Anda di halaman 1dari 6

DAFTAR ISI

1. DAFTAR ISI

..... 2
2. BAB I PENDAHULUAN

... 3
3. BAB II PEMBAHASAN

. 5
4. BAB III

PENUTUP

. 9
5. DAFTAR

PUSTAKA .............................................................................

10
6. NOTULENSI ..........................................................................

............. 11
7. LAMPIRAN ............................................................................

............ 16
a. Lampiran Power Point
b. Lampiran Jurnal
Notulensi Diskusi Aplikasi Proteksi Radiasi Pada Praktek
Kedokteran Gigi

Pertanyaan :

Moh. Iqbal R (10307) : Dalam menggunakan Portabel X-ray bagaimana upaya


proteksi nya agar mengurangi radiasi X-ray nya ?

Jawaban :

1. Merrinda Augustina (10307)


Upaya proteksi pada portable x ray diantaranya adalah
a. set up ruangan atau lokasi paparan sinar x oleh portable x ray dengan cara
pembatasan ruangan . Hal ini dimaksudkan untuk mencegah orang ketiga yang
seharusnya tidak terlibat terkena radiasi dari portable x ray
b. tripod
Penggunaan tripod dapat mengurangi jumlah radiasi yang diterima operator karena
operator tidak perlu memegang portable x ray. Selain itu, posisi portable x ray akan
lebih stabil dengan demikian maka resiko pergeseran atau pergerakan portable x ray
lebih kecil sehingga dapat menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik.
Penggunaan tripod juga dapat mengurangi resiko jatuhnya portable x ray maka resiko
cidera akibat portable x ray yang jatuh mengenai operator dan pasien menurun.

Jawaban tambahan :

1. Irma Oktiyar D (10304)


Penggunaan portable itu harus membuat batas, contohnya pasien yang akan diberi paparan
itu sekelilingnya diberi batas seperti menggunakan garis polisi dan memasang tulisan dilarang
mendekat agar orang lain yang tidak dipapar tidak terkena radiasinya, cukup orang yang akan
dibidik saja

2. Kukuh Eko P (10305)


Menurut saya untuk mengurangi sinar x-ray pada radiasi pengunaan portabel genggam maka
menggunakan collimator persegi panjang agar sinar X yang dipaparkan ke pasien dapat
diketahui luasnya, misalkan ukuran luas dari tabung 24 x 30cm, kemudian sinar yang
diproyeksikan menjadi sinar tampak juga harus berukuran 24x30cm. Meskipun penggunaan
collimator persegi panjang sulit pada penerapannya d portabel genggam,namun penggunaan
alat ini merupakan salah satu cara agar efek radiasi dapat diminimalkan

Pertanyaan :

Anindya Kartika P (10294) : apron direkomendasikan untuk ibu hamil, apakah ibu
hamil juga perlu menggunakan tiroid shield ?

Jawaban :

1. Farah salsabila (10301) :


Menurut saya, penggunaan tiroid shield lebih buat melindungi kelenjar tiroid, untuk
anak-anak dan orang yang lagi tidak hamil, sedangkan ibu hamil
direkomendasikannya menggunakan apron agar lebih aman soalnya bukan untuk dia
sendiri tapi untuk bayinya juga

Jawaban tambahan

1. Nafia Khairunnisa H (09962) :


Menurut saya, apron dan tiroid shield pada ibu hamil perlu digunakan untuk
melindungi janin dan glandula tiroid dari pancaran sinar x dan juga untuk mengurangi
dosis radiasi yang akan mengenai janin

Pertanyaan:

Wenithoya Diantari (10323) : Kenapa dalam praktik radiologi gigi penggunaan apron
diperlukan padahal sudah ada prinsip ALARA

Jawaban :

Hestika Wulandari (10302)


Walaupun sudah diterapkan prinsip ALARA tetapi memakai apron juga sangat
diperlukan, karena setahu saya prinsip ALARA merupakan upaya untuk memperkecil
efek radiasi pada setiap pemotretan radiografi baik pada penderita maupun pada
operator itu sendiri

Jawaban tambahan :

1. Maudina Pamela R (10305)


Apron diperlukan sebagai alat perlindungan dari efek radiasi, sedangkan prinsip alara
itu adalah prinsip atau aturan-aturan perlindungan saat terkena radiasi

2. Insum J Lestaluhu (10303)


Menurut saya, apron diperlukan untuk memproteksi tubuh kita dari paparan radiasi
atau melindungi organ reproduksi atau organ sensitif lainnya dari sinar hambur yang
mungkin saja pada saat operator melakukan paparan radiasi tangannya bergeser atau
bergoyang sehingga mengakibatkan sinar terpancar ke daerah yang bukan tujuan dari
paparan radiasi yang dilakukan operator. Sedangkan menurut saya prinsip ALARA
hanya sebagai penunjang saja agar para operator lebih berhati-hati dalam memaparkan
sinar x kepada pasien atau dengan kata lain prinsip ALARA lebih ke arah untuk
memproteksi diri kita dalam menggunakan sinar x baik sebagai operator maupun
pasien.

Notulensi Diskusi Dalam Memaparkan Isi Jurnal

1. Jurnal tentang radiasi dose and protection in dentistry


a. Irma Oktiyar D (10304 )
Pada jurnal ini,
- film E-speed atau F-speed lebih dianjurkan karena dosis film E-speed atau F-speed
mengurangi dosis yang diterima pasien lebih signifikan dibandingkan film D-Speed,
- cara untuk membatasi dosis pasien adalah dengan cara mengurangi ukuran berkas
sinar-X
- Peralatan radiografi harus dilengkapi dengan collimation segi empat untuk periapikal
dan bitewing radiografi karena dosis radiasinya turun hingga lima kali lipat
- Pada proteksi radiasi kita harus menggunakan apron

b. Hestika Wulandari (10302)


- Dosis radiasi untuk pasien harus serendah mungkin seperti yang dianjurkan dalam
ALARA.
- Di jepang, pemeriksaan dental radiografi adalah salah satu yang paling sering
dilakukan

c. Insum J Lestaluhu (10303)


- Tujuan dari pengukuran dosis efektif adalah untuk membandingkan risiko radiologis
modalitas yang berbeda untuk pasien standar dengan kualitas gambar yang optimal
- Proteksi radiasi dalam pemeriksaan dan penggunaan radiografi yang dilakukan harus
efektif sesuai dalam pedoman Eropa dan Association American Dental yang terdiri
dari :
1 Semua pemeriksaan X-ray harus dibenarkan secara individu pada pasien, dengan
menunjukkan manfaat yang didapat pasien lebih besar daripada kerugian.
2 Pemerikasaan radiografi tidak boleh dilakukan sampai pemeriksaan riwayat dan
klinis telah dilakukan. Radiografi rutin adalah praktik yang tidak dapat diterima.
3 Ketika merujuk pasien untuk pemeriksaan radiografi, dokter gigi harus
menyediakan informasi klinis yang cukup (berdasarkan riwayat dan pemeriksaan
klinis) untuk memungkinkan praktisi mengambil tanggung jawab klinis untuk
paparan sinar X agar proses justifikasi dilakukan.
- Penggunaan alat proteksi bagi teknisi kesehatan gigi sangat penting karena untuk
keamanan teknisi itu sendiri. Selain itu, teknis gigi harus tetap mengikuti
perkembangan informasi mengenai keamanan dan ketersediaan perangkat baru yang
meningkatkan kemampuan dalam menurunkan dosis pada pasien
2. Justification and good practice in using handhels portable dental x-ray
equipment : a position paper prepared by the European Academy of
DentoMAxilloFacial Radiology
a. Farah Salsabila
- Pembenaran penggunan portable x-ray
- Di Eropa, tidak ada peraturan standar di seluruh negara, tetapi terdapat
pembatasan atau persyaratan untuk penggunaan peralatan genggam sehingga
sudah sangat jelas bahwa radiasi peralatan tersebut memancarkan pengion
yang harus disertifikasi dan dioperasikan di bawah dan diatur serta
dikendalikan kondisinya oleh tenaga berlisensi dan dalam keadaan yang
dipilih.
- Tujuan khusus dari pernyataan posisi ini adalah untuk meningkatkan
kesadaran tentang pentingnya membangun peraturan yang jelas dan pedoman
mengenai indikasi, yang spesifik, tuntutan proteksi radiasi dan penggunaan
yang aman dari perangkat portable genggam X-ray yang bersertifikat

b. Merrinda Augustina
- Portabel X-ray seharusnya hanya digunakan dalam kasus-kasus tertentu di
mana tidak mungkin untuk membawa pasien ke instalasi X-ray yang tetap
diantaranya :
1 Operasi di mana tidak dipasang X-ray tetap dan pasien berada di bawah
anestesi.
2 Perangkat semi-mobile dapat digunakan di ruang gawat darurat, ruang
bedah, kamar pasien atau fasilitas rumah sakit lain untuk pasien bergerak
3 Perawatan di rumah, fasilitas perawatan perumahan atau rumah bagi
penyandang cacat, yang tidak dapat bergerak ke fasilitas kesehatan. Pada
kasus ini, pengobatan tindak lanjut harus dipertimbangkan sebelum
pembenaran dari prosedur X-ray dibuat.
4. Bekerja di daerah terpencil tanpa fasilitas dental , seperti operasi militer
5. Daerah pedesaan di negara berkembang atau daerah terpencil tanpa fasilitas
- Aplikasi proteksi memberikan tanda dan prinsip ALARA

c. Kukuh Eko P
Portabel X-ray seharusnya hanya digunakan dalam kasus-kasus tertentu di mana
tidak mungkin untuk membawa pasien ke instalasi X-ray, misalnya di lokasi
bencana, militer,dll. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proteksi radiasi yang
terdapat pada jurnal 2 ini adalah
4 Penggunaan collimator persegi panjang yang digunakan untuk membatasi
dosis yang diterima oleh pasien dan meminimkan penyebaran radiasi dengan
cara mengurangi ukuran berkas sinar-X yang diterima
5 Jarak Sumber ke Kulit
6 Jarak Kulit ke Teropong
7 Pembesaran Gambar
3. Intraoral Radiology in General Dental Practices-A Comparison of Digital and
Film-Based X-Ray System with Regard to Radiation Protection and Dose
Reduction
a Nafia Khairunnisa
- Mayoritas penggunaan x-ray oleh dentistry.
- Pada radiografi digital pancaran radiasi yang diterima oleh pasien lebih sedikit
karena paparan pada film lebih cepat.
- Apron biasanya digunakan pada ibu hamil untuk melindungi janinnya karena
apron terbuat dari bahan timbal yang memiliki ketebalan 0.22 mm

b Maudina Pamela R
- Apron digunakan untuk proteksi radiasi sebanyak 88,4%. Perangkat yang
lebih efektif seperti perisai tiroid dan rectangular col-limators hanya
digunakan oleh sepertiga dokter gigi
- Keuntungan dari collimation persegi panjang adalah pengurangan dosis untuk
pasien hingga 60% dan memperbaiki kualitas gambar namun minimalisasi
radiasi tersebar.
- Penggunaan perisai tiroid sangat direkomendasikan untuk anak-anak gunanya
untuk melindungi glandula tiroid mereka

c Elok Rizki Wulandari


Saya lebih menyimpulkan apa yang sudah dipaparkan oleh teman-teman tentang
materi jurnal yang dibahas dan kemudian akan dibuat menjadi 1 makalah
1 BAB I Pendahuluan
Pada bab ini mungkin materi tentang dosis radiografi bisa dimasukkan
2 BAB II Pembahasan
Pembahasannya itu terdiri dari :
a Prinsip ALARA
b Radiografi Digital
c Pada peralatan proteksi radiasiinya terdiri dari kolimator, thyroid shield,
apron, dan perangkat portabel x-ray