Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN

KEPERAWATAN JIWA DENGAN HARGA DIRI RENDAH

Disusun Oleh
YESKA
11.20.1768

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CAHAYA BANGSA
BANJARMASIN
2015
LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : YESKA
Judul : Laporan pendahuluan keperawatan
dengan kasus Harga diri rendah di
ruang nusa indah Rumah Sakit Jiwa
daerah Sambang Lihum

Banjarmasin 24 Februari 2015

Menyetujui

Pembimbing akademik Pembimbing lahan

Tanwiriah, S.Kep, M.Mkes Herry M.Ningsih, S.kep


A. KASUS ( MASALAH UTAMA )
1. Pengertian
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang
diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau
tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 2001 ).
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, keyakinan, dan kepercayaan
yang membuat seseorang mengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi
hubungan dengan orang lain ( Stuart & Sundeen, 2002 ).
Harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang
berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri
( Yoedhas, 2010 ).

2. Faktor Predisposisi dan Presipitasi


a. Faktor Predisposisi
1) Adanya penolakan dari orang tua
2) Harapan orang tua yang tidak realistik.
3) Ideal diri yang tidak realistik.
b. Faktor Presipitasi
1) Adanya kehilangan bagian tubuh,perubahan bentuk ukuran
penampilan akan fungsi tubuh.
2) Adanya kegagalan yang sering dalam mencapai keinginan.
3) Klien akan mengisolasi diri dari lingkungan dan menghindar dari
orang-orang lain atau keramaian dan yang akhirnya klien akan
menarik diri.
4) HDR kronis yang berlangsung lama ( berkepanjangan ) tanpa
adanya intervensi yang terapeutik dapat menyebabkan terjadinya
keracunan atau kekacauan identitas dan akhirnya terjadi
dipersonalisasi.

3. Rentang Respon
a. Respon adaptif
1) Aktualisasi diri adalah pengungkapan pertanyaan atau kepuasan
dari konsep diri positif.
2) Konsep diri positif yaitu dapat menerima kondisi dirinya sesuai
dengan yang diharapkannya dan sesuai dengan kenyataan.
b. Respon Maladaptif
1) Harga diri rendah adalah perasaan negative terhadap diri sendiri,
hilang kepercayan diri, merasa gagal mencapai tujuan
2) Keracunan identitas adalah ketidak mampuan individu
mengidentifikasi aspek psikologis pada masa dewasa, sifat
kepribadian yang bertentangan perasaanhampa, dan lain-lain.
3) Depersonalisasi adalah merasa asing terhadap diri sendiri,
kehilangan identitas misalnya malu dan sedih karena orang lain.

4. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala harga diri rendah menurut Budi Ana Keliat ( 2001 ),
yaitu :
a. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan
terhadap penyakit.
b. Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri
sendiri).
c. Gangguan hubungan social (menarik diri).
d. Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan).
e. Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan
yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupannya).
Menurut Stuart & Sundeen (2002), perilaku klien HDR menunjukkan
tanda-tanda sebagai berikut :
a. Produktivitas menurun.
b. Mengkritik diri sendiri dan orang lain.
c. Destruktif yang diarahkan pada orang lain
d. Gangguan dalam berhubungan.
e. Perasaan tidak mampu.
f. Rasa bersalah.
g. Mudah tersinggung.
h. Perasaan negative terhadap tubuhnya sendiri.
i. Ketegangan peran yang dihadapi atau dirasakan.
j. Pandangan hidup yang pesimis.
k. Keluhan fisik.
l. Pandangan hidup yang bertentangan.
m. Penolakan terhadap kemampuan personal.
n. Destruktif terhadap diri sendiri.
o. Menolak diri secara social.
p. Penyalahgunaan obat.
q. Menarik diri dan realitas.
r. Khawatir.
Akibat harga diri rendah yang berkepanjangan (kronis), klien akan
mengisolasi diri dari lingkungan dan akan menghindar dengan orang
lain.
5. Mekanisme Koping
Mekanisme koping pada HDR yaitu pertahanan jangka pendek dan
jangka penjang serta penggunaan mekanisme bertahan ego untuk
melindungi diri sendiri dalam menghadapi persepsi diri yang
meyakinkan.
a. Pertahanan jangka pendek yaitu :
1) Aktivitas dapat memberikan pelarian sementara dari lansia
identitas
2) Aktivitas garis dapat memberikan identitas sementara
3) Aktivitas yang secara sementara menguatkan perasaan diri
4) Aktivitas yang mewakili upaya jangka pendek untuk membuat
masalah identitas yang kurang berarti dalam kehidupan individu.
b. Pertahanan jangka panjang termasuk sebagai berikut :
1) Penutupan identitasi
2) Identitas negatif.
Macam mekanisme koping yang sering digunakan adalah :
a) Fantasi
b) Disosiasi
c) Isolasi
d) proyeksi
B. PROSES KEPERAWATAN
1. Kemungkinan data fokus
Pengkajian merupakan tahap awal dan utama dari proses keperawatan,
pengkajian mereflesksikan isi, proses dan informasi yang berhubungan
dengan kondisi bilogis, psikologis, sosial dan spiritual klien yang terdiri
atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan masalah pasien (Keliat,
2006)
a. Wawancara
Untuk menyaring data di perlukan format pengkajian yang didalamnya
berisi: identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi,
pemeriksaan fisik, psikososial, status mental, kebutuhan persiapan
pulang, mekanisme koping, masalah psikososial, lingkungan
pengetahuan, maupun aspek medik.
1) Identitas klien : Meliputi Nama, umur, jenis kelamin, status
perkawinan, pendidikan, pekerjaan, dan dari penanggung jawab.
2) Keluhan utama dan alasan masuk : Keluhan utama atau alasan
masuk ditanyakan pada keluarga/klien, apa yang menyebabkan
klien dan keluarga datang ke rumah sakit.
3) Faktor predisposisi: Faktor yang mempengaruhi harga diri,
penampilan eran dan identitas diri.
4) Faktor presipitasi: Faktor internal dan eksternal : trauma dan
ketegangan peran. (transisi peran : perkembangan, situasi, dan
sehat sakit).
5) Aspek fisik : Mengukur dan mengobservasi TTV, ukur TB dan BB,
aktivitas sehari-hari, pola tidur, pola istirahat, rekreasi dan kaji
fungsi organ tubuh bila ada keluhan.
6) Aspek psikososial
a) Membuat genogram yang memuat paling sedikit tiga generasi.
b) Konsep diri :
Citra tubuh : Persepsi klien terhadap tubuhnya
Identitas diri : Status dan posisi klien sebelum dirawat
Peran diri : Tugas yang diemban dalam keluarga
Ideal diri : Harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas dll.
Harga diri : Hubungan klien dengan orang lain, penilaian
dan penghargaan orang lain terhadap dirinya.
c) Hubungan social dengan orang lain yang terdekat dalam
kehidupan, kelompok yang diikuti dalam masyarakat
d) Spiritual, mengenai nilai dan keyakinan dan kegiatan ibadah.
7) Status mental
Nilai penampilan klien rapi atau tidak, amati pembicaraan klien,
aktivitas motorik klien, alam perasaan klien (sedih, takut,
khawatir), afek klien, interaksi selama wawancara, persepsi klien,
proses piker, isi piker, tingkat kesadaran, memori, tingkat
konsentrasi dan berhitung, kemampuan penilaian, dan daya tilik
diri.
8) Kebutuhan persiapan pulang
a) Kemampuan makan klien, klien mampu menyiapkan dan
membersihkan alat makan
b) Klien mampu BAB dan BAK, menggunakan dan
membersihkan WC serta membersihkan dan merapikan
pakaian
c) Mandi klien dan cara berpakaian, observasi kebersihan
tubuh klien
d) Istirahat dan tidur klien, aktivitas didalam dan diluar rumah
e) Pantau penggunaan obat dan tanyakan reaksi yang
dirasakan setelah minum obat.
9) Mekanisme koping
Bila diberikan suatu pilihan dengan bantuan minimal klien dapat
menyelesaikan masalah dengan bantuan perawat atau keluarga.
Mekanisme koping pada HDR yaitu pertahanan jangka pendek dan
jangka panjang serta penggunaan mekanisme pertahanan ego untuk
melindungi diri sendiri dalam menghadapi persepsi diri yang
meyakinkan.
10) Masalah psikosoial dan lingkungan
Dari data keluarga atau klien mengenai masalah yang dimiliki klien
11) Pengetahuan
Dapat didapatkan melalui wawancara dengan klien kemudian tiap
bagian yang dimiliki klien disimpulkan dalam masalah.
12) Aspek medik
Terapi yang diterima klien yaitu ECT, terapi lain seperti terapi
psikomotor, terapi tingkah laku, terapi keluarga, terapi spiritual,
terapi okupasi, dan terapi lingkungan serta rehabilitasi.
b. Pemeriksaan Fisik dan Observasi
1) Kontak mata kurang atau tidak ada
2) Pasif dan hipoaktif
3) Bimbang dan ragu ragu
4) Lesu
5) Tidak aktif
6) Bergantung pada orang lain
7) Selalu menyalahkan diri sendiri
8) Mengatakan hal yang negatif tentang dirinya
9) Mengatakan mender,malu,bersalah
10) Membolak umpan balik positif dan membesarkan umpan balik
negatif mengenai dirinya
11) Pengkajian fisik persistem,TD,BB.

c. Pemeriksaan Diagnostik
1) EKG
2) Psikotes
3) Laboratorium
4) MRI

2. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji


a. Pohon masalah
Akibat Isolasi Sosial : Menarik Diri

Masalah Harga Diri Rendah

Penyebab Koping Individu Tidak Efektif

b. Diagnosa Keperawatan
1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri
rendah
2. Harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional

c. Data yang dikaji


1. Isolasi sosial : menarik diri
Ds :
a. Klien mengatakan lebih baik sendiri
Do :
a. Klien terlihat lebih sering menyendiri
b. Klien terlihat melamun

2. Harga diri rendah


Ds :
a. Klien mengatakan gagal dalam mencapai cita-citanya
b. Klien mengatakan malu karena tubuhnya gemuk
Do :
a. Klien selalu gagal dalam mencapi cita-citanya
b. Klien mersa citra tubuh kurang ideal

3. Berduka disfungsional
Ds :
a. Klien mengatakan sedih karena bercerai dengan suaminya
Do :
a. Klien terlihat sedih
b. Klien terlihat melamun

3. Rencana tindakan keperawatan


T Dx Perencanaan
gl
Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasional
1. Isolasi Pasien Setelah.....x SP 1 (tgl..) 1. Ungkapka
1. Membin
sosial b.d mampu : pertemuan, n perasaan
1. Mengidenti a
HDR pasien mampu : secara
fikasi 1. Mengidentifik hubunga
verbal
kemampua asi n saling
dalam
n dan aspek kemampuan percaya
lingkungan
positif yang dan aspek dengan
yang
dimiliki, positif yang menggu
tenang dan
2. Menilai
dimiliki, nakan
terapeutik
kemampua
- Memiliki prinsip
membuat
n yang
kemampuan komunik
klien
dapat
yang dapat asi
mampu
digunakan,
digunakan, terapeuti
3. Menetapka mengungk
- Memilih k:
n atau apkan
memilih kegiatan yang Sapa perasaan
kegiatan sesuai klien
yang sesuai kemamampua dengan
dengan n ramah
2. Melakukan
kemampua baik
kegiatan yang
n, verbal
4. Melatih sudah dipiih
3. Merencanakan maupun
kegiatan
kegiatan yang non
yang sudah
sudah dilatih verbal.
dipilih Perkenal
SP 1
sesuai kan diri
4. Identifikasi
kemampua dengan
kemampuan
n, sopan.
positif yang
5. Merencana Tanyaka
dimiliki:
kan n nama
kegiatan lengkap
yang sudah dan
dilatihnya. nama
panggila
n yang
disukai
klien.
Jelaskan
tujuan
pertemu
an
Jujur dan
menepati
janji
Tunjuka
n sikap
empati
dan
menerim
a klien
apa
adanya.
Beri
perhatia
n dan
perhatik
an
kebutuha
n dasar
klien.
2 Ganggua 1. Klien SP 2 (tgl..) 1. Sebagai
n konsep dapat Setelah ... 1.x Bin langkah
diri: berhubung pertemuan klien a awal
harga diri an dengan dapat hubunga dalam
rendah orang lain 1. menunjukan n saling berinteraks
berhubun secara ekspresi percaya i.
gan optimal. wajah dengan 2. Untuk
dengan 2. Klien bersahabat, menggu meningkat
koping dapat menunjukan nakan kan harga
individu membina rasa senang, prinsip dirinya.
tidak hubungan ada kontak komunik 3. Pengekspr
efektif saling mata, mau asi esian
percaya berjabat terapeuti perasaan
tangan, mau k. dapat
menyebutkan
2. Bua menurunk
nama, mau t an
menjawab kontrak kecemasan
salam, klien dengan .
mau duduk klien 4. Respon
berdampinga dan klien dapat
n dengan terima menghaki
perawat, mau klien mi rasa
mengutaraka apa percaya
n masalah adanya. klien
yang 3. Beri terhadap
dihadapi. kan perawat.
2. mengidentifik kesempa
asikan tan pada
kemampuan klien
dan aspek untuk
positif yang mengun
dimiliki gkapkan
3. menyebutkan perasaan
kemampuan nya.
yang 4. Beri
digunakan respon
4. menyebutkan yang
alternatif tidak
pemecahan mengha
masalah kimi
seperti
tidak
menyala
hkan
pendapa
t klien
dan
menerim
a
pendapa
t klien.
DAFTAR PUSTAKA
Fitria,Nita.2009. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan
Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ( LP
& SP ) untuk 7 Diagnosis Keperawatan Jiwa Berat bagi Program S1
Keperawatan. Salemba Medika : Jakarta

Keliat BA. 2001. Proses kesehatan jiwa. Edisi 2. EGC : Jakarta.

Stuart GW, Sundeen SJ. 2002. Buku saku keperawatan jiwa. EGC :
Jakarta.

Townsend. 2001. Nursing Diagnosis in Psychiatric Nursing a Pocket


Guide for Care Plan Construction. EGC : Jakarta.

Yoedhas, 2010. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Harga Diri


Rendah. http:// yoedhasflyingdutchman. blogspot.com. Diakses
tanggal 23 maret 2011.