Anda di halaman 1dari 3

Pencitraan pada Aspergilosis Paru Kronik

Diagnosis Aspergilosis paru kronik awalnya muungkin di duga berdasarkan


temuan radiografi toraks dan/atau CT. Oleh karena itu, pembahasan rinci
mengenai temuan radiologi relevan. Pada bagian dibawah ini, radiografi toraks
yang khas dan fitur tomografi pada aspergilosis kronik akan dibahas.

Radiografi Toraks

Tinjauan pada radiografi toraks serial dapat dikatakan tahap yang sangat
penting dalam membuat atau menyarankan diagnosis aspergilosis paru kronik.
Konsolidasi persisten yang terus menerus menyebabkan kavitas (dengan atau
tanpa bahan intrakavitas) dan kehilangan volume dari waktu ke waktu adalah
temuan pokok. Pada kebanyakan pasien, terdapat konsolidasi yang biasanya
berpusat di lobus atas paru [22,28]. Tidak mengherankan, karena pada predileksi
lobus atas dan kesamaan ciri-ciri konstitusional, dugaan diagnosis radiologi dari
reaktivasi tuberkulosis sering dibuat. Tentu saja, berbagai macam infeksi
mikobakterium paru adalah salah satu gangguan yang umum diidentifikasi terkait
dengan aspergilosis paru kronik [22,25-28]. Dalam praktek klinis, infeksi
mikobakterium aspergilosis non-TB dapat berdampingan [40-44] dan kombinasi
ini memberikan prognosis yang lebih buruk (gambar.2)[41,44]. Dengan tidak
adanya pengobatan, konsolidasi disebabkan oleh aspergilosis paru kronis dapat
berkembang, jarang menyebabkan opasifikasi lengkap pada paru dan kehilangan
volume [22](gambar. 3).

Gambar 2. Penyakit progresif disebabkan oleh aspergilosis paru kronik dan non-tb
ko-infeksi. Radiografi toraks menunjukkan kehilangan volume bilateral pada
bagian atas. Terdapat opasifikasi pada zona bagian kiri atas dan penebalan plura
lateral. Peningkatan serum aspergilosis presipitin dan aspergilosis-IgE spesifik
tapi tidak ada bukti klinis pada infeksi mikobakterium. b. Tindak lanjut radiografi,
pengobatan itrakonazol oral, 4 bulan berikutnya menunjukkan opasifikasi
progresif pada zona kiri atas dan air-fluid level sebelah kanan. Kultur sputum
positif untuk mikobakterium xenopi dan mikobakteroum kansasi (serum
aspergilosis presipitins tetap tinggi) dan meskipun penambahan pada terapi anti-
tb, pasien meninggal 15 bulan kemudian.

Kavitas di paru-paru yang terkonsolidasi adalah sebuah temuan karakteristik


dan cavitas dapat berkembang tunggal atau multipel. Dinding rongga pada
aspergilosis kronis tipis atau tebal tidak teratur dan ukuran tiap cavitas dapat
bervariasi secara signifikan [22]. Pada tahap awal, mungkin ada gambaran bulan
sabit pada kepadatan udara, yang disebut tanda udara bulan sabit. Terlepas dari
mekanisme patofisiologi dan pengaturan klinis, tanda radiologi hanya
menunjukkan penampakan tepi udara dalam rongga, memisahkan dinding dari
komponen padat [45]. Dengan kata lain, udara bulan sabit tidak spesifik untuk
mycetomas yang terbentuk sebelum ada kavitas fibrotik dan dapat dilihat dalam
situasi lain termasuk aspergilosis angioinvasif atau dengan kavitas de novo
aspergilosis kronis (gambar. 4).

Gambar 3. Lanjutan pada rontgen toraks dan destruksi aspergilosis paru kronik
menunjukkan konsolidasi yang luas dan ditandai dengan kehilangan volume di
bagian kiri. Terdapat kavitas dan gambaran bulan sabit di zone atas.
Gambar 4. Tiga perbedaan gambaran bulan sabit pada CT-Scan. a. Mycetoma :
gambaran melalui lobus atas menunjukkan sebuah bola jamur fungal ball
sebelum adanya kavitas fibrotik (sarkoidosis kronik) di apeks kiri. b. Aspergilosis
angioinvasif: gambaran target pada lobus kanan atas pada pasien neutropenia yang
parah dengan nodul fokal (tidak ada bukti penyakit fibrokavitari sudah ada dan c
aspergilosis paru kronik pada pasien dengan aspergilosis obsturktif paru kronik
dan diabetesciri-cirinya terdapat konsolidasi dan penebalan pleura.