Anda di halaman 1dari 5

DAFTAR PUSTAKA

1. Tarwaka. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Manajemen dan implementasi K3 di


tempat kerja. Surakarta: Harapan Press. 2008
2. Sumamur P.K, Hygene perusahaan dan kesehatan kerja. Jakarta: Gunung
Agung.1995
3. Depkes RI Pusat Kesehatan Kerja. Modul Pelatihan Bagi Fasilitator Kesehatan
Kerja. Jakarta: Depkes RI. 2003
4. Kartasapoetra dan Marsetyo. Ilmu Gizi (Korelasi gizi, kesehatan dan
Produktivitas Kerja) Jakarta: PT Rineka Cipta. 1995
5. Sajogya, Menuju Gizi Baik yang Merata di Pedesaan dan Kota, Yogyakarta :
UGM Press.1996
6. Setyawati Maurits, Lientje dan Djati Widodo, Imam. Faktor penjadwalan shift
kerja. Volume 13, Nomor 2, Jakarta. Desember 2008
7. Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar
Maju. 2009
8. Baidhowi W. Fatigue Assestment PT Pama Persada Nusantara. Jakarta: 2008
9. Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada. 1996
10. Sumamur. Hygene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Gunung Agung.
1996
11. http : www.Data potensi unggulan Daerah Kota Semarang. Biro Humas.
Jatengprov.2010 [Diakses Pada 23 Mei 2014]
12. http : www.Emedicine.com / CHILD / topic 925 htm.
13. Sisroom. 2006. Kebutuhan cairan dan elektrolit. (online). Vol 5, 2007.
(http://www.sinroom.blogspot.com/2007/05/kebutuhan-cairan-dan-
elektrolit.html).
14. Departemen Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Gizi
Atlet Sepak Bola. Jakarta: Departemen Kesehatan. 2002
15. Tarwaka, Solichul HA Bakri, Lilis Sudiajeng. Ergonomi untuk keselamatan,
kesehatan kerja dan produktivitas. Surakarta: Universitas Brawijaya Press. 2004
16. Siti Untari. Pengaruh Pemberian Minuman Isotonis Terhadap Kelelahan Pekerja
Pabrik Tahu di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candi Sari Kota Semarang.
Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. 2010.
17. OSHA (Occupational Safety and Health Administration) OSHA Technical
Manual Section III: Chapter IV: Heat Stress. Available at:
http://www.osha.gov/dts/osta/otm/otm_iii/otm_iii_4.htm. [Diakses 23 Maret
2014]
18. Asad, Muhammad. Psikologi Industri Ilmu Sumber Daya Manusia. Edisi
Keempat. Yogyakarta: Liberty. 2001
19. Work Cover NSW (2006) Driver Kelelahan Manajemen - A Guide to Mengelola
Driver Kelelahan di Long Haul Industri Truk Diakses pada line di
www.workcover.nsw.gov.au Halaman 21 dari 2
20. Santoso, Gempur. Ergonomi Manusia, peralatan dan Lingkungan. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher. 2004
21. Ravianto J. Produktivitas dan Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta : PT Raja Grafido
Persada. 1986
22. A.M. Sugeng Budiono, dkk. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang: BP
Universitas Diponegoro.2000
23. Direktorat jenderal Pembina kesmas upaya kesehatan kerja sektor informal di
Indonesia. Depkes RI. 1990
24. Barbara C. Long. Perawatan Medical bedah. Bandung : Yayasan LAPK. 1996
25. Guyton A.C. Buku teks Fisiologi kedokteran. edisi kelima. Jakarta: Terjemahan
CV EGC Penerbit buku kedokteran. 1983.
26. Gilmer, V. H. (1966). Industrial psychology. USA: McGraw Hill Book Company
Inc. [Diakses pada 20 Maret 2014]
27. Department Of Labour Te Tari Mahi, Managing Stress and Fatigue In the
Workplace, Department Of Labour Te Tari Mahi, Wellington, New Zealand,
2003.
28. Tim Hiperkes. Peraturan perundang undangan Hiperkes dan keselamatan
kerja. Semarang : Balai Hiperkes Jawa Tengah. 2004
29. Grandjean, E., 1993, Fitting The Task To The Man, An Ergonomic Approach,
Taylor & Francis Ltd, London. [Diakses pada 20 Maret 2014]
30. Sumamur P.K. Hygiene perusahaan dan kesehatan kerja. Jakarta: Agung seto.
2009
31. Sumamur. Hiperkes kerja dan Ergonomi Kerja. Jakarta. Cv Haji Mas agung.
1989
32. Supariasa,I Dewa Nyoman Dkk. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. 2001
33. Tarwaka. Dasar Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasinya di Tempat
Kerja.Solo. Harapan Press Solo. 2010
34. Sumamur P.K. Ergonomi untuk produktivitas kerja.Jakarta. PT Temprint.1989
35. Ulfa Nurullita. Pengaruh tekanan panas terhadap tekanan darah, denyut nadi, dan
tingkat kelelahan pada pekerja bagian arc furname dan rolling mill PT inti general
jaya steel Semarang. Universitas Diponegoro Semarang. 2007
36. Bambang K dan Suhartika T. Potensi teh Indonesia ditinjau dari aspek kesehatan.
Laporan hasil penelitian dan pengembangan teknik produksi dan pasca panen teh
dan kina. Bandung: 1995
37. Yonagimoto, K. Ochi, H. Lee, K dan Shibamoto, T. Antioxidative avtivitis of
volative extracts from gerrn tea, Oolong tea, and black tea. J,agric. Food Chem.
51.7396-7410. 2003
38. Sakana, S. Green tea and human health. Japan tea exporters Assocciation.
Shizuokna Japan. 1997
39. Kim, M. and Masuda M, Cancer chemoprevention by green tea polyphenols. CRC
press, New York.1997
40. Oguni, I. Green tea and human health. Japan Tea Exporters Association.
Shizouka Japan. 1996
41. Alamsyah, Andi Nur. Taklukkan penyakit dengan teh hijau. Jakarta: Agro media
pustaka. 2006
42. Cardenas G, Cabrera G, Taboada E, and Rinaudo M., (2006) Synthesis and
Characterization of chitosan alkyl phosphate J.Chil. Vol:51 No:1 p. 0717-9707.
43. Soraya, N. Sehat dan cantik berkat teh hijau. Jakarta: Penebar swadaya. 2007
44. Katiyar SK, Mukhtar H. Tea antioxidants in cancer chemoprevention. J Cell
Biochem 1997;27:S59-S67.
45. Sugiyama T, Sadzuka Y. Enhancing effects of green tea components on the
antitumor activity of adriamycin against M5076 ovarian sarcoma. Cancer Lett
1998;133:19-26.
46. Otsuka T, Ogo T, Eto T, et al. Growth inhibition of leukemic cells by (-)-
epigallocatechin gallate, the mainconstituent of green tea. Life Sci 1998;63:1387-
1403.
47. Rossi Ari. 1001. Teh dari asal usul, tradisi, khasiat hingga racikan teh. edisi 1.
Andi best book. Yogyakarta. 2010
48. Choi, Y.T., C.H. Jung, S.R. Lee, J.H. Bae, W.K. Baek, M.H. Suh, J. Park, C.W.
Park and S.I. Suh, 2001. The green tea polyphenol (-)-Epigallocatechin gallate
attenuates beta-amyloid-induced neurotoxicity in cultured hippocampal
neurons.Life Sci., 70(5): 603-14. Dalam Global Journal of Pharmacology 6 (2):
52-59, 2012. [Diakses pada 2 April 2014]
49. Sediatama, Achmad Djaeni. Ilmu gizi bagi mahasiswa dan profesi. Jakarta. Dian
Rakyat. 2000
50. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
2002
51. Budiyanto, Moch. Agus Krisno. Dasar Dasar Ilmu Gizi.Malang. Universitas
Muhammadiyah Malang. 2002
52. Irianto, Djoko Pekik. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Yogyakarta. Penerbit Andi. 2006
53. http://www.Emedicine.com/Child/topic 925 htm
54. Susanto, eko. Pengaruh istirahat pendek dan teh manis terhadap peningkatan
produktivitas kerja pada pekerja pandai besi paguyuban wesiaji donorejo. Skripsi
Unnes. 2006
55. Windahyani. Hubungan usia, status gizi dan intensitas kebisingan dengan tingkat
kelelahan pada tenaga kerja penggiling padi di Desa Cangkring Kecamatan
Tegowanu Kabupaten Grobogan. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2007
56. Murti, Bisma. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta. UGM.
Press.2003
57. Kurniawan, Bina. Panduan Praktikum Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan
Kerja. Semarang. UNDIP. 2002
58. Guyton. Buku ajar fisiologi kedokteran. Penerbit buku kedokteran EGC.2008
59. Pharr, Jennifer R. Carbohydrate Comsumption and Fatique : A review. Nevada
Journal of Public Health. Oct 2012.7:1. [Diakses pada 6 februari 2014]
60. Coyle, E.F. Fluid and Fuel Intake During Exercise. Journal of Sport Science. Vol
2004. 22, 39-55 [Diakses pada 23 agustus 2014]