Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Teknik Sipil ISSN 2302-0253

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala 13 Pages pp. 1-13

ANALISIS KINERJA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN


AIR BERSIH PDAM TIRTA MEULABOH MELALUI
KAJIAN PARAMETER KEANDALAN,
KERAWANAN DAN KELENTINGAN
Cut Suciatina Silvia1, Masimin2, Azmeri3
1)
Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
2,3)
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala
coetsilvia@gmail.com
Abstract: Fresh water is a basic human need, hence, utilization of water needs was not limited. PDAM
Tirta Meulaboh as local government water management company has not been able to meet the needs of
fresh water for the community, where the level of service that is produced is not running properly and
optimally. Therefore, it is necessary to conduct a study related to the performance of the fresh water
distribution service system, which the study aims to see the real condition of the water distribution network
performance and problems of water loss that occurs in PDAM Tirta Meulaboh. The method that applied in
this research is survey and quantitative methods which is supported by the primary data and secondary data.
Based on the result of analysis on performance of the fresh water distribution network to the use of
discharge during the year 2013, from the 99 samples of existing customers in Johan Pahlawan found such
customers who experienced incident of failure/lack of a total of 41 samples. Thes e failures is caused by the
distribution network conditions that were not good, the existence of illegal splicing which caused high
water loss, and the influence of the pump which is used by the community around the study area that
resulted in considerable pressure loss, so that the minimum discharge of 23,4 m3/month is not up to
customers. The performance of network system will be said to satisfy if it met the minimum reliability level
of 80%. The result of analysis on the performance of water distribution network system showed only
58,59% reliability rate with the length of the system is at fault conditions for 4,65 months, the average
frequency of occurrence of failure as much as 2 times, and the average occurrence of a deficit of 12,55 %,
then the network performance system is said to be not satisfactory.

Keywords: Performance of distribution network, Water Loss, Non Revenued Water

Abstrak: Air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia oleh karena itu pemanfaatan kebutuhan
air pun tidak terbatas. PDAM Tirta Meulaboh sebagai perusahaan daerah pengelola air bersih belum
mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, dimana tingkat pelayanan yang dihasilkan belum
berjalan dengan baik dan optimal. Untuk itu perlu dilakukan studi terkait dengan kinerja sistem pelayanan
distribusi air bersih, dimana studi ini bertujuan untuk melihat kondisi nyata dari kinerja jaringan distribusi
air bersih dan permasalahan kehilangan air yang terjadi pada PDAM Tirta Meulaboh. Metode yang
digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dan kuantitatif yang didukung oleh data primer dan
data sekunder. Berdasarkan hasil analisis pada kinerja jaringan distribusi air bersih terhadap pemakaian
debit selama tahun 2013, dari 99 sampel pelanggan yang ada di Kecamatan Johan Pahlawan didapati
pelanggan yang mengalami kejadian gagal/kurang sebanyak 41 sampel. Kegagalan ini disebabkan oleh
kondisi jaringan distribusi yang tidak baik, adanya penyambungan ilegal yang menyebabkan tingginya
kehilangan air, dan pengaruh pompa yang digunakan oleh masyarakat disekitar wilayah studi
mengakibatkan terjadinya kehilangan tekanan yang cukup besar, sehingga debit minimal 23,4 m 3/bulan
tidak sampai kepada pelanggan. Sistem kinerja jaringan akan dikatakan memuaskan jika tingkat keandalan
minimumnya terpenuhi sebesar 80%. Hasil analisis terhadap kinerja sistem jaringan distribusi air bersih
menunjukkan tingkat keandalan hanya 58,59% dengan lamanya sistem berada pada kondisi gagal selama
4,65 bulan, rata-rata frekuensi terjadinya kegagalan sebanyak 2 kali, dan rata-rata terjadinya defisit sebesar
12,55%, maka sistem kinerja jaringan dikatakan belum memuaskan.

Kata Kunci : Kinerja jaringan distribusi, Kehilangan Air, Non Revenued Water

PENDAHULUAN

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -2


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Kebutuhan air bersih akan meningkat penyediaan air bersih pada wilayah layanan
seiring dengan adanya pertambahan PDAM Tirta Meulaboh. Dari hasil kajian
penduduk. Penanganan akan pemenuhan serta analisa dari penelitian ini nantinya
kebutuhan air bersih dapat dilakukan diharapkan dapat memberi masukan
dengan berbagai cara, disesuaikan dengan terhadap sistem pelayanan pemenuhan
sarana dan prasarana yang ada. Dengan kebutuhan air bersih dan menjadi
sistem pengolahan dan sistem jaringan kontribusi bagi PDAM Tirta Meulaboh
perpipaan yang ada, PDAM Tirta terhadap peningkatan pelayanannya bagi
Meulaboh sebagai perusahaan daerah pelanggan.
pengelola air bersih seharusnya mampu
KAJIAN KEPUSTAKAAN
untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi
Kinerja Pengoperasian Jaringan Air
masyarakat.
Bersih
Penelitian ini difokuskan hanya pada
Indikator kinerja jaringan harus dapat
wilayah kota Meulaboh yaitu Kecamatan
memberikan indikasi seberapa besar
Johan Pahlawan yang memiliki luas
intensitas kegagalan dan berapa lama
kecamatan 44,91 km, karena tingkat
kegagalan itu terjadi, sehingga kinerja
pelayanan jaringan distribusi air bersih
jaringan air bersih dapat diketahui.
yang dihasilkan oleh PDAM Tirta
Parameter kinerja tersebut meliputi
Meulaboh terhadap pelanggan di wilayah
keandalan (reliability), kelentingan
Kecamatan Johan Pahlawan belum
(resiliency), serta kerawanan
berjalan dengan baik dan optimal
(vulnerability) (Restu, 2003). Untuk
(Syahputra, 2005). Belum baik dan belum
menganalisa kinerja sistem jaringan
optimalnya tingkat pelayanan yang
distribusi air bersih, menggunakan sampel
diberikan oleh PDAM Tirta Meulaboh
pelanggan yang pengambilan jumlah
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor
sampel menggunakan rumus Slovin (Idris,
seperti pertumbuhan penduduk,
2012).
karakteristik masyarakat, tingkat ekonomi
N (1)
dan status sosial masyarakat yang n
1 Nxe 2
beragam, perilaku atau pola penggunaan
dimana:
air oleh masyarakat.
n = Jumlah sampel;
Berdasarkan faktor tersebut di atas,
N = Ukuran populasi;
maka perlu dilakukan studi menyangkut
E = Nilai kritis (biasa digunakan 10%)
kinerja sistem pelayanan distribusi air
bersih. Studi ini dilakukan agar didapatkan
Keandalan (reliability)
kondisi nyata terkait kondisi dari

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -4


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Parameter keandalan menunjukkan dimana:


kemampuan dari suatu jaringan pipa untuk DEFt = Kekurangan (deficit) pada periode
memenuhi kebutuhan pelanggan. Secara t (m3/bulan)
matematis, keandalan dapat didefinisikan Kinerja kerawanan dapat
dimana nilai variable Zt. didefinisikan dengan beberapa pengertian,
(2) seperti: Nilai maksimum deficit, Nilai

Zt 1 untuk Rt Dt
0 untu Rt Dt
maksimum deficit-ratio dan Nilai
dimana: maksimum deficit-ratio.
Zt = Indikator untuk menghitung
kejadian, dimana RtDt;
Kelentingan (resiliency)
Rt = Besarnya debit layanan pipa pada Kinerja kelentingan (resiliency)
periode waktu tertentu (m3/bulan); adalah untuk mengukur kemampuan
Dt = Kebutuhan air pada periode waktu (t). jaringan pipa dari keadaan gagal agar
dapat kembali ke keadaan tidak gagal
Dalam hal ini kebutuhan airnya atau ke keadaan memuaskan
merupakan debit keluaran minimum yang (satisfactory). Semakin cepat jaringan pipa
seharusnya sampai kepada pelanggan. dapat kembali ke keadaan memuaskan,
Perhitungan batas normal kebutuhan maka konsekuensi akibat kegagalan
air/pelanggan/bulan dengan anggapan tersebut akan semakin kecil, sehingga
jumlah penduduk satu pelanggan terdiri perlu diketahui kapan jaringan pipa
dari 6 orang per KK dan kebutuhan air tiap mengalami masa transisi dari keadaan
orang per hari 130 liter/orang/hari, maka gagal ke keadaanmemuaskan ataupun
kebutuhan pelanggan setiap bulannya sebaliknya, dimana dalam jangka panjang,
adalah 23,4 m3/pelanggan /bulan (BPPDU, masa transisi jaringan pipa dari keadaan
2006). gagal ke keadaan memuaskan akan
sama dengan masa transisi dari keadaan
Kerawanan (vulnerability) memuaskan ke keadaan gagal.
Jika terjadi kegagalan, maka untuk menghitung masa transisi dari
kinerja kerawanan menujukkan seberapa keadaan gagal ke keadaan memuaskan
besar suatu kegagalan itu terjadi. Dalam dapat digunakan persamaan di bawah ini,
mengukur tingkat kerawanan dimana menggunakan variable Wt.
(vulnerability), dapat digunakan variabel (4)
kekurangan (deficit). W t 1 untuk Rt 1 Dt 1 dan Rt Dt
0 otherwise

dimana:
(3)
DEFt Dt Rt jika Rt Dt
0 jika Rt Dt Wt = Masa transisi jaringan pipa dari

7 Volume X, No.XX, Bulan 2014


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

keadaan gagal ke keadaan 1 (7)



E Tgagal
memuaskan;
Rt-1 = Debit layanan jaringan pipa pada
dimana:
periode t-1 (m3/bulan);
E[Tgagal] = Jangka waktu rata-rata
Dt-1 = Kebutuhan air minimum yang
jaringan pipa berada dalam keadaan
diharapkan pada periode t-1 (m3/bulan);
gagal secara berurutan dalam jangka
Otherwise = keadaan dimana kondisi (Rt-1
panjang (bulan);
< Dt-1 dan Rt Dt) tidak dipenuhi
E = Operator expected;
1- = Kinerja jaringan pipa berada
Jumlah rata-rata jangka panjang
dalam keadaan gagal dalam jangka
terjadinya masa transisi ini dapat dilihat
panjang.
pada persamaan di bawah ini:
i (5)

n
lim n t 1
.Wt Kinerja kelentingan dapat dilihat pada
n
persamaan di bawah ini:
dimana: 1 (8)

= Probabilitas atau rerata frekwensi
E Tgagal 1
masa transisi jaringan pipa dari keadaan
dimana:
gagal ke keadaan memuaskan pada
= Kinerja kelentingan.
bulan sekarang;
n = lamanya waktu pengoperasian
METODE PENELITIAN
lamanya jaringan pipa berada Lokasi, waktu dan jenis penelitian
dalam keadaan gagal secara berurutan Lokasi penelitian ini dibatasi dan
dapat diperlihatkan pada persamaan di dilakukan hanya pada wilayah layanan
bawah ini: Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten
(6)
(1 Z ) Aceh Barat unit WTP Lapang dengan luas
n
t
Tgagal t 1
wilayah 44,91 km2, dikarenakan zona
W
n
t 1 t
dimana: layanan Kecamatan Johan Pahlawan

Tgagal = Jangka waktu rata-rata jaringan memiliki jumlah pelanggan yang lebih

pipa berada dalam keadaan gagal secara besar dibandingkan dengan zona layanan

berurutan (bulan). Meureubo dan Kaway XVI.

Dalam jangka panjang, waktu rata- Metode pengumpulan data


rata jaringan pipa berada dalam keadaan
gagal secara berurutan adalah:

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -4


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Metode pengumpulan data meliputi


sumber data dan jenis data yang
digunakan. Sumber dan jenis data yang asumsi dasar bahwa air yang tercatat pada
digunakan adalah data sekunder yang kemampuan layanan jaringan air bersih.
diperoleh dari PDAM Tirta Meulaboh. Dengan anggapan bahwa jumlah penduduk
Jumlah sampel pelanggan yang didapat dalam satu pelanggan terdiri atas 6 orang
menggunakan rumus Slovin sebanyak 99 meteran air pelanggan merupakan dan
sampel pelanggan. jumlah kebutuhan air untuk tiap orang per
5522 harinya adalah 130 liter/orang/hari atau
n 98,2
1 5522 x (0,12 ) 23,4 m3/bulan.
99 Pelanggan
Dari hasil analisis tersebut
menunjukkan bahwa dari 99 sampel
HASIL DAN PEMBAHASAN pelanggan, yang mengalami kejadian
Analisis kinerja jaringan distribusi air gagal/kurang sebanyak 41 sampel, dimana
bersih mendapatkan debit air kurang dari
Analisis terhadap tingkat layanan air kebutuhan minimal yang harus terpenuhi
bersih kepada pelanggan dilakukan sebesar 23,4 m3/bulan.
berdasarkan debit aliran yang sampai
kepada 99 sampel pelanggan, dengan

Tabel 1. Data Jumlah Pelanggan Per Zona Layanan

7 Volume X, No.XX, Bulan 2014


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Sumber: PDAM Tirta Meulaboh

Untuk hasil analisis tingkat layanan dan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh
tingkat kegagalan dari pelayanan jaringan Barat tahun 2013 dapat dilihat pada
air bersih Kecamatan tabel di bawah ini.
Tabel 2. Hasil Analisis Tingkat Layanan dan Tingkat Kegagalan

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -4


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Sumber: Perhitungan

Hasil dari analisis kinerja jaringan


distribusi air bersih yang meliputi
keandalan, kelentingan dan kerawanan

Tabel 3. Hasil Analisis Kinerja Jaringan Distribusi Air Bersih

7 Volume X, No.XX, Bulan 2014


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Sumber: Perhitungan

Berdasarkan Tabel tersebut kinerja kelentingan berdasarkan hasil


menunjukkan bahwa didapatkan debit tersebut, maka secara keseluruhan
andalan sebesar 58,59% dengan kejadian lamanya rerata sistem mengalami defisit
kekurangannya sebesar 41,41%. Analisis sekitar 4,65 bulan dengan frekuensi
tingkat kerawanan didapatkan nilai nilai terjadinya kegagalan secara rerata
3
defisit rerata sebesar 2,94 m /bulan, sebanyak 2 kali.
dimana nilai defisit maksimumnya adalah Dengan tingkat keandalan dari
3
5,07 m /bulan dengan rasio defisit kinerja jaringan distribusi air bersih oleh
maksimumnya sebesar 21,65%. Sedangkan PDAM Tirta Meulaboh hanya sebesar
untuk nilai defisit minimumnya adalah 58,59%, dan dengan lamanya sistem
3
sebesar 1,23 m /bulan dengan rasio defisit berada pada kondisi gagal selama 4,65
minimumnya sebesar 5,27%. Dengan nilai bulan, maka sistem kinerja jaringan
analisis tingkat kerawanan tersebut, maka distribusi air bersih pada zona layanan
secara rata-rata terjadi defisit/kekurangan Kecamatan Johan Pahlawan dikatakan
air terhadap 99 sampel pelanggan yang ada belum memuaskan. Sistem kinerja jaringan
di zona Kecamatan Johan Pahlawan adalah akan dikatakan memuaskan jika tingkat
sebesar 12,55%. Jika melihat kepada keandalan minimumnya terpenuhi sebesar
analisa tersebut, maka secara keseluruhan 80%.
pada wilayah studi zona layanan
Kecamatan Johan Pahlawan dapat dilihat KESIMPULAN DAN SARAN
pada Tabel di bawah ini. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis
terhadap kinerja sistem jaringan distribusi
air bersih, disimpulkan:
1. Tingkat keandalan sebesar 58,59%
dengan kejadian kekurangannya sebesar

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -4


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

41,41%. dimana debit minimum rerata untuk mencari titik-titik kebocoran,


bulanannya kurang dari nilai batas agar pihak PDAM dapat dengan segera
normal sebesar 23,4 m3/bulan. melakukan perbaikan pada jaringan-
2. Tingkat kerawanan didapatkan nilai jaringan yang mengalami kebocoran
defisit rerata sebesar 2,94 m3/bulan, secara berkala.
dimana nilai defisit maksimumnya
adalah 5,07 m3/bulan dengan rasio DAFTAR PUSTAKA
defisit maksimumnya sebesar 21,65%. Badan penelitian dan Pengembangan
Untuk nilai defisit minimumnya adalah Departemen PU 2006,
sebesar 1,23 m3/bulan dengan rasio Pedoman /Petunjuk Teknik dan
defisit minimumnya sebesar 5,27%. Manual, Bagian: 6 Volume VI
Dengan nilai analisis tingkat kerawanan Petunjuk Teknik Air Minum
tersebut,maka secara rata-rata terjadi Perkotaan, Departemen PU,
defisit/kekurangan air terhadap 99 Jakarta.
sampel pelanggan yang ada di zona Idris, F., 2012, Analisa Kinerja Jaringan
Kecamatan Johan Pahlawan adalah Distribusi Air Bersih Di Perumnas
sebesar 12,55%. Lingke Kecamatan Syiah Kuala
3. Tingkat kelentingan, secara keseluruhan Kota Banda Aceh, Magister
lamanya rerata sistem mengalami Teknik Sipil Universitas Syiah
defisit/kekurangan air adalah sekitar Kuala, Banda Aceh.
4,65 bulan dengan frekuensi terjadinya Restu, A., 2003, Analisa Pelayanan Air
kegagalan secara rerata adalah Bersih PDAM di Kampung
sebanyak 2 kali. Ini berarti bahwa Pesaten Kelurahan Rejomulyo
setiap terjadinya kegagalan, maka Semarang, Jurnal Tesis, Program
sistem akan terus berada dalam kondisi Syahputra, B., 2005, Pengaruh
gagal sekitar 2,33 bulan. Sehingga Penambahan Debit Kebutuhan
indeks kelentingan sistem atau Pada Zona Layanan Air Bersih Di
kemampuan sistem untuk kembali pada PDAM Tirta Meulaboh, Fakultas
kondisi normal adalah 0,43. Teknik Jurusan Teknik Lingkungan
Saran Universitas Islam Sultan Agung,
1. PDAM harus melakukan kajian dan Semarang.
perencanaan ulang terhadap kondisi
jaringan distribusi air bersih saat ini.
2. Melakukan upaya pengendalian NRW
dengan metode Step Test dan Sounding

7 Volume X, No.XX, Bulan 2014


Jurnal Teknik Sipil
Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Volume X, No.XX, Bulan 2014 -4