Anda di halaman 1dari 2

DEMAM BERDARAH DENGEU (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang amat ditakuti di
dunia karena DBD merupakan penyakit endemis di lebih 100 negara. Khususnya di Indonesia
penyakit ini sangat ditakuti karena gejalanya timbul amat cepat dan berat sehingga sangat
diperlukan diagnosa yang cepat dan penanganan yang diniserta profesional. Seperti kita
ketahui, penyakit DBD ditularkan oleh vektor sejenis nyamuk yang disebut Aedes aegypti
atau Aedes albopictus. Nyamuk ini banyak terdapat di Indonesia, keluar dan mencari makan
pada siang hari dan berkembang biak pada tempat yang menampung air bersih.

Biasanya gigitan pertama oleh nyamuk Aedes aegypti tidak menimbulkan gejala, baru
pada gigitan kedua akan timbul gejala yang ditakutkan karena tubuh telah membentuk anti
bodi pada saat gigitan pertama. Kebocoran plasma darah merupakan hasil dari reaksi antigen
antibodi pada penderita dan menyebabkan gejala yang lebih berat.

DBD merupakan penyakit demam akut (demam naik turun antara 2 7 hari) disertai
dengan dua atau lebih gejala akut seperti: sakit kepala, pegal linu otot dan sendi, kemerahan
kulit, manifestasi perdarahan kulit, leukopenia (jumlah sel lekosit sedikit) dan nyeri
dibelakang bola mata

Biasa diagnosa berdasarkan gejala yang dikeluhkan pasien, pemeriksaan uji bendung
positif (uji Rumple Leede +), perdarahan kulit (ptechiae) dan perdarahan mukosa. Manifestsi
klinik yang berat disebut Sindrom Renjatan Dengue. Jumlah trombosit turun(normalnya< 150
450) L) dan yang penting adalah monitoring jumlah trombosit dari hari ke hari.

Pemberian cairan yang cukup terhadap pasien tersangka DBD di rumah


sakit. Tindakan yang cepat pada Sindroma syok Dengue. Monitoring jumlah trombosit dari
hari ke hari.

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan cara menguras dan menutup
tempat penampung air, mengubur tempat nyamuk bersarang,hidup sehat dan dan kebersihan,
waspada pada saat musim hujan.