Anda di halaman 1dari 3

Pengujian Akuntansi Biaya

Konsep untuk mengaudit akuntansi biaya persediaan tidak jauh berbeda dengan yang
dibahas untuk siklus transaksi lainnya. Auditor sangat memperhatikan empat aspek
akuntansi biaya berikut:
1. Pengendalian fisik terhadap persediaan
Auditor menguji pengendalian fisik terhadap bahan baku, barang dalam proses, dan
barang jadi terbats pada observasi serta pengajuan pertanyaan.
2. Dokumen dan catatan untuk mentransfer persediaan
Perhatian auditor terutama pada memverifikasi tranfer persediaan dari satu lokasi
ke lokasi lainnya yang dicatat memang ada, semua transfer aktual sudah dicatat,
dan kuantitas, deskripsi, serta tanggal semua transfer yang dicatat sudah akurat.
3. File induk persediaan
Reliabilitas file induk persediaan perpetual mempengaruhi penetapan waktu dan
lingkup pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor. Jika file induk persediaan
perpetual sudah akurat, auditor dapat menguji persediaan fisik sebelum neraca.
4. Catatan biaya per unit
Keakuratan data biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead manufaktur
sengatlah penting untuk menyatakan secara wajar persediaan bahan baku, barang
dalam proses dan barang jadi. Agar data biayanya akurat, klien harus
mengintegrasikan catatan akuntansi biayanya dengan catatan produksi dan
akuntansi lainnya.

PROSEDUR ANALITIS

Prosedur analitis penting dalam pengaditan persediaan dan penggudangan,


sebagimana juga dalam siklus-siklus lainnya. Selain melakukan prosedur analitis yang
memeriksa hubungan saldo akun persediaan dengan akun-akun laporan keuangan
lainnya, auditor sering menggunakan informasi non-keuangan untuk menilai kewajaran
saldo persediaan yang bersangkutan. Setelah melaksanakan pengujian yang tepat atas
catatan akuntansi biaya dan prosedur analitis, auditor memiliki basis untuk merancang
dan melaksanakan pengujian rinci atas saldo akhir persediaan.
Prosedur Analitis untuk Siklus Persediaan dan Penggudangan
Prosedur Analitis Kemungkinan Kesalahan Penyajian
Membandingkan persentase laba kotor Lebih/kurang saji persediaan dari harga
dengn tahun lalu pokok penjualan
Membandingkan kecepatan perputaran Keusangan persediaan yang
persediaan dengan masa lalu mempengaruhi persediaan dan harga
pokok penjualan. Lebih/kursng saji
persediaan
Membandingkan harga pokok per unit Lebih/kurang saju harga pokok per unit
dengan tahun lalu yang mempengaruhi persediaan dari harga
pokok penjualan
Membandingkan biaya produksi tahun ini Kesalahan penyajian harga pokok per unit
dengan tahun lal persediaan, terutama biaya tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik, yang
mempengaruhi persediaan dan harga
pokok penjualan

OBSERVASI FISIK ERSEDIAAN


Karena persediaan sangat berbeda antara perusahaan yang satu dengan
perusahaan yang lain, maka pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha klien menjadi
lebih penting baik untuk observasi fisik persediaan maupun untuk penetapan harga serta
komplikasi dari pada untuk area-area audit yang lain. Dengan memahami pengaruh dari
bisnis dan bidang usaha klien terhadap persediaan, auditor menilai risiko bisnis klien
untuk menentukan apakah risiko tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya
kesalahan penyajian material dalam persediaan. Setelah menilai risiko bisnis klien,
auditor menentukan materialitas pelaksanaan dan menilai risiko inheren untuk
persediaan, yang pada umumnya tinggi pada bidang-bidang usaha seperti manufaktur
dan perusahaan dagang. Pada waktu menilai risiko pengendalian, auditor terutama
memusatkan perhatian pada pengendalian internal atas catatan perpetual, pengawasan
fisik, perhitungan persediaan, dan kompilasi persediaan serta penetapan harganya.

PERSYARATAN OBSERVASI PERSEDIAAN


Standar audit (SA 501.4) berisikan ketentuan sebagai berikut:
Jika persediaan berjumlah material dalam laporan keuangan, auditor harus memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat tentang eksistensi dan kondisi persediaan dengan:
a) Menghadiri perhitungan fisik persediaan, kecuali jika tidak praktis, untuk:
b) Melaksanakan prosedur audit tas catatan persediaan final untuk menemukan apakah
catatan tersebut mencerminkan hasil perhitungan fisik aktual.

Mengevaluasi Instruksi dan Prosedur yang Dibuat Manajemen


Metode apapun yang digunakan dalam pembukuan persediaan, klien harus
melakukan perhitungan fisik persediaan, tetapi tidak selalu harus dilakukan pada akhir
tahun. Pengendalian yang memadai atas penghitungan persediaan, antara lain meliputi
adanya instruktur dan prosedur yang dibuat manajemen tentang berbagai hal yang
berkaitan dengan pelaksanaan penghitungan fisik tersebut. Hal-hal yang relevan bagi
auditor dalam mengevaluasi instruksi dan prosedur tersebut meliputi:
Penerapan aktivitas pengendalian yang tepat dalam penghitungan fisik.
Identifikasi yang tepat atas persediaan yang ada.
Prosedur yang digunakan untuk mengestimasi kualitas fisik, seperti prosedur
yang mungkin diperlukan dalam mengestimasi kuantitas fisik suatu timbunan
batu bara, atau cairan yang disimpan dalam tangki.
Pengendalian terhadap pergerakan persediaan di antara area, serta pengiriman
dan penerimaan persediaan sebelum dan sesudah tanggal peritungan fisik.
Auditor perlu memahami perhitungan fisik yang akan dilakukan klien sebelum
perhitungan fisik berlangsung. Apabila persediaan penghitungan fisik persediaan
klien tidak memadai, auditor harus menggunakan waktu lebih banyak untuk
memastikan bahwa penghitungan fisik akurat.
Mengobsevasi Pelaksanaan Prosedur Penghitungan
Hal terpenting dalam mengobservasi persediaan adalah menentukan apakah
penghitungan fisik dilakukan sesuai instruksi yang telah ditetapkan klien. Untuk
mencapai hal tersebut, auditor wajib hadir pada saat penghitungan fisik
berlangsung. Apabila personil klien tidak mengikuti instruksi, auditor harus
memberitahu pengawas untuk memecahkan masalah atau memotovasi prosedur
observasi fisik. Keputusan auditor dalam observasi fisik persediaan adalah serupa
dengan keputusan yang dilakukan auditor dalam bidang audit yang lain.
Saat Perhitungan Fisik
Ukuran Sampel
Pemilihan Unsur