Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

World Health Organization (WHO) menjelaskan stroke adalah gangguan

fungsi otak yang onsetnya mendadak dengan manifestasi klinis berupa gangguan

fungsi serebral baik fokal maupun global, yang berlangsung lebih dari 24 jam tanpa

adanya kelainan vascular dan disebabkan oleh karena adanya kelainan peredaran

darah otak.7 Stroke merupakan penyebab kematian nomor 3 dengan presentasi 10%

dari kematian di dunia, dimana menurut WHO pada tahun 2012 terdapat 6,2 jt

kematian di sebabkan oleh stroke. Data lain dari American Heart

Association/American Stroke Association (AHA/ASA) dalam Heart Disease and

Stroke Statistics-2012 Update, menyebutkan bahwa setiap 4 menit seorang meninggal

karena stroke, selain penyebab kematian di dunia, stroke juga merupakan penyebab

kecacatan (disability) keenam di dunia, tanpa penanganan dan pencegahan sedini

1
2

mungkin maka stroke akan menjadi penyebab kecacatan keempat pada tahun 2030 di

seluruh dunia.12,21

Di Indonesia angka kematian oleh stroke selalu mengalami kenaikan dari

tahun ketahun Saat ini stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit

jantung dan kanker..21 Kemungkinan ada 500.000 penduduk di seluruh Indonesia

yang terdiagnosis dan tidak terdiagnosis stroke. 22 Ditemukan sebanyak 28,5%

penderita meninggal dunia dan sisanya menderita kelumpuhan sebagian atau total

yang mengharuskan penderita membutuhkan bantuan karena tidak dapat menjalankan

aktivitasnya dan hanya 15% saja yang dapat sembuh total dari serangan stroke dan

kecacatan.21

Pasien yang terkena stroke memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami

serangan stroke ulang. Serangan stroke ulang berkisar antara 30%43% dalam waktu

5 tahun. Kejadian setelah serangan otak sepintas, 20% pasien mengalami stroke

dalam waktu 90 hari, dan 50% diantaranya mengalami serangan stroke ulang dalam
3

waktu 2472 jam (Erpinz, 2010). Diabetes Melitus meningkatkan resiko sebesar dua

sampai tiga kali lipat untuk terjadinya stroke, baik stroke pertama maupun stroke

ulang. Pada 48 jam pertama stroke fase akut yang mengalami kenaikan kadar gula

darah sangat mempengaruhi angka mortalitas dan morbiditas yang terjadi, baik yang

terdiagnosa Diabetes Melitus (DM) sebelumnya maupun tidak.8,23 DM juga berperan

sebagai faktor independent kematian pada pasien stroke.23

Hiperglikemia yang menyertai stroke fase akut dapat menambah kerusakan

otak baik secara mekanik maupun dengan peningkatan stress oksidatif yang

menyebabkan adanya disfungsi endothelial nitric oxide (eNOS), sehingga

menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah otak, serta adanya adhesi leukosit yang

menyebabkan penyumbatan mikrovaskuler. Pengendalian kadar glukosa darah yang

ketat berhubungan dengan berkurangnya angka kematian pada pasien stroke yang

keadaannya kritis.24

Kasus stroke sendiri di tempat peneliti melakukan penelitian, yaitu di RSUD

Arifin Achmad Pekanbaru pada tahun 2011 sebanyak 264 kasus dan tahun 2012
4

sebanyak 329 kasus dengan DM ataupun non DM sebelumnya. 15 Oleh karena itu

maka diperlukan peneilitian tingkat keperahan pasien stroke yang mana akan dinilai

dengan NIHSS dan dihubungkan dengan kadar gula darah, maka penelitian ini

memfokuskan menilai keparahan stroke dan menghubungkannya dengan kadar gula

darah pada penderita stroke di tempat peneliti, yakni di Pekanbaru.

1.1 Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang masalah didapatkan rumusan masalah penelitian ini

adalah apakah terdapat hubungan severitas stroke yang dialami seseorang dengan

kadar gula darah baik dengan riwayat DM maupun non DM.

1.2 Hipotesis
Hipotesis dari penelitian ini adalah severitas stroke berhubungan dengan kadar

gula darah

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana hubungan severitas stroke dengan kadar gula

darah pasien stroke akut dengan DM maupun non DM.

1.3.2 Tujuan Khusus


Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
5

1. Untuk mengetahui prevalensi hiperglikemia dengan riwayat DM maupun non

DM sebelumnya pada pasien stroke akut yang dirawat di bangsal saraf RSUD

Arifin Achmad Pekanbaru.

2. Untuk mengetahui severitas stroke akut yang dirawat di RSUD Arifin

Achmad Pekanbaru dengan NIHSS.


3. Untuk mengetahui hubungan hiperglikemia dengan severitas pada pasien

stroke akut yang dirawat di bangsal saraf RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

1.4 Manfaat Penelitian


1. Bagi peneliti :
Meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam melakukan penelitian

dibidang kedokteran khususnya dibagian saraf.


2. Bagi peneliti lain :
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan penelitian lebih

lanjut mengenai severitas stroke


3. Bagi Masyarakat:
Diharapkan masyarakat mengetahui hubungan kadar gula darah dengan

outcome penyakit stroke agar mampu mengontrol kadar gula darahnya


4. Bagi Fakultas Kedokteran Universitas Riau
Menjadi sumber pertimbangan dalam menatalaksana pasien stroke akut

dengan hiperglikemi
5. Bagi RSUD Arifin Achmad
6

Sebagai masukan data mengenai hubungan hiperglikemia dengan severitas

pasien stroke akut di bagian saraf RSUD Arifin Achmad. Sehingga dapat

dipersiapkan manajemen tatalaksana pada pasien stroke akut yang cepat dan

tepat.