Anda di halaman 1dari 6

PERBEDAAN SFAC NO.

1, 2 DAN 8

1. SFAC No.1
SFAC No. 1 menekankan pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan yaitu untuk
menyediakan informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan
ekonomi.
SFAC No. 1 : Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises
Menekankan pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan yaitu untuk menyediakan
informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan bisnis dan
ekonomi. Statement ini merupakan turunan dari Trueblood Report dengan beberapa
judgment penilaian yang lebih berorientasi pada pengguna. SFAC No. 1 ini :
a. Melanjutkan tradisi ber-orientasi pengguna , walaupun mengakui keragaman
pengguna eksternal, statemen ini menyatakan bahwa karakteristik inti yang sama dari
semua pengguna eksternal adalah kepentingan untuk memprediksi jumlah, waktu dan
ketidakpastian arus kas pada masa yang akan datang.
b. Berpendapat bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat general purpose daripada
mengarah pada kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
c. Mengasumsikan pengguna mempunyai pengetahuan tentang informasi dan pelaporan
keuangan, sebuah penyimpangan dari asumsi Trueblood report yang
menyatakan kemampuan yang terbatas pengguna laporan keuangan.
d. Seperti Trueblood Report, pengguna juga diasumsikan memiliki wewenang yang
terbatas.
e. Statemen juga mencatat The Importances of Stewardship yang menentukan seberapa
baik manajemen menjalankan kewajiban dan obligasi pada pemilik dan kelompok
kepentingan lainnya. Gagasan ini muncul karena penafsairan yang sempit terhadap
pemeliharaan sumber daya perusahaan yang layak untuk pertanggungjawaban.
Statement ini mengakui adanya heterogenitas kelompok pengguna eksternal.
Meskipun demikian, statement ini menyatakan bahwa pada umumnya para pengguna
eksternal tersebut mementingkan prediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian aliran
kas di masa mendatang. Oleh karena itu, tujuan pelaporan keuangan perusahaan
didefinisikan secara umum dan tidak menyasar pada kepentingan satu kelompok
pengguna saja. Statement ini berasumsi bahwa pengguna laporan keuangan memiliki
kemampuan dalam membaca informasi yang terdapat didalamnya. Selain itu,
statement ini juga menyatakan pentingnya stewardship untuk menaksir seberapa baik
manajemen melaksanakan tugas dan kewajibannya kepada pemilik dan pihak lain
yang berkepentingan. Berikut ini merupakan beberapa judgement penilaian penting
yang dibuat melalui laporan:
1. Manfaat penggunaan informasi lebih besar daripada biaya yang digunakan untuk
menyediakan informasi tersebut.
2. Laporan akuntansi bukan satu- satunya sumber informasi mengenai perusahaan.
3. Accrual accounting sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning
power dan aliran kas suatu perusahaan.
4. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan
dan penaksiran mereka sendiri.
Dokumen ini tidak menyatakan statement mana yang harus dipakai dan bagaimana
formatnya. Namun dokumen ini menyatakan bahwa pelaporan keuangan harus
menyediakan informasi mengenai sumber ekonomi perusahaan, kewajiban, dan ekuitas
pemilik
SFAC No. 1 : Tujuan Laporan Keuangan
1. Fokus Luar : Informasi Untuk Investasi Dan Kredit.
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor
dimasa yang akan datang, dan investor potensial serta kreditur dan pemakai lainnya
dalam mengambil keputusan investasi dan kredit yang rasional serta keputusan
lainnya.
2. Fokus Sempit : Informasi Untuk Prospek Aliran Kas.
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu investor
potensial dan investor dimasa yang akan datang serta kreditur dalam menaksir
jumlah dan waktu dan prospek penerimaan dari dividen dan bunga yang tidak
menentu dan keuntungan dari penjualan jatuh tempo surat-surat berharga atau
pinjaman.
3. Fokus Final : Informasi Mengenai Aktiva, Pasiva, Perubahan yang Terjadi di
Dalamnya.
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi mengenai sumber daya
perusahaan pemilikan sumber daya tersebut dan pengaruh transaksi-transaksi
kejadian-kejadian dan perputaran yang menyebabkan perubahan sumber daya dan
pemilikan sumber daya tersebut.

2. SFAC No.2
Menjelaskan tentang karakteristik informasi akuntansi agar bisa digunakan dalam
pembuatan keputusan. Para pembuat keputusan membutuhkan informasi untuk
digunakan dalam keputusan investasi, kredit, dan keputusan yang serupa lainnya. SFAC
ini diterbitkan oleh FASB pada tahun 1980. Dalam Statement ini terdapat dua
karakteristik utama yang membuat informasi akuntansi bermanfaat dalam pembuatan
keputusan, yaitu relevance dan reliability.
Menurut statement ini, informasi yang relevan harus tepat waktu dan harus memiliki
nilai prediktif atau nilai umpan balik atau keduanya. Sementara informasi yang reliabel
harus memiliki representational faithfulness dan harus dapat diverifikasi dan netral.
Disisi lain, statement ini juga memasukkan comparability yang mencakup
consistency sebagai kualitas skunder yang berhubungan
dengan relevance dan reliability untuk mendukung kegunaan informasi.

Relevance
Mampu membuat perbedaan dalam suatu keputusan dengan membantu pengguna
untuk memprediksi mengenai outcome dari kejadian masa lalu, sekarang, dan masa depan
atau untuk mengkonfirmasi atau mengoreksi ekspektasi. Relevansi memiliki dua aspek
penting dan satu aspek tambahan yaitu :
Predictive Value
Kegunaan input untuk melakukan prediksi seperti arus kas atau earning power.
Feedback Value
Menekankan pada konfimasi dan koreksi ekspektasi awal dari para pengambil
keputusan. Untuk menaksir dimana posisi perusahaan saat ini dan bagaimana
manajemen menjalankan fungsinya. Jika dilihat lebih luas, maka feedback value ini
juga berhubungan dengan akuntabilitas. Informasi yang disediakan oleh kualitas ini
juga mempengaruhi predictive value.
Timelines.
Merupakan hambatan bagi kedua aspek diatas. Sebuah informasi akan relevan bila
disajikan tepat waktu sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk
mempengaruhi pengambilan keputusan. Sering terjadi trade-off
antara timeliness dengan komponen lain relevansi. Terdapat kemungkinan terjadi
konflik antara predictive value dan feedback value. Misalnya dalam kasus akuntansi
manfaat dana pension.
Reliability
Tersusun dari tiga bagian yaitu: verifiability, representational faithfulness, dan neutrality.
Verifiability
Tingkat consensus diantara para pengukur (measurer).
Representational faithfulness
Pengukuran harus sesuai dengan fenomena yang akan diukur.
Neutrality
Keyakinan bahwa proses penetapan kebijakan harus lebih ditekankan pada relevansi
dan reliabilitas daripada dampak sebuah standar atau peraturan pada kelompok
pengguna secara spesifik atau kepentingan perusahaan itu sendiri.
Karakteristik terakhir yang disebutkan dalam SFAC nomor 2 adalah materiality yang
merupakan bagian sifat ambang batas untuk pengakuan (threshold for recognition).
Materialitas adalah sebuah konsep luas yang berhubungan dengan karakteristik kualitatif,
terutama relevansi dan keandalan. Materialitas dan relevansi keduanya didefiniskan
dalam hal apa yang mempengaruhi atau membuat suatu perbedaan bagi pembuat
keputusan. Sebuah keputusan untuk tidak mengungkapkan infromasi yang pasti mungkin
bisa dibuat, karena investor tidak memiliki kebutuhan infromasi semacam itu (tidak
relevan) atau karena jumlah yang terlibat terlalu kecil untuk membuat perbedaan (tidak
material). Suatu item akan dianggap material jika pencantuman atau pengabaian item
tersebut mempengaruhi atau mengubah penilaian seorang pemakai laporan keuangan.
Baik faktor-faktor kuantitatif maupun kualitatif harus dipertimbangkan dalam
menentukan apakan suatu item material atau tidak.
3. SFAC No.8
Sedangkan isi SFAC No.8 yang mencakup isi dari SFAC No.1 dan SFAC No. 2
menyatakan tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang nantinya akan menjadi
dasar dalam pengembangan akuntansi keuangan dan pedoman laporan. Konsep-konsep
fundamental berarti bahwa konsep-konsep lain yang mengalir dari pengakuan dan
pengukuran serta pengulangan referensi akan diperlukan untuk memberntuk, menafsirkan
dan menerapkan pedoman akuntansi dan pelaporan.
Karakteristik yang dijelaskan dalam statemen ini terdiri dari dua karakteristik
fundamental dan empat karakteristik tambahan yang sifatnya meningkat mutu dari dua
karakteristik fundamental tersebut. Dua karakteristik fundamental tersebut
yaitu relevance dan faithful representation. Kemudian, agar kegunaan suatu informasi
keuangan semakin meningkat, maka harus didukung oleh empat karakteristik tambahan
yaitu comparability, verifiability, timeliness, dan understandability.
Dua karakteristik fundamental tersebut memerlukan comparability, verifiability,
timeliness, dan understandability untuk meningkatkan kualitas informasi yang
bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Comparability merupakan karakteristik
kualitatif yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi dan memahami persamaan dan
perbedaan antara dua item ataupun dua perangkat fenomena ekonomi, misalnya dua
perangkat statemen keuangan yang merepresentasi kegiatan dua badan usaha.
Sedangkan verifiability berarti bahwa suatu informasi mampu memberikan keyakinan
yang tinggi kepada para pemakai karena tersedianya sarana bagi para pemakai untuk
menguji secara independen kebenaran informasi tersebut. Selain itu, kualitas informasi
akan semakin meningkat ketika informasi itu tersedia secara tepat
waktu (timeliness) pada saat dibutuhkan oleh para pembuat keputusan. Informasi tersebut
juga harus mampu dicerna atau dipahami (understandability) maknanya oleh para
pemakai. Suatu laporan keuangan disediakan untuk pengguna yang memiliki
pengetahuan yang cukup tentang bisnis dan kegiatan ekonomi serta bagi mereka yang
melakukan review dan analisis informasi ekonomi dengan rajin.
4. Perbedaan SFAC No. 1, No. 2 dan No. 8
1. Dibandingkan dengan SFAC No. 1, meskipun kata "pelayanan" tidak muncul di SFAC
No. 8, Dewan jelas menunjukkan bahwa salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah
untuk memberikan informasi yang memungkinkan pengguna untuk menilai seberapa
efisien dan efektif manajemen telah menggunakan melaporkan sumber entitas.
2. SFAC No. 8 merevisi SFAC No. 1 di mana Badan Usaha diatur dalam Berbagai Jenis
Entitas mempertimbangkan tujuan tujuan umum untuk pelaporan keuangan.
3. Dibandingkan dengan kerangka kerja sebelumnya, di SFAC No. 8 daripada
menggunakan istilah-istilah seperti 'pendapatan' dan 'keuntungan', menggunakan frase
'efek transaksi dan peristiwa lain yang mengubah sumber daya entitas ekonomi dan
klaim' (ayat OB12).
4. Dalam SFAC No. 2, Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi, sedangkan di SFAC
No. 8 direvisi sebagai Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan yang berguna, di
mana pernyataan ini melihat munculnya manfaat informasi dalam laporan keuangan.
5. Dalam SFAC No. 8 dimengerti adalah bagian dari meningkatkan karakteristik
kualitatif, sedangkan di SFAC No. 2 merupakan faktor tertentu pengguna.
6. Bandingkan dengan SFAC No. 2, di SFAC No. 8 tidak lagi menggunakan keandalan
sebagai karakteristik kualitatif utama informasi keuangan. Melainkan menggunakan
representational faithfulness sebagai salah satu dari dua karakteristik kualitatif
mendasar dari informasi keuangan.
7. Dalam ketepatan waktu SFAC No. 2, informasi yang relevan harus disajikan, memiliki
nilai prediksi dan nilai umpan balik. Sementara di SFAC No. 8, informasi keuangan
yang relevan mampu membuat perbedaan dalam keputusan jika memiliki nilai prediksi
dan nilai konfirmasi.
8. Dalam SFAC No. 8, menjadi representational faithfulness itu harus memiliki
karakteristik yang lengkap, netral dan bebas dari kesalahan. Sementara di SFAC No. 2,
representational faithfulness menjadi bagian dari kehandalan.
9. Materialitas dalam SFAC No. 2 tidak dikaitkan dengan relevansi, sedangkan di SFAC
No. 8 berpandangan bahwa materialitas berkaitan dengan relevansi. Suatu item akan
dianggap material jika pencantuman atau pengabaian item tersebut mempengaruhi
atau mengubah penilaian seorang pemakai laporan keuangan.