Anda di halaman 1dari 13

Lion Air adalah nama sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berasal dari

Indonesia. Maskapai ini melayani penerbangan domestik maupun internasional. Lion Air
merupakan maskapai pertama di Indonesia yang menggunakan armada jenis Boeing 737-
900ER dengan jumlah yang cukup banyak. Armada maskapai tersebut digunakan untuk
penerbangan domestik dan internasional (Singapura, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh).
Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang
kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro
perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan
impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi
yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum
didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai
pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200.
Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai
Presiden dan juga Direktur.
Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air
menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta ; sedangkan perusahaan penerbangan
lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu
memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari
Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi
prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke
Pulau Sumatera, Batam, Pangkalpinang, dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B
(mulai 11 Oktober 2010) hingga saat ini. Sedangkan semua penerbangan internasional
Lion Air dilayani dari terminal 2E.
Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri
McDonnell Douglas MD-82 dan 5 pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang
rendah biaya, armada Lion Air didominasi oleh MD-80 karena efisiensi dan
kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178
Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014.
Lion Air juga berencana bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian
Airlines untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2
(dua) Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.
Visi dan Misi Lion Air
Visi
Menjadikan Lion Air menjadi maskapai yang terdepan pada industry penerbangan
Indonesia.
Misi
Menjadi maskapai swasta efisien inovatif dan profesional dalam menjangkau kota-kota
yang ada di Indonesia
Armada Lion Air saat ini
Sampai saat ini armada Lion Air berjumlah sekitar 114 pesawat dengan rincian:
Boeing 747 400 2 unit
Boeing 737 800 WL 12 unit
Boeing 737 900 ER 87 unit
Boeing 737 400 5 unit
Boeing 737 300 3 unit
MD-82 4 unit
Analisis Manajemen Strategi
Strength (kekuatan)
Tidak bisa dipungkiri kekuatan dari maskapai Lion Air adalah harga tiket yang murah dan
jadwal yang flexibel. Dengan jadwal flight yang banyak memudahkan penumpang untuk
mengatur waktu keberangkatan. Lantas mengapa harga tiket Lion bisa lebih
murah
dibanding yang lain? Salah satu alasannya adalan Lion menggunakan pesawat yang efisien
yaitu Boeing 737 900ER
Spesifikasi Boeing 737 900ER
- Seat capacity : 210 seats (1 class) 189 seats (2 class)
- Max. Take off weight : 85.100 kg (cargo+fuel)
- Minimum runway required : 2.500 m
- Cruising speed : 823 km/h
- Range fully loaded : 5.000 km
Melihat spesifikasi diatas, boeing 737 900ER termasuk pesawat yang efisien.
Bisa
menampung sampai 210 pax bandingkan dengan pesawat sekelasnya yang hanya 180
seats. Maka dari itu Lion membeli 178 Boeing 737 900ER pada tahun 2008. Disamping
efisien pesawat ini juga telah dilengkapi sistem navigasi terbaru.

Sebagai pioneer maskapai berbiaya murah di Indonesia, menjadikan nama Lion


Air
melekat kuat dimasyarakat. Bisa dibilang status sebagai pioneer menjadi kelebihan
tersendiri dibanding dengan kompetitor lainnya. Coba kita flashback ke belakang, sudah
berapa kecelakaan yang dialami Lion Air? Blom lagi insiden delay yang berjam-jam. Tapi
tetap saja masyarakat tidak kapok dengan Lion air. Load factor diatas 70%. Fantastis!
Kelemahan
Kalau ditanya apa kelemahan Lion Air jelas saya akan menjawab DELAY. Tingkat OTP
(On Time Performance) Lion Air jauh sekali dari rata-rata maskpai Indonesia. Banyaknya
kota yang disinggahi satu pesawat menjadi alasan utama. Turn over time dari deboarding
ke boarding biasanya 45 menit. Penumpang yang lelet dalam proses boarding juga menjadi
penyebabnya. Seharusnya ground staff Lion harus cekatan menghandle masalah boarding.
Soal kenyamanan juga Lion masih dibawah ekspektasi. Mulai dari proses
check-in,
antriannya sangat panjang. Staff check-in Lion bekerja dengan lamban. Berbeda dengan
staff Sriwijaya atau AirAsia yang cekatan dan efisien. Pelayanan on-board pun tidak ada
yang bisa diharapkan karena memang Lion tidak memberikan makanan dipesawat. Tapi
sifat pramugari yang jutek dan tidak helpful memberikan poin minus buat Lion.
Kualitas pilot Lion Air juga bisa menjadi kelemahan. Pasalnya sebagian besar pilotnya
merupakan junior pilot. Bagus jeleknya pilot bisa diketahui dari caranya mendaratkan
pesawat. Karna fase pendaratan merupakan fase yang paling kritis dan membutuhkan
perhitungan yang sangat matang. Masih ingat dengan kasus kecelakaan Lion Air di
Denpasar? KNKT merilis pre-liminary report yang menyebutkan salah satu penyebab
terjadinya kecelakaan adalah karena saat itu pesawat dikendalikan oleh kopilot yang hanya
mempunyai 900 jam terbang untuk 737 900 sedangkan regulasi mensyaratkan pengalaman
minimal 1.000 jam terbang untuk bisa menerbangkan pesawat.
Peluang
Keadaan geografis Indonesia terdiri dari berbagai pulau. Tentunya cara termudah untuk
menghubungkan satu pulau dengan pulau lain adalah dengan transportasi udara. Hal ini
tentunya bisa menjadi pelaung bisnis bagi Lion Air. Saat ini Lion Air melayani lebih dari
36 kota diseluruh Indonesia, dari Banda Aceh hingga ke Jayapura.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun
terakhir. Hal itu meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Sekarang bukan
hanya orang kaya yang bisa naik pesawat. Dengan tiket murah, sekarang masyarakat kelas
bawah pun bisa naik pesawat. Apalagi dengan meningkatnya daya masyarakat, mereka
beralih dari transportasi darat ke pesawat udara yang lebih cepat dan nyaman.
Ancaman
Ancaman dari maskapai berbiaya rendah adalah munculnya rival baru.
Kemunculan
AirAsia membuat Lion Air gusar. Mengusung konsep maskapai berbiaya rendah tentunya
akan menjadi rival berat Lion Air. Apalagi AirAsia terkenal dengan pelayanan yang
ciamik, staff dan pramugari yang ramah dan OTP yang baik. Apalagi AirAsia punya jurus
pamungkas yaitu seat pitch yang lebih manusiawi dibanding Lion dan tiket promo yang
sangat menggiurkan.
Dari penjelasan diatas, maka didapat beberapa kekuatan kelemahan peluang dan ancaman
maskapai Lion Air
Strength
Menggunakan pesawat hi-tech yaitu boeing 737 900ER
Harga tiket murah
Nama lion sudah sangat melekat dimasyarakat
Menjangkau hampir seluruh wilayah indonesia
Weakness
On Time Performance masih dibawah rata-rata maskapai lain
Pelayanan masih dibawah harapan
Seatpitch sempit
Kualitas skill pilot masih tergolong rendah
Opportunity
Geografis indonesia terdiri dari berbagai pulau
Jumlah penumpang pesawat bertambah signifikan dalam beberapa tahun
Jalanan yg semakin macet membuat orang beralih menggunakan pesawat
Threat
Munculnya maskapai baru dikelas yang sama
Tiket promo maskapai lain terutama maskapai full service

ANALISA SWOT PT. ASTRA


HONDA MOTOR(AHM)
Analisa SWOT PT. Astra Honda Motor(AHM)
PT Astra Honda Motor berdiri pada tahun 1971. Perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri manufakturing telah berkembang selama 32 tahun
di Indonesia Perusahaan yang berawal bernama PT Federal Motor ini telah
menjadi perusahaan nasional yang berkebang cukup pesat.

Selama 32 tahun bekembang, PT Astra Honda Motor telah menjadi


perusahaan otomotif nasional yang cukup disegani baik nasional maupun
internasional. Selama perkembangannya, PT Astra Honda Motor pun
mengalami pasang-surut dalam perjalanannya. Banyak faktor yang
memperngaruhi perkembangan PT Astra Honda Motor ini, baik dari luar
maupun dalam .

Pada kesempatan kali ini , saya mencoba menganalisis SWOT dari PT


Astra Honda Motor untuk mengetahui sejarah perkembanganya. Analisis
SWOT ini mungkin salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan perusahaan ini. Analisis SWOT dilakukan oleh setiap
management perusahaan untuk menentukan tindakan strategi atau
antisipasi terhadap kesempatan dan hambatan terhadap perusahaan.

ANALISA SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau
suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Proses ini
melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis
SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai
hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya
dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana
kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu
membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada
Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan
menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500. Berikut
penjabaran analisis SWOT:
Strength(Kekuatan)
Merupakan kondisi internal yang menunjang suatu organisasi untuk
mencapai objektif yang diinginkan.

Weakness(Kelemahan)
Merupakan kondisi internal yang menghambat suatu organisasi umtuk
mencapai objektif yang diinginkan.

Opportunity(Peluang)
Merupakan kondisi eksternal yang memberikan peluang bagi
perkembangan organisasi dimasa yang akan datang.

Threat(Ancaman)
Merupakan kondisi eksternal yang menjadi ancaman bagi eksistensi
organisasi.

STRENGTH(KEKUATAN)
Kali ini hasil analisis SWOT saya terhadap PT Astra Honda Motor. PT Astra
Honda Motor mempunyai beberapa kekuatan yang dapat di jadikan
sebagai modal untuk mengembangkan perusahaan dan bersaing di pasar.
Berikut analisis kekuatan / strength yang dimiliki PT Astra Honda Motor :

Kualitas, kualitas produk yang di produksi telah berstandar


internasional dan telah memasyarakat di masyarakat Indonesia.
Kuantitas, kemampuan produksi yang lebih dari 30.000 unit dengan
didukung 4 pabrik yang beroperasi.
Branch Mark, produk Honda yang mayoritas digunakan oleh
masyarakat Indonesia membuat merk Honda menjadi merk terbaik di
kalanga masyarakat.
Prestasi, prestasi yang di dapat oleh PT Astra Honda Motor
dibuktikan dengan banyaknya penghargaan terbaik kepada PT Astra
Honda Motor.
Mudah dalam mendapatkan spare part.Station service dan spare
part yang terdistribusi hingga tersebar hampir ke seluruh kota di
Indonesia membuat konsumen dengan mudah mendapatkan part untuk
perbaikan maupun aksesoris lainnya.
Dealer / Show room yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini
memberikan kemudahan bagi para konsumen untuk membeli produk dari
Honda.
Teknologi , kemajuan teknologi canggih di dunia otomotif terus
berkembang. Begitupun teknologi yang terus dikembangkan dan
diterapkan pada produk Honda membuat masyarakat semakin
mempercayai kualitas produk dari PT Astra Honda Motor.
Low Price Produk, Harga jual produk yang terjangkau semakin
membuat masyarakat mudah untuk membeli produk dari Honda tersebut.
Sebagaimana yang di ketahui dengan kondisi ekonomi yang semakin
menuntut disetiap sektor , masyarakat harus mampu untuk mengelola
keuangan dengan baik termasuk untuk membeli produk dengan harga
yang terjangkau.

WEAKNESS(KELEMAHAN)
Selain sisi kekuatan yang telah saya coba analisis, kali ini saya mencoba
untuk menganalisis sisi kekurangan atau weakness dari PT Astra Honda
Motor. Sisi kekurangan ini dianalisa untuk terus memperbaiki kinerja dan
perkembangan kedepan PT Astra Honda Motor untuk tetap terus bersaing
di pasar otomotif. Berikut ini beberapa kelemahan dari PT Astra Honda
Motor:

Model atau design yang kurang modis, desain yang kurang modis
dan mengikuti keinginan masyarakat membuat minat masyarakat untuk
membeli produk menurun. Keinginan atau trend dariwaktu ke waktu terus
berubah membuat para produsen harus dapat mengerti keinginan
masyarakat.
Produk yang abnormal, beberapa varian produk dari Honda ini
mengalami gangguan ketika produk tersebut telah dijual atau dipasarkan
ke masyarakat.
Part yang cenderung mahal, spare part atau suku cadang yang
relatif mahal mempunyai faktor penjualan produk terhadap daya beli
masyarakat. Ketika suku cadang mahal, masyarakat pengguna produk
memikirkan jangka panjang terhadap suku cadang produk yang dibelinya
tersebut. Itu dikarenakan suku cadang merupakan bagian yang penting
saat part dari produk memasuki masa usia layak pakainya.

OPPORTUNITIES(KESEMPATAN)
Selain analisis kekuatan dan kelemahan , SWOT juga menganalisis
peluang penjualan perusahaan di pasar. Kesempatan dan peluang ini
terbentuk oleh tersedianya pangsa pasar yang ada. Berikut ini beberapa
analisi peluang PT Astra Honda Motor di pasar otomotif nasional:

Jumlah penduduk yang besar, tingkat populasi penduduk yang


cukup besar merupakan pasar potensial yang dapat dijadikan sebagai
target penjualan produk. Semakin banyak penduduk kemungkinan untuk
menjual produk lebih banyak sangat terbuka lebar.
Produsen yang masih terbatas, terbatasnya produsen produk
otomotif khususnya sepeda motor memberikan peluang besar terhadap
PT Astra Honda Motor untuk mengambil pangsa pasar tersebut.
Ekspansi ekspor ke negara berkembang, sebagaimana yang telah
kita ketahui bahwa PT Astra Honda Motor telah melakukan eksport
produknya ke negara yang sedang berkembang. Ekspansi ini perlu
dilakukan untuk mengembangkan pangsa pasar dan peningkatan
penjualan serta perluasan jaringan terhadap produk yang hendak di
pasarkan.
Kepercayaan Honda Japan Corp., kepercayaan pemilik brand Honda
dari jepang terhadap PT Astra Honda Motor merupakan sebuah peluang
untuk terus mengembangkan potensi yang ada pada PT Astra Honda
Motor. PT Astra Honda Motor terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas
hubungan dan perkembangan teknologi terbaru.
Banyaknya komunitas motor Honda, para pengguna honda yang
membentuk komunitas ini seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu
pangsa pasar produk dimana komunitas pecinta sepeda motor ini
merupakan aset ATPM untuk mencoba memasarkan produk terbaru. Ini
berguna sebagai acuan untuk tahapan proses selanjutnya.

THREAT(ANCAMAN)
Terakhir, analisis SWOT menganalisis ancaman terhadap kelangsungan
perusahaan untuk terus berkembang. Berikut hasi percobaan analisis saya
tentang analisi ancaman terhadap PT Astra Honda Motor :

Produsen lain yang terus berkembang, produsen otomotif lain yang


terus berbenah diri dan berkembang serta berusaha untuk membagun
citra positif untuk merebut sebagian pangsa pasar otomotif merupakan
sebuah ancama PT Astra Honda Motor terhadap produk yang dipasarkan.
Krisis Global, tidak bisa di pungkiri bahwa pengaruh ekonomi global
dapat mengurangi daya beli pasar terhadap produk terutama pasar
nondomestik yang mengalami krisis tesebut.
Bencana alam, bencana tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu
membuat Honda Corp Japan mengalami goncangan. Ini membuat part
yang masih di import langsung dari Jepang megalami keterhambatan.
Part import , suku cadang yang masih belum dapat sepenuhnya di
produksi dalam negeri membuat ketergantungan akan suku cadang
import masih tinggi. Apabila terjadi keterlambatan atau hambatan dalam
distribusi suku cadang akan berpengaruh terhadap produksi produk
tersebut.
Suku Bunga bank, suku bunga berpengaruh terhadap daya beli
masyarakat, apabila sukubunga turunmaka daya beli akan naik namun
apabila suku bunga itu naik maka akan terjadi penurunan daya beli
masyarakat dan menjadi salah satu ancaman bagi penjualan produk.
Investasi, PT Astra Honda Motor merupakan perusahaan tebuka. Ini
berarti bahwa kepemilikan sahamnya dimiliki oleh beberapa pemegang
saham. Investasi yang tumbuh dengan baik akan memberi dampak positif
bagi kelangsungan perusahaan., namun sebaliknya jika kondisi investasi
memburuk maka menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup
perusahaan. Investasi merupakan modal utama pada sebuah perusahaan
terbuka.
Kebijakan pemerintah, kebijakan pemerintah merupakan suatu hal
yang sangat perlu di perhatikan, meskipun jarang terjadi hal ini menjadi
suatu faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Contoh kecil adalah kenaikan harga bbm, ini memicu penurunan daya beli
masyarakat terhadap produk otomotif.
Besaran Uang muka, sebagian besar di Indonesia penggunaan
sistem kredit menjadi pilihan terbanyak bagi masyarakat yang membeli
produk otomotif. Keringanan dalam membayar dan dengan menyerahkan
uang muka dapat membeli produk tersebut. Semakin kecil uang muka
semakin besar daya beli masyarakat untuk membeli produk dengan
dicicil. bgtu pula sebaliknya.
KESIMPULAN

Bayaknya persaingan perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam


bidang industri membuat Indonesia memiliki peluang yang besar bagi
sumber daya manusianya. Akan tetapi, di samping memiliki peluang yang
besar, sumber daya manusia di Indonesia pun akan mempunyai ancaman
yang besar pula dengan adanya AFTA 2015. Kualitas sumber daya
manusia yang bagus sangat mempengaruhi keunggulan produk
perusahaan yang bersaing dengan pesaingnya.

SARAN BAGI CALON KARYAWAN UNTUK MENGHADAPI AFTA 2015

Untuk menghadapi AFTA 2015, kita harus mempersiapkan diri kita dan
segala sesuatunya sedini dan semaksimal mungkin. Itu dikarenakan,
dengan adanya AFTA 2015 maka akan ada kebebasan mencari pekerjaan
di daerah ASEAN tanpa syarat apapun. Akan tetapi, kita sebagai orang
Indonesia tidak perlu merasa rendah diri dengan negara lain. Itu
dikarenakan kualitas dan kemampuan kita tidak kalah jauh dengan negara
tetangga. Di sini, yang perlu diingat adalah kita harus terus mengasah
keahlian yang kita punya agar dapat terus berkembang.

5 Hal Yang Mesti Dibenahi Menghadapi AFTA 2015


ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang dimulai tahun 2015 merupakan
sebuah kesempatan besar sekaligus tantangan maha berat bagi
Indonesia. Posisi Indonesia bisa dikatakan belum cukup kuat untuk
bersaing, sekalipun di tingkat ASEAN.

Statistik tak bisa berbohong. Pada tahun 2012-2013, menurut World


Ekonomic Forum (WEF) tentang Global Competitiveness Index, Indonesia
berada di posisi ke 50 dari 144 negara yang disurvei. Jauh tertinggal
dengan negara-negara ASEAN lainnya,Singapura misalnya menduduki
peringkat 2, Malaysia (25), Brunei Darussalam (28), dan Thailand (38).

Rendahya peringkat daya saing Indonesia disebabkan beberapa faktor


mendasar, yakni : (1) masih tingginya angka korupsi, (2) iklim investasi
yang tidak stabil akibat rentannya konflik menjurus kekerasan, (3)
penegakan hukum yang lemah, (4) tenaga kerja kurang terampil, dan (5)
tingkat pendidikan yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, mau tidak mau, senang tidak senang, kita akan
menghadapi AFTA. Kita harus menyiapkan diri karena ekonomi ASEAN
akan sangat terbuka pada lalu lintas barang dan jasa di antara negara-
negara kawasan. ASEAN akan terkoneksi dengan liberalisasi pasar yang
akan mengubah wajah perekonomian secara cepat. Siapa tak berbenah
maka akan terlindas persaingan.

Setelah mengetahui gambaran persaingan sebenarnya, tak ada jalan


paling baik selain membenahi beberapa faktor penyebab di atas.

1. Korupsi
Berdasarkan catatan Lembaga Transparency Internasional (TI), Indeks
Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia masih rendah. Skor IPK pada tahun 2013
berada di angka 32. Indonesia terpuruk di posisi 114 dari 177 negara.
Sebagai bandingan dengan negara anggota ASEAN, Singapura dengan IPK
tertinggi (86), kemudian Brunei Darussalam (60), Malaysia (50), Philipina
(36), dan Thailand (35). Dengan demikian Indonesia hanya sedikit di atas
negara Vietnam (31), Timor Leste (30), Laos (26), Myanmar (21), dan
Kamboja (20).

Data diatas menunjukkan dengan jelas bahwa kualitas penanganan


korupsi standarnya berbeda di setiap negara. Semestinya Indonesia tak
perlu malu belajar dari metode dan tegasnya Singapura dalam
memberantas korupsi. Di negeri singa, kejahatan korupsi ditindak dengan
sungguh-sungguh, dan memiliki lembaga anti korupsi yang benar-benar
independen. Bahkan diperkuat dukungan oleh komitmen politik dari
pimpinan negara.

Bandingkan dengan Indonesia, meski kita sudah punya Komisi


Pemberantasan Korupsi (KPK), namun KPK tak pernah berhenti diserang
untuk dicopoti segala kewenangannya, terutama dari konsolidasi partai
politik, yang kadernya banyak terbukti melakukan korupsi.

2. Iklim Investasi
Iklim investasi di Indonesia tidak berkembang karena kendala birokrasi
dan lemahya aspek yuridis dalam berbagai peraturan perundang-
undangan yang berkaian dengan investasi .

Dalam kendala birokrasi karena tak jelasnya kewenangan pemerintah


pusat dan pemerintah daerah, tumpang tindih. Ini kemudian diperparah
keterbatasan jumlah birokrat yang memiliki kompentensi dan professional
dalam pelayanannya. Hal ini karena proses rekrutmen, terutama di daerah
banyak melanggar prinsip-prinsip administrasi publik.

Dalam aspek yuridis formil, Beberapa peraturan yang berkaitan dengan


birokrasi dalam pelayanan investasi perlu diamandemen. Sebut saja
Undang-undan Perusahaan Terbatas (UUPT), Undang-Undang Investasi
(UUI), Undang-Undang Pertanahan, Undang-Undang Pasar Modal (UUPM),
Undang-Undang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Undang-undang tersebut diterapkan tidak konsisten, bersifat sentralistik,


tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya yang tertera di pasal-
pasal yang mengaturnya. Keberadaan UU tersebut selama ini sangat
menghambat reformasi birokrasi, yang memfokuskan pada perubahan
pola pikir dan budaya birokrasi yang sehat. Tidak lagi menerapkan
birokrasi warisan orde baru yang sarat pelanggaran dalam melayani
masyarakat.

3. Penegakan Hukum
Praktek mafia peradilan yang selama ini terjadi di dunia peradilan, seperti
tertangkapnya para Hakim, Jaksa ,dan Polisi, menunjukkan bahwa
reformasi peradilan harus terus menjadi fokus Indonesia.

Indonesia mesti mempersiapkan diri dengan baik dan serius dalam rangka
menyambut AFTA 2015. Beberapa pilar sistem peradilan yang harus terus
direformasi secara serius adalah Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi,
Kejaksaan, dan Kepolisian.

Reformasi peradilan (Judicial Reform) mutlak dilakukan oleh masing-


masing negara ASEAN. Reformasi peradilan sangat penting
karena, pertama, pengadilan sangat mendukung pemerintahan dengan
membangun rule of law dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk
pertumbuhan ekonomi. Kedua, pengadilan juga berperan penting dalam
membuat negara sebagai otoritas menjadi accountable terhadap aturan-
aturan yang berlaku secara demokratis dan menjamin perlindungan hak-
hak asasi manusia sebagaimana telah ditetapkan konstitusi, konvensi dan
perundang-undangan.
Hal ini sangat vital karena sangat terkait dengan tuntutan adanya
kepastian hukum dalam kerjasama ekonomi antar negara di ASEAN.

4. Tenaga Kerja Kurang Terampil


Diberlakukannya AFTA pada tahun 2015, artinya tidak ada lagi pasar kerja
domestik, tapi yang ada adalah pasar kerja internasional. Kita harus
bersaing dengan tenaga kerja asing untuk memperebutkan lapangan kerja
yang ada di dalam negeri sekali pun.

Sejatinya Indonesia menjadi pasar tenaga kerja potensial melihat jumlah


penduduk yang sangat melimpah. Sayangnya tidak dibarengi dengan
keterampilan yang memadai.

Salah satu sebabnya adalah produk pendidikan Indonesia saat ini kurang
relevan dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan. Pendidikan
Indonesia lebih mengarah kepada pendidikan akademis daripada
pendidikan vokasional yang menghasilkan tenaga kerja terampil. Kondisi
ini kontras dengan negara maju seperti Jepang, Australia, dimana
pendidikan vokasional jauh lebih banyak dibandingkan dengan pendidikan
akademik.

Inilah yang mengakibatkan banyak sarjana Perguruan Tinggi (PT) kita


tidak menguasai aspek keahlian yang diharapkan oleh lapangan kerja.
Selain itu program keahlian selalu dianggap program sekunder dari
program akademik, sehingga kualitas peserta didik seringkali tidak
memenuhi persyaratan minimal yang diperlukan bagi pendidikan
keahliannya.

Agar semakin tak tertindas persaingan, perlu rekonstruksi terhadap dunia


pendidikan kita agar misi mencetak manusia Indonesia yang kompetitif di
era globalisasi bisa tercapai. Pemerintah mesti terus menambah porsi
pendidikan kejuruan yang fokus pada pelatihan kerja atau pengalaman
kerja. Pengakuan terhadap lulusan pendidikan kejuruan juga perlu
didorong kepada perusahaan, bahkan pemerintah ketika berlangsung
proses rekrutmen tenaga kerja/PNS. Saat ini proses rekrutmen tenaga
kerja masih banyak berdasarkan ijazah yang dimiliki dan bukan
kompetensi.

5. 5. Tingkat Pendidikan Yang Tidak Merata


Hingga kini, dunia pendidikan Indonesia memiliki kendala yang sangat
serius pada keterbatasan akses, jumlah guru yang belum merata, serta
kualitas guru itu sendiri yang masih kurang.

Untuk menghadapi AFTA, pemerintah mesti meningkatkan pemerataan


dan kualitas pendidikan. Akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya
untuk seluruh masyarakat. Pendidikan Indonesia harus bisa dijangkau oleh
semua lapisan masyarakat, bahkan hingga tingkat Perguruan Tinggi.

Pemerintah juga mesti mendistribusikan guru-guru kompeten di daerah-


daerah supaya merata. Caranya mungkin bekerja sama dengan
pemerintah daerah. Kemudian dalam hal meningkatkan kualifikasi guru,
Kemendikbud mesti terus memberikan fasilitas beasiswa. Guru yang
sesuai dengan kualifikasi saat ini masih belum merata. Banyak sekolah
dasar dan menengah di daerhaa kekurangan tenaga guru. Menurut data
Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, jumlahnya
diperkirakan 112 ribu guru.

Di Pendidikan Tinggi juga sangat jomplang. Saat ini terdapat 3.500 PT di


seluruh Indonesia, namun lebih separuh berada di pulau Jawa. Di luar
pulau Jawa, banyak PT berjalan tidak sehat. Dalam mengatasi ini,
pemerintah mesti melakukan redistribusi pendidikan secepatnya,
sehingga orang-orang tak perlu urbanisasi ke kota besar demi
mendaptkan pendidikan yang layak
Dengan strategi yang tepat dan inovatif terhadap 5 hal tersebut di atas,
Indonesia sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir tidak mampu bersaing
saat pemberlakuan AFTA 2015. Potensi ekonomi kita sesungguhnya
sangat besar jika dibangun dan dikelola berdasarkan kemandirian
ekonomi yang telah ditegaskan pada pasal 33 UUD 1945.