenteron jikapun
ada maka berukuran sangat kecil dan dindingnya bukan dari sel-sel endoderm.
Perkembangan saluran pencernaan dimulai dari selapis sel endoderm yang berada di
bawah lapisan ektoderm dan mesoderm embrionik pada blastodiskus. Lapisan sel
endoderm ini terentang datar di atas kantung yolk atau membentuk atap kantung yolk
pada mamalia.
2. Saluran pencernaan primitif terbagi menjadi 3 segmen, yaitu forgut, midgut dan
hindgut. Sebutkan bagian-bagian saluran pencernaan yang dibentuk dari masing-
masing segmen!
Jawaban: pada vertebrata rendah yang rongga saluran pencernaannya terbentuk dari
endoderm (pada amphioxus) atau pada amphibi yang dari endoderm dan juga notokord
dan mesoderm yang turut membentuk atap rongga saluran pencernaan. Rongga saluran
pencernaan ini terdiri dari 3 bagian yang berbeda.
Pada bagian anterior rongga membesar dan dibatasi oleh sel epitelium endoderm yang
tipis disebut foregut (usus depan), pada bagian dorsal dibatasi oleh sel-sel epitel yang
tipis dan bagian ventral dibatasi oleh sel-sel yolk yang berukuran besar sehingga
dindingnya cukup tebal disebut midgut dan bagian paling posterior dari saluran
pencernaan disebut hindgut.

Pada tahap neurula, rongga terbagi menjadi dua kantung. Kantung yang lebih besar
terletak di sebelah anterior terletak di bawah otak dan akan menjadi rongga mulut dan
area brakial. Kantung di bagian posterior yang berbatasan dengan sel yolk pada usus
tengah (divertikulum hati) berperan dalam pembentukan lambung dan duodenum.
Sedangkan usus belakang tidak kehilangan rongga dan rongga tersebut menjadi rongga
kloaka dan pada amfibi usus belakang juga berperan sebagai pembentukan kantung urin
dengan berevaginasi ventral dari saluran pencernaan pada tahap akhir larva.
Pada vertebrata tinggi rongga saluran pencernaan yang berasal dari sel endoderm
yang terentang datar di atas kantung yolk ini nanti saluran pencernaan dari kantung
yolk memisah dimulai dari ujung anterior embrio membentuk foregut, bagian
posterior dan lekukan endoderm ini membentuk hindgut sedangkan midgut terbentuk
diantara usus depan dan usus belakang yang terdapat celah diantaranya.
usus depan membentuk duodenum, hati dan pankreas dan usus belakang membentuk
kloaka, dinding ventral kloaka ini akan membentuk divertikulum alantois.

3. Jelaskan mengapa epitel mulut dan anus berbeda dengan epitel saluran pencernaan
yang lain !
Jawaban: karena epitel mulut dan anus berasal dari turunan ektoderm, sedangkan epitel
saluran pencernaan berasal dari turunan endoderm. Mulut dan Anus epitel nya berfungsi
sebagai lapisan pelindung terhadap pengaruh luar, lapisan pelindung saluran dalam dan
penghasil mucus. Sedangkan epitel saluran pencernaan berfungsi sebagai tempat
penyerapan zat, tempat difusi dan absorbs zat dan untuk melicinkan
B. Pembentukan Hati
1. Bagaimana hubungan antara pembentukan hati dengan saluran pencernaan primitif ?
Jelaskan!
Jawaban: sel-sel endoderm bagian posterior saluran pencernaan yang berasal dari usus
depan membentuk hati dan pankreas. Di awal perkembangan terbentuk divertikulum
hepatik dari dasar usus depan yang menojol ke dalam mesenkim septum transversum.
Pertumbuhan awal hepatik ini merupakan morfologi awal dari serangkaian proses
induksi dan akan berdiferensiasi menjadi berbagai struktur. Komponen
splanknopleura atau somatopleura mesoderm lateral mampu mendukung pertumbuhan
dan diferensiasi hepatik.
2. Hati terbentuk dari lapisan lermbaga divertikulum hati.Struktur-struktur penyusun hati
yang terbentuk dari lapisan lembaga tersebut sebagian dari divertikulum hati (yang
wilayah paling dekat dengan tabung pencernaan) terus berfungsi sebagai saluran
drainase hati, dan cabang dari saluran ini menghasilkan kantong empedu. Struktur-
struktur penyusun hati lainnya (selain yang disebutkan diatas) dibentuk dari
mesenkim septum transversum dan somatopleura mesoderm lateral.
C.Pembentukan Pankreas
1. Bagaimana hubungan antara pembentukan pankreas dengan saluran pencernaan
primitif ? Jelaskan !
Jawaban:

Gambar Perkembangan pankreas manusia


Sumber: Gilbert, 2006
Pankreas terbentuk dari dua primordia yang terpisah kemudian berfusi. Satu
primordium berasal dari bagian dorsal langsung dari endoderm duodenum,
primordium yang lain berasal dari ventral yaitu dari endoderm divertikulum hepatik
lalu duodenum berotasi yang berakibat tunas pankreas ventral terbawa ke
mesenterium dorsal dan berfusi dengan pankreas dorsal.
2. Jelaskan pembentukan asini pankreas dan pulau-pulau Langerhans pankreas !
Jawaban:

Gambar Pembentukan asini pankreas dan sebuah pulau Langerhans. A. Tahap awal; B. Tahap lanjut. (Sumb

Sel-sel pankreas sekretori (asini pankreas) dan sel-sel duktus pankreatik dibentuk dari
sel-sel endodermal dan di kelilingi mesenkim, pankreas dewasa terdiri dari bagian
eksokrin dan endokrin kemudian membentuk kelompok kecil sel-sel sekretori dan
pulau-pulau Langerhans yang tersebar di antara asinus bagian eksokrin.
Tahap pertama berupa pertumbuhan populasi sel-sel pankreas primordial. Transisi
menuju tahap kedua ditandai dengan terbentuknya divertikulum pankreas yang
ditandai dengan disintesisnya berbagai enzim hidrolitik dengan kadar rendah oleh sel-
sel eksokrin dan disintesisnya insulin berkedar rendah dan glukagon berkadar tinggi
oleh sel-sel endokrin. Selama tahap ini sel-sel mesenkim membentuk hubungan dekat
dengan sel-sel epitel tunas. Tahap ketiga melibatkan pembentukan mekanisme
sintesis-protein dan sekresi oleh sel-sel asinar dan suatu peningkatan sintesis enzim-
enzim pencernaan. Pada saat yang sama pulau-pulau langerhans dibentuk dari
pertunasan dari pertunasan sel-sel asiner.
D. Pembentukan Trakhea dan paru-paru
1. Bagaimana hubungan antara pembentukan trakhea paru-paru dengan saluran
pencernaan primitif ? Jelaskan!
Gambar Perkembangan alat respirasi manusia
Sumber: Gilbert, 2006

Tabung pernapasan dan pencernaan sama-sama berasal dari usus primitif. Sistem
pernafasan merupakan sistem yang berasal dari lapisan germinal endoderm. Paru-paru
merupakan turunan dari sistem pencernaan, karena pada pembentukkannya paru-paru
berasan dari evaginasi saluran pencernaan di daerah usus depan.
Paru-paru merupakan turunan dari tabung pencernaan, meskipun mereka tidak melayani
peran dalam pencernaan. Di tengah faring, antara pasangan keempat kantong faring, alur
laryngotracheal meluas ke ventral. alur ini kemudian bercabang menjadi dua cabang yang
membentuk bronkus dan paru-paru. Laryngotracheal endoderm menjadi lapisan trakea,
dua bronkus, dan kantung udara (alveoli) dari paru-paru. Sementara memanjang, trakea
membentuk dua cabang di ujung kaudalnya untuk membentuk dua tunas paru-paru (seperti
gambar di bawah). Kedua tunas ini terus tumbuh dan bercabang sehingga terbentuk
percabangan bronkial dan paru-paru. Pola pertunasan dari percabangan bronkial ini
merupakan induksi dari mesoderm di sekelilingnya. Bagian ujung dari percabangan tempat
terjadinya proliferasi sel yang aktif akan berbentuk struktur bulbus, di akhir perkembangan
bagian ujung dari tunas bronkial akan lebih membesar, epiteliumnya menipis secara drastis
dan kemudian membentuk kantung udara (alveolus).
2. Jelaskan peran mesoderm dalam pembentukan paru-paru !
Jawaban: Mesoderm akan menginduksi tunas paru-paru sehingga membentuk percabangan
bronkus dan bronkiolus, pola pertunasan dari percabangan bronkial ini juga dari pengaruh
induksi mesoderm jika tidak ada induksi tidak terjadi percabangan bronki maupun
bronkiolus.
Kombinasi dari mesoderm dan endoderm membentuk splanknopleura sebagai bakal
arkenteron yang pada bagian foregut membentuk tabung yang akan menjadi saluran
pernafasan.
Mesoderm membentuk pembuluh darah pada epitel alveolus.
Mesoderm splanknik juga membentuk pleura yang terdorong oleh tunas paru-paru selama
pertumbuhannya.
3. Dalam pembentukan paru-paru, struktur-struktur yang terbentuk dari endoderm adalah
trakea, lapisan epitel pada bronki, kelenjar-kelenjarnya dan pada alveolus sedangkan
struktur-struktur yang terbentuk dari mesenkim adalah cincin tulang rawan, jaringan ikat
dan otot yang berkumpul di sekitarnya.

Anda mungkin juga menyukai