Anda di halaman 1dari 2

Background

- Sindroma nefrotik adalah keadaan klinis yang ditandai dengan proteinuria


massif (40 mg/m2/jam atau >50 mg/kgBB/24 jam atau dipstick +2 atau
rasio albumin/kreatinin >2 mg/mg), hipoalbuminemia (< 2,5 g/dL),
hiperkolesterolemia (>200 mg/dL) dan edema.
- Insidensi sindrom nefrotik pada anak bervariasi antara 2-7 dari 100.000
pasien yang berusia 16 tahun. Lebih dari 80% anak berusia dibawah 13
tahun merupakan sindrom nefrotik dengan kelainan minimal.
- Terapi kortikosteroid telah menurunkan angka mortalitas dari 35% menjadi
3%. sekarang terapi steroid dapat dimulai tanpa didahului biopsi ginjal bila
anak menunjukan gambaran klinis yang sesuai dengan sindrom nefrotik.
- Regimen pengobatan sindrom nefrotik pada anak telah disusun oleh ISKDC
dan APN tapi masih terdapat perdebatan untuk menentukan terapi yang
optimal.

Objektif

- Tujuan studi ini adalah untuk memberikan rangkaian pilihan terapi pada anak
dengan sindroma nefrotik dengan minimal change nephropathy.

Metodologi

- Data diambil dari penelitian-penelitian Randomized dan Quasy-Randomized


trials yang meneliti tentang kortikosteroid, alkylating agents dan siklosporin
pada sindrom nefrotik yang responsive terhadap steroid yang diambil dari
Medline (1966 sampai juli 2000) dan Embase (1988 sampai juli 1999).
- Referensi juga dicari dari percobaan-percobaan lain yang terkait, buku-buku
nefrologi dan dari pertemuan-pertemuan ilmiah yang membahas sindroma
nefrotik.
- Penelitian yang diambil yaitu jika penelitian tersebut melibatkan anak yang
berusia 3 bulan samapai 18 tahun yang mengalami sindrom nefrotik .
- Anak dengan sindrom nefrotik reisiten steroid , sindrom nefrotik congenital,
atau sindrom nefrotik yang berhubungan dengan glomerulonefrotik lain di
eksklusi.

Result

- Pada initial terapi,terdapat 8 penelitian yang dibandingkan menegenai


lamanya pengobatan. Didapatkan hasil bahwa durasi pengobatan yang lebih
lama dan dosis yang lebih tinggi akan menurunkan relaps secara signifikan,
jumlah pasien yang relaps pertahunnya berkurang, dan menurunkan
frekuensi relaps, dengan efek samping yang sama.
- Terapi saat relaps:
a. dari 5 penelitian didapatkan hasil bahwa tidak terdpat perbedaan yang
berarti pada penggunaan prednisone single dose atau dosis terbagi.
b. Deflazacort dapat menurunkan relaps selama terapi
c. Frekuensi relaps ga dipengaruhi oleh durasi terpi relaps
- Alternative terapi :
- 5 penelitin membandingkan sitotoksik terpai menggunakan alkylating agents
yakni klorambusil dan sikloposmapamid, dan para nefrologis memilih
siklospospamid sebagai obat pilihan
- Alkylating agnets merupakn pilihan pertama dibandingkan dengan siklosporin
karena mempunyaiefek remisi yang panjang.