Anda di halaman 1dari 5

Tugas Terstruktur Pendidikan Agama Islam

IX Semester Genap
Tahun Pelajaran 2016/2017
Judul Qadha
Memahami Lebih Jauh Tentang Qadha

Nama :Hafizhah Adi Syafitri


Kelas :IX E
Nomor Absen :13
Pengertian Qadha dan Qadar
Beriman kepada qadha dan qadar adalah salah satu rukun Iman. Sesuatu tidak akan
terjadi kecuali dengan kehendak-Nya, tidak ada sesuatupun yang keluar dari kehendak-Nya,
tidak seorangpun yang bisa mengelak dari takdir yang telah ditentukan, ia tidak akan
melampaui apa yang telah digariskan di Lauhul Manfuzh. Dialah yang menciptakan
perbuatan hamba, ketaatan dan kemaksiatan. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada
siapa yang dikehendaki-Nya dengan rahmat-Nya dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki
dengan hikmah-Nya.
Qadha itu ialah ketentuan dan keputusan Allah sejak zaman azali yang telah berlaku
menjadi kenyataan atas tiap-tiap makhluk sesuai dengan ilmu dan takdir Allah.

Qadha itu sudah tertulis di Lauhul Manfuzh dan ada dua macam, yaitu Qadha
Mubram adalah Qadha yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Qadha Muallaq adalah Qadha
yang kejadiannya itu tergantung kepada keadaan atau situasi. Maksudnya hal itu benar-benar
terjadi atau bisa juga tidak sampai terjadi.

ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar.

1. Selalu menyadari dan menerima kenyataan.


Iman kepada qadha dan qadar dapat menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menerima
kenyataan hidup. Karena yang terjadi adalah sudah pada garis ketentuan Allah pada
hakekatnya bencana atau rahmat itu semata-mata dari Allah SWT. Firman Allah SWT :
Artinya : Katakanlah: Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika
Allah menghendaki bencana atasmu, atau menghendaki rahmat untuk dirimu dan orang-
orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain
Allah. (QS. al-Ahzab : 17)

2. Senantiasa bersikap sabar.


Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan senantiasa menerima segala sesuatu
dengan penuh kesabaran, baik dalam situasi yang sempit atau susah dan tetap bersabar dalam
situasi senang atau bahagia. Dengan demikian orang yang beriman kepada takdir Allah SWT
senantiasa dalam keadaan yang stabil jiwanya.
Artinya : Apakah manusia itu mengira mereka akan dibiarkan, sedang mereka tidak diuji
lagi ?. (QS. al-Ankabut : 2)
Wujud ujian dan cobaan bisa berupa tiadanya biaya pendidikan, fisik yang lemah, penyakit,
orang tua meninggal, dilanda bencana alam, dan sebagainya. Perhatikan firman Allah
berikut :
Artinya : Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah : 155)
Renungkan ayat 155 surat al-Baqarah, yaitu supaya memberi berita gembira kepada
orangorang yang sabar. Memang dalam menghadapi cobaan diperlukan sikap sabar. Tanpa
sikap sabar akan sulit manusia mencapai sukses.

3. Rajin dalam berusaha dan tidak mudah menyerah.


Agar seseorang terus giat berusaha ia pun yakin bahwa segala hasil usaha manusia selalu
diwaspadai, dinilai, serta diberi balasan. Firman Allah :
Artinya : Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan (kepadanya).
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan
bahwasannya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (QS an-Najm : 39-42)

4. Selalu bersikap optimis, tidak pesimis.


Keyakinan terhadap Qadha dan Qadar dapat menumbuhkan sikap yang optimis tidak mudah
putus asa. Karena ia yakin walau sering gagal, pasti suatu saat akan berhasil sehingga tidak
akan berputus asa. Firman Allah SWT :
Artinya : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf : 87)

5. Senantiasa menerapkan sikap tawakal.


Tawakal (berserah diri0 kepada Allah SWT akan tumbuh pada diri seseorang jika ia meyakini
bahwa segala sesuatu telah dikehendaki Allah. Allah Maha bijaksana sehingga menurut
keyakinannya Allah tidak mungkin menyengsarakannya. Allah sumber kebaikan sehingga
tidak mungkin Allah menghendaki hamba-Nya kepada keburukan. Firman Allah SWT :
Artinya : Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu. Tidak ada
satu binatang melata pun, melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya
Tuhanku di atas jalan yang lurus.(QS. Hud : 56).

B.Hikmah Beriman kepada Qadha dan qadar

Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita
dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah
tersebut antara lain:

1.Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar

Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia
akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri.
Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Artinya:dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila
ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. (
QS. An-Nahl ayat 53).

2.Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa

Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan,
ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun
merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan
berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.

Artinya: Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan
saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS.Yusuf ayat 87)

Sabda Rasulullah: yang artinya Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada
sebiji sawi dari sifat kesombongan.( HR. Muslim)

3.Memupuk sifat optimis dan giat bekerja

Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu
menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja,
tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar
senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.

Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al-
Qashas ayat 77)

4.Menenangkan jiwa

Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami


ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang
ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah
atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.
Artinya : Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi
diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah
kedalam sorga-Ku.( QS. Al-Fajr ayat 27-30)

Contoh Qadha Allah

Manusia bisa kaya atau miskin


Kaya atau miskin seseorang itu di tetapkan oleh Allah SWT. Namun kita mengetahui
kita sebagai manusia wajib berusaha (ikhtiyar), bekerja keras dan disertai berdoa
kepada-Nya
Manusia bahagia atau sengsara
Sejak roh manusia dimasukkan kepada calon manusia
a) Allah SWT. Sudah menetapkan tentang hidupnya sengsara atau bahagia
b) Tetapi manusia setelah lahir balum mengetahui maka manusia harus berusaha
sekuat tenaga dan berdoa
Umur/Usia manusia
a) Umur manusia beberapa tahun sejak zaman azali sudah ditentukan oleh Allah
SWT.
b) Manusia tidak tahu juamlah umur dan kapan datangnya mati
Datangnya hari kiamat
a) Hari kiamat akan datang, yang mengetahui hanyalah Allah SWT. Semua
makhluk-Nya tidak ada yang mengetahuinya.
b) Maka kita sebagai orang yang beriman sewaktu di duia hendaknya selalu
beribadah, taat dan patuh kepada perintah-Nya dan menjauihi larangan-Nya.
Agar kelak di akhirat hidup di surga.