Anda di halaman 1dari 10

INSECTA (Serangga)

Insecta (dalam bahasa latin, insecti = serangga). Banyak anggota hewan ini sering kita
jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik,
belalang,dan lebah. Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah. Karena itu pula
sering juga disebut hexapoda. Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan
darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Insecta ada
yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit. Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian,
yaitu kaput, toraks, dan abdomen. Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya
sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli). Insecta memiliki organ
perasa disebut palpus. Insecta yang memiliki sayap pada segmen kedua dan ketiga. Bagian
abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang
pernapasan yang menuju tabung trakea. Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta. Pada
abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior saluran
pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka. Organ kelaminnya dioseus.

Klasifikasi

Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung
(Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan
ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa
kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa
semut dan lebah (Hymenoptera).

Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika imago
memiliki tipe mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan.

Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang mirip tabung yang
terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen . Ada beberapa dari jenis ini yang
merupakan karnivora dan penghisap cairan . Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang
memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang
memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya .

Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore . Habitatnya adalah di
permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon,
dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan .

Ordo Othoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator .Tipe mulut
dari ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras
dari sayap belakang.
Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan
abdomen. Abdomennya terdapat bagian seperti garpu. Ordo Diplura memiliki mata majemuk,
tidak terdapat ocelli, dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, dapat
ditemukan di bawah batu, di atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon, dan di gua. Ordo
ini merupakan pemakan humus.

Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yang menghisap
darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi
hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari
tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk.

Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang
memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya
adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada
daerah bebatuan.

Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki,
beberapa memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnya menopang dua
bagian dari tubuhnya. Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang
besar dan datar pada bagian bawahnya.

Habitatnya adalah di lingkungan yang basah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut,
di perakaran pohon, dan di dalam tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah. Beberapa dari jenis
ini merupakan scavenger dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang
merupakan hama bagi tanamanBerdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi 2 sub-kelas :

Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan
memiliki antena panjang. Umumnya berkembang secara ametabola.Contoh hewan kelas ini
adalah kutu buku. Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya
berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang
sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.

Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan
metamorfosisnya :

1. Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa,
jangkrik, dan gansir
2. Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.Contohnya walang sangit
(leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus)

3. Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata
lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
4. Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).

Endopterigota dibedakan menjadi :


5. Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya
kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)

6. Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar
daripada sayap belakang.
Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu
(Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)

7. Diptera hanya memiliki sepasang sayap.Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria
(Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat
buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)

8. Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya
kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)
Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara
bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga
bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala(caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Caput
merupakan sebuah konstruksi yang padat dan keras dan terdapat beberapa suture yang menurut
teori evolusi caput tersebut terdiri dari empat ruas yang mengalami penyatuan. Torak terdiri dari
tiga ruas yang jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari + 9 ruas.Caput merupakan kepala
serangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya antena, mata majemuk, mata oseli, dan alat
mulut. Berdasarkan posisinya kepala serangga dibagi menjadi tiga,
yaitu hypognathous, prognathous, danephistognathous. Hypognathous apabila alat mulutnya
menghadap ke bawah, contoh serangganya adalah belalang Acrididae; prognathous apabila alat
mulutnya menghadap ke depan, contoh serangganya adalah kumbang Carabidae;
dan ephistognathous apabila alat mulutnya menghadap ke belakang, contoh serangga adalah
semua serangga ordo Hemiptera. (Pedigdo. 1989)

Antena serangga berjumlah dua atau sepasang, berupa alat tambahan yang beruas-ruas
dan berpori yang berfungsi sebagai alat sensor. Bagian-bagian antena adalah antenifer, soket,
scape, pedicel, meriston, dan flagelum. Bentuk antena serangga sangat bervariasi berdasarkan
jenis dan stadiumnya.

Mata serangga terdiri dari dua macam yaitu mata majemuk dan mata oseli. Mata
majemuk berfungsi sebagai pendeteksi warna dan bentuk, sedangkan mata oseli atau biasa
disebut mata tunggal berfungsi sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Mata majemuk terdiri dari
beberapa ommatidia dan mata tunggal terdiri dari satu. Sebagai contoh, mata majemuk capung
terdiri dari 28.000 ommatidia dan satu ommatidiumnya berukuran + 10 m.
Serangga makan dengan menggunakan mulutnya. Ada beberapa tipe alat mulut
serangga, yaitu: penggigit-pengunyah, penggigit-pengisap, penusuk-pengisap, pemarut-pengisap,
pengait-pengisap, pencecap-pengisap, dan pengisap. (Borror. 1992)

Leher serangga merupakan daerah bermembran yang disebut cervix. Pada bagian cervix
terdapat sepasang cervical sklerit. Sepasang cervical sklerit ini berfungsi sebagai engsel yang
menghubungkan antara caput dengan torak. Pada beberapa serangga cervix sklerit ini menyatu
dengan pleura pada protoraks.

Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Torak serangga
terdiri dari tiga ruas yaitu protorak, mesotorak, dan metatorak [Gambar 6]. Torak juga
merupakan daerah lokomotor pada serangga dewasa karena pada torak terdapat tiga pasang kaki
dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap). Torak bagian dorsal
disebut notum.

Kaki serangga dewasa berjumlah tiga pasang, sedangkan pada fase pradewasa jumlah
kakinya sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Secara umum kaki serangga terdiri dari
beberapa ruas yaitu trochantin, coxa, trochanter, femur, tibia, tarsus,pretarsus, dan claw. Bentuk
kaki serangga dewasa juga sangat bervariasi berdasarkan pada fungsinya. Kaki yang digunakan
untuk meloncat disebut saltatorial, menggali disebut fosorial, berlari disebut kursorial, berjalan
disebut gresorial, menangkap mangsa disebut raptorial, dan berenang disebut natatorial. (Price.
1984)

Sayap serangga terdiri dari dua atau satu pasang. Serangga bersayap pada fase dewasa
dan pradewasa khusus pada Ephemeroptera yang biasa disebut fase subimago/preimago. Sayap
serangga secara umum berupa lembaran yang bervena berfungsi untuk terbang. Venasi sayap ini
penting untuk diketahui sebagai dasar untuk menentukan spesies serangga tertentu, khususnya
bangsa lalat dan tawon. Sayap serangga bentuknya sangat bervariasi, oleh karena itu
entomologist memilahkan bentuk-bentuk sayap ini sebagai dasar untuk menentukan ordo. Sayap
depan kumbang sangat tebal dan kuat yang digunakan sebagai pelindung tubuhnya disebut
elytra; sayap depan kepik yang separuh bagian basal tebal disebut corium dan selebihnya
membran, sayap depan kepik ini disebut hemelytra; sayap depan kecoa disebut tegmina; dan
sayap belakang lalat yang disebut halter berukuran sangat kecil berujung membulat berfungsi
sebagai alat penyeimbang ketika terbang. (Jumar. 2000)

Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan
reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan
ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran.
Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan
bagian ventral berupa membran disebut pleura. (Nolan. 1970)
Anatomi serangga betina
A- Kepala (caput) B- Dada (thorax) C- Perut (abdomen)
1. antena
2. ocelli (bawah)
3. ocelli (atas)
4. mata majemuk
5. otak (ganglia otak)
6. dada depan (prothorax)
7. pembuluh darah dorsal
8. saluran trakea (ruas-ruas dengan spirakulum)
9. dada tengah (mesothorax)
10. dada belakang (metathorax)
11. sayap depan
12. sayap belakang
13. perut
14. jantung
15. ovarium
16. perut belakang (usus, rektum, anus)
17. anus
18. vagina
19. berkas saraf (ganglia perut)
20. saluran Malpighia
21. tungkai dada
22. cakar pengait
23. tarsus
24. tibia
25. femur
26. trochanter
27. perut depan
28. ganglion dada
29. coxa
30. kelenjar ludah
31. ganglion suboesophagus
32. mulut

Perkembangan Insecta dibedakan menjadi 3 :


Pertama Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa
perubahan wujud.Contohnya kutu buku (lepisma saccharina) Kedua Hemimetabola adalah tahap
perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan
induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap.Sayap itu akan muncul hingga
pada saat dewasa hewan tersebut. Insecta muda disebut nimfa. Ringkasan skemanya adalah telur
nimfa (larva) dewasa (imago). Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta
americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta). Ketiga Holometabola
adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt
berbeda (sempurna). Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur larva pupa dewasa.Larvanya
berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. Setalah itu larva menghasilkan
pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian
tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur
Insecta dewasa. Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa. Contoh Insecta ini adalah kupu-
kupu, lalat, dan nyamuk.