Anda di halaman 1dari 20

Lampiran 1

STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN


ISOLASI SOSIAL

Dosen pembimbing:
Tanwiriah.S.kep.M.Mkes

Oleh :
Nama :Inah Wati
Nim :12.20.1995
Kels,smestr :B,V

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


CAHAYA BANGSA BANJARMASITAHUN 2014/2015
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

BAB I
ASUHAN KEPERAWATAN

I PENGKAJIAN KEPERAWATAN

3.2 Pengkajian identitas


a.Identitas pasien:
Nama :diana
Umur :19 tahun
Alamat :jln sukamaju,desa sandau
Agama :Islam
Suku bangsa :Indonesia
Pendidikan :Tamat SD
Pekerjaan :memebantu pekerjaan orang tua di rumah
Setatus :belum menikah
No rekamedik :184817-2013
b.Identitas penanggung jawab
Nama :Tn.d
Umur :45 tahu
Alamat :Jln.sukamaju,desa sandau
Agama :Islam
Suku bangsa :Indonesia
Pekerjaan :Buruh tani
Hubungan dengan pasien :Ayah pasien
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Ruang rawat : berlian Tanggal dirawat:19 november


2013

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : diana (p) Umur : 19 th No. CM :184817-2013.

II. ALASAN MASUK


menghindar dari orang lain komunikasi kurang atau tidak ada , berdiam diri dikamar ,menolak
interaksi dengan orang lain ,tidak melakukan kegiatan sehari hari , dependen

III. FAKTOR PREDISPOSISI

1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ?


pasien sebelum nya tidak pernah mengalami ganguan dimasa lalu seperti yang dialami
nya sekarang
2. Pengobatan sebelumnya ?
Pasien tidak pernah menerima pengobatan sebelumnya dikarenakan pasien baru pertama kali
mengalami penyakit tersebut
3. Trauma Usia Pelaku Korban Saksi
Aniaya fisik ............ ............ ............. ..........
Aniaya seksual ............ ............ ............. ..........
Penolakan ............ ............ ............. ..........
Kekerasan dlm keluarga ............ ............ ............. ..........
Tindak ada teruma............ ............ ............. ..........
Jelaskan :adanya penolakan dari pihak orang tau dini pada masa lalu nya ia mengalami jatuh
dan wajahnya teluka,bekas lukanya besar hingga menimbulkan kecacatan,

4. Anggota keluarga yang gangguan jiwa ?


Data riwayat dalam keluaraganya pasien tidak ada megalami gangguan jiwa
Kalau ada :
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Hubungan keluarga : kuarang baik karena orang tuan pasien selalu pilih kasih dan
membeda-bedakan tidak peduli
Gejala : menaraik dari takut untuk ketemu oarang lain.
Riwayat pengobatan : -
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Disini pasien mengtakan bahwa ia mempunyai pengalaman masa lalu yang tidak
menyenagakan dalam hidup nya yaitu ia pernah di perlakuan tidak adil dan di beda-bedakan
tidak pernah di perhatikan.semenjak jatuh mengalami kecacatan.

IV. PEMERIKSAAN FISIK


1. Tanda vital : TD 130/90 mmHg N 86 x/mnt S 38 0C
2. P21 x/m
3. Ukur : BB 35 kg TB 150... cm
4. Keluhan fisiK
V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

Keterangan;
:orang tua ayah[KAKEK}
:orang tua ibu{kakek}
: orang tua ayah{nenek}

:o :orang tua ibu{nenek}


:
:ibu pasien :ayah pasien

:kaka pasien{laki laki}


Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

:pasien{laki laki}

:adik pasien{perempuan}

Jelaskan klien adalah anak ke 2 dari 3 bersaudarA


2. Konsep Diri
Citra tubuh : .pasien mengatakan bagian tubuh yang paling ia sukai ialah mata karna
kata pasien ia dapat mengatakan sesuatu yang ia liat
Identitas :pasien mengatakan ia anak ke dua dari 3 bersausdra..
Peran:peran pasien disini sebangai anak dalam keluarga.
Ideal diri : pasien mengtakan dia ingin sembuh dandapat brteman dan bergaul dengan
teman dan orang lain.
Harga diri : pasien mengatakan ia
3. Hubungan Sosial
Orang yang berarti : pasien mengatakan orang yang sangat berarti dlam hidupnya ialah
keluarga sendiri
Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat : sebelum pasien sakit ia sering
mengikuti kegitan,dan sesudah sakit pasien jarang mengikuti kegiatan kegiatan dalam
kelompok
Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : selama pasien rawat jalan teman
berkurang karena pasien sering membatasi dalam pergaualn nya dikarenakan ia merasa
takut jika jika adadiantara teman nya ingin menghina dan mengejek nya
4. Spiritual
Nilai dan keyakinan : pasien mengatakan jarang melakukan sholat 5 waktu dalam
sehari,jika solat pasienberdoa agar di perlakuakan secara adil
Kegiatan ibadah : pasien jarang melaksana sholat nya dalam 5 waktu dalam sehari

VI. STATUS MENTAL


Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

1. Penampilan
Tidak rapi
Penggunaan pakaian tidak sesuai
Cara berpakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan : pada penampilan pasien tidak rapi,semeraut dan tidak bisa mengurusi diri sendiri.
2. Pembicaraan
Cepat
Keras
Gagap
Inkoherensi
Apatis
Lambat
Membisu
Tidak mampu memulai pembicaraan
Jelaskan : pasien dalam berbicara lambat dan takut melihat orang lain berbicara dengan
menunduk, menjawab pelan. dalam menyampaikan tetapi masih dapat dimengrtimen
3. Aktifitas motorik
Lesu
Tegang
Gelisah
Agitasi
Tik
Grimasem
Tremor
Kompulsif
Jelaskan : dsini pasien lebih sering gelisah dan tegang
4. Alam perasaan
Sedih
Ketakutan
Putus asa
Kuatir
Gembira berlebihan
Jelaskan : pasien mengalami ketakutan,dan kuatir malu ketemu dengan orang
5. Afek
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Datar
Tumpul
Labil
Tidak sesuai
Jelaskan : pasien labil dalam dan tidak sesuai dengan fakta
6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan
Tidak kooperatif
Mudah tersinggung
Kontak mata kurang
Defensif
Curiga
Jelaskan : kontak mata kurang respon seperti toleh sana sini dan tunduk
7. Persepsi
Halusinasi :
Pendengaran
Penglihatan
Perabaan
Pengecapan
Penghidu
Jelaskan :.....
8. Isi pikir
Obsesi
Phobia
Hipokondria
Depersonalisasi
Ide yang terkait
Pikiran magis
Waham :
Agama
Somatik
Kebesaran
Curiga
Nihilistik
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Sisip pikir
Siar pikir
Kontrol pikir
Jelaskan disin pasien bisa dikatakan juga dengan waham curiga,karena pasien mengatakan
kalau dia ketemu orang pasti dia di olok-olok cacat di wajahnya.
9. Arus pikir
Sirkumstansial
Tangensial
Kehilangan asosiasi
Flight of idea
Blocking
Pengulangan pembicaraan/perseverasi
Jelaskan : kehilangan asosiasi kareana pasien takut ketemu orang lain karena malu,takut di
olok-olok cacat ..
10. Tingkat kesadaran
Bingung
Sedasi
Stupor
Disorientasi waktu
Disorientasi orang
Disorientasi tempat
Jelaskan : bingung kareana pasien mengatakan tidak pernah di perhatiakan apa lagi untuk di
ajarin sesuatu
11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang
Gangguan daya ingat jangka pendek
Gangguan daya ingat saat ini
Konfabulasi
Jelaskan :-
Tingkat konsentrasi dan berhitung
Mudah beralih
Tidak mampu berkonsentrasi
Tidak mampu berhitung sederhana
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Jelaskan :tidak mampu berkonsentrasi. kemampaun berhitung sederhana kareana pendidika


pasien hanya SD dan jarang tidak ada bimbingan belajar dari orang tua kemampuan
penilaian kurang.
Gangguan ringan
Gangguan bermakna
Jelaskan : -
Daya Tilik Diri
Mengingkari penyakit yang diderita
Menyalahkan hal-hal diluar dirinya
Jelaskan : -
Kemampuan klien memenuhi kebutuhan
Ya Tidak
Makanan ................ .................
Keamanan ............... .................
Perawatan kesehatan ................ .................
Pakaian ................. .................
Transportasi ................. .................
Tempat tinggal ................. .................
Uang ................. .................
Jelaskan :kecuali uang karena pasien tidak dapat mencari uang sendiri.
12. Kegiatan hidup sehari-hari
Perawatan diri BT BM
Mandi ................. .................
Kebersihan diri ................. .................
Makan ................. .................
BAK/BAB ................. .................
Ganti pakaian ................. .................
Jelaskan : pasien dalam kebaersihan diri kurang dapat melakukan secra mandiri,kuarang
bersih ketika pasien melakukanya.

Nutrisi
Apakah anda puas dengan pola makan anda ?
Ya pasien merasapuas
Apakah anda makan memisahkan diri ?
Ya, jelaskan : yak arena ia mersa bila bnyak teman nya ia sering di hina dan di olok-
olok takut.
Tidak
Frekuensi makan sehari :2x
Frekuensi kudapan sehari :2 x
Nafsu makan
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Menurun
Berlebihan
Sedikit-sedikit
Berat badan :
Meningkat
Menurun
BB terendah :35 kg, BB tertinggi :150 kg
Jelaskan : disini pasien mengalami berat badan berkurang
Ya Tidak
Apakah ada masalah tidur ? .......ya... ............
Apakah merasa segar setelah bangun tidur ? ............ .....tidak....
Apakah ada kebiasaan tidur siang ? .......ya.... ............
Lama tidur siang : 1 jam
Apa yang menolong tidur ? pasien mendengrkan musik
Tidur malam jam : 11jam bangun jam :4 pagi.
Apakah ada gangguan tidur ?
Sulit untuk tidur
Bangun terlalu pagi
Somnambulisme
Terbangun saat tidur
Gelisah saat tidur
Berbicara saat tidur
Jelaskan : pasien sulit untuk tidur,kareana kata pasien dia benci kenapa dirinya cacat dan
tidak di sayang kedua orang tuanya dan di olok-olok maupun di hina.
13. Kemampuan klien dalam :
Mengantisipasi kebutuhan sendiri Tidak
Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri Tidak
Mengatur pengunaan obat Tidak
Melakukan pemeriksaan kesehatan Tidak
Jelaskan : pasien tidak dapat mengantisipasi kebutuhan sendiri,karna tidak adanya perhatian
dan dukungan dari orang tua.
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

14. Klien memiliki sistem pendukung


Keluarga :
Terapis :
Teman sejawat:
Kelompok sosial :
Jelaskan : dini keluara pasien mendorong agar pasien cepat segera sembuh terhadap
penyakit nya
15. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan produktif atau hobi ?
Ya
Tidak
Jelaskan tya kareana dengan mealukan segala hal yang baik akan mengurai beban pikiran
pasien
VII. MEKANISME KOPING
Pasien takut berbicra dengan org lain dengan terlihat cemas,gelisah
VIII. DATA PENUNJANG
1. therapy farmakologi ECT,
2. Psikomotor,
3. therapy okopasional,
4. TAK
IX. PENGOBATAN
1. ANTIVAN
2. Feprax
3. Frixitas
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

X. Analisa data
N Diagnosa keperawata Etiologi Masalah
O
1 DS: Resiko perubahan Menarik diri
Pasien mengatakan,takut keluar sensori perisepsi
rumah,takut di bicara para ibu-ibu
yang berkumpul didepan
DS:
Pasien tempak menarik diri dan
tampak berpresangka buruk terhadap
orang lain
2 DS: Isolasi sosial Harga diri rendah
Pasien mengatakan tidak mau
berteman dengan orang2 di
lingkungannya,karena luka bakar
yang besar dan hitam pada
wajahnya.mersa tidak sepadan dgn
teman2ny
DO:
Terdapat bekas luka bakar lebar hitam
pada pipi wajah pasien enggan
berteman,tidak mau keluar rumah
pasien menerik diri
3 DS: Defisit perwatan diri Gangguan peresespsi
Pasien mengatakan malu,mengambil
air ke sumur di samping
rumahnya,untuk di pakai mandi dan
menyuci bajunya,karena oarang2
lewat mengoloknya.
DO:
Pasien tampak mengalami
kecemasan,untuk kelura
ruamh,pakayan pasien tampak
kucel,kotor,wajah,tubuh dan rambut
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

tampak kotor.

XI. Diagnosa keperawatan


1 Resiko perubahan sensori berhubungan dengan menarik diri
2.Isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah
3.Difisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan presesi

XII . Nursing care plening (NCP)


N Diagnosa NOC NIC
(Nursing outcome)
O keperawata ( Nursing
n intervention
classification)
1 Resiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1.Bina hubungan saling
selama 3 x 24 jam Klien dapat percaya
berinteraksi dengan orang lain baik 2. Identifikasi penyebab
perubahan secara individu maupun secara isolasi sosial
berkelompok dengan kriteria hasil : 3. Diskusikan bersama
sensori Indekkator IR ER Klien keuntungan
berinteraksi dengan
presepsi 1 kesuliatan berintraksi 3 2 orang lain dan kerugian
dengan org di sekitarnya tidak berinteraksi dengan
Klien dapat membina orang lain
hubungan saling percaya. 3 2 4. Ajarkan kepada Klien
2 Dapat menyebutkan cara berkenalan dengan
penyebab isolasi sosial. satu orang
3.Dapat menyebutkan 3 2 5. Anjurkan kepada Klien
keuntungan berhubungan untuk memasukan
dengan orang lain. kegiatan berkenalan
4. Dapat menyebutkan 3 2 dengan orang lain dalam
kerugian tidak berhubungan 6. Evaluasi pelaksanaan
dengan orang lain. dari jadwal kegiatan
5 berkenalan dan bercakap- 3 2 harian Klien
cakap dengan orang lain dan Jelaskan tentang obat
secara bertahap. 3 2 yang diberikan (Jenis,
6. Terlibat dalam aktivitas dosis, waktu, manfaat
sehari-hari dan efek samping obat
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Keterangan:
1.tidak pernah menunjukan
2.jarang menunjukan
3.kadang2 menunjukan
4.sering menunjukan
5.selalu menunjukan

2 Isolasi Setelah dilakukan tindakan asuhan 1. Evaluasi


keperawatan selama 3 x pertemuan klien pelaksanaan dari
sosial mempunyai konsep diri yang positif jadwal kegiatan

berhubunga dengan criteria hasil: harian Klien


2. Beri kesempatan
n dengan Indekato IR ER pada Klien
1. membina 4 3 mempraktekan
harga diri hubungan saling
percaya
4 3 cara berkenalan
rendah 2. mengidentifikasi dengan dua orang
4 3 3. Ajarkan Klien
aspek positif yang
berbincang-
dimiliki
3. mengembangkan bincang dengan
kemampuan yang 4 3 dua orang tetang
telah diajarkan 4 3 topik tertentu
4. terlibat dalam 4. Anjurkan kepada
terapi aktivitas Klien untuk
kelompok orientasi memasukan
4 3
realita dan kegiatan
stimulasi persepsi berbincang-
5. mengikuti aktivitas
bincang dengan
di rumah
orang lain dalam
6. minum obat
jadwal kegiatan
dengan bantuan
harian dirumah
minimal 5. Evaluasi
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Keterangan: pelaksanaan dari


jadwal kegiatan
1.tidak ada harian Klien
6. Jelaskan tentang
2.sedikit
obat yang
3.sedang diberikan (Jenis,
dosis, waktu,
4.berat
manfaat dan efek
5.penuh samping obat)
7. Anjurkan Klien
memasukan
kegiatan
bersosialisasi
dalam jadwal
kegiatan harian
dirumah
8. Anjurkan Klien
untuk bersosialisasi
dengan orang lain
Keluraga
9. Diskusikan masalah
yang dirasakan
kelura dalam
merawat Klien
10.Jelaskan
pengertian, tanda
dan gejala isolasi
sosial yang dialami
Klien dan proses
terjadinya
11.Jelaskan dan latih
keluarga cara-cara
merawat Klien
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

3 Difisit perawatan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1.evaluasi keadaan pasien
diri berhubungan 3 x 24 jam Klien dapat merawat diri baik dan 2.pentau pasien untuk
dengan gangguan tidak ber presepsi slah dengan orng lain melakuakn perawatan sehari2
presepsi keretria hasil: 3.dorong pasien untuk
indekator IR ER mandi,tetapi beri bantaun bila
pasien tiadak mamapu
1.berpakayan 3 4
4.sedikit bantuan hingga
2.mandi sendiri 3 4
pasien dapat melakukan
3.mandi 3 4
perawatan secara penuh
4,kebersihan diri 3 4
5.sediakan barang2 yg di
5.terwat 3 4
perlukan
Ketarangan: pasien,deodoran,sabun
1.tidak manadiri mnadi,sikat gigi handuk.
2.di bantu orang dan alat
3.di bantu orang
4.di bantu alat
5.mandiri penuh

XIII. Emplementasi

No Diangnosa Implementasi Evaluasi


keperawatan
1 Resiko perubahan 1 mem.Bina hubungan saling S:Pxmengatakan temannya baik,tidak
sensori presepsi percaya mengolok-ngolok dia lagi
2.mengIdentifikasi penyebab O:Px tamapak tidak kelihanatan malu
isolasi sosial lagi,mau berbincang bersama temen nya.ttv
3 men.Diskusikan bersama noramal.
Klien keuntungan berinteraksi A:
dengan orang lain dan kerugian Indekator IR ER
tidak berinteraksi dengan orang 1 kesuliatan berintraksi 2 1
dengan org di sekitarnya
lain Klien dapat membina
4 menganAjarkan kepada hubungan saling percaya. 2 1
2 Dapat menyebutkan
Klien cara berkenalan dengan 2 1
penyebab isolasi sosial.
satu orang 3.Dapat menyebutkan 2 1
keuntungan berhubungan
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

5. mengAnjurkan kepada Klien dengan orang lain.


4. Dapat menyebutkan
untuk memasukan kegiatan 2 1
kerugian tidak
berkenalan berhubungan dengan orang 2 1
lain.
dengan orang lain dalam
5 berkenalan dan bercakap-
6.mengEvaluasi pelaksanaan cakap dengan orang lain
secara bertahap.
dari jadwal kegiatan harian
6. Terlibat dalam aktivitas
Klien sehari-hari
dan Jelaskan tentang obat yang
diberikan (Jenis, dosis, waktu, P:intervensi di hentikan
manfaat dan efek samping obat

2 Isolasi sosial 1. mengEvaluasi S:


berhubungan dengan pelaksanaan dari jadwal pasien mengatakan bisa berteman
harga diri rendah kegiatan harian Klien O:
2. memBeri kesempatan Pasien tampak sudah bisa berintraksi dengan
pada Klien teman-temanya,ttv.norma
mempraktekan cara A:
berkenalan dengan dua Indikator IR ER
orang 1. hubungan saling percaya 2 1
3. mengAjarkan Klien 2. mengidentifikasi 2 1
berbincang-bincang aspek positif yang 2 1
dengan dua orang dimiliki 2 1
tetang topik tertentu 3. mengembangkan
2 1
4. mengAnjurkan kepada kemampuan yang
Klien untuk telah diajarkan
memasukan kegiatan 4. terlibat dalam terapi
2 1
berbincang-bincang aktivitas kelompok

dengan orang lain orientasi realita dan

dalam jadwal kegiatan stimulasi persepsi


5. mengikuti aktivitas di
harian dirumah
5. mengEvaluasi rumah

pelaksanaan dari jadwal minum obat dengan bantuan

kegiatan harian Klien minimal


6. menJelaskan tentang
P:Intervensi di hentikan
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

obat yang diberikan


(Jenis, dosis, waktu,
manfaat dan efek
samping obat)
7. mengAnjurkan Klien
memasukan kegiatan
bersosialisasi dalam
jadwal kegiatan harian
Idirumah
8. mengAnjurkan Klien
untuk bersosialisasi
dengan orang lain
Keluraga
9. mengDiskusikan
masalah yang dirasakan
kelura dalam merawat
Klien
10. menJelaskan
pengertian, tanda dan
gejala isolasi sosial
yang dialami Klien dan
proses terjadinya
11. men Jelaskan dan latih
keluarga cara-cara
merawat Klien

3 Difisit perawatan 1.mengevaluasi keadaan pasien S:Pasien mengatakan tidak malu lagi
diri berhubungan 2.memantau pentau pasien mengambil air kesumur di samping
dengan gangguan untuk melakuakn perawatan rumahnya untuk mandi,pasien senang mandi
presepsi sehari2 O:Pasien tampak sudah bisa mandi
3 mendorong pasien untuk sendiri,dan berani mengambil air sendiri
mandi,tetapi beri bantaun bila A:
pasien tiadak mamapu Indekator IR ER
4.memberikansedikit bantuan 1.berpakayan 4 5

hingga pasien dapat melakukan 2.mandi sendiri 4 5


3.mandi 4 5
Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

perawatan secara penuh 4,kebersihan diri 4 5


5.memberi sediakan barang2 5.terwat 4 5
yg di perlukan P:Intervensi di hentikan

pasien,deodoran,sabun
mnadi,sikat gigi handuk.

XIV. Kesimpulan

1. Membina hubungan saling percaya pada klien menarik diri merupakan


tindakan utama yang harus dilakukan perawat dalam melakukan asuhan
keperawatan klien menarik diri.

2. Terapi aktivitas kelompok : gerak, nyanyi yang terprogram dapat membantu


memberikan kegiatan pada klien menarik diri selama di Rumah Sakit.

3. Mengajarkan dan memberi stimulus yang terus menerus pada klien menarik
diri diperlukan untuk memelihara kebersihan diri secara bertahap.

XV. Keritik dan saran

1. Dalam memberikan asuhan keperawatan menarik diri hendaknya


hubungan saling percaya dilakukan secara bertahap, mulai dari perawat
kemudian perawat lain serta pada klien lainnya

2. Kontrak yang dibuat bersama klien hendaknya dilakukan secara


konsisten.

3. Terapi aktivitas kelompok dan stimulus hendaknya dilakukan secara


teratur.

4. Memberikan reinforcement positip setiap melakukan kegiatan

XVI. Daftar pustaka


Lampiran 1
STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin

Fortinash, K.M. dan Worrest, H.A.P. (1991). Psychiatric Nursing Care Plans, St.
Louis: Mosby Year Book.

Kumpulan Kuliah : Mata Ajaran Keperawatan Jiwa Dalam Konteks Keluarga.


Disajikan di Fakultas Ilmu Keperawatan -Universitas Indonesia, Jakarta: tidak
dipublikasikan, 1997.

Rawlins, R.P, dan Heacock, P.E. (1993). Clinical Mannual of Psychiatric Nursing.
St. Louis: Mosby Year Book.

Stuart, G.W, dan Sundeen, S.J. (1991). Principles and Practice of Psychiatric
Nursing, 4 th ed. St. Louis: Mosby Year Book.