Anda di halaman 1dari 4

Utsman bin Affan

A. Nama dan Nasab


Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abul Ash bin Umayyah bin
Abdusy Syams bin Abdu Manaf bin Qushai al-Quraisyi al-Umawi. Nasabnya
bertemu dengan Nabi Muhammad pada leluhur mereka yang bernama Abdu
Manaf. Utsman lahir enam tahun setelah Tahun Gajah. Ibunya bernama Arwa
binti kuraiz.
Utsman dijuluki Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri
Nabi Muhammad. Pada mulanya Utsman menikahi Ruqayyah, putri Rasulullah,
hingga wanita ini meninggal dunia di sisinya pada suatu malam saat Perang
Badar (2H), selang beberapa tahun sepeninggal Ruqayyah, Rasulullah
menikahkan Utsman dengan putrinya yang bernama Ummu Kultsum, adik
Ruqayyah.

B. Keutamaan
Utsman bin Affan adalah sosok yang suka sekali mengulurkan tangannya
untuk berderma dan ber-infak kepada kaum muslimin demi kepentingan jihad
fii sabilillah. Kisah mengenai kedermawanan Khalifah ketiga kaum muslimin ini
cukup banyak, diantaranya adalah:

1. Membeli sumur Rumah


Ia membeli sumur rumah milik seorang laki-laki dari bani Ghifar
dengan harga 35.000 dirham. Dari Abu Hurairah RA ia bertutur : bahwasanya
Utsman bin Affan membeli surge dari Rasulullah dua kali, Pertama,ketika dia
membeli sumur rumah. Kedua ketika pasukan muslimin menghadapi perang
yang berat (yakni Perang Tabuk)

2. Mendanai pasukan al-Usrah


Pasukan al-Usrah adalah pasukan kaum muslimin yang dipersiapkan
Rasulullah menghadapi perang Tabuk. Dari Abdurrahman bin Samurah RA, ia
bercerita; suatu ketika Utsman bin Affan menemui Nabi Muhammad dengan
membawa seribu dinar di bajunya, dan saat itu beliau tengah
mempersiapkan pasukan menghadapi Perang Tabuk, lalu ia meletakkan uang
dinar tersebut dipangkuan Rasulullah. Beliau lantas membolak-balikkan dinar-
dinar itu dengan tangannya, seraya bersabda:
setelah hari ini, apa yang dilakukan Utsman tidak akan membahayakan
dirinya (di akhirat)

3. Membebaskan dan memerdekakan hamba sahaya


Sejak memeluk Islam, Utsman tidak pernah melewatkan satu Jumat
pun tanpa membebaskan seorang budak (hamba sahaya). Jika pada hari
(Jumat) Utsman tidak mempunyai budak, maka ia memerdekakannya pada
hari berikutnya

C. Kezuhudan dan Ketawadhuan


Yunus bin Ubaid mengisahkan bahwa al-Hasan al-Bashri pernah ditanya
tentang para sahabat yang tidur qailulah didalam masjid. Al-Hasan menjawab
Aku melihat Utsman tidur qailulah di masjid padahal saat itu dia sudah menjadi
khalifah. Setelah bangkit, bekas kerikil terlihat menempel dipinggulnya. Kamipun
berkata: Lihatlah, dia adalah Amirul Mukminin; lihatlah, dia adalah Amirul
Mukminin.

D. Istri dan Anak


Utsman bin Affan menikahi Rukayyah dan Ummu Kultsum. Dari Rukayyah
lahirlah Abdullah. Utsman juga menikahi Fakhitah binti Ghazwan, yang
melahirkan Abdullah junior. Utsman menikah dengan Ummu Amr binti Jundab
melahirkan Amr, Khalid, Aban, Umar dan Maryam. Menikahi Fathimah binti al-
Walid melahirkan Abdul Malik. Menikahi Ramlah binti Syaibah melahirkan
Aisyah, Ummu Aban dan Ummu Amr. Utsman lantas menikah dengan Na-ilah
binti al-Furashah, melahirkan Maryam.

E. Masa Kekhalifahan
Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah tiga hari setelah Umar bin
al-Khathab dikebumikan, yakni bulan Muharram tahun 24 H. Ia terbunuh tanggal
18 Dzulhijjah tahun 35 H.

F. Gambaran Umum Peristiwa Bersejarah


Sejak resmi menjadi khalifah tahun 24 H hingga 35 H, Utsman berhasil
menguasai kota Rayy, menaklukkan banyak sekali benteng Romawi,
membebaskan kota Sabur, membebaskan negeri Andalusia, wilayah Ishthakhar,
kota Jur, dan banyak wilayah di Khurasan, serta membebaskan Naisabur. Selain
itu Utsman juga memperluas area masjidil Haram pada tahun 26 H, serta
memperluas area Masjid Nabawi di Madinah di tahun 29 H.

G. Ucapan Takwa dan Kalimat Surgawi


Utsman bin Affan RA begitu rindu dengan akhirat, ia berkata:
Bertakwalah kepada Allah karena bertakwa kepada-Nya merupakan suatu
keuntungan. Dan sungguh orang yang cerdas adalah orang yang menghisab
dirinya ketika di dunia, yang giat beramal shalih untuk bekal kehidupan di
akhirat, dan yang tekun berusaha dalam mendapatkan cahaya Allah untuk
menerangi kuburnya. Sudah sepatutnya seorang hamba takut kalau-kalau Allah
membangkitkannya dalam keadaan buta padahal di dunia dia dapat melihat.

H. Awal Fitnah Terbesar dan Terbunuhnya Sang Khalifah


Fitnah yang diakhiri dengan mati syahidnya Khalifah Utsman binAffan RA
begitu menggemparkan umat, keganasannya melampaui fitnah yang sudah-
sudah. Fitnah ini didalangi oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba. Ia
masuk Islam pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Hidupnya
berpindah-pindah dari negeri Islam yang satu ke negeri Islam yang lain, sengaja
untuk menyesatkan kaum muslimin. Dimulai dari Hijaz, Bashrah, Kufah hingga
menetap beberapa waktu di Syams. Di kota ini ia tidak berhasil memprovokasi
penduduknya bahkan ia diusir.
Abdullah bin Saba pindah ke Mesir dan menetap disana. Di kota inilah ia
mengembuskan racun pemikiran kepada umat Islam dengan pernyataan,
Sungguh setiap nabi memiliki seseorang yang berhak mendapatkan wasiat. Dan
Ali adalah orang yang berhak mendapatkan wasiat dari Rasulullah. Maka
Utsman telah mengambil alih urusan umat Islam dan merampas kekhalifahan
dari orang yang berhak mendapatkannya (Ali).

Di Mesir ia memilih orang-orang yang mengaguminya untuk menjadi


pembantu dan pengikut setia. Kemudian ia mengirim mereka kepada penduduk
muslim yang lain untuk menyebar fitnah ke penjuru negeri. Semua propaganda
yang mereka sebarkan begitu terorganisir, sehingga apa yang mereka inginkan
tidak seperti yang ditampakkan, dan apa yang mereka sembunyikan tidak
seperti yang dikemukakan secara terang-terangan.

Fitnah-fitnah tersebut dimulai dari perbedaan persepsi perihal kebijakan-


kebijakan yang diterapkan KhalifahUtsman dan sejak saat itu lahir faktor-faktor
pembangkitnya. Kemudian fitnah menjalar dalam bentuk benih-benih
perselisihan yang mencakup sebagian besar wilayah kekhalifahan. Selanjutnya,
Abdullah bin Saba berperan memancing terjadinya fitnah hingga puncaknya
para pemberontak yang jumlahnya begitu banyak mengepung rumah khalifah
Utsman.

Setelah pengepungan yang berlangsung selama empat puluh hari, para


pemberontak menaiki pagar rumah Utsman. Tidak lama kemudian tombak-
tombak mereka turut andil dalam menumpahkan darahnya yang suci. Proses
pembunuhan KhalifahUtsman berlangsung singkat hanya dalam kurun waktu
Ashar dan Maghrib. Pada hari Jumat tanggal 13 Dzulhijjah ada yang
mengatakan tanggal 18 Dzulhijjah 35 H.

Terbunuhnya Utsman menjadi pembuka jalan terjadinya rangkaian fitnah


yang lingkarannya terus menjalar tanpa akhir. Dari Maimunah bin Mahran RA, ia
menceritakan bahwa ketika Utsman terbunuh, Hudzaifah berkomentar:
Beginilah-Hudzaifah melingkarkan sepuluh jarinya-perpecahan (fitnah) telah
terjadi dalam Islam yang tidak bisa ditambal lagi walaupun dengan gunung.

I. Pencapaian Kekhalifahan
1. Membangun Masjidil Haram dan memperluas Masjid Nabawi

2. Melipatgandakan jumlah pemberian

3. Memproduktifkan kembali tanah yang mati

4. Menertibkan makanan pada bulan Ramadhan

5. Membangun Darul Qadha atau kantor pengadilan

6. Menyatukan kaum Muslimin dalam satu mushaf


Di antara hasil kerja mulia Utsman bin Affan adalah menyatukan
seluruh kaum Muslimin dalam satu bacaan al-Quran. Meskipun jamak
diketahui bahwa al-Quran itu diturunkan dengan macam-mb h acam qira-at
yang dibaca oleh Rasulullah, dan beliau bacakan kepada orang lain. Hal ini
dilakukan untuk mempermudah dan meringankan pengucapan ayat-ayatnya
bagi orang arab. Hal ini dilakukan oleh Utsman dengan memerintahkan
kepada para penulis wahyu yang terdiri dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin az-
Zubair, Said bin al-Ash, dan Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam untuk
menulis sejumlah mushaf dari Abu Bakar. Jika ditemukan lafazh yang
berbeda, maka diinstruksikan untuk memperbaiki tulisannya sesuai dengan
dialek kaum Quraisy, dan Utsman mengirimkan mushaf-mushafnya ke setiap
pelosok wilayah kekuasaan Islam. Sang Khalifah juga memerintahkan kaum
Muslimin agar selalu menggunakan mushaf ini dan membakar mushaf
selainnya.

J. Pembebasan Islam Ketiga


1. Pembebasan wilayah Persia (tahun 31 H)

2. Pembebasan Azerbaijan dan Armenia (tahun 24 H)

3. Pembebasan Asia Tengah (tahun 24 H)

4. Pembebasan Cyprus (tahun 28 H)

5. Pembebasan Mesir (tahun 25 H)

6. Perang Dzatus Sawari (tahun 31 H)

7. Pembebasan Afrika (tahun 25 H)

8. Pembebasan Naubah (tahun 31 H)