Anda di halaman 1dari 22

PERTOLONGAN PERTAMA (PP)

Desember 12, 2009 oleh bharega

Pengertian pertolongan Pertama :


Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang
memerlukan penanganan medis dasar.

Pengertian Medis Dasar


Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam
yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh
Pelaku Pertolongan Pertama.

Pelaku Pertolongan Pertama


Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang
memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Tujuan Pertolongan Pertama

1. Menyelamatkan jiwa penderita

2. Mencegah cacat

3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.

Biografi Jean Henri Dunant

April 3, 2009 oleh bharega

Jean Henri Dunant (1828-1910) adalah seorang warga negara Swiss


yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia adalah pemuda yang menyaksikan perang
mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di Solferino, Italia
Utara pada tanggal 24 Juni 1859.

Tidak kurang 40.000 tentara terluka menjadi korban perang, sementara bantuan medis tidak
cukup merawat korban sebanyak itu. Tergetar penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant
bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan menolong mereka. Setelah kembali ke
Swiss, Henry Dunant menuangkan kesan dan pengalamannya ke dalam buku berjudul
Kenangan dari Solferino menggemparkan Eropa.

Di buku itu Henry Dunant mengajukan dua gagasan. Pertama, membentuk organisasi
kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk
menolong prajurit yang terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian
internasional guna melindungi prajurit yang cedera dan sukarelawan serta organisasinya yang
menolong saat terjadinya perang.

Pada 1863 Henry Dunant bersama keempat kawannya merealisasi gagasan tersebut dengan
mendirikan komite internasional untuk nantuan para tentara yang cedera, sekarang disebut
Komite Internasional Palang Merah atau Committee of The Red Cross (ICRC) merupakan
lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan netral.

Dalam perkembangannya Palang Merah Internasional juga memiliki Federasi Internasional


Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red
Cross dan Red Crescent (IFRC).

Semangat Henry Dunant inilah yang mengilhami terbentuknya Perhimpunan Nasional Palang
Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh
dunia berjumlah 176 perhimpunan nasional. Sedang gagasan kedua Henry Dunant direalisasi
Pemerintah Swiss dengan mengadakan konferensi Jenewa dengan menghasilkan Konvensi
Jenewa (1864) yang terus dikembangkan sehingga dikenal sebagai Konvensi Jenewa 1949.

Kenapa Harus Palang Meerah dan Bulan Sabit

Maret 27, 2009 oleh bharega

Komite Internasional Palang Merah (ICRC)


yang didirikan pada tahun 1863 merupakan organisasi dunia yang melakukan kegiatan
kemanusiaan pada saaat terjadinya konflik bersenjata. Dalam melaksanakan kegiatannya,
ICRC membutuhkan sebuah lambang yang sederhana, mudah terlihat dengan jelas, mudah
dikenali dan diketahui secara universal untuk mengindentifikasi orang, alat transportasi, dan
bangunan yang digunakan dalam kegiatan kemanusiaan, seperti bantuan pelayanan medis
maupun bantuan lainnya pada masa konflik bersenjata, lambang tersebut harus bersifat netral
dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan bantuan dan perlindungan kemanusiaan.

Didasarkan pada pemikiran tersebut dan sekaligus untuk membuat aturan dalam hal
penggunaan lambang tersebut, maka pada tahun 1864 untuk pertama kalinya, Lambang
Palang Merah diadopsi oleh negara-negara dalam sebuah traktat internasional yaitu dengan
lahirnya Konvensi Jenewa yang disahkan pada tanggal 22 Agustus 1864 tentang Perbaikan
Keadaan Bagi Prajurit yang Luka dan yang Sakit Dalam Pertempuran Di Darat, dimana
lambang tersebut ditetapkan sebagai tanda pelindung bagi siapapun yang bertugas dalam
kegiatan bantuan kemanusiaan pada masa perang.

Yang perlu untuk diingat adalah bahwa Lambang Palang Merah yang digunakan tersebut
tidak berkaitan dengan agama, filosofi, maupun ideologi manapun. Presepsi-presepsi yang
salah tentang Lambang Palang Merah dapat berakibat buruk pada para petugas kemanusiaan
dalam memberikan bantuan dan perlindungan kemanusiaan bagi para korban konflik
bersenjata.
Pilihan penggunaan Lambang Palang Merah merupakan adopsi dari bendera negara Swiss
yang warnanya dibalik, dimana bendera negara Swiss memiliki gambar palang berwarna
putih dengan dasar berwarna merah. Hal ini merupakan penghargaan terhadap negara Swiss
yang merupakan negara tempat pertama kalinya gerakan bantuan kemanusiaan sukarela pada
masa konflik bersenjata dibentuk.

Namun demikian selain penggunaan Lambang Palang Merah, penggunaan Lambang Bulan
Sabit Merah, dan Lambang Singa dan Matahari sebagai simbol-simbol bantuan dan
perlindungan bagi korban konflik bersenjata yang telah pula digunakan sejak lama oleh
beberapa negara. Hal tersebut menjadi suatu topik diskusi dalam sebuah konperensi
diplomatik tentang kemanusiaan yang akhirnya diangkat dalam konperensi diplomatik yang
diadakan di Jenewa pada tahun 1949 yang melahirkan Konvensi Jenewa Tahun 1949.

Sebagai salah satu hasil dari pembahasan dalam Konvensi Jenewa 1949 diatur bahwa
Lambang Palang Merah di atas dasar putih dipertahankan sebagai lambang dan tanda
pengenal petugas kemanusiaan pada masa konflik bersenjata. Kemudian konvensi juga
memberikan pengakuan yang sama terhadap pilihan dan penggunaan Lambang Bulan Sabit
Merah atau Singa dan Matahari Merah sebagai simbol bantuan dan perlindungan
kemanusiaan pada masa konflik bersenjata. Namun pada tahun 1980 satu-satunya negara
yang menggunakan Lambang Singa dan Matahari Merah yaitu Iran secara resmi mengganti
lambang tersebut menjadi Lambang Bulan Sabit Merah bagi perhimpunan organisasi
kemanusiaan negaranya. Dengan demikian, hingga sekarang hanya ada dua lambang yang
sah untuk digunakan pada masa perang oleh staf medis milik angkatan bersenjata dan oleh
organisasi kamanusiaan dunia yaitu Lambang Palang Merah dan Lambang Bulan Sabit
Merah.

Prinsip kesatuan (unity) adalah salah satu prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional yang harus diperhatikan oleh setiap negara peserta konvensi
Jenewa 1949. Prinsip Kesatuan ini mengatur bahwa tiap negara hanya boleh menggunakan
salah satu saja dari kedua lambang tersebut, Lambang Palang Merah atau Lambang Bulan
Sabit Merah. Penggunaan kedua lambang sekaligus dalam satu negara tidak diperkenankan,
hal ini diatur di dalam Konvensi Jenewa 1949, resolusi-resolusi hasil Konperensi
Internasional Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta hukum nasional masing-
masing negara peserta Konvensi Jenewa.

Lambang Palang Merah dan Lambang Bulan Sabit Merah menurut hukum humaniter
internasional hanya boleh digunakan oleh unit medis angkatan-angkatan bersenjata pada
masa konflik bersenjata, dan oleh ketiga komponen Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah Internasional, yaitu :
1. Perhimpunan-perhimpunan kepalangmerahan nasional (misalnya Palang Merah Indonesia).
2. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC); dan
3. Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Di Indonesia sendiri, Lambang palang merah telah digunakan sejak tahun 1945 untuk tugas-
tugas kemanusiaan pada awal kemerdekaan. Selanjutnya pada tahun 1950 dikeluarkan
Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1950 yang mengesahkan Anggaran Dasar dan
mengakui Perhimpunan Palang Merah Indonesia sebagai badan hukum yang melaksanakan
tugas-tugas yang bersifat kemanusiaan sesuai dengan Konvensi Jenewa di Indonesia. Selain
itu pada tahun 1962 juga ditetapkan Peraturan Penguasa Perang Tertinggi Nomor 1 Tahun
1962 tentang Pemakaian/Penggunaan Tanda dan Kata-kata Palang Merah.

Peraturan-peraturan tersebut memberikan landasan hukum dan pengakuan bagi organisasi


Palang Merah Indonesia sekaligus memberikan perlindungan dan pengakuan hukum bagi
Lambang Palang Merah, baik sebagai tanda pelindung maupun sebagai tanda pengenal:

a. Lambang Palang Merah sebagai tanda pelindung dimaksudkan agar lambang tersebut
mudah terlihat dan diketahui serta dihormati oleh semua pihak, baik pada masa damai
maupun pada masa terjadi sengketa bersenjata, termasuk gangguan keamanan di dalam
negeri. Dasar penggunaan Lambang Palang Merah adalah untuk memberikan pertolongan
bagi para korban perang baik sipil maupun militer yang terluka atau sakit tanpa membeda-
bedakan agama maupun dari pihak mana ia berasal. Lambang Palang Merah sebagai tanda
pelindung juga digunakan untuk melindungi para tenaga medis, rohaniwan, rumah sakit, serta
sarana dan transportasi medis.

b. Sedangkan Lambang Palang Merah sebagai tanda pengenal dimaksudkan untuk


memberikan pengakuan dan perlindungan bagi orang, sarana, dan bangunan untuk kegiatan
kepalangmerahan yang mengidentifikasikan bahwa seseorang, sarana, atau bangunan tersebut
merupakan bagian dari organisasi kemanusiaan yang harus dihormati oleh para pihak dalam
melaksanakan tugas kemanusiaan.

Penghormatan dan perlindungan bagi lambang dan organisasi kepalangmerahan di Indonesia


juga dilandaskan pada prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Internasional, yaitu Prinsip Kemanusiaan, Prinsip Kesamaan, Prinsip Kenetralan, Prinsip
Kemandirian, Prinsip Kesukarelaan, Prinsip Kesatuan, dan Prinsip Kesemestaan.

Dengan melihat tujuan mulia dan prinsip-prinsip dasar tersebut, bangsa Indonesia sebagai
salah satu negara pihak dalam Konvensi Jenewa 1949 merasa mempunyai keinginan dan
kewajiban untuk mengatur penggunaan lambang serta keberadaan Organisasi
Kepalangmerahan di Indonesia dalam bentuk undang-undang. Tujuan pengaturan tersebut
dalam suatu undang-undang agar lebih memberikan pengakuan dan landasan hukum serta
perlindungan yang kokoh demi tercapainya tujuan mulia dalam melaksanakan tugas
kemanusiaan berdasarkan prinsip-prinsip dasar tersebut.

Selain itu pengaturan mengenai Lambang Palang Merah bagi Bangsa Indonesia, juga untuk
melaksanakan ketentuan Pasal 43 Konvensi Jenewa 1949 yang menyatakan bahwa masing-
masing Negara Pihak harus memilih satu dari lambang organisasi kemanusiaan (Palang
Merah atau Bulan Sabit Merah) yang diakui untuk menangani dan melaksanakan tugas-tugas
yang bersifat kemanusiaan tersebut. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka
perlu segera dibentuk Undang-Undang tentang Lambang Palang Merah.

Remaja, Sasaran Empuk Industri Rokok

Maret 27, 2009 oleh bharega

Sekelompok remaja berseragam sekolah duduk-duduk di


ujung jalan. Bersenda gurau dan asyik berbagi cerita, sesekali mengisap sebatang rokok yang
terjepit di jari tangan kanannya. Lelap mereka dalam perbincangan seru seraya mengepulkan
asap rokok.

Ini bukan lagi pemandangan yang jarang terlihat, bahkan pemandangan itu sudah dianggap
biasa oleh sebagian besar penduduk Jakarta. Pahit dan menyedihkan, asap rokok itu sudah
merasuk ke paru-paru kalangan remaja Indonesia.

Kenyataannya, berdasarkan survei yang dilakukan Global Youth Tobacco Survey (GYTS)
Indonesia tahun 2006 yang dilakukan terhadap remaja berusia 13-15 tahun, sebanyak 24,5
persen remaja laki-laki dan 2,3 persen remaja perempuan merupakan perokok, 3,2 persen di
antaranya sudah kecanduan. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, 3 dari 10 pelajar mencoba
merokok sejak mereka di bawah usia 10 tahun.

Apa yang salah dengan anak-anak dan remaja Indonesia? Mereka memang menjadi sasaran
empuk bagi industri rokok. Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Widyastuti
Soerojo pada lokakarya Understanding Tobacco Industry Through Their Own Top Secret
Documents, Selasa (6/11) di Jakarta, mengatakan, industri rokok memanfaatkan
karakteristik remaja, ketidaktahuan konsumen, dan ketidakberdayaan mereka yang sudah
kecanduan merokok.

Mengutip dokumen Perokok Remaja: Strategi dan Peluang, RJ Reynolds Tobacco


Company Memo Internal, 29 Februari 1984, yang dipresentasikan anggota Komisi Nasional
Perlindungan Anak, Dina Kania, dikatakan, perokok remaja telah menjadi faktor penting
dalam perkembangan setiap industri rokok dalam 50 tahun terakhir karena mereka adalah
satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok, industri akan
bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan
punah.

Kebebasan dan berontak

Karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanya kebebasan, independensi, dan
berontak dari norma-norma dimanfaatkan para pelaku industri rokok dengan memunculkan
slogan-slogan promosi yang mudah tertangkap mata dan telinga serta menantang.

Menurut riset yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2006, sebanyak
9.230 iklan terdapat di televisi, 1.780 iklan di media cetak, dan 3.239 iklan di media luar
ruang, seperti umbul-umbul, papan reklame, dan baliho.

Dengan gencarnya iklan yang dilakukan oleh industri rokok, berdasarkan GYTS Indonesia
tahun 2006, sebanyak 92,9 persen anak-anak terekspos dengan iklan yang berada di papan
reklame dan 82,8 persen terekspos iklan yang berada di majalah dan koran.

Slogan-slogan ini tidak hanya gencar dipublikasikan melalui berbagai iklan di media
elektronik, cetak, dan luar ruang, tetapi industri rokok pada saat ini sudah masuk pada tahap
pemberi sponsor setiap event anak muda, seperti konser musik dan olahraga.

Hampir setiap konser musik dan event olahraga di Indonesia disponsori oleh industri rokok.
Dalam event tersebut mereka bahkan membagikan rokok gratis atau mudah mendapatkannya
dengan menukarkan potongan tiket masuk acara tersebut.

Kedekatan remaja dengan rokok tidak hanya dikarenakan gencarnya iklan rokok di media,
tetapi mulai dari lingkungan terkecilnya (keluarga). Tahun 2004 hampir tiga perempat dari
rumah tangga di Indonesia memiliki anggaran belanja rokok, artinya minimal ada satu
perokok di dalam rumah, ujar Widyastuti. Ia menambahkan, setidaknya 64 persen remaja
berusia 13-15 tahun terpapar asap rokok di dalam rumah.

Bahaya merokok

Jumlah konsumsi rokok di Indonesia, menurut the Tobacco Atlas 2002, menempati posisi
kelima tertinggi di dunia, yaitu sebesar 215 miliar batang. Mengikuti China sebanyak 1,634
triliun batang, Amerika Serikat sebanyak 451 miliar batang, Jepang sebanyak 328 miliar
batang, dan Rusia sebanyak 258 miliar batang.

Tidak seharusnya kita bangga dengan prestasi yang kita miliki karena di balik itu serentetan
penyakit yang berujung kematian menghantui. Dalam satu kandungan sebatang rokok
setidaknya terdapat 4.000 zat kimia dan 43 zat karsinogenik, dengan 40 persennya beracun
seperti hidrokarbon, karbon monoksida, logam berat, tar, dan nikotin yang berefek candu.

Setiap tahunnya angka kematian di dunia mencapai lima juta orang diakibatkan berbagai
penyakit yang disebabkan rokok, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung.

Berdasarkan survei WHO, kematian pada 2030 mencapai 10 juta orang, ujar Direktur
Pengendalian Penyakit Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama.

Di Indonesia, menurut Demografi Universitas Indonesia, sebanyak 427.948 orang meninggal


di Indonesia rata-rata per tahunnya akibat berbagai penyakit yang disebabkan rokok.

Pencegahan

Adanya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi
Kesehatan dipandang tidak cukup efektif baik dalam mencegah maupun menanggulangi
bahaya merokok. Alasannya, dalam undang-undang itu tidak ada ketentuan bagi industri
rokok untuk membatasi kadar nikotin dan tar dalam rokoknya.

Padahal, pembatasan itu sempat dilakukan di Peraturan Pemerintah No 81/1999 tentang


Pengamanan Rokok bagi Kesehatan yang direvisi atas desakan petani tembakau dan industri
rokok.

Satu-satunya alat yang efektif adalah undang-undang. Mengapa bisa efektif karena minimal
ini bisa menjawab alasan industri yang mempertanyakan undang-undang yang mengaturnya.
Jadi, undang-undang sangat penting, ujar Widyastuti.

Ia mencontohkan, salah satu produsen rokok yang dimintanya untuk melampirkan peringatan
kesehatan dengan menggunakan gambar (visual), seperti di Thailand, menolak dengan alasan
tidak ada undang-undang yang mengaturnya.

Pengendalian dampak tembakau tidak berarti akan menurunkan pendapatan negara, justru
sangat diharapkan agar pemerintah menaikkan harga dan cukai setinggi-tingginya untuk
meningkatkan pendapatan negara. Kebijakan ini sekaligus dapat menurunkan konsumsi rokok
walaupun tidak serta merta karena rokok adalah adiktif, minimal mencegah semakin banyak
jatuhnya korban perokok remaja, ujar Widyastuti merujuk pada harga jual rokok di
Indonesia yang hanya Rp 9.000 jauh lebih rendah dibandingkan dengan di Singapura seharga
11 dollar Singapura (Rp 66.000).
Berbeda dengan Widyastuti, pakar sosiologi Imam Prasodjo yang bertindak sebagai
moderator di lokakarya itu justru mengedepankan pentingnya pendekatan melalui keluarga.
Mungkin ibu-ibu yang bisa menjadi solusinya karena mereka pasti ingin melindungi anak-
anaknya dari bahaya rokok, bisa dilakukan pendekatan dengan memberi tahu bahayanya,
ujarnya.

Disadari atau tidak, remaja di Indonesia sudah tereksploitasi oleh industri rokok, menjadi
pangsa pasar terempuk untuk menggantikan banyak kematian pelanggan setia mereka. Siapa
lagi yang bisa mencegah kalau bukan kita.

Kesehatan Remaja

Maret 27, 2009 oleh bharega

A.Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara utuh baik secara fisik, mental, social
dan terbebas dari sakit dan kecacatan yang berhubungan dengan system, fungsi dan proses
reproduksi.

Puber
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah Puber, sebenarnya apa yang
dimaksud dengan puber itu ? dan bagaimana prose situ bias terjadi? Dalam masa ini kita
sering kita merasa telah dewasa, pubertas akan dialami oleh semua manusia. Pubertas adalah
proses dimana kita akan melewati pintu gerbang untuk masuki masa remaja dan
meninggalkan masa kanak kanak.
Namanya juga pintu gerbang, artinya sebelum remaja kita harus melalui masa pubertas, pada
masa ini terjadi kematangan fisik dalam perubahan yang ada pada diri kita, tapi perubahan ini
berbeda pada tiap orang dan waktunya pun tidak sama. Secara umum pubertas di mulai pada
umur 8 tahun.

Pada laki laki pubertas itu ditandai dengan perubahan fisik seperti tumbuhnya rambut di
ketiak, di muka (kumis dan jenggot) serta tumbuhnya jakun yaitu adanya bagian menonjol
pada leher. Selain itu suara menjadi besar, badan lebih berotot dan pada sifatnya dia akan
merasa dirinya sudah gede. Dan biasanya baik pada laki laki pernah dalam hidupnya mimpi
indah atau mimpi basah.
Sedangkan pada perempuan ditandai dengan payudara membesar dan diwajibkan
menggunakan BRA HOT, paha dan pinggul membesar dan tumbuh rambut di ketiak. Selain
itu datangnya masa menstruasi (datang bulan). Menstruasi adalah adanya pematangan sel
telur dalam waktu 28 hari dan karena tidak dibuahi oleh sperma maka sel telur tersebut akan
lepas dan akhirnya dinding luruh karena tidak terjadi proses pembuahan.

B. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit penyakit yang ditularkan melalui proses
hubungan seksual (senggama). Proses hubungan seksual ini dikelompokkan menjadi Penyakit
Hubungan Seksual (PHS).

Macam macam Infeksi Menular Seksual (IMS)

1. Gonore (GO) atau Kencing Nanah

Penyebab kuman Gonokus


Masa tunas kuman 1 5 hari
Gejala :
Pada Pria timbul rasa gatal pada penis, keluar nanah, penis akan hancur.
Pada Wanita tanpa gejala awal namun bila sudah gawat akan mengalami radang kelenjar di
labia mayora dan bisa menular pada bayi yang baru lahir yang mengakibatkan kebutaan.
Cara pengobatan dengan penisilin dan antibiotika lainnya.

2. Sifilis (Raja Singa)

Penyebab kuman Treponema Pallidum


Masa tunas kuman 2 4 minggu
Gejala :
- Luka di kemaluan dan hilang pada beberapa hari
- Demam tinggi dan sakit pada alat kelamin (kemaluan)
Timbul benjolan dikulit
Pelunakan tulang
Kerusakan sarap dan otot.
Pengobatan dengan penisilin dan antibiotik lainnya.untu pengobatan sebaiknya dilakukan
lebih dini sehingga dapat sembuh dengan sempurna karena apabila terlambat maka penyakit
ini akan sulit disembuhkan.

3. Ulkus Molle

Penyebab kuman Hemofilus


Gejala timbul benjolan merah dan skit di sekitar kemaluan.
Umumya penyakit ini tidak terlalu berbahaya.
4. Limfogranuloma

Penyebab Virus
Gejala timbulnya benjolan kecil diskitar kemaluan, mudah pecah dan menyebar kemana
mana.
Umumya penyakit ini tidak terlalu berbahaya

5. Herpes Genitalis

Penyebab virus Herpes


Gejala timbul berupa gelembung berair disekitar kemaluan
Umumya penyakit ini tidak terlalu berbahaya tetpi apabila ditulari penyakit lainnya akan
menjadi berbahaya

6. Kondiloma Akuminata

Penyebab Virus
Gejala timbulnya banyak kutil disekitar kemaluan
Umunya penyakit ini tidak terlalu berbahaya.

7. Kandiasis Genitalis

Penyebab Jamur Candida Albicans


Tumbuh pada alat kelamin
Umumya penyakit ini tidak terlalu berbahaya

8. Trikomoniasis

Penyebab Parasit Trichomonas Vaginalis


Penyakit ini menyerang saluran kemih
Umumya tidak berbahaya

9. AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome)

C. HIV AIDS

AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan


kekebalan tubuh sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan.

Penyebab Virus HIV (Human Immuno deficiency Virus)


Masa awal 2 6 bulan
Masa tenang 2 10 tahun (rata rata 5 tahun )
Masa AIDS 1 2 tahun
Gejala masa awal pembengkakan kelenjar bening, berkurang berat badan, berkeringat, diare
dan beberapa infeksi ringan.
Tanda masa tenang secara fisisk kelihatan sehat (normal), namun erjalann HIV
menghancurkan system kekebalan.
Tanda masa AIDS menghancurkan sebagian atau seluruh sytem kekebalan tubuh sehingga
mulai nampak infeksi Opportunistik seperti :
- Radang paru paru
- Kanker kulit
- TBC
- Penyakit syaraf
- Penyakit saluran cerna
- Dan berbagai penyakit lainnya dan sulit disembuhkan sehingga dapat menimbulkan
kematian.

Penularan HIV
1.Melakukan senggama (hubungan kelamin)
- HIV dipindahkan lewat cairan sperma atau cairan Vagina
- Adanya luka dipihak penerima akan memperbesar kemungkinan penularan
- Bersenggama tidak wajar (leawat dubur)

2.Lewat transfusi darah


- Jika darah yang akan ditransfusikan telah terkena HIV

3.Melalui jarum suntik


- Secara teoritis penggunaan Akupuntur (tusuk jarum), tatto dan tindikan
- Penggunaan alat suntik atau injeksi yang tidak steril
- Sering dipakai oleh pengguna narkoba suntikan
- Suntikan oleh petugas kesehatan liar.

4.Penularan lewat kehamilan dan menyusui


- Ibu hamil yang dalam tubuhnya terinfeksi HIV, menular ke janin melalui plasenta
- Ibu menyusi menularkan HIV lewat cairan ASI
- Resiko penularan ibu hamil dan menyusui berkisar 20% 40%

Cara melindungi diri dari AIDS

(A) Abstinence alias Puasa


Bagi yang belum menikah jangan dekat dekat dengan senggama
(B) Be faithful alias Setia Pasangan Hidup
Bagi yang sudah menikah hanya bersenggama dengan pasangannya
(C) Condom alias Kondom
Penggunaan kondom akan memperkecil kemungkinan tetularnya PHS dan AIDS
(D) Drugs alias Obat obatan
Jauhkan NAFZA khususnya secara suntikan secara bersamaan
Penanganan Orang Pingsan
Agustus 22, 2010 oleh bharega

Pingsan adalah suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seseorang akibat
sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget,
lapar/haus, kondisi fisik lemah, dan lain sebagainya.

Pada umumnya orang yang jatuh pingsan pada muka / wajah akan terlihat pucat pasih. Orang
yang pingsan butuh oksigen dan tempat teduh terlindung dari terik sinar matahari. Oleh sebab
itu amankan penderita pingsan ke tempat yang teduh dan tidak kerumuni orang banyak yang
menonton saja.

Petunjuk teknis menghadapi dan membantu orang yang pingsan by organisasi.org :

- Untuk mengembalikan kesadaran orang yang mengalami kepingsanan dapat menggunakan


bau-bauan yang menyengat dan merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong,
anomiak, durian dan lain-lain.

- Jika wajah orang pingsan itu pucat fasih maka sebaiknya buat badannya lebih tinggi dari
kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan
tersebut.

- Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau
sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.

- Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar untah
orang itu bisa keluar dengan mudah sehingga jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.

- Bila pakaian atau aksesoris yang dipakai di tubuh terlalu ketat maka kita bisa mengendurkan
agar darah dapat mudah mengalir dan korban mudah bernafas serta udara bisa
menyegarkannya. Harap jangan ditelanjangi atau dilecehkan.

- Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi minum seperti kopi atau teh hangat.
Jika orangnya diabetes jangan diberi gula dan jika orangnya masih belum kuat memegang
gelas atau minum sendiri dengan tangannya harap jangan diberi dulu agar tidak tersedak.

- Apabila tidak sadar-sadar dan berangsur-angsur membaik / pulih maka sebaiknya hubungi
ambulan atau dibawa ke pusat kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, dokter,
rumahsakit, dsb agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

- Perhatikan orang lain di sekitar korban, jangan sampai harta benda milik orang yang jatuh
pingsan tersebut raib digondol maling / copet yang senang beraksi dikala orang lain sengsara.
Perhatikan pula ornag lain yang membantu atau menonton korban, jangan sampai mereka
kecopetan saat serius membantu korban atau asyik melihat kejadian.

Apa yang Dilakukan Saat Terkena Diare?

Agustus 22, 2010 oleh bharega


Terkadang kita sebagai manusia lalai terhadap kesehatan tubuh kita, sehingga tidak bisa
menghindarkan diri dari makanan yang tidak higienis atau bersih dari segala macam bibit
kuman dan penyakit. Apabila kita makanan yang tidak higienis maka kita bisa terserang
penyakit pencernaan yang salah satu akibatnya adalah diare atau mencret-mencret. Selain itu
diare dapat disebabkan oleh keracunan bahan kimia dalam makanan, masuk angin, dehidrasi
(kekurangan cairan tubuh) dan lain sebagainya.

Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar berkali-kali dalam satu hari
yang melebihi batas normal dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau kental
disertai angin / kentut dari dalam perut. Berikut di bawah ini adalah 4 (empat) teknik atau
cara untuk menanggulangi diare atau mencret-mencret.

1. Minum Air Putih yang Banyak

Sering-seringlah minum air putih yang banyak karena dengan sering buang air besar maka
tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus selalu digantikan dengan cairan yang baru.
Setiap setelah BAB minumlah satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan
sudah dimasak.

Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu pembentukan energi
dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari minum kopi, teh dan lain sebagainya
yang mampu merangsang asam lambung.

2. Makan Makanan Khusus

Hindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan
berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk
penderita susah buang air besar.

Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau
nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi,
sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan
sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan
yang pedas mengandung cabai dan lada.

3. Istirahat yang Cukup

Tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang buang-buang air akan terasa lemah, lemas, lesu,
kurang bergairah, dan sebagainya. Untuk itu bagi anda yang sudah merasa sangat lemas
sebaiknya meminta izin sekolah atau kantor untuk menghindari dari kemungkinan yang
terburuk atau memalukan di tempat umum. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak
melupakan waktu makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan
berdoa dan lain-lain.

4. Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat


Ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan meminta obat yang tepat untuk anda,
karena setiap orang memiliki karakteristik masing-masing dalam pemilihan obat. Rumah
sakit, dokter praktek, puskesmas atau balai pengobatan lain yang sesuai izin depkes adalah
pilihan yang tepat karena memiliki dokter yang baik dengan obat-obatan yang baik pula. Bila
anda ragu datangi saja dokter lain untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Setalah mendapatkan obat minumlah obat itu sesuai dosis yang waktu yang telah ditentukan.
Biasanya dokter akan memberikan obat mules, obat mencret, vitamin dan antibiotik. Untuk
obat mules dan mencret sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika
sudah berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar kuman
dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi. Untuk vitamin terserah
anda mau dihabiskan atau tidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika dihabiskan karena
vitamin baik untuk anda asalkan tidak berlebihan.

KESEHATAN MENTAL REMAJA

Desember 13, 2009 oleh bharega

Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang
penuh dengan kesukaran dan persoalan. Fase perkembangan remaja ini berlangsung cukup
lama kurang lebih 11 tahun, mulai usia 11-19 tahun pada wanita dan 12-20 tahun pada pria.
Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran
dan persoalan adalah karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan
antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa.
Kesulitan dan persoalan yang muncul pada fase remaja ini bukan hanya muncul pada diri
remaja itu sendiri melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat. Dimana dapat kita
lihat seringkali terjadi pertentangan antara remaja dengan orangtua, remaja dengan guru
bahkan dikalangan remaja itu sendiri.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa keberadaan remaja yang
ada di antara dua persimpangan fase perkembanganlah (fase interim) yang membuat fase
remaja penuh dengan kesukaran dan persoalan. Dapat dipastikan bahwa seseorang yang
sedang dalam keadaan transisi atau peralihan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain
seringkali mengalami gejolak dan goncangan yang terkadang dapat berakibat buruk bahkan
fatal (menyebabkan kematian).(Syah, 2001)
Namun, pada dasarnya semua kesukaran dan persoalan yang muncul pada fase perkembangan
remaja ini dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, jika orangtua, guru dan masyarakat
mampu memahami perkembangan jiwa, perkembangan kesehatan mental remaja dan mampu
meningkatkan kepercayaan diri remaja.Persoalan paling signifikan yang sering dihadapi
remaja sehari-hari sehingga menyulitkannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya adalah
hubungan remaja dengan orang yang lebih dewasa, terutama sang ayah, dan perjuangannya
secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi mereka pada level orang-orang
dewasa.
Seringkali orangtua mencampuri urusan-urusan pribadi anaknya yang sudah remaja dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut, Dimana kamu semalam?, Dengan
siapa kamu pergi?, Apa yang kamu tonton? dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan
tersebut pada dasarnya ditujukan oleh orangtua adalah karena kepedulian orangtua terhadap
keberadaan dan keselamatan anak remajanya. Namun ditelinga dan dipersepsi anak
pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti introgasi seorang polisi terhadap seorang criminal
yang berhasil ditangkap.
Menurut pandangan para ahli psikologi keluarga atau orangtua yang baik adalah orangtua
yang mampu memperkenalkan kebutuhan remaja berikut tantangan-tantangannya untuk bisa
bebas kemudian membantu dan mensupportnya secara maksimal dan memberikan
kesempatan serta sarana-sarana yang mengarah kepada kebebasan. Selain itu remaja juga
diberi dorongan untuk memikul tanggung jawab, mengambil keputusan, dan merencanakan
masa depannya. Namun, proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat, perlu kesabaran
dan ketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya.
Selanjutnya para pakar psikologi menyarankan strategi yang paling bagus dan cocok dengan
remaja adalah strategi menghormati kecenderungannya untuk bebas merdeka tanpa
mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. Strategi ini selain dapat menciptakan iklim
kepercayaan antara orangtua dan anak, dapat juga mengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri
yang sehat pada remaja. Hal ini sangat membantu perkembangan, kematangan, dan
keseimbangan jiwa remaja. (Mahfuzh, 2001)
Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat
tertangani secara baik. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanak-
kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan
dengan perkembangan sosialnya, mereka lebih konformitas pada kelompoknya dan mulai
melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orangtuanya, dan sering
menunjukkan sikap menantang otoritas orangtuanya.
Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak
realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Perilaku mengalihkan
masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minuman beralkohol banyak dilakukan oleh
kelompok remaja, bahkan sampai mencapai tingkat ketergantungan penyalahgunaan obat
terlarang dan zat adiktif.
Berkaitan dengan pelepasan tangung jawab, dikalangan remaja juga sering dijumpai banyak
usaha untuk bunuh diri. di Negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Selandia Baru,
masalah bunuh diri dikalangan remaja berada pada tingkat yang memprihatinkan. Sedangkan
dinegara berkembang seperti Indonesia, perilaku tidak sehat remaja yang beresiko kecelakaan
juga banyak dilakukan remaja, seperti berkendaraan secara ugal-ugalan. Hal lain yang
menjadi persoalan penting dikalangan remaja disemua negara adalah, meningkatnya angka
delinkuensi. Perilaku tersebut misalnya keterlibatan remaja dalam perkelahian antar sesame,
kabur dari rumah, melakukan tindakan kekerasan, dan berbagai pelanggaran hukum, adalah
umum dilakukan oleh remaja.
Kesehatan mental masyarakat pada dasarnya tercermin dari segi-segi kesehatan mental
remaja. Makin tinggi angka delikuensi, bunuh diri remaja, penggunaan obat dan
ketergantungan pada zat adiktif, berarti kesehatan mental masyarakat makin rendah.Usaha
bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan dikalangan remaja, dalam bentuk
program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental,
penyuluhan tentang kehidupan berumah tangga, hidup secara sehat dan pencegahan
penggunaan zat-zat adiktif, serta penyuluhan tentang pencegahan terhadap HIV/AIDS, dan
sejenisnya.
Program kesehatan mental remaja ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal
remaja, seperti sekolah, dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain seperti program-
program kemasyarakatan, atau program-program yang dibuat khusus untuk kelompok remaja

SYOK
Desember 12, 2009 oleh bharega

Syok terjadi bila sistem peredaran darah (sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang
mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke alat tubuh yang penting (terutama otak, jantung
dan paru-paru).
Penyebab

Kegagalan jantung memompa darah

Kehilangan darah dalam jumlah besar

Pelebaran ( dilatasi ) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat
mengisinya dengan baik

Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare.

Gejala dan tanda syok

Nadi cepat dan lemah

Napas cepat dan dangkal

Kulit pucat, dingin dan lembab

Sering kebiruan pada bibir dan cuping telinga

Haus

Mual dan muntah

Lemah dan pusing

Merasa seperti mau kiamat, gelisah

Penanganan syok

Bawa penderita ke tempat teduh dan aman


Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 30 cm bila tidak ada kecurigaan patah
tulang belakang atau patah tungkai. Bila menggunakan papan spinal atau tandu maka
angkat bagian kaki.

Pakaian penderita dilonggarkan

Cegah kehilangan panas tubuh dengan beri selimut penutup

Tenangkan penderita

Pastikan jalan napas dan pernapasan baik.

Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada

Jangan beri makan dan minum.

Periksa berkala tanda vital secara berkala

Rujuk ke fasilitas kesehatan

PENANGANAN LUKA BAKAR


Desember 12, 2009 oleh bharega

LUKA BAKAR ADALAH SEMUA CEDERA YANG TERJADI AKIBAT PAPARAN


TERHADAP SUHU YANG TINGGI

Penanganan Luka Bakar secara umum :

Nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan diri penolong.


Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada
bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih.

Lepaskan pakaian dan perhiasan. Jika pakaian melekat gunting sekitarnya, jangan
memaksa untuk melepas bagian yang melekat tersebut.

Lakukan penilaian dini. Atasi semua masalah yang mengancam jiwa. Bila ada berikan
oksigen sesuai protokol.

Tentukan derajat berat luka bakar selama pemeriksaan fisik.

Hitung derajat, luas permukaan tubuh terkena lokasi luka bakar dan faktor
komplikasi. Jangan lupa cari kemungkinan cedera lain.

Tutup luka bakar. Gunakan penutup luka steril atau lembaran penutup luka bakar steril
sekali pakai, jangan memecahkan gelembung. Jangan gunakan lemak, salep, cairan
antiseptic atau es pada luka bakar.

Jika luka bakar mengenai mata, pastikan kedua mata ditutup. Bila yang terbakar jari-
jari maka masing-masing jari dibalut terpisah.

Jagalah suhu tubuh penderita dan rawat cedera lain yang perlu.

Rujuk ke fasilitas kesehatan.

PERTOLONGAN PERTAMA HIDUNG BERDARAH


Desember 12, 2009 oleh bharega

Hidung berdarah dapat disebabkan oleh


beberapa hal, musalnya pukulan yang mengenai hidung, iritasi pada membran mukosa hidung
karena berusaha mengeluarkan sesuatu secara berulang dari rongga hidung atau akrena
terkena infeksi. Kebanyakan perdarahan hidung terjadi pada anak-anak Tidak Berbahaya,
namun bila perdarahan dihal ini akan menjadi hidung terjadi pada orang tua atau dewasa, hal
ini dapat menjadi masalah yang serius dan membutuhkan penganan Medis.
1. Korban diminta untuk duduk dan badan condong ke depan, jaga mulut tetap terbuka
agar darah tidak menutup saluran pernafasan.

2. Pencet hidung sekama 15 menit (tekan di bawah tulang hidung. pada bagian
ujungnya, lepaskan berlahan. jangan biarkan korban untuk memegang hidungnya
sendiri.

3. apabiila perdarahan masih berlangsung, pencet hidungnya lagi selama 5 menit, dan
pastikan korban tidak menelan darah yang keluar.

4. gunakan kain basah atau es dibungkus dengan kain korban untuk mempersempit
pembuluh darah

Rongga Tubuh Manusia

Desember 12, 2009 oleh bharega

Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat didalam tubuh
yaitu :

1. Rongga tengkorak
Rongga ini berisi otak dan melindunginya.
2. Rongga tulang belakang
Berisi bumbung syaraf atau spinal cord, terbentuk dari rongga-rongga tulang belakang
menyatu membentuk suatu kolom.
3. Rongga dada
Sering juga disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-
paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran nafas. Pada bagian bawah rongga ini
dibatasi oleh suatu struktur otot berbentuk kubah yang dikenal sebagai sekat rongga dada atau
diafragma. Sekat rongga dada ini adalah organ paling penting pada proses pernafasan, dan
menjadi pembatas antara rongga dada dan rongga perut.
4. Rongga perut
Rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia madis dikenal
dengan istilah abdomen. Didalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar
seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pankreas, dan lainnya.

Pembagian rongga perut ( Abdomen )


Rongga perut berisi organ-organ penting. Untuk memudahkan penilaian rongga perut dibagi
menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran. Kwadran ini dibentuk diperoleh dengan
menggambar suatu garis khayal horizontal dan vertical melalui pusar.
Pembagiannya :
a. Kwadran kanan atas
Berisi hati, kandung empedu, pankreas dan usus.
b. Kwadran kiri atas
Berisi organ lambung, limpa dan usus
c. Kwadran kanan bawah
Isinya terutama organ usus termasuk usus buntu.
d. Kwadran kiri bawah
Berisi terutama usus

5. Rongga panggul
Rongga ini dibentuk oleh tulang-tulang panggul, berisi kandung kemih sebagian usus besar
dan organ reproduksi dalam.

GANGGUAN PERNAFASAN

Desember 12, 2009 oleh bharega

Salah satu keluhan yang berhubungan dengan pernafasan yang sering ditemui adalah sesak
nafas. Gejala ini terjadi pada hampir semua penyakit atau gangguan saluran nafas dan paru-
paru, mulai dari batuk pilek biasa sampai penyakit paru-paru akut yang dapat berakibat fatal.
Sebagai penolong pertama tidak mungkin untuk mengenali penyebab sesak nafas dengan
tepat, mengingat hal inipun cukup sulit bagi seorang dokter di rumah sakit. Banyak faktor
yang dapat menjadi penyulit pada keadaan sesak nafas termasuk keadaan yang mengancam
nyawa seperti gagal jantung. Seperti pada semua kasus kedaruratan medis kemampuan
penolong untuk melakukan wawancara dan pemeriksaan akan banyak membantu penderita.
Gangguan pernafasan menyebabkan terganggunya proses masuknya oksigen dalam tubuh.
Kasus medis yang terjadi pada saluran nafas memiliki gejala dan tanda umum yang sama.
Irama pernafasan menjadi cepat disertai upaya bernafas, nafas terasa pendek dan udara terasa
kurang. Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan timbulnya warna kebiruan pada kulit
dan selaput lendir ( sianosis ).

Beberapa contoh gangguan pernafasan :

Infeksi saluran nafas atas dan bawah.

Edema paru akut.

Penyakit paru obstruktif menahun.

Pneumotoraks spontan ( udara dalam paru-paru karena kebocoran paru-


paru ).

Asma atau alergi.

Sumbatan jalan nafas.

Emboli paru.

Hiperventilasi.

Penyakit tersebut di atas sangat sulit dikenali dan merupakan diagnosa medis. Contoh di atas
hanya untuk membantu penolong dalam melakukan wawancara untuk mencari riwayat
penyakitnya.

Gejala dan tanda :

Sukar untuk menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik


nafas.

Suara nafas tambahan.

Tampak kerja otot bantu nafas.

Posisi tripod ( segi tiga kokoh ), tubuh condong ke depan, tegak, ke dua
tangan bertumpu pada lutut.

Irama dan kualitas pernafasan tidak normal.

Perubahan warna kulit ( pucat, kemerahan atau sianosis ).

Perubahan status mental ( mengacau, gelisah ) dan lain-lain.

Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi pada saat penderita
mengeluarkan nafas dan batuk yang riaknya terkesan sukar keluar.

Nadi cepat.
Di Indonesia masih banyak ditemukan kasus tuberkulosa, penderita ini
biasanya batuk darah.

Bila disertai demam maka penyebabnya biasanya adalah radang paru-


paru.

Penatalaksanaan :

1. Nilai pernafasan penderita apakan sudah adekuat, berikan bantuan nafas


bila perlu.

2. Jaga agar jalan nafas selalu terbuka.

3. Letakan penderita pada posisi yang paling nyaman biasanya duduk tegak.

4. Bila ada berikan oksigen sesuai ketentuan.

5. Tenangkan penderita. Akibat kurangnya udara penderita merasa sangat


tidak nyaman dan ketakutan, jangan menganggap kasar perlakuannya.

6. Bawa penderita segera ke RS / dokter / Puskesmas terdekat.