Anda di halaman 1dari 5

Fertilisasi atau pembuahan adalah proses peleburan (fusi) gamet-gamet haploid, yaitu sel

sperma dan sel ovum yang sudah matang untuk membentuk zigot haploid. Tempat terjadinya
fertilisasi umumnya di 1/3 Tuba fallopi (Oviduct), bisa juga di luar Oviduct (Fertilisasi
In vitro).
Sumber: image.tutorvista.com
Ovulasi

Sebelum membahas Ovulasi. Mari luruskan dulu persepsi mengenai Ovum dan
Oosit.
Ovulasi adalah proses lepasnya Oosit (bukan Ovum). Oosit masih berada di tahap Oosit
sekunder. Jadi, belum berupa ovum matang. Lalu kapan Oosit menjadi Ovum?
Ingat-ingat lagi postingan sebelumnya, Oosit sekunder akan membelah menjadi dua
sel, satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu sel lagi berukuran lebih kecil
disebut badan kutub sekunder. Ootid ini akan bermetamorfosis menjadi Ovum.
Namun, untuk membuat Oosit sekunder menjadi Ootid perlu dirangsang oleh
keberadaan sperma. Jika tidak ada sperma maka Oosit ini tidak ada yang
membuahi, sehingga akan ikut luruh bersama dinding rahim saat menstruasi.
Ketika sperma Jika pada sel terdapat 2 inti sel (pronukleus) dari Sperma dan Oosit
yang belum melebur, juga terdapat 2 badan polar maka saat itu
juga ootid kemudian mencapai perkembangan akhir atau finalnya
menjadi Ovum yang matang.
Sekarang, kembali ke Ovulasi. Keluarnya
Oosit disebabkan oleh Luteinizing Hormone (LH) yang disekresikan oleh hipofisis.
Hipofisis terangsang oleh estrogen yang diproduksi sel-sel folikel. Saat menjelang
ovulasi, Meiosis I selesai, Oosit sekunder dan badan polar pertama melanjutkan
pembelahan dengan melakukan Meiosis II dan berhenti pada Metafase II.
Selanjutnya, oosit sekunder dilepas dari ovarium dan ditangkap oleh Fimbriae dan
dibawa ke oviduk.
A. STRUKTUR OOSIT

Sumber: php.med.unsw.edu.au

Oosit yang baru keluar dari Ovarium memiliki beberapa lapisan pelindung, antara
lain:
1. Cumulus Oophorus adalah tumpukan sel-sel granulosa yang menyelubungi dan
menunjang oosit, nantinya sel-sel granulosa ini akan berubah menjadi mantel
terluar yang paling tebal yang disebut Korona Radiata.
2. Zona pellusida adalah lapisan pelindung ovum yang tebal dan terletak di
bagian tengah. Terdiri dari protein dan mengandung reseptor untuk spermatozoa.
Dapat juga mencegah terjadinya polyspermi (lebih dari 1 sperma yang masuk)

Sumber: medical-dictionary.thefreedictionary.com

Tahapan Proses Fertilisasi


Begitu lepas dari Ovarium, Oosit akan melengkapi Meiosis 1 dan memulai Meiosis 2
(berhenti di Metafase II) sambil bergerak menuju Oviduct dengan bantuan epitel
bersilia.
Setelah sperma diejakulasi, sperma bergerak dari serviks (leher rahim), uterus,
hingga tiba di oviduct/tuba fallopi. Dibutuhkan waktu 14-72 jam bagi sperma untuk
membuahi Oosit.
Kapasitasi Spermatozoa di Oviduct adalah masa penyesuaian dalam saluran
reproduksi wanita di mana terjadi pelepasan selubung glikoprotein dan protein-
protein plasma semen yang membungkus akrosom yang berlangsung kira-kira 7
jam pada manusia, selain itu Spermatozoa diberi nutrisi dan ATP oleh jaringan
Oviduct.
4. Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit
sekunder menghasilkan enzim dan senyawa tertentu sehingga terjadi aktivitas yang
saling mendukung. Pada sperma terjadi Reaksi Akrosom, yaitu pelepasan enzim-
enzim yang dapat menembus dinding Oosit, diantaranya:
a. Hialuronidase, enzim yang dapat melarutkan senyawa hilarunoid yang
terdapat pada lapisan korona radiata.
b. Akrosin, protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida.
c. Antifertilizin, antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat
pada oosit sekunder.
Selain sperma, oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu. Senyawa
tersebut adalah fertilizin, yang tersusun atas glikoprotein yang berfungsi:
a. Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
b. Menarik sperma secara kemostaksis positif.
c. Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder.
Fusi membran Oosit dan membran Sperma sehingga terjadi Reaksi Granula
Korteks Oosit untuk mencegah lebih dari 1 spema yang masuk (anti polispermia)
dengan cara
a. Perubahan tegangan listrik membran Oosit dari 20 V menjadi 60 V.
b. Terbentuk membran fertilisasi.
6. Melengkapi Meiosis.
7. Fusi pronukleus jantan & betina.