Anda di halaman 1dari 10

A.

Identitas jurnal
Judul Jurnal : Informal Caregivers of People With Dementia: Problems,
Needs and Support in the Initial Stage and in Subsequent Stages of Dementia: A
Questionnaire Survey
Sumber jurnal : Proquest
Nama jurnal : The Open Nursing Journal
Penulis : Marieke Zwaanswijk, Jos M. Peeters, Adriana P.A. van
Beek, Julie H.C.M. Meerveld dan Anneke L. Francke
Tahun : 2013
Edisi :7
Halaman : 6 13

B. Latar belakang
Merawat lansia demensia penuh dilema bagi keluarga, walaupun setiap hari selama
hampir 24 jam keluarga merawat lansia, mungkin lansia tidak dapat mengenal dan
mengingat siapa keluarga yang merawatnya. Keluarga sebagai pengasuh informal
yang tidak memiiiki kesiapan mental sering merasa frustasi dan putus asa karena
merasa tidak dapat memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintai dan sulit
beradaptasi terhadap dampak yang muncul pada keluarga dalam merawat lansia
dengan demensia. Merawat lansia dengan demensia juga menimbulkan masalah
fisik dan masalah psikologis, sehingga pada sebagian keluarga yang merawat
lansia dengan demensia dapat mengalami depresi. Kurangnya pemahaman
pengasuh informal atau keluarga dalam hal merawat lansia dengan dimensia sering
menimbulkan masalah, oleh karena itu perawat perlu memberikan dukungan dan
pengetahuan menganai masalah ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan
mencegah beban yang serius pada pengasuh informal. Tujuan dari penulisan ini
adalah untuk mengetahui permasalahan apa yang sedang terjadi pada pengasuh
informal serta peran perawat sebagai pemberi dukungan kepada pengasuh
informal dalam hal merawat penderita dimensia.

1
C. Konsep Teori
Demensia ditandai dengan hilangnya progresif fungsi sosial dan kognitif. Selama
perjalanan penyakit, penderita demensia menjadi semakin tergantung pada perawatan
orang lain. Baik jumlah dan tingkat keparahan gejala peningkatan dan fungsi sehari-
hari serta partisipasi dalam kegiatan sosial menjadi semakin sulit (Andrieu S, Bocquet
H, Joel A, et al, 2005 dalam Zwaanswijk, Peeters, van Beek, Meerveld, & Francke,
2013)
Menurut Blieler (2013) dalam Mittleman & Bartels (2014) dampak buruk dan
meningkatnya biaya demensia tidak hanya berpengaruh pada orang yang memiliki
penyakit, tetapi juga keluarga. Sebuah badan ekstensif menunjukkan bahwa merawat
anggota keluarga dengan demensia memiliki konsekuensi kesehatan fisik dan mental
substansial negatif, selain biaya kesempatan langsung dan kehilangan ditanggung
oleh keluarga. Pada pengasuh keluarga sering kali meningkat dalam hal risiko stres,
depresi, dan penyakit fisik. 61% perawat dinilai memiliki tingkat stres emosional
yang tinggi, dan sekitar sepertiga gejala dilaporkan mengalami depresi. Pengasuh
orang dengan demensia kemungkinan memiliki status kesehatan lebih rendah
dibandingkan dengan pengasuh lainnya dan melaporkan bahwa kesehatan mereka
terasa menurun sejak mereka mulai mengasuh. Pemeriksaan kesehatan ini dikuatkan
oleh bukti fisik: pengasuh keluarga penderita demensia lebih mungkin jika
dibandingkan dengan pengasuh lainnya memiliki tingkat hormon stres, fungsi
kekebalan tubuh yang menurun, penyembuhan luka lambat, dan onset baru hipertensi
dan penyakit jantung koroner.
Menurut R Schulz & LM Martire, (2004) dalam Zwaanswijk, Peeters, van Beek,
Meerveld, & Francke ( 2013) penyediaan perawatan informal dapat menjadi beban
yang serius dan negatif bagi mereka serta dapat mempengaruhi kesehatan mental dan
fisik mereka, terutama jika mereka dipersiapkan untuk jangka waktu yang lama.

Durasi pengasuhan sebelum masuk di sebuah panti jompo adalah prediksi terkuat
untuk beban yang dirasakan dan kemudian menurun setelah masuk. Periode lebih
lama dari waktu yang dihabiskan saat pengasuhan bisa mewakili peningkatan

2
tuntutan pelayanan dan dengan demikian meningkatkan rasa beban. (S Yeh, Johnson
MA, Wang S, 2002 dalam Zwaanswijk, Peeters, van Beek, Meerveld, & Francke,
2013)

Beban pengasuh ini tidak hanya terkait dengan penyediaan perawatan, tetapi juga
dengan fakta bahwa pengasuh informal yang harus belajar untuk mengatasi penyakit
dan perubahan dalam perilaku orang dengan demensia. Kursus progresif dan sering
tak terduga dari demensia menimbulkan tantangan yang cukup besar untuk pengasuh
informal. Mengidentifikasi kerugian yang dilaporkan pada tingkat yang berbeda
dalam keluarga, dan berbagai metode yang digunakan untuk mengatasi penurunan
dan untuk mempertahankan fungsi keluarga mereka. (MA, Bull, 1998 dalam
Zwaanswijk, Peeters, van Beek, Meerveld, & Francke, 2013)
Mayoritas pengasuh menerima dukungan yang kecil, memiliki pengetahuan buruk
dari layanan formal yang tersedia, dan memiliki kesulitan perencanaan ke depan
untuk kebutuhan perawatan masa depan. Pengasuh sendiri melaporkan kurangnya
kesiapan untuk memberikan perawatan. Jadi, memberikan dukungan kepada
pengasuh informal yang oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan
kesejahteraan mereka dan mencegah beban pengasuh yang serius. Sangat penting
untuk dapat cukup mendukung pengasuh informal dalam cakupan masalah yang
mereka alami dalam merawat orang dengan demensia dan kebutuhan dukungan
mereka. Meskipun beberapa studi telah membahas kebutuhan pengasuh informal dan
telah menyelidiki apakah masalah dan kebutuhan pengasuh informal berubah selama
perjalanan penyakit. Peningkatan gejala penyakit dapat menyebabkan pengasuh
informal di tahap akhir demensia mengalami lebih banyak masalah dan memiliki
kebutuhan kuat untuk dukungan profesional tambahan dari pengasuh orang dengan
gejala awal demensia (Perren S, Schmid R, Wettstein, 2006 dalam Zwaanswijk,
Peeters, van Beek, Meerveld, & Francke, 2013).
Di sisi lain, telah menyarankan bahwa pengasuh informal yang mengembangkan
strategi bertahan dan menerima peningkatan jumlah dukungan profesional selama
proses penyakit, yang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk menangani

3
kondisi perubahan dan meningkatnya kebutuhan dari orang dengan demensia
(Wijeratne C, 1997 dalam Zwaanswijk, Peeters, van Beek, Meerveld, & Francke,
2013).

Sebuah studi pekerja kesehatan di rumah pada tahun 2011 telah ditetapkan lebih
lanjut mengenai karya pemberdayaan sebagai peningkatan pengetahuan tentang
penyakit dan ketersediaan sumber daya kesehatan, terkait pengasuh dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan, meyakinkan pengasuh tentang kemampuan
mereka untuk memberikan perawatan, advokasi untuk keinginan keluarga,
memberikan sumber daya untuk perawatan di rumah, dan mendorong untuk mencari
sumber lain dari dukungan dan untuk merawat diri mereka sendiri (Stajduhar KI,
Funk L, Wolse F, Crooks V, Roberts D, Williams AM, et al, 2011 dalam Klug, Halaas,
& Peterson, 2014)

4
D. Kerangka Teori
Dimensia

Pengasuh informal (pasangan mereka, anak, saudara, teman)

Masalah

Menurunnya Kurangnya pengetahuan Kurangnya kesiapan untuk


kesehatan fisik pengasuh informal untuk memberikan perawatan
diakibatkan stress dan mengatasi penyakit dan dalam jangka waktu yang
depresi yang perubahan dalam perilaku lama
meningkat selama orang dengan demensia
merawat dimensia
Peran perawat sebagai pemberi dukungan profesional :

1. Pemberdayaan sebagai peningkatan pengetahuan tentang penyakit dan


ketersediaan sumber daya kesehatan,
2. Terkait pengasuhan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,
3. Meyakinkan pengasuh tentang kemampuan mereka untuk memberikan
perawatan,
4. Advokasi untuk keinginan keluarga,
5. Memberikan sumber daya untuk perawatan di rumah,
6. Mendorong untuk mencari sumber lain dari dukungan dan untuk
merawat diri mereka sendiri.

E. Metode
Data dikumpulkan dalam rangka Program Demensia Nasional Belanda, yang
dianjurkan pada tahun 2005 oleh Departemen Belanda Kesehatan, Kesejahteraan
dan Olahraga untuk meningkatkan perawatan terpadu untuk penderita demensia dan
mereka pengasuh informal. Para relawan yang bersedia yakni pengasuh informal
dengan informasi lisan dan tulisan terstruktur tentang penelitian, dan meminta
mereka untuk mengisi kuesioner survei, mengikuti prosedur yang dijelaskan di
kuesioner manual. Selain itu, terdapat juga beberapa pengasuh informal yang

5
direkrut melalui penyedia layanan profesional (misalnya manajer kasus dan
profesional di penitipan atau rumah jompo).
Dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner dengan mengajukan tiga
pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang bisa dialami selama terjadinya
awal gejala demensia (misalnya tidak menjadi cukup akrab dengan opsi dukungan
yang tersedia ketika orang didiagnosis dengan demensia, dan tidak menerima
informasi yang cukup tentang gejala dan perkembangan demensia). pengasuh
informal ditanya apakah mereka pernah mengalami masalah ini. Pertanyaan
berikutnya mengacu pada masalah yang mungkin terjadi selama perjalanan
penyakit, seperti berurusan dengan perubahan perilaku pada orang dengan
demensia, masalah dalam komunikasi dengan penyedia layanan kesehatan, dan
hilangnya kontak dengan keluarga dan teman-teman. pengasuh informal diminta
untuk menunjukkan apakah masalah ini telah terjadi dalam dua bulan terakhir.
Kuesioner juga menyelidiki jenis dukungan profesional dalam merawat penderita
demensia dan kebutuhan pengasuh informal untuk dukungan profesional tambahan
dalam merawat penderita demensia. Selain itu, pengasuh informal yang diminta
untuk menunjukkan sejak kapan orang dengan demensia menunjukkan gejala
demensia. Jenis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes chisquare,
dengan p <0,01, dan menggunakan SPSS 14.0, yang digunakan untuk menguji
perbedaan antara pengasuh informal orang di tahap awal dan di tahap akhir
demensia.
Metode dalam penelitian ini sangat positif digunakan untuk pengambilan data di
masyarakat Karena lebih dapat membantu para pengasuh informal dan perawat
dalam memahami masalah yang terjadi pada pengasuh informal dalam merawat
penderita dimensia.

F. Sasaran
Sasaran pada penelitian ini yaitu para pengasuh informal seperti pasangan suami
istri, anak-anak mereka, saudara atau teman-teman lain.

G. Hasil Penelitian

6
Hampir semua pengasuh informal yang mengalami masalah dalam merawat
penderita demensia. Hal Ini diterapkan untuk pengasuh informal pada tahap awal
bagi penderita demensia (98,9% masalah yang berpengalaman), serta pengasuh
informal orang yang memiliki gejala demensia untuk jangka waktu yang lebih lama
(1-4 tahun: 99,1%;> 4 tahun: 98,0%, uji chisquare, p> 0,01). Masalah yang paling
sering disebutkan dalam tahap awal maupun di tahap berikutnya dari demensia
yaitu Perubahan perilaku orang dengan demensia dan takut masuk ke panti jompo.
data pada tabel 2 menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam masalah dialami
oleh pengasuh informal orang di tahap awal dan dalam tahap selanjutnya dari
demensia. pengasuh informal orang di tahap berikutnya dari demensia lebih sering
mengalami masalah dalam jaringan sosial mereka daripada pengasuh informal
orang pada tahap awal demensia. Hal ini tercermin dari temuan bahwa 49,1% dari
pengasuh informal orang yang memiliki gejala demensia untuk minimal 4 tahun
dilaporkan memiliki kurangnya kontak dengan teman-teman dan kenalan, berbeda
dengan hanya 25,6% dari pengasuh informal orang di tahap awal demensia.
Masalah seperti kesepian dan kurangnya kontak dengan kerabat juga lebih sering
disebutkan secara signifikan oleh pengasuh informal orang di tahap berikutnya dari
demensia. pengasuh informal pada penderita demensia relative sering mengalami
perawatan mereka dengan demensia secara fisik terlalu menuntut. Mereka juga
takut bahwa masalah kesehatan mungkin terjadi karena relative kesulitan dalam
berkomunikasi mengenai penyakit fisik. Mereka melaporkan masalah ini secara
signifikan lebih sering daripada pengasuh informal orang dengan tahap awal
demensia (uji chi-square, p <0,01).
Penggunaan Dukungan Profesional pengasuh Jenis Rawat Kebanyakan resmi
melaporkan bahwa mereka relatif menerima beberapa jenis dukungan profesional
rawat jalan, pada tahap awal demensia (86,5%), serta di tahap-tahap selanjutnya (1-
4 tahun: 91,1%;> 4 tahun: 93,6%; chi-square tes, p> 0,01).

H. Implikasi

7
pada penelitian ini membahasa mengenai masalah apa saja yang tengah dialami
oleh pengasuh informal sebagai caregiver bagi dimensia. Kegunaan dalam dunia
keperawatan yaitu agar perawat dapat meningkatkan dorongan professional bagi
pengasuh informal dalam merawat dimensia sehingga tidak terjadi beban yang
serius bagi pengasuh informal. Dan sebagai perawat bukan hanya sekedar
memberikan dorongan kepada para pengasuh informal tetapi juga meningkatkan
kemampuan diri untuk intervensi terbaik yang akan diberikan pada perawatan
penderita dimensia.

I. Kekurangan
- Issue jurnal tidak dicantumkan
- Teori yang dicantumkan dalam jurnal ini, baik itu dari jurnal utama maupun
dari jurnal pendukung, memiliki sedikit kekurangan dalam segi kuantitasnya.

J. Kelebihan
- Jurnal ini cukup ringkas untuk dibaca
- Isi jurnal utama lebih mudah dipahami dibandingkan dengan isi jurnal
pendukung
- Sebagian besar jurnal ini telah memenuhi dari segi format isi jurnal, yaitu
aspek-aspek jurnal yang terdiri dari judul jurnal hingga saran dan
rekomendasinya.
- Mengangkat judul yang jelas dan mudah dipahami serta masalah kesehatan
yang fenomenal di intervensi keperawatan.
- Nama penulis sudah dicantumkan dengan jelas
- Metodologi penelitian sudah disajikan dengan jelas dan lengkap

8
- Setting penelitian yang terdiri dari tempat yang telah jelas disebutkan
- Kesimpulannya jelas dan sudah cukup mencakup teori yang ada didalam
jurnal penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Klug, M. G., Halaas, G. W., & Peterson, M. L. (2014). North Dakota Assistance
Program For Dementia Caregivers Lowered Utilization, Produced Savings,
And Increased Empowerment. HEALTH AFFAIRS 33(4), 605-612.

Mittelman, M. S., & Bartels, S. J. (2014). Translating Research Into Practice: Case
Study Of A Community-Based Dementia Caregiver Intervention. HEALTH
AFFAIRS 33(4), 587-595.

Zwaanswijk, M., Peeters, J. M., van Beek, A. P., Meerveld, J. H., & Francke, A. L.
(2013). Informal Caregivers of People with Dementia: Problems, Needs and
Support in the Initial Stage and in Subsequent Stages of Dementia: A
Questionnaire Survey. The Open Nursing Journal, 7, 6-13.

9
10