Anda di halaman 1dari 67

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Penanaman modal dalam suatu usaha atau proyek, baik untuk usaha baru maupun perluasan
usaha yang sudah ada, biasanya disesuaikan dengan tujuan usaha. Salah satu tujuan dan pada
umumnya merupakan tujuan dari semua usaha ialah mencari keuntungan (profit). Dalam arti
seluruh aktivitas perusahaan hanya ditujukan untuk mencari keuntungan semata. Tujuan lainnya
adalah bersifat social, artinya jenis usaha ini sengaja didirikan untuk membantu masyarakat
dalam penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Bagi perusahaan yang didirikan untuk tujuan total profit, yang paling utama adalah perlu
difikirkan seberapa lama pengembalian dana yang ditanam di proyek tersebut agar segera
kembali.

Agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka
apapun tujuannya (baik profit, social maupun gabungan dari keduanya), hendaknya apabila ingin
melakukan investasi sebaiknya didahului dengan suatu studi.

B. Fokus Masalah
Telah dipaparkan sebelumnya bahwa suatu usaha itu didirikan tentu dengan maksud untuk
mencapai tujuan tertentu, yang pada umumnya adalah mencari keuntungan. Dan terkadang
dalam praktiknya yakni dalam menjalankan usaha, tentu akan menemui suatu kendala,
hambatan-hambatan dan resiko yang mungkin timbul setelah usaha berjalan. Hal ini disebabkan
oleh adanya suatu keadaan ketidakpastian atas masa depan, baik di bidang ekonomi, hokum,
politik, budaya perilaku dan perubahan lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, perlu untuk dilakukan pengidentifikasian terhadap masalah-masalah yang
mungkin akan dihadapi dan di cari solusi alternative pemecahan atas masalah-masalah yang telah
teridentifikasi.
Dalam kesempatan ini penulis mencoba untuk menganalisis dan melakukan studi atas usaha
warnet yang ada di Stabat Kabupaten Langkat dengan nama G-Net sebagai pembelajaran dan
kemudian menilai layak atau tidak usaha ini untuk dijalankan bahkan mungkin dilakukan
pengembangan usaha.

C. Tujuan
Adapun tujuan dari dilakukannya studi ini terhadap usaha warnet ini adalah:
1. Untuk mengetahui kondisi usaha dan dampak/masalah yang mungkin terjadi dari
didirikannya usaha ini baik dari aspek hukum, pemasaran, keuangan, lingkungan dan lain
sebagainya.
2. Setelah diketahui kondisi usaha dari berbagai aspek, maka dapat diputuskan usaha ini layak
atau tidak untuk dilanjutkan dan dikembangkan.

D. Landasan Teori
Landasan teori atas pembahasan ini dapat dilihat dalam buku studi kelayakan bisnis, yaitu adalah
sebagai berikut:
1. Aspek Hukum
Meliputi kelengkapan surut-surat dan keabsahan dokumen perusahaan.
2. Aspek Pemasaran
Meliputi strategi pemasaran yang dilakukan.
3. Aspek Keuangan
Meliputi penilaian biaya-biaya apa saja dan seberapa besar biaya tersebut dikeluarkan.
4. Aspek Operasional
Meliputi tempat lokasi usaha.
5. Aspek Sosial Ekonomi
Meliputi pengaruh usaha terhadap keadaan ekonomi dan dan social terhadap masyarakat secara
keseluruhan.
6. Aspek Manajemen
Meliputi pengelola dan struktur organisasi yang ada.
7. Aspek Dampak Lingkungan
Meliputi dampaknya usaha yang dijalankan terhadap lingkungan sekitar.

E. Metodologi Pemecahan
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan empiris, yaitu pendekatan
yang dititikberatkan pada penggalian, pemaparan, penjelsan dan penafsiran terhadap gejala-
gejala empiric.
2. Penentuan Data
Adapun yang menjadi sumber-sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data primer yaitu data yang diperoleh dari penelitian langsung kelapangan seperti
wawancara.
b. Data sekunder yaitu berupa data yang mendukung data primer, yaitu terdiri dari: buku studi
kelayakan bisnis karangan Kasmir, S.E., MM. dan Jakfar, S.E., MM.

3. Pengolahan Data dan Analisis Data


Pada permasalahan ini, data-data yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif dan data kualitatif.
Jika data berupa data kuantitatif, cara pengolahannya dan analisisnya menggunakan bantuan
statistic. Jika jenis datanya berupa data kualitatif, cara pengolahan dan analisinya tidak dapat
dilakukan dengan bantuan statistic, tetapi dilakukan secara naratif dalam bentuk cerita
(nonstatistic).

BAB II
PEMBAHASAN

A. Mengenal G-Net
G-net adalah jenis usaha warung internet yang menyediakan layanan jasa internet seperti
browsing, chatting, dan gamming, dan jasa print/cetak dokumen. Berlokasi di kawasan pertokoan
perempatan jalan raya kota Stabat yang dekat dengan sekolah menengah pertama, sekolah
menengah atas, perkantoran, pasar dan pemukiman penduduk.

Fasilitas dan peralatan yang dimiliki warnet ini adalah 16 unit computer layar datar Pentium IV
senilai Rp 64 jt, 10 webcam, sebuah gedung tingkat dua dengan sebuah papan nama yang
bertuliskan Arfi_Net, sebuah mesin genset dan sebuah kamar mandi.
Adapun bentuk organisasi usaha ini adalah organisasi garis/lini yakni terdiri dari seorang pemilik
usaha dan 3 orang operator.

Tingkat balas jasa dalam usaha ini adalah berupa gaji dan bingkisan padahari-hari tertententu
seperti hari raya dan sebagainya.

B. Analisis Kelayakan Usaha G-Net Dari Berbagai Aspek

1. Aspek Hukum
Berdasarkan tanya jawab yang kami lakukan usaha ini merupakan usaha Firma (Fa) dan
memliki izin kepemilikan yang sah dan ada tanda daftar usaha. Sehingga jika dinilai dari aspek
ini, usaha ini dinyatakan layak untuk didirikan.

2. Aspek Pemasaran
Masih berdasarkan data wawancara, bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk pemasaran atas
usaha ini hanyalah dengan spanduk atau papan nama di depan gedung, tidak ada penambahan
usaha promosi lain. Sedangkan untuk tarif dan pelayanan, usaha ini mengenakan tariff standar
artinya sama dengan tariff yang dikenakan oleh pesaing, dan pelayanan juga sama, artinya tidak
memiliki suatu keistimewaan.

Namun jika diperhatikan dari peluang pasarnya, usaha ini cukup ramai dengan kunjungan
pelanggan dengan data omzet 500.000 rupiah per hari, dengan rata-rata pelanggan pelajar dan
mahasiswa. Hal ini dikarenakan lokasi usaha yang stategis dan sedikitnya pesaing yang
menyediakan jenis usaha yang sama dan lokasi benar-benar dekat dengan sasaran pelanggan
yang cukup banyak jumlahnya.

Untuk lebih jelas, maka penulis memaparkan hasil analisis data yang telah terkumpul, yaitu
sebagai berikut:

No Item yang dinilai Kriteria penilaian


. Kurang baik Sedang Baik
1. SDM
2. Pesaing
3. Konsumen
4. Teknologi
5. Harga
6. Promosi
7. Lingkungan bisnis
8. Ketersediaan modal
9. Pangsa pasar
10. Rencana pemasaran
Total bobot 2 3 5

3. Aspek Keuangan
Modal untuk usaha warnet ini plus biaya operasional selama 1 bulan pertama adalah Rp 55 jt
dengan laba bersih rata-rata Rp 6 jt per bulannya. Sehingga usaha akan BEP (break event point)
pada bulan kesepuluh (6 jt x 10 = 60 jt).
Kurun waktu untuk pulang pokok adalah sekitar 10 bulan atau biasa dikatakan bahwa PP
(Payback Period)-nya adalah kurang dari 1 tahun, sedangkan nilai ekonomis dari peralatan
adalah 3 tahun. Dapat disimpulkan bahwa PP lebih kecil dari umur investasi sehingga usaha ini
dinilai dari PP-nya adalah baik.
- Prehitungan Keuntungan Bersih per bulan = omzet- biaya operasional
= 15.000.000 9.000.000
= 6.000.000
Dan keuntungan bersih per tahun adalah 6000.000 x 12 = 72.000.000
- Membandingkan dengan rate onReturn
Rata-rata EAT = Rp 60.000.000

Rata-rata investasi = Rp 50.000.000


2
= 25.000.0000

ARR = 60.000.000
25.000.000

=24%

- Diketahui bahwa total PV = Rp 250.000.000


Sehingga dapat dihitun NPV = total PV Investasi
= 250.000.000 50.000.000

= 200.000.000

Dngan demikian investasi yang dilakukan dapat dikatakan layak karena hasil NPV adalah positif
yaitu Rp 200.000.000,-.

4. Aspek Operasional
Letak usaha ini cukup baik karena terdapat pada pusat keramaian dan dekat dengan sekolah,
pasar dan pusat perkantoran sehingga dapat dikatakan bahwa lokasi sangat dekat dengan target
pelanggan yaitu pelajar dan masyarakat umum.

Gedung warnet ini memiliki halaman atau parkir yang tidak cukup luas untuk menampung
kendaraan pelanggan, sehingga mengurangi kepuasan para pelanggan. Dan 15 bilik yang tersedia
ternyata tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan atas jasa internet ini terutama ketika
sore hari dan masa-masa ujian sekolah.

Untuk itu dapat dinilai bahwa gedung dan jumlah penyediaan bilik kurang memuaskan
pelanggan, sedangkan bagi letak lokasi usaha ini sendiri cukup memuaskan.

5. Aspek Sosial Ekonomi


Secara ekonomi, usaha ini tidak cukup banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar
karena hanya menyerap 3 orang tenaga kerja. Sedang dari segi social, usaha ini sangat membantu
untuk berkembangnya daera kecamatan Stabat ini dengan penyediaan akses informasi yang
mudah dan cepat. Para pelajar jadi lebih mudah untuk menemukan bahan pembelajaran yang
mungkin tidak ditemukan didalam buku pelajaran sekolah.

6. Aspek Manajemen
Struktur organisasi usaha ini sangat sederhana yaitu terdiri dari pemilik usaha/pemodal, manajer
dan 3 orang pekerja/pengelola. Sehingga bentuk organisasi yang diilih pun adalah organisasi
garis atau lini. Dan pemilihan bentuk organisasi ini sesuai dengan usaha warnet ini yang berskala
kecil dan tidak memiliki banyak karyawan.

7. Aspek Amdal
Usaha ini tidak memiliki dampak negative secara fisik terhadap lingkungan sekitar. Tidak ada
polusi udara yang ditimbulkan ataupun polusi suara (kebisikan), hanya saja ketika listrik padam
suara genset mungkin agak sedikit bising. Namun suara ini tidak sampai mengganggu
masyarakat sekitar bahkan jarang terjadi.
Akses segala informasi yang mudah dan cepat, dapat juga berdampak negative terutama bagi
mereka yang tidak memiliki pengawasan moral pribadi. Secara nonfisik, informasi yang tidak
senonoh seperti maraknya situs porno yang sangat mudah diakses dari internet merupakan
ancaman bagi etika moral generasi kita karna bisa dikatakan sebagian besar pengguna internet ini
adalah kalangan pelajar. Untuk itu, terlihat di dinding setiap bilik G-net ini tulisan larangan keras
bagi yang membuka situs tersebut.

BAB III
KESIMPULAN

Adapun hasil analisis usaha ini adalah sebagai berikut:


1. Aspek Keuangan
Modal untuk usaha warnet ini plus biaya operasional selama 1 bulan pertama adalah Rp 55 jt
dengan laba bersih rata-rata Rp 6 jt per bulannya. Sehingga usaha akan BEP (break event point)
pada bulan kesepuluh (6 jt x 10 = 60 jt).
Kurun waktu untuk pulang pokok adalah sekitar 10 bulan atau biasa dikatakan bahwa PP
(Payback Period)-nya adalah kurang dari 1 tahun, sedangkan nilai ekonomis dari peralatan
adalah 3 tahun. Dapat disimpulkan bahwa PP lebih kecil dari umur investasi sehingga usaha ini
dinilai dari PP-nya adalah baik.
- Prehitungan Keuntungan Bersih per bulan = omzet- biaya operasional
= 15.000.000 9.000.000
= 6.000.000
Dan keuntungan bersih per tahun adalah 6000.000 x 12 = 72.000.000
- Membandingkan dengan rate onReturn
Rata-rata EAT = Rp 60.000.000

Rata-rata investasi = Rp 50.000.000


2
= 25.000.0000
ARR = 60.000.000
25.000.000

=24%

- Diketahui bahwa total PV = Rp 250.000.000


Sehingga dapat dihitun NPV = total PV Investasi
= 250.000.000 50.000.000

= 200.000.000

Dngan demikian investasi yang dilakukan dapat dikatakan layak karena hasil NPV adalah positif
yaitu Rp 200.000.000,-.

2. Aspek Operasional
Letak usaha ini cukup baik karena terdapat pada pusat keramaian dan dekat dengan sekolah,
pasar dan pusat perkantoran sehingga dapat dikatakan bahwa lokasi sangat dekat dengan target
pelanggan yaitu pelajar dan masyarakat umum.

Gedung warnet ini memiliki halaman atau parkir yang tidak cukup luas untuk menampung
kendaraan pelanggan, sehingga mengurangi kepuasan para pelanggan. Dan 15 bilik yang tersedia
ternyata tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan atas jasa internet ini terutama ketika
sore hari dan masa-masa ujian sekolah.

Untuk itu dapat dinilai bahwa gedung dan jumlah penyediaan bilik kurang memuaskan
pelanggan, sedangkan bagi letak lokasi usaha ini sendiri cukup memuaskan.

3. Aspek Sosial Ekonomi


Secara ekonomi, usaha ini tidak cukup banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar
karena hanya menyerap 3 orang tenaga kerja. Sedang dari segi social, usaha ini sangat membantu
untuk berkembangnya daera kecamatan Stabat ini dengan penyediaan akses informasi yang
mudah dan cepat. Para pelajar jadi lebih mudah untuk menemukan bahan pembelajaran yang
mungkin tidak ditemukan didalam buku pelajaran sekolah.

4. Aspek Manajemen
Struktur organisasi usaha ini sangat sederhana yaitu terdiri dari pemilik usaha/pemodal, manajer
dan 3 orang pekerja/pengelola. Sehingga bentuk organisasi yang diilih pun adalah organisasi
garis atau lini. Dan pemilihan bentuk organisasi ini sesuai dengan usaha warnet ini yang berskala
kecil dan tidak memiliki banyak karyawan.

5. Aspek Amdal
Usaha ini tidak memiliki dampak negative secara fisik terhadap lingkungan sekitar. Tidak ada
polusi udara yang ditimbulkan ataupun polusi suara (kebisikan), hanya saja ketika listrik padam
suara genset mungkin agak sedikit bising. Namun suara ini tidak sampai mengganggu
masyarakat sekitar bahkan jarang terjadi.
Akses segala informasi yang mudah dan cepat, dapat juga berdampak negative terutama bagi
mereka yang tidak memiliki pengawasan moral pribadi. Secara nonfisik, informasi yang tidak
senonoh seperti maraknya situs porno yang sangat mudah diakses dari internet merupakan
ancaman bagi etika moral generasi kita karna bisa dikatakan sebagian besar pengguna internet ini
adalah kalangan pelajar. Untuk itu, terlihat di dinding setiap bilik G-net ini tulisan larangan keras
bagi yang membuka situs tersebut.

BAB III
KESIMPULAN

Adapun hasil analisis usaha ini adalah sebagai berikut:

No Aspek Kelayakan Hasil Studi


.
1. Hukum Baik
2. Pemasaran Cukup baik
3. Keuangan Baik
4. Operasional Cukup baik
5. Sosial ekonomi Cukup baik
6. Manajemen Baik
7. Amdal Cukup baik
Dari hasil analisis yang telah disimpulkan di atas dapat dinyatakan bahwa usaha ini adalah layak
untuk dijalankan, karena dapat memberikan keuntungan yang lumayan.

BAB IV
SARAN

Adapun saran-saran untuk usaha ini adalah:


1. Dari aspek pemasaran, sebaiknya dikerahkan lagi usaha promosi yang lebih intens, seperti:
melakukan kerja sama dengan phak sekolah dalam rangka pelatihan computer dan internet,
menambah jasa layanan seperti penjualan aksesoris computer, service computer, training
computer dan penjualan makanan dan minuman ringan.
Memberikan specialprice pada hari tertentu sebagai penarik minat pelanggan.

2. Dari aspek keuangan, sebaiknya ditempatkan seorang akuntan khusus penangani bagian
administrasi keuangan usaha, sehingga memudahkan dalam spelaporan informasi keuangan
usaha sehingga dapat diambilan langkah-langkah perencanaan dalam pengembangan usaha
dengan tepat.

3. Dari aspek operasional, sebaiknya dilakukan pembaharuan gedung yang dapatmemuat


lebih banyak bilik sehingga dapat memenuhi permintaan jasa yang lebih banyak. Kemudian
penataan fasilitas parker yang memadai. Dan untuk lebih dapat lebih memuaskan dan
memberikan kenyamanan bagi para pelanggan ada baiknya ruangan dilengkapi dengan kipas
angina atau ac.
4. Dari aspek social ekonomi, dengan diadakannya pelayanan tambahan berupa pengadaan
pelatihan computer dan pelayanan-pelayanan lainnya, tidak menutup kemungkinan usaha ini
dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak pula.

5. Dari aspek manajemen, untuk pengembangan usaha ini sebaiknya ditempatkan seorang
yang ahli dalam bidang research & development atau konsultan yang dapat memberikan ide dan
saran untuk dapat meluaskan usaha ini.

6. Dari aspek amdal, sebaiknya dari pihak warnet ini bias memberikan penyuluhan ke
sekolah-sekolah tentang akibat dan buruknya gambar-gambar yang ada pada situs porno, ataupun
memblokir situs tersebut.

AFTAR PUSTAKA

Kasmir dan Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2008.
Tanjung, Baharuddin Nur. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Tesis).
Medan: Kencana Prenada Media Group, 2005.
Ahman, Rinota. Wawancara. Stabat. 16 Desember 2009.
BAB I
Ikhtisar (Executive Summary)

A. Latar Belakang

Pada era Globalisasi seperti saat ini, teknologi berkembang begitu pesatnya. Orang-orang
dapat berkomunikasi dengan mudah walaupun berada di tempat yang sangat jauh. Jarak seakan
tidak ada artinya lagi. Mereka dapat berkomunikasi atau mencari berbagai informasi
menggunakan internet. Animo masyarakat terhadap Internet cukup besar. Tak jarang orang harus
sabar antre di warnet untuk bisa memakai Internet dan mengirimkan e-mail atau sekedar
bercengkrama dengan temannya (chating). Untuk itu Membuka Warung Internet seakan menjadi
peluang bisnis yang menjanjikan. Misalnya di , warnet dan game online seakan telah menjamur
dimana-mana. Di segala penjuru kota solo terutama tempat-tempat yang berdekatan dengan
aktivitas sekolah, kampus, maupun perkantoran, kita bisa dengan mudah menjumpainya. Bahkan
di salah satu ruas jalan di Kentingan Solo terdapat kurang lebih 15 warnet yg dibangun.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan internet dan game online yang sekarang
pasarnya mencakup mulai pebisnis hingga siswa SD maka diperlukan fasilitas yang memadai.
Seperti kita ketahui internet dan game online merupakan sesuatu yang akan menjadi kebutuhan
pokok di masa yang akan datang, bukan hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan akan
informasi dan ajang penyaluran hobi, sekarang ini dunia internet dan game online merupakan
salah satu tempat untuk penyaluran aktualisasi diri, sedikit demi sedikit tanpa dapat dipungkiri
bentuk sosialisasi dikalangan masyarakat, anak muda khusunya akan berpindah dari dunia nyata
ke dunia maya, dan ini merupakan celah bagi dunia bisnis untuk memberikan fasilitas pelayanan
yang sebaik-baiknya bagi para pengguna internet dan game online.

Bagi para pelaku dunia bisnis, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai
bagaimana daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan dari beberapa
penawaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan meningkat memungkinkan
pasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan menurun menyebabkan kondisi pasar
berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana
tingkat persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaan maupun penawaran itu terjadi
pada kondisi yang demikian.

Diskripsi Usaha
Nama dari usaha yang akan kami jalankan adalah DOAIBU internet dan game online.
Usaha ini bergerak dalam bidang jasa yang menawarkan layanan fasilitas internet dan hiburan
bagi masyarakat.
Jika dipelajari lebih jauh, munculnya warnet di Indonesia disebabkan dua
faktor:
1. Terbatas dan mahalnya akses internet
2. PC sebagai alat akses utama internet juga masih terhitung mahal bagi
mayoritas penduduk di Indonesia.
3. Animo masyarakat terhadap penggunaan internet cukup tinggi
Melihat kenyataan itu, maka bermunculan warnet-warnet yang
memberikan solusi kepada kebutuhan akses internet yang terjangkau. Ketiga
faktor inilah yang menjadi dasar pengadaan usaha warnet dan game online
ini.
B. Tujuan
Tujuan pendirian warnet dan game online dapat dilihat dari 2 sisi yakni financial benefit
dan social benefit. Dai segi financial, Kami mendirikan usaha ini karena ingin menciptakan
sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan dalam jangka pendek dan jangka
panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Di era globalisasi saat ini, teknologi akan
sangat dibutuhkan oleh siapapun, jadi pasarnya pun akan sangat luas. Selain itu , dilihat dari sisi
social, tujuan kami mendirikan usaha warnet dan game online adalah memberikan fasilitas yang
memadai kepada masyarakat sekitar. Dengan pendirian unit bisnis ini diharapkan bisa
memberikan pengetahuan,informasi, dan mempermudah pekerjaan melalui pengaksesan internet
dan juga memberikan hiburan melalui fasilitas bermain game online yang nyaman dan aman, dan
pastinya terjangkau di semua kalangan.
BAB II
ASPEK HUKUM

A. Profil Unit Usaha

Unit usaha ini diberi nama DOA IBU. Nama tersebut dirasa cocok karena terkesan
tidak biasa dan menimbulkan rasa penasaran bagi setiap orang yang mendengarnya. Selain itu
makna pemberian nama unit bisnis ini menandakan setiap langkah perjalanan usaha warnet dan
game online mulai dari pendirian sampai berlangsungnya usaha tidak pernah melupakan jasa ibu
akan setiap doa yang dipanjatkan khususnya bagi pemilik.

Nama Usaha : DOA IBU Internet dan Game Online


Bidang Industri : Jasa yang menyediakan layanan Internet dan game online
Badan Hukum : Perseorangan
Pemilik : Muhammad Tri Mendrif Yustianditya
Alamat pendirian Usaha : Jalan Ir.Sutami Kentingan belakang kampus UNS Solo
No Telp : 085622223333

B. Perijinan Tempat Usaha


Perijinan bukan menjadi suatu kendala bagi usaha bisnis ini karena untuk
mengeluarkan perijinan tempat usaha cukup mudah. Dari segi legalitas, usaha bisnis ini
membutuhkan beberapa dokumen badan hukum untuk melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal
agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di kemudian hari. Beberapa dokumen hukum yang
dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah :

1. Badan hukum
Untuk usaha ini yaitu berupa perusahaan perseorangan. Karena usaha
yang kami lakukan sifatnya merupakan usaha dengan modal sendiri di mana
keuntungan dan kerugian ditanggung sendiri oleh pemilik.
2. NPWP
Sebagai unit bisnis saya juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha saya ke
Departemen Perpajakan setempat. NPWP merupakan nomer yang diberikan
wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang
dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak
dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
3. Ijin domisili
Melakukan perijinan kepada pemerintah daerah setempat untuk ijin domisili,
karena nantinya karena nantinya kami akan ada yang tinggal dan menetap
ditempat tersebut.
4. Bukti diri
Unit usaha juga mempunyai bukti diri mengenai kepemilikan serta kartu
identitas penduduk.
5. Surat perjanjian sewa menyewa bermaterai (MOU)
Karena unit usaha kami menyewa toko, maka kami akan mendapat MOU
setelah membayar biaya yang disepakati bersama pemilik toko tersebut.

Usaha DOA IBU Internet dan Game Online merupakan usaha perseorangan di mana usaha ini
dimiliki oleh Muhammad Fuad dengan kewarganegaraan Indonesia yang sah. Pemilik di sini
hanya perlu meninjau akan perkembangan unit bisnis yang dijalankan. Pengawasan akan
ditangani oleh supervisor dan pengelolaan menjadi tanggung jawab supervisor bersama dengan
operator server.
BAB III
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

Bentuk Pasar
Bentuk pasar dari usaha warnet dan game online ini merupakan pasar persaingan sempurna.
Dimana terdapat konsumen dan produsen yang banyak. Konsumen dan produsen dapat dengan
mudah menjual atau membeli berapa saja tanpa adanya batas, asal bersedia menjual atau
membeli berdasarkan harga pasar. Produsen tidak dapat secara individu mempengaruhi harga
pasar.

Permintaan dan Penawaran


Permintaan
a. Perkembangan permintaan saat ini
Untuk daerah belakang kampus UNS Solo jumlah warnet yang tersebar hingga saat ini kurang
lebih berjumlah 15 warnet yang telah beroperasi. Dilihat dari banyaknya warnet yang beroperasi
dapat diasumsikan bahwa pengguna atau konsumen warnet dan game online di daerah tersebut
cukup tinggi. Hal ini dikarenakan daerah tersebut merupakan daerah strategis yang dekat dengan
wilayah kampus, sekolahan, dan kantor. Dengan kondisi yang demikian maka daerah belakang
kampus UNS Solo memiliki peluang pasar untuk usaha warnet dan game online yang potensial.
DOA IBU Internet dan Game Online dapat melihat potensi pasar tersebut dan menjadi salah
satu penyedia layanan internet dan game online untuki konsumen sekitar karena kemungkinan
kebutuhan konsumen akan layanan jasa berbasis teknologi informasi tersebut tidak dapat
dipenuhi oleh penyedia jasa internet yang telah ada.

b. Prospek permintaan di masa yang akan datang


Dengan begitu banyaknya usaha yang sama setiap tahunnya yang berimbas pada munculnya para
pesaing-pesaing baru, maka akan memunculkan anggapan akan berkurangnya permintaan usaha
jasa tersebut dan konsumen beralih ke usaha jasa lain yang sejenis. Tapi di DOA IBU internet
dan game online akan berusaha memberikan produk jasa yang berbeda dari yang lain dengan
kualitas yang akan terus ditingkatkan.

Penawaran
a. Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor usaha warnet dan game online telah ditawarkan di segala
penjuru. Mengingat lokasi pendirian DOA IBU Internet dan Game Online terletak di area
kampus yang strategis maka dengan kondisi demikian unit bisnis ini memiliki peluang pasar
yang potensial. Meskipun sudah banyak usaha sejenis yang didirikan tetapi DOA IBU
memiliki fasilitas game online yang tidak semua warnet memiliki fasilitas itu. Selain itu kami
menawarkan sesuatu yang berbeda dari pesaing yang ada dikawasan usaha yang kami dirikan,
seperti layanan DOA IBU cafe dan penataan ruang yang terpisah antara ruang bebas rokok
dan area untuk yang merokok.
b. Prospek penawaran di masa yang akan datang
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha internet dan game online pada masa yang
akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat
bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena
sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi
penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh
karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif
untuk menarik pasar.

Analisis SWOT
A. faktor kekuatan (strength)
faktor strength yang dimiliki oleh usaha warnet dan game online ini adalah terletak pada fasilitas
yang kami berikan kepada para pengguna jasa kami. Fasilitas tersebut antara lain :
Komputer dan Peralatan Pendukung
Perangkat computer yang ada pada DOA IBU internet dan game online memiliki kualitas yang
bagus dan sudah merupakan standar speech computer yang digunakan untuk bermain game
online. Selain itu kita juga memberikan speaker pada masing-masing unit yang digunakan untuk
bermain game.
Fasilitas ruangan
Kami berusaha untuk selalu memberikan tempat yang nyaman kepada para pelanggan. Ruangan
Full AC dan kebersihan ruangan akan selalu terjaga. Selain itu bilik yang ada pada usaha kami
ini sudah diatur agar memberikan kenyamanan kepada penggunanya.

Usaha ini juga akan melayani layanan print out data.

Memiliki strategi sistem pemasaran dan publikasi yang terstruktur terhadap konsumen.

B. Factor kelemahan (weaknesses)


Pada awalnya mungkin akan banyak kendala yang dihadapi, seperti masih sepinya
pengunjung dan belum stabilnya peralatan. Untuk menghindarinya akan diadakan promosi lagi
dan akan dilakukan pengecekan peralatan. Dengan perkembangan teknologi, maka software dan
komponen hardware akan mengalami pergantian, maka kami akan selalu memperbarui software
dan hardware mengikuti perkembangan teknologi informasi.

C. Faktor kesempatan (opportunities)


Unit bisnis terletak di sekitar area kampus, sekolah, dan perkantoran sehingga warnet dan
game online ini memiliki pasar yang potensial. Jadi kesempatan terbuka lebar untuk usaha ini.
Kami juga berani mengungguli para pesaing usaha ini dengan keunggulan-keunggulan yang
kami tawarkan pada konsumen atau pengguna jasa.

D. Factor Ancaman (Threaths)


Dengan berkembangnya teknologi dan informasi serta keinginan para pengguna internet dan
game online memicu munculnya usaha-usaha baru yang sejenis sehingga persaingan usaha
menjadi ketat. Faktor kebosanan para pengguna jasa ini juga merupakan ancaman bagi usaha ini.

Segmentasi, Target dan Posisi di Pasar


a. Segmentasi Pasar
Segmentasi berdasarkan geografis, yaitu :

DOA IBU internet dan game online berada di daerah sekitar kampus, sekolah, perkantoran,
dan perumahan. Karena lokasi usahanya inilah, maka segmentasi pasarnya dikhususkan terletak
di sekitar kampus.
Segmentasi berdasarkan demografis, yaitu

Semua kalangan dari yang anak-anak sampai orang dewasa pun dapat menggunakan jasa ini.
Karena biaya untuk mengakses internet dan game online tergolong murah hanya berkisar antara
2500-3000/jam, maka dapat dinikmati dari kalangan menengah ke bawah sampai menengah ke
atas.
Segmentasi berdasarkan psikografis, yaitu :

Di era globalisasi seperti sekarang ini gaya hidup di indonesia harus serba modern dan canggih,
mereka tidak ingin dikatakan sebagai seorang yang Gaptek atau gagap teknologi.

b. Targeting
Yang menjadi target market adalah semua kalangan terutama para anak sekolah dan mahasiswa.
Banyaknya pelajar SD sampai SMA yang tinggal didaerah area kampus UNS menjadi target
pasar usaha ini. Selain itu kalangan mahasiswa tentunya diharapkan mampu mendongkrak
pengguna jasa internet dan game online ini.

c. Positioning
Usaha ini memiliki nama yang terdengar tidak biasa sehingga dapat menimbulkan kesan
penasaran pada usaha kami. Warnet dan game online ini mempunyai keunggulan yang dapat
dibuktikan, karena menawarkan suatu produk jasa yang bermutu dengan fasilitasnya lengkap dan
tempat yang nyaman. karena pasar yang ingin dituju adalah para pelajar dan mahasiswa, maka
usaha ini akan memberikan jasa internet dan hiburan dengan suasana yang unik dan modern,
interiornya didesain sedemikian rupa agar para pelanggan merasa nyaman berada dalam ruangan
ini, sehingga para pelanggan merasa betah berlama-lama berada pada tempat ini. Fasilitas
penunjang lain diantaranya adalah :
LED monitor disertai web cam.
Terdapat area yang menyediakan makanan dan minuman yang dijual kepada
pengunjung.
Memiliki sirkulasi udara yang cukup dan stabil, tidak terlalu lembap atau
terlalu kering sehingga sehat dan nyaman bagi pengelola dan tamu
Memiliki area bebas rokok yang terpisah dengan area perokok
Area perokok difasilitasi dengan peralatan sirkulasi udara yang proporsional
Memiliki kamar kecil, saluran pembuangan limbah dan ketersediaan air
bersih dalam jumlah yang memadai dan senantiasa terjaga kebersihannya
Menggunakan sekat pembatas / bilik komputer yang wajar, tidak terlalu
tinggi dan atau sebagian besar tertutup untuk memudahkan pengawasan
dan mencegah terjadinya penyelewengan fungsi
Melakukan perawatan berkala dan pembersihan perangkat AC dan karpet
untuk mencegah terjadinya gangguan pernapasan
Memiliki Program
* Operating System Windows XP Home ( System )
* Open Office 2.2
* Mozila Firefox ( browsing internet )
* Flash Get ( Download )
* Yahoo Messengger 8.1 ( Chatting )
Game Online, diantaranya adalah :
* Seal indo Online ( Petualangan ), Kartun, Lucu, Mudah dimainkan
* Rising Force indo Online ( Petualangan ) Perang Robot, Tegang, Rumit
* Ayo Dance ( Ketangkasan ) Dansa, Mudah dimainkan
* Get Amped R ( Ketangkasan ) Fighting, lucu, mudah dimainkan
* Raknarok Online ( Petualangan ) Rumit, Game lama
* RAN Online ( Petualangan ) Perang, game menengah
Game Offline,diantaranya :
* Counter Strike ( Tembak Menembak ) tegang, mudah
* Warcraft III ( Strategy ) Tegang, rumit
* Generals Zero Hour ( Strategy ) perang dunia, mudah
* MotoGP 3 ( Balap Motor ) Tegang, menengah
* NFS Underground 2 ( Balap Mobil ) Seru, Tegang, Menengah
* NFS Carbon ( Balap Mobil ) Tegang, Menengah
* BattleField 2 ( Tembak Menembak ) Tegang, perang Paling lengkap.

Analisis Persaingan
Tingkat persaingan usaha warnet dan game online di daerah kampus UNS
sangat ketat, karena cukup banyak usaha warnet dan game online yang ada
di daerah tersebut. Akan tetapi kami datang dengan membawa sesuatu yang
berbeda sehingga hal itu menjadi harapan kami untuk kesuksesan usaha ini.

Strategi Bauran Pemasaran atau Marketing Mix


Strategi Produk

produk yang ditawarkan oleh DOA IBU internet dan game online
adalah :
1. Jasa Akses internet (tariff sesuai class , game online, standart VIP, VVIP)
2. Minuman dan snack
3. Print
4. CD, Flashdisk, burning.

Untuk pelayanan internet ataupun pengetikan DOA IBU internet dan game
online memiliki 15 unit komputer client yang dapat digunakan konsumen
sesuai kebutuhan masing-masing yang dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi
penunjang untuk browsing, word prosessing, image editing, gaming, dan
aplikasi lainnya. Untuk fasilitas print dan burning memiliki dua unit printer di
mana yang satu untuk print hitam - putih sedangkan yang lain untuk print
berwarna. Fasilitas burning dapat dilakukan pada setiap unit computer yang
ada baik unit client maupun unit operatornya.

Strategi Harga

warnet doa ibu membuat standart harganya menyesuaikan dengan letak


geografisnya, karena berada di area kampus, maka sebagian besar
konsumennya adalah mahasiswa, sehingga harga nya cenderung murah dan
terjangkau. Standart penetapan harganya pastinya juga disesuaikan oleh
sewa tempat, dan biaya akses internet, maka dari itu warnet DOA IBU
memberikan tarif harga yang terjangkau. Harga yang ditetapkan perjamnya
relative dapat dijangkau oleh semua kalangan berkisar antara 2500-
3000/jam hal ini ditetapkan agar usaha ini dapat menguasai pasar. Walaupun
tergolong murah tetapi fasilitas yang ditawarkan juga memadai.
Strategi Lokasi dan Distribusi

DOA IBU internet dan game online membuka usahanya di wilayah lingkungan kampus, karna
dengan tempat yang berlingkungan pendidikan ini menjadi salah satu peluang usaha bagi warnet
ini untuk mencari segmentasi dan konsumen loyal. Selain itu di wilayah kampus warnet akan
menjadi salah satu kebutuhan bagi warga sekitarnya.
Strategi Promosi

Melakukan soft openingnya dengan menawarkan diskon di hari hari tertentu


bagi mahasiswa yang mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Selain itu
promosi dilakukan dengan spanduk, brosur dan yang paling efektif melalui
konsumennya atau dari mulut ke mulut.

Analisis Potensi dan Pangsa Pasar


Rerata Penghasilan Usaha Warnet dan Game Online

Dari hasil wawancara terhadap pengusaha warnet dan game online yang ada di sekitar perumnas
palur tentang penghasilan yang mereka dapatkan, kami memperoleh data sebagai berikut :

Jenis Usaha Tarif per Jam Jumlah Unit Penghasilan Per


Komputer Bulan
Warnet A Rp2.500 15 Unit Rp12.000.000
Warnet B Rp2.500 15 Unit Rp12.600.000
Warnet C Rp2.500 15 Unit Rp10.500.000
Warnet D Rp2.500 10 Unit Rp7.500.000
Warnet E Rp2.500 10 Unit Rp6.000.000
65 Unit Rp48.600.000
Fasilitas dan pelayanan kelima warnet diatas rata-rata sama dan dengan
asumsi hari kerja per bulan 30 hari. Dari data diatas kami peroleh rata-rata
penghasilan usaha warnet dan game online yaitu :
Rp48.600.000 : 65 unit = Rp747.692 ( dalam kurun 1 bulan )
Jadi bisa dihitung lama penggunaan tiap unit computer selama sehari :
= Rp747.692 : Rp2.500 : 30hari
= 10 jam / hari

Dari hasil perhitungan diatas dapat kita hitung berapa proyeksi pendapatan dari usaha jasa DOA
IBU Warnet dan game online.
Usaha jasa DOA IBU Warnet dan game online merencanakan usia investasi selama 3 tahun.
Proyeksi penghasilan DOA IBU warnet dan game online
Tahun Unit Tarif per Penggunaan Penghasilan
komputer jam per unit/hari
Tahun 1 15 Rp2.500 10 jam Rp135.000.000
Tahun 2 15 Rp3.000 10 jam Rp162.000.000
Tahun 3 15 Rp3.500 10 jam Rp 189,000,000
Total Rp 486,000,000.00
*hari kerja per bulan 30 hari

Proyeksi penghasilan ini cukup realistis bagi usaha jasa DOA IBU internet dan game online
karena usaha yang akan didirikan ini sudah mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki
oleh usaha sejenis yang menjadi pesaing sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik
dari pesaingnya. Selain itu kami juga sudah belajar mengerti apa yang diinginkan oleh calon
pengguna jasa kami

BAB IV
ASPEK MANAJEMEN

A. Pembangunan Proyek
Tahap ini akan melakukan pengawasan terhadap pembangunan usaha
warung internet dan game online ini. Tanggung jawab manajemen
pembangunan proyek ini adalah :
Pengoganisasian proses renovasi pada ruangan utama yang akan

digunakan sebagai tempat penempatan bilik-bilik, pada ruangan utama ini


dipisahkan antara ruangan smooking dan non smoking. Pada ruangan no
smoking diberikan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Renovasi juga
dilakukan pada ruangan kasir dan lobi atau ruang tunggu para pelangan
warnet dan game online.
Pemasangan listrik dan saluran telepon,

Pemasangan berbagai peralatan computer, seperti CPU, monitor dan

keyboard disertai fasilitas penunjang seperti stabilisator, AC, lampu-lampu


penerang, kamera, dan lain-lain.
Pengrekrutan tenaga kerja

B. Perencanaan
Pada dasarnya DOA IBU internet dan game online merupakan usaha kecil dengan tujuh
orang karyawan, di mana terdapat 6 orang karyawan yang yang bekerja secara bergantian atau
part time sedangkan 1 orang sebagai supervisor yang mengawasi dan bertanggung jawab
terhadap berjalannya usaha sekaligus sebagai supervisor. Bentuk pendekatan antara karyawan
dengan pemilik bersifat bottom-up di mana pemilik usaha memberikan instruksi-instruksi atau
pun kewenangan melalui supervisornya. Mengenai perencanaan unit bisnis yang terkait dengan
keuangan dijelaskan dalam tabel pelaksanaan proyek.

C. Pengorganisasian
DOA IBU internet dan game online tidak memiliki struktur organisasi yang besar mengingat
jumlah karyawan hanya 6 orang dengan sistem shift dan satu orang sebagai supervisor. Setiap
keputusan dikeluarkan oleh
D. Operasional usaha
Dalam tahap ini pihak manajemen berfungsi sebagai pelaksana jalannya
operasi dari usaha ini. Tanggung jawab manajemen operasional usaha adalah
sebagai berikut :
Bertugas menjaga dan mengawasi setiap penerimaan uang setiap

harinya.
Mengawasi setiap pekerja misalnya mengawasi administrasi (kasir) dan

teknisi komputer.
Melakukan kegiatan promosi baik dimedia cetak,maupun melalui internet.

Membuat laporan keuangan bulanan yang kemudian diserahkan kepada

pemilik usaha tersebut.


Mengecek apakah fasilitas usaha tersebut dirawat dengan baik atau tidak.

PERHITUNGAN JADWAL PENYELESAIAN


TAHAP PELAKSANAAN PROYEK DOA IBU
INTERNET DAN GAME ONLINE

NO kEGIATAN KEGIATAN LAMA WAKTU


SEBELUMNYA PENYELESAIAN
a. Renovasi bangunan - 12 Minggu
b. Pemasangan kabel - 1 Minggu
listik, jaringan telepon
c. Pemasangan bilik atau A,B 1 minggu
sekat serta
pemasangancomputer
beserta peralatanya,
ac dan fasilitas
penunjang ruangan
lainya
d.. Penyusuan perabot C 1 minggu
ruang computer dan
ruangan lainya
termasuk ruang
monitor dan toilet
e. Mengistal program- C 1 minggu
program computer.
BAB V
ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

A. Rencana Pengembangan

a. Evaluasi lokasi
Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagai tempat
usaha warung internet dan game online ini adalah terletak di Jalan Ir. Sutami
Kentingan Solo. Lokasi ini dipilih karena lokasi tersebut merupakan area yang
strategis y6akni dekat dengan target pasar yang telah ditentukan.

b. Sarana dan prasarana


Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami
adalah dengan memanfatkan : untuk warnet diperlukan peralatan computer,
seperti CPU, monitor, keyboard, mouse, web cam). Spesifikasi untuk game
adalah menggunakan peralatan computer paling canggih yang disesuaikan
dengan kebutuhan game yang akan diinstall di computer tersebut. Untuk
mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal maka digunakan part computer
pada level yang paling laris saat ini dengan merek terbaik agar memiliki usia
pakai yang panjang. Selain itu perlu juga ac, kulkas, meja dan kursi, bilik
atau sekat, sofa untuk diletakan di ruang tunggu, toilet yang bersih dan juga
tidak lupa lahan parkir yang cukup luas.

Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan bangunan seluas 36 m 2


untuk tempat usaha.

c. Tenaga ahli dan tenaga biasa


Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha kami
adalah tenaga ahli yang bergerak dalam bidang IT dan programmer, serta
teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha. Sedangkan untuk tenaga
biasa yang kami gunakan adalah wiraniaga, tenaga srabutan / kurir dan
bagian cleaning service dan pengatur parkir.

e. Bangunan dan tata letak bangunan


Berkaitan dengan bangunan dan tata letak bangunan, DOA IBU internet
dan game online menyewa sebuah bangunan di belakang kampus dengan
luas tanah tanah 70 m2 dimana luas tanah tersebut diatasnya dibangun
tempat usaha seluas 36 m2, dan 34 m2 untuk tempat parkir. Tata letak
bangunan antara lain bangunan utama sebagai tempat untuk bilik warnet
dan bagian luar ada tempat parkir.

BAB VI
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
Perencanaan Sumber Daya Manusia
Selanjutnya yang perlu dianalisis adalah kesiapan pemilik yang berkaitan
dengan manajemen sumber daya manusia. Mulai dari pengadaan sampai
dengan penempatannya. Tenaga kerja merupakan bagian penting dari
kesuluruhan proses berjalannya suatu usaha. Tenaga kerjalah orang yang
mempunyai tanggung jawab atas sukses atau tidaknya usaha tersebut.
Dalam menentukan tenaga kerja, tidak hanya membutuhkan seseorang yang
mempunyai ketrampilan yang baik dibidangnya, tetapi juga harus
mempunyai kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi. Jumlah tenaga kerja harus
disesuaikan dengan usaha yang akan dijalankan, jangan terlalu banyak dan
jangan terlalu sedikit. Agar usaha tersebut dapat berjalan dengan optimal.
Untuk menunjang usaha warung internet dan game online ini sebenarnya
tidak dibutuhkan banyak tenaga kerja. Hanya dibutuhkan tenaga ahli dalam
bidang IT dan beberapa tenaga umum yang memiliki loyalitas yang baik.
DOA IBU internet dan game online memiliki 7 karyawan di mana 6
karyawan sebagai tenaga umum dan 1 karyawan sebagai supervisor. Oleh
karena itu stuffing bersifat sederhana. Pemilik menunjuk seorang supervisor
yang akan bertanggung jawab terhadap kelancaran usaha dengan dibantu
tenaga umum yang berjumlah 6 orang melalui sistem kerja part time.
BAB VII
ASPEK KEUANGAN

A. Kebutuhan Modal Tetap


Kebutuhan modal tetap DOA IBU warnet dan internet digunakan untuk
pembelian dan pembiayaan aktiva tetap seperti computer, monitor, AC
ruangan dll.
Berikut adalah rincian biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian
dan pembiayaan aktiva tetap :

Aset Tetap Nilai

Interior Rp 17,000,000.00
Peralatan komputer Rp 60,000,000.00
Perkabelan Rp 800,000.00
Perlengkapan warnet Rp 15,000,000.00
AC ruangan Rp 3,000,000.00
Kipas angin Rp 600,000.00
Kulkas Rp 1,800,000.00
Neon Box Rp 1,000,000.00
Dispenser Rp 200,000.00
Exhause Fan Rp 400,000.00
Sewa Gedung Rp 30,000,000.00
Total Aset Tetap Rp 129,800,000.00
Umur ekonomis Aktiva Tetap adalah periode waktu tertentu dimana suatu
aktiva tetap secara teknis dinyatakan masih dapat bekerja optimal.Metode
yang digunakan adalah metode depresiasi garis lurus.

Tabel Umur Ekonomis dan Tarif Depresiasi


Umur Ekonomis
Aset Tetap Tarif depresiasi
( tahun )
Interior 5 20.00%
Peralatan komputer 3 33.33%
Perkabelan 3 33.33%
Perlengkapan warnet 5 20.00%
AC ruangan 3 33.33%
Kipas angin 3 33.33%
Dispenser 3 33.33%
Neon Box 3 33.33%
Kulkas 3 33.33%
Exhause fan 3 33.33%
sewa gedung 3 33.33%

B. Kebutuhan Modal Kerja


Modal kerja adalah sejumlah uang tunai yang digunakan untuk menjalankan
kegiatan operasi suatu usaha. Pada usaha warnet dan game online DOAIBU
mengambil aktiva lancarnya sebagai modal kerja usaha. Rinciannya sebagai
berikut :
Asset Lancar
Perlengkapan
Tinta Rp 125,000.00
Kertas HVS Rp 40,000.00
Minuman Rp 200,000.00
Lain-Lain Rp 100,000.00
Total Modal Kerja Rp 465,000.00

C. Total Nilai Investasi


Keseluruhan penjumlahan antara modal awal, modal tetap, dan modal kerja
disebut sebagai total nilai investasi.
Total nilai Investasi = Modal Awal + Modal Tetap + Modal kerja
Total nilai Investasi = Rp 6.500.000 + Rp 129.800.000 + Rp 465.000
= Rp 136.765.000
D. Struktur Modal
Struktur modal usaha ini diambil dari dua aternatif yaitu melalui utang dan
modal sendiri. Rinciannya sebagai berikut :
Sumber dana Investasi
Modal sendiri Rp 68,382,500.00
Utang Bank Rp 68,382,500.00
Sedangkan untuk biaya modal yang dibebankan atas perolehan dana adalah
sebagai berikut :
Biaya Modal
Profit Margin 54%
Suku bunga bank 14%
WACC 34%

E. Pendapatan
Pendapatan yang diperoleh adalah hasil perkalian antara tarif per jam
dengan lama penggunaan tiap unit computer setelah itu dikalikan lagi
dengan jumlah hari kerja dalam setahun. Perhitungannya adalah sebagai
berikut :

Proyeksi penghasilan DOA IBU warnet dan game online

Proyeksi Pendapatan
Penggunaan per
Tahun Unit komputer Tarif per jam Penghasilan
unit/hari
Tahun 1 15 Rp 2,500.00 10 jam Rp 135,000,000.00
Tahun 2 15 Rp 3,000.00 10 jam Rp 162,000,000.00
Tahun 3 15 Rp 3,500.00 10 jam Rp 189,000,000.00
Total Rp 486,000,000.00
*hari kerja per bulan 30 hari
Diatas bisa kita lihat pada tahun kedua tarif per jam mengalami kenaikan
karena adanya pengaruh inflasi sehingga kita menaikan tariff per jam nya.
Dan untuk tahun ketiga tarifnya tetap karena asumsinya pada tahun-tahun
terakhir jumlah pengguna jasa cenderung menurun karena mengingat
adanya kemajuan teknologi yang dapat mendorong perkembangan individu
sehingga mungkin sebagian ada yang sudah berlangganan internet sendiri.
Kebosanan pengguna jasa juga menjadikan perhitungan dalam hal ini.

F. Biaya
Biaya yang dikeluarkan pada usaha ini pada dasarnya biaya yang
dikeluarkan untuk menjalankan aktivitas usaha ini.

Proyeksi Biaya Operasional DOA IBU


Jenis Biaya Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
Biaya Listrik, Air, Telepon Rp 12,000,000.00 Rp 13,200,000.00 Rp 14,520,000.00
Biaya Langganan Internet Rp 30,000,000.00 Rp 33,000,000.00 Rp 36,300,000.00
Biaya Perawatan Rp 3,600,000.00 Rp 3,960,000.00 Rp 4,356,000.00
Biaya Gaji Karyawan Rp 27,600,000.00 Rp 30,360,000.00 Rp 33,396,000.00
Sub Total Rp 73,200,000.00 Rp 80,520,000.00 Rp 88,572,000.00
Biaya Depresiasi :
Bangunan gedung Rp 3,400,000.00 Rp 3,400,000.00 Rp 3,400,000.00
Peralatan komputer Rp 15,000,000.00 Rp 15,000,000.00 Rp 15,000,000.00
Perkabelan Rp 266,666.67 Rp 266,666.67 Rp 266,666.67
Meja Kursi Bilik Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00 Rp 3,000,000.00
AC ruangan Rp 925,000.00 Rp 925,000.00 Rp 925,000.00
Exhause fan Rp 116,666.67 Rp 116,666.67 Rp 116,666.67
Kipas angin Rp 560,000.00 Rp 560,000.00 Rp 560,000.00
Dispenser Rp 66,666.67 Rp 66,666.67 Rp 66,666.67
Kulkas Rp 433,333.33 Rp 433,333.33 Rp 433,333.33
Neon Box Rp 333,333.33 Rp 333,333.33 Rp 333,333.33
Sewa Gedung Rp 10,000,000.00 Rp 10,000,000.00 Rp 10,000,000.00
Sub Total Rp 34,101,666.67 Rp 34,101,666.67 Rp 34,101,666.67
Total Biaya Rp 107,301,666.67 Rp 114,621,666.67 Rp 122,673,666.67

G. Laporan Laba Rugi


Berikut ini adalah proyeksi laba rugi dari usaha jasa DOA IBU warnet dan
game online.
Proyeksi Laba Rugi
DOA IBU Warnet dan Game Online

Laporan Laba Rugi


Keterangan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
Pendapatan Rp 135,000,000 Rp 162,000,000 Rp 189,000,000
Biaya Operasional Rp 73,200,000 Rp 80,520,000 Rp 88,572,000
Biaya Penyusutan Rp 34,101,667 Rp 34,101,667 Rp 34,101,667
EBIT Rp 27,698,333 Rp 47,378,333 Rp 66,326,333
Interest Rp 9,573,550.00 Rp 6,790,217.64 Rp 3,617,218.74
EBT Rp 18,124,783 Rp 40,588,116 Rp 62,709,115
Pajak Rp 181,248 Rp 405,881 Rp 627,091
EAT Rp 17,943,536 Rp 40,182,235 Rp 62,082,023

H. Proyeksi Aliran Kas dan Proceed


Laba dalam pengertian akuntansi seperti yang dinyatakan dalam laba rugi
kurang relevan bagi pengusaha yang menginvestasikan dananya ke dalam
usaha yang dimilikinya. Bagi pengusaha yang paling penting adalah kas
bukan laba akuntansi, karena dengan tersedianya kas maka pengusaha
dapat melakukan investasi dan membayar kewajiban financial usahanya.
Aliran kas juga dapat digunakan sebagai instrument perhitungan kelayakan
usaha secara riil.
Berikut adalah proyeksi aliran kas dari usaha DOA IBU Warnet dan Game
Online.
Proyeksi Aliran Kas
DOA IBU Warnet dan Game Online

Arus Kas
Keterangan Tahun 0 Tahun 1 Tahun2 Tahun 3
Rp
Saldo awal : Rp - Rp 61,800,000 Rp 143,280,000
-
Cash Inflow
Rp Rp
Modal Asing Rp 68,382,500 Rp -
- -
Rp Rp
Modal sendiri Rp 68,382,500 Rp -
- -
Rp
Pendapatan Rp 135,000,000 Rp 162,000,000 Rp 189,000,000
-
Total Rp 136,765,000 Rp 135,000,000 Rp 162,000,000 Rp 189,000,000
Cash Outflow
Rp
Biaya Operasional Rp 73,200,000 Rp 80,520,000 Rp 88,572,000
-
Rp Rp
Pembelian Aset Rp 136,765,000 Rp -
- -
Total Rp 136,765,000 Rp 73,200,000 Rp 80,520,000 Rp 88,572,000
Rp
Net Cashflow Rp 61,800,000 Rp 81,480,000 Rp 100,428,000
-
Rp
Saldo akhir Rp 61,800,000 Rp 143,280,000 Rp 243,708,000
-

I. Penilaian Kelayakan
Payback Period
Parameter ini adalah yang paling sederhana,meskipun merupakan alat
pengembalian yang cukup penting.
Tujuan
Mengetahui jangka waktu yang dibutukan oleh suatu proyek untuk
mendapatkan kas masuk dan kemudian mengembalikan secara penuh dana
yang di investasikan kedalamnya.
Kriteria Penilaian
Semakin cepat sebuah usaha mengebalikan secara penuh dana yang
diinvestasikan ke dalamnya maka semakin layak bagi proyek itu untuk
dijalankan.
Penilaian Kelayakan
Payback Period
Time Period 0 1 2 3
Rp Rp Rp Rp
Cash Flow
(136,765,000.00) 61,800,000.00 81,480,000.00 100,428,000.00
Rp
Cumulative Cash
Rp (74,965,000.00 Rp Rp
Flow
(136,765,000.00) ) 6,515,000.00 106,943,000.00
1.92

Usaha jasa DOA IBU Warnet dan Game Online memiliki kelayakan yang
baik karena usaha ini dapat mengembalikan dana yang di investasikan
selama 1 tahun lebih 11 bulan.
Internal Rate of Return
Metode IRR adalah metode yang menggunakan konsep aliran kas diskonto
dimana nilai tunai dari aliran kas masuk dan nilai investasi telah dikeahui
terlebih dahulu.
Tujuan
Mengetahui tingkat bunga di mana nilai investasi sama dengan nilai tunai
dari aliran kas masuk yang diperoleh.
Kriteria Penilaian
Semakin tinggi nilai IRR maka semakin tinggi derajat kelayakan sebuah
proyek. Hal ini disebabkan karena jika IRR makin tinggi maka kemampuan
perusahaan untuk menutup biaya modal semakin tinggi.
Penilaian Kelayakan
Periode Arus Kas
0 Rp (136,765,000.00)
1 Rp 61,800,000.00
2 Rp 81,480,000.00
3 Rp 129,568,000.00
IRR 38% Diterima

Nilai IRR pada usaha ini tinggi yakni sebesar 38% jadi usaha ini layak untuk
dijalankan.
Net Present Value ( NPV )
Metode ini menggunakan konsep diskonto aliran kas yang memperhitungkan
nilai waktu uang.
Tujuan
Menghitung selisih antara nilai tunai aliran kas masuk dengan nilai investasi.
Kriteria Penilaian
Suatu proyek akan layak bila NPV yang dihasilkan positif.
Penilaian Kelayakan
Table NPV dengan tingkat biaya modal 34%
Periode Arus Kas PVIF NPV
0 Rp (136,765,000.00) 1 Rp (136,765,000.00)
1 Rp 61,800,000.00 0.746 Rp 46,081,193.04
2 Rp 81,480,000.00 0.556 Rp 45,302,430.11
3 Rp 129,568,000.00 0.415 Rp 53,715,976.25
Total Rp 8,334,599.40 Diterima

Usaha ini layak untuk dijalankan karena memiliki nilai NPV positif.
Profitability Index
Metode ini menggunakan komparasi antara keuntungan dengan biaya tiap
rupiah yang di investasikan.
Tujuan
Menunjukan nilai tunai dari keuntungan yang diperoleh dari setiap satu
rupiah modal yang diinvestasikan.
Kriteria Penilaian
Semakin tinggi nilai perbandingan nilai tunai keuntungan dengan modal
yang diinvestasikan, maka semakin layak bagi sebuah proyek.
Penilaian Kelayakan
Profitability Index 2.00 Diterima

ANALISIS SENSITIVITAS
merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui kelayakan
proyek apabila terjadi perubahan harga atau permintaan dari produk yang
ditawarkan. Berikut ini kami akan menyajikan data analisis sensitivitas untuk
usaha warnet yang akan di jalankan ini. Dalam kasus ini kami
mengasumsikan terjadinya perubahan dalam segi penggunaan komputer
dalam satu hari. Kami asumsikan terjadi penurunan dan kenaikan sebesar 10
%. Perhitungannya sebagai berikut :

Perubahan Jumlah pemakaian komputer per hari


penggunaan unit jam /
Kondisi unit tarif per jam hari penghasilan
Tahun 1
Rp
turun 15 2,500.00 9 Rp 121,500,000.00
Rp
normal 15 2,500.00 10 Rp 135,000,000.00
Rp
naik 15 2,500.00 11 Rp 148,500,000.00
Tahun 2
Rp
turun 15 3,000.00 9 Rp 145,800,000.00
normal 15 Rp 10 Rp 162,000,000.00
3,000.00
Rp
naik 15 3,000.00 11 Rp 178,200,000.00
tahun 3
Rp
turun 15 3,500.00 9 Rp 170,100,000.00
Rp
normal 15 3,500.00 10 Rp 189,000,000.00
Rp
naik 15 3,500.00 11 Rp 207,900,000.00

Pada tabel diatas terdapat rincian pendapatan pada tiga kondisi yang
berbeda. Untuk mengetahui kelayakan proyek pada tiga kondisi yang
berbeda, kami menganalisis usaha ini untuk kondisi tersebut.

Kelayakan Proyek Kondisi naik


Keterangan Tahun 0 Tahun 1 Tahun2 Tahun 3
Rp Rp Rp
Saldo awal : Rp 172,980,000.00
- - 75,300,000.00
Cash Inflow
Rp Rp Rp
Modal Asing Rp -
68,382,500.00 - -
Rp Rp Rp
Modal sendiri Rp -
68,382,500.00 - -
Rp Rp148,500,000.0 Rp
Pendapatan Rp 207,900,000.00
- 0 178,200,000.00
Rp Rp Rp
Total Rp 207,900,000.00
136,765,000.00 148,500,000.00 178,200,000.00
Cash Outflow
Biaya Rp Rp Rp
Rp 88,572,000.00
Operasional - 73,200,000.00 80,520,000.00
Rp Rp Rp
Pembelian Aset Rp -
136,765,000.00 - -
Rp Rp Rp
Total Rp 88,572,000.00
136,765,000.00 73,200,000.00 80,520,000.00
Rp Rp Rp
Net Cashflow Rp 119,328,000.00
- 75,300,000.00 97,680,000.00
Rp Rp Rp
Saldo akhir Rp 292,308,000.00
- 75,300,000.00 172,980,000.00
Dengan mengetahui proyeksi aliran kas, kita dapat menentukan kelayakan
suatu proyek
Payback Period
Time Period 0 1 2 3
Rp Rp Rp Rp
Cash Flow
(136,765,000.00) 75,300,000.00 97,680,000.00 119,328,000.00
Cumulative Cash Rp Rp Rp Rp
Flow (136,765,000.00) (61,465,000.00) 36,215,000.00 155,543,000.00
1.63

Net Present Value


Periode Arus Kas PVIF NPV
Rp Rp
0 (136,765,000.00) 1 (136,765,000.00)
Rp Rp
1 75,300,000.00 1.000 75,300,000.00
Rp Rp
2 97,680,000.00 1.000 97,680,000.00
Rp Rp
3 119,328,000.00 1.000 119,328,000.00
Rp
Total 155,543,000.00 Diterima

Periode Arus Kas


Rp
0 (136,765,000.00)
Rp
1 75,300,000.00
Rp
2 97,680,000.00
Rp
3 119,328,000.00
Diterim
IRR 45% a

Profitability Diterim
Index 2.14 a

Untuk perubahan kondisi naik usaha warnet ini layak untuk dijalankan.
Berikut adalah perhitungan untuk perubahan kondisi menurun :
Kelayakan Proyek Kondisi menurun
Keterangan Tahun 0 Tahun 1 Tahun2 Tahun 3
Rp Rp Rp
Saldo awal : Rp 113,580,000.00
- - 48,300,000.00
Cash Inflow
Rp Rp Rp
Modal Asing Rp -
68,382,500.00 - -
Rp Rp Rp
Modal sendiri Rp -
68,382,500.00 - -
Rp Rp
Pendapatan Rp121,500,000.00 Rp 170,100,000.00
- 145,800,000.00
Rp Rp Rp
Total Rp 170,100,000.00
136,765,000.00 121,500,000.00 145,800,000.00
Cash Outflow
Biaya Rp Rp Rp
Rp 88,572,000.00
Operasional - 73,200,000.00 80,520,000.00
Rp Rp Rp
Pembelian Aset Rp -
136,765,000.00 - -
Rp Rp Rp
Total Rp 88,572,000.00
136,765,000.00 73,200,000.00 80,520,000.00
Rp Rp Rp
Net Cashflow Rp 81,528,000.00
- 48,300,000.00 65,280,000.00
Rp Rp Rp
Saldo akhir Rp 195,108,000.00
- 48,300,000.00 113,580,000.00

Perhitungan kelayakan proyek :


Payback Period
Time Period 0 1 2 3
Rp Rp Rp Rp
Cash Flow
(136,765,000.00) 48,300,000.00 65,280,000.00 81,528,000.00
Cumulative Cash Rp Rp Rp Rp
Flow (136,765,000.00) (88,465,000.00) (23,185,000.00) 58,343,000.00
2.28

Periode Arus Kas PVIF NPV


Rp Rp
0 (136,765,000.00) 1 (136,765,000.00)
Rp Rp
1 48,300,000.00 1.000 48,300,000.00
Rp Rp
2 65,280,000.00 1.000 65,280,000.00
3 Rp 1.000 Rp
81,528,000.00 81,528,000.00
Rp
Total 58,343,000.00 Diterima

Periode Arus Kas


Rp
0 (136,765,000.00)
Rp
1 48,300,000.00
Rp
2 65,280,000.00
Rp
3 81,528,000.00
Diterim
IRR 18% a

Profitability Diterim
Index 1.43 a

Apabila dilihat dari hasil penilaian kelayakan, pada saat kondisi menurun
proyek ini masih menuntungkan untuk dijalankan.

BAB VIII
KESIMPULAN

Usaha jasa penyedia koneksi internet dan game online seperti


DOA IBU merupakan usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini dirasa karena
adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat dan juga disertai
kemajuan sumber daya manusia. Kebutuhan manusia di era gloalisasi ini
menuntut tiap individu harus mampu memperoleh informasi yang cepat,
mudah dan tepat. Layanan internet merupakan hal yang tepat untuk
menjawab tantangan global tersebut. Kebutuhan teknologi informasi dan
juga hiburan seperti game online ini, masih akan meningkat dan ini
merupakan suatu kesempatan yang bagus untuk dijadikan ladang berbisnis.
Pangsa pasar usaha warnet dan game online bisa diperoleh dari
tingkat kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi dan hiburan. Analisis
studi kelayakan usaha ini menghitung tingkat pangsa pasar dengan cara
merata-ratakan penghasilan dari usaha sejenis. Hal ini dirasa cukup realistis
karena dari hal tersebut kita dapat memperkirakan seberapa besar
kebutuhan masyarakat terhadap warnet dan game online. Selain itu target
pencapaian pangsa pasar yang terhitung tidak terlalu tinggi karena
didasarkan dari rata-rata usaha sejenis yang lain.
Usaha warnet dan game online DOA IBU mempunyai
keuntungan tersendiri dari data pasar yang diperoleh. Usaha ini jadi lebih
bisa mengerti apa yang diinginkan oleh konsumen, selain itu usaha ini juga
dapat menganalisis kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh usaha sejenis
yang menjadi pesaing. Dari beberapa analisis tersebut dapat ditentukan
strategi apa yang akan dijalankan agar usaha ini dapat meraih pasar yang
bagus. Perbaikan fasilitas dan meningkatkan pelayanan jasa terhadap
konsumen merupakan hal yang bagus untuk mendapatkan pasar tersebut.
Didukung dengan kualitas koneksi internet yang cepat, usaha ini menjanjikan
perkembangan yang baik. Usaha kali ini juga memiliki brand yang bagus
yaitu dengan memiliki nama DOA IBU warnet dan game online, konsumen
jadi tertarik untuk mencfoba memanfaatkan jasa internet ini dan namajuga
tergolong tidak biasa. Hal ini menjadi nilai tambah dari usaha ini.
Harga sewa per jam juga merupakan strategi yang akan
dijalankan usaha ini. Penentuan harga disamakan dengan usaha sejenis yang
menjadi pesaing, akan tetapi usaha ini unggul dari segi kualitas dan
pelayanan. Dengan harga yang sama konsumen bisa mendapatkan nilai
yang lebih dari segi kualitas dan pelayanan. Hal ini tentu dapat menarik
perhatian konsumen dan menumbuhkan citra yang bagus di benak pikiran
konsumen. Apabila ini semua dapat berjalan dengan baik maka bisa
dipastikan usaha ini dapat bersaing secara baik dengan usaha sejenis
lainnya.
Berdasarkan perhitungan proyeksi pangsa pasar kita dapat
menentukan berapa penghasilan yang akan kita dapatkan. Setelah
menghitung biaya apa saja yang akan dikeluarkan usaha ini tiap periode
maka kita bisa memproyeksikan laba rugi dari usaha yang akan dijalankan.
Proyeksi laba rugi yang telah terhitung mencerminkan kinerja dari usaha ini.
Berdasarkan perhitungan proyeksi laba rugi, usaha ini dapat berjalan dengan
baik apabila usaha ini memperhatikan factor-faktor yang bisa mempengaruhi
tingkat pangsa pasar.
Perhitungan aliran arus kas digunakan untuk alat analisis
kelayakan usaha ini. Perhitungan diperoleh dari laba bersih setelah pajak
ditambah dengan penyusutan asset tetap yang dimiliki usaha ini. Dari angka
perhitungan proyeksi laba rugi dan biaya penyusutan diperoleh aliran kas
tiap periode. Aliran kas ini digunakan untuk menghitung payback periode,
internal rate of return, net present value dan profitability index. Keempat
criteria analisis investasi ini dirasa cukup untuk mennetukan seberapa layak
usaha ini untuk dijalankan. Usaha ini memperoleh nilai yang bagus untuk
suatu investasi, sehingga usaha ini bisa dikatakan layak untuk dijalankan.
Beranda

Ahda S Aziz
Percayalah pada dirimu sendiri! Percayalah pada kemampuanmu! tanpa kepercayaan diri pada
apa yang kau miliki, kau tidak akan sukses ataupun bahagia

Beranda

Blogger news
Ahda S Aziz

Buat Lencana Anda

Categories
home (12)

Artikel (11)

S-2 (9)

Wacana (9)

Galeri (8)

Ekonomi (6)

PMII (6)

Sosial dan Budaya (6)

Kata Mutiara (2)

Organisasi (2)

Pagar Nusa (1)

S-1 (1)

Ahda. Diberdayakan oleh Blogger.

Archives
Januari (5)

Februari (3)

April (1)

Juni (37)

Agustus (1)

November (1)

Desember (1)

Februari (9)
April (1)

September (12)

November (1)

Desember (5)

Januari (11)

Mei (7)

Oktober (2)

Juli (2)

Maret (2)

Tentang Ah_dza
Dzikir, Fikir, dan Beramal Shaleh

Mengenai Saya

Ahda Saiful Aziz

Lihat profil lengkapku


Home STUDI KELAYAKAN BISNIS FOTOCOPY MANTAB JAYA

STUDI KELAYAKAN BISNIS FOTOCOPY MANTAB JAYA

By Ahda Saiful Aziz 6/15/2011 11:04:00 PM 1 comment


EXECUTIVE SUMMARY
Dalam dunia bisnis di masa sekarang ini, akan dapat dirasakan bahwa semakin bergerak ke arah
perkembangan dan kemajuan yang pesat melewati batas ruang, gerak, dan waktu. Di lain pihak,
gelombang globalisasi semakin tak terbendung, sehingga menyebabkan manusia berlomba-
lomba untuk bersaing dalam berbagai bidang, terutama dalam dunia bisnis. Paduan dari kedua
hal tersebut adalah adanya usaha-usaha manusia untuk bersaing dan saling mempengaruhi dalam
berbagai bidang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan globalisasi. Oleh karena itu,
manusia berusaha dan terus mencoba untuk menciptakan sesuatu yang mampu menguasai dunia
bisnis.
Berdasarkan paduan tersebut, maka manusia-manusia berusaha untuk menerapkan dan
mengimplementasikan persaingan tersebut dalam suatu bentuk usaha, baik secara individu
maupun secara berkelompok. Bentuk usaha tersebut disesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan kemajuan teknologi. Salah satu bentuk usaha tersebut adalah dengan
mendirikan perusahaan (berbisnis), yang dapat diartikan sebagai sebuah organisasi yang
memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan / atau jasa yang
diperuntukkan bagi pemuasan kebutuhan para pembeli, serta diharapkan akan memberikan laba
kepada para pemiliknya.
Dalam suatu perekonomian yang kompleks seperti sekarang ini, orang harus mau menghadapi
tantangan dan resiko untuk mengkombinasikan tenaga kerja, material, modal, dan manajemen
secara baik sebelum memasarkan suatu produk. Oleh karena itu, sebelum melakukan
pengembangan usaha hendaknya dilakukan suatu kajian yang cukup mendalam dan
komprehensif untuk mengetahui layak tidaknya usaha tersebut. Adapun salah satu alternatif
usaha yang kami rasa memenuhi standar kelayakan bisnis adalah usaha fotokopi, penjilidan,
printing, ketik, dan laminating. Kami mengangkat usaha ini dikarenakan cukup menjanjikan,
terutama karena letaknya yang sangat strategis, yaitu di areal kampus Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang sehingga memudahkan kalangan mahasiswa, di mana mereka
sebagai target utama usaha ini. Oleh karena itu, kami akan mencoba menganalisis usaha ini dari
beberapa aspek Studi Kelayakan Bisnis yang akan dipaparkan dalam pembahasan berikut ini.

ANALISIS ASPEK HUKUM


A. Jenis Badan Hukum Usaha
Usaha fotocopy ini merupakan kelompok usaha kecil, bisa juga dikatakan dalam bentuk
perusahaan perseorangan. Untuk mendirikan usaha fotocopy ini tidak memerlukan persyaratan
khusus, sebagaimana bentuk badan hukum lainnya. Pendirian usaha fotocopy ini tidak
memerlukan modal besar. Pendiriannya mudah dan tidak diperlukan organisasi besar, tetapi
cukup dengan organisasi dan manajemen yang sederhana.

B. Jenis-jenis Izin Usaha Fotocopy Mantab Jaya


1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
4. Izin domisili
5. Izin gangguan
6. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

Salah satu aspek rencana bisnis yang perlu dikaji kelayakannya adalah aspek pasar dan
pemasaran. Jika pasar yang akan dituju tidak jelas, prospek bisnis ke depan pun tidak jelas, maka
resiko kegagalan bisnis menjadi besar. Oleh karena itu, sebelum menggarap bisnis hendaknya
dilakukan terlebih dahulu analisis terhadap pasar potensial yang akan dimasuki oleh produk yang
akan dihasilkan oleh perusahaan. Setelah ditemukan pasar potensial dan masih terbukanya
peluang untuk mengembangkan bisnis tersebut, maka dapat dilakukan analisis terhadap aspek-
aspek bisnis yang lainnya.
Kami memilih untuk mengangkat usaha fotokopi sebagai salah satu usaha yang memenuhi
standar kelayakan bisnis dan dianggap cukup menjanjikan dikarenakan kalangan mahasiswa
membutuhkan jasa fotokopi untuk menunjang aktivitas perkuliahannya. Oleh karena itu, kami
sebagai mahasiswa sendiri menyadari betapa pentingnya usaha fotokopi ini. Pada kesempatan
ini, kami ingin mencoba mendirikan usaha fotokopi yang letaknya berada di belakang kampus
UIN Maliki Malang. Penjelasan lebih lanjut mengenai aspek pasar dan pemasaran adalah sebagai
berikut :

1. Peluang Pasar
a. Fotokopi, penjilidan, printing, ketik, dan laminating merupakan aktivitas yang dekat dengan
mahasiswa dan memang dibutuhkan mahasiswa untuk menunjang kegiatan perkuliahannya,
sehingga kebutuhan mahasiswa akan usaha ini cukup tinggi.
b. Usaha fotokopi ini diberi nama Fotocopy Mantab Jaya yang cukup mudah dilafalkan,
mudah diingat dan mempunyai nilai keunikan tersendiri. Kata mantab di sini diartikan bahwa
segala sesuatu yang dikerjakan di tempat fotocopy ini sesuai dengan yang diharapkan konsumen,
dan tepat baik dari segi waktu dan permintaan (kami benar-benar mengedepankan
profesionalisme kerja yang tinggi). Dan kata jaya di sini diartikan bahwa usaha ini bisa terus
eksis, berkembang menjadi besar dan lancar dalam usahanya. Sehingga, diharapkan nama ini
bisa memberikan keuntungan (hoki) sehingga usaha fotokopi ini bisa berkembang dan
menghasilkan banyak keuntungan.
c. Fotocopy Mantab Jaya terletak di Jalan Sunan Kalijaga Dalam No. 89 yang letaknya berada
di belakang kampus UIN Maliki Malang dan di kawasan kos-kosan para mahasiswa, sehingga
mudah dikenali dan terjangkau dalam hal transportasi, karena sebagai jalur keluar masuk kampus
dari pintu belakang.
d. Umumnya di lokasi ini masih sedikit usaha yang sejenis dengan Fotocopy Mantab Jaya,
sehingga masih memberikan peluang atau kesempatan yang lebih luas untuk menarik pelanggan.
Atas dasar itulah, pemilik usaha berani membuka usaha yang sejenis karena dinilai permintaan
akan adanya usaha ini lebih besar daripada penawaran yang telah tersedia di daerah tersebut.
2. Proyeksi dan Permintaan Pasar
a. Fotocopy Mantab Jaya didirikan untuk memenuhi permintaan para mahasiswa atas
kebutuhan fotokopi, penjilidan, printing, ketik, dan laminating di mana mahasiswa sebagai target
pasar utama dari usaha fotokopi ini. Jadi sasaran pasar usaha ini adalah para mahasiswa (sebagai
segmen pasar yang akan dibidik oleh usaha ini).
b. Fotocopy Mantab Jaya menyediakan berbagai jasa yang berhubungan dengan fotokopi
dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan standar harga fotokopi di tempat-tempat lain,
bahkan untuk beberapa jenis jasa ada yang harganya lebih murah bila dibandingkan dengan
harga di tempat-tempat lain.
c. Fotocopy Mantab Jaya menawarkan konsep tempat fotokopi yang nyaman, aman, dan
profesional dalam bidangnya, sehingga para konsumen dapat dipastikan akan mendapatkan
kualitas pelayanan yang maksimal dari usaha fotokopi ini. Untuk itu, Fotocopy Mantab Jaya
mempunyai sebuah slogan untuk mendukung aspek pemasarannya yaitu Kami Memberikan
Yang Terbaik.
3. Persaingan Pasar
a. Dikarenakan masih kurangnya usaha yang sejenis dalam wilayah tersebut sehingga pesaing di
dalam pasar tidak berpengaruh cukup besar terhadap jalannya usaha fotokopi ini. Hal ini
dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemilik usaha dengan mendirikan Fotocopy Mantab Jaya.
b. Dengan sedikitnya pesaing maka secara tidak langsung akan mempengaruhi jumlah
pendapatan dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi Fotocopy Mantab Jaya. Selain
itu, hal ini juga akan membatasi peluang bisnis bagi pesaing-pesaing baru yang akan membuka
usaha yang sejenis. Hal ini dikarenakan Fotocopy Mantab Jaya akan menjadi pusat / center
baru dalam memenuhi kebutuhan pasar (konsumen) akan usaha fotokopi dan sekitarnya.
4. Market Share
Dengan adanya jasa fotokopi dan berbagai kelengkapan yang ditawarkan oleh Fotocopy Mantab
Jaya, maka hal ini merupakan modal utama untuk merebut pangsa pasar yang sebelumnya
dikuasai oleh tempat-tempat lain ( para pesaing ). Selain itu, salah satu keunggulan dari
Fotocopy Mantab Jaya adalah delivery service yaitu Fotocopy Mantab Jaya menyediakan
jasa tambahan berupa pengambilan dan pengantaran materi yang akan dan sudah difotokopi,
diprint, dijilid, maupun diketik.
Dengan adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Fotocopy Mantab Jaya ini, diharapkan
akan mampu menyerap pangsa pasar para pesaing yang sudah ada / eksis lebih dahulu dan
mampu menghasilkan market share yang menjanjikan hingga tahun-tahun mendatang. Untuk itu,
Fotocopy Mantab Jaya terus berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dan diharapkan
mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggan sehingga usaha fotokopi ini bisa tetap
eksis dan berkembang.
5. Variasi Jasa dan Harga
Jasa-jasa yang telah ditawarkan oleh Fotocopy Mantab Jaya terdiri dari berbagai macam
spesifikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem harga yang jelas dan disesuaikan dengan
standar tarif yang ada sehingga memudahkan para pelanggan dalam melakukan order. Variasi
jasanya adalah sebagai berikut :
a. Fotokopi
- Kertas putih
Berat 60 gram : Rp 80 per lembar
Berat 70 gram : Rp 90 per lembar
Berat 80 gram : Rp 100 per lembar
- Kertas buram : Rp 60 per lembar
- Kertas warna : Rp 120 per lembar
- Kertas transparan : Rp 1000 per lembar
b. Print
- Tinta hitam
Kertas putih : Rp 300 per lembar
Kertas buram : Rp 250 per lembar
Kertas warna : Rp 320 per lembar
Kertas transparan : Rp 1500 per lembar
- Tinta warna
Kertas putih : Rp 1200 per lembar
Kertas buram : Rp 1000 per lembar
Kertas warna : Rp 1500 per lembar
Kertas transparan : Rp 2500 per lembar
c. Jilid
- Lakban soft cover : Rp 2000 per buku
- Spiral hard cover : Rp 3000 per buku
d. Ketik
- Tanpa jangka waktu : Rp 2000 per lembar
- Dengan jangka waktu : Rp 2500 per lembar
e. Laminating : Rp 250 per cm
f. Pressmika : Rp 250 per cm
6. Promosi Pasar
Promosi pasar (iklan) yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya adalah melalui :
a. Selebaran
Dengan menyebarkan iklan berupa lembaran-lembaran kertas tentang Fotocopy Mantab Jaya,
maka diharapkan masyarakat tertarik mencoba dan menjadi pelanggan. Selebaran ini biasanya
disebarkan di toko Fotocopy Mantab Jaya itu sendiri dan juga di lingkungan kampus UIN
Maliki Malang.
b. Pamflet
Fotocopy Mantab Jaya membuat pamflet yang berukuran 1,5 m x 0,5 m dan dipasang persis di
depan toko fotokopi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menemukan lokasinya dan bisa
menjadi salah satu alat untuk menarik perhatian masyarakat akan keberadaan Fotocopy Mantab
Jaya tersebut.
c. Dari mulut ke mulut
Cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sehingga paling sering dilakukan
oleh Fotocopy Mantab Jaya dan memang terbukti efektif untuk promosi.
7. Saluran Distribusi
Fotocopy Mantab Jaya menggunakan channel distribusi langsung yaitu dari produsen langsung
kepada konsumen, sehingga memudahkan dalam melayani para pelanggan dan meninggalkan
kesan terlalu rumit / ribet. Selain itu, Fotocopy Mantab Jaya menerima order 24 jam fullday
service dan delivery service untuk order di atas jam 21.00 WIB. Fotocopy Mantab Jaya
mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pelaksanaan usahanya. Salah
satunya implementasi dan penerapannya adalah dengan cukup sms atau telpon dan
memberitahukan nama-alamat ke nomor telpon yang tertera, order bisa diambilkan dan
diantarkan. Untuk sementara waktu, layanan tersebut hanya dapat dinikmati untuk order minimal
Rp 20.000.
8. Segmentasi, Target, dan Posisi Pasar
Fotocopy Mantab Jaya membuat segmentasi pasar yang ditujukan untuk semua kalangan
masyarakat dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Diharapkan segmen Fotocopy
Mantab Jaya secara efektif dapat dicapai dan dilayani dengan maksimal. Karena ini adalah
kegiatan bisnis dengan target pasar utama adalah kalangan mahasiswa, maka ditargetkan usaha
fotokopi bisa memberikan keuntungan yang signifikan. Fotocopy Mantab Jaya berusaha
memposisikan dirinya dengan keunggulan kompetitif dalam produk, pelayanan, personil, dan
citra / image yang positif baik di mata konsumen maupun pesaing. Salah satu caranya dengan
memberikan nilai mutu dan pelayanan yang lebih baik daripada tawaran pesaing, sehingga
Fotocopy Mantab Jaya dapat mencapai kinerja yang maksimal dan kepuasan konsumen /
pelanggan yang terpenuhi.

ASPEK PRODUKSI
1. Lokasi Usaha
Adapun lokasi yang dirasa cukup potensial / menjanjikan sebagai tempat didirikannya Fotocopy
Mantab Jaya yaitu Jalan Sunan Kalijaga Dalam. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut dinilai
cukup strategis dan representatif karena lokasinya terletak di belakang kampus UIN Maliki
Malang dan ditunjang lagi dengan keberadaannya di kawasan kos-kosan para mahasiswa, serta
sebagai akses jalan keluar masuk para mahasiswa melewati pintu belakang kampus. Para
mahasiswa dalam usaha Fotocopy Mantab Jaya ini berfungsi sebagai target pasar yang
diutamakan.
2. Luas Lahan
Luas produksi Fotocopy Mantab Jaya meliputi sebuah bangunan yang lahannya tidak terlalu
luas namun dinilai tetap representatif, yaitu berukuran 4 m x 4 m. Dikarenakan usaha ini
merupakan jenis usaha kecil maka tidak diperlukan lahan produksi yang terlalu luas, namun
diusahakan / dicoba untuk digunakan / ditata dengan sebaik-baiknya. Tetapi dengan luas
produksi yang bisa dibilang tidak cukup luas ini, Fotocopy Mantab Jaya mengusahakan untuk
mengoptimalkan manfaat dari bangunan tersebut. Hal itu dikarenakan bangunan yang digunakan
ini memberlakukankan sistem sewa / kontrak tahunan dan dilakukan dengan tujuan untuk
mendukung penjualan jasa yang ditawarkan dan sebagai salah satu investasi tetap usaha tersebut.
3. Lay Out
Fotocopy Mantab Jaya mengutamakan pelayanan kepada pelanggan agar merasa nyaman dan
aman jika berada dalam lokasi tersebut. Oleh karena itu, lay out dirancang dengan serapi dan
sebersih mungkin sehingga bisa memberikan kesan good looking dan interesting kepada para
pelanggan. Sudah disadari bahwa lay out / keadaan lokasi merupakan salah satu faktor
pendukung usahanya. Dengan demikian, konsumen / pelanggan akan merasa puas (satisfy)
terhadap pelayanan Fotocopy Mantab Jaya.
ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

1. Teknologi Yang Digunakan


Peralatan-peralatan yang digunakan oleh Fotocopy Mantab Jaya terdiri dari berbagai
spesifikasi antara lain adalah sebagai berikut :
a. Mesin fotokopi 3 buah
b. Mesin jilid 1 buah
c. Mesin potong kertas 1 buah
d. Mesin laminating 1 buah
e. Mesin pressmika 1 buah
f. Komputer 1 buah
g. Printer 1 buah
h. Scanner 1 buah
Sedangkan berbagai macam bahan-bahan yang digunakan oleh Fotocopy Mantab Jaya antara
lain adalah sebagai berikut :
a. Kertas putih berbagai ukuran, ketebalan, dan berat
b. Kertas buram
c. Kertas warna soft cover dan hard cover
d. Kertas transparan
e. Tinta hitam dan tinta warna
f. Lakban dan spiral
2. Pengadaan Bahan Baku / Material
Fotocopy Mantab Jaya melakukan pengadaan bahan baku untuk fotokopi yang berasal dari
bahan-bahan yang berkualitas dan terjamin kebersihannya. Bahan baku diambil langsung dari
pemasok yang sudah berpengalaman dan mempunyai stok yang besar, sehingga terhindar dari
kelangkaan bahan dan bisa memenuhi keseluruhan kebutuhan bahan baku Fotocopy Mantab
Jaya.
3. Penjadwalan / Scheduling
Fotocopy Mantab Jaya menentukan penjadwalan berdasarkan kebutuhan konsumen dengan
sistem full day. Untuk pelayanan toko, mulai buka pada jam 08.00 WIB dan tutup pada jam
21.00 WIB. Untuk pelayanan order, Fotocopy Mantab Jaya siap melayani selama 24 jam.
4. Manajemen Persediaan
Fotocopy Mantab Jaya mempunyai persediaan yang telah diatur seefektif dan seefisien
mungkin sehingga dapat terpenuhi jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan menghindari kenaikan
harga bahan baku yang nantinya akan merugikan usaha tersebut. Misalnya, Fotocopy Mantab
Jaya mempunyai persediaan bahan baku yang mencukupi kebutuhan 1 bulan yaitu kertas putih
kurang lebih sebanyak 50 hingga 70 rim dan tinta hitam kira-kira sebanyak 8 suntikan. Dengan
demikian, dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu Fotocopy Mantab Jaya mendapatkan order
yang lebih banyak dari biasanya dan juga menghindari kekurangan bahan baku (kehabisan stok
kertas).
5. Kebutuhan Tenaga Kerja
Fotocopy Mantab Jaya membutuhkan para tenaga kerja yang memiliki kompetensi,
profesionalitas, loyalitas, dan mampu memberikan pelayanan (service) yang memuaskan
konsumen. Untuk sementara ini, total karyawan yang dimiliki oleh Fotocopy Mantab Jaya
adalah 4 orang karyawan dengan spesifikasinya adalah 3 orang yang bertugas untuk melayani
kebutuhan konsumen dan 1 orang bekerja di bagian kasir pembayaran. Dengan komposisi
karyawan sebagaimana di atas, diharapkan Fotocopy Mantab Jaya dapat memberikan
pelayanan yang maksimal kepada para konsumen.

ASPEK MANAJEMEN
Dalam memulai usaha yang baru didirikan, maka tahap selanjutnya akan dapat ditindaklanjuti
dengan melalui pembangunan proyek bisnis dan implementasi secara rutin. Oleh karena itu,
dibutuhkan suatu manajemen yang handal dalam melaksanakannya dan memiliki kemampuan
untuk mengatur / memanage segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha tersebut, mulai dari
aktivitas / kegiatan yang telah dilakukan, sedang dilakukan, maupun akan dilakukan oleh usaha
tersebut. Dengan demikian, dapat digunakan pendekatan-pendekatan untuk mengkaji layak
tidaknya bisnis tersebut dalam Studi Kelayakan Bisnis. Dalam penjelasan selanjutnya, akan
dikemukakan 4 pendekatan strategis dalam aspek manajemen yang berlaku yaitu sebagai
berikut :
1. Perencanaan (Planning)
Sisi Pendekatan Perencanaan
Fotocopy Mantab Jaya menggunakan pendekatan kombinasi dalam pembuatan suatu
perencanaan yaitu Pendekatan Atas-Bawah (Top-Down) dan Pendekatan Bawah-Atas (Bottom-
Up) dengan prosentase yang relatif seimbang antara keduanya. Dengan pendekatan ini,
diharapkan pemilik Fotocopy Mantab Jaya dapat memberikan petunjuk perencanaan usaha
secara garis besar kepada para karyawannya. Sedangkan perencanaan detailnya diserahkan
kepada kreativitas para karyawan dengan tetap mematuhi aturan yang ada, sehingga tercipta
hubungan komunikasi yang baik dan feedback yang seimbang antara pemilik dengan para
karyawan.
Sisi Jangka Waktu dan Tingkatan Manajemen
Jika dilihat dari waktu yang digunakan untuk pengaplikasian suatu rencana usaha, Fotocopy
Mantab Jaya menerapkan Perencanaan Jangka Pendek dengan jangka waktu paling lama yaitu 1
tahun. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya membuat perencanaan yang terinci, terukur,
konkret, dan tepat sasaran yang harus dicapai dalam jangka waktu pendek sehingga tidak salah
dalam menerapkan strategi. Sedangkan dilihat dari sisi tingkatan manajemen, Fotocopy Mantab
Jaya menerapkan Perencanaan Operasional / Produksi yaitu lebih mengarah pada bidang
fungsional usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk
memperjelas strategi usaha utama yang lebih spesifik dan konsisten, yang juga akan menentukan
masa hidup / eksistensi dari Fotocopy Mantab Jaya di masa mendatang.
Sisi Program Kerja
Fotocopy Mantab Jaya berusaha melaksanakan aktivitas produksi untuk mencapai target dan
omzet yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pemasarannya, Fotocopy Mantab Jaya
merencanakan untuk memperluas area usaha hingga ke daerah kampus ITN Malang. Keuangan
Fotocopy Mantab Jaya dirancang efektif dan efisien, sehingga memperkecil kemungkinan
terjadinya deviasi/ penurunan biaya. Fotocopy Mantab Jaya memperkirakan penambahan
jumlah karyawan di masa mendatang, sehingga akan dibutuhkan spesifikasi kerja (job
spesification) yang jelas sedini mungkin.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Langkah Pengorganisasian
Tujuan utama usaha Fotocopy Mantab Jaya adalah mendapatkan keuntungan / laba / profit
yang sebesar-besarnya dengan memberikan kepuasan maksimal kepada pelanggan. Jadi motivasi
utama dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya adalah keuntungan.
Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya harus dapat melayani para konsumen / pelanggan
dengan cara yang menguntungkan untuk kelangsungan hidup usaha tersebut dalam jangka
panjang, selain juga harus selalu mengetahui kesempatan-kesempatan baru untuk memuaskan
keinginan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Fotocopy Mantab Jaya menerapkan koordinasi
antar unit usaha sehingga tercipta pembagian kerja yang seimbang serta pelimpahan wewenang
yang jelas dan tepat.
Struktur Organisasi
Fotocopy Mantab Jaya mengatur usaha dan sub unitnya agar sejalan dengan tujuan usaha,
kemampuan sumber daya yang dimiliki, dan kondisi lingkungan usaha baik internal maupun
eksternal. Struktur Fotocopy Mantab Jaya disusun secara sederhana, yaitu pemilik usaha
berada di posisi paling atas, selaku pimpinan usaha tersebut. Lalu di bawahnya diikuti para
karyawan selaku pelaksana di mana masing-masing karyawan melakukan aktivitas yang telah
ditentukan.
3. Pengarahan (Actuating)
Fotocopy Mantab Jaya mengkaji Pengarahan dari sisi seperti : fungsi pengarahan yang harus
terpenuhi serta sikap dan perilaku pemimpin yang hendaknya memenuhi kriteria agar dapat
mengarahkan bawahannya. Oleh karena itu, pemilik Fotocopy Mantab Jaya berusaha
menggunakan kekuasaan secara positif terutama dalam mengambil keputusan, sehingga dapat
memberikan arahan dan motivasi kepada para karyawan untuk selalu memberikan pelayanan
yang memuaskan pelanggan. Dengan pengarahan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang baik
antara pemilik Fotocopy Mantab Jaya dengan karyawannya.
4. Pengendalian (Controling)
Pengendalian yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya untuk memastikan apakah aktivitas
yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Oleh karena itu, Fotocopy
Mantab Jaya menerapkan pelaporan pengawasan, sehingga dapat mencegah terjadinya
penyimpangan dan menjamin diberlakukannya tindakan korektif / perbaikan atas kesalahan yang
sewaktu-waktu bisa saja terjadi.
Metode pengawasan yang berlaku di Fotocopy Mantab Jaya bersifat fleksibel, dinamis, dan
ekonomis sehingga bisa dilakukan kapan saja dengan mengutamakan implementasi solusi dan
evaluasi. Fotocopy Mantab Jaya menerapkan sistem pengendalian yang efektif yaitu akurat,
tepat waktu, strategis, relistis, dan objektif. Dengan pengendalian ini, diharapkan Fotocopy
Mantab Jaya mampu mengimplementasikan usaha secara layak dan mampu memuaskan
pelanggan.

ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA


Studi aspek sumber daya alam (SDM) bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pembangunan
dan implementasi bisnis diperkirakan layak atau sebaliknya dilihat dari ketersediaan sumber
daya manusia. Rencana bisnis yang akan diimplementasikan melalui pembangunan proyek bisnis
secara rutin memerlukan kelayakan aspek sumber daya manusianya. Keberadaan sumber daya
manusia hendaknya dianalisis untuk mendapatkan jawaban apakah sumber daya alam yang
diperlukan untuk pembangunan maupun pengimplementasian bisnis dapat dimiliki secara layak
atau sebaliknya. Kajian aspek ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Perencanaan SDM
Kesuksesan suatu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis tergantung
pada SDM yang solid. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk membangun
sebuah tim kerja yang efektif dan selaras, dengan mengembangkan kemampuan teknis, strategis,
dan manajerial bagi seluruh karyawannya, sehingga tercipta suatu kinerja tim yang handal dan
dinamis.
Fotocopy Mantab Jaya menyesuaikan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dengan rencana
menyeluruh yang telah ditentukan, dengan meningkatkan pendayagunaan karyawan yang ada
sekarang. Untuk sementara ini, Fotocopy Mantab Jaya mempekerjakan 4 karyawan dengan
rincian 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Setiap karyawan sudah mempunyai spesifikasi
kerjanya masing-masing, sehingga diharapkan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan
kerjanya.
2. Analisis Pekerjaan (Job Analysis)
Setiap pekerjaan yang disusun dalam Fotocopy Mantab Jaya telah dianalisis oleh pemilik
untuk dilaksanakan karyawan, sehingga menghindari missing work. Fotocopy Mantab Jaya
mempekerjakan 4 orang dengan spesifikasinya adalah :
a. 3 orang karyawan laki-laki bekerja melayani kebutuhan konsumen
b. 1 orang karyawan perempuan bekerja sebagai kasir
Dalam hal ini, Fotocopy Mantab Jaya lebih banyak memanfaatkan tenaga laki-laki untuk
pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan fisik yang prima. Sedangkan karyawan perempuan,
difokuskan pada pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan dan keterampilan. Asal sumber
tenaga kerja yaitu dari daerah sendiri (Malang). Hal ini dikarenakan Fotocopy Mantab Jaya
ingin memberikan kesempatan / peluang kepada penduduk sekitar untuk memperoleh pekerjaan.
Selain itu, juga dipikirkan untuk efisiensi dan efektivitas dalam hal biaya, waktu, dan tenaga
kerja. Jika tenaga kerja berasal dari daerah sendiri, maka biasanya mudah dalam pengaturan
jadwal / scheduling serta muncul rasa solidaritas yang tinggi dan keakraban karena berasal dari
latar belakang daerah yang sama.
3. Rekruitmen, Seleksi, dan Orientasi
Fotocopy Mantab Jaya mencari karyawan yang disesuaikan dengan kebutuhan, dengan
melakukan sistem rekruitmen yang jelas dan terbuka. Fotocopy Mantab Jaya mengusahakan
untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan spesifikasi kerja yang telah ditentukan. Hal ini
terutama diterapkan untuk karyawan yang bekerja melayani permintaan konsumen. Selanjutnya
dalam proses seleksi, Fotocopy Mantab Jaya mengutamakan mereka-mereka yang dianggap
paling tepat dengan kriteria yang telah ditetapkan dan jumlah yang dibutuhkan. Kemudian
dilanjutkan dengan orientasi pada karyawan yang telah diterima, yang bertujuan untuk
memperkenalkan karyawan kepada situasi, lingkungan, dan kelompok kerjanya, sehingga terjadi
proses sosialisasi.

4. Prestasi Kerja dan Kompensasi


Hasil penilaian prestasi kerja karyawan ditentukan oleh kinerja yang telah dilaksanakan. Pemilik
Fotocopy Mantab Jaya menilai prestasi karyawan dengan menggunakan ukuran yang dapat
diandalkan, praktis, dan memiliki standar. Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan,
Fotocopy Mantab Jaya memberikan kompensasi sebagai balas jasa untuk kerja mereka baik
imbalan yang bersifat finansial / langsung maupun nonfinansial / tidak langsung. Yang berhak
mendapatkan kompensasi tambahan adalah karyawan yang mampu bekerja secara baik,
memberikan pencapaian yang maksimal, dan mampu mencapai standar kerja yang telah
ditentukan oleh pemilik Fotocopy Mantab Jaya.
5. Keselamatan Kerja
Pemilik Fotocopy Mantab Jaya memberikan pembinaan kepada karyawan untuk selalu
meningkatkan kualitas keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Hal ini bertujuan untuk
mengembangkan perilaku kerja yang aman, nyaman, tenang, dan mencegah kecelakaan. Hal ini
dikarenakan dalam melakukan pekerjaan seringkali ditemukan resiko-resiko kerja yang telah
disadari sebelumnya, tetapi kadang-kadang tidak diperhatikan dan diacuhkan saja oleh para
tenaga kerja. Oleh karena itu, diberlakukan suatu standar keselamatan kerja yang perlu dan harus
ditegakkan secara tegas untuk menghindari gangguan dan kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-
waktu selama proses bekerja berlangsung. Sedangkan kesehatan kerja meliputi kesehatan kerja
dan kesehatan mental, yang bisa saja terganggu karena adanya penyakit dan stres.
Misalnya, para karyawan Fotocopy Mantab Jaya menggunakan pelindung tangan (hand skon)
dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini untuk menghindari terjadinya goresan atau luka yang
ditimbulkan akibat gesekan kertas atau alat-alat kerja lainnya, yang nantinya akan mengganggu
dan menghambat kinerja para karyawan. Dengan adanya program keselamatan kerja dan
kesehatan kerja yang diterapkan oleh Fotocopy Mantab Jaya, maka diharapkan para karyawan
Fotocopy Mantab Jaya menjadi lebih produktif karena jarang tidak masuk kerja karena sakit
atau mengalami kecelakaan kerja. Oleh karena itu, selalu diusahakan untuk menanamkan dan
meyakinkan para karyawan untuk selalu memenuhi standar keselamatan kerja dan kesehatan
kerja yang telah ditentukan oleh sebelumnya, sehingga kinerja karyawan dapat maksimal.
ASPEK KEUANGAN
Studi aspek keuangan bertujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas proyek
usaha, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana usaha yang dimaksud. Keuangan
usaha dianalisis untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat
yang diharapkan, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan. Karena
Fotocopy Mantab Jaya merupakan usaha kecil maka aspek keuangannya pun dibuat secara
sederhana dengan jumlah dana yang tidak terlalu besar.
Selain itu, juga disusun laporan perubahan kas (cash flow statement) untuk menunjukkan
perubahan kas selama satu periode tertentu serta mampu memberikan alasan mengenai
perubahan kas tersebut dengan menunjukkan darimana sumber-sumber kas tersebut dan
penggunaannya. Berikut ini adalah lampiran tabel-tabel dan formula yang digunakan oleh
Fotocopy Mantab Jaya dalam aktivitas usahanya adalah :
1. Hasil Analisis Aspek Pemasaran
Tabel Prospek dan Hasil Penjualan Total

NO ITEM TAHUN
123
1 Penjualan Rata-Rata Total
( Q Total ) 1086 unit 1579 unit 2134 unit
2 Harga per Unit Rp 2500 Rp 2800 Rp 3000
3 Nilai ( 1 x 2 ) Rp 2.715.500 Rp 4.421.200 Rp 6.402.000

Tabel Biaya-Biaya Pemasaran

NO ITEM TAHUN
123
1 Biaya Angkut Rp 296.000 Rp 413.000 Rp 587.000
2 Biaya Promosi Rp 75.000 Rp 100.000 Rp 125.000
3 Lain-Lain Rp 31.600 Rp 58.900 Rp 74.200
NILAI TOTAL Rp 402.600 Rp 571.900 Rp 786.200
2. Hasil Analisis Aspek Produksi

Tabel Estimasi Kebutuhan Aktiva Tetap dan Persiapan Studi Kelayakan

NO ITEM NILAI
1 Studi Awal ( riset pasar, survey pasar ) Rp 378.000
2 Persiapan Awal ( modal awal ) Rp 2.500.000
3 Tanah sewa ( 20 m2 ) -
4 Gedung sewa ( 16 m2 ) -
5 Mesin ( 5 unit ) Rp 3.642.000
6 Kendaraan ( 1 buah ) Rp 9.710.000
7 Aktiva Tetap Lainnya Rp 6.500.000
NILAI TOTAL Rp 22.730.000

Tabel Estimasi Biaya Produksi Per Unit Barang atau Jasa Yang Diproduksi

NO ITEM JUMLAH
1 Bahan Baku ( unit / gram ) Rp 80
2 Bahan Pembantu ( unit / gram ) Rp 20
3 Tenaga Kerja Langsung ( jam ) Rp 500
4 Jam Mesin Langsung -
5 Biaya Tak Langsung ( Biaya Overhead Pabrik ) :
- Supervisi
-
- Bungkus -
- Listrik Rp 800
- Air -
- Penghapusan ( Penyusutan / Depresiasi ) Rp 650
- Asuransi
- Pemeliharaan -
Rp 530
NILAI TOTAL Rp 2.580

Tabel Budget Produksi

ITEM TAHUN
123
A. Jumlah Produksi
1. Target jual 700 unit 900 unit 1200 unit
2. Saldo akhir 53 unit 84 unit 102 unit
3. Jumlah 1 + 2 753 unit 984 unit 1302 unit
4. Saldo awal 49 unit 62 unit 95 unit
5. Total produksi 802 unit 1046 unit 1397 unit
B. Biaya Produksi
1. Bahan baku Rp 264.160 Rp 313.500 Rp 340.800
2. Bahan pembantu Rp 116.040 Rp 229.810 Rp 342.540
3. Tenaga kerja langsung
4. Biaya tak langsung :
- Penghapusan
- Pemeliharaan
- Repair Rp 1.540.000

Rp 51.000
Rp 125.060
Rp 270.000 Rp 1.850.000

Rp 51.000
Rp 213.000
Rp 320.000 Rp 2.130.000

Rp 51.000
Rp 247.400
Rp 410.000

3. Hasil Analisis Cash Flow / Arus Kas

NO KETERANGAN TAHUN
123
1 Kegiatan Operasional
- Penjualan
- Tenaga kerja
- Bahan baku
- Biaya overhead pabrik
TOTAL
Rp 2.715.500
(Rp 1.540.000)
(Rp 264.160)
(Rp 446.060)
Rp 465.280
Rp 4.421.200
(Rp 1.850.000)
(Rp 313.500)
(Rp 584.000)
Rp 1.673.700
Rp 6.402.000
(Rp 2.600.000)
(Rp 340.800)
(Rp 708.400)
Rp 2.752.800
2 Kegiatan Investasi
- Peralatan
(Rp 309.000)
(Rp 276.500)
(Rp 219.400)
3 Kegiatan Pembiayaan
- Ekuitas ( modal sendiri )
- Pinjam bank
Rp 1.500.000
Rp 5.000.000
Rp 1.800.000
Rp 5.000.000
Rp 2.000.000
Rp 5.000.000
NET CASH FLOW Rp 6.656.280 Rp 8.197.200 Rp 9.533.400

4. Laporan Laba Rugi


Laporan proyeksi laba rugi Fotocopy Mantab Jaya selama 3 tahun adalah sebagai berikut :
Tahun 1 :
Total pendapatan Rp 2.715.500
Beban operasi (Rp 465.280)
Laba sebelum pajak Rp 2.250.220
Pajak 10% (Rp 225.022)
Laba bersih Rp 2.025.198
Tahun 2 :
Total pendapatan Rp 4.421.200
Beban operasi (Rp 1.673.700)
Laba sebelum pajak Rp 2.747.500
Pajak 10 % (Rp 274.750)
Laba bersih Rp 2.472.750
Tahun 3 :
Total pendapatan Rp 6.402.000
Beban operasi (Rp 2.752.800)
Laba sebelum pajak Rp 3.649.200
Pajak 10% (Rp 364.920)
Laba bersih Rp 3.284.280

5. Payback Period ( PP ) Dalam Rupiah


Payback Period adalah periode pengembalian investasi atau periode yang dibutuhkan untuk
mengembalikan suatu investasi yang dilakukan oleh suatu organisasi.
Payback Period = Investasi Awal ( I0 )
Net Cash Flow (NCF)

Diketahui I0 = Rp 22.730.000

TAHUN NCF
1
2
3 Rp 6.656.280
Rp 8.197.200
Rp 9.533.400
Total Rp 24.386.880
I0 = Rp 22.730.000
Tahun 1 = (Rp 6.656.280)
Rp 16.073.720
Tahun 2 = (Rp 8.197.200)
Rp 7.876.520
PP = Rp 7.876.520 x 12 bulan
Rp 9.533.400
= 9,9 bulan
= 9 bulan 27 hari
Total waktu = 2 tahun 9 bulan 27 hari
Jadi investasi yang telah ditanamkan oleh Fotocopy Mantab Jaya akan kembali dalam kurun
waktu selama kurang lebih 2 tahun 9 bulan 27 hari.
6. Net Present Value ( NPV )
Net Present Value adalah nilai bersih sekarang dari arus kas atau selisih antara Present Value dari
investasi dengan nilai sekarang / saat ini dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang
akan datang.
NPV = - Io
Diketahui I0 = Rp 22.730.000
r=6%

Tahun NCV PVIF 6 % PV


1
2
3 Rp 6.656.280
Rp 8.197.200
Rp 9.533.400 0,9434
0,8900
0,8396 Rp 6.279.534,552
Rp 7.295.508
Rp 8.004.242,640
TOTAL Rp 24.386.880 2,6730 Rp 23.579.285,190
NPV = PV I0
= Rp 23.579.285,190 Rp 22.730.000
= Rp 849.285,190
Jadi usaha Fotocopy Mantab Jaya layak atau feasible untuk dilakukan karena menghasilkan
arus kas bersih yang lebih besar dari investasi ( NPV > 0 ).
7. Internal Rate Of Return ( IRR )
Internal Rate Of Return adalah tingkat bunga yang menyamakan jumlah nilai sekarang (PV),
arus kas sama dengan investasinya, dimana IRR ini merupakan metode yang melengkapi metode
NPV dengan tingkat pengembalian internal.

Dengan cara Trial and Error dengan tingkat bunga r = 11 %, maka didapatkan hasil perhitungan
sebagai berikut (dalam Rupiah) :
6.656.280 + 8.197.200 + 9.533.400 - 22.730.000
( 1+ 0,11 )1 ( 1+ 0,11 )2 ( 1+ 0,11 )3

6.656.280 + 8.197.200 + 9.533.400 - 22.730.000


1,111 1,112 1,113

6.656.280 + 8.197.200 + 9.533.400 - 22.730.000


1,11 1,2321 1,367631

= ( 6.480.000 + 7.710.000 + 8.540.000 ) 22.730.000


= 22.730.000 22.730.000
=0
Maka hasil akhir adalah IRR = 11 % dengan COC = 6 %
Jadi usaha Fotocopy Mantab Jaya layak atau feasible untuk dilakukan karena Interest Rate of
Return (IRR) > Cost Of Capital (COC).
8. Profitability Index (PI)
Profitability Index adalah metode pebghitungan dan penilaian investasi melalui perbandingan
antara nilai sekarang (Present Value) dari rencana penerimaan-penerimaan kas bersih di masa
yang akan datang.
PI =

PI =
= 1,037364
Jadi usaha Fotocopy Mantab Jaya termasuk layak atau feasible karena hasil perhitungan
menunjukkan bahwa PI > 1.

9. Break Event Point / BEP ( Analisis Peluang Pokok )


BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara beberapa
variable di dalam kegiatan usaha. Fix Cost (FC) meliputi biaya penyusutan, biaya gaji, dan biaya
administrasi. Sedangkan Variable Cost (VC) meliputi ijin usaha, biaya promosi dan biaya lain-
lain. Berikut ini akan disajikan perhitungan BEP rata-rata dari 3 tahun masa usaha Fotocopy
Mantab Jaya adalah sebagai berikut :
BEP rata-rata 3 tahun =
=
=
=
= Rp 7.355.553,304
Jadi usaha Fotocopy Mantab Jaya akan mengalami titik impas pada saat menghasilkan
penjualan sebesar Rp 7.355.553,304 atau keuntungan akan tercapai pada saat penjualan di atas
Rp 7.355.553,304

ASPEK AMDAL
1. Aspek Lingkungan Industri
Aspek-aspek lingkungan luar perusahaan yang paling dekat adalah aspek lingkungan industri,
dimana bisnis perusahaan tersebut berada. Aspek lingkungan industri lebih mengarah pada aspek
persaingan dimana perusahaan berada. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi
persaingan, seperti ancaman pada perusahaan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk
kondisi persaingan itu sendiri manjadi perlu untuk dianalisis guna Studi Kelayakan Bisnis.
Michael E. Porter mengemukakan konsep Competitive Strategy yang menganalisis persaingan
bisnis berdasarkan pada 5 aspek utama (Lima Kekuatan Bersaing). Sedangkan R.E Freeman
yang pendapatnya dikutip oleh Wheelen dan merekomendasikan aspek yang ke enam untuk
melengkapinya. Keenam aspek utama yang menjadi pokok bahasan tersebut adalah sebagai
berikut :
Ancaman masuk pendatang baru
Persaingan sesama perusahaan di dalam industrinya
Ancaman dari produk pengganti
Kekuatan tawar menawar pembeli (buyers)
Kekuatan tawar menawar pemasok (suppliers)
Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya
Selanjutnya, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai keenam aspek utama tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya usaha Fotocopy Mantab Jaya sebagai pendatang baru akan menimbulkan implikasi
bagi usaha-usaha yang sejenis dengan Fotocopy Mantab Jaya yang sudah ada sebelumnya,
misalnya adalah :
- Kapasitas produksi menjadi bertambah
- Terjadinya perebutan pangsa pasar
- Perebutan Sumber Daya Produksi yang terbatas
- Naiknya tingkat persaingan
- Tarif harga yang tidak stabil
Faktor-faktor penghambat pendatang baru masuk ke dalam suatu industri (Hambatan Masuk)
adalah sebagai berikut :
a. Skala ekonomi
Dalam faktor ini, biasanya pendatang baru kalah dengan pesaing-pesaing lainnya yang lebih
dikenal oleh konsumen dan mempunyai tempat yang lebih besar dari pendatang baru. Oleh
karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk memperbesar skala produksi dan efisiensi
proses produksi sehingga harga per unit barang yang diproduksi oleh Fotocopy Mantab Jaya
menjadi lebih rendah.
b. Diferensiasi produk
Dalam diferensiasi produk, pengusaha harus mencari banyak cara untuk menarik pelanggan atau
konsumen. Salah satu cara yang diterapkan oleh Fotocopy Mantab Jaya adalah dengan strategi
promosi yng tepat dan pelayanan / service yang memuaskan para pelanggan / konsumen.
c. Kecukupan modal
Bagi pendatang baru seperti Fotocopy Mantab Jaya, pesaing yang sangat berat adalah pesaing
yang mempunyai banyak modal untuk jenis industri yang memerlukan biaya yang besar untuk
riset, pengembangan, dan eksplorasi. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk
mencukupi kebutuhan modalnya untuk jangka panjang.
d. Biaya peralihan (switching cost)
Biaya ini akan dikeluarkan pembeli jika berpindah dari produk pemasok tertentu ke produk
pemasok lainnya. Jika biaya peralihan cukup besar, pesaing baru harus memberikan penawaran
yang harus lebih menarik, terutama soal harga.
e. Akses ke saluran distribusi
Disini Fotocopy Mantab Jaya tidak mempunyai metode untuk saluran distribusi karena
Fotocopy Mantab Jaya memasarkan produknya secara langsung ke pihak konsumen, sehingga
memudahkan terjadinya interaksi dengan konsumen.
f. Ketidakunggulan biaya independen
Keunggulan biaya yang tidak dimiliki oleh usaha yang sudah ada sulit ditiru oleh Fotocopy
Mantab Jaya sebagai pendatang baru. Keunggulan ini timbul dari teknologi yang telah
dipatenkan pemilik usaha Fotocopy Mantab Jaya, konsesi bahan baku, atau bahkan
memungkinkan subsidi dari pemerintah.
g. Peraturan Pemerintah
Pemerintah biasanya menerbitkan sejumlah aturan yang mengatur bidang-bidang tertentu, seperti
yang selalu diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, misalnya lewat Daftar Investasi Negatif
(DIN). Peraturan ini dapat menimbulkan hambatan masuk bagi pendatang baru.
b. Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Persaingan dalam industri sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja usaha. Oleh karena itu,
Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk menyikapi persaingan sebagai salah satu pemicu untuk
lebih maju dalam kinerja usaha. Menurut Porter, tingkat persaingan dipengaruhi beberapa faktor
yaitu :
a. Jumlah Kompetitor
Di daerah sekitar Fotocopy Mantab Jaya didirikan sejumlah kompetitor yang tidak terlalu
mempengaruhi karena di daerah tersebut masih jarang didirikan usaha yang sejenis dengan
Fotocopy Mantab Jaya.
b. Tingkat Pertumbuhan Industri
Keadaan Fotocopy Mantab Jaya sampai saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat
dengan perolehan keuntungan / profit / laba yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini
dikarenakan masih belum ada pesaing yang kuat di daerah tersebut, sehingga memudahkan
pertumbuhan usaha ini.
c. Karakteristik Produk
Dalam Fotocopy Mantab Jaya sudah melakukan pembedaan produk dengan pesaing lain agar
usaha ini mudah dikenal karena mempunyai ciri khas tersendiri. Fotocopy Mantab Jaya
menerapkan spesifikasi produk yang diutamakan dan mempunyai kualitas yang lebih unggul
daripada produk pesaing. Oleh karena itu, sebelum membuka usaha ini, terlebih dahulu
dilakukan analisis mengenai produk pesaing sehingga Fotocopy Mantab Jaya mengetahui
kelebihan dan keunggulan para pesaingnya.
d. Biaya Tetap yang Besar
Fotocopy Mantab Jaya beroperasi pada skala ekonomi yang rendah, sehingga termasuk pada
jenis usaha yang memiliki total biaya tetap yang besar. Akibatnya, Fotocopy Mantab Jaya
menjual produk di atas biaya produksi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat
Fotocopy Mantab Jaya akan menghasilkan biaya tetap yang besar. Oleh karena itu, Fotocopy
Mantab Jaya mengusahakan untuk menekan / meminimalisir biaya tetap tersebut.
e. Kapasitas
Fotocopy Mantab Jaya mempunyai kapasitas produksi yang tinggi untuk menjaga efisiensi
biaya per unit. Seiring dengan berjalannya waktu, jika suatu saat Fotocopy Mantab Jaya telah
mampu berproduksi pada tingkat yang maksimal maka Fotocopy Mantab Jaya direncanakan
akan melakukan penambahan fasilitas produksi.
f. Hambatan Keluar
Hambatan keluar tesebut akan memaksa Fotocopy Mantab Jaya untuk tidak keluar dari area
bisnis. Contoh hambatan yang dirasakan oleh Fotocopy Mantab Jaya adalah berasal dari
pesaing-pesaing yang telah ada ataupun dari bahan baku yang tidak memenuhi standart. Oleh
karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk bertahan dan menghindari kemungkinan
kerugian, sambil menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari hambatan tersebut.
c. Ancaman Dari Produk Pengganti
Meski Fotocopy Mantab Jaya mempunyai ciri khas yang berbeda dan karakteristik produknya
sendiri, usaha ini tetap harus memperhatikan cara lain apabila produknya disamai oleh pesaing
lain. Misalnya, dengan sedikit mengganti produk tetapi masih menonjolkan ciri khas dari barang
tersebut sehingga terdapat diferensiasi produk. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya
berusaha untuk menstabilkan harga untuk menghindari persaingan dalam bidang harga dan
ancaman dari produk substitusi.

d. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Buyers)


Pembeli dapat mempengaruhi usaha Fotocopy Mantab Jaya dalam memotong harga,
meningkatkan mutu dan pelayanan, serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui
kekuatan yang mereka miliki. Kemungkinan kondisi yang dihadapi oleh Fotocopy Mantab
Jaya, yang dapat memberikan pengaruh positif / menguntungkan maupun pengaruh negatif /
merugikan adalah sebagai berikut :
a. Pembeli membeli dalam jumlah / kapasitas yang besar
b. Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan
c. Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok
d. Switching Cost pemasok adalah kecil
e. Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli, sehingga pembeli dengan mudah
mencari barang subtitusinya
f. Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah sehingga sensitif terhadap harga dan
diferensiasi service
g. Produk yang dibeli perusahaan mempunyai andil presentase yang besar bagi biaya produksi
pembeli, sehingga pembeli akan menawarkan insentif kepaada para tenaga kerjanya yang mampu
menyediakan produk yang sama dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang relatif
sama.
e. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Suppliers)
Pemasok dapat mempengaruhi produksi Fotocopy Mantab Jaya lewat kemampuan mereka
menaikan harga atau mengurangi kualitas atau service. Pemasok akan merasa kuat dengan
terpenuhinya beberapa kondisi berikut ini :
a. Jumlah pemasok sedikit
b. Produk / pelayanan yang ada adalah unik dan mampu menciptakan Switching Cost yang relatif
besar
c. Tidak tersedianya produk subtitusi
d. Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang sama yang
dihasilkan Fotocopy Mantab Jaya
e. Fotocopy Mantab Jaya hanya membeli dalam jumlah yang kecil dari pemasok
f. Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya
Yang termasuk dalam pengaruh kekuatan ini adalah berupa kekuatan di luar usaha Fotocopy
Mantab Jaya yang mempunyai pengaruh dan kepentingan secara langsung kepada usaha ini.
Stakeholder yang dimaksud antara lain adalah pemerintah, lingkungan masyarakat, pemasok, dan
kelompok yang mempunyai kepentingan lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-
masing stakeholder mempunyai variasi yang berbeda-beda di antara usaha satu dengan usaha
yang lainnya. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk mampu mengendalikan
pengaruh-pengaruh kekuatan tersebut dan memanfaatkannya / mengolahnya menjadi sesuatu
yang menguntungkan bagi Fotocopy Mantab Jaya sehingga dapat memberikan dampak yang
positif bagi usaha ini, terutama untuk periode masa mendatang.
2. Aspek Lingkungan Hidup (AMDAL)
Studi aspek lingkungan hidup ini bertujuan untuk menentukan apakah secara lingkungan hidup,
misalnya dari sisi udara dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat dilaksanakan secara layak atau
sebaliknya. Sedangkan yang dimaksudkan dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) adalah suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan
diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. AMDAL dapat dipakai
untuk mengelola dan memantau proyek dan lingkungannya dengan menggunakan dokumen yang
benar. Analisis yang dilakukan oleh usaha Fotocopy Mantab Jaya ini meliputi keseluruhan
kegiatan pembuatan dokumen yang terdiri dari sebagai berikut :
a. Rencana Kelola Lingkungan (RKL)
Rencana Kelola Lingkungan (RKL) yang dibuat oleh Fotocopy Mantab Jaya merupakan
dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi
dampak penting lingkungan yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif sebagai
akibat dari suatu rencana usaha / kegiatan yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya. Dalam
dokumen ini, Fotocopy Mantab Jaya memberikan pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, atau
persyaratan untuk pencegahan / pengendalian dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
Fotocopy Mantab Jaya melakukan riset bahwa hampir tidak ada dampak yang membahayakan
lingkungan dari kegiatan / aktivitas yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya. Meskipun
demikian, Fotocopy Mantab Jaya tetap melakukan program dan perencanaan untuk
pembiayaan terhadap pengelolaan lingkungan. Hal itu dilakukan untuk mencegah jika sewaktu-
waktu dibutuhkan dana yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan serta
menyangkut Fotocopy Mantab Jaya sebagai salah satu usaha / bisnis di lingkungan tersebut.
Hal-hal yang dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya dalam mengelola lingkungan adalah sisa-
sisa bahan produksi yang tidak digunakan akan dikumpulkan menjadi satu dan kemudian
dikemas dengan rapat / rapi untuk dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat
dengan lokasi Fotocopy Mantab Jaya berada. Dengan demikian, Fotocopy Mantab Jaya terus
berusaha untuk menghindari dan mengupayakan untuk meminimumkan dampak negatif yang
bisa mempengaruhi lingkungan di sekitar daerah usaha Fotocopy Mantab Jaya.
b. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
RPL ini dibuat untuk diajukan kepada instansi yang berwenang. Jadi Fotocopy Mantab Jaya
melakukan suatu pemantauan terhadap lingkungan di sekitar daerah usaha Fotocopy Mantab
Jaya. Selanjutnya, akan diteliti lebih jauh mengenai dampak apa saja yang mungkin bisa terjadi
dan mempengaruhi lingkungan di sekitar daerah usaha Fotocopy Mantab Jaya. Hasil dari
kegiatan / aktivitas ini akan dilaporkan dalam RPL dan kemudian akan dilampirkan dalam
pengajuan surat izin usaha ke Dinas Perizinan di daerah setempat (Malang kota).
Berdasarkan kajian-kajian aspek lingkungan di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha Fotocopy
Mantab Jaya memiliki dampak / pengaruh pada lingkungan di sekitar usaha tersebut. Misalnya
adalah polusi suara yang dimunculkan dari mesin-mesin fotocopy dan lainnya yang digunakan
oleh Fotocopy Mantab Jaya dan sisa-sisa bahan produksi yang akan menjadi sampah
lingkungan. Oleh karena itu, Fotocopy Mantab Jaya berusaha untuk mengantisipasi dampak
tersebut dan mengupayakan agar tidak mengganggu / mrugikan lingkungan di sekitar usaha
tersebut.
Usaha-usaha yang dilakukan antara lain adalah dengan membuat tempat yang representatif dan
mampu menghindari terjadinya polusi suara yang dapat mengganggu masyarakat sekitar
(meredam suara), sehingga masyarakat sekitar tidak merasa bising dengan suara mesin-mesin
tersebut. Selain itu, Fotocopy Mantab Jaya juga mengumpulkan sisa-sisa bahan baku yang
tidak digunakan, kemudian dikemas serapi dan serapat mungkin dan dibuang secepatnya ke
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan lokasi usaha Fotocopy Mantab
Jaya.
Hal ini dilakukan secara rutin (continue) selama kurang lebih 3 hari sekali untuk menghindari
terjadinya penumpukan sampah di lokasi usaha Fotocopy Mantab Jaya. Jika sampai erjadi
penumpukan, maka akan mempengaruhi minat para pelanggan untuk datang dan memberikan
order ke tempat Fotocopy Mantab Jaya. Hal ini dikarenakan adanya pemandangan yang
kurang menyenangkan yang ditimbulkan dari tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Sedangkan
untuk usaha pencegahan yang lain masih terus dilakukan oleh Fotocopy Mantab Jaya agar
usaha ini benar-benar tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar dan tidak
merugikan masyarakat sekitar usaha ini.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan pengkajian yang telah dijelaskan dalam bab-bab sebelumnya, maka
dapat diberikan suatu kesimpulan mengenai usaha yang dijadikan obyek analisis Studi
Kelayakan Bisnis oleh penulis yaitu Fotocopy Mantab Jaya. Kesimpulan yang dapat diberikan
adalah sebagai berikut :
1. Aspek Pasar dan Pemasaran
Usaha Fotocopy Mantab Jayamemiliki peluang untuk memenuhi standar kelayakan bisnis dan
dianggap cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan kalangan mahasiswa membutuhkan jasa
fotokopi untuk menunjang aktivitas perkuliahannya. Melihat dan menyadari betapa pentingnya
usaha fotokopi ini, maka didirikanlah Fotocopy Mantab Jaya yang terletak di dekat kampus
UIN Maliki Malang dan daerah kos-kosan para mahasiswa, yang menjadi target konsumen utama
dari usaha ini. Berdasarkan aspek pasar dan pemasaran tersebut, maka usaha Fotocopy Mantab
Jaya dapat dikatakan layak / feasible.
2. Aspek Produksi / Operasional
Usaha Fotocopy Mantab Jaya mempunyai lokasi strategis, luas bangunan yang representatif,
dan lay out yang terencana. Hal ini dapat menunjang / mendukung kinerja operasional.
Fotocopy Mantab Jaya juga mempunyai persediaan bahan baku yang efektif, penjadwalan
yang efisien, dan tenaga kerja yang berkompeten. Berdasarkan aspek produksi / operasional
tersebut, maka usaha Fotocopy Mantab Jaya dapat dikatakan layak / feasible.
3. Aspek Manajemen
Usaha Fotocopy Mantab Jaya mempunyai sistem manajemen yang teratur dan terarah.
Perencanaan telah dilakukan dengan matang, pengorganisasian dilaksanakan secara terpadu dan
terpusat, pengadaan yang seimbang, dan pengendalian yang terecana merupakan pendukung
kinerja Fotocopy Mantab Jaya untuk mencapai keuntungan / profit yang maksimal.
Berdasarkan aspek manajemen tersebut, maka usaha Fotocopy Mantab Jaya dapat dikatakan
layak / feasible.
4. Aspek Sumber Daya Manusia
Usaha Fotocopy Mantab Jaya melaksanakan perencanaan SDM dan analisis pekerjaan yang
telah ditetapkan terlebih dahulu. Program keselamatan kerja diterapkan dalam usaha ini, untuk
mencegah kecelakaan yang terjadi sewaktu-waktu. Selanjutnya, berlaku aturan tambahan
kompensasi (bonus) bagi para karyawan yang mampu menberikan prestasi kerja yang maksimal
bagi kinerja usaha ini. Berdasarkan aspek sumber daya manusia tersebut, maka usaha Fotocopy
Mantab Jaya dapat dikatakan layak / feasible.
5. Aspek Keuangan
Usaha Fotocopy Mantab Jaya melakukan perhitungan pada Analisis Cash Flow dan Laporan
Laba Rugi, sehingga diketahui perkembangan keuangan dari tahunke tahun. Selanjutnya juga
dilakukan perhitungan kriteria investasi yaitu Net Present Value, Payback Period, Interest Rate of
Return, Profitability Indeks, dan Break Event Point. Perhitungan aspek keuangan tersebut
menghasilkan kesimpulan bahwa usaha Fotocopy Mantab Jaya dapat dikatakan layak /
feasible.
6. Aspek Lingkungan
Usaha Fotocopy Mantab Jaya mengevaluasi aspek lingkungan, baik secara lingkungan industri
maupun lingkungan hidup. Dalam lingkungan industri, usaha ini telah melakukan berbagai
langkah antisipasi untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan. Sedangkan dalam
lingkungan hidup, usaha ini memberlakukan evaluasi terhadap AMDAL sehingga tidak
merugikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan aspek lingkungan tersebut,
maka usaha Fotocopy Mantab Jaya dapat dikatakan layak / feasible.
Berdasarkan analisis yang komprehensif dari berbagai aspek yang telah dikaji pada bab-bab
sebelumnya, maka dapat diberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan usaha Fotocopy
Mantab Jaya ini dapat dikatakan layak / feasible. Untuk tahap berikutnya, usaha Fotocopy
Mantab Jaya ini dapat diterapkan, dikelola, dan dikembangkan sebagaimana mestinya. Dengan
demikian, usaha Fotocopy Mantab Jaya ini dapat digunakan untuk evaluasi sebuah Studi
Kelayakan Bisnis. Selanjutnya, usaha Fotocopy Mantab Jaya ini dapat direkomendasikan
kepada para penyandang dana / pemilik modal dan dapat tertarik untuk merealisasikan dan
menerapkannya dalam dunia bisnis yang sesungguhnya.
Kami yakin usaha Fotocopy Mantab Jaya ini akan berhasil dan mampu bertahan dalam jangka
waktu panjang. Selain itu, usaha Fotocopy Mantab Jaya ini juga akan memberikan keuntungan
/ profit yang signifikan dan kegiatan wiraswasta yang sangat efektif. Hal ini dikarenakan, saat ini
manusia-manusia sedang berlomba-lomba untuk bersaing dalam berbagai bidang, terutama untuk
menguasai dunia bisnis. Oleh karena itu, penulis yakin usaha Fotocopy Mantab Jaya ini layak /
feasible untuk direalisasikan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dunia bisnis,
dan era globalisasi seperti sekarang ini. Demikianlah kesimpulan dan rekomendasi ini dibuat
untuk Studi Kelayakan Bisnis.

REKOMENDASI
Berdasarkan hasil analisis studi kelayakan bisnis yang dilakukan pada Fotocopy Mantab Jaya
dilihat dari aspek hukum, pasar dan pemasaran, manajemen, SDM, produksi, teknik dan
teknologi, keuangan serta aspek AMDAL maka usaha ini dinyatakan layak untuk dilaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA

Husnan, Suad dan Suwarsono . 1994 . Studi Kelayakan Bisnis dan Proyek . Yogyakarta : UPP
AMP YKPN .
Umar, Husein . 2007 . Studi Kelayakan Bisnis Edisi 3 : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana
Bisnis secara Komprehensif. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama .
Wahyudi, Agustinus Sri . 1996 . Manajemen Strategik : Pengantar Proses Berfikir Strategik .
Jakarta : PT Binarupa Aksara .
Djakfar, Kasmir. 2003. Study Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana Media Group
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Related Posts:

RESUME ILMU BUDAYA DASARBAB I MANUSIA DAN


KEBUDAYAAN A.MANUSIA Manusia secara biologis juga termasuk binatang,
khususnya binatang menyusui. Namun, karena manusia makin sadar Read More

TANGGUNGJAWAB ILMUWAN TERHADAP ILMU


PENGETAHUANPENDAHULUAN Prestasi ilmiah yang telah dicapai oleh para
ilmuwan memang sungguh menakjubkan. Pembuahan in vitro pada manusia ternyata
telah menimbulk Read More
ILMU PENGETAHUAN DAN CARA BERFIKIR AUGUSTE
COMTEBAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dalam kamus Besar Bahasa
Indonesia, ilmu disamakan artinya dengan pengetahuan. Pengertauan merupakan hasil
tahu Read More

BURSA KEUANGAN, LEMBAGA KEUANGAN, DAN SUKU


BUNGABursa (Pasar) Keuangan Bursa keuangan mempertemukan calon peminjam dan
mereka mempunyai dana berlebih untuk dipinjamkan. Ada berbagai jenis bursa ke
Read More

PENILAIAN OBLIGASIObligasi didefinisikan sebagai surat pengakuan


utang dengan kesanggupan untuk mengembalikan pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan (saat jatuh Read More

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

1 komentar:

1.

Sell Tiket16 September 2016 05.21

Baru dari selltiket.com,


untuk semua agen selain anda bisa menjual tiket pesawat
dan tiket kereta api sekarang anda
juga dapat melakukan pembayaran :
PLN, Pembelian pulsa, Pembayaran Telkom,
pembayaran multifinance ADIRA, BAF, MAF, MEGA WOM.
Gabung sekarang juga di http://agen.selltiket.com

Balas

Muat yang lain...


Search
Blogger templates
Popular

Tags

Blog Archives

RISK AND RETURN

Pengertian Risiko dan Tingkat Pengembalian Sekarang ini dalam investasi baik invidu
maupun bisnis berinvestasi menghabiskan uang untu...

STUDI KELAYAKAN BISNIS FOTOCOPY MANTAB JAYA

EXECUTIVE SUMMARY Dalam dunia bisnis di masa sekarang ini, akan dapat
dirasakan bahwa semakin bergerak ke arah perkembangan dan kemajuan ya...

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP BISNIS INTERNASIONAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1LATAR BELAKANG Tantangan utama dalam melakukan


bisnis internasional adalah untuk menyesuaikan secara efektif pada p...

PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN

1. PENGELOLAAN USAHA Perencanaan usaha Langkah pertama setelah memilki ide


untuk memulai usaha didapat, maka yang harus dilakukan selan...

HAKIKAT MANAJEMEN STRATEGIS

HAKIKAT MANAJEMEN STRATEGIS Definisi Manajemen Strategis


Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetah...

Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pelatihan merupakan wahana untuk


membangun sumber manusia menuju era globalisasi yang penuh d...

NILAI-NILAI LUHUR DALAM PENCAK SILAT


Pencak silat merupakan cabang beladiri tradisional yang ada di Indonesia, lahir dan
berkembang sebagai budaya lokal. Dalam pengertian yang l...

PERUBAHAN ORGANISASI

A. PENGERTIAN PERUBAHAN Perubahan merupakan suatu modifikasi ataupun


berubahnya suatu sistem dalam sebuah organisasi. Perubahan organisasi ...

IDEALISME PERGERAKAN

Masa menjadi mahasiswa adalah masa proses pencarian sebuah jati diri untuk
menghadapi masa depan. Walaupun sering menjadi kontroversi t...

Faktor Internal Perencanaan Sumberdaya Manusia

a.Rencana Strategik Arah yang akan ditempuh organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Perencanaan strategik organisasi tidak ...

BTemplates.com

Blogroll

Blogroll
[close]

About
Jangan Lupa Komen...!!!

Copyright 2017 Ahda S Aziz | Powered by Blogger


Design by FThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com |
NewBloggerThemes.com