Anda di halaman 1dari 2

Di bawah berita dengan judul Pengebom Alam Sutera Kelompok Baru pada kanal

Fokusnya, Tempo membuat berita yang secara garis besar isinya adalah dugaan bahwa pelaku
bom Mal Alam Sutera, Serpong, Tangerang adalah (relatif) kelompok baru. Entah kelompok baru
apa, saya tidak bisa memastikannya, sebab masih bias. Namun, dalam keterangan berita yang
sama, mengambil keterangan pengamat teroris Al-Chaidar, Tempo mengatakan kelompok yang
dikatakn baru tersebut terkait dengan jaringan Abu Umar, yang katanya masih aktif hingga saat
ini dan menamakan kelompok mereka dengan nama Mujahidin Indonesia Barat.
Kelompok yang dikatakan baru itu katanya berbahaya, karena sel dari kelompok Abu
Umar sedang menjajal bom rakitan mereka. Entah darimana Al-Chaidar menerima informasi
keterkaitan antara pembom Mal Alam Sutera dengan kelompok Mujahidin Indonesia Barat, saya
pun tidak menemukan kebenarannya. Bahkan menurut keterangan sumber tempo itu, dikatakan
bahwa kelompok tersebut adalah pendukung ISIS. Bahkan diduga kuat bahwa kelompok Abu
Umar berada dibalik penembakan anggota polisi dan pengebom Wihara Ekayana, 2013 silam.
Berita ini ditulis oleh 5 orang wartawan dan dimuat pada Kamis, 29 Oktober 2015 pukul 09.33
Wib.
Di bawah berita Pengebom Mal Alam Sutera Tangerang Terinspirasi ISIS pada media
yang sama, jurunarsis media tersebut mencoba menginterpretasi keterangan Kepala Bidang
Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal yang mengatakan bahwa
Tersangka juga terinspirasi dengan bom yang terjadi di ITC depok. Dia pun mencoba-coba
untuk membuat bom dan meletakkannya di mal itu. Sayangnya dalam berita tersebut tidak ada
keterangan dari Pak Iqbal tentang pengebom terinspirasi ISIS. Ternyata pernyataan Pak Iqbal
lebih dulu dimuat oleh CNN Indonesia dengan judul Pengebom Mal Alam Sutera Terinspirasi
ISIS dan Bom ITC Depok. Berita tersebut dimuat tempo pada Jum'at 30 Oktober 2015 Jam
14.12 Wib, sedang CNN Indonesia memuatnya pada Jam 12.32 dihari yang sama.
Sabar Itu Lebih Baik daripada Menduga - Duga
Pada 29 Oktober 2015 pelaku pengebom Mal Alam Sutera akhirnya diperlihatkan ke
publik Negeri ini oleh Polda Metro Jaya. Dengan dirilisnya sang pelaku, maka teranglah siapa
pelaku pengeboman itu. Semua dugaan yang dikatakan para jurunaris tempo, akhirnya
terbantahkan. Tersangka ternyata melakukan aksinya secara mandiri, tanpa keterlibatan
kelompok ideologis manapun yang menurut tempo (kelompok baru, sel dari Abu Umar).
Penyebab pelaku berbuat demikian pun bukan karena mutif ideologis apalagi terkait dengan
ISIS, melainkan bermotif ekonomi. Pengakuan tersebut dimuat oleh tempo sendiri di bawah
berita dengan judul Pengakuan Lengkap Leopard, Empat Kali Ngebom Mal Alam Sutera.
Berita itu dimuat pada hari Jum'at, 30 Oktober 2015 Jam 16.20 Wib, tiga jam setelah berita
dengan judul Pengebom Mal Alam Sutera Tangerang Terinspirasi ISIS diatas diterbitkan.
Terlihat bagaimana kecorobohan jurunarsis tempo dalam menyimpulkan sebuah fakta
yang masih bersifat sementara. Mereka sepertinya tidak sabar untuk berebut jumlah klik atau tak
sabar menjadi yang terdepan dari (media) lainnya. Padahal dampak dari informasi absurd
tersebut bisa melahirkan opini yang menyimpang pada kelompok agama tertentu, seperti: Lagi
lagi Mujahidin, lagi lagi Islam Radikal, atau lagi lagi ISIS. Bahaya publikasi menyimpang
dari sebuah media, bisa berdampak sangat besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Karenanya,
tujuan dari artikel ini murni sebagai kritik pada mereka yang dikatakan wartawan atau jurnalis
untuk tidak mudah memuat suatu berita berdasar atas opini subjektif atau informasi yang belum
pasti.