Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BALI DALAM JEBAKAN KEMACETAN DAN BAGAIMANA


NASIB PARIWISATA BALI

I MADE ASWIN ANANTA SENA 1611521002

PROGRAM STUDI INDUSTRI PERJALANAN WISATA


FAKULTAS PARIWISATA
UNIVERSITAS UDAYANA
2016/2017

KATA PENGANTAR
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadapan
Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas perkenan dan
berkat dari Beliau, makalah yang berjudul BALI DALAM JEBAKAN
KEMACETAN DAN BAGAIMANA NASIB PARIWISATA BALI dapat
diselesaikan. Adapun makalah ini disusun untuk menyelesaikan Ujian Akhir
Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih terhadap pihak-pihak yang telah
membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, pihak-pihak tersebut antara
lain:

1. Bapak Saptono Nugroho, S.Sos., M.Par., selaku dosen mata kuliah


Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn);
2. Orang Tua serta Teman-teman yang telah memberikan semangat
dan motivasi untuk menyelesaikan makalah BALI DALAM
JEBAKAN KEMACETAN DAN BAGAIMANA NASIB
PARIWISATA BALI;
3. Serta Pihak-pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan berupa materi, tempat, dan ide maupun gagasannya.

Terlepas dari itu semua saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna baik dari segi materi maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya
dengan sangat terbuka menerima segala kritik dan saran yang membangun agar
makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata saya berharap kedepannya semoga
makalah BALI DALAM JEBAKAN KEMACETAN DAN BAGAIMANA
NASIB PARIWISATA BALI dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi
pembaca.

Denpasar, 1 Januari 2017

I MADE ASWIN ANANTA SENA


NIM: 1611521002

2
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR......................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................iii
DAFTAR TABEL............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................2
1.3 Tujuan..............................................................................................2
1.4 Manfaat............................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................4
2.1 Pengertian Macet dan Kemacetan....................................................4
2.2 Pengertian Pariwisata.......................................................................4
BAB III PEMBAHASAN...............................................................................5
3.1 Membuat Wisatawan Lebih Betah di Bali.......................................5
3.2 Mengatasi Kemacetan di Ruas Jalan yang Ada di Bali....................5
3.3 Peranan Mahasiswa S1 Industri Perjalanan Wisata untuk
Mengatasi Kedua Masalah yang Ada
..........................................................................................................
8
BAB IV PENUTUP
..........................................................................................................................
9
4.1 Kesimpulan
..........................................................................................................
9
4.2 Saran
..........................................................................................................
9
DAFTAR PUSTAKA
..........................................................................................................................
10

3
DAFTAR TABEL

TABEL 3.1 Jumlah Pertumbuhan Kendaraan di Propinsi Bali.........................5


TABEL 3.2 Jaringan Jalan di Propinsi Bali (Dalam Km).................................6

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Bali macet? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Macet berarti tidak
dapat berfungsi dengan baik. Dalam hal berlalu lintas, macet berarti
terhentinya pergerakan kendaraan karena suatu keadaan yang tidak biasa.
Istilah tourism atau pariwisata berasal dari dilaksanakannya suatu kegiatan
wisata atau tour yaitu sebuah aktivitas perubahan tempat tinggal sementara
yang dimana seseorang melakukan perjalanan ke luar tempat tinggalnya
sehari-hari yang bersifat sementara dengan berbagai alasan apapun kecuali
melakukan kegiatan ekonomi yang dapat menghasilkan uang atau gaji.
Tujuan dilakukannya kegiatan pariwisata antara lain:
Untuk menggunakan waktu senggang, baik dipergunakan untuk
rekreasi (berlibur), keperluan kesehatan, pelajaran dan
pengetahuan, serta untuk menjalankan ibadah maupun olah raga;
Untuk keperluan usaha atau bisnis, kunjungan keluarga,
menjalankan tugas-tugas, serta menghadiri konferensi.

Jika seseorang mengadakan perjalanan kurang dari 24 jam, digolongkan


ke dalam pelancong. Para wisatawan ini dibedakan menjadi wisatawan
domestik atau wisatawan nusantara (wisdom atau wisnus) dan wisatawan
manca negara atau wisatawan asing (wisman).

Bagaimana jika seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan


kegiatan pariwisata ke Bali apabila seluruh ruas jalan yang ada di Bali
terjadi kemacetan? Sedangkan wisatawan tersebut hanya memiliki waktu
terbatas, memiliki anggaran yang sudah diukur serta keingininan untuk
menyegarkan diri kembali (refreshing) sudah tentu tujuan untuk melakukan
kegiatan pariwisata tersebut tidak tercapai.

Hal inilah yang menjadi sebuah tugas atau pekerjaan rumah bagi:

1. Pemerintah Provinsi Bali khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas


Perhubungan;

1
2. Para Bupati dan Wali Kota se-Bali beserta jajarannya yang
berkompeten;
3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat I Provinsi Bali atau
Tingkat II Kabupaten/Kota;
4. Pelaku atau Praktisi Industri Pariwisata;
5. Akademisi yang berkaitan dari berbagai perguruan tinggi di
Bali;
6. Serta Mahasiswa S1 Industri Perjalanan Wisata.

Dengan harapan segala masalah transportasi di Bali dapat teratasi dengan


baik sehingga terciptanya sapta pesona pariwisata, yaitu: aman, tertib,
bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan sehingga para wisatawan
tersebut semakin sering untuk berkunjung ke Bali.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana membuat wisatawan lebih betah di Bali?
2. Bagaimana mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan yang ada di
Bali?
3. Bagaimana peranan Mahasiswa S1 Industri Perjalanan Wisata
untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut?
1.3 Tujuan
1. Cara membuat wisatawan lebih betah di Bali;
2. Cara mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan yang ada di Bali;
3. Untuk mengetahui peranan Mahasiswa S1 Industri Perjalanan
Wisata untuk mengatasi kedua permasalahan yang ada.
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Akademis

Dapat digunakan sebagai salah satu refrensi bagi mahasiswa lain.

1.4.2 Manfaat Praktis


Menambah wawasan berpikir pembaca tentang kemacetan yang
ada di Bali dan Bagaimana nasib pariwisatanya.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Macet dan Kemacetan
Macet adalah terhentinya atau tidak berjalannya suatu proses sebagaimana
mestinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Macet memiliki definisi
yaitu tidak dapat berfungsi dengan baik. Dalam hal berlalu lintas, macet
memiliki arti terhentinya pergerakan kendaraan karena suatu keadaan yang
tidak biasa. (www.kompasiana.com)
Kemacetan adalah suatu situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan
terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan
yang melebihi kapasitas ruas jalan. (id.wikipedia.org)
2.2 Pengertian Pariwisata
Tourism atau Pariwisata adalah suatu kegiatan perubahan tempat tinggal
sementara seseorang, ke luar tempat tinggalnya sehari-hari yang bersifat
sementara dengan berbagai alasan apapun kecuali melakukan kegiatan yang
bisa menghasilkan uang.
Pariwisata juga dapat berarti aktivitas yang berupa pelayanan atas produk
yang dihasilkan oleh industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman
perjalanan bagi wisatawan.

3
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Membuat Wisatawan Lebih Betah di Bali
Bali sudah sangat terkenal di dunia. Mulai dari ragam budaya, adat
istiadat, keramah tamahan orangnya, keindahan alam, keunikan tradisi, dan
banyak hal lainnya. Bali juga banyak ditunjang oleh berbagai fasilitas yang
dapat memanjakan wisatawan, Seperti: Bandara Internasional Ngurah Rai
yang selalu padat didatangi oleh berbagai penerbangan domestik maupun
penerbangan internasional. Dengan berbagai fasilitas yang dapat memanjakan
wisatawan yang terdapat di Bali, hal ini sudah menjadi magnifier bagi para
wisatawan untuk betah berlama-lama atau bahkan berkunjung kembali ke
Bali. Tetapi ada satu hal yang terpenting yang perlu juga diperhatikan yang
dapat membuat para wisatawan tidak betah yaitu situasi lalu lintas di Bali
yang mulai macet atau crowded.
3.2 Mengatasi Kemacetan di Ruas Jalan yang Ada di Bali
Bali terkenal memiliki ruas jalan yang sempit, banyak tikungan, banyak
persimpangan, dan banyak kegiatan-kegiatan adat maupun agama yang
menggunakan badan jalan.
TABEL 3.1 Jumlah Pertumbuhan Kendaraan di Propinsi Bali

N Tahun
Jenis Kendaraan
O 2009 2010 2011 2012
1. Mobil Penumpang 499,264 523,350 556,423 576,965
2. Bus 26,948 31,629 31,687 32,047
3. Truk 212,867 221,074 233,899 242,928
Sepeda Motor 2,120,116 2,395,77 2,709,81 2,907,55
4.
1 5 0
2,859,19 3,171,82 3,531,82 3,759,49
Total
5 4 4 0
Sumber: Badan Pusat Statistik Kepolisian Republik Indonesia Ditjen
Perhubungan, 2013

TABEL 3.2 Jaringan Jalan di Propinsi Bali (Dalam Km)

No Tahun
Jenis Jalan
. 2009 2010 2011 2012

4
1. Jalan Nasional 535 535 535 535
2. Jalan Propinsi 883 883 883 883
3. Jalan Kabupaten/Kota 5,888 5,982 6,112 6,130
Total 7,306 7,400 7,530 7,548
Sumber: Badan Pusat Statistik Ditjen Perhubungan, 2013
Dengan jumlah kendaraan yang sedemikian banyaknya dan rasio jumlah
kendaraan dengan panjang jalan yang ada di Bali, hal ini mencerminkan
kepadatan yang luar biasa. Data yang penulis dapatkan merupakan data dalam
rentang waktu tahun 2009 sampai 2012. Penulis belum mendapatkan data
terkini, namun bisa dipastikan bahwa jumlah pertumbuhan kendaraan
bertambah banyak dan jumlah ruas jalan tidak mengalami perubahan yang
signifikan. Apalagi saat terjadi musim liburan nasional, Jumlah kendaraan
yang berlalu-lalang di ruas jalan Bali bertambah banyak dikarenakan
wisatawan domestik banyak yang membawa mobil pribadinya dari luar
daerah. Hal ini dapat memperkeruh keadaan lalu lintas di Bali. Kemacetan
seperti inilah yang membuat wisatawan menjadi jenuh dengan susasana Bali
sehingga dikhawatirkan wisatawan tersebut memilih destinasi wisata selain
Bali.
Maka dari itu stakeholder pariwisata Bali harus memikirkan dengan
matang hal ini agar dapat mengurangi kemacetan yang terjadi. Penulis
memiliki beberapa solusi agar kemacetan di Bali dapat teratasi. Berikut
adalah beberapa solusi yang penulis tawarkan.
1) Membangkitkan penggunaan angkutan umum bagi seluruh
lapisan masyarakat seperti Trans SARBAGITA yang perlu
diperluas ke seluruh pelosok Bali beserta angkutan
pengumpannya yang lengkap;
2) Membuka jalur-jalur shuttle bus dari dan menuju Destinasi
Tujuan Wisata (DTW) seperti contoh layanan shuttle bus Kura-
kura;
3) Menambah kantong-kantong parkir dan central park di seluruh
Bali;
4) Menetapkan metode jalan berbayar elektronik (electronic road
pricing).

5
Jumlah kendaraan yang sangat banyak dan ruas jalan yang sangat sempit
serta penggunaan kendaraan pribadi yang melebihi kapasitas yang
menyumbangkan angka kemacetan lalu lintas yang tinggi di Bali maka
sudah sepatutnya pemerintah harus serius untuk mengembangkan moda
transportasi angkutan umum di seluruh wilayah Bali, terutama dari destinasi
tujuan wisata yang satu dengan destinasi tujuan wisata lainnya yang
terintegrasi dengan satu sistem. Bus penumpang umum memiliki daya
angkut penumpang 60 orang yang bisa melayani dari satu titik ke titik yang
lain. Itu berarti apabila penumpang bus tersebt merupakan pengguna
kendaraan pribadi maka kendaraan mereka tidak perlu turun ke jalan.
Apabila seluruh trayek terintegrasi dan semua pengguna kendaraan pribadi
menggunakan angkutan umum, bisa dipastikan penggunaan kendaraan
pribadi bisa menurun sebanyak 50 persen dan ruas-ruas jalan akan semakin
lengang dikarenakan tidak ada lagi orang yang berebut lahan parkir di badan
jalan.

Dengan dibukanya jalur shuttle bus dari satu poin ke poin yang lainnya,
yang melewati seluruh fasilitas umum, akan memudahkan penumpang untuk
menggunakan angkutan umum yang terintegrasi. Hal ini akan memberi
kemudahan bagi orang-orang yang biasanya dimanjakan oleh kendaraan
pribadi dan orang-orang tersebut akan beralih ke angkutan penumpang
umum. Semakin diminatinya angkutan penumpang umum, maka angka
penggunaan kendaraan pribadi akan terkikis penggunaannya seperti di
negara tetangga Singapura, dimana seluruh warganya lebih senang
menggunakan angkutan umum karena mudah, murah dan efisien.

Pemerintah harus konsisten untuk menegakkan peraturan agar setiap


tempat usaha/tempat bisnis harus memiliki tempat parkir. Hal ini dapat
memberikan kenyamanan bagi semua pengguna jalan karena badan jalan
tidak digunakan sebagai tempat parkir. Jika kantong-kantong parkir ini
tercipta, maka ruas-ruas jalan akan semakin lega dan jika dibarengi dengan

6
penggunaan angkutan umum yang signifikan, bukan tidak mungkin jalan
yang terdapat di Bali akan bebas dari kemacetan.

Dengan adanya metode jalan berbayar, maka metode ini dapat


membebaskan ruas-ruas jalan tertentu dari kemacetan karena jika ingin
melewati ruas jalan itu, maka pengguna jalan tersebut akan dipungut biaya.
Sehingga ini juga dapat menyebabkan orang-orang biasa menggunakan
kendaraan pribadi akan beralih ke angkutan umum.

3.3 Peranan Mahasiswa S1 Industri Perjalanan Wisata untuk Mengatasi


Kedua Masalah yang Ada
Ada banyak peranan yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa S1 Industri
Perjalanan Wisata untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada. Peranan
tersebut bisa dimulai dengan langkah kecil yaitu dengan mulai mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Contohnya
adalah menggunakan Trans SARBAGITA dalam berpergian ke Kampus.
Selain itu peranan yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa S1 Industri
Perjalanan Wisata adalah dengan mengadakan sosialisasi penggunaan
angkutan umum, kampanye penggunaan angkutan umum, serta mendesak
pemerintah agar lebih memperdayakan serta memperhatikan angkutan umum.

7
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dengan mulai dibangunnya sistem transportasi yang terintegrasi di pulau
Bali, akan membantu mengurangi angka kemacetan. Penggunaan moda
transportasi angkutan umum merupakan salah satu solusi agar kemacetan di
Bali berkurang dan dengan angka kemacetan yang berkurang, maka
wisatawan yang datang berkunjung kembali tidak merasa jenuh dan bisa
kembali menikmati keindahan pulau Bali.
4.2 Saran
Saran yang penulis dapat sampaikan adalah penulis mengharapkan seluruh
stakeholder pariwisata yang ada di Bali dapat duduk bersama untuk
membahas penggunaan angkutan umum yang terintegrasi dalam satu sistem
manajemen yang baik. Mahasiswa tetap mengawal agar kebijakan itu agar
lebih pro-rakyat dan pro-angkutan umum sehingga kebijakan tersebut bisa
diwujudkan dan nasib pariwisata Bali lebih sejahtera lagi.

8
DAFTAR PUSTAKA
___________. 2011. Panduan Akademik Tahun Akademik 2016/2017. Denpasar;
Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.
Muljadi, A.J & Warman, Andri. 2014. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta;
Rajawali Pers.
Novita Sari, Fissy. 2015. Manfaat dan Tujuan Pariwisata. Padang.
DITJEN Perhubungan Darat. 2013. Profil dan Kinerja Perhubungan Darat
Propinsi Bali.
Sumber lain (Internet):
Priyono. 2011. Apa itu Macet?. http://www.kompasiana.com/pri617/apa-itu-
macet_550b2ddb8133111178b1e4d5, 1 Januari 2017.
__________. 2016. Kemacetan. https://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan, 1
Januari 2017.
Banarti, Retno. 2015. Transportasi Umum di Singapura, Peta MRT Singapura.
http://retnobanarti.blogspot.co.id/2015/09/transportasi-umum-di-singapura-peta-
mrt.html, 1 Januari 2017.