Anda di halaman 1dari 6

Teknik Root Cause Analysis (RCA) dan

Failure Mode & Effect Analysis (FMEA)


dalam Manajemen Risiko Akreditasi
PUSKESMAS dan FKTP (#6)
RCA digunakan untuk menindaklanjuti tingkat risiko tinggi dan ekstrim (kategori kuning dan
merah). Langkah-langkah untuk melakukan RCA adalah

1. Bentuk tim RCA untuk suatu kejadian

2. Pelajari kejadian

3. Analisa sebab

4. Menyusun rencana tindakan

5. Melaporkan proses analisis dan temuan

Mempelajari kejadian bisa dilakukan dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. menentukan masalah

2. Mengumpukan bukti-bukti yang nyata

3. Melakukan wawancara

4. Meneliti lingkungan kejadian

5. Menggambarkan rantai terjadinya kejadian

6. Mengenali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya kejadian

7. Mengenali kejadian-kejadian yang mengawali (trigger)

Melakukan analisis dengan menggunakan pohon masalah/diagram tulang ikan untuk mengetahui
kegiatan atau kondisi yang menyebabkan timbul kejadian. Lanjutkan sehingga dapat dikenali
system yang melatarbelakangi timbulnya kejadian atau sampai tidak beralasan lagi untuk
melanjutkan.

Mengidentifikasi akar-akar penyebab:


1. Faktor manusia, kelalaian, incompetence, system pengelolaan sumberdaya manusia,
termasuk reward / system

2. Sistem breakdown, system failure, system incapability

3. System pengendalian

4. Sumberdaya (fasilitas dan peralatan) dan manajemen sumber daya

Rumuskan pernyataan akar masalah.

Setelah mendapatkan akar masalah maka lanjutkan dengan menyusun rencana tindakan

1. Menetapkan strategi yang tepat untuk mengatasi penyebab yang diidentifikasi, dan dapat
diterima oleh pihak yang terkait dengan kejadian.

2. Rencana tindakan disusun utuk tiap akar penyebab kejadian dan pengukuran untuk
menilai efektivitas tindakan terhadap akar penyebab

3. Dapatkan persetujuan dari kepemimpinan dalam organisasi.

Proses selanjutnya adalah mencatat proses dan alat yang digunakan, biaya yang dibutuhkan,
ringkasan kejadian, proses investigasi dan analisis, dan temuan.

Penyebab kejadian bisa diakibatkan dari

1. Kegagalan aktif, pelanggaran yang sengaja dilakukan oleh seseorang

2. Kondisi laten, breakdown dari proses atau system, kurangnya pendidikan, gagal
mengikuti prosedur, alat yang rusak, disain yang tidak tepat, dan lain sebagainya.

Jika tidak ada kejadian, tetapi kita akan memperbaili suatu system agar minimal risiko, maka kita
bisa lakukan FMEA.

Failure Mode & Effect Analysis (FMEA)

FMEA cocok utuk tindakan preventif. FEMA adalah suatu alat mutu untuk mengkai suatu
prosedur secara rinci dan mengenali model-model adanya kegagalan/ kesalahan pada suatu
prosedur, melakukan penilaian terhadap tiap model kesalahan/ kegagalan, dengan mencari
penyebab terjadinya, mengenali akibat dari kegagaaln / kesalahan, dan mencari solusi dengan
melakukan perubahan disain dan prosedur.

Langkah-langkah untuk melakukan FMEA

1. bentuk tim FMEA: orang-orang yang terlibat dalam suatu proses


2. Tetapkan tujuan,keterbatasan dan jadual tim

3. Tetapkan peran dari tiap anggota tim

4. Gambarkan alur proses yang ada sekarang

5. Kenalilah failure modes pada proses tersebut

6. Kenalilah penyebab terjadinya failure untuk tiap model kesalahan/kegagalan

7. Kenalilah apa akibat dari adanya failure untuk tiap model/kesalahan / kegagalan

Lakukan penilaian untuk tiap model kesalahan/kegagalan

1. Sering tidaknya terjadi (occurrence ) : (occ)

1. 1: Tidak pernah 10 : sangat sering

2. Kegawatan

1. 1: tidak gawat , 10 sangat gawat

3. Kemudahan untuk terdeteksi

1. 1: mudah terdeteksi, 10 : sangat sulit terdeteksi

Langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Hitung Risk Priority Number (RPN) dengan mengkalikan : OCC x SV x DT

2. Tentukan batasan (cut off point) RPN yang termasuk prioritas

3. Tentukan kegiatan untuk mengatasi (design action/solution)

4. Tentukan cara memvalidasi apakah solusi tersebut berhasil

5. Gambarkan alur yang baru dengan adanya solusi tersebut

6. Hitung kembali RPN sesudah dilakukan solusi perbaikan

Bentuk Tabel untuk Melakukan FMEA adalah sebagai berikut:

Modus- Peny Akib Kemun Ting Kemud Risk Sol Indikat


modus ebab atnya gkinan kat ahan Priority usi or
kegagalan/ terja terjadin kepat didetek Number untuk
kesalahan dinya ya ( O= ahan si (D= (RPN) mengu
kur
(S= keberh
Occurr Detecta RPN =
Sever asilan
ence) bility) OxSxD
ity) dari
solusi

Petunjuk pengisian Severity Rating Scale

Nilai Penjelasan Pengertian


Kesalahan yang dapat menyebabkan
Amat sangat
10 kematian pelanggan dan kerusakan sistem
berbahaya
tanpa tanda-tanda yang mendahului
Kesalahan yang dapat menyebabkan
9
cedera berat/permanen pada pelanggan
Sangat
atau gangguan serius pada sistem yang
8 berbahaya
dapat menghentikan pelayanan dengan
adanya tanda yang mendahului
Kesalahan yang dapat menyebabkan
cedera ringan sampai sedang dengan
tingkat ketidak puasan yang tinggi dari
7 Berbahaya pelanggan dan/atau menyebabkan
ganggung sistem yang membutuhkan
perbaikan berat atau kerja ulang yang
signifikan
6 Kesalahan berakibat pada cedera ringan
Berbahaya dengan sedikit ketidak puasan pelanggan
5 sedang dan/atau menimbulkan masalah besar
pada sistem
Kesalahan menyebakan cedera sangat
4 ringan atau tidak cedera tetapi dirasakan
Berbahaya
mengganggu oleh pelanggan dan/atau
ringan sampai
3 menyebabkan masalah ringan pada sistem
sedang
yang dapat diatasi dengan modifikasi
ringan
Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan
pelanggan tidak menyadari adanya
Berbahaya
2 masalah tetapi berpotensi menimbulkan
ringan
cedera ringan atau tidak berakibat pada
sistem
Tidak Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan
1
berbahaya tidak berdampak pada sistem

Petunjuk pengisian Occurrence Rating Scale


Nilai Penjelasan Pengertian
Kemungkinan
terjadinya Kesalahan terjadai paling tidak sekali
10
dapat sehari atau hampir setiap saat
dipastikan
Hampir tidak
Kesalahan dapat diprediksi terjadi atau
9 dapat
terjadi setiap 3 sampai 4 hari
dihindarkan
8
Kemungkinan
Kesalahan sering terjadi atau terjadi
terjadai sangat
7 paling tidak seminggu sekali
tingggi
6
Kemungkinan
terjadi tinggi Kesalahan terjadi sekali sebulan
5
sedang
4
Kemungkinan Kesalahan kadang terjadi, atau sekali
3 terjadi sedang tidap tiga bulan

Kemungkinan Kesalahan jarang terjadi atau terjadi


2
terjadi rendah sekitar sekali setahun
Kemungkinan Kesalahan hampir tidak pernah terjadi,
1 terjadi amat atau tidak ada yang ingat kapan terakhir
sangat rendah terjadi

Petunjuk pengisian detection rating scale

Nilai Penjelasan Pengertian


Tidak ada
Tidak ada mekanisme untuk mengetahui
10 peluang untuk
adanya kesalahan
diketahui
9
Kesalahan dapat diketahui dengan
Sangat sulit
inspeksi yang menyeluruh, tidak feasible
8 diketahui
dan tidak segera dapat dilakukan
7 Kesalahana dapat diketahui dengan
inspeksi manual atau tidak ada proses
Sulit diketahui
6 yang baku untuk mengetahui, sehingga
ketahuan karena kebetulan
Berpeluang Ada proses untuk double checks atau
5 sedang untuk inspeksi tetapi tidak otomatis atau
diketahui dilakukan secara sampling
4 Berpeluang Dipastikan ada proses inspeksi yang rutin
tinggi untuk tetapi tidak otomatis
3 diketahui

Berpeluang
sangat tinggi Dipastikan ada proses inspeksi rutin yang
2
untuk otomatis
diketahui
Hampir
Ada proses otomatis yang akan
dipastikan
1 menhentikan proses untuk mencegah
untuk
kesalahan
diketahui

Tatacara menetapkan cut off point dengan menggunakan prinsip praetor, yaitu dengan cara
urutkan nilai RPN dari yang tertinggi ke yang terendah, hitung persentase kumulatif, perhatikan
nilai kumulatif sampai dengan 80%, naka pada nilai kumulatif 80% tersebut kita tetapkan
sebagai cut off point