Anda di halaman 1dari 3

KULIAH KERJA LAPANGAN 2017

Kuliah kerja lapangan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya 2017 telah


dilaksanakan pada tanggal 8 Januari-13 Januari 2017 lalu. Pada kuliah kerja lapangan terdapat
terdapat beberapa tempat atau perusahaan yang dikunjungi. Adapun tempat atau perusahaan yang
dikunjungi antara lain : PT. Dwinad Nusa Sejahtera (DNS), Balai Diklat Tambang Bawah Tanah,
PT.AIC Jaya dan PT. Semen Padang.

Kunjungan pertama kali dimulai pada hari senin 9 Januari 2017 di PT.Dwinad Nusa
Sejahtera(DNS) yang berlokasi di Musirawas Utara,Sumatera Selatan. Perjalanan dimulai dari
Palembang pada 8 Januari 2017 menuju Musirawas Utara yang ditempuh selama kurang lebih 8
jam. Pada kunjungan kami dalam kegiatan KKL di PT.DNS ini, pertama kali kami disambut oleh
Pak Anton, yang mana beliau merupakan alumni dari Teknik Pertambangan Unsri. PT.DNS ini
sendiri merupakan anak dari perusahaan Sumatra Cooper and Gold. IUP PT.DNS adalah sebesar
9000 hektar dan baru dimanfaatkan sebesar 10 %. Untuk kadar emas dan perak di PT.DNS
adalah sekitar kurang lebih 2% gr/ton. Hasil dari pengolahan bijih PT.DNS berupa dore atau
logam batangan campuran emas dan perak. Sebelum dijelaskan mengenai tambang yang ada di
PT.DNS, terlebih kami dijelaskan dan dikenalkan dahulu mengenai para jajaran yang mengepalai
setiap bidang di PT.DNS, dijelaskan mengenai IUP PT.DNS, dan juga program CSR PT.DNS.
Selanjutnya Pak Leonard Manurung selaku kepala tambang di PT.DNS mempresentasikan
mengenai metode penambangan di DNS. Di PT.DNS ini terdapat tambang terbuka dan juga
tambang bawah tanah.Pertama kami diberi materi mengenai tambang terbuka. Pada tambang
terbuka yang ada di PT.DNS digunakanla metode Bench Cut Fill, dimana metode ini dikoordinir
oleh looder dan operator. Pada metode Bench Cut Fill alat bekerja dibawah area yang disangga
sepenuhnya. Untuk mengurangi lebar bukaan dari sebelumya, digunakan alat muat yang lebih
kecil. Adapun keuntungan dari metode Bench Cut Fill ini antara lain adalah : mengurangi
pengotoran dengan menggunakan ukuran bukaan lubang (increase 30-40%), bisa langsung filling
serta menurunkan tonase(40-50%), dan menaikkan grade. Selanjutnya kami diberi materi
mengenai keberhasilan dari produktivitas tambang terbuka yang mana keberhasilan tersebut
terletak pada kesediaan peralatan tambang, kesediaan dari para operator,dan juga keseimbangan
dari peralatan tambang dan juga operator. Selanjutnya kami pun diberi materi tentang tambang
bawah tanah di pt dns. Disini kami dijelaskan mengenai gambaran dari tambang bawah tanah pt
dns yang sampai saat ini terdiri dari 12 level dengan metode selective mining. Untuk metode
penambangan sendiri pt dns menggunakan metode shrinkage method sampai level 7 dan metode
baru dari level 7 sampai level 12. Pada metode baru yang dikembangkan oleh pt dns ini mampu
untuk mengurangi waste yang diambil dan mendapat kandungan emas yang lebih besar dengan
cara membuat bukaan yang lebih kecil yang biasa 5m atau 6m dikurangi menjadi 3 atau 4 m
juga. Untuk proses penambangan pada metode baru juga, pt dns beralih dari cara modern yang
menambang secara otomatis menjadi cara tradisional menggunakan operator demi mengurangi
tingkat dilusi yang ada pada ore. Untuk Penyaliran di tambang bawah tanah, pt dns menyediakan
beberapa sump pada beberapa level yang nantinya bakal dihubungkan pada pipa untuk dipompa
keluar dari tambang. Selanjutnya kami diberi materi tentang pengolahan emas dengan
menggunakan karbon.Selanjutnya kami diberi materi tentang programs csryang dilakukan oleh
pt dns yang meliputi pengajaran bahasa inggris untuk sekolah lokal, pengajaran tentang
kewirausahaan bagi warga sekitar dan sebagainya. Selanjutnya di siang hari usai makan siang,
kami rombongan mahasiswa KKL diajak terjun langsung kelapangan untuk melihat tambang
terbuka di PT.DNS. Selesai dari area open pit, kami menuju ke tempat pengolahan atau
pemrosesan bijih. Di area pengolahan bijih, kami dijelaskan mengenai proses demi proses bijih
tersebut diolah. Pada proses plant, setelah mineral emas di crushing, dimasukkanlah ke kolam
yang berisi sianida agar terpisah dari pengotor, lalu untuk mengikat emas olahan sebelumnya
dimasukkan ke dalam karbon, lalu ke smelter hingga menjadi dore.

Pada hari kedua kuliah kerja lapangan (KKL) selasa, 10 Januari 2017, kami mengadakan
kunjungan ke Balai Diklat Tambang Bawah Tanah di Sawah Lunto. Di balai diklat, kami
berkesempatan untuk mengunjungi laboratorium balai diklat, simulasi tunnel tambang bawah
tanah dan tempat peralatan balai diklat. Di laboratorium balai diklat kami berkesempatan untuk
melihat berbagai macam peralatan safety yang digunakan, peralatan untuk analisi proximat dan
ultimat batubara, peralatan untuk menghitung kadar gas dan kecepantan angin ventilasi, ruangan
komputer yang berisi berbagai software tambang seperti mine scape dan juga blastmate, berbagai
jenis crusher, kolam pengendapan dan juga peralatan untuk menetralkan air asam tambang.
Setelah dari sana kami pun mengunjungi tempat peralatan balai diklat, disini kami melihat
berbagai jenis penyangga kayu dan juga besi, cribbing, berbagai jenis bor, jumbo drill, safety
room dan juga pelampung safety. Kami juga masuk ke dalam simulasi tunnel tambang bawah
tanah yang mana kami diperlihatkan berbagai jenis system penyanggaan baik yang terbuat dari
kayu, besi, rockbolt dan juga beton. Kami juga diperlihatkan sistem ventilasi yang sangat penting
sekali dalam menunjang kegiatan penambangan. Tunnel ini terdiri dari 2 pintu tunnel yang mana
satu sebagai tempat masuk udara, dan satunya tempat keluar udara. Di siang hari, kami pun
berangkat ke PT. AIC. Sesampainya di sana, kami pun terkejut bahwa perusahaan itu hanya
memperbolehkan 40 orang menuju tambang bawah tanahnya, namun sayangnya saya belum
berkesempatan untuk mengunjungi tambang bawah tanah tersebut. PT.AIC menggunakan sistem
room and pillar pada metode penambangannya

Pada hari ketiga kuliah kerja lapangan (KKL) Rabu, 11 Januari 2017, kami melakukan
kunjungan ke PT.Semen Padang. PT.Semen Padang terdapat cadangan berupa batu kapur, silika,
clay dan pasir besi. Di semen padang kami dibagi menjadi 2 kelompok dimana 1 kelompok
menuju ke pembuatan emulsi amonium nitrat sedangkan sisanya untuk menerima materi tentang
peledakan. Kami dijelaskan mengenai bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk melakukan
peledakan seperti bahan peledak (ANFO), rangkaian kabal, dan pemicu ledak. ANFO merupakan
campuran ammonium nitrat dan fiul oil atau oli dan solar. Perbandingan antara keduanya adalah
sekitar 94% berbanding 6 %. Selanjutnya kami menuju ke tambang terbuka PT.Semen Padang
untuk melihat proses peledakan secara langsung. kami melihat rangkaian untuk melakukan
proses peledakan dengan pengeboran zigzag yang menggunakan emulsi ANFO sebagai bahan
ledakan.