Anda di halaman 1dari 2

SEJARAH DAN PENGERTIAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA

Di Bali sebelum adanya LPD telah banyak terbentuk kelompok sekeha-sekeha yang
intinya menghimpun anggotanya dengan system kebersamaan gotong royong segilik seguluk
paras paros sarpanaya sesuai dengan landasan hidup masyarakat Bali. Gubernur Bali saat itu
Yth, Bapak Prof.Dr. Ida Bagus Mantra, putra Bali asli yang memang sangat konsen
memperhatikan adat dan budaya Bali, memiliki ide untuk mempertahankan sekaligus
melestarikan Kahyangan Tiga dengan membentukan lembaga keuangan sebagai salah satu
sumber bagi masyarakat Desa Adat yaitu Lembaga Perkreditan Desa (LPD).
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) pertama kali didirikan pada tahun 1984 yang digagas
oleh Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, untuk bertujuan membantu Desa Pakraman dalam
menjalankan fungsi kulturalnya. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu
lembaga keuangan milik Desa Pakraman, yang menjalankan salah satu fungsi keuangan Desa
Pakraman yaitu mengelola sumber daya keuangan milik Desa Pakraman, dalam bentuk
simpan pinjam, untuk keperluan pembiayaan kehidupan anggota masyarakat Desa Pakraman,
baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dalam rangka pengembangan
fungsi-fungsi sosio-kultural dan keagamaan masyarakat Desa Pakraman.
Dari landasan tersebut maka Pemerintah Daerah Bali menetapkan Keputusan Gubernur
Nomor: 972 Tahun 1984, tanggal 01 November 1984 tentang Pendirian LPD (Lembaga
Perkreditan Desa). Untuk operasional pertama kalinya LPD dilaksanakan tahun 1985 dengan
Keputusan Gubernur Nomor: 1A Tahun 1985, tanggal 02 Januari 1985 berdasarkan anggaran
1984/1986 sebanyak 8 LPD di seluruh Kabupaten di Bali yakni:
1. LPD Lukluk Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung,
2. LPD Buahan Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan,
3. LPD Ekasari Kecamatan Melaya Kabupaten Negara,
4. LPD Julah Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng,
5. LPD Selulung Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem,
6. LPD Penasan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung,
7. LPD Kubu Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli, dan
8. LPD Manukaya Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar.
Selanjutnya adanya LPD diperkuat oleh Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 2 Tahun
1998. Kemudian Perda tersebut diubah menjadi Perda No. 8/2002. Tahun 2007 diubah lagi
menjadi Perda no. 3 tahun 2007.

Fungsi dan tujuan LPD adalah untuk memberikan kesempatan berusaha bagi para
warga desa setempat, kemudian untuk menampung tenaga kerja yang ada di pedesaan, serta
melancarkan lalu lintas pembayaran, sekaligus menghapuskan keberadaan lintah darat.
Keanggotaan LPD dari desa pekraman secara struktural, terdiri atas berbagai banjar. Semua
krama banjar yang ada di lingkungan desa, secara otomatis merupakan penopang keberadaan
LPD.
Pelatihan LPD yang kerap dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan standar
kerjanya di masyarakat, dan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan
pengawasan eksternal dan internal. Dalam setiap tahun keuntungan bersih LPD dialokasikan
sebagai dana pembangungan desa pekraman sebesar 20%. Selain itu, kegiatan nonfisik
membantu kegiatan-kegiatan sosial di desa dalam bentuk pembinaan kesenian, olahraga, dan
kepemudaan rutin dilakukan. Dalam pengelolaan dana desa tentu pernah terjadi kendala-
kendala. Kendala tersebut dapat berupa kredit bermasalah dan tingkat pengetahuan
masyarakat yang kurang. Namun masalah tersebut tentu bisa diatasi dengan menanamkan
pengertian kepada masyarakat bahwa lembaga ini adalah lembaga kepercayaan.

SUMBER REFRENSI:
Suartana, I Wayan. 2009. Aristektur Pengelolaan Risiko Pada Lembaga Perkreditan Desa
(LPD). Udayana University Press: Bali.