Anda di halaman 1dari 66

PENUNTUN PRAKTIKUM ANATOMI BLOK 1.

1. Sistem Respirasi
2. Sistem Cardiovascular
3. Vascularisasi Dinding Jantung
4. Vascularisasi Extremitas
5. Musculus Dinding Thorax
6. Vascularisasi Dinding Thorax

Program Studi Pendidikan Dokter

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Universitas Jambi
Penuntun Praktikum

Tractus Respiratorius
Learning objective

Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi struktur makroskopis sistem


respiratorius, topografi, vaskularisasi dan inervasi.

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.

SISTEM RESPIRATORIUS

Fungsi dari sistem respirasi secara umum adalah bernafas. Bernafas


terbagi atas dua sesi yaitu ekshalasi (ekspirasi) dan inhalasi (inspirasi). Fungsi lain
selain untuk bernafas adalah adanya pertukaran gas, Pengkondisian gas,
Memproduksi suara, Sebagai alat penciuman, juga sebagai sistem pertahanan.
Secara umum sistem respiratory terdiri atas conducting portion (sistem
konduksi / respiratory tract) dan respiratory portion (sistem respirasi / sistem
pertukaran gas). Dimana respiratory tract terdiri atas upper dan lower tract

Conducting portion

UPPER RESPIRATORY TRACT

Terdiri atas :

a.Hidung dan Cavitas Nasal

b.Sinus Paranasal

c.Faring

a.Hidung dan Cavitas Nasal

Hidung sebagai tempat masuk dan keluarnya udara. Bagian atasnya terdiri
atas bagian tulang rawan yaitu dorsum nasi yang terhubung dengan os nasal.
Pada bagian lateralnya diliputi oleh lateral cartilago dimana akan membentuk ala
nasi. Pada bagian dalam dari hidung terdapat cavitas nasal yang dimana lubang
luarnya disebut choana dan lubang dibagian dalamnya disebut vestibule. Didalam
cavitas nasal terdapat septum nasi yang membagi cavitas nasal menjadi dua
bagian (kanan dan kiri). Lalu masih dibagian dalam dari cavitas nasal terbagi atas
tiga bagian yaitu concha nasal superior, medial, dan inferior (atas, tengah, bawah),
diantara pembagi ini terdapat saluran yaitu meatus nasal superior, medial, inferior
(atas, tengah , bawah) sebagai tempat mengalirnya udara. Dimana saluran ini akan
terhubung dengan sinus para nasal

al.

Sinus paranasal terdiri atas sinus maxillary, sinus frontal, sinus


ethmoidal, dan sphenoidal.
Lalu traktus respiratorius bagian atas selanjutnya adalah faring. Faring
terdiri atas 3 bagian yaitu nasofaring, orofaring dan laringofaring. Batas atas dari
nasofaring adalah choana dan batas bawah adalah uvula. Batas bagian atas dari
orofaring adalah uvula dan bagian bawahnya adalah epiglotis. Sedangkan batas
bagian atas dari laringofaring adalah epiglotis dan bagian bawahnya adalah trakea.
LOWER RESPIRATORY TRACT

Terdiri atas :

a.Laring

b.Trakea

c.Bronkus

Laring terbentuk atas beberapa kartilago. 3 yang berpasangan dan 3 yang


tunggal:

a.Kartilago tiroid (Tunggal)

b.Epiglotis (Tunggal)

c.Kartilago Krikotiroid (Tunggal)

d.Kartilago curniculate (Berpasangan)


e.Kartilago aritenoid (Berpasangan)

f. Kartilago cuneiform (Berpasangan)

Terdapat Suatu membran yang melekat antara tulang hyoid dengan


kartilago thyroid yang disebut membran thyrohyoid. Lalu terdapat hubungan
antara kartilago cricoid dan kartilago thyroin yang disebut ligamen cricothyroid.
Didalam faring juga terdapat voice box dimana ditempat inilah tempat untuk
menghasilkan suara. Organ organ yang berperan dalam pembentukan suara ini
adalah vocal fold maupun vestibular fold.
Trakea merupakan suatu kartilago yang menghubungkan antara faring
dengan bronkus dimana trakea ini terdiri atas kartilago berbentuk c yang
dihubungkan dengan ligamen anularis

Bronkus merupakan salah satu organ dari traktus respiratorius dimana


organ ini terdiri atas 3 bagian : bronkus primer (kanan dan kiri), bronkus
sekunder/lobaris (3 dikanan 2 dikiri), dan bronkus tersier (kanan 10 kiri 8 sampai
10). Diantara bronkus primer terdapat percabangan disebut biforcartio trakea
(carina).
Respiratory portion

Untuk respiratory portionnya hanya terdiri atas bronkus respiratorius, Ductus


alveolar dan Alveolus.

PULMO

Paru paru atau pulmo terdiri atas pulomo dextra dan sinistra (kanan dan
kiri). Organ terletak di rongga thorax dimana organ ini dilapisi oleh 2 lapisan yaitu
pleura parietal dan pleura viceral (pleura yang melekat pada paru paru dan
pleura yang melekat pada dinding dada). Diatara pleura ini terdapat rongga yag
disebur pleural cavity yang berisi cairan lubrikan. Paru paru juga terdiri atas
beberapa lobus (bagian) 3 bagian dibagian dextra (kanan) 2 bagian dibagian
sinistra (kiri) dimana dibagian kanan ini dibatasi oleh fissura horizontal dan
fissura oblique, sedangkan dibagian kiri hanya dibatasi oleh fissura oblique.
Lobus lobus di paru paru ini juga memiliki nama:
Kanan : lobus superior, medial dan inferior

Kiri : Lobus superior dan inferior.

Terdapat struktur lain juga jika pulmo dilihat dari bagian anterior yaitu
adanya apex.

Untuk bagian posterior dari pulmo terdapat beberapa struktur yaitu hilum
pulmonalis, basis pulmonalis, incisura cardiaca, impressio cardiaca, basis
pulmonalis.
Untuk vaskularisasi dari sistem respirasi mendapat perdarahan dari aliran
darah disekatarnya yang melewati organ organ tersebut. Sedangkan untuk
innervasinya sistem respirasi diatur oleh pusat pernafasan di bagian pons otak.

WORK SHEET
SISTEM CARDIOVASCULAR
Learning Objective :

1. Mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan anatomi sistem


kardiovaskular.
2. Mampu mendeskripsikan sistem sirkulasi pulmonal dan sistemik
3. Mampu mengidentifikasi posisi dan letak jantung.
4. Mampu memahami sistem konduksi jantung.

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.
SISTEM CARDIOVASCULAR

A. Letak dan Posisi Jantung

Jantung terletak di rongga mediastinum, diantara strenum, costa,


dan vertebrae. Batas batas dari jantung adalah :
a. Batas atas : Setinggi ICS II
b. Batas bawah : Setinggi ICS V
c. Batas kanan : Linea parasternal dextra
d. Batas kiri : 1 jari medial linea midclavicula sinistra

Batas kanan jantung di bentuk atrium dextra, batas kiri oleh auricula
sinistra, dan batas bawah dibentuk oleh ventricle dan atrium dextra, apex
jantung di bentuk oleh ventricle sinistra.
Jantung memiliki tiga facies dan apex yang arahnya ke inferior,
anterior, dan sinistra. :
a. Facies Sternocostalis
Terletak di anterior, di bentuk oleh atrium dan ventricle dextra yang
dipisahkan oleh sulcus atrioventricularis.

b. Facies Diaphragmatica
Terletak di inferior, di bentuk oleh ventricle dextra et. Sinistra yang
dipisahkan oleh sulcus interventricularis posterior.

c. Facies Posterior
Facies posterior atau basis cordis di bentuk oleh atrium sinistra,
letaknya berlawanan dengan apex cordis.

d. Apex Cordis
Di bentuk oleh ventricle sinistra, mengarah ke inferior, anterior, dan
sinistra. Terletak setinggi ICS V sinistra, 9 cm dari linea mid sternalis.
B. Anatomi Permukaan dan Ruang Jantung
a. Lapisan Pembungkus Jantung dan Lapisan Jantung
Lapisan paling luar dari pembungkus jantung adalah pericardium,
terdapat pericardium fibrosa di bagian paling luar dan pericardium
serosa di dalamnya ( jika di lapisan jantung di senut epicardium ).
Lapisan dinding jantung terdiri dari epicardium, myocardium ( otot
jantung, paling tebal ), dan endocardium ( endotel )

b. Anatomi Permukaan Jantung


1. Dari anterior :
a) Auricula dextra et. Sinistra
b) Ventricle dextra et. Sinistra
c) Sulcus interventricularis anterior
d) Aorta
e) Trunchus dan arteri pulmonalis
2. Dari Posterior :
a) Atrium dextra et. Sinistra
b) Ventricle dextra et. Sinistra
c) Sulcus interventricularis posterior
d) Ateri polmonalis dextra et. Sinistra
e) Vena pulmonalis dextra et. Sinistra
f) Vena cava superior et. Inferior

c. Ruangan Jantung
1. Atrium Dextra
Terdiri dari kantong kecil ( auricula ) yang befungsis menambah
kapasitas atrium. Pada permukaan jantung terdapat pertemuan
antara atrium dextra dengan atrium sinistra dinamakan sulcus
interatria, di dalam sulcus tersebut terdapat sebuah rigi disebut
crista terminalis. Permukaan dalam atrium bagian posterior
bedinding licin, terdapat muara dari vena cava superior et. Inferior
dan sulcus coronarius. Pada bagian dalam anterior atrium terdapat
m. Pectinati. Pada bagian dalam atrium tepatnya di septum
interatria terdapat fossa ovale yang pada janin merupakan foramen
ovale.

2. Atrium Sinistra
Struktur pada atrium sinistra hampir smaa dengan atrium dextra.
Perbedaannya dalah, atrium sinistra merukan muara dari vena
pulmonalis. Pada atrium sinistra tidak terdapat fossa ovale.

3. Ventricle Dextra
Ventricle dextra terdapat lebih anterior dari venrricle sinistra dan
membentuk sebgian besar facies anterior cordis. Dinding ventricle
dextra lebih tebal dari atrium dextra. Pada permukaan dalam
ventricle dextra tedapat rigi rigi yang disebut trabecula carnae.
Terdapat tiga trabecula carnae, yaitu :
a) M. Papillaris, yang menonjol dan menghubungkan ruang
ventricle dengan cupis pada katup atrioventricular dengan
menggunakan tali fibrosa ( chordae tendinae ).
b) Trabecula septomarginalis ( moderator band ), menyilang
rongga ventricle dextra dari septum interventricle ke dinding
anterior ventricle.
c) Trabecula, rigi rigi tidak beraturan yang tedapat di rongga
ventricle.
Kontrakasi dari ventricle dextra akan mempokan darah ke
trunchus pulmonalis.

4. Ventricle Sinistra
Ventricle sinistra memiliki dinding yang paling tebal diabtara
semua ruangan jantung, hal ini dikarenakan darah dari ventricle
sinistra akan dipompakan ke seluruh tubuh sehingga memerlukan
kontraksi yang kuat. Struktur bagian dalam dari ventricle sinistra
hampir sama dengan ventricle dextra, perbedaannya ventricle
sinistra tidak memiliki trabecula septomarginalis.
d. Katup Atrioventricular dan Katup Semilunar
1. Katup Tricuspidalis
Berada diantara atrium dextra dengan ventricle dextra. Katup ini
memiliki tiga cupis yaitu cupis anterior, septalis ( paling dekat
denganseptum interventricularis ), dan posterior. Setiap cupis
dihubungkan oleh chorda tendinae ke m. Papillaris.

2. Katup Bicuspidalis
Berada diantara atrium sinistra dengan ventricle sinistra. Memiliki
dua cupis yaitu cupis anterior dan posterior. Setiap cupis
dihubungkan oleh chorda tendinae ke m. Papillaris.

3. Katup Semilunar Pulmonalis


Berada diantara ventricle dextra dengan truchus pulmonalis.
Bentuk dari valvulanya semillunar. Memiliki tiga valvula yaitu
valvula semilunar sinistra ( di posterior ), valvula semilunar
anterior, dan valvula semilunar dextra. Pada katup semilunar tidak
ada chorda tendinae yang menghubungkannya dengan ventricle.
4. Katup Semmilunar Aortal
Berada diantara ventricle sinistra dengan truchus aorta. Memiliki
dua valvua yaitu valvula semilunar dextra ( di anterior ) dan
valvula semilunar sinistra ( di posterior ).

e. Fibrous Skeleton
Fibrous Skeleton atau rangka jantung terdiri dari cincin fibrosa yang
mengelilingi ostium atrioventricular, ostium pulmonalis, dan ostium
aorta lalu melanjutkan diri ke pars membranosa, bagian atas septum
ventricular.
C. Sirkulasi Jantung
D. Cardiac Cycle
E. Sistem Konduksi Jantung
WORK SHEET
Sebutkan bagian bagian jantung berikut ini

1.

2. Jelaskan mengenai cardiac cycle !

VASCULARISASI JANTUNG
Learning Objective
1. Mampu memahami vascularisasi dinding jantung

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.
Aorta berjalan ke arah superior menjadi aorta ascendens, membentuk lengkungan
menjadi arcus aorta, dan berjalan ke inferior menjadi aorta descendens.Dinding
jantung medapat darah dari percabangan aorta pars ascendens. Aorta pars
ascendens akan bercabang menjadi a. Coronary dextra et. Sinistra. Arcus aorta
memiliki tiga cabang yaitu, trunchus brachiochepalica, a. Carotis sommunid
sinistra, dan a. Subclavia sinistra.

A. A Coronary Dextra
Berjalan di sulcus atrioventricular dextra. Bercang menjadi :
a. a. marginalis dextra
Di tepi anterior permukaan ventricle dextra
b. a. Interventricularis posterior
Berada di septum interventricular posterior

B. A. Coronary Sinistra
Arteri ini memiliki ukuran yang lebih besar dari a. Coronary dextra. Berjalan
ke anterior antara trunchus pulmonalis dan auricula sinistra, kemudia arteri ini
berjalan di sulcus atrioventricular sinistra. Arteri memiliki cabang :
a. a. Interventricular anterior
berjalan descendens di sulcus interventricular anterior, arteri ini akan
beranastomosis dengan a. Interventricular posterior
b. a. Circumflexa
Arteri ini berjalan melingkar jantung sebelah kiri di sulcus atriovenricular
sinistra.

c. a. Marginalis sinistra
berada di tepi posterior permukaan ventricle sinistra

Aliran darah balik dari pembuluh darah di jantung bermuara ke atrium dextra
melalui sinus coronarius.

A. V. Cardiaca Parva
Membawa darah dari bagian jantung dextra dan akan bermuara ke sinus
coronarius.

B. V. Cardiaca Magna
Membawa darah dari bagian jantung sinistra dan akan bermuara ke sinus
coronarius.

C. V. Cardiaca Media
Membawa darah dari bagian posterior jantung, vena ini akan bermuara ke v.
Cardiaca magna.

WORK SHEET
Perdarahan Ekstrimitas Superior
VASCULARISASI EXTREMITAS
Learning objective

1.Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi bagaimana sistem


perdarahan ekstrimitas bagian superior

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.

Arteri

Perdarahan pada bagian ekstrimitas superior berasal dari trunkus


brachiocervical (untuk ekstrimitas dextra) dan a. Subclavian sinistra (untuk
ekstrimitas sisnistra). Trunkus brachiocervical akan mengosongkan darah ke
a.subclavian dextra. Baik arteri subclacian dextra maupun sinistra akan
mengosongkan darah ke arteri axillary. Lalu a. Axillary akan bercabang kecil
menjadi artery circumflexa humeral yang akan memperdarahi caput humeri.
Namun tetap berlanjut sebagai aliran darah menjadi arteri brachial. Selanjutnya
artery brachial akan mengosongkan darahnya menjadi arteri brachial itu sendiri
(tetap berlanjut), arteri deep brachial, dan arteri superio collateral ulnar. Dimana
ketiga arteri ini akan mengosongkan darahnya menjadi arteri ulnaris maupun
menjadi arteri radialis. Sebagian arteri ulnaris akan mengosongkan darahnya
menjadi arteri interosseous communis yang akan terbagi menjadi 2 yaitu arteri
interoseous communis anterior dan posterior. Selanjutnya arteri interoseous baik
anterior dan posterior akan mengosongkan darahnya ke dalam arkus dorsalis
carpalis. Arteri radialis dan ulnaris tadi juga tetap akan berlanjut dan bersamaan
dengan arteri arkus dorsalis carpalis akan mengosongkan darah ke arcus palmaris
profunda dan sebagian lagi akan mengosongkan darahnya ke arcus palmaris
superficial.
Vena

Untuk vena pada ektrimitas superior terdiri atas 2 bagian yaitu


vena dibagian superficial dan vena dibagian profunda. Untuk vena di bagian
superficial berasal dari plexus dorsal venosus yang akan mengosongkan darah ke
vena basilica dibagian medial dan vena cephalica dibagian lateral dimana vena
basilica dan cephalica akan sama sama mengosongkan darahnya ke vena axillary.
Diantara dua vena tersebut terdapat vena yang menghubungkan kedua vena
tersebut yaitu vena mediana cubiti. Untu vena dibagian profunda berasal dari
arcus palmaris venosus dimana vena ini akan mengosongkan darah ke sepasang
vena radialis dan vena ulnaris. Selanjutnya kedua vena ini akan mengosongkan ke
vena brachialis dan selanjutnya akan mengosongkan darah ke vena axillaris yang
selanjutnya akan menuju vena subclavian dan akan bermuara ke vena cava
superior
WORK SHEET

1.Sebutkan aliran darah arteri dari awal mula sampai akhir !

2.Sebutkan cabang cabang dari arteri brachialis !

3. Sebutkan aliran darah vena dari awal mula sampai akhir !

4. Sebutkan vena apa saja yang bermuara di vena axillaris !


MUSCULUS DINDING THORAX
Learning Objectives:

1. Mampu mengidentifikasi otot-otot pada dinding thoraks

2. Mampu menjelaskan fungsi otot-otot pada dinding thoraks

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.

Surface Anatomy pada dinding Thorax


Incisura jugularis, angulus sterni (Ludovici) yang terletak setinggi corpus
VT 4, processus xiphoideus, dan angulus costae.

Garis-garis pada dinding thorax:

Garis horizontal dipakai costa sebagai garis mendatar.

Garis vertikal:

a. Linea midsternalis adalah garis vertikal yang melalui tengah sternum.

b. Linea sternalis lateralis adalah garis vertikal yang melalui tepi sternum.

c. Linea parasternalis adalah garis vertikal yang melalui titik tengah antara linea
midsternalis dan linea midclavicularis. Linea parasternalis adalah garis vertikal
yang melalui titik tengah antara linea midsternalis dan linea midclavicularis.

d. Linea midclavicularis adalah garis vertikal yang melalui titik tengah os


clavicula.

e. Linea axillaris:
1. Linea axillaris anterior: garis vertikal yang melalui ujung lipat axilla
anterior.

2. Linea axillaris medialis: garis vertikal yang melalui titik tengah fossa
axillaris.

3. Linea axillaris posterior: garis vertikal yang melalui ujung lipat axilla
posterior.

f. Linea midscalpularis: garis vertikal yang melalui angulus inferior scapulae

g. Linea paravertebralis : garis vertikal yang melalui ujung processus transversus


vertebrae.

MUSCULUS DINDING THORAX

Otot-otot respirasi

Quiet breathing (pernafasan biasa) : m. scalenus dan m. intercostalis (saat


inspirasi)

Forced breathing :

a. fase inspirasi : m. scalenus dan semua m. intercostalis

b. akhir inspirasi : m. pectoralis major, m.sternocleidomastoideus, m.


serratus anterior, m. trapezius bagian atas, m. pectoralis minor dan otot-
otot perut

c. fase expirasi : m. intercostalis, m. pectoralis major , m. obliquus


abdominis.
Otot-Otot Pernfasan pada dinding thorax bagian anterior

Nama Otot Origo Insersi Persarafan Fungsi


Mm. Pinggir bawah Pinggir atas Nn. Dengan costa 1
Intercostales costa costa di Intercostales terfiksasi, otot
externi bawahnya ini mengangkat
(11) (Serabut costa selama
berjalan ke inspirasi dan
bawah dan meningkatkan
depan) diameter
anteroposterior
dan transversa
thorax. Dengan
costa terakhir
terfiksasi oleh
otot-otot
abdomen, otot
ini menurunkan
costa selama
ekspirasi
Mm. Pinggir inferior Pinggir Nn. Saat M.
Intercostales costae superior Interostales Quadratus
interni costae di Lumborum dan
(11) (Serabut bawahnya musculus
berjalan ke lainnya
bawah dan memfiksasi
belakang) costa 12,
m.intercostales
interna
mendepresi dan
retraksi costae,
hal ini
mengkompresi
cavum thorax
dan ekspirasi.
Digunakan pada
ekspirasi paksa,
tidak saat
pernafasan
biasa.
Innermost Pinggir inferior Pinggir Nn. Elevasi costae
Intercostalis costae superior Interostales
costae di
bawahnya
M. Corpus sterni, Cartilago Nn. Depresi costae
Transversus Proc.xiphoideus costae 2-6 Interostales
Thoracis
Mm. Costa yang Costa yang Nn. Membantu Mm.
Intercostales berdekatan berdekatan Interostales Intercostales
intimi externi dan
Mm.
Intercostales
interni
M. Pinggir bawah Pinggir atas Mm. Elevasi costae
Subcostalis costae dekat costae 2-3 Intercostales
angulus costae interni

Diaphragma Processus Centrum N.phrenicus Otot inspirasi


(otot respirasi xiphoideus, 6 tendineum yang sangat
terpenting) bagian bawah penting,
akhir menambah
cartilagines diameter
costales, 3 vertikal thorax
bagian atas dengan menarik
pertama centrum
vertebrae tendineum ke
lumbales bawah dan
membantu
menarik costa
bagian bawah
ke atas. Juga
digunakan
ketika
mengencangkan
perut dan
mengangkat
beban berat

Otot-Otot Pernfasan pada dinding thorax bagian posterior

Nama Otot Origo Insersi Persarafan Fungsi


Mm.Levatores Ujung Costa Rami Elevasi
Costarum processus dibawahnya posteriores costae,
(12) transversus Nn.thoricales merupakan
vertebrae C7 spinales otot inspirasi
dan vertebrae
thoracicae
bagian atas
M. Serratus Processus Costa bagian Nn. Mengangkat
posterior spinosus atas intercostales costa,
superior vertebrae merupakan
cervicales otot inspirasi
bagian bawah
dan vertebrae
thoracicae
bagian atas
M. Serratus Processus Costa bagian Nn. Depresi
Posterior spinosus bawah intercostales costae,
inferior vertebrae merupakan
cervicales otot ekspirasi
bagian atas
dan vertebrae
thoracicae
bagian bawah
M. Erector Processus Processus Cabang Extends
Spinae spinosus spinosus posterior N. vertebral
vertebrae T3- vertebrae T1 Spinales column
T12 dan T2,
vertebrae
cervicales

Otot-otot Pangkal Leher yang berkontribusi untuk pernfasan

Nama Otot Origo Insersi Persarafan Fungsi


M. Manubrium Processus
Sternocleidomastoideus sterni, mastideus,
clavicula linea
nuchalis
superior
M. Scalenus: Processus Costae I-II Nn. Elevasi
-M.Scalenus Anterior Transversus Spinales costae,
-M. Scalenus Medius vertebrae Cervicales fleksi
-M.Scalenus Posterior cervicales lateral dan
C1-C7 rotasi pars
cervicales
columna
vertebralis

Otot-Otot yang Menghubungkan Ekstremitas Superior dengan Dinding Dada

Nama Otot Origo Insersi Persarafan Fungsi


M. Pectoralis Setengah Serabutnya N. Pectoralis Aduksi dan
Major medial berjalan medialis dan endorotasi
(Otot tebal clavicula, konvergen dan lateralis dari lengan atas,
berbentuk sternum, dan berinsersi fasciculuc serabut pars
segitiga yang 6 cartilago pada bibir medialis dan clavicularis
menutupi sebelah atas lateral sulcus lateralis juga
dinding dada humeri, crista plexus melakukan
bagian tuberculi brachialis fleksi lengan
anterior, majoris atas
pinggir humeri
bawahnya
membentuk
lipat ketiak
anterior
M. Pectoralis Dari Costae Processus N. Pectoralis Menarik bahu
Minor III-V coracoideus medialis ke bawah dan
(otot tipis scapulae depan, jika
berbentuk bahu difiksasi,
segitiga yang otot ini akan
terletak di menarik costa
permukaan yang
dalam merupakan
musculus tempat
pectoralis origonya
major)
M. Serratus Dari Permukaan N. Thoracalis Menarik
Anterior permukaan anterior longus, scapula ke
(otot ini luar 8 costa pinggir medial berasal dari depan di
menutupi bagian atas scapulae, radix C5,C6, sekitar
permukaan terutama di dan C7 plexus dinding thorax
lateral dinding sekitar brachialis dan memutar
dada) angulus scapula
inferior
scapulae

Otot-Otot Dinding Abdominal anterior yang berperan dalam Respirasi

Nama Otot Origo Insersi Persarafan Fungsi


M. Obliquus Delapan Processus Enam N. Melindungi
externus costa bagian xiphoideus, Thoracicus bagian dan menekan
abdominis bawah linea alba, bawah dan isi abdomen,
crista pubica, N.iliohypogastrica membantu
tuberculum dan fleksi dan
pubicum, N.ilioinguinalis rotasi tubuh,
crista iliaca (L1) membantu
ekspirasi
kuat, miksi,
defekasi,
partus dan
muntah
M. Obliquus Fascia Tiga costa Enam N. Melindungi
internus lumbalis, bagian bawah Thoracicus bagian dan menekan
abdominis crista iliaca, dan cartilago bawah dan isi abdomen,
2/3 lateral costalis, N.iliohypogastrica membantu
lig. inguinale processus dan fleksi dan
xiphoideus, N.ilioinguinalis rotasi tubuh,
linea alba, (L1) membantu
symphisis ekspirasi
pubica kuat, miksi,
defekasi,
partus dan
muntah
M. Enam processus Enam N. Melindungi
transversus cartilago xiphoideus, Thoracicus bagian dan menekan
abdominis costalis linea alba, bawah dan isi abdomen,
bagian symphisis N.iliohypogastrica membantu
bawah, pubica dan fleksi dan
fascia N.ilioinguinalis rotasi tubuh,
lumbalis, (L1) membantu
crista iliaca, ekspirasi
1/3 lateral kuat, miksi,
lig. inguinale defekasi,
partus dan
muntah
M. rectus Symphysis Cartilago Enam N. menekan isi
Abdominis pubica dan costalis V, Thoracicus bagian abdomen,
crista pubica VI, dan VII bawah fleksi
dan vertebrae
processus columna,
xiphoideus membantu
ekspirasi kuat
WORKSHEET

1. Identifikasi musculus no.4 dan 5 beserta fungsinya!

2. Sebutkan otot yang berfungsi saat ekspirasi!

3. Sebutkan origo insersi musculus no.33 dan 35!


VASKULARISASI DINDING THORAX
Learning objective

1.Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi bagaimana sistem


perdarahan pada dinding thorax

Instruksi :
1. Sebelum memulai praktikum, mahasiswa wajib mengikuti pre test praktikum
2. Bagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10-
12 mahasiswa. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh satu orang
pembimbing praktikum
3. Pada setiap meja praktikum, terdapat organ/preparat. Pembelajaran terhadap
organ/preparat mengikuti petunjuk yang telah disediakan.
4. Pelajari dan kerjakan setiap petunjuk dan tugas yang tertera, diskusikan dalam
kelompok dan tanyakan pada pembimbing bila perlu
5. Di akhir dari praktikum aka diselenggarakan post test dan pembahasan/review
dari keseluruhan pembelajaran praktikum.

VASKULARISASI DINDING THORAX

A. Arteri pada thorax

Aorta Descendens Pars Thoracica Cabang Visceral :

Aa. Pericardial
Aa. Bronchial
Aa. Esophageal
Aa. Mediastinal

Aorta Descendens Pars Thoracica Cabang Parietal :

Aa. Intercostal posterior


Aa. Subcostalis
Aa. Phrenica superior

Arteri Subclavia:

Cabang-cabang Arteri Subclavia:

1. Aa. Vertebralis
2. A. Thoracica interna
3. Trunkus Thyrocervical
4. Trunkus Costocervical

Arteri Thoracica Interna

A. Thoracica interna memberu darah untuk dinding anterior tubuh dari


clavicula sampai umbilicus. Arteri ini dipercabangkan dari bagian pertama arteria
subclavia di daerah leher. A. Thoracica interna berjalan vertikal ke bawah pada
pleura di belakang cartilago costalis, satu jari lateral terhadap sternum, dan
berakhir pada spatium intercostale ke enam dengan bercabang menjadi arteria
epigastrica superior dan arteria musculophrenica.

Cabang-cabang Arteri Thoracica Interna

Dua arteri intercostalis anterior, memperdarahi 6 spatium intercostalis


pertama
A. Perforans, yang meyertai cabang terminal n.intercostalis
A. Pericardiophrenica, yang menyertai n.phrenicus dan memperdarahi
pericardium
A. Mediastinalis, memperdarahi mediastinum anterior, kelenjar timus
A. Epigastrica superior, memperdarahi diaphragma dan dinding abdomen
A. Musculophrenica, berjalan sekitar pars costalis diaphragma,
memperdarahi spatium intercostalis bawah dan diaphragma

Trunkus Thyrocervical

Cabang-cabang Trunkus Thyrocervical

A.thyroidea Inferior
A.cervicalis transversa
A. Suprascapular

Trunkus Costocervical

Cabang Trunkus Costocervical : A. Intercostalis suprema, yang memprdarahi


intercostalis 1 dan 2 posterior

Arteri Axillaris

Cabang-cabang A. Axillaris

1. A.thoracoacromial, memperdarahi regio pectoral dan proksimal bahu


2. A.thoracica lateral, memperdarahi m.pectoralis, m.serratus anterior, dan
m.subscapularis
3. A.Subscapular, memperdarahi scapula , m.serratus anterior, teres major,
deltoid dan m.intercostalis
B. Pembuluh darah vena pada thoraks

1. Vena Brachiocephalica
Vena brachiocephalica dextra dibentuk di pangkal leher oleh gabungan
dari vena subclavia dextra dan vena jugularis interna dextra.
Vena brachiocephalica sinistra mempunyai asal yang sama. Pembuluh ini
berjalan miring ke bawah dan kanan di belakang manubrium sterni dan di
depan cabang-cabang besar arcus aortae. Pembuluh ini bergabung dengan
vena brachiocephalica dextra untuk membentuk vena cava superior.
Masing-masing vena brachiocephalica bercabang menjadi: v. Vertebralis,
v.thoracica interna, ven thyroidea inferior dan v.intercostalis posterior
pertama.

2. Vena Cava Superior


Vena cava superior membawa semua darah vena dari kepala, leher, dan
kedua ekstremitas superior, dan dibentuk oleh persatuan dua v.brachiocephalica.
Vena ini berjalan lurus kebawah untuk berakhir pada atrium kanan jantung. Vena
azygos bergabung dengan dengan permukaan posterior vena cava superior tepat
sebelum vena cava superior menembus pericardium.
Vena cava superior menerima darah dari vena brachiocephalica dextra dan
sinistra.

3. Vena-vena azygos
Vena-vena azygos terdiri dari vena azygos sendiri, vena hemiazygos
inferior, dan vena hemiazygos superior. Pembuluh-pembuluh ini mengalirkan
darah dari bagian posterior spatium intercostale, dinding posterior abdomen,
pericardium, diaphragma, bronchus, dan oesophagus.
Vena Azygos
Asal dari vena azygos bervariasi. Sering dibentuk oleh persatuan dari vena
lumbalis ascendens dextra dan vena subscostalis dextra. Pembuluh ini naik
ke atas melalui hiatus aorticus pada diaphragma , pada sisi kanan aorta
sampai setinggi vertebrae thoracica V. Di sini pembuluh ini melengkung ke
depan di atas radix pulmonalis dextra dan bermuara ke vena cava superior.
Vena azygos menampung darah dari banyak pembuluh, termasuk delapan
buah vena intercostales bagian bawah, vena intercostales superior dextra,
vena hemiazygos inferior dan superior, dan sejumlah vena mediastinales.

Vena Hemiazygos Inferior


Vena ini sering dibentuk oleh gabungan vena lumbalis ascendens sinistra
dan ven asubscostalis sinistra. Vena ini naik ke atas setinggi vertebrae
thoracica VIII membelok ke kanan dan bergabung dengan vena azygos.
Vena ini menerima darah dari beberapa vena intercostalis sinistra bagian
bawah dan vena mediastinales

Vena Hemiazygos Superior


Vena ini dibentuk oleh gabungan dari vena intercostalis keempat sampai
dengan ke delapan, dan bergabung dengan vena azygos setinggi vertebrae
VII.
WORK SHEET

1.Sebutkan cabang-cabang dari arteri subclavia serta daerah perdarahannya !

2.Sebutkan cabang cabang dari a. Thoracica interna!

3. Sebutkan aliran darah vena dari vena intercostales bagian bawah sampai vena
cava superior!

4. Sebutkan vena apa saja yang bermuara di vena azygos!