Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEGWATDARURATAN KEBIDANAN SYOK DALAM KEBIDANAN

Pada kegawatdaruraratan kebidanan, syok merupakan salah salah satu


keadaan klinis akut yang harus segera diatasi pada menyebababkan suatu
keadaan yang fatal atau kematian.

Kasus-kasus dalam kebidanan yang seringkali dapat menimbulkan syok antara


lain :

1. Perdarahan anterpartum,yaitu solusio plasenta dan plasenta previa


2. Perdarahan pascapartum, antara lain:
a. Retensio plasenta
b. Atonia uteri
c. Perlukaan jalan lahir
d. Gangguan pembekuan darah
3. Indefeksi seperti
a. Abortus septik
b. Infeksi intrapartum
c. Infeksi puerpurale
4. Emboli air ketuban
5. Supine hypotensive syndrome (hipotensi sewaktu tidur terlentang pada
ibu hamil)
6. Decompensasi cordis/ gagal jantung

A. SYOK

1. pengertian

Untuk dapat lebih memahami tentang apa itu syok, bidan/ perawat
kebidanan diharapkan mengerti terlebih dahulu beberapa definisi syok
yang disampaikan oleh beberapa definisi syok yang disampaikan oleh
beberapa ahli berikut ini antara lain:

Syok adalah keadaan timbulnya gangguan perfusi darah dalam jaringan


pada tingkat pembuluh kapiler (dr. Laila Nurhana, SpOG, 1989).
Syok adalah suatu keadaan dimana suplai darah tidak mencukupi untuk
kebutuhan organ-organ didalam tubuh disertai tekanan darah yang
rendah,menyebabkan redistribusi suplai darah yang terutama ditujukan ke
jantung dan otak.jadi redistrbusi ini akian menyebababkan kerusakan
pada organ-organ yang mendapat prioritas kedua. Kerusakan ini dapat
bersifat irreversibel (tidak dapat diperbaiki kembali) dan bisa
menyebabakan kematian (M. Frenkel, 1985).
Syok merupakan sindrom/ gejalan klinis yang dikharakteristikan dengan
penurunan sirkulasi darah yang mengalir kejaringan tubuh. Suplai oksigen
dan zat-zat makanan yang tidak mencukupi ke sel-sel menyebabkan
kegagalan/kerusakan organ.hal ini bukan hanya sekedar masalah
penurunan tekanan darah, tetapi merupakan masalah penurunan tekanan
darah, tetapi merupakan masalah penurunan tekanandarah, tetapi
merupakan masalah perfusi jaringan yang adekuat (A Evelyn Nunez,
1996).
istilah syok digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan klinis
yang akut pada seorang penderita yang bersumber pada
berkurangnya perfusi jaringan dengan darah, akibat gangguan
pada sirkulasi mikro. Gangguan pada sirkulasi mikro disebababkan
oleh hipotensi yang terjadi karena adanya disparitas antara
volume darah yang beredar dan kasitas daerah vaskuler.
Kekurangan dalam perfusi jaringan mengakibatkan berkurangnya
persedian oksigen dan zat-zat makananan yang diutuhkan sel-sel
dengan akibat berkurangnya ekskresi karbondioksida dan
metabolit-metabolit yang harus di keluarkan dari jaringan
(sarwono, 2002).
syok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan
perfusi yang adekuat ke organ-organ vital (Saifudin, 2002).
2. Kasifikasi syok dan penyebabnya secara umum
Berikut ini adalah klasifikasi syok yang dikelompokkan sesuai dengan
sebab yang menimbulkannya, yaitu :
a. septic,karena infeksi/sepsis
b. Syok kardiogenik, karena gagal jantung
c. Syok Syok hipovolemik,karena perdarahan, dehidrasi.
d. Syok anafilaktik, karena alergi
e. Syok neurogenik, karena rangsangan luar biasa pada urat syaraf
Sebelum membahas syok yang sering terjadi dalam kebidanan,
berikut di jelaskan beberapa syok secara umum:
3. Syok Hipovolemik
a. pengertian
syok hipovolemik dikarakteristikan dengan penurunan volume
intravaskuler yanang disebabkan karena kehilangan cairan,
penurunan volume intravaskuler yang disebabkan karena
kehilangan cairan, penurunan asupan/pemasukan cairan dan
redistribusi cairan dari kompartemen/ bagian intravaskuler ke
ruang-ruang interstisial dan interluminal.
b.penyebab
berikut ini adalah beberapa penyebabnya seperti haermorhagi,
trauma, luka bakar, muntah hebat,fistula, peritonitas diare yang
berlebihan.
c.Tindakan awal
bidan/perawat kebidana yang menghadapi ibu dengan syok
hipovolemik oleh sebab-sebab diatas dapat melakukan tindakan
sebagai berikut: bidan/perawat kebidanan harus secara terus
menerus mengkaji status cairan pasien dan mencatat memasukan
dan pengeluaran cairan secara akurat untuk mencegah terjadinya
syok ini kembali. pada pasien dengan perdarahan hebat, berikan
tekanan langsung pada tempat perdarahan dan segera laporkan
pada dokter sehingga tindakan yang sesuai dapat segera dapat
segera diberikan. Terapi cairan/resusitasi cairan untuk mengganti
volume cairan intravaskuler dapat diberikan untuk mencegah
kekurangan cairan pada pasien. Memantau suhu, tekanan darah
hasil laboratorium darah pasien dapat memberikan data penting
tentang respon pasien terhadap penyebaran infeksi.

5.syok kardiogenik
a. pengertian
syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan jantung untuk
memompa darah secara adekuat keseluruh tubuh.
b. penyebab
Gagal jantung (dekompensasi cordis)
Kerusakan jantung lain: infark miokard,dapat terjadi kegagalan
pemompaan yang akan menimbulkan syok.
c. Tindakan awal
bidan/perawat kebidanan, misalnyab menghadapi pasien (ibu)
hamil dengan penyakit jantung yang mengalami syok kardiogenik
mula-mula harus menciptakan lingkungan yang tenang untuk
menyingkirkan kecemasan pasien dan mengurangi kebutuhan
oksigen jantung ibu. Kolaborasi degan dokter dalam pemeberian
obat anti nyeri yang tepat, pemberian oksigen dan menjaga pasien
dapat beristirahat akan dapat memperbaiki keseimbangan suplai
dan kebutuhan oksigen pasien.
6.Syok Anafilaktik
a. pengertian
syok anafilaktik dikharakteristikkan dengan adanya vasodilatasi
massif dan peningkatan permeabilitas kapiler sehingga akibat dari
reaksi antigen-antibodi dimana substansi seperti histamin
dilepaskan.
b. penyebab
Adapun penyebab dari syok anafilaktik ini antara lain:
reaksi menyimpang/efek samping dari obat-obatan, makanan,
serbuk sari, tungau dan hipersensitivitas terhadap protein-protein
asing dalam serum
c.Tindakan awal
bidan/awal kebidanan, misalnya menghadapi pasien (ibu) hamil
dengan penyakit jantung yang mengalami syok kardiogenik mula-
mula harus menciptakan lingkungan yang tenang untuk
menyingkirkan kecemasan pasien dan mengurangi kebutuhan
oksigen jantung ibu.kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
obat anti nyeri yang tepat, pemberian oksigen dan menjaga pasien
dapat beristirahat akan dapat memperbaiki keseimbangan suplai
dan kebutuhan oksigen pasien.
6.Syok Anafilaktik
a.pengertian
syok anafilatik dikharakteristikan dengan adanya vasodilatasi
masif dan peningkatan permeabilitas kapiler sehingga akibat dari
reaksi antigen-antibodi dimana substansi seperti histamine
dilepaskan.
b. Penyebab
Adapun penyebab dari syok anafilatik ini anatara lain:
rekasi penyimpangan/ efek samping dari obat
obatan,makanan, serbuk sari, tungau dan hipersensitivitas
terhadap protein-proten asing dalam serum
Trauma
Paralisis anesthesia
Vasodilatasi refleks

c.tindakan awal
Bidan / perawat dapa mencegah syok ini dengan
sebelumnya mengkaji riwayat pasien apakah pasien
memiliki alergi tertentu.
Bidan / perwat seharusnya hati- hati/ waspada pada saat
memberikan obat-obatan atau pada saat memberikan
transfusi darah. Terapi segara yang dapat dilakukan
meliputi menghilangkan agen penyebab maupun
memastikan jalan nafas yang paten dan pemberian obat-
obatan, antidote dan cairan.
7.Syok Neurogenik
a.pengertian
syok neurogenik disebabkan oleh kehilangan tonus simpatis yang
menyebabkan vasodilatasi masif

b.penyebab

Trauma
Paralisis anestesia
Vasodilatasi refleks
C. tindakan awal
Bidan/perawat dapat membantu mencegah syok neurogenik
dengan imobilisasi yang hati-hati terhadap trauma tulang belakang.
Syok yang disebabkan oleh anestesia spinal atau obat-obatan lain
memerlukan dukungan hemodinamik sampai obat-obatan tersebut
mereda/ hilang. Pasien syok menunjukan banyak perubahan klinnis
dimana bidan/ perawat dapat mendeteksinya di samping tempat
tidur pasien. Penampilan klinis umum dan status mental merupakan
indikator penting terhadap kondisi pasien . tanda-tanda syok dini
meliputi cemas, gelisah dan keluhan subyektif dimana pasien
merasa tidak enak, pusing dan lain-lain.
Selang-selang kateter intra-arterial dan pulmonal digunakan
untuk mempperoleh informasi mengenai status hemodinamik
pasien. Bidan/perawat harus seksama dalam memantau
hemoinamika pasien dan mampu mengenali perubahan-perubahan
dan menghubungkan data-data yang didapatkan dengan kondisi
klinis pasien.
Bidan/perawat seharusnya menindaklanjuti data laboratorium
dan menginformasikan pada dokter tentang hasilnya sehingga
intervensi yang tepat dapat segera diberikan untuk mengkoreksi
hal-hal yang abnormal. Untuk intervensi-intervensi ini,
bidan/perawat harus mengkaji respon pasien terhadap hasil yang
diharapkan dan mengevaluasi adanya pilihan terapi yang tepat
yang berbeda atau kelanjutannya. Faktor-faktor penting yang
mempengaruhi pemulihan keadaan syok adalah lama dan beratnya
keadaan syok, usia dan kondisi yang mendasari dari pasien, seperti
gizi buruk, daya tahan tubuh rendah, penyakit dan trauma yang
menyertai.
Perfusi jaringan dapat diperbaiki dengan cepat jika syok
dapat dideteksi secara dini. Jika syok berlangsung lama, mekanisme
kompensasi dari vasokonstriktor dapat menjadi faktor yang turut
mengkomplikasi syok.

8.Penatalaksanaan dan intervensi kolaboratif syok secra umum


Dalam menangani pasien yang dalam keadaan syok, prioritas
utamanya adalah pengkajian yang cepat terhadap proses pasien.
Evaluasi status hemodinamik, pernafasan dan metabolik pasien.
Evaluai status hemodinamik, pernafasan dan metabolik pasien secara
menyeluruh adalah hal yang penting. Pada kasus syok dengan
berbagai macam penyebab, berikut ini adalah hal-hal yang dapat
dilakukan bidan/perawat sebagai tindakan penangan awal, antara lain:
a. Berikan jalan nafas yang paten, oksigenasi dan ventilasi yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan metabolik sel.
b. Jika syok bukan kardiogenik, mulai berikan resusitasi cairan infus
(infus cairan) untuk mengembangkan vulome intravaskuler dan
aliran balik vena. Pastikan akses vena dengan pemasangan abocath
dengan ukuran yang sesuai
c. Jika resusitasi cairan tidak memberikan perfusi jaringan dan curah
jantung yang adekuat, diberikan obat-obatan vasoaktif dan
inotropik.
d. Obat antiaritmia yang tepat seharusnya diberikan untuk disritmia
jantung.
e. Fungsi ginjal seharusnya dievaluasi, pasang folley catheter atau
kateter urine dan monitor pengeluaran urine.
f. Dukungan nutrisi seharusnya mulai diberikan
g. Berikan dukungan psikologis dan sosial

Stelah dibahas macam-macam syok secara umum, maka berikut


ini pembahasan lebih ditekankan pada kasus syok yang banyak
dijumpai dalam kasus kebidanan yaitu syok hemorhagik dan syok
septik.