Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Memori atau kemampuan daya ingat adalah proses dimana informasi belajar disimpan dan
dapat dibaca kembali, tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang telah pernah
dialaminya saja tetapi juga termasuk untuk menerima, menyimpan dan menerima, dan
menimbulkan apa yang telah dialaminya.

Untuk mengingat sesuatu manusia harus berhasil melakukan 3 hal yaitu mendapatkan
informasi, menyimpan, dan menimbulkan kembali dikenal dengan istilah encoding, storage, dan
reatrieval.

Suatu proses memori dimulai dengan masuk sebuah informasi yang disimpan dalam otak
manusia informasi tersebut merupakan rangsangan yang diterima oleh panca indera manusia.
Dan dibawa kedalam sel-sel saraf otak dan disimpan didalam memori manusia. Sistem memori
dibagi menjadi 3 yaitu; memori jangka panjang, memori jangka pendek, dan memori sensori.

Sistem memori mencatat informasi masuk melalui salah satu atau kombinasi pancara
indera yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga, penciuman melalui hidung,
rasa melalui lidah dan rabaan melalui kulit.

Memori memiliki fungsi yang penting bagi manusia. Jika kita lakukan aktivitas berpikir
maupun bernalar, maka sebagian besar kita menggunakan fakta dari memori atau ingatan kita.
Kita menggunakan konsep waktu dengan menghubung-menghubungkan masa sekarang dengan
masa lalu serta membuat perencanaan hal tersebut dimungkinkan adanya fasilitas sistem memori
kita yang kuat dan dapat disesuaikan pada berbagai situasi oleh karena memori inilah manusia
dapat dikatakan makhluk bersejarah artinya makhluk yang tidak ditentukan oleh pengaruh proses
dari hal yang terjadi saat kini saja tetapi berkembang dalam sejarah masa lalunya yang masih dan
sewaku-waktu, dapat dihidupkan kembali yang terakhir inilah yang dikatakan memori

B. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian memori


2. Untuk mengetahui mekanisme memori jangka panjang, jangka pendek dan memori
sensori.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya ingat.