Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, karena atas limpahan rahmat dan
nikmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan sebuah tugas makalah Pancasila ini, yang diberikan
oleh Ibu Dra. Istiana Rahatmawati, M.Si selaku dosen Pembimbing Pancasila, yang dapat kami
selesaikan dengan baik dan sesuai waktu yang telah direncanakan.

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah
Pancasila di semester 2 untuk kelas Manajemen. Makalah ini berjudul Implementasi Pancasila
Secara Subjektif dan Objektif .

Dalam pembuatan makalah ini, masih banyak kekurangan-kekurangan yang ditemukan,


oleh karena itu kami mengucapkan mohon maaf bila tedapat kesalahan-kesalahan. Penulis
mangharapkan ada kritik dan saran dari para pembaca sekalian dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembacanya.

Akhir kata semoga kebaikan yang telah diberikan oleh semua pihak kepada kami mendapat
imbalan yang setimpal dari Tuhan, Amin.

Yogyakarta , 01 Juni 2016

Tim Penyusun

Implementasi Pancasila Halaman 1 dari 12


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ 1

DAFTAR ISI.................................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 3

1.1 Latar Belakang Masalah................................................................................................ 3

1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................... 3

1.3 Tujuan..................................................................................................................... 4

1.4 Manfaat.................................................................................................................... 4

BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................................... 5

2.1 Pengertian Aktualisasi Pancasila................................................................................... 5

BAB III PEMBAHASAN MASALAH..................................................................................6

3.1. Pola Pelaksanaan Pedoman Pengamalan Pancasila.............................................6

3.2. Pengamalan Pancasila secara subjektif dan objektif.............................................................7

3.3. Realisasi Pengamalan Pancasila dalam Bidang Ekonomi, Budaya, pendidikan dan Iptek................9

BAB IV PENUTUP....................................................................................................... 11

4.1. Kesimpulan.......................................................................................................... 11

4.2. Saran................................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 12

Implementasi Pancasila Halaman 2 dari 12


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sebagai warga negara yang baik, setia kepada nusa dan bangsa, sudah seharusny
mempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang sekaligus sebagai dasar filsafat
negara, seterusnya untuk diamalkan dan dipertahankan. Pancasila selalu menjadi pegangan
bersama bangsa Indonesia, baik ketika negara dalam kondisi yang aman maupun dalam kondisi
negara yang terancam. Hal itu tebukti dalam sejarah dimana pancasila selalu menjadi pegangan
ketika terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa indonesia.

Pancasila merupakan cerminan dari karakter bangsa dan negara indonesia yang beragam.
Semua itu dapat diterlihat dari fungsi dan kedudukan pancasila, yakni sebagai; jiwa bangsa
indonesia, keribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sarana tujuan hidup bangsa indonesia,
dan pedoman hidup bangsa indonesia.
Oleh karena itu, penerapan pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara sangat penting dan mendasar oleh setiap warga negara, dalam segala aspek kenegaraan
dan hukum di Indonesia. Setiap warga negara juga harus mengimplementasikan Pancasila dalam
kehidupan. Pengamalan pancasila yang baik akan mempermudah terwujudnya tujuan dan cita-
cita bangsa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam makalah ini kami mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

a. Apa pengertian aktualisasi Pancasila?

b. Bagaimana pola pelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila?

c. Bagaimana pengamalan pancasila secara subjektif dan objektif?

d. Bagaimana realisasi Pancasila di berbagai bidang?

Implementasi Pancasila Halaman 3 dari 12


1.3 Tujuan
Makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengertian aktualisasi Pancasila.

2. Untuk mengetahui pola pelaksanaan pengamalan Pancasila

3. Untuk mengetahui apa saja pengamalan Pancasila

4. Untuk mengetahui bagaimana realisasi Pancasila di berbagai bidang

1.4 Manfaat
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :

1. Kita bisa mengetahui pengertian aktualisasi Pancasila

2. Kita bisa mengetahui bagaimana pola pelaksanaan pengamalan Pancasila

3. Kita mengetahui apa saja pengamalan Pancasila secara subjektif dan objektif

3. Kita bisa mengetahui sejauh mana realisasi Pancasila di berbagai bidangnya

Implementasi Pancasila Halaman 4 dari 12


BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Aktualisasi Pancasila


Bangsa Indonesia memiliki budaya yang beragam dan multikultur berdasarkan etnis dan
bahasa. Masyarakat Indonesia mengakui dan menghargai lintas budaya, betapa pun kecilnya.
Perbedaan ini harus dipandang sebagai potensi kekuatan bangsa. Dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara, keragaman ini diikat dalam norma dan aturan untuk menjaga harmoni kehidupan
untuk mewujudkan kesadaran moral dan hukum. Itu semua disatukan dalam suatu dasar negara
yaitu Pancasila.Nilai-nilai pancasila secara intrinsik bersifat filosofis,dan di dalam kehidupan
myarakat Indonesia nilai pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup(pandangan hidup).
Aktualisasi Pancasila, berarti penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam bentuk norma-
norma, serta merealisasikannya dalam kehidupan ber-Bangsa dan ber-Negara.
Dalam aktualisasi Pancasila ini, penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam bentuk norma-
norma, dijumpai dalam bentuk norma hukum, kenegaraan, dan norma-norma moral. Sedangkan
realisasinya dikaitkan dengan tingkah laku semua warga negara dalam masyarakat, ber-Bangsa
dan ber-Negara, serta seluruh aspek penyelenggaraan negara.

Implementasi Pancasila Halaman 5 dari 12


BAB III

PEMBAHASAN MASALAH

3.1. Pola Pelaksanaan Pedoman Pengamalan Pancasila


Pola pelaksanaan pedoman pelaksanaan pengamalan pancasila dilakukan agar pancasila
sungguh-sungguh dihayati dan diamalkan oleh segenap warga negara, baik dalam kehidupan
orang seorang maupun dalam kehidupan kemasyarakat. Oleh karena itu, diharapkan terarah
usaha-usaha pembinaan manusia Indonesia agar menjadi insan pancasila dan pembangunan
bangsa untuk mewujudkan masyarakat Pancasila.
1. Jalur-jalur yang digunakan
a) Jalur pendidikan
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pengamalan pancasila, baik
pendidikan formal (sekolah) maupun nonformal(di lingkungan keluarga dan masyarakat).
Pancasila dengan baik dan menuntut suasana keluarga yang mendukung. Lingkungan
masyarakat turut menentukan, sehingga harus dibina dengan sungguh-sungguh supaya
menjadi tempat yang subur bagi pelaksanaan pengamalan Pancasila. Melalui pendidikan
inilah anak-anak didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. Penyerapan nilai-nilai moral
Pacasila diarahkan berjalan melalui pemahaman dari pemikiran dan dan pengamalan secara
pribadi.
b) Jalur media massa
Peranan media massa sangat menjanjikan karena pengaruh media massa dari dahulu
sampai sekarang sangat kuat, baik dalam pembentukan karakter yang positif maupun karakter
yang negatif, sasaran media massa sangat luas mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Sosialisasi melalui media massa begitu cepat dan menarik sehingga semua kalangan bisa
menikmati baik melalui pers, radio, televisi dan internet. Hal itu membuka peluang besar
golongan tertentu menerima sosialisasi yang seharusnya belum saatnya mereka terima dan
juga masuknya sosialisasi yang tidak bersifat membangun.
c) Jalur organisasi sosial politik
Organisasi sosial politik adalah wadah pemimpin-pemimpin bangsa dalam bidangnya
masing-masing sesuai dengan keahliannya, peran dan tanggung jawabnya. Sehingga segala

Implementasi Pancasila Halaman 6 dari 12


unsur-unsur dalam organisasi sosial politik seperti para pegawai Republik Indonesia harus
mengikuti pedoman pengmalan Pancasial agar berkepribadian Pancasila karena mereka
selain warga negara Indonesia, abdi masyarakat juga sebagai abdi masyarakat, dengan begitu
maka segala kendala akan mudah dihadapi dan tujuan serta cita-cita hidup bangsa Indonesia
akan terwujud.
2. Penciptaan suasana yang menunjang
Kebijaksanaan pemerintah dan peraturan perundang-undangan
Penjabaran kebijaksanaan pemerintah dan perundang-undangan merupakan salah satu
jalur yang dapat memperlancar pelaksanaan pedoman pengamalan pancasila dimana
aspek sanksi atau penegakan hukm mendapat penekanan khusus.
Aparatur negara
Aparatur pemerintah sebagai pelaksana dan pengabdi kepentingan rakyat harus
memahami dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di dalam
masyarakat. Sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengamalan Pacasila perlu
disediakan dan memfungsikan lembaga-lembaga kenegaraan, khususnya lembaga
penegak hukum dalam menjamin hak-hak warga negaranya dan melindungi dari
perbutan-perbuatan tercela.
Kepemimpinan dan pemimpin rakyat
Peranan kepemimpinan dan pemimpin masyarakat, baik pemimpin formal maupun
informal sangat penting dalam pelaksanaan pedoman pengamalan. Mereka dapat
menyampaikan bagaimana polapelaksanaan pedoman pengamalan Pancasila dan
menyuruh bawahan atau umatnya untuk mengikuti pola pedoman pelaksanaan
Pancasila, dengan begitu Pengamalan pancasila akan tetep lestari

3.2. Pengamalan Pancasila secara subjektif dan objektif


A. Pengamalan pancasila yang obyektif

Pelaksanaan dalam bentuk realisasi dalam setiap penyelengaraan negara, baik di bidang
legislatif,eksekutif, maupun yudikatif. Dan semua bidang kenegaraan terutama realisasinya
dalam bentuk peraturan perudang-undangan negara Indonesia antara lain sebagai berikut :

Implementasi Pancasila Halaman 7 dari 12


1) Tafsiran UUD 1945, harus dapat dilihat dari sudut dasar filsafat negara pancasila
sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia IV

2) Pelaksanaan UUD 1945 dalam undang-undang harus mengingat dasar-dasar pokok


pikiran tercantum dalam dasar filsafat negara Indonesia

3) Tanpa mengurangi sifat UUD yang tidak dapat diganggu gugat, iterprestasi
pelaksanaannya harus mengingat unsur yang terkandung dalam dasar filsafat negara.

4) Interprestasi pelaksanaan undang-undang harus lengkap dan menyeluruh, meliputi


seluruh perundang-undangan dan keputusan-keputusan administratif dari tingkat
penguasa-penguasa negara, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan dengan daerah,
keputusan-keputusan pengadilan,begitu juga meliputi usaha kenegaraan dan rakyat.

5) Dengan demikian seluruh hidup kenegaraan dan tertip hukum Indonesia didasarkan atas
dan diliputi oleh asas filsafat, politik dan tujuan negara didasarkan atas asas kerohanian
Pancasila.

B. Pengalaman Pancasila secara subjektif

Pengamalan pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan dalam pribadi seseorang, warga
negara, individu, penduduk, penguasa, dan orang Indonesia. Pengamalan pancasila yang
subyektif ini justru lebih penting dari pengamalan objektif, karena pengamalan yang subyektif
merupakan syarat pengamalan pancasila yang obyektif (Notonegoro,1974;44). Dengan demikian
pelaksanaan pancasila yang subyektif ini berkaitan dengan kesadaran, ketaatan, serta kesiapan
individu untuk mengamalkan pancasila. Dalam pengertian inilah akan terwujud jika suatu
keseimbangan kerohanian yang mewujudkan suatu bentuk kehidupan dimana kesadaran wajib
hukum telah berpadu menjadi kesadaran wajib moral.
Dalam pengamalan pancasila yang subyektif ini, bilamana nilai-nilai pancasila telah
dipahami,diresapi, dan dihayati oleh seseorang maka orang itu telah memiliki moral pancasila
dan jika berlansung terus menerus sehingga melekat dalam hati maka disebut dengan kepribadian
pancasila. Pengertian kepribadian bangsa Indonseia dapat dikembalikan kepada hakikat manusia.
Telah diketahui bahwa segala sesuatu itu memiliki tiga macam hakikat yaitu :
a) Hakikat abstrak, terdiri atas unsur-unsur yang bersama menjadikan itu ada, dan
menyebabkan sesuatu yang sama jenis menjadi berbeda dengan jenis lain sehingga

Implementasi Pancasila Halaman 8 dari 12


hakikat ini disebut dengan hakikat universal. Contoh; manusia, hewan,tumbuhan.
b) Hakikat pribadi yaitu ciri khusus yang melekat sehingga membedakan dengan sesuatu
yang lain. Bagi bangsa Indonesia hakikat pribadi ini disebut dengan kepribadian. Dan
hakikat pribadi ini merupakan penjelmaan dari hakikat abstrak.
c) Hakikat kongkrit yaitu hakikat segala sesuatu dalam menyatakan kongkrit, dan hakikat
ini merupakan penjelmaan dari hakikat abstrak dan hakikat kongkrit. Oleh karena itu bagi
bangsa Indonsesia, pengertian kepribadian Indonsesia ini memiliki tingkatan yaitu :
a. Kepribadian yang berupa sifat-sifat hakikat kemanusiaan monupluralis Dalam
pengertian ini disebut kepribadian kemanusiaan, karena termasuk jenis dan sifat manusia.
b. Kepribadian yang mengandung sifat kemanusiaan, yang telah terjelma dalam sifat
khas kepribadian bangsa Indonseia (pancasila) dan ditambah dengan sifat-sifat tetap yang
terdapat pada bangsa Indonesia, ciri khas, karakter, kebudayaan dan lain sebagainnya.
c. Kepribadian kemanusiaan, kepribadian Indonesia dalam realisasi kongkritnya, setiap
orang, suku bangsa, memiliki sifat yang tidak tetap, dinamis tergantung pada keadaan
manusia(Indonesia) perorangan secara kongkrit.(Notonegoro,1971;169).

Berdasarkan uraian diatas maka pengamalan pancasila subyektif dari pancasila meliputi
pelaksanaan, pandangan hidup, telah dirumuskan dalam P4(Pedoman Penghayatan Pengamalan
Pancasila).

3.3. Realisasi Pengamalan Pancasila di Bidang Ekonomi, Budaya, Pendidikan dan Iptek
1. Bidang ekonomi

Ekonomi yang berdasarkan Pancasila tidak dapat dilepaskan dari sifat dasar individu dan
sosial. Ekonomi menurut pancasila adalah berdasarkan asas kebersamaan, kekeluargaan artinya
walaupun terjadi persaingan namun tetap dalam kerangka tujuan bersama sehingga tidak terjadi
persaingan bebas yang mematikan (Kaelan, 1996: 193). Dengan demikian pelaku ekonomi di
Indonesia dalam menjalankan usahanya tidak melakukan persaingan bebas, meskipun sebagian
dari mereka akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan menjanjikan.

2. Bidang budaya

Implementasi Pancasila Halaman 9 dari 12


Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum,
adat-istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat (Soerjono Soekanto, 2005: 172). Begitu luas cakupan kebudayaan
tetapi dalam pengamalan Pancasila kebudayaan bangsa Indonesia adalah budaya ketimuran, yang
sangat menjunjung tinggi sopan santun, ramah tamah, kesusilaan dan lain-lain.

3. Bidang pendidikan

Pendidikan adalah salah satu piranti untuk membentuk kepribadian. Maka dari itu
pendidikan yang dilaksanakan harus sesuai diperhatikan. Pendidikan nasional harus dipersatukan
atas dasar Pancasila. Menurut Notonegoro (1973), perlu disusun sistem ilmiah berdasarkan
Pancasila tentang ajaran, teori, filsafat, praktek, pendidikan nasiona, yang menjadi dasar tunggal
bagi penyelesaian masalah-masalah pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional adalah
menciptakan manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.

4. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)

Iptek harus memenuhi etika ilmiah, yang paling berbahaya adalah yang menyangkut
hidup mati, orang banyak, masa depan, hak-hak manusia dan lingkungan hidup. Di samping itu
Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena
Iptek pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan umat manusia.

5. Dalam Kehidupan Kampus

o Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan kampus, berarti realisasi penjabaran nilai-nilai


Pancasila dalam bentuk norma-norma dalam setiap aspek kehidupan kampus
o Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan kampus, merupakan aktualisasi Pancasila yang
obyketif, karena dilaksanakan dalam suatu lembaga. Dalam hal ini lembaga pendidikan atau
lembaga akademik, yaitu kolektifitas masyarakat yang ilmiah.
o Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan kampus, dilaksanakan oleh seluruh lapisan / kalangan
masyarakat kampus, yaitu dosen, mahasiswa, dan juga karyawan / tenaga administrasi.

Implementasi Pancasila Halaman 10 dari 12


BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Bangsa Indonesia mempunyai pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan
bernegara Indonesia, nilai dan norma yang terkandung di dalamnya merupakan keinginan dari
bangsa Indonesia yang harus di amalkan. Pengamalan Pancasila secara subjektif akan
memperkuat pengamalan Pancasila secara objektif. Pengamalan Pancasila ini harus di lakukan
dalam berbagai bidang kehidupan di negara Indonesia agar Pancasila benar-benar berperan
sebagaimana Fungsi dan kedudukannya dan supaya tujuan serta cita-cita bangsa Indonesia
mudah terwujud.

4.2. Saran
Dewasa ini pengamalan pengamalan Pancasila semakinmemudar terlebih lagi di era
globalisasi, sehingga mengancam mental dan kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini harus segera
ditangani dengan cara meningkatkan penanaman pengamalan Pancasila melalui pendidikan yang
seutuhnya, jadi tidak sebatas teori tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk
itu, perlu adanya kesadaran dari setiap warga negara akan pentingya pengamalan pancasila dan
mempertahankannya.

Implementasi Pancasila Halaman 11 dari 12


DAFTAR PUSTAKA

https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120809084056AATNbeL

http://meterifile.blogspot.co.id/2010/12/pengamalan-pancasila-secara-subjektif.html

http://sitibadriatulm94.blogspot.co.id/2013/01/pelaksanaan-pancasilasecara-subjektif.html

http://pepradewa.blogspot.co.id/2012/10/aktualisasi-implementasi-pancasila.html

http://amikom.ac.id/research/index.php/DTI/article/viewFile/6668/3866

Implementasi Pancasila Halaman 12 dari 12