Anda di halaman 1dari 3

Inilah Karya-Karya Inovatif Siswa SMK Kita

Berdasarkan penelusuran menggunakan jasa mbah Google, berikut ini saya sajikan beberapa
informasi dan foto karya-karya inovatif para siswa SMK kita:

Pesawat Jabiru J430 SMK Negeri 29 Jakarta

Siswa SMK Negeri 29 Jakarta telah mengeluarkan pesawat rakitannya. Pesawat itu diberi nama
Jabiru J430. Pesawat ini merupakan wujud aplikasi keterampilan siswa SMK jurusan
penerbangan. Perakitan Jabiru J 430 dimulai pertengahan September 2011 dan akan uji kelaikan
terbang pada akhir Januari 2012 di Bandar Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.
Pesawat perintis Jabiru J430 hasil rakitan para siswa SMK Negeri 29 Jakarta diperkirakan mampu
terbang hingga Bali dan Malaysia. Menggunakan bahan bakar pertamax dan berkecepatan kurang
lebih 130 knot, pesawat ini mampu menjangkau jarak Jakarta-Surabaya dalam waktu tiga jam,
hanya dengan 80 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) pertamax. Harga pesawat ini ditaksir
mencapai Rp1,3 miliar.

Moko Karya Siswa SMKN 5 Makassar, Sulawesi Selatan

Moko atau Mobil Toko ini dikembangkan oleh siswa SMK 5 Makassar dan mekanik lokal. Moko
merupakan ide dari Gubernur Sulsel dan diluncurkan pada ulang tahun Sulsel Oktober 2011 lalu.
Mesin Moko ini masih menggunakan mesin impor dari Cina. Namun 80 persen bahan baku
lainnya menggunakan produk lokal kerja sama dengan PT Industri Kereta Api Nasional

Mobil Rosa karya siswa SMK Negeri 6 Malang, Jawa Timur

Mobil tipe SUV ini dirakit dan dikerjakan sendiri secara manual oleh siswa SMK Negeri 6 dalam
waktu sebulan, dengan biaya mencapai Rp 125 juta. Mobil ini tergolong irit bahan bakar, untuk 1
liter bahan bakar bisa digunakan menempuh perjalanan 15 km. Selain tipe SUV, SMK Negeri 6
Malang juga sedang melakukan pembuatan mobil tipe MPV dengan biaya total mencapai Rp110
juta. Untuk jenis MPV masih dalam tahap perakitan, dan rencana akan diselesaikan pula tahun
ini, sehingga murid SMK di Malang tidak kalah dengan SMK dari daerah lain, demikian ugkap
Gunawan Dwiyono, wakasek bidang Kurikulum ketika sefang memamerkan produk ini di Balai
Kota Malang.

Mobil Digdaya Karya SMK Negeri 1 Singosari, Malang Jawa Timur

Mobil Digdaya merupakan kreasi siswa SMKN 1 Singosari dibuat dalam 2 tipe yaitu jenis pickup
seperti yang dipamerkan dan jenis SUV (Sport Utility Vehicle). Mobil ini dibuat dalam 2 tipe yaitu
jenis pickup dan jenis SUV (Sport Utility Vehicle) dengan kapasitas mesin 1500 cc, berteknologi
injection. Untuk jenis Pickup, dibanderol seharga Rp150 juta dan untuk yang jenis SUV dihargai
sekitar Rp180 juta Tim pembuat Digdaya 1,5i terdiri dari 6 orang dengan dua orang pembimbing.
Mereka mampu menyelesaikan pengerjaandalam waktu tiga bulan. Kiblat pembuatan mobil
adalah kendaraan produksi GMC (General Motor Company).
Mobil Kiat Esemka SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta

Nah inilah mobil fenomenal, Kiat ESEMKA, hasil karya siswa SMK 2 Surakarta dan SMK
Warga Surakarta yang telah banyak menyita perhatian publik dan politisi kita. Gaungnya memang
luar biasa, mulai dari pembicaraan di warung kopi di pinggir jalan hingga Istana Presiden dan
Gedung DPR. Mobil ini berkapasitas 7 penumpang, dilengkapi dengan power window, AC dual
zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta sensor parkir. Di balik
kesuksesan mobil ini ternyata ada seseorang yang bersahaja. Sukiyat namanya. Dia lah sosok
penting di balik terciptanya mobil karya anak bangsa ini. Kiat Esemka pun diambil dari nama
Sukiyat yang juga pemilik bengkel Kiat Motor di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa
Tengah. Ide pembuatan mobil Kiat Esemka muncul pertengahan 2008 lalu. Bersama SMK Negeri
I Trucuk, Klaten, perakitan mobil terus dilakukan secara bertahap hingga akhirnya Sukiyat
menggandeng 15 SMK di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta untuk bersama merakit mobil
tersebut. Tujuan Sukiyat sederhana saja. Ia ingin mendidik siswa SMK agar mahir merakit mobil
dan nantinya bisa mandiri. Perjalanan hidup Sukiyat menuju kesuksesan saat ini ternyata juga
banyak liku-likunya. Maklum, ia adalah seorang difabel atau penyandang cacat. Namun, siapa
sangka, meski fisiknya terbatas, mantan tukang tambal ban yang kini dijuluki Henry Ford dari
Klaten ini sukses memajukan mobil nasional. (http://otomotif.liputan6.com)

Buggy Car ABCD (Anak Bandung Cinta Damai) SMKN 8 Bandung

SMK di Jawa Barat pun tidak mau ketinggalan, para siswa SMKN 12 Kota Bandung berkreasi
membuat mobil yang diberi nama Buggy Car ABCD (Anak Bandung Cinta Damai) bermesin
empat silinder, yang dikembangkan SMKN 8 Bandung sejak dua tahun terakhir. Kendala regulasi
yang dihadapi, membuat pihak sekolah mencari celah dengan mengembangkan mobil untuk
keperluan off road. Kalau untuk berjalan di jalan raya, izinnya sangat susah, makanya kami
modifikasi hanya untuk keperluan off road terlebih dahulu, kata Kepala SMKN 8 Bandung,
Dedi Indrayana. Hingga saat ini, sudah dua unit buggy car yang diproduksi. Padahal dilihat dari
pangsa pasar, keberadaan mobil jenis ini sangat diminati pasar. Harga kompetitif dan kualitas yang
ditawarkan, sudah mendatangkan pesanan bagi SMKN 8 Bandung. Pesanan dari Medan
sebanyak lima buah, tapi baru kami penuhi satu unit karena harus ada indent, ujar Dedi. Harga
on the road (OTR) buggy car, lanjut dia, antara Rp 50 hingga 75 juta. Konsep yang digunakan
dalam buggy car, lanjut dia, dengan mengubah front engine atau front drive menjadi rear engine
atau rear drive. Selain untuk menjelajah lokasi ekstrem, mobil ini juga bisa digunakan sebagai
iklan berjalan. Supaya ada nilai ekonomis lebih, agar siswa juga bisa sekaligus berlatih
wisausaha, katanya. Metode perakitan yang dilakukan, lanjut dia, mayoritas dipelajari dari
internet, terutama situs Youtube.

Sepeda Listrik Karya Siswa SMK 2 Surakarta, Jawa Tengah

Sepeda motor mini bertenaga listrik ini diproduksi olleh para siswa SMK 2 Surakarta, Jawa
Tengah dibantu guru pembimbingnya. Selain tidak memerlukan bahan bakar, sepeda motor mini
ini tergolong ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi. Jika jadi diproduksi massal,
sepeda ini akan dihargai sebesar Rp3,5 juta hingga Rp 4 juta untuk per unitnya.
Batik Karya Siswa SMK Negeri 5 Yogyakarta

Jika siswa-siswa SMK yang lain banyak menampilkan karya yang berkaitan dengan teknologi
mesin. Sementara siswa SMK Negeri 5 Yogyakarta, sesuai dengan bidang kejuruannya, mampu
menghasilkan karya cipta berupa karya-karya batik elok, seperti: kain bahan dengan berbagai
motif khas Yogyakarta, sajadah bermotif batik, taplak meja, selendang hingga sapu tangan. Karya-
karya mereka sempat dipamerkan dalam kegiatan Expo yang digelar oleh Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Bersatu (SIKIP) di UKM Convention Center SMESCO UKM, 2-5 Desember 2010.

LCD proyektor Karya Siswa SMK 1, 6, 26 dan 56 Jakarta

Para siswa SMK di Jakarta pun ternyata mampu merakit LCD proyektor yang akan dibagikan
kepada pelajar SMK lainnya. Setidaknya ada seribu lebih LCD proyektor yang dirakit oleh siswa
SMK 1, 6, 26 dan 56. LCD proyektor itu memiliki spesifikasi 2500 lumens dan diberi merk
ESEMKA.

=============

Refleksi:

Tentu, masih banyak karya siswa SMK lainnya yang belum sempat saya ungkap di sini. Saya
berharap semoga semua ini dapat memotivasi siswa-siswa SMK lainnya untuk menunjukkan
karya-karya inovatif lainnya.

Karya-karya inovatif ini bukan dihasilkan secara kebetukan melalinkan melalui proses pendidikan
dan pembelajaran yang tepat dan memadai. Perpaduan antara intervensi guru. intervensi
manajemen sekolah, intervensi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), dan intervensi kebijakan
pemerintah yang tepat dan memadai (dalam arti bukan politisasi) tampaknya menjadi kunci bagi
lahirnya siswa-siswa yang inovatif.

Upaya untuk menambah jumlah SMK di seluruh pelosok negeri ini tampaknya akan menjadi
pilihan yang amat realistis, tentu dengan jenis kejuruan yang beragam.

Mari kita beri apresiasi positif atas karya-karya mereka

Keterangan:
Gambar dan informasi diambil dari berbagai sumber di Internet