Anda di halaman 1dari 1

Nama : Leopold karsa prapaskalis

NIM : 102013309
Kelas : F

GLAUKOMA AKUT/ GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP

Riwayat klinis:
Nyeri pada mata selama beberapa jam dan hilang setelah tidur sebentar. Melihat pelangi (halo) sekitar
lampu pada stadium prodormal. Serangan akut terjadi secara tiba-tiba dengan rasa sakit hebat dimata dan
di kepala, perasaan mual muntah, bradikardia. Kadang gejala tidak spesifik seperti nyeri pada mata yang
disertai penglihatan yang menurun dapat dicurigai sebagai serangan glaukoma akut. Biasanya terjadi pada
usia diatas 40 tahun.
Penyebab:
Didalam bola mata bagian depan terdapat cairan jernih yang disebut humor akuos. Cairan ini dengan
teratur akan mengalir dari tempat pembentukan kesaluran luarnya. Tekanan tinggi disebabkan karena
produksi cairan bola mata (humor akuos) yang berlebihan, atau dapat juga apabila saluran pembuangan
keluar yang disebut jaringan trabekula tersumbat.
Pemeriksaan mata:
Inspeksi: kelopak mata bengkak, mata merah (tanda-tanda kongestif) pupil lebar, kornea suram dan
edem, iris sembab dan meradang (tekanan intraokuler meningkat)
Palpasi: dapat dilakukan digital tonometry dan didapatkan peningkatan tekanan intraokuler.
Diagnosis banding:
Sindrom Posner Schlossman, glaukoma sudut terbuka meradang, perdarahan retrobulbar dan
glaukoma hemolitik.
Terapi:
Pengobatan diarahkan untuk mengurangi tekanan intraokular. Dapat diberikan Acetazolamide oral 250
mg tablet setiap 4 jam dan intravena 500 mg bersama obat topikal, seperti beta-blocker untuk mengurangi
tekanan intraokular. Intravena juga dapat diberikan mannitol 1,5-2mg/kgbb dalam larutan 20% atau urea IV
mg/kgbb. Gliserol juga sering dipakai diberikan peros 1 g/kgbb dalam larutan 50%. Pilocarpine 2% harus
diberikan satu setengah jam setelah dimulainya pengobatan, untuk mengurangi waktu iskemia iris dan
menurunkan tekanan intraokular memungkinkan pupillae sphincter untuk menanggapi obat. Steroid topikal
juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan intraokular sekunder. Selanjutnya bisa dirujuk ke
dokter mata untuk tatalaksana lebih lanjut dimana bisa dilakukan iridektomy atau pembedahan filtrasi untuk
mencegah rekurensi.

Sumber:
1. Diunduh dari http://www.rsmyap.com/content/view/12/29/.
2. Ilyas HS, Yulianti SR. Ilmu penyakit mata. Jakarta:Balai Penerbit FKUI;2014.
3. Purwadianto A, Sampurna B. Kedaruratan medik. Jakarta: Binarupa Aksara;2000