Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PENETAPAN POLA KETENAGAAN

RUMAH SAKIT KARYA MEDIKA I

I. DEFINISI.

Pola ketenagaan rumah sakit dimaksudkan rincian jumlah pegawai yang


dibutuhkan untuk periode tertentu ( satu tahun anggaran ) baik dirinci
menurut jenjang jabatan sesuai dengan struktur organisasi yang berlaku
maupun pesyaratan kualifikasi yang dibutuhkan.

II. RUANG LINGKUP.

Panduan penetapan pola ketenagaan ini hanya berlaku untuk penetapan


rencana jumlah tenaga yang dibutuhkan di setiap unit kerja yang berada
di lingkungan Rumah Sakit Karya Medika I.

III. TATA LAKSANA.

1. PENANGGUNG JAWAB.
Penanggung jawab untuk tersedianya dokumen pola ketenagaan
rumah sakit sepenuhnya berada pada Kepala Sub Bagian Personalia
dan dalam merealisasikan tanggungjawab ini dibantu oleh tim yang
terdiri dari para Kepala Seksi dan para Kepala Sub Bagian.

2. KEBIJAKAN.

A. Penyusunan dan penetapan pola ketenagaan rumah sakit disusun


sejalan dengan rencana kerja tahunan Rumah Sakit.
B. Pola ketenagaan rumah sakit dinyatakan syah berlaku jika sudah
diputuskan oleh Direktur Rumah Sakit melalui surat keputusannya.
C. Pola ketenagaan rumah sakit yang berlaku adalah pola ketenagaan
yang disyahkan melalui surat keputusan yang terakhir untuk itu
oleh Direktur Rumah Sakit.
D. Pola ketenagaan dievaluasi minimum satu tahun ( tahun anggaran )
satu kali.

3. PERSIAPAN.

A. Mengumpulkan peraturan/perundang-undangan yang berkaitan


dengan kualifikasi atau kompetensi penerimaan dan penempatan
pegawai Rumah Sakit.
B. Memperhatikan pengorganisasian dari setiap Bidang/Bagian unit
kerja.

4. PENGHITUNGAN.

A. Jika ditemukan adanya peraturan yang menyangkut penetapan


jumlah pegawai dalam unit kerja tertentu, maka perhitungan jumlah
pegawai harus didasarkan kepada peraturan tersebut.
B. Jika ditemukan adanya peraturan yang mengikat adanya
persyaratan kualifikasi atau kompetensi dalam suatu jabatan di unit
kerja, maka persyaratan itu harus dipenuhi.
C. Jika tidak ada ketentuan yang mengikat untuk menghitung maupun
persyaratan untuk menduduki jabatan tertentu, maka jumlah
pegawai yang dibutuhkan bisa dihitung atau ditentukan
berdasarkan beban kerja yang ada pada unit kerja tersebut dengan
tetap memperhatikan persyaratan jabatan yang telah ditetapkan.
D. Pelaksana yang melakukan penghitungan kebutuhan ketenagaan
adalah para penanggungjawab dari setiap unit kerja.

5. PROSES PENETAPAN.

A. Para Kepala Sub Bagian dan para Kepala Seksi dibantu oleh para
Kepala Instalasi/ Kepala Ruang melakukan penghitungan kebutuhan
tenaga kerja.
B. Para Kepala Sub Bagian dan para Kepala Seksi, menyerahkan hasil
perhitungan kebutuhan tenaga kerja kepada Kepala Bidang/Kepala
Bagiannya masing-masing untuk diperiksa ulang atau direvisi.
C. Kepala Bagian dan para Kepala Bidang menyerahkan jumlah
kebutuhan tenaga kerja kepada Kepala Sub Bagian Personalia
setelah dilakukan pengecekan/revisi.
D. Kepala Bagian Personalia merekapitulasi pola ketenagaan
berdasarkan data yang diterima dari para Kepala Bidang/Kepala
Bagian.
E. Rekapitulasi pola ketenagaan diserahkan ke Direktur Rumah Sakit.
F. Direktur Rumah Sakit mengundang rapat manejerial untuk
membahas rancangan pola ketenagaan.
G. Kesepakatan rapat managerial diputuskan melalui surat keputusan
Direktur Rumah Sakit sebagai pengesyahan pemberlakuan pola
ketenagaan.

6. MONITORING.
A. Monitoring implementasi dari pola ketenagaan dilakukan oleh
Kepala Sub Bagian Personalia.
B. Jumlah actual pegawai disesuaikan dengan jumlah kunjungan
pasien, oleh karenanya jumlah pegawai harus dikendalikan dengan
memperhatikan efisiensi dan efektifitas pelayanan.
C. Jika hasil monitoring mengharuskan adanya revisi pola ketenagaan,
maka Kepala Sub Bagian Personalia mengusulkan kepada Direktur
rumah sakit untuk memproses revisi tersebut.
D. Direktur rumah sakit mengadakan rapat managerial untuk
membahas hal tersebut dan segera diambil keputusan yang
dituangkan dalam Surat Keputusan Pemberlakuan Revisi Pola
Ketenagaan.

IV. DOKUMEN.
1. SPO penyusunan pola ketenagaan.
2. SPO revisi pola ketenagaan.
3. Rekap pola ketenagaan.
POLA KETENAGAAN RS KARYA
MEDIKA I TAHUN 2016

JUMLA
KUALIFIKASI H

N INFORM (Orang
O BIDANG/BAGIAN NAMA JABATAN FORMAL AL )

S.1.
Direkt Kedokteran
1 Direksi ur S.2. MARS

2 Pelayanan Medis

3 Keperawatan

4 Instalasi
4.1 Instalasi Farmasi
4.2 Instalasi Radiologi
4.3 Instalasi
Laboratorium
4.4 Instalasi Gizi
4.5 Instalasi
Fisioterapi
5 Rekam Medis

6 Umum dan Keuangan

Anda mungkin juga menyukai