Anda di halaman 1dari 22

permataku

Monday, August 3, 2015


Asuhan Kebidanan KALA II LAMA

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF

PADA IBU BERSALIN Ny F GI P0000 Ab000 UK 37-38


MINGGU
DENGAN KALA II LAMA DI RS BAPTIS BATU

Oleh :
FITRIANA HOAR KLAU
2012740097

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Kebidanan III


(Patologis)
Program Diploma III Kebidanan
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN
AKADEMI KEBIDANAN WIRA HUSADA NUSANTARA
MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan kesehatan yang terfokus pada
kesehatan ibu dan anak, tetapi tidak menutupi kemungkinan pada pelayanan
kesehatan secara umum. Pelayanan kebidanan ini perlu sekali ditingkatkan
mengingat angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih cukup tinggi. Untuk
mengurangi semakin tingginya angka kematian tersebut maka diperlukan asuhan
kebidanan pada masa agar dapat segera diketahui secara dini sehingga dapat
ditangani dan mendapatkan pertolongan.
Asuhan ibu hamil sangat diperlukan bagi ibu yang hamil, karena merupakan
periode krisis baik bagi ibu maupun bayinya. Kurang lebih 60% kematian ibu akibat
kehamilan, terjadi setelah persalinan 40% yang terjadi selama 24 jam.
Dalam kasus ini penulis memilih ibu hamil pada trisemester ketiga
dikarenakan pada kehamilan tua ibu hamil banyak mengandung resiko dan
mengalami kecemasan menghadapi persalinannya.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan pada
2. Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu:
a. Melakukan pengkajian data ibu hamil.
b. Mengidentifikasi masalah dan diagnosa pada ibu hamil.
c. Mengembangkan rencana asuhan kebidanan.
d. Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dalam asuhan kebidanan.
e. Mengevaluasi hasil pelaksanaan dan melakukan asuhan kebidanan selanjutnya.

1.3 Metode Penulisan


Metode penelitian ini adalah studi dalam bentuk studi kasus. Tehnik pengumpulan
data sebagai berikut:
- wawancara
- pemeriksaan fisik
- studi kepustakaan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Metode Penulisan
D. Sistematika Penulisan
BAB II : Tinjauan Pustaka
A. Landasan Teori
B. Konsep Manajemen Kebidanan
BAB III : Tinjauan Kasus
A. Pengkajian : Data Subyektif
Data Obyektif
B. Identifikasi Masalah
C. Intervensi
D. Implementasi
E. Evaluasi
BAB IV : Pembahasan
BAB V : Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 KONSEP PERSALINAN

A. Definisi
a. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat
hidup kedunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
(Mochtar, 1998 : 91)
b. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang telah cukup
bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain,
dengan bantuan (kekuatan sendiri).
(Manuaba, 1998 : 151)
c. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari
dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
(Saifuddin, 2002 : 180)
B. Bentuk Persalinan
a. Persalinan spontan
Bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri.
b. Persalinan buatan
Bila proses persalinan dengan bantuan dari luar.
c. Persalinan anjuran
Bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan
rangsangan.
C. Sebab-Sebab Yang Menimbulkan Persalinan
a. Teori Penurunan Hormonal
1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan
progesteron. Progesteron sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan
menyebabkan kesenjangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar
progesteron turun.
b. Teori Plasenta Menjadi Tua
Akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebakan
kekejangan pembuluh darah, hal itu akan menyebabkan kontraksi rahim.
c. Teori Distensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan menegang menyebabkan iskemia otot-otot rahim,
sehingga mengganggu sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenta.
d. Teori Iritasi Mekanik
Di belakang serviks terletak ganglion servikalis (fleksus frankenhauser) bila
ganglion ini digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin akan timbul kontraksi
uterus.
e. Induksi Partus
Partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :
1. Ganggang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang
fleksus frankenhauser.
2. Amniotomi : pemecahan ketuban.
3. Oksitosin drip : pemberian oksitosin menurut tetesan perinfus.
(Mochtar, 1998 : 92)
D. Tanda-tanda Permulaan Persalinan
a. Lightening/ setting/ dropping yaitu kepala turun memasuki PAP terutama pada
primigravida pada multi para tidak begitu terlihat.
b. Perut kelihatan makin melebar, fundus uteri menurun.
c. Perasaan sering-sering/ sudah kencing (pola kisuria) karena kandung kemih tertekan
oleh bagian bawah rahim.
d. Perasaan sakit diperut dan dipinggang oleh adanya kontraksi.
Kontraksi lemah dari uterus disebut falselabot pains.
e. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur
darah (bloody show).
(Mochtar, 1998 : 93)
E. Tanda-tanda Inpartu
a. Rasa sakit adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur.
b. Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan
kecil pada serviks.
c. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
F. Faktor-faktor Yang Berperan Dalam Persalinan
a. Kekuatan mendorong janin keluar (power).
1. HIS (kontraksi uterus).
2. Kontraksi otot-otot dinding perut.
3. Kontraksi diafragma.
4. Ligamentum action terutama ligamentum retundum.
(Mochtar, 1998 : 93)
G. Mekanisme Persalinan
a. Kala I (Kala Pembukaan)
Kala pembukaan dibagi dalam 2 fase :
1. Fase laten
Dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm
berlangsung 7-8 jam.
2. Fase aktif
Berlangsung dalam 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase :
- Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
- Periode dilatasi maximal :selama 2 jam pembukaan berlangsung sampai 9 cm.
- Periode deseleasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm/ lengkap.
b. Kala II
Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat dan lebih lama, kira-kira 2-
3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah
tekanan-tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektonis menimbulkan
rasa mengedan, karena tekanan pada rectum ibu merasa seperti mau BAB, dengan
tanda anus membuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka
dan perineum menegang. Dengan his mengedan yang terpimpin, akan lahirlah
kepala diikuti oleh seluruh badan bayi. Pada kala II primi : 1 - 2 jam, pada multi
- 1 jam.
c. Kala III (Kala Pengeluaran Uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan
fundus uteri setinggi pusat dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 kali sebelumnya.
Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 1-2
menit seluruh plasenta terlepas terdorong ke vagina dan lahir spontan/ dengan
sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya
berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan
pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc.
d. Kala IV (Observasi)
Adalah pengawasan selama 2 jam, selama 1 jam setelah bayi lahir dan cek jalan
lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya pendarahan post
partum.
(Mochtar, 1998 : 94-97)
H. Patograf
a. Definisi
Adalah alat yang dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu
petugas kesehatan dalam mengambil keputusan dalam pelaksanaan.
b. Fase aktif (pembukaan 4)
Petugas harus mencatat kondisi ibu dan janin sebagai berikut :
1) DJJ tiap 30 menit (normalnya 120-160 x/menit).
2) Warna dan adanya air ketuban
U : ketuban utuh.
J : ketuban pecah dan jernih.
D : ketuban pecah dan bercampur darah.
M : ketuban pecah dan bercampur mekonium.
K : ketuban pecah dan tidak ada air ketuban.
3) Molase
0 : sutura terpisah.
1 : sutura (pertemuan 2 tulang tengkorak).
2 : sutura tumpang tindih tetapi dapat diperbaiki.
3 : sutura tumpang tindih tetapi tidak dapat diperbaiki.
4) Pembukaan serviks
Dinilai setiap 4 jam dan diberi tanda silang (x).
5) Penurunan.
Mengacu pada bagian kepala yang teraba diatas sympisis pubis.
6) Waktu.
7) Jam.
8) Kontraksi.
9) Oksitosin.
10) Obat yang diberikan.
11) Nadi, tekanan darah, suhu.
12) Protein, asetan dan volume urin.
(Saifuddin, 202 : N-12)

2.2 KONSEP DASAR PARTUS LAMA


A. Pengetian
a. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan
lebih dari 18 jam pada multi.
(Sinopsis Obstetri Jilid I, Hal 384).
b. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam.
( Kapita Selekta Rutin Pelaksanaan Obstetri. Hal 243).
B. Etiologi
a. Faktor-faktor penyebabnya antara lain:
b. Kelainan letak janin
c. Kelainan panggul
d. Kelainan his
e. Pimpinan partus yang salah
f. Janin besar atau ada kelainan konginetal
g. Primi tua
h. Perut gantung atau grandemulti
i. KPD
j. Respon stress

C.

Terapi

Analgesik

Oksitosin menurun

Otot polos relaksasi

Kontraksi menurun

Terjadi kelambatan dalam persalinan

Nyeri kontraksi yang berlebihan


Tirah baring
Pembatasan gerak
Terjadi imobilisasi

Stress

Menyebabkan endortin, ACTH, kontisol, Epinoprin meningkat

Mengurangi kontraksi

Menghambat dilatasi servik

Persepsi nyeri meningkat


Partus lama
Patofisiologi
D. Faktor Predisposisi
a. Animea
b. Ibu bertubuh kecil
c. Diabetes maternal
d. Bayi makrosomi
e. Panggul sempit, kelainan servik, vagina, tumor
E. Gejala klinik
a. Pada Ibu
Gelisah, letih, suhu badan meningkat, nadi cepat, pernafasan cepat. Di daerah lokal
sering dijumpai Ring v/d Bandl, oedema vulva, oedema serviks, cairan ketuban
berbau, terdapat mekonium.
b. Pada Janin
- Denyut jantung janin cepat atau tidak teratur bahkan negatif, air ketuban hijau,
kental, berbau.
- Kaput suksedenum yang besar
- Molage kepala yang hebat
- Kematian janin dalam kandungan
- Kematian janin intra partal.
F. Penanganan
a. Perwatan pendahuluan
Suntikan corton acetat 100-200 mg intra muskular
Penisilin prokain 1 juta IU intramuskular
Streptomisin 1gr intramuskular
Infus cairan glukose 5-10%
Istirahat ijam untuk observasi, kecuali bila keadaan mengharuskan harus segera
bertindak.
b. Pertolongan
Dapat dilakukan partus sepontan, ekstrasi vakum, ekstraksi forsep, manual aid pada
letak sungsang, embriotomi bila janin meninggal, seksio sesarea, dan lain-lain.

2.3 KONSEP MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN

I. Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu
pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara : Bertahap dan
sistematis, melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan, manajemen
Kebidanan menurut Varney, 1997
1. Proses pemecahan masalah
a. Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah.
b. Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis.
c. Untuk pengambilan suatu keputusan
d. Yang berfokus pada klien.
2. Langkah-langkah
a. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara
keseluruhan.
b. Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.
c. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi
penanganannya.
d. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, konsultasi, kolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien.
e. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan
keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya.
f. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman
g. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan, mengulang kembali manajemen
proses untukaspek-aspek asuhan yang tidak efektif.
Langkah 1: Tahap Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari
semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien.Yang terdiri dari data subjektif
data objektif. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil
pengumpulan data klien melalui anamnesa. Yang termasuk data subjektif antara
lain biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan
dan nifas, biopsikologi, spiritual, pengetahuan klien.
Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan
fisik klien, hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data
fokus. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan
dan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi,
auskultasi, perkusi), pemeriksaan penunjang (laboratorium, catatan baru dan
sebelumnya).
Langkah II : Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan
interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
Langkah III: Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi
penanganannya
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial
berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini
membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Bidan
diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini
benar-benar terjadi.
Langkah IV: Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, untuk melakukan konsultasi,
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk
dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain
sesuai dengan kondisi klien.
Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah
sebelumnya.Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau
diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi.
Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada
langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bisa
dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim
kesehatan lainnya. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung
jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.
Langkah VII: Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan
meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi
sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan
masalah. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam
pelaksanaannya.

BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN
Pada Ny P GIP0000Ab000 UK 37-38 minggu dengan Kala II Lama
Di RS BAPTIS BATU
3.1 PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian : 15 maret 2015
Jam : 10.15 WIB
Tempat : RS Baptis Batu
1. Data Subyektif
1. Biodata
Nama Istri : Ny F Nama Suami : Tn A
Umur : 19 tahun Umur : 28 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : Perguruan Tinggi Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat : Pujon Malang Alamat :Pujon Malang
2. Alasan datang
Ibu datang ke rumah sakit rujukan bidan karena kala II lama dengan di pimpin 1 jam
tidak ada kemajuan.
3. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama dengan usia kehamilan 37-38 minggu.
Saat ini ibu mengeluh kenceng-kenceng sejak jam 08.00 WIB
4. Riwayat menstruasi
Menarche : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 8 hari
HPHT : 28-06-2015
TP : 05-04-2015
5. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, HIV/ AIDS,
penyakit menurun seperti hipertensi, DM, penyakit menahun seperti jantung.
6. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakana ini kehamilan pertama sudah merasakan kenceng- kenceng mulai
jam 08.00 wib pembukaan lengkap dibidan jam 08.10 wib sudah dipimpin 1 jam
tidak ada kemajuan dan dirujuk ke RS Baptis Batu.
7. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti
asma, TBC, penyakit menurun seperti hipertensi, DM dan penyakit menahun. Ibu
juga tidak mempunyai keturunan kembar
8. Riwayat Kehamilan ini
Trimester I : ANC 1 x, keluhan mual, muntah, suntik TT 1x dapat Fe dan vitamin
Trimester II : ANC 3x, keluhan (-), merasakan pergerakan janin saat UK 5 bulan
Trimester III : ANC 4x, keluhan sering kencing
9. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola Istirahat
Sebelum sakit : Makan 3x sehari, 1 porsi (nasi, sayur dan lauk) Minum 67x/hari
b. Pola eliminasi
Sebelum sakit : Ibu mengatakan BAK 47 x/hari, jernih, bau khas, BAB 1x/hari konsistensi lunak,
warna kuning, bau khas
c. Pola istirahat
Sebelum sakit : Ibu mengatakan istirahatnya tidak terganggu Istirahat siang + 2 jam, istirahat malam
+ 8 jam
d. Pola aktivitas
Sebelum sakit : Ibu mengatakan melakukan aktivitas rumah tangga seperti biasa seperti biasa seperti
memasak, menyapu dan mengepel
e. Pola kebiasan lain
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum-minuman keras dan tidak minum
jamu
10. Keadaan psikologis, sosial dan spiritual
Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya, begitu juga dengan suami dan
keluarganya, karena kehadiran bayi sangat diharapkan
Ibu menganut agama Islam dan menjalankan ibadah sesuai agamanya
2. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : cukup
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36,5oC
2. Pemeriksaan Fisik
Rambut : Hitam, bersih, tidak rontok, tidak lembab
Kepala : Simetris, tidak ada bekas luka, tidak ada benjolan
Wajah : Pucat, bentuk ovale, terdapat cloasma gravidarum
Mulut : Bibir tidak kering, tidak ada caries gigi, tidak ada radang pada tonsil
Telinga : Simetris, bersih tidak ada gangguan pendengaran
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, pembesaran vena jugularis (-), pembesaran
kelenjar thyroid
Dada &payudara :Simetris, puting susu menonjol, terdapat hiperpigmentasi areola mamae dan papila
mamae, colostrum +/+
Abdomen : Membesar, sesuai usia kehamilan, terdapat linea nigra, tidak ada bekas luka.
Palpasi : Leopold I : teraba lunak, tidak melenting, melebar (bokong).
Leopold II : teraba keras, panjang, ada tekanan pada perut ibu sebelah kanan (PUKA).
Leopold III : teraba bagian terbawah keras, bulat, melenting ( kepala).
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP.
Auskultasi : DJJ : 138x/ menit.
Pemeriksaan dalam :
v/v : keluar darah dan lendir
pembukaan 10 cm
ketuban (-)
eff 100%
bagian terendah kepala
bagian terdahulu uuk
hodge 1

3.2 ANALISA DIAGNOSA DAN MASALAH


Dx : GI P0000 Ab000 UK 37-38 Minggu dengan kala II lama
Ds : Ibu mengatakan ini hamil anak pertama, merasa kenceng-kenceng sejak jam08.00
WIB dan ingin meneran.
Do : Keadaan umum : Cukup
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
S : 36,5oC
Inspeksi
Muka : tidak nampak pucat
Genetalia : Keluar lendir dan darah,labia mayor oedeme
Palpasi
Abdomen : TFU 31 cm,letak kepala,His 3 x 30 35 menit
Auskultasi
Abdomen : DJJ =138x/menit
Pemeriksaan dalam:
v/v : keluar darah dan lendir
pembukaan 10 cm
ketuban (-)
eff 100%
bagian terendah kepala
bagian terdahulu uuk
hodge 1
3.3 IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
Partus lama
3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Infus RL + Drip Oxytosin
Dorongan dan semangat untuk ibu

3.5 INTERVENSI
Dx : GI P0000 Ab000 UK 37-38 Minggu dengan kala II lama
Tujuan : Mengantisipasi agar tidak terjadi infeksi
Mengantisipasi agar tidak terjadi kegawat daruratan pada bayi
Ibu menyetujui tindakan sc yang akan dilakukan.
Kriteria hasil :
Keadaan Umum cukup
TTV dalam batas normal
Keadaan ibu dan janin baik
Tidak terjadi komplikasi
Intervensi :

1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga

R/ Pasien dan keluarga lebih kooperatif

2. Obervasi keadaan umum ibu dan TTV

R/ Parameter adanya infeksi dan komplikasi


3. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian advice
R/ Pemberian terapi obat yang tepat dapat membantu memperbaiki kondisi ibu dan
janin

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal: 15Maret2015 Jam: 11.45Wib
1) Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga agar mereka lebih kooperatif
2) Menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan tentang keadaan ibu dan
janinnya juga mengenai proses dan kemajuaan persalinannya
3) Memberikan inform concent pada keluarga klien untuk ditandatangani sebagai bukti
persetuan terhadap tindakan medis yang akan dilakukan pada klien
4) Melakukan observasi tanda tanda vital dan keadaan umum
5) Melakukan kerja sama dengan dokter SpOg dalam pemberian terapi dan untuk
tindakan yang akan dilakukan selanjutnya dengan tindakan SC.
6) Melakukan persiapan pre SC yaitu : memasang infus RL
7) Mengasisteni dokter SpOG untuk melahirkan bayi dengan SC.

3.7 EVALUASI
Tanggal : 15 maret 2015 Jam : 12.10 WIB
S : Ibu mengatakan kenceng kenceng sejak jam 11.10 wib
O : Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Suhu : 36,5oC
RR : 20 x/menit
Jenis Kelamin : Laki- laki
BB : 3600 gram
PB : 49 cm

A : Ny FG1 P000 Ab000 dengan post SC indikasi kala II lama


P :
1. Melakukan pengawasan 2 jam post partum (TTV, PPV, CU, kandung kemih)
2. Menganjurkan pasien untuk makan dan minum tanpa pantangan
3. Kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi
4. Menganjurkan untuk menjaga PH, melakukan mobilisasi dini.

BAB IV
PEMBAHASAN

Pembahasan merupakan studi kasus yang membahas kesamaan yang


ditemukan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus, untuk memudahkan dalam
penyusunan bab pembahasan, maka kami mengelompokkan sesuai langkah-langkah
manajemen manajemen kebidanan yang meliputi : pengkajian data, identifikasi
diagnosa dan masalah, intervensi, implementasi dan evaluasi.
Selama dalam menyusun laporan asuhan kebidanan ini tidak ditemukan
adanya kesenjangan teori dengan kasus. Pada kasus Ny F G I P0000 Ab000 UK 37-38
Minggu dengan kala II lama .

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Sebagai bidan harus siap segala kemungkinan yang terjadi saat persalinan
berlangsung
2. Kala II pada multi normalnya 1 jam jika pada primi 2 jam, jika lebih dari itu maka
bisa kita sebut kala II memanjang dan harus segera dirujuk sebelum kondisi janin
terjadi kegawatan.
5.2 Saran
Dalam melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin hendaknya kita sebagai
petugas kesehatan harus benar-benar jeli dalam melakukan pengkajian sehingga kita
dapat menentukan intervensi dan dapat melakukan asuhan secara kompeherensif
dalam upaya menurunkan AKI &AKB.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba.1988. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan


Bidan.EGC.Jakarta.

Mochtar Rustam, 1998. Synopsis Obstetric. EGC.Jakarta.

Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan.Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Setjalilakusuma L. 2000. Induksi Persalinan, dalam Ilmu Bedah Kebidanan. Yayasan


Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta.
Posted by Jupen Luan at 10:42 AM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Asuhan Kebidanan
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Labels
Anatomi (6)

Asuhan Kebidanan (13)

Jurnal (1)

laporan PKL (1)

Laporan PKL Kelompok (1)

Laporan PMBP (1)

makalah (23)

makalah Kebidanan (6)

Materi Kuliah (4)

Materi Kuliah Kebidanan (5)

Proposal (3)

Tutorial (5)

Blog Archive About Me


2015 (82)

o November (2)

o October (8) Jupen Luan


View my
complete profile
o September (33)

o August (39)

Cara menghilangkan tulisan Made as


evaluation of p...

makalah tentang oral trush

cara mengubah background folder


windows 7 edisi 2

cara mengubah background folder

Makalah ASUHAN NEONARUS


TENTANG IKTERUS

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN BALITA ASFEKSI...

SYNDROM dan GANGGUAN


PERNAFASAN

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN BALITA KELAINAN M...

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN ANAK BALITA DIAR...

MAKALAH ASUHANNEONATUS,
BAYI, dan ANAK BALITA D...

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN ANAK BALITA OBSTI...

MAKALAH FIMOSIS

MAKALAH KEJANG PADA


NEONATUS

Makalah Obstruksi billiaris

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN ANAK BALITA ATR...

ASUHAN KEBIDANAN
NEONATUS ATRESIA REKTI ATAU ANI

MAKALAH CEPHALHEMATOMA

MAKALAH ASUHAN NEONATUS


BAYI DAN ANAK BALITA CAPUT...

makalah Seborkes

Makalah IMUNISASI ULANG


(ANJURAN)

Makalah Asuhan Neonatus

Asuhan kebidanan NEONATAUS


BAYI DAN ANAK BALITA IK...

Asuhan Kebidanan Hemangioma

Asuhan Kebidan Endometritis

Cara Memandikan Bayi


...

Skripsi Jurusan Kehutanan Lengkap

Laporan Kelompok PKL

Laporan Kelompok PKL

Laporan PMBP Keguruan

Laporan Individu Praktek Kerja


Lapangan

Asuhan Kebidan Janin


Tunggal/Hidup/Intrauterin Inp...

Asuhan Kebidan Hiperbilirubin

Asuhan Kebidanan HYPEREMESIS


GRAVIDARUM

Asuhan Kebidanan KALA II LAMA

Asuhan Kebidanan LETAK


LINTANG

Asuhan Kebidanan PRE EKLAMPSI


BERAT (PEB)

Asuhan Kebidanan PLACENTA


PREVIA

Asuhan Kebidanan JANIN


TUNGGAL, HIDUP, INTRAUTRIN ...

Karya Tulis Ilmiah Kesehatan


Lengkap

Simple template. Powered by Blogger.